wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Permeabilitas

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Lapisan kulit mana yang berfungsi sebagai penghalang utama terhadap permeasi obat dalam sistem pengiriman obat transdermal (TDDS), seperti yang disebutkan dalam penelitian?

a)

Membran basal

b)

Hipodermis

c)

Dermis

d)

Stratum corneum

2.

Menurut hasil penelitian, jenis Medan Elektromagnetik (EMF) dan frekuensi manakah yang menghasilkan massa permeasi kumulatif (CPM) Naproxen tertinggi, menunjukkan peningkatan permeabilitas yang paling signifikan?

a)

Medan Magnetik Berputsr (RMF) 50 Hz

b)

Medan Magnetik Berosilasi (OMF) 55 Hz

c)

Medan Magnetik Berdenyut (PMF) 10/10

d)

Medan Magnetik Statis (SMF) + 15V

3.

Medan magnet berputar (RMF) terbukti dapat meningkatkan intensitas proses transfer massa dalam sistem hidrodinamik dengan menghasilkan keadaan yang memperkuat apa?

a)

Pengadukan dan Transfer Massa

b)

Aktivasi metabolisme pertama

c)

Polarisasi negatif molekul

d)

Stabilisasi struktur membran

4.

Medan magnet statis (SMF) dengan polarisasi negatif, khususnya SMF - 15 V, menunjukkan tren penurunan permeabilitas Naproxen dibandingkan kontrol. Bagaimana ini dapat dijelaskan?

a)

Medan magnet meningkatkan gerakan molekul obat secara acak, sehingga mengurangi waktu tunda (Lt).

b)

Medan magnet tersebut meningkatkan kelarutan Naproxen dalam fase air.

c)

Medan magnet menstabilkan struktur membran kulit atau mengubah interaksi molekuler sehingga mengurangi kemampuan penetrasi

d)

Medan magnet menghasilkan arus eddy yang memanaskan kulit, sehingga menghambat difusi.

5.

Bagaimana paparan Medan Magnetik Berputar (RMF) secara umum memengaruhi akumulasi Naproxen di kulit setelah proses permeasi 8 jam, dan apa implikasinya?

a)

Akumulasi di kulit menurun, menunjukkan bahwa obat menembus kulit dengan lebih efisien, sehingga meninggalkan lebih sedikit untuk disimpan dikulit.

b)

Akumulasi di kulit tetap sama dengan kontrol, menunjukkan RMF hanya memengaruhi laju absorpsi, bukan resistensi

c)

Akumulasi dikulit tidak dapat diukur karena medan magnet mengganggu analisis HPLC

d)

Akumulasi dikulit meningkat, menunjukkan bahwa obat terperangkap di lapisan kulit, sehingga mengurangi efisiensi permeasi

6.

Parameter permeasi yang diwakili oltJss mencerminkan apa dalam pengujian difusi transdermal?

a)

Massa permeasi kumulatif total setelah 8 jam

b)

Fluks keadaan steady-state (laju permeasi oer satuan luas)

c)

Persentase dosis yang diterapkan terpermeasi

d)

Koefisien partisi kulit

7.

Bagaimana spektroskopi inframerah transformasi Fourier (FTIR) memferevikasi integritas struktural dasar Naproxen setelah terpapar berbagai Medan Elektromagnetik (EMF)?

a)

FTIR menunjukkan puncak baru, mengkonfirmasi pembentukan produk degradasi

b)

FTIR menunjukkan pergeseran spekturm yang signifikan, mengkonfirmasi perubahan struktur molekul NAP

c)

FTIR menunjukkan perubahan pada bentuk kristal, yang membuktikan perubahan kimiawi pada senyawa tersebut

d)

FTIR menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada spekturm, menunjukkan struktur molekul dasar NAP tetap utuh.

8.

Meskipun EMF tidak mengubah struktur molekul dasar Naproxen (dikonfirmasi oleh FTIR), apa yang ditunjukkan oleh analisis Difraksi Sinar-x (XRD) bahwa EMF memengaruhi Naproxen?

a)

Perubahan signifikan pada titik leleh

b)

Tidak ada perubahan sama sekali pada sampel yang terpapar EMF

c)

Perubahan signifikan pada komposisi unsur

d)

Perubahan keciil pada bentuk kristal senyawa

9.

Bagaimana paparan Medan Magnetik Statis dengan polaritas positif (misalnya SMF+ 15 V ) memengaruhi nilai koefisien partisi (log p) Naproxen, dan apa artinya bagi lipofilisitasnya?

a)

Nilai log P menjadi negatif, menunjukkan sifat yang sangat hidrofilik

b)

Nilai log p meningkat, menunjukkan peningkatan lipofilisitasnya

c)

Nilai log p menurun, menunjukkan penurunan lipofilisitasnya

d)

Nilai log p tetap tidak berubah, karena lipofilisitasnya hanya bergantung pada struktur kimia dasar.

10.

Medan magnet Berputar (RMF) pada 50 Hz terbukti sangat efektif. Berdasarkan temuan, manakah dari pernyataan berikut yang merupakan kesimpulan praktis yang paling relevan untuk pengembangan sistem pengiriman obat transdermal (TDDS)?

a)

Peningkatan permeabilitas yang diamati pada model ex Vivo tidak relevan untuk aplikasi in vivo

b)

Semua jenis EMF meningkatkan permeabilitas obat, menjadikannya pengganti yang setara untuk teknik pengiriman obat

c)

EMF harus dihindari dalam TDDS karena dapat mengubah struktur kristal dan menurunkan stabilitas termal obat

d)

EMF dapat digunakan secara strategis untuk memodulasi permeabilitas dan sifat fisiko-kimia NAP , dengan RMF 50 Hz sebagai perlakuan Yang sangat efektif