wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Multiple Choice Questions: Struktur Baja

Total questions: 40

Worksheet time: 23mins

Name
Class
Date
1.

Steel has advantages compared to concrete in terms of:

a)

Resistance to corrosion

b)

Heavier structural weight

c)

High tensile strength and ductility

d)

Lower material cost

2.

Sifat baja yang memungkinkan deformasi plastis besar sebelum patah disebut:

a)

Kekuatan luluh

b)

Kekuatan maksimum

c)

Duktibilitas

d)

Kekerasan

3.

Modulus elastisitas baja umumnya berkisar:

a)

100 GPa

b)

150 GPa

c)

200 GPa

d)

250 GPa

4.

Yang berikut ini BUKAN merupakan jenis baja struktural:

a)

Baja karbon

b)

Baja paduan rendah kekuatan tinggi

c)

Baja tahan karat

d)

Besi cor

5.

Proses manufaktur baja yang melibatkan pembentukan profil baja melalui pengerolan panas disebut:

a)

Pembentukan dingin

b)

Pengerolan panas

c)

Ekstrusi

d)

Penuangan

6.

Standar perencanaan struktur baja di Indonesia yang umum digunakan adalah:

a)

SNI 03-1729-2019

b)

SNI 03-2847-2019

c)

SNI 03-1727-2019

d)

SNI 03-1726-2019

7.

Dalam desain struktur baja, faktor reduksi kekuatan (φ) digunakan untuk:

a)

Mengurangi beban yang bekerja

b)

Memperbesar kapasitas nominal penampang

c)

Memperhitungkan ketidakpastian material dan manufaktur

d)

Meningkatkan daktilitas struktur

8.

Apa kepanjangan dari LRFD dalam metode perencanaan struktur baja?

a)

Load Resistance Factor Design

b)

Limit State Factor Design

c)

Load and Resistance Factor Design

d)

Limit Load Factor Design

9.

Yang dimaksud dengan tegangan leleh (fy) pada baja adalah:

4 lines
10.

Keuntungan penggunaan struktur baja dibandingkan dengan struktur kayu adalah:

a)

Tahan terhadap serangan rayap

b)

Biaya perawatan lebih rendah

c)

Bobot lebih ringan

d)

Ketahanan api lebih baik

11.

Fungsi utama batang tarik dalam struktur adalah:

a)

Menahan gaya tekan aksial

b)

Menahan gaya tarik aksial

c)

Menahan momen lentur

d)

Menahan gaya geser

12.

Salah satu kriteria desain untuk batang tarik adalah:

a)

Keruntuhan leleh pada luas penampang brutto

b)

Keruntuhan tekuk lokal

c)

Keruntuhan geser pada sambungan

d)

Keruntuhan leleh pada luas penampang neto

13.

Luas penampang netto (An) untuk batang tarik adalah:

a)

Luas total penampang tanpa pengurangan lubang

b)

Luas penampang brutto dikurangi luas lubang baut

14.

Faktor reduksi kekuatan (φ) untuk keruntuhan leleh pada luas penampang brutto batang tarik adalah:

a)

0.75

b)

0.85

c)

0.90

d)

1.00

15.

Efek lubang baut pada penampang batang tarik menyebabkan:

a)

Peningkatan kekuatan tarik

b)

Penurunan luas penampang efektif

c)

Peningkatan daktilitas

d)

Penurunan tegangan leleh

16.

Kondisi keruntuhan yang dapat terjadi pada batang tarik adalah:

a)

Leleh pada penampang bruto dan tekuk

b)

Leleh pada penampang netto dan tekuk

c)

Leleh pada penampang bruto dan fraktur pada penampang netto

d)

Tekuk lokal dan tekuk global

17.

Lebar pelat minimum yang direkomendasikan untuk mencegah keruntuhan robek (block shear rupture) pada sambungan baut batang tarik adalah:

a)

Semakin kecil semakin baik

b)

Tidak ada batasan

c)

Tergantung pada jumlah baut

d)

Harus memenuhi persyaratan tertentu dari standar

18.

Faktor reduksi kekuatan (φ) untuk keruntuhan fraktur pada luas penampang netto efektif batang tarik adalah:

a)

0.75

b)

0.85

c)

0.90

d)

1.00

19.

Yang dimaksud dengan shear lag effect pada batang tarik adalah:

a)

Distribusi tegangan yang tidak merata pada penampang akibat sambungan

b)

Penundaan terjadinya leleh pada penampang

c)

Pergeseran pusat gravitasi penampang

d)

Efek getaran pada batang tarik

20.

Untuk profil sudut ganda (double angle) yang disambung pada salah satu kakinya, nilai faktor shear lag (U) umumnya:

a)

Sama dengan 1.0

b)

Lebih kecil dari 1.0

c)

Lebih besar dari 1.0

d)

Tidak relevan

21.

Kondisi keruntuhan utama yang perlu diperhatikan pada batang tekan adalah:

a)

Leleh

b)

Fraktur

c)

Tekuk

d)

Geser

22.

Faktor yang paling mempengaruhi kapasitas tekuk suatu batang tekan adalah:

a)

Slenderness ratio (rasio kelangsingan)

b)

Modulus elastisitas material

c)

Panjang total batang

d)

Jenis sambungan pada batang

23.

Panjang efektif (KL) suatu kolom adalah:

a)

Panjang aktual kolom

b)

Panjang aktual kolom dikalikan dengan faktor panjang efektif (K)

c)

Panjang aktual kolom dikurangi panjang sambungan

d)

Panjang aktual kolom ditambah panjang sambungan

24.

Faktor panjang efektif (K) untuk kolom yang kedua ujungnya sendi adalah:

a)

0.5

b)

0.7

c)

1.0

d)

2.0

25.

Kondisi tekuk lokal (local buckling) dapat terjadi jika:

a)

Rasio kelangsingan penampang tinggi

b)

Lebar elemen pelat relatif tebal

c)

Rasio lebar-tebal elemen pelat melebihi batas yang diizinkan

d)

Baja yang digunakan memiliki tegangan leleh rendah

26.

Rasio kelangsingan (λ) suatu batang tekan didefinisikan sebagai:

a)

(K * L) / r

b)

L / r

c)

r / (K * L)

27.

Kurva tekuk (buckling curve) dalam perencanaan batang tekan menggambarkan:

a)

Hubungan antara tegangan tekan dan regangan

b)

Hubungan antara beban tekan dan deformasi lateral

c)

Hubungan antara tegangan kritis tekuk dan rasio kelangsingan

d)

Hubungan antara panjang efektif dan momen inersia

28.

Faktor reduksi kekuatan (φ) untuk batang tekan pada kondisi tekuk adalah:

a)

0.75

b)

0.85

c)

0.90

d)

1.00

29.

Profil baja yang paling efisien untuk menahan gaya tekan adalah:

a)

Profil I

b)

Profil T

c)

Profil HSS (Hollow Structural Section)

d)

Profil Kanal

30.

Pada profil HSS, batasan rasio lebar-tebal elemen pelat untuk mencegah tekuk lokal lebih ketat dibandingkan profil sayap terbuka karena:

a)

Elemen pelatnya tidak terkekang pada satu sisi saja

b)

Elemen pelatnya terkekang pada semua sisinya

c)

Memiliki jari-jari giasi yang lebih kecil

d)

Terbuat dari jenis baja yang berbeda

31.

Sambungan baut memiliki beberapa mode keruntuhan, kecuali:

a)

Geser baut

b)

Robek lubang baut pada pelat (bearing failure)

c)

Tarik baut

d)

Lentur baut

32.

Kekuatan geser nominal satu baut (Rn) dihitung berdasarkan:

a)

Luas penampang baut dan tegangan leleh baja

b)

Luas penampang baut dan tegangan tarik ultimit baut

c)

Luas penampang baut dan tegangan geser ultimit baut

d)

Diameter baut dan tebal pelat

33.

Jenis baut yang umumnya digunakan untuk sambungan struktural adalah:

a)

Baut hitam biasa (common bolts)

b)

Baut kekuatan tinggi (high-strength bolts)

c)

Baut baja ringan

d)

Baut stainless steel

34.

Untuk sambungan baut tipe tumpu (bearing-type connection), geser baut terjadi ketika:

a)

Pelat mengalami robek

b)

Baut bergeser secara permanen pada lubangnya

c)

Tegangan geser pada baut mencapai tegangan geser ultimitnya

d)

Baut mengalami perpanjangan

35.

Faktor reduksi kekuatan (φ) untuk keruntuhan geser baut adalah:

a)

0.65

b)

0.70

36.

Gaya tumpu (bearing force) pada pelat akibat baut diperhitungkan berdasarkan:

a)

Diameter baut dan tebal pelat

b)

Diameter baut dan tegangan leleh pelat

c)

Diameter baut, tebal pelat, dan tegangan tarik ultimit pelat

d)

Diameter baut, tebal pelat, dan jarak antar baut

37.

Jarak tepi minimum (end distance) dan jarak antar baut minimum (pitch distance) ditetapkan untuk mencegah:

a)

Tekuk lokal pada pelat

b)

Keruntuhan block shear rupture

c)

Robek atau pecah pada ujung pelat

d)

Deformasi berlebihan pada sambungan

38.

Sambungan baut tipe friksi (slip-critical connection) dirancang untuk:

a)

Mencegah terjadinya slip antar pelat pada kondisi beban kerja

b)

Memaksimalkan deformasi pada sambungan

c)

Memudahkan pemasangan di lapangan

d)

Mengurangi jumlah baut yang dibutuhkan

39.

Jika bidang geser melewati ulir baut (threaded portion), maka:

a)

Kekuatan geser baut akan meningkat

b)

Kekuatan geser baut akan berkurang

c)

Tidak ada pengaruh pada kekuatan geser baut

d)

Baut tidak dapat menahan gaya geser

40.

Yang dimaksud dengan keruntuhan block shear rupture adalah:

a)

Keruntuhan pelat akibat geser dan tarik secara bersamaan pada area sambungan

b)

Keruntuhan baut akibat geser dan tarik secara bersamaan

c)

Keruntuhan pelat akibat tekuk lokal

d)

Keruntuhan baut akibat tumpu yang berlebihan

Similar Resources on Wayground