WorksheetsMultiple Choice Questions: Struktur Baja
Total questions: 40
Worksheet time: 23mins
Steel has advantages compared to concrete in terms of:
Resistance to corrosion
Heavier structural weight
High tensile strength and ductility
Lower material cost
Sifat baja yang memungkinkan deformasi plastis besar sebelum patah disebut:
Kekuatan luluh
Kekuatan maksimum
Duktibilitas
Kekerasan
Modulus elastisitas baja umumnya berkisar:
100 GPa
150 GPa
200 GPa
250 GPa
Yang berikut ini BUKAN merupakan jenis baja struktural:
Baja karbon
Baja paduan rendah kekuatan tinggi
Baja tahan karat
Besi cor
Proses manufaktur baja yang melibatkan pembentukan profil baja melalui pengerolan panas disebut:
Pembentukan dingin
Pengerolan panas
Ekstrusi
Penuangan
Standar perencanaan struktur baja di Indonesia yang umum digunakan adalah:
SNI 03-1729-2019
SNI 03-2847-2019
SNI 03-1727-2019
SNI 03-1726-2019
Dalam desain struktur baja, faktor reduksi kekuatan (φ) digunakan untuk:
Mengurangi beban yang bekerja
Memperbesar kapasitas nominal penampang
Memperhitungkan ketidakpastian material dan manufaktur
Meningkatkan daktilitas struktur
Apa kepanjangan dari LRFD dalam metode perencanaan struktur baja?
Load Resistance Factor Design
Limit State Factor Design
Load and Resistance Factor Design
Limit Load Factor Design
Yang dimaksud dengan tegangan leleh (fy) pada baja adalah:
Keuntungan penggunaan struktur baja dibandingkan dengan struktur kayu adalah:
Tahan terhadap serangan rayap
Biaya perawatan lebih rendah
Bobot lebih ringan
Ketahanan api lebih baik
Fungsi utama batang tarik dalam struktur adalah:
Menahan gaya tekan aksial
Menahan gaya tarik aksial
Menahan momen lentur
Menahan gaya geser
Salah satu kriteria desain untuk batang tarik adalah:
Keruntuhan leleh pada luas penampang brutto
Keruntuhan tekuk lokal
Keruntuhan geser pada sambungan
Keruntuhan leleh pada luas penampang neto
Luas penampang netto (An) untuk batang tarik adalah:
Luas total penampang tanpa pengurangan lubang
Luas penampang brutto dikurangi luas lubang baut
Faktor reduksi kekuatan (φ) untuk keruntuhan leleh pada luas penampang brutto batang tarik adalah:
0.75
0.85
0.90
1.00
Efek lubang baut pada penampang batang tarik menyebabkan:
Peningkatan kekuatan tarik
Penurunan luas penampang efektif
Peningkatan daktilitas
Penurunan tegangan leleh
Kondisi keruntuhan yang dapat terjadi pada batang tarik adalah:
Leleh pada penampang bruto dan tekuk
Leleh pada penampang netto dan tekuk
Leleh pada penampang bruto dan fraktur pada penampang netto
Tekuk lokal dan tekuk global
Lebar pelat minimum yang direkomendasikan untuk mencegah keruntuhan robek (block shear rupture) pada sambungan baut batang tarik adalah:
Semakin kecil semakin baik
Tidak ada batasan
Tergantung pada jumlah baut
Harus memenuhi persyaratan tertentu dari standar
Faktor reduksi kekuatan (φ) untuk keruntuhan fraktur pada luas penampang netto efektif batang tarik adalah:
0.75
0.85
0.90
1.00
Yang dimaksud dengan shear lag effect pada batang tarik adalah:
Distribusi tegangan yang tidak merata pada penampang akibat sambungan
Penundaan terjadinya leleh pada penampang
Pergeseran pusat gravitasi penampang
Efek getaran pada batang tarik
Untuk profil sudut ganda (double angle) yang disambung pada salah satu kakinya, nilai faktor shear lag (U) umumnya:
Sama dengan 1.0
Lebih kecil dari 1.0
Lebih besar dari 1.0
Tidak relevan
Kondisi keruntuhan utama yang perlu diperhatikan pada batang tekan adalah:
Leleh
Fraktur
Tekuk
Geser
Faktor yang paling mempengaruhi kapasitas tekuk suatu batang tekan adalah:
Slenderness ratio (rasio kelangsingan)
Modulus elastisitas material
Panjang total batang
Jenis sambungan pada batang
Panjang efektif (KL) suatu kolom adalah:
Panjang aktual kolom
Panjang aktual kolom dikalikan dengan faktor panjang efektif (K)
Panjang aktual kolom dikurangi panjang sambungan
Panjang aktual kolom ditambah panjang sambungan
Faktor panjang efektif (K) untuk kolom yang kedua ujungnya sendi adalah:
0.5
0.7
1.0
2.0
Kondisi tekuk lokal (local buckling) dapat terjadi jika:
Rasio kelangsingan penampang tinggi
Lebar elemen pelat relatif tebal
Rasio lebar-tebal elemen pelat melebihi batas yang diizinkan
Baja yang digunakan memiliki tegangan leleh rendah
Rasio kelangsingan (λ) suatu batang tekan didefinisikan sebagai:
(K * L) / r
L / r
r / (K * L)
Kurva tekuk (buckling curve) dalam perencanaan batang tekan menggambarkan:
Hubungan antara tegangan tekan dan regangan
Hubungan antara beban tekan dan deformasi lateral
Hubungan antara tegangan kritis tekuk dan rasio kelangsingan
Hubungan antara panjang efektif dan momen inersia
Faktor reduksi kekuatan (φ) untuk batang tekan pada kondisi tekuk adalah:
0.75
0.85
0.90
1.00
Profil baja yang paling efisien untuk menahan gaya tekan adalah:
Profil I
Profil T
Profil HSS (Hollow Structural Section)
Profil Kanal
Pada profil HSS, batasan rasio lebar-tebal elemen pelat untuk mencegah tekuk lokal lebih ketat dibandingkan profil sayap terbuka karena:
Elemen pelatnya tidak terkekang pada satu sisi saja
Elemen pelatnya terkekang pada semua sisinya
Memiliki jari-jari giasi yang lebih kecil
Terbuat dari jenis baja yang berbeda
Sambungan baut memiliki beberapa mode keruntuhan, kecuali:
Geser baut
Robek lubang baut pada pelat (bearing failure)
Tarik baut
Lentur baut
Kekuatan geser nominal satu baut (Rn) dihitung berdasarkan:
Luas penampang baut dan tegangan leleh baja
Luas penampang baut dan tegangan tarik ultimit baut
Luas penampang baut dan tegangan geser ultimit baut
Diameter baut dan tebal pelat
Jenis baut yang umumnya digunakan untuk sambungan struktural adalah:
Baut hitam biasa (common bolts)
Baut kekuatan tinggi (high-strength bolts)
Baut baja ringan
Baut stainless steel
Untuk sambungan baut tipe tumpu (bearing-type connection), geser baut terjadi ketika:
Pelat mengalami robek
Baut bergeser secara permanen pada lubangnya
Tegangan geser pada baut mencapai tegangan geser ultimitnya
Baut mengalami perpanjangan
Faktor reduksi kekuatan (φ) untuk keruntuhan geser baut adalah:
0.65
0.70
Gaya tumpu (bearing force) pada pelat akibat baut diperhitungkan berdasarkan:
Diameter baut dan tebal pelat
Diameter baut dan tegangan leleh pelat
Diameter baut, tebal pelat, dan tegangan tarik ultimit pelat
Diameter baut, tebal pelat, dan jarak antar baut
Jarak tepi minimum (end distance) dan jarak antar baut minimum (pitch distance) ditetapkan untuk mencegah:
Tekuk lokal pada pelat
Keruntuhan block shear rupture
Robek atau pecah pada ujung pelat
Deformasi berlebihan pada sambungan
Sambungan baut tipe friksi (slip-critical connection) dirancang untuk:
Mencegah terjadinya slip antar pelat pada kondisi beban kerja
Memaksimalkan deformasi pada sambungan
Memudahkan pemasangan di lapangan
Mengurangi jumlah baut yang dibutuhkan
Jika bidang geser melewati ulir baut (threaded portion), maka:
Kekuatan geser baut akan meningkat
Kekuatan geser baut akan berkurang
Tidak ada pengaruh pada kekuatan geser baut
Baut tidak dapat menahan gaya geser
Yang dimaksud dengan keruntuhan block shear rupture adalah:
Keruntuhan pelat akibat geser dan tarik secara bersamaan pada area sambungan
Keruntuhan baut akibat geser dan tarik secara bersamaan
Keruntuhan pelat akibat tekuk lokal
Keruntuhan baut akibat tumpu yang berlebihan
