WorksheetsQR2TLM
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Perhatikan Statement berikut : 1. Mutasi merupakan sumber utama variasi genetik yang bersifat acak, namun efek fenotipiknya baru tampak apabila perubahan terjadi pada urutan DNA yang diekspresikan. 2. Tidak semua mutasi bersifat merugikan; beberapa justru berperan penting dalam evolusi karena menghasilkan sifat adaptif baru pada populasi. 3. Paparan mutagen seperti radiasi atau bahan kimia dapat mempercepat laju mutasi spontan, tetapi tidak selalu menghasilkan perubahan yang diwariskan pada keturunan.
(1) saja
(1) dan (2) saja
(2) dan (3) saja
(1) dan (3) saja
(1), (2), dan (3)
Perhatikan Statement Berikut 1. Mutasi somatik terjadi setelah fertilisasi dan hanya memengaruhi sel tubuh, sehingga tidak dapat diwariskan kepada keturunan. 2. Jika mutasi somatik muncul pada tahap awal perkembangan embrio, sebagian jaringan akan membawa mutasi, sementara jaringan lain tetap normal — kondisi ini disebut mosaikisme. 3. Dampak mosaikisme terhadap kesehatan selalu berat, karena setiap mutasi pada tahap awal pasti melibatkan seluruh sistem organ utama.
(1) saja
(1) dan (2) saja
(2) dan (3) saja
(1) dan (3) saja
(1), (2), dan (3)
Seorang anak terdiagnosis mengalami kelainan metabolisme bawaan akibat mutasi pada gen yang sama dengan ayahnya. Analisis genetik menunjukkan mutasi tersebut terdapat di seluruh jaringan tubuh anak. Pernyataan yang paling tepat untuk menjelaskan kejadian ini adalah:
Mutasi terjadi secara spontan pada sel tubuh anak setelah pembuahan.
Mutasi telah ada pada sel germline ayah sebelum fertilisasi dan diturunkan ke zigot.
Mutasi timbul karena faktor lingkungan selama masa kehamilan.
Mutasi muncul pada tahap awal embriogenesis dan menghasilkan mosaikisme.
Mutasi disebabkan oleh perubahan epigenetik pada DNA tanpa perubahan basa nitrogen.
Perhatikan skema berikut:
Pernyataan berikut yang PALING TEPAT menjelaskan mutasi tersebut adalah:
Mutasi tersebut bersifat silent karena hanya mengubah kodon tanpa memengaruhi fungsi protein.
Mutasi tersebut termasuk missense karena mengganti satu asam amino dan mengubah struktur lipatan protein.
Mutasi tersebut termasuk nonsense karena menghasilkan kodon stop yang menghentikan translasi prematur.
Mutasi tersebut termasuk frameshift karena mengubah kerangka baca akibat insersi satu basa.
Mutasi tersebut tidak berpengaruh secara fenotip karena hemoglobin tetap berfungsi pada kondisi oksigen tinggi.
Perhatikan skema proses pembelahan berikut Berdasarkan skema tersebut, hasil pembuahan yang menghasilkan individu dengan 47 kromosom dan memiliki tiga salinan kromosom 21 dapat terjadi karena:
Terjadi nondisjunction kromosom 21 saat meiosis II pada sel telur
Terjadi nondisjunction kromosom 21 saat meiosis I pada sel sperma
Terjadi kesalahan pembelahan mitosis awal setelah fertilisasi
Terjadi translokasi sebagian kromosom 21 pada kromosom 14
Sel sperma dan sel telur masing-masing membawa satu kromosom 21 tambahan
Paparan radiasi pengion seperti sinar γ dan sinar X dalam intensitas tinggi dapat menyebabkan peningkatan mutasi genetik yang bersifat permanen pada sel somatik maupun germinal.
Sebab:
Radiasi tersebut menghasilkan radikal bebas yang menyerang basa purin DNA, menyebabkan translokasi kromosom yang justru menstabilkan struktur genom dan menurunkan frekuensi mutasi jangka panjang.
Pernyataan benar, sebab benar, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab–akibat yang tepat.
Pernyataan benar, sebab benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab–akibat.
Pernyataan benar, sebab salah.
Pernyataan salah, sebab benar.
Pernyataan dan sebab keduanya salah.
Berdasarkan grafik di atas, mutasi yang paling mungkin terjadi akibat mekanisme kerja zat interkalasi adalah …
Substitusi basa yang mengubah satu kodon menjadi kodon stop
Translokasi kromosom antar lengan homolog saat pembelahan sel
Insersi atau delesi basa tunggal yang menggeser kerangka pembacaan kodon
Duplikasi sebagian kromosom yang meningkatkan jumlah gen tertentu
Deaminasi basa sitosin menjadi urasil yang menyebabkan salah pasangan
(1) Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan terbentuknya ikatan kovalen antara dua basa timin yang berdekatan pada satu rantai DNA.
(2) Dimer timin yang terbentuk menghambat kerja DNA polimerase selama proses replikasi.
(3) Hambatan replikasi ini dapat memicu aktivasi sistem perbaikan DNA (nucleotide excision repair).
(4) Jika perbaikan gagal, maka dapat terjadi mutasi transisi pada pasangan basa yang berdekatan.
SEBAB
Paparan sinar UV menimbulkan distorsi struktur heliks ganda DNA, sehingga enzim replikasi salah mengenali basa pasangan dan menghasilkan substitusi nukleotida yang menetap setelah pembelahan sel. Manakah pernyataan yang benar dan berhubungan sebab–akibat?
Semua pernyataan (1)–(4) benar, dan merupakan akibat dari pernyataan sebab.
Hanya (1), (2), dan (3) benar, tetapi tidak berhubungan dengan pernyataan sebab.
Semua pernyataan benar, tetapi hubungan sebab–akibatnya tidak tepat.
Pernyataan (1) dan (2) benar, sedangkan sebab salah.
Semua pernyataan benar, dan pernyataan sebab benar serta menjelaskan fenomena secara langsung.
Mutasi genetik sering dianggap sebagai penyebab munculnya variasi dalam populasi, namun dalam kenyataannya sebagian besar mutasi langsung menghasilkan peningkatan fungsi protein yang menguntungkan organisme.
Sebab
Mutasi pada gen umumnya mempercepat kerja enzim melalui perubahan struktur aktifnya, sehingga metabolisme menjadi lebih efisien dan organisme beradaptasi lebih baik terhadap lingkungannya.
Pernyataan benar, sebab benar, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab–akibat yang tepat.
Pernyataan benar, sebab benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab–akibat.
Pernyataan benar, sebab salah.
Pernyataan salah, sebab benar.
Pernyataan dan sebab keduanya salah.
Mutasi spontan dapat tetap muncul pada suatu organisme walaupun tidak ada paparan zat mutagen dari lingkungan.
SEBAB
Perbedaan kemampuan sistem replikasi DNA dalam mempertahankan fidelitas menyebabkan variasi laju mutasi antar gen, sehingga beberapa gen lebih mudah bermutasi secara acak.
Jika pernyataan benar dan alasan benar, serta keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat yang tepat.
Jika pernyataan benar dan alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat yang tepat.
Jika pernyataan benar dan alasan salah.
Jika pernyataan salah dan alasan benar.
Jika pernyataan dan alasan keduanya salah.
1. Epigenetik merupakan mekanisme perubahan ekspresi gen yang terjadi melalui penambahan atau pengurangan segmen DNA tertentu akibat pengaruh lingkungan, sehingga dapat diwariskan meskipun tanpa perubahan besar pada struktur kromosom
Benar
Salah
Perubahan epigenetik yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti nutrisi, obat-obatan, dan proses penuaan terjadi karena adanya penyesuaian ekspresi gen melalui perubahan susunan basa DNA pada daerah promoter. Akibatnya, beberapa gen dapat mengalami peningkatan atau penurunan transkripsi secara permanen, dan pola ini dapat diwariskan sebagai variasi genetik tanpa melibatkan mutasi kromosom
Benar
Salah
Gugus metil (–CH₃) ditransfer ke atom karbon-5 pada basa sitosin terutama dalam konteks dinukleotida CpG oleh enzim DNA methyltransferase dengan S-adenosylmethionine sebagai donor metil; metilasi promotornya secara langsung dan konsisten menurunkan ekspresi gen karena rekrutmen protein pembaca metilasi yang merekrut histon deasetilase.
Benar
Salah
Metilasi DNA terutama terjadi pada pasangan basa sitosin–guanin yang saling berhadapan dalam heliks ganda DNA dan dihubungkan oleh ikatan fosfodiester membentuk motif CpG. Daerah dengan kepadatan tinggi urutan tersebut, yang disebut CpG island, umumnya ditemukan pada bagian hilir dari gen dan berperan penting dalam pengaturan ekspresi gen melalui proses demetilasi. Diperkirakan sekitar 60–90% dari seluruh situs CpG dalam genom manusia mengalami modifikasi metilasi.
Benar
Salah
Selama replikasi DNA, enzim DNA methyltransferase (DNMT) hanya mengenali untaian DNA baru yang belum termetilasi, kemudian menambahkan gugus metil pada sitosin komplementer di untaian tersebut agar sesuai dengan pola metilasi pada untaian cetakan yang sudah termetilasi. Dengan demikian, daerah yang awalnya tidak memiliki metilasi tetap tidak akan mengalami penambahan gugus metil baru
Benar
Salah
Dalam metabolisme metionin–homosistein, S-adenosil homosistein (SAH) berfungsi sebagai donor utama gugus metil untuk proses metilasi DNA, sedangkan peran S-adenosil metionin (SAM) hanya sebagai hasil antara yang terbentuk dari metionin sebelum siklus kembali ke homosistein.
Benar
Salah
Pada daerah promotor gen, peningkatan aktivitas DNA metiltransferase menyebabkan penempelan gugus metil pada basa sitosin dalam urutan CpG. Gugus metil ini tidak secara langsung menghalangi faktor transkripsi untuk berikatan, melainkan menarik protein pengikat metil (methyl-binding proteins) yang kemudian merekrut kompleks deasetilase histon, menyebabkan kromatin menjadi lebih kondens dan gen tidak terekspresi.
Benar
Salah
Metilasi basa sitosin dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya mutasi titik karena dua mekanisme: pertama, melalui proses tautomerisasi yang menyebabkan salah pasangan basa (mispairing) pada saat replikasi DNA, dan kedua, karena sitosin termetilasi lebih rentan terhadap deaminasi spontan menjadi timin. Kondisi ini menjelaskan mengapa situs CpG merupakan hotspot mutasi pada genom manusia.
Benar
Salah
Modifikasi histon H3 dan H4 umumnya melibatkan proses asetilasi dan metilasi yang terjadi terutama pada residu asam amino serin (S) di ekor histon, karena gugus hidroksil pada serin memudahkan penempelan gugus asetil dan metil, sehingga mengatur tingkat kondensasi kromatin dan ekspresi gen.
Benar
Salah
Pada proses pembentukan miRNA, enzim Drosha berperan di sitoplasma untuk memotong pre-miRNA menjadi miRNA matang, sedangkan enzim Dicer berperan di inti untuk memotong pri-miRNA, sehingga kedua enzim ini bekerja secara berurutan namun dalam lokasi sel yang berbeda
Benar
Salah
