Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

biofar 1/2

Total questions: 58

Worksheet time: 29mins

Name
Class
Date
1.

Faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi obat setelah injeksi adalah…

a)

Peredaran dan perfusi darah, karakteristik fisikokimia obat, pengikatan protein plasma, volume distribusi (Vd), dan permeabilitas membran biologis.

b)

Properti farmakodinamik dan lokasi aksi, faktor fisiologis, pelepasan obat dari lokasi injeksi, waktu paruh (t½), efek samping lokal dan reaksi.

c)

Warna, rasa, dan aroma obat, serta pengawet yang digunakan.

d)

Jenis syringe dan posisi tubuh pasien selama injeksi.

e)

Suhu ruangan dan tekanan udara di sekitar area injeksi.

2.

Distribusi injeksi mengacu pada proses…

a)

Distribusi obat yang telah diserap ke seluruh tubuh setelah diberikan melalui rute injeksi.

b)

Penyerapan obat dari saluran pencernaan ke dalam aliran darah.

c)

Pemecahan obat di hati sebelum mencapai sirkulasi sistemik.

d)

Pengeluaran obat dari tubuh melalui urine dan keringat.

3.

Distribusi obat setelah injeksi terjadi dengan cepat karena…

a)

Obat langsung masuk ke dalam aliran darah.

b)

Obat melewati proses pencernaan terlebih dahulu.

c)

Obat disimpan sementara di jaringan otot.

d)

Obat terdegradasi di hati sebelum distribusi.

4.

Faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi obat termasuk…

a)

Aliran darah ke jaringan target, pengikatan protein plasma, dan lipofilisitas obat.

b)

Warna, bau, dan rasa obat.

c)

Jenis wadah dan suhu penyimpanan.

d)

Jenis syringe dan volume injeksi.

5.

Protein plasma yang paling umum terlibat dalam distribusi obat adalah…

a)

Albumin dan α1-asam glikoprotein.

b)

Kolagen dan hemoglobin.

c)

Fibrinogen dan gamma globulin.

d)

Lipoprotein dan keratin.

6.

Phase II dalam metabolisme obat melibatkan…

a)

Konjugasi, yaitu penggabungan obat atau metabolit Fase I dengan senyawa endogen untuk memfasilitasi ekskresi.

b)

Oksidasi dan reduksi yang meningkatkan aktivitas obat.

c)

Hidrolisis yang memecah obat menjadi bentuk aktif.

d)

Fermentasi oleh enzim hati untuk membentuk metabolit beracun.

7.

Faktor-faktor yang mempengaruhi metabolisme obat dalam persiapan injeksi termasuk…

a)

Aktivitas enzim hepatik dan jalur injeksi yang mempengaruhi durasi pelepasan obat.

b)

Aktivitas protein target dan jalur injeksi yang mempengaruhi durasi efek obat.

c)

Jenis jarum dan teknik injeksi.

d)

Volume cairan infus yang diberikan.

8.

Fase I dalam metabolisme obat mencakup proses-proses…

a)

Oksidasi dan reduksi.

b)

Konjugasi.

c)

Oblogasi (seperti yang dicetak).

d)

Kondensasi.

9.

Eliminasi adalah…

a)

Penghilangan obat atau metabolitnya dari tubuh, biasanya melalui ginjal (urin) atau hati (feses).

b)

Penyerapan obat atau metabolitnya ke dalam tubuh melalui hati.

c)

Penghilangan obat atau metabolitnya melalui usus, biasanya sebagai keringat.

d)

Penghilangan obat atau metabolitnya ke dalam tubuh, biasanya ke organ internal.

10.

Rute utama eliminasi obat dari tubuh adalah melalui…

a)

Ginjal melalui filtrasi glomerulus dan sekresi tubular.

b)

Hati melalui absorpsi pasif.

c)

Paru-paru melalui difusi oksigen.

d)

Kulit melalui sekresi keringat.

11.

Selain ginjal, beberapa obat juga dapat diekskresikan melalui…

a)

Empedu, paru-paru, atau keringat.

b)

Jantung, limpa, atau tulang.

c)

Pankreas, lambung, atau kulit kepala.

d)

Sistem saraf pusat.

12.

Kecepatan eliminasi obat dari tubuh (klirens) dipengaruhi oleh…

a)

Solubilitas obat dalam air, berat molekul, dan fungsi organ pengeliminasi (ginjal/hati).

b)

Warna obat, rasa, dan jenis pelarut.

c)

Teknik injeksi dan volume.

d)

Suhu lingkungan dan tekanan udara.

13.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan obat melalui rute IM dan SC termasuk…

a)

Aliran darah dan difusi.

b)

Warna dan aliran darah.

c)

Jenis pelarut dan difusi.

d)

Jenis pelarut dan warna.

14.

Rute administrasi yang memberikan bioavailabilitas 100% adalah…

a)

Intravenous (IV).

b)

Intramuscular (IM).

c)

Subcutaneous (SC).

d)

Oral.

15.

Jika dibandingkan dengan suspensi atau emulsi, bentuk sediaan larutan adalah…

a)

Diserap lebih cepat.

b)

Diserap lebih lambat dan dengan cara yang terkontrol.

c)

Tidak diserap ke dalam jaringan.

d)

Tidak terpengaruh dalam hal penyerapan.

16.

Volume maksimum untuk injeksi subkutan (SC) adalah…

a)

Kira-kira 2 mL.

b)

Kira-kira 5 mL.

c)

Lebih dari 10 mL.

d)

Tidak terbatas.

17.

Volume maksimum untuk injeksi intramuskular (IM) adalah…

a)

Hingga 5 mL.

b)

Hingga 2 mL.

c)

Hingga 10 mL.

d)

Tidak terbatas.

18.

pH dan isotonicity dari injeksi harus disesuaikan dengan kondisi fisiologis sehingga mereka…

a)

Tidak menyebabkan iritasi atau nekrosis jaringan.

b)

Dapat mempercepat penyerapan di kulit.

c)

Meningkatkan kenyamanan dengan injeksi oral.

d)

Memperpanjang waktu paruh obat dalam darah.

19.

Setengah hayat penting untuk menentukan…

a)

Durasi efek obat dan kapan dosis berikutnya harus diberikan.

b)

Warna dan bentuk dosis obat.

20.

Obat dengan waktu paruh yang lebih lama biasanya…

a)

Memerlukan dosis yang lebih jarang untuk mempertahankan efek yang stabil.

b)

Diberikan lebih sering untuk menjaga efeknya tetap stabil.

c)

Harus diambil setiap jam.

d)

Tidak memiliki efek farmakologis.

21.

Dalam persiapan injeksi, pembersihan penting untuk…

a)

Memahami seberapa cepat obat dihilangkan dari tubuh dan seberapa lama obat tersebut memberikan efek terapeutik.

b)

Menentukan warna obat dalam bentuk cair.

c)

Mengukur viskositas pelarut yang digunakan.

d)

Meningkatkan rasa obat untuk kenyamanan.

22.

Volume distribusi yang tinggi (Vd) menunjukkan bahwa…

a)

Obat lebih banyak terdistribusi ke jaringan dan lebih sedikit yang tersisa di plasma.

b)

Obat sebagian besar berada di plasma dan sedikit di jaringan.

c)

Tidak ada distribusi obat di dalam tubuh.

d)

Obat tidak dapat mencapai jaringan target.

23.

Obat lipofilik biasanya memiliki Vd yang lebih tinggi karena mereka…

a)

Dapat melewati membran sel dan masuk ke jaringan lemak.

b)

Tidak larut dalam jaringan lemak.

c)

Beredar hanya dalam plasma.

d)

Tidak dapat melewati membran sel.

24.

Obat yang terikat pada protein plasma cenderung memiliki Vd yang lebih rendah karena…

a)

Hanya bentuk bebas yang dapat mendistribusikan ke jaringan.

b)

Semua bentuk dapat menembus jaringan.

c)

Protein plasma mempercepat distribusi obat.

d)

Pembindingan protein meningkatkan bioavailabilitas obat.

25.

Bioavailability is…

a)

Proporsi dosis obat yang mencapai sirkulasi sistemik dalam bentuk aktif.

b)

Jumlah total obat yang disimpan di hati dan ginjal sebelum eliminasi.

c)

Volume cairan yang dibersihkan dari obat per jam oleh ginjal.

d)

Waktu yang diperlukan untuk obat menghasilkan efek farmakologis.

26.

Bioavailabilitas dari injeksi intravena (IV) adalah…

a)

F = 1 (100% tersedia dalam sirkulasi sistemik).

b)

F < 1 karena metabolisme pertama di hati.

c)

F > 1 karena penyerapan lebih cepat daripada oral.

d)

F tidak dapat diukur untuk injeksi IV.

27.

Volume distribusi (Vd) menggambarkan…

a)

Seberapa luas suatu obat menyebar dalam tubuh, di plasma dan jaringan.

b)

Jumlah total obat yang diekskresikan oleh ginjal per menit.

c)

Kecepatan metabolisme obat di hati.

d)

Berapa lama obat tetap di lambung sebelum diserap.

28.

Faktor-faktor yang mempengaruhi volume distribusi (Vd) termasuk…

a)

Lipofilisitas dan pengikatan protein plasma.

b)

Warna obat, rasa, dan aroma.

c)

Jenis pelarut dan bentuk dosis.

d)

Suhu tubuh pasien dan tekanan darah.

29.

Half-life (t½) is…

a)

Waktu yang diperlukan untuk mengurangi konsentrasi obat dalam plasma menjadi setengah.

b)

Waktu yang diperlukan bagi obat untuk mencapai konsentrasi puncak.

c)

Waktu yang dibutuhkan obat untuk diserap dari saluran pencernaan.

d)

Durasi total efek dalam jaringan otot.

30.

Setengah hayat suatu obat dipengaruhi oleh…

a)

Kecepatan metabolisme dan eliminasi oleh hati dan ginjal.

b)

Warna dan stabilitas kimia obat.

c)

Jenis wadah penyimpanan.

d)

Metode pengemasan dan dosis.

31.

Clearance (Cl) menggambarkan…

a)

Volume plasma yang dibersihkan dari obat per unit waktu.

b)

Total jumlah obat yang diserap dari saluran pencernaan.

c)

Volume darah yang mengandung obat di jaringan otot.

d)

Kecepatan distribusi obat di dalam hati.

32.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembersihan obat termasuk…

a)

Solubilitas akuatik, berat molekul, dan fungsi organ pengeliminasi.

b)

Warna obat, rasa, dan pH.

c)

Jenis jarum dan teknik injeksi.

d)

Ukuran partikel dan viskositas pelarut.

33.

AUC (Area Under the Curve) represents…

a)

Total body exposure to a drug over a given time period.

b)

The rate of drug absorption through the skin.

c)

The volume of drug distribution in blood.

d)

The drug concentration in the stomach before absorption.

34.

Faktor-faktor yang mempengaruhi AUC meliputi…

a)

Konstanta laju absorpsi (Ka), distribusi (Vd), dan pembersihan (Cl).

b)

Warna obat, rasa, dan pH.

c)

Jenis wadah dan bentuk dosis.

d)

Volume injeksi dan posisi pasien.

35.

Pelepasan obat adalah…

a)

Proses obat yang dilepaskan dari bentuk dosisnya seperti larutan, suspensi, atau emulsi.

b)

Proses eliminasi obat oleh ginjal.

c)

Proses reabsorpsi obat di usus besar.

d)

Metabolisme obat oleh hati.

36.

Kecepatan pelepasan obat dalam persiapan injeksi penting karena…

a)

Mempengaruhi seberapa cepat obat diserap ke dalam tubuh dan seberapa lama efeknya bertahan.

b)

Menentukan warna dan rasa obat.

c)

Menetapkan volume cairan injeksi.

d)

Merubah pH darah pasien.

37.

Dalam injeksi suspensi, pelepasan obat biasanya…

a)

Lebih lambat dan terkontrol untuk efek yang berkepanjangan.

b)

Sangat cepat dan tidak terkontrol.

c)

Terpaut pada tekanan darah pasien.

d)

Tidak terpengaruh oleh ukuran partikel.

38.

First-pass metabolism occurs when…

a)

Sebuah obat melewati hati terlebih dahulu sebelum mencapai sirkulasi sistemik.

b)

Sebuah obat masuk ke aliran darah secara langsung tanpa melewati hati.

c)

Sebuah obat diserap melalui kulit tanpa metabolisme.

d)

Sebuah obat dipecah di ginjal sebelum mencapai hati.

39.

Dalam persiapan injeksi, metabolisme first-pass…

a)

Tidak terjadi karena obat langsung masuk ke aliran darah.

b)

Lebih besar dibandingkan dengan bentuk dosis oral.

c)

Memerlukan obat untuk dimetabolisme dengan cepat.

d)

Selalu terjadi sebelum obat mencapai jaringan target.

40.

Urutan yang benar dalam alur proses untuk memproduksi injeksi Natrii Tiosulfat adalah…

a)

Menimbang bahan baku → Pelarutan dan pencampuran (Kelas C) → Filtrasi larutan (filtrasi steril) → Pengisian aseptik (Kelas A, latar belakang B) → Penyegelan → Sterilisasi terminal → Pengujian kualitas → Pengemasan dan pelabelan → Distribusi.

b)

Pelarutan dan pencampuran → Menimbang bahan baku → Filtrasi larutan → Pengisian aseptik → Sterilisasi terminal → Penyegelan → Pengujian kualitas → Distribusi → Pengemasan.

c)

Filtrasi larutan → Menimbang bahan baku → Pelarutan → Penyegelan → Pengisian aseptik → Pengujian kualitas → Pengemasan → Sterilisasi terminal → Distribusi.

d)

Pengisian aseptik → Pelarutan dan pencampuran → Menimbang bahan baku → Penyegelan → Pengujian kualitas → Sterilisasi → Pengemasan → Distribusi → Filtrasi larutan.

41.

Proses pelarutan dan pencampuran untuk Natrii Tiosulfat dilakukan di kelas ruangan mana?

a)

Kelas C

b)

Kelas A

c)

Kelas B

d)

Kelas D

42.

Pengisian aseptik dilakukan di ruangan dengan kelas kebersihan apa?

a)

Kelas A dengan latar belakang B

b)

Kelas C dengan latar belakang D

c)

Kelas D dengan latar belakang C

d)

Kelas B dengan latar belakang A

43.

Aspek teknologi steril yang benar untuk menyiapkan injeksi Natrii Tiosulfat adalah…

a)

Harus steril dan bebas pirogen, pH 6.5–9.5, dikemas dalam vial kaca netral, dan disimpan terlindung dari cahaya.

b)

Tidak perlu steril, pH netral 7.0, dikemas dalam plastik, dan disimpan dalam keadaan dingin.

c)

May contain pyrogens, low osmolality, and stored in an open container.

d)

Hanya dalam bentuk suspensi, tidak memerlukan Aqua pro Injectione sebagai pelarut.

44.

Hubungan biopharmaceutics yang benar untuk teknologi steril adalah…

a)

100% bioavailability IV, distribusi cepat dalam cairan ekstraseluler.

b)

Produksi aseptik di ruang Kelas A/B, filtrasi steril dan pengujian kualitas, kemudian kemasan yang dilindungi dari oksidasi.

c)

50% bioavailability IV, produksi aseptik di ruang Kelas C/D, distribusi lambat.

d)

Filtrasi steril dan pengujian kualitas diikuti dengan kemasan yang dilindungi dari reduksi, dan 100% bioavailability IM.

45.

Seorang pasien menerima 500 mg antibiotik A melalui IV (bioavailabilitas 100%). Setelah 30 menit, konsentrasi plasma adalah 10 µg/mL. Hitung jumlah total antibiotik A dalam tubuh berdasarkan data ini.

a)

5 mg

b)

25 mg

c)

50 mg

d)

100 mg

46.

Manakah di antara berikut yang berkaitan dengan persyaratan sterilisasi untuk suatu persiapan?

a)

Harus steril dan bebas pirogen; proses: filtrasi steril/sterilisasi terminal dengan autoklaf; wadah: ampul, vial kaca, kantong infus.

b)

Relatif stabil tetapi mudah teroksidasi → membutuhkan antioksidan (Na-sulfite)/penyangga pH; simpan dalam wadah tertutup yang terlindung dari cahaya.

c)

pH optimal 6,5–9,5; konsentrasi 10–25%; tidak untuk penggunaan IM/SC.

d)

Bentuk dosis: larutan steril dalam Aqua pro Injectione; kombinasi dalam kit antidot.

47.

pH optimal untuk injeksi Natrii Tiosulfat adalah…

a)

6.5–9.5

b)

5.0–6.0

c)

7.0–10.0

d)

3.5–5.5

48.

Rentang konsentrasi untuk mencegah hipertonisitas dalam injeksi Natrii Tiosulfat adalah…

a)

10–25%

b)

1–5%

c)

30–50%

d)

0.1–0.5%

49.

Formulasi yang benar dari injeksi Natrii Tiosulfat adalah…

a)

Larutan steril dalam Aqua pro Injectione, dikombinasikan dalam kit antidot dengan Na-nitrit, tanpa pengawet.

b)

Suspensi steril dalam air dengan pengawet benzil alkohol.

c)

Emulsi minyak-dalam-air dengan stabilisator.

d)

Serbuk kering untuk reconstitusi jangka panjang.

50.

Pengujian sterilisasi dalam pengendalian kualitas (QC) dilakukan menggunakan metode apa?

a)

Filtrasi membran

b)

Uji LAL

c)

Titrasi

d)

Simpan pada suhu kamar, lindungi dari cahaya

51.

Pyrogen/endotoxin testing in quality control (QC) is performed using which method?

a)

Membrane filtration

b)

LAL test

c)

Titrimetry

d)

Chromatography

52.

Assay of active ingredient in quality control (QC) is performed using which method?

a)

Titrimetry/chromatography

b)

LAL test

c)

Solvent evaporation

d)

UV spectrophotometry without standard

53.

Stability testing in quality control (QC) is performed by…

a)

Store at room temperature, protected from light.

b)

Heat to boiling for 5 minutes.

c)

Cool to freezing temperature.

d)

Store in an open container without packaging.

54.

The packaging used for Natrii Tiosulfat injection is…

a)

Neutral glass vials/ampoules, tightly closed, protected from oxidation, labeled ‘For IV use only’.

b)

Plastic bottles, loosely capped, exposed to light.

c)

Open glass beakers for ease of access.

d)

Plastic ampoules labeled for oral use.

55.

In GMP production aspects, production in a grade A room includes

a)

Critical operations using LAF/isolator

b)

Background area

c)

Raw materials and containers

d)

Operator presence

56.

In GMP production aspects, a grade B room functions as

a)

Critical LAF area

b)

Background area for grade A

c)

General storage room

d)

Equipment washing area

57.

In GMP production aspects, grade C/D rooms are used for

a)

Preparation of raw materials and containers

b)

Aseptic filling process

c)

Stability testing

d)

Finished product storage

58.

Operators in a sterile production room must

a)

Follow cleanroom gowning standards

b)

Wear regular clothing without a mask

c)

Not wear gloves

d)

Wear only a standard lab coat