wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tonicity and Isotonic Calculations — Worksheet Extraction

Total questions: 68

Worksheet time: 34mins

Name
Class
Date
1.

tonisitas is defined as

a)

Ukuran kemampuan suatu larutan untuk menyebabkan pergerakan air melintasi membran semipermeabel dibandingkan dengan cairan tubuh (terutama plasma darah)

b)

Kecepatan aliran darah di pembuluh kapiler

c)

Jumlah total zat terlarut tanpa memperhatikan tekanan osmotik

d)

Tekanan yang dihasilkan oleh partikel dalam larutan non-elektrolit

2.

Tonicity is important in order to

a)

Prevent hemolysis or pain during injection so the preparation is safe to use

b)

Increase drug solubility in water

c)

Change the color and viscosity of parenteral preparations

d)

Speed up hepatic metabolism of drugs

3.

Standar fisiologis tonisitas untuk persiapan parenteral adalah

a)

Setara dengan 0,9% NaCl (isotonik)

b)

Setara dengan 1,5% NaCl (hipertonik)

c)

Setara dengan 0,3% NaCl (hipotonik)

d)

Tidak perlu cocok dengan cairan tubuh

4.

Pernyataan manakah tentang konsep tonisitas yang benar?

a)

Larutan isotonik memiliki tekanan osmotik yang sama dengan plasma; larutan hipotonik memiliki tekanan osmotik yang lebih rendah sehingga sel membengkak (hemolisis); larutan hipertonik memiliki tekanan osmotik yang lebih tinggi sehingga sel menyusut (krenasi).

b)

Larutan isotonik memiliki tekanan osmotik yang lebih tinggi daripada plasma; hipotonik lebih rendah; hipertonik sama dengan plasma.

c)

Larutan isotonik menyebabkan sel menyusut; larutan hipotonik menstabilkan sel; larutan hipertonik menyebabkan sel pecah.

d)

Larutan isotonik, hipotonik, dan hipertonik tidak mempengaruhi sel darah merah.

5.

Larutan hipotonik menyebabkan

a)

Sel menyusut

b)

Sel membengkak atau pecah (hemolisis)

c)

Sel tetap normal

d)

Sel mengering

6.

Larutan hipertonik menyebabkan

a)

Sel menyusut (krinasi)

b)

Sel membengkak

c)

Sel tetap normal

d)

Sel pecah

7.

Larutan hipotonik (<0,9%) menyebabkan

a)

Hemolisis sel darah merah

b)

Crenasi sel

c)

Nyeri saat injeksi

d)

Tidak ada efek

8.

Larutan hipertonik (>0,9%) menyebabkan

a)

Hemolisis sel darah merah

b)

Crenasi sel dan nyeri saat injeksi

c)

Tidak ada efek

d)

Peningkatan tekanan darah

9.

Apakah larutan Isotonik (≈0.9%) adalah

a)

Menyebabkan rasa sakit

b)

Menyebabkan hemolisis

c)

Aman dan nyaman untuk injeksi IV

d)

Menyebabkan iritasi pada jaringan

10.

Metode Ekivalen Natrium Klorida (E) digunakan untuk

a)

Menghitung jumlah pelarut air

b)

Menghitung ekivalen NaCl dari suatu obat

c)

Mengukur tekanan osmotik suatu larutan

d)

Menentukan volume injeksi

11.

Dengan metode Penurunan Titik Beku (ΔTf), suatu larutan dikatakan isotonic ketika

a)

ΔTf = 0,25 °C

b)

ΔTf = 0,40 °C

c)

ΔTf = 0,52 °C

d)

ΔTf = 1,00 °C

12.

Metode Nilai Isotonik (nilai-V) digunakan untuk

a)

Menghitung massa obat dalam 1 mL

b)

Mengukur tekanan osmotik plasma

c)

Menentukan volume larutan yang dibutuhkan untuk membuat 1 g obat isotonik

d)

Menghitung konsentrasi zat aktif

13.

Metode Osmolaritas mengukur

a)

Kepadatan pelarut

b)

Total osmolaritas berdasarkan konsentrasi zat terlarut dan jumlah partikel yang terdisosiasi (280–300 mOsm/L)

c)

pH larutan

d)

Total volume injeksi

14.

Metode mana yang termasuk dalam metode untuk menghitung tonisitas?

a)

Metode pH dan viskositas

b)

Metode E (Ekivalen Natrium Klorida), Depresi Titik Beku (ΔTf), Nilai Isotonik (V‑value), dan Osmolaritas

c)

Metode densitas dan kelarutan

d)

Metode difusi dan koefisien partisi

15.

Yang diharapkan saat mempertahankan tonisitas?

a)

Warna dan aroma dari persiapan tetap stabil

b)

Suhu dan tekanan yang stabil di ruang penyimpanan

c)

Keamanan pasien, keamanan sel darah merah, dan efektivitas terapeutik

d)

Kecepatan difusi pelarut dari bahan aktif

16.

Nilai E digunakan untuk

a)

Mengukur pH suatu larutan

b)

Menentukan jumlah NaCl yang memberikan tekanan osmotik setara dengan 1 g obat

c)

Menghitung berat molekul obat dalam larutan

d)

Menentukan total volume pelarut yang dibutuhkan

17.

Sebuah prinsip dari Metode E adalah

a)

Setiap 1 g obat memiliki tonisitas setara NaCl yang spesifik dibandingkan dengan NaCl

b)

Nilai E selalu sama untuk semua obat

c)

Nilai E hanya digunakan untuk larutan non-steril

d)

Semakin kecil nilai E, semakin hipertonik larutannya

18.

Metode E (Setara Klorida Sodium) digunakan untuk

a)

Menentukan jumlah pelarut air dalam persiapan injeksi

b)

Menghitung jumlah NaCl yang setara osmotik dengan obat tertentu

c)

Mengukur tekanan osmotik larutan menggunakan osmometer

d)

Menentukan total volume larutan yang akan disiapkan

19.

Rumus umum yang digunakan dalam metode E adalah

a)

NaCl ditambahkan=(0.009×V)+(E×Wobat)\text{NaCl ditambahkan} = (0.009 \times V) + (E \times W_{obat})

b)

NaCl ditambahkan=(0.009×V)(E×Wobat)\text{NaCl ditambahkan} = (0.009 \times V) - (E \times W_{obat})

c)

NaCl ditambahkan=(E×V)+(0.009×Wobat)\text{NaCl ditambahkan} = (E \times V) + (0.009 \times W_{obat})

d)

NaCl ditambahkan=E0.009×V\text{NaCl ditambahkan} = \dfrac{E}{0.009 \times V}

20.

Berdasarkan perhitungan sampel, jumlah NaCl yang harus ditambahkan agar 20 mL larutan Pilocarpine HCl 1% bersifat isotonic (E = 0.23) adalah

a)

0.10 g

b)

0.12 g

c)

0.13 g

d)

0.20 g

21.

Jika perhitungan E-method menghasilkan nilai negatif, itu berarti solusinya adalah

a)

Hipotonik dan NaCl harus ditambahkan

b)

Hipertonik dan harus diencerkan

c)

Isotonik dan tidak memerlukan penyesuaian

d)

Netral tanpa efek osmotik

22.

Berdasarkan perhitungan E-method, tambahan NaCl yang dibutuhkan untuk membuat 30 mL larutan Atropine sulfate 1% menjadi isotonic adalah

a)

0.10 g

b)

0.13 g

c)

0.15 g

d)

0.20 g

23.

Dalam metode penurunan titik beku untuk tonisitas, larutan isotonic memiliki penurunan titik beku sebesar

a)

0,42 °C

b)

0,50 °C

c)

0,52 °C

d)

0,62 °C

24.

Jika suatu larutan memiliki penurunan titik beku (ΔTf) kurang dari 0,52 °C, larutan tersebut adalah

a)

Isotonik

b)

Hipotonik

c)

Hipertonik

d)

Netral

25.

Jika suatu larutan memiliki ΔTf lebih besar dari 0,52 °C, larutan tersebut adalah

a)

Hipotonik

b)

Hipertonik

c)

Isotonik

d)

Netral

26.

Untuk membuat larutan dengan ΔTf < 0,52 °C isotonic, tindakan yang tepat adalah

a)

Pencairan

b)

Menambahkan agen isotonic seperti NaCl

c)

Menurunkan suhu penyimpanan

d)

mengganti pelarut dengan minyak

27.

Jika suatu larutan memiliki ΔTf > 0,52 °C, tindakan korektif yang harus dilakukan adalah

a)

Menambahkan agen isotonic

b)

Meningkatkan pH larutan

c)

Melakukan pengenceran larutan

d)

Menambahkan buffer basa

28.

Nilai E untuk Atropin sulfat adalah

a)

0.23

b)

0.12

c)

0.32

d)

0.21

29.

Nilai E untuk Pilocarpine HCl adalah

a)

0.12

b)

0.16

c)

0.23

d)

0.08

30.

Nilai E untuk Ephedrine HCl adalah

a)

0.23

b)

0.32

c)

0.21

d)

0.11

31.

Nilai E untuk Chloramphenicol adalah

a)

0.08

b)

0.21

c)

0.32

d)

0.16

32.

Nilai E untuk Natrium salisilat adalah

a)

0.32

b)

0.23

c)

0.16

d)

0.08

33.

Nilai E untuk Tetracycline HCl adalah

a)

0.23

b)

0.11

c)

0.08

d)

0.32

34.

Nilai E untuk Morfin sulfat adalah

a)

0.21

b)

0.11

c)

0.16

d)

0.12

35.

Nilai E untuk kafein adalah…

a)

0.12

b)

0.16

c)

0.23

d)

0.21

36.

Nilai E untuk prokain HCl adalah…

a)

0.32

b)

0.16

c)

0.21

d)

0.12

37.

Prinsip dari metode nilai isotonic adalah…

a)

Menentukan gram NaCl yang setara dengan 1 gram obat

b)

Mengukur penurunan titik beku untuk mencapai larutan isotonic

c)

Menentukan volume pelarut (dalam mL) yang dibutuhkan agar 1 gram obat menghasilkan larutan yang isotonic dengan cairan tubuh

d)

Mengukur tekanan osmotik berdasarkan jumlah partikel terlarut

38.

Jika suatu larutan disiapkan dengan volume yang lebih kecil dari nilai V, larutan tersebut akan menjadi…

a)

Isotonik

b)

Hipertonik

c)

Hipotonik

d)

Netral

39.

Jika suatu larutan disiapkan dengan volume yang lebih besar dari nilai V, larutan tersebut akan menjadi…

a)

Isotonik

b)

Hipertonik

c)

Hipotonik

d)

Tidak stabil

40.

Nilai V menunjukkan…

a)

Jumlah pelarut yang dibutuhkan untuk membuat 1 mL larutan obat menjadi hipertonik

b)

Volume pelarut yang membuat 1 g obat isotonic dengan cairan tubuh

c)

Nilai osmotik suatu zat di bawah tekanan osmotik tinggi

d)

Total volume suatu persiapan yang hipotonik

41.

Untuk mencapai kondisi isotonic pada volume target tertentu (Vt), penyesuaian dilakukan dengan…

a)

Menambahkan basis buffer

b)

Menambahkan agen tonisitas seperti 0,9% NaCl atau D5W

c)

Mengurangi volume pelarut

d)

Menambahkan stabilisator

42.

Given that the V-value of 1 g of a drug is 20 mL and a 30 mL solution is desired, the correct step is…

a)

Dissolve the drug directly in 30 mL of sterile water

b)

Add water to 15 mL, then add 0.9% NaCl

c)

Dissolve 1 g of the drug in water up to 20 mL, then add 0.9% NaCl to bring the volume from 20 to 30 mL

d)

Mix the drug with D5W to reach 20 mL

43.

Metode V-value paling sering digunakan dalam…

a)

Formulasi multi-komponen

b)

Persiapan steril tunggal seperti produk parenteral atau oftalmik

c)

Campuran tablet efervescent

d)

Persiapan oral non-steril

44.

Sebuah keuntungan dari metode V-value dibandingkan dengan metode osmolaritas adalah…

a)

Lebih akurat untuk non-elektrolit

b)

Lebih sederhana karena langsung berbasis volume tanpa menghitung gram NaCl

c)

Dapat digunakan untuk campuran dengan banyak zat aktif

d)

Tidak memerlukan data farmakopeial

45.

Metode osmolaritas adalah…

a)

Sebuah cara untuk menghitung ekuivalen NaCl dari suatu obat

b)

Sebuah metode untuk menentukan penurunan titik beku dari suatu larutan

c)

Sebuah metode untuk menghitung total jumlah partikel osmotik dalam suatu larutan berdasarkan konsentrasi zat terlarut dan derajat disosiasi (target 280–310 mOsm/L)

d)

Sebuah metode untuk menentukan volume pelarut yang diperlukan agar 1 g obat menjadi isotonic

46.

Prinsip utama dari metode osmolaritas adalah…

a)

Menghitung volume air yang dibutuhkan agar 1 g obat menjadi isotonic

b)

Menghitung total jumlah partikel osmotik dari zat terlarut berdasarkan konsentrasi dan disosiasi partikel

c)

Menentukan ekuivalen NaCl per gram obat

d)

Mengukur penurunan titik beku dari suatu larutan

47.

Osmolaritas rata-rata cairan tubuh manusia adalah sekitar…

a)

250 mOsm/L

b)

270 mOsm/L

c)

308 mOsm/L

d)

320 mOsm/L

48.

Sebuah larutan dianggap isotonic ketika osmolaritasnya berada dalam rentang…

a)

250–270 mOsm/L

b)

260–290 mOsm/L

c)

300–320 mOsm/L

d)

280–310 mOsm/L

49.

Metode osmolaritas digunakan ketika…

a)

Hanya ada satu zat aktif dalam larutan

b)

Ada lebih dari satu solut dalam formula sehingga metode E-value atau ΔTf tidak praktis

c)

Hanya ingin mengetahui nilai V dari suatu obat

d)

Mengukur warna dan viskositas dari persiapan

50.

Perhitungan osmolaritas sangat penting untuk formulasi…

a)

Sirup oral

b)

Tablet dilapisi enterik

c)

Larutan intravena (IV) atau solusi infus, terutama dalam TPN (Nutrisi Parenteral Total)

d)

Salep topikal

51.

An example of drugs with strong electrolyte properties that produce many osmotic particles after ionization is…

a)

Glucose and sucrose

b)

CaCl2 and Na2SO4

c)

Ethanol and propylene glycol

d)

Vitamin B complex

52.

The osmolarity method is used for mixed infusion solutions such as…

a)

NaOH + MgCl2

b)

NaCl + Glucose + KCl

c)

Ethanol + Glycerol + Sucrose

d)

NaHCO3 + KOH

53.

Osmolarity is important to ensure that parenteral or ophthalmic solutions have the property…

a)

Neutral pH

b)

Osmotic pressure equal to body fluids (isotonic)

c)

Stable against oxidation

d)

Clear color

54.

An example of applying the osmolarity method to a single drug is…

a)

Insulin zinc injection

b)

2% KCl injection to calculate osmolarity so it does not cause vein irritation

c)

Lidocaine HCl injection

55.

In ophthalmic preparations (eye drops), the total osmolarity must be equivalent to…

a)

Blood plasma (≈ 250 mOsm/L)

b)

Saliva (≈ 180 mOsm/L)

c)

Tear fluid (≈ 300 mOsm/L)

d)

Urine (≈ 500 mOsm/L)

56.

Sterile means…

a)

Containing a minimal number of microbes

b)

Free from only certain microorganisms

c)

Free from all living microorganisms

d)

Only free from aerobic bacteria

57.

Sterility is critically important for the following dosage forms, except…

a)

Parenteral preparations

b)

Oral tablets

c)

Ophthalmic preparations

d)

Implant preparations

58.

Assurance of sterility is achieved through…

a)

Use of preservatives

b)

Aseptic processing and sterility testing

c)

Addition of a basic buffer

d)

Coarse filtration only

59.

According to the Indonesian Pharmacopeia, the sterility test method for large-volume clear solutions is…

a)

Direct inoculation

b)

Membrane filtration

c)

Agar diffusion

d)

Colony counting

60.

The direct inoculation method is performed by…

a)

Filtering solids into the medium

b)

Introducing the product directly into microbial growth media

c)

Evaporating the solvent prior to testing

d)

Using UV light for sterilization

61.

FTM medium is used to detect…

a)

Aerobic and anaerobic bacteria

b)

Fungi and molds

c)

Spores only

d)

Nonpathogenic microbes

62.

SCDM medium is used to detect…

a)

Anaerobic bacteria

b)

Fungi and aerobic bacteria

c)

Viruses and fungi

d)

Molds only

63.

Incubation is carried out for a minimum of…

a)

7 days

b)

14 days

c)

21 days

d)

28 days

64.

The incubation temperatures for FTM and SCDM media, respectively, are…

a)

25–30 °C and 30–35 °C

b)

37–40 °C and 10–15 °C

c)

30–35 °C (FTM) and 20–25 °C (SCDM)

d)

20–25 °C and 15–20 °C

65.

A preparation is declared to have passed the sterility test if…

a)

The media show slight bacterial growth

b)

Turbidity forms in the test media

c)

There is no microbial growth during the incubation period

d)

Only nonpathogenic fungi are found

66.

Intravenous injections should be…

a)

Hypotonic to be absorbed quickly

b)

Isotonic to be safe for blood cells and veins

c)

Hypertonic for a long-acting effect

d)

Neutral without considering osmotic pressure

67.

Intrathecal and intraocular injections should ideally have tonicity that…

a)

Matches pure water

b)

Approaches blood plasma to prevent irritation of sensitive tissues

c)

Is hypertonic to be absorbed quickly into tissues

d)

Is lower than plasma to prolong the drug effect

68.

Eye and nasal drops are made isotonic with the aim to…

a)

Prolong the drug’s effect

b)

Provide comfort and safety to mucosal tissues

c)

Increase systemic absorption of the drug

d)

Prevent precipitation of the active substance