wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Literasi Kelas XI

Total questions: 10

Worksheet time: 23mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


Bagi kita orang Indonesia, pisang sudah akrab dengan lidah kita sejak kecil. Sebelum kita makan nasi, orang tua kita memberi makan kita dengan buah segar ini. Bahkan di wilayah Indonesia bagian Timur, pisang masih menjadi menu utama sehari-hari. Menjadi makanan pokok yang disajikan dengan ikan. Pisang memiliki banyak jenis, ada yang bisa dimakan langsung, atau perlu diolah terlebih dahulu, seperti digoreng, direbus, atau dikukus. Pisang juga bisa disajikan bersama es, sambal, bahkan menjadi bagian dalam sayuran.


Pisang memiliki kelebihan dalam proses penanaman dan panen. Tanaman ini tidak sulit di tanam dan bisa hidup di mana saja. Perawatannya juga [ . . . ], tidak ada perlakukan khusus untuk tanaman ini. Selain itu tanaman ini juga tidak memiliki musim khusus dalam berbuah. Dengan segala kemudahan itulah, di semua daerah di Indonesia tidak ada yang melakukan budidaya tanaman pisang secara khusus. Pisang biasanya hanya ditanam sebagai selingan semata. Ada beberapa alasan, selain harganya yang yang relatif murah. Pisang juga tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama.


Beragamnya varietas pisang di Indonesia sesungguhnya merupakan potensi yang perlu dikembangkan terutama untuk bebutuhan dalam negeri. Pisang bisa menjadi alternatif makanan pengganti beras yang potensial karena kandungan gizinya yang juga baik dan rendah gula. Kita sudah bisa melihat keberhasilan penanaman mangga, yang dahulu hanya dikenal di Indramayu. Kini banyak daerah sudah mampu menjadi penghasil mangga seperti Probolinggo, Cianjur, Kediri, dan masih banyak lagi. Kita yang awalnya hanya mengenal mangga mana lagi, sekarang mulai mengenal mangga golek, mangga arum manis, mangga gedong, dan sebagainya. Kabarnya, kini kita sudah berhasil menjadi eksportir mangga ke beberapa negara. Melihat kelebihan-kelebihan pisang dibandingkan mangga, maka pengembangan pisang sebagaimana mangga tentu lebih mudah dilakukan. Semoga suatu saat nanti Indonesia dapat menjadi negara eksportir pisang-pisang lokal Indonesia yang berkualitas.

(diadaptasi dari https://www.kompasiana.com/)


Lawan kata ‘akrab’ pada paragraf 1 adalah ....

a)

jauh

b)

asing

c)

lemah

d)

renggang

e)

bermusuhan

2.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


Bagi kita orang Indonesia, pisang sudah akrab dengan lidah kita sejak kecil. Sebelum kita makan nasi, orang tua kita memberi makan kita dengan buah segar ini. Bahkan di wilayah Indonesia bagian Timur, pisang masih menjadi menu utama sehari-hari. Menjadi makanan pokok yang disajikan dengan ikan. Pisang memiliki banyak jenis, ada yang bisa dimakan langsung, atau perlu diolah terlebih dahulu, seperti digoreng, direbus, atau dikukus. Pisang juga bisa disajikan bersama es, sambal, bahkan menjadi bagian dalam sayuran.


Pisang memiliki kelebihan dalam proses penanaman dan panen. Tanaman ini tidak sulit di tanam dan bisa hidup di mana saja. Perawatannya juga [ . . . ], tidak ada perlakukan khusus untuk tanaman ini. Selain itu tanaman ini juga tidak memiliki musim khusus dalam berbuah. Dengan segala kemudahan itulah, di semua daerah di Indonesia tidak ada yang melakukan budidaya tanaman pisang secara khusus. Pisang biasanya hanya ditanam sebagai selingan semata. Ada beberapa alasan, selain harganya yang yang relatif murah. Pisang juga tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama.


Beragamnya varietas pisang di Indonesia sesungguhnya merupakan potensi yang perlu dikembangkan terutama untuk bebutuhan dalam negeri. Pisang bisa menjadi alternatif makanan pengganti beras yang potensial karena kandungan gizinya yang juga baik dan rendah gula. Kita sudah bisa melihat keberhasilan penanaman mangga, yang dahulu hanya dikenal di Indramayu. Kini banyak daerah sudah mampu menjadi penghasil mangga seperti Probolinggo, Cianjur, Kediri, dan masih banyak lagi. Kita yang awalnya hanya mengenal mangga mana lagi, sekarang mulai mengenal mangga golek, mangga arum manis, mangga gedong, dan sebagainya. Kabarnya, kini kita sudah berhasil menjadi eksportir mangga ke beberapa negara. Melihat kelebihan-kelebihan pisang dibandingkan mangga, maka pengembangan pisang sebagaimana mangga tentu lebih mudah dilakukan. Semoga suatu saat nanti Indonesia dapat menjadi negara eksportir pisang-pisang lokal Indonesia yang berkualitas.

(diadaptasi dari https://www.kompasiana.com/)


Kata yang paling tepat untuk melengkapi [ . . . ] pada paragraf 2 adalah ....

a)

biasa

b)

cepat

c)

murah

d)

sederhana

e)

memudahkan

3.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


Bagi kita orang Indonesia, pisang sudah akrab dengan lidah kita sejak kecil. Sebelum kita makan nasi, orang tua kita memberi makan kita dengan buah segar ini. Bahkan di wilayah Indonesia bagian Timur, pisang masih menjadi menu utama sehari-hari. Menjadi makanan pokok yang disajikan dengan ikan. Pisang memiliki banyak jenis, ada yang bisa dimakan langsung, atau perlu diolah terlebih dahulu, seperti digoreng, direbus, atau dikukus. Pisang juga bisa disajikan bersama es, sambal, bahkan menjadi bagian dalam sayuran.


Pisang memiliki kelebihan dalam proses penanaman dan panen. Tanaman ini tidak sulit di tanam dan bisa hidup di mana saja. Perawatannya juga [ . . . ], tidak ada perlakukan khusus untuk tanaman ini. Selain itu tanaman ini juga tidak memiliki musim khusus dalam berbuah. Dengan segala kemudahan itulah, di semua daerah di Indonesia tidak ada yang melakukan budidaya tanaman pisang secara khusus. Pisang biasanya hanya ditanam sebagai selingan semata. Ada beberapa alasan, selain harganya yang yang relatif murah. Pisang juga tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama.


Beragamnya varietas pisang di Indonesia sesungguhnya merupakan potensi yang perlu dikembangkan terutama untuk bebutuhan dalam negeri. Pisang bisa menjadi alternatif makanan pengganti beras yang potensial karena kandungan gizinya yang juga baik dan rendah gula. Kita sudah bisa melihat keberhasilan penanaman mangga, yang dahulu hanya dikenal di Indramayu. Kini banyak daerah sudah mampu menjadi penghasil mangga seperti Probolinggo, Cianjur, Kediri, dan masih banyak lagi. Kita yang awalnya hanya mengenal mangga mana lagi, sekarang mulai mengenal mangga golek, mangga arum manis, mangga gedong, dan sebagainya. Kabarnya, kini kita sudah berhasil menjadi eksportir mangga ke beberapa negara. Melihat kelebihan-kelebihan pisang dibandingkan mangga, maka pengembangan pisang sebagaimana mangga tentu lebih mudah dilakukan. Semoga suatu saat nanti Indonesia dapat menjadi negara eksportir pisang-pisang lokal Indonesia yang berkualitas.

(diadaptasi dari https://www.kompasiana.com/)


Kata ‘alternatif’ pada paragraf 3 memiliki makna yang sama dengan kata ....

a)

utama

b)

seleksi

c)

pilihan

d)

pengganti

e)

pelengkap

4.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


Bagi kita orang Indonesia, pisang sudah akrab dengan lidah kita sejak kecil. Sebelum kita makan nasi, orang tua kita memberi makan kita dengan buah segar ini. Bahkan di wilayah Indonesia bagian Timur, pisang masih menjadi menu utama sehari-hari. Menjadi makanan pokok yang disajikan dengan ikan. Pisang memiliki banyak jenis, ada yang bisa dimakan langsung, atau perlu diolah terlebih dahulu, seperti digoreng, direbus, atau dikukus. Pisang juga bisa disajikan bersama es, sambal, bahkan menjadi bagian dalam sayuran.


Pisang memiliki kelebihan dalam proses penanaman dan panen. Tanaman ini tidak sulit di tanam dan bisa hidup di mana saja. Perawatannya juga [ . . . ], tidak ada perlakukan khusus untuk tanaman ini. Selain itu tanaman ini juga tidak memiliki musim khusus dalam berbuah. Dengan segala kemudahan itulah, di semua daerah di Indonesia tidak ada yang melakukan budidaya tanaman pisang secara khusus. Pisang biasanya hanya ditanam sebagai selingan semata. Ada beberapa alasan, selain harganya yang yang relatif murah. Pisang juga tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama.


Beragamnya varietas pisang di Indonesia sesungguhnya merupakan potensi yang perlu dikembangkan terutama untuk bebutuhan dalam negeri. Pisang bisa menjadi alternatif makanan pengganti beras yang potensial karena kandungan gizinya yang juga baik dan rendah gula. Kita sudah bisa melihat keberhasilan penanaman mangga, yang dahulu hanya dikenal di Indramayu. Kini banyak daerah sudah mampu menjadi penghasil mangga seperti Probolinggo, Cianjur, Kediri, dan masih banyak lagi. Kita yang awalnya hanya mengenal mangga mana lagi, sekarang mulai mengenal mangga golek, mangga arum manis, mangga gedong, dan sebagainya. Kabarnya, kini kita sudah berhasil menjadi eksportir mangga ke beberapa negara. Melihat kelebihan-kelebihan pisang dibandingkan mangga, maka pengembangan pisang sebagaimana mangga tentu lebih mudah dilakukan. Semoga suatu saat nanti Indonesia dapat menjadi negara eksportir pisang-pisang lokal Indonesia yang berkualitas.

(diadaptasi dari https://www.kompasiana.com/)


Topik yang dibahas pada bacaan di atas adalah ....

a)

Manfaat tanaman pisang

b)

Budidaya pisang di Indonesia

c)

Jenis-jenis tanaman pisang di Indonesia

d)

Potensi pengembangan pisang Indonesia

e)

Peran tanaman pisang bagi masyarakat Indonesia

5.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


Wabah virus Corona yang melanda seluruh dunia saat ini memang mencekam, karena pertambahan korban yang meninggal akibat virus ini terus meningkat. Musibah ini awal-awalnya dianggap enteng saja, karena itu banyak pernyataan para pejabat yang berwenang di negeri ini yang bernada enteng, misalnya korban yang terkena virus ini akan sembuh dengan sendirinya, tidak perlu panik. Bahkan beberapa pernyataan itu bernada candaan seperti Corona tidak bisa masuk ke Indonesia karena ijin-nya sulit. Hati nurani kita baru terhentak ketika virus ini menyebar dengan cepat di 20 provinsi di negeri ini dengan prosentase kematian yang tinggi.


Kita juga mendengar kabar bahwa para tenaga medis yang berada di garis terdepan pertempuran ini ada beberapa yang meninggal dunia karena tertular penyakit dari pasien yang ditanganinya. Tentu kita semakin khawatir, virus ini bukan main-main. Kita terkejut ketika para tenaga medis – dokter, perawat dan petugas satpam rumah-rumah sakit yang kerja keras siang malam tidak kenal waktu, terpaksa tidur bergeletakan di lantai rumah sakit karena kewalahan menerima dan berusaha mengobati pasien yang terus menerus masuk rumah sakit bak air bah yang sulit dibendung. Mereka bekerja melebihi kerja lembur.


Perjuangan para tenaga medis ini pada akhirnya mendapat simpati dari masyarakat, walaupun di sebagian tempat justru mendapat perlakuan yang miris. Presiden Jokowi, Menteri Pertahanan Lt. Jend. Pur. Prabowo dan juru bicara penanganan virus corona ini juga mengucapkan hal yang sama, dan menyebut para tenaga medis yang meninggal dunia ini sebagai pahlawan.


Para tenaga medis, memang sejatinya tidak mengharapkan penghargaan karena mereka bertugas demi kemanusiaan dengan ikhlas dan sesuai dengan janji dokter. Namun nampaknya penghargaan kepada mereka di negeri ini tidak cukup hanya dengan berbagai pernyataan. Para tenaga medis itu hanya meminta dengan sangat agar Alat Pelindung Diri (APD) dicukupi. Kita miris dan terharu ketika melihat para tenaga medis-dikarenakan tidak cukupnya APD, terpaksa mengenakan jas hujan dan sepatu proyek dalam melaksanakan tugas kemanusiaannya itu, tentu APD yang seadanya itu tidak memenuhi standar internasional, tingkat keamanannya tidak terjamin. Karena itu dokter dan perawat yang meninggal itu diduga tertular virus dari pasien disebabkan virus ini dengan leluasa menerobos ke tubuhnya lewat APD yang sederhana ini.

(diadaptasi dari https://www.goognewsfromindonesia.id/)


Kata ‘mereka’ pada paragraf 2 mengacu pada . . .

a)

tenaga medis

b)

dokter

c)

perawat

d)

petugas satpam rumah sakit

e)

dokter, perawat, dan satpam rumah sakit

6.

Cermati teks berikut!


(1) Akhir-akhir ini, banyak pemuda berperilaku kebarat-baratan dengan memakai anting-anting di hidungnya. (2) Perilaku tersebut merupakan fenomena yang menarik untuk diperhatikan dan dibahas. (3) Sebagian orang menilai bahwa fenomena tersebut sebagai simbol kepedulian global yang dilakukan oleh para pemuda penduduk dunia saat ini. (4) Di negara Barat, bukan hanya pemuda, melainkan juga beberapa orang dewasa memakai anting-anting di hidung, telinga, pipi, atau di bagian tertentu dari anggota badannya. (5) Oleh karena itu, negara Barat diidentikkan dengan budaya maju, para pemuda di negara lain, terutama negara berkembang, ikut-ikutan melakukannya supaya [ . . . ] sebagai pemuda modern yang mengikuti mode saat ini.


Manakah kata di bawah ini yang mempunyai makna yang sama dengan kata kepedulian pada kalimat (3)?

a)

perhatian

b)

kesamaan

c)

kebersamaan

d)

kekompakan

e)

kesetiakawanan

7.

Cermati teks berikut!


(1) Akhir-akhir ini, banyak pemuda berperilaku kebarat-baratan dengan memakai anting-anting di hidungnya. (2) Perilaku tersebut merupakan fenomena yang menarik untuk diperhatikan dan dibahas. (3) Sebagian orang menilai bahwa fenomena tersebut sebagai simbol kepedulian global yang dilakukan oleh para pemuda penduduk dunia saat ini. (4) Di negara Barat, bukan hanya pemuda, melainkan juga beberapa orang dewasa memakai anting-anting di hidung, telinga, pipi, atau di bagian tertentu dari anggota badannya. (5) Oleh karena itu, negara Barat diidentikkan dengan budaya maju, para pemuda di negara lain, terutama negara berkembang, ikut-ikutan melakukannya supaya [ . . . ] sebagai pemuda modern yang mengikuti mode saat ini.


Konjungsi yang tidak tepat terdapat pada kalimat nomor ....

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)

8.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


Ikan wader umumnya berukuran panjang 10 cm dan berat 10 gram--meski kadang bisa mencapai panjang 17 cm. Wader sudah lama masuk dalam daftar kuliner masyarakat Pulau Jawa. Warga Betawi menyebutnya ikan cere, orang Sunda menyebutnya ikan paray, sedangkan wader umum digunakan di Jawa Tengah dan Timur. Seiring perkembangan waktu, ikan cere praktis punah dari Perairan Jakarta. Di Jawa Barat, ikan paray sudah tidak terlalu populer. Pasar yang masih cukup kuat ada di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan belakangan di Bali.


Ikan wader ini secara alamiah hidup di parit-parit yang airnya jernih mengalir, di saluran irigasi, di sawah, di sungai kecil-menengah, hingga ke tepian danau atau waduk. Secara alamiah, ikan mungil ini tersebar di mulai dari daratan Asia Tenggara, Filipina, dan di Indonesia ada di air tawar Sumatera, Jawa-Bali, dan Kalimantan. Namun, di Sumatera dan Kalimantan, populasinya terbatas, dan warga setempat menyukai ikan seluang atau ikan bilih yang bentuknya mirip. Seluang dan bilih adalah sepupu ikan wader.


Setelah ditangkap, ikan wader ini dibuang isi perutnya, dibumbui lalu digoreng. Ada pula yang dipepes. Agar awet, ada yang menggorengnya dengan tepung. Rasa yang dihadirkan biasanya gurih asin. Wader bisa disantap begitu saja, karena tulang kepala, sirip, dan durinya menjadi lunak oleh minyak panas. Di meja makan, wader biasanya bukan lauk tunggal. Dalam kuliner Jawa, wader goreng biasa dihidangkan bersama tahu/tempe bacem, sayur atau lalap, dan sambel.


Kini wader di alam sudah jarang, kecuali di daerah-daerah pedalaman. Belakangan, pasar kuliner wader mengandalkan wader budidaya yang ukurannya serta kualitas yang sama serta pasokannya stabil.

(diadaptasi dari https://indonesia.go.id/)


Makna pada kalimat ‘Namun, di Sumatera dan Kalimantan, populasinya terbatas, dan warga setempat menyukai ikan seluang atau ikan bilih yang bentuknya mirip’ pada paragraf 3 bacaan di atas sama dengan . . .

a)

Ikan seluang atau bilih mirip ikan wader, sehingga orang Sumatera dan Kalimantan juga suka dengan ikan seluang atau bilih.

b)

Di Sumatera dan Kalimantan, populasi ikan wader tidak sebanyak ikan seluang atau bilih, sehingga masyarakat tidak menyukai ikan wader.

c)

Di Sumatera dan Kalimantan, orang lebih menyukai seluang atau bilih dibandingkan wader, sehingga lambat laun populasi di daerah tersebut akhirnya sedikit.

d)

Tidak seperti di Jawa, ikan wader jarang ditemui di Sumatera dan Kalimantan, sehingga orang di sana lebih suka ikan yang mirip dengan wader yaitu seluang atau bilih.

e)

Ikan seluang atau bilih lebih mudah dibudidayakan sehingga populasinya lebih banyak dibandingkan wader, sehingga orang Sumatera dan Kalimantan lebih suka seluang atau bilih.

9.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


Menulis menjadi keperluan manusia. Sebagai bagian dari aktivitas kebahasaan, maka perkembangan kehidupan yang pada akhirnya disebut peradaban salah satunya diabadikan dengan tulisan. Sehingga sebagian besar, kalau tak semuanya, urusan kehidupan manusia memerlukan instrumen menulis. Dalam konteks yang lain, menulis dalam pelbagai bentuknya merupakan aktivitas dasar manusia. Sehingga, satu-satunya rahasia menulis adalah ketiadaan rahasia itu sendiri.


Dalam perkembangan kehidupan manusia setelah bertutur dan mendengar, keterampilan berbahasa yang paling akhir adalah menulis. Hanya saja, kemahiran membaca menjadi bagian yang juga mengiringinya. Walaupun perintah suci kepada Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam dimulai dengan membaca, tetapi ini sesungguhnya juga adalah perintah yang sama untuk menulis. Tidak akan pernah ada aktivitas untuk membaca jikalau menulis tidak dilakukan juga. Maka, tidak ada perselisihan pendapat di antara para sahabat ketika Umar bin Khattab Rodhiallahu Anhu mengusulkan untuk membukukan Alquran. Khalifah Abu Bakar Rodhiallahu Anhu langsung menyetujui dan membentuk tim untuk menuliskan Alquran menjadi mushaf. Dengan prakarsa Umar bin Khattab-lah sehingga mushaf Alquran dimulai untuk dituliskan sehingga berkembang sampai sekarang.


Kembali soal rahasia, adakah rahasia menulis? Saya tidak menemukannya. Bahkan penulis paling senior sekalipun tidak pernah menyembunyikan informasi apa-apa tentang cara menulis. Bahkan, semua orang mengetahui hukum alam dalam soal menulis secara terbuka. Bahwa ada teori, iya. Tetapi teori ini tidaklah baku sama sekali. Hanya ada aturan tata bahasa, itupun digunakan dalam konteks masing-masing tulisan. Maka, menulis tidak pernah dibatasi dalam soal aturan yang sangat ketat, kecuali dalam format yang menentukannya masing-masing.


Menulis menjadi urusan keterampilan semata-mata. Tidak ada satupun manusia yang dilahirkan dengan membawa kemampuan menulis dari rahim ibunya. Oleh karenanya, maka siapapun dapat melakukannya jikalau rajin berlatih dan mengasah kemampuannya. Ada sebuah pesan, bahwa “sebuah parang yang tumpul sekalipun tetap saja dapat menjadi parang yang tajam jikalau diasah”. Kurang lebih sama dengan kemampuan menulis juga. Semua orang mampu menulis dengan syarat yang sama, berlatih dan terus mengasah kemampuan menulis tersebut.

(Diadaptasi dari https://agupena.or.id/)


Frasa ‘Oleh karenanya’ pada paragraf 4 mengacu pada . . . .

a)

kemampuan menulis

b)

semua orang bisa menulis

c)

menulis adalah keterampilan

d)

kemampuan menulis bukan bawaan

e)

rajin berlatih dan mengasah kemampuan menulis

10.

Musikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono Buka Mocosik Festival 2018(1) Festival kreatif, Mocosik Festival 2018 mulai digelar hari ini. (2) Selama tiga hari ke depan, festival tahunan yang dirancang untuk mempertemukan pecinta buku dan musik dalam satu panggung itu digelar di Yogya Expo Center 20—22 April 2018.(3) Pada hari pertama, Jumat (20/4), festival dibuka dengan musikalisasi puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono dan Emha Ainun Nadjib oleh Jubing–Reda. (4) Setelah musikalisasi puisi, acara juga dimeriahkan dengan talk show interaktif soal literasi bersama Sapardi Djoko Damono dan Seno Gumira Ajidarma. (5) Kemudian, acara talk show berakhir sekitar pukul 17.00 WIB dengan musikalisasi Pada Suatu Hari Nanti milik Sapardi yang didayukan oleh Reda hingga membuat meremang bulu kuduk.(6) “Generasi sekarang kan sangat terlena dengan sosmed (social media), sehingga kita lupa dengan buku. (7) Padahal, buku kan sebuah peradaban. (8) Ini yang jadi keprihatinan kita,” ungkap Project Director MocoSik Festival, Bakkar Wibowo, Jumat (20/4). (9) Oleh karena itu, dibuatlah embel-embel musik untuk menarik minat generasi milenial. (10) Musisi yang dipilih pun yang disukai banyak generasi milenial.(11) “Generasi sekarang kan lebih gampang nerima musik, budaya pop. (12) Makannya, kita buat mereka mendekati literasi lagi dengan musik. (13) Kita ajak Slankers-slankers(penggemar Slank garis keras) yang biasa bawa bendera jadi bawa buku,” lanjutnya. (14) Kedua kultur yang masuk dalam ranah literasi budaya itu pun diringkas dalam satu ikatan akronim, Mocosik. (15) Dalam bahasa Jawa, ‘maca’ atau ‘moco’ artinya baca, sementara ‘sik’ berarti musik.

Dikutip dari http://jawapos.com


Kata bercetak miring pada kalimat (7) bermakna...

a)

Berhubungan dengan kemajuan suatu bangsa

b)

Berhubungan dengan apresiasi suatu bangsa

c)

Berhubungan dengan musikalisasi puisi di suatu bangsa

d)

Berhubungan dengan kehidupan manusia di suatu bangsa

e)

Berhubungan dengan proses suatu acara