Font size
WorksheetsTeks Anekdot Fase E
Total questions: 20
Worksheet time: 42mins
Perhatikan struktur anekdot berikut:
1. Koda
2. Krisis
3. Abstrak
4. Reaksi
5. Orientasi
Urutan struktur anekdot yang tepat adalah...
3-5-4-2-1
3-2-4-5-1
3-5-2-4-1
3-4-2-5-1
3-4-5-2-1
Berikut ini yang bukan ciri-ciri teks anekdot adalah....
Struktur teks orientasi-krisis-reaksi
Menggelitik
Memiliki unsur lucu
Memiliki pesan moral
Berbentuk cerita
Saat sesi tanya jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak !”
Kutipan paragraf di atas merupakan salah satu bagian dari struktur teks anekdot, yaitu....
Abstraksi
Krisis
Koda
Reaksi
Orientasi
Ciri-ciri anekdot yaitu, kecuali...
bersifat menyindir
lucu
membuat sebagian orang tersinggung
menjengkelkan
membosankan
Perhatikan teks di bawah ini !
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab,
“Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian ...
Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana.
Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.
Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara.
Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad.
Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab pertanyaan dosen.
Kisah Pemulung
Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah terjadi perdebatan antara Pak RT dan Pak Pemulung. Masalah yang mereka debatkan adalah hal remeh yaitu di lingkungan perumahan itu, memang sudah banyak ditempel papan dengan tulisan “Pemulung Dilarang Masuk”, tetapi masih saja ada pemulung yang tidak menaati aturan tersebut
.Pak RT : “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”
Pemulung :“Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang.”
Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan pintu gerbang perumahan ini, tidak?”
Pemulung :“Emang tulisannya apa, Pak?”
Pak RT : “Di papan itu tertulis Pemulung Dilarang Masuk, lantas kenapa Bapak nekat masuk di perumahan ini?”
Pemulung : “Yah, Pak RT ini gimana sih… kalau saya bisa baca tulisan yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi memulung, Pak!”
Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.
Dari teks anekdot di atas, makna tersiratnya adalah...
Masih banyak orang miskin di sekitar kita!
Pemulung dilarang masuk!
Banyak pemulung tidak menaati peraturan.
Ternyata angka buta aksara disekitar kita masih banyak.
Ternyata masih banyak pemulung di sekitar kita.
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian …
Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara.
Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana.
Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.
Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad.
Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab pertanyaan dosen.
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Makna tersirat pada teks anekdot di atas adalah...
Menjelaskan kepanjangan KUHP sebenarnya adalah Kitab Undang Hukum Pidana.
Mengkritik Bapak dosen sedang memberikan kuliah hukum pidana.
Peribahasa Inggris mengatakan pengalaman adalah guru terbaik.
Menyindir Ali yang bertanya kepanjangan KUHP.
Menyindir kepada oknum penegak hukum yang mau disuap.
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Pada anekdot tersebut, kalimat yang menunjukkan reaksi adalah …
Tiba-tiba seorang anak berkomentar.
Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya
Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya
Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi
Pada malam jumat, paling banyak ditemukan politisi melakukan blusukan, termasuk Darman (maaf bukan nama yang sebenarnya dan bukan sebenarnya nama). Darman mendatangi kampung yang diterjang banjir paling parah kebetulan disana banyak wartawan meliput sehingga dia makin semangat menyerahkan bingkisan.
Verba material dalam teks di atas adalah...
Pada
Jumat
Wartawan
Mendatangi
Sehingga
Majas sindiran paling keras bahkan menggunakan kata-kata kasar adalah ... .
Ironi
Litotes
Sinisme
Sarkasme
Berikut ini kalimat tanya yang tidak membutuhkan jawaban adalah ... .
Apa penyebab kecelakaan itu?
Siapa yang bertugas piket hari ini?
Rumahmu di sebelah mana?
Haruskah aku bersujud di hadapanmu?
Kalimat berikut ini yang menggunakan majas sarkasme adalah ... .
Dasar mulut sampah! Bisa-bisanya kamu berbohong seperti itu.
Rajin sekali kamu ya, sampai-sampai tidak ada satupun PR yang kamu kerjakan.
Cuma duduk-duduk saja kamu lelah? Ya ampun manja sekali.
Rumahmu bagus sekali ya, cat nya bahkan sudah mengelupas seperti itu.
Berikut ini yang termasuk penggunaan kalimat retoris yang benar adalah …
Kapan Anda akan pulang?
Dimana alamat rumah Anda?
Pukul berapa sekarang?
Apakah Anda tidak mempunyai hati?
Laptop punya siapa ini?
Kamu hanya sampah masyarakat tahu !
Contoh tersebut termasuk majas ....
Ironi
Sinisme
Sarkasme
Berikut ini yang termasuk pertanyaan retoris adalah ....
Kapan waktu yang tepat untuk beristirahat ?
Pentingkah kita membaca buku ?
Apa alasan beberapa orang memilij untuk korupsi ?
Apa saja yang kita perlukan saat mendaki gunung ?
Apa Kamu punya hati ?
1. Kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks anekdot terdiri dari….
a. Fakta dan opini, pertanyaan retoris, kata kerja material
b. Majas perbandingan, pertanyaan retoris, fakta dan opini
c. Pertanyaan retoris, majas sindiran, dan kata kerja material
d. Kata kerja imperatif, pertanyaan retoris dan majas sindiran
e. Kata penghubung, pertanyaan retoris dan majas pertentangan
Bacalah kalimat berikut!
Suatu hari Jarwo dan Jono tengah asyik mengobrol di warung kopi. Mereka berdua mengobrol tentang perilaku berkendara motor di Indonesia.
Kata yang termasuk kata kerja aksi adalah ...
Suatu hari
Asyik
Mengobrol
Warung kopi
Berkendara
Andi: “Ron, tulisanmu bagus sekali aku sampai tidak bisa membacanya.” Kalimat tersebut mengandung majas
Ironi
Sinisme
Sarkasme
“Banjir ibukota belum seberapa kita dibandingkan dengan banjir di gedung DPR karena lebih banyak sampah yang menyumbat,” katanya. Kalimat tersebut mengandung majas ….
Ironi
Sinisme
Sarkasme
