wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Pre Test dan Post Test Diklat Probity Audit

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Pada saat probity audit ditemukan bahwa PPK dan ULP tidak melakukan pengkajian ulang atas penetapan kebijakan umum yang telah disusun oleh PA/KPA. Hal tersebut dapat mengakibatkan:

a)

Terlampuinya nilai HPS

b)

Anggaran yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan pengadaan

c)

Anggaran yang ditetapkan terlalu tinggi dari kebutuhan nilai pengadaan

d)

Kebijakan pemaketan tidak sesuai dengan anggaran

2.

Auditor melakukan survey pasar 3 hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran. Auditor menemukan bahwa harga satuan pada HPS terlalu tinggi dibandingkan harga pasar. Auditor menyarankan agar PPK merubah nilai HPS dan meminta pokja pemilihan mengumumkan perubahan nilai HPS, namun PPK dan Pokja keberatan, maka hal yang tepat:

a)

PPK merubah nilai HPS, Pokja mengumumkan ulang perubahan nilai HPS, dan penyedia menawar ulang

b)

PPK tidak perlu merubah nilai HPS, Pokja tidak perlu mengumumkan ulang perubahan HPS, selama HPS telah disusun paling lama 28 hari kalender sebelum batas akhir pemasukan penawaran

c)

PPK tidak perlu merubah nilai HPS karna sudah ditetapkan dan diumumkan

d)

Pokja tidak perlu mengumumkan perubahan HPS karna penyedia telah mengupload penawarannya

3.

Pada saat melakukan probity audit proses pelelangan, auditor menemukan salah satu penyedia menawar nilai penawaran paling rendah dan akan ditunjuk sebagai pemenang juga menawar pada paket pekerjaan yang lain dengan waktu yang sama dan dengan menggunakan peralatan yang yang sama pada kedua paket tersebut (asphalt mixing plant), maka:

a)

Penawaran penyedia tersebut harus digugurkan

b)

Tidak perlu digugurkan karena nilai penawarannya paling rendah

c)

Penawaran penyedia tersebut tidak digugurkan sepanjang kapasitas produksi peralatan secara teknis dapat menyelesaikan pekerjaan lebih dari satu paket

d)

Penawaran penyedia tersebut tidak perlu digugurkan

4.

Pada saat melakukan probity audit proses pelelangan, auditor menemukan salah satu penawar dengan nilai penawaran paling rendah dan akan ditunjuk sebagai pemenang juga menawar pada paket pekerjaan yang lain pada waktu yang sama dan dengan menggunakan personil yang sama pada kedua paket tersebut, maka saran auditor adalah:

a)

Penawaran penyedia tersebut digugurkan dan tidak diperlukan klarifikasi, karena tidak mungkin personil tersebut bekerja diwaktu yang sama pada dua paket yang berbeda

b)

Tidak perlu digugurkan karena nilai penawarannya paling rendah

c)

Penawaran penyedia tersebut tidak digugurkan dan dilakukan klarifikasi untuk menentukan personil tersebut ditempatkan

d)

Penawaran penyedia tersebut tidak perlu digugurkan

5.

Pada saat melakukan probity audit, diketahui bahwa PA/KPA tidak mengumumkan RUP, seharusnya RUP diumumkan di:

a)

Papan pengumuman resmi K/L/D/I untuk masyarakat

b)

Papan pengumuman resmi K/L/D/I untuk masyarakat dan Website K/L/D/I

c)

papan pengumuman resmi K/L/D/i untuk masyarakat, Website K/l/D/I dan portal nasional

d)

papan pengumuman resmi K/L/D/I untuk masyarakat, website K/L/D/i portal nasional melalui LPSE dan media masa

6.

Audit terhadap kewajaran pemaketan pengadaan barang dan jasa merupakan kegiatan probity audit pada tahap:

a)

Perencanaan Umum Pengadaan barang/jasa

b)

Rencana Persiapan Pemilihan penyedia barang/jasa

c)

Rencana Pemilihan penyedia barang/jasa

d)

Penyusunan dokumen pemilihan penyedia barang/jasa

7.

Penetapan rencana penganggaran pengadaan pekerjaan konstruksi dalam proses penyusunan rencana umum pengadaan barang/jasa berpedoman pada:

a)

Pagu indikatif

b)

Setelah DIPA/DPA diterbitkan

c)

Pagu sementara

d)

Pagu definitif

8.

Terkait dengan penerapan probity audit, pernyataan yang paling tepat adalah:

a)

Probity audit diterapkan selama proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses pengadaan barang/jasa.

b)

Probity audit diterapkan setelah proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa untuk memastikan seluruh ketentuan telah diikuti, sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses pengadaan barang/jasa.

c)

Probity audit diterapkan setelah proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa untuk memastikan seluruh ketentuan telah diikuti dengan benar, jujur, dan penuh integritas, sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses pengadaan barang/jasa.

d)

Probity audit diterapkan selama proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa untuk memastikan seluruh ketentuan telah diikuti dengan benar, jujur, dan penuh integritas, sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses pengadaan barang/jasa.

9.

Pokja ULP berkonsultansi dengan anda sebagai internal auditor tentang penentuan metode penyampaian dokumen penawaran pengadaan barang dengan nilai di atas Rp100 milyar, maka anda menyarankan kepada Pojak ULP tersebut untuk menggunakan:

a)

Metode satu file

b)

Metode Dua file

c)

Metode satu tahap

d)

Metode dua tahap

10.

Pada saat selesai proses lelang/pemilihan tapi belum ditetapkan pemenangnya, auditor menemukan pokja ULP melakukan unsur penilaian yang tidak termasuk dalam dokumen pemilihan, saran auditor adalah:

a)

Membatalkan pelelangan, karena kesalahan Pokja ULP

b)

Melakukan evaluasi ulang karena Pokja ULP memasukkan unsur penilaian yang tidak termasuk dalam dokumen pemilihan

c)

Membatalkan hasil pelelangan karena Pokja ULP memasukkan unsur penilaian yang tidak termasuk dalam dokumen pemilihan

d)

Tidak perlu dibatalkan atau tidak dilakukan evaluasi ulang, karena hak Pokja ULP dalam menentukan unsur penilaian walaupun tidak tercantum dalam dokumen pengadaan

11.

Dari hasil koreksi aritmatik Pokja ULP menemukan salah satu item pekerjaan yang seharusnya menggunakan harga satuan per meter persegi, namun dicantumkan dengan harga per meter kubik, sehubungan dengan permasalahan tersebut, saran anda adalah:

a)

Pokja ULP melakukan koreksi atas harga penawaran tersebut

b)

Meminta klarifikasi kepada rekanan sebelum melakukan perubahan harga penawarannya

c)

Melanjutkan evaluasi ketahap berikutnya dengan catatan terdapat penawaran timpang

d)

Menggugurkan penawaran tersebut

12.

PPK/PPTK akan menandatangani kontrak dengan seorang penyedia jasa penyewaan gedung pada tanggal 20 September 2025 dengan nilai Rp 300 juta, dan meminta saran kepada anda sebagai auditor, karena penyedia tidak mau menyerahkan jaminan pelaksanaan, saran anda adalah:

a)

Membatalkan penandatanganan kontrak

b)

Tetap melanjutkan penandatanganan kontrak, karena asetnya telah dikuasai

c)

Tetap meminta kepada penyedia untuk menyerahkan jaminan pelaksanaan

d)

Tetap menandatangani kontrak dan tidak melakukan pembayaran sebelum penyedia menyerahkan jaminan pelaksanaan.

13.

Pada saat pelaksanaan kontrak tahun jamak, besaran uang muka yang diserahkan kepada penyedia non kecil sebesar 20% dari nilai kontrak tahun pertama, padahal nilai tersebut lebih tinggi jika menggunakan ketentuan 15% dari total nilai kontrak. Nilai jaminan yang diserahkan oleh penyedia sebesar 15% dari total nilai kontrak, rekomendasi auditor atas kondisi tersebut adalah:

a)

Besaran uang muka untuk penyedia sebesar 15% dari total nilai kontrak, karena menguntungkan negara.

b)

Besaran uang muka 20% dari nilai kontrak tahun pertama dengan jaminan uang muka 20% dari total nilai kontrak

c)

Besaran uang muka 20% dari nilai kontrak tahun pertama dengan jaminan uang muka 20% dari nilai kontrak tahun pertama

d)

Besaran uang muka 15% dari nilai total kontrak dengan jaminan uang muka 20% dari nilai kontrak tahun pertama

14.

Untuk meyakinkan bahwa pertanggungjawaban biaya non personil dalam pelaksanaan pekerjaan jasa konsultansi perseorangan tidak menerima keuntungan untuk mereka sendiri dari komisi usaha (trade commission, rabat (discount) atau pembayaran-pembayaran lain yang berhubungan dengan kegiatan pelaksanaan jasa konsultansi, maka yang harus diyakinkan auditor adalah:

a)

Pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan yang didasarkan pada prestasi pekerjaan

b)

Biaya langsung non personil yang dibayar, didasarkan pada bukti pembayaran yang sebenarnya dikeluarkan oleh penyedia untuk pengeluaran-pengeluaran yang sesungguhnya (at cost)

c)

Biaya langsung personil tidak melebihi 40% dari total biaya, kecuali untuk jenis pekerjaan konsultansi yang bersifat khusus.

d)

HPS tidak memperhitungkan biaya biaya tak terduga, biaya lain-lain, dan pajak penghasilan (PPh) penyedia

15.

Jika Auditor menemukan dalam draft kontrak tahun tunggal bahwa jangka waktu penyelesaian pekerjaan melewati batas akhir tahun anggaran maka auditor menyarankan kepada PPK:

a)

Perubahan substansi kontrak meskipun berbeda dengan dokumen pengadaan

b)

Membatalkan proses pemilihan

c)

Merekomendasikan agar rancangan kontrak mengacu dokumen pengadaan .

d)

Meminta pendapat ahli hukum kontrak.

16.

Berikut teknik probity audit pada metodologi desk reviu, adalah

a)

Observasi

b)

Inspeksi

c)

Penghitungan fisik

d)

Telaah dokumen

17.

Hal yang dibutuhkan pada tahap perencanaan probity audit, adalah:

a)

Mendapatkan surat representasi manajemen

b)

Menyusun Tentatif audit objektif

c)

Menguji SPI

d)

Entry meeting

18.

Hal yang dilakukan pada tahap audit rinci probity audit, adalah:

a)

Memperoleh pernyataan probity

b)

Menyepakati KAK Audit

c)

Menyusun ADM

d)

Substantive test

19.

Yang merupakan pengkomunikasian hasil pemeriksaan, antara lain adalah:

a)

Menyampaikan surat representasi manajemen

b)

Menyampaikan surat atensi manajemen

c)

Membahas temuan

d)

Menyampaikan lingkup audit

20.

Pokja ULP telah menetapkan pemenang lelang pada pertengahan bulan April 2022, dan telah pula menjawab sanggahan dari salah satu peserta, namun peserta tersebut melakukan sanggahan banding melalui LPSE. Terhadap permasalahan ini Pokja ULP meminta saran anda, maka saran anda adalah:

a)

Tidak perlu menjawab sanggahan banding tersebut.

b)

Menjawab sanggahan banding tersebut dalam kurun waktu 5 hari kalender

c)

Menyerahkan kepada PPK untuk menjawab

d)

Jawaban a dan b benar