wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS SPM akuntansi

Total questions: 59

Worksheet time: 35mins

Name
Class
Date
1.

Pilih pernyataan yang paling tepat mengenai perbedaan behavioral control dan results control dalam sistem pengendalian manajemen.

a)

Behavioral control menekankan pengawasan hasil akhir; results control mengawasi prosedur yang diikuti manajer.

b)

Behavioral control menekankan pengawasan terhadap tindakan atau prosedur yang diikuti manajer; results control berfokus pada hasil yang dicapai dengan memberi kebebasan selama target tercapai.

c)

Behavioral control dan results control sama‑sama hanya mengukur ROI tanpa melihat proses.

d)

Behavioral control memberi kebebasan penuh pada manajer; results control membatasi tindakan dengan prosedur rinci.

2.

Apa dampak utama pemberian reward kepada karyawan berbasis capaian anggaran pada perilaku dan kinerja?

a)

Meningkatkan motivasi untuk mencapai target sekaligus berpotensi mendorong perilaku manipulatif jika target tidak realistis.

b)

Selalu menurunkan motivasi karena target bersifat finansial.

c)

Tidak berpengaruh pada perilaku karena reward bersifat non-monetary.

d)

Secara otomatis meningkatkan kualitas proses tanpa memengaruhi biaya.

3.

Hubungan yang paling tepat antara strategi organisasi dan sistem pengendalian manajemen adalah …

a)

Sistem pengendalian manajemen harus dirancang untuk mendukung strategi, menentukan perilaku yang perlu dikendalikan, serta metrik yang diukur.

b)

Strategi mengikuti sistem pengendalian yang sudah ada tanpa penyesuaian.

c)

Keduanya tidak saling terkait dan sebaiknya dipisahkan.

d)

Sistem pengendalian cukup berfokus pada pelaporan keuangan tahunan.

4.

Manakah yang bukan merupakan perspektif dalam Balanced Scorecard?

a)

Keuangan

b)

Pelanggan

c)

Proses internal

d)

Keberlanjutan lingkungan

5.

Apakah sistem pengendalian formal perlu dilengkapi dengan pengendalian informal? Pilih pernyataan yang paling tepat.

a)

Ya, karena target dan laporan saja tidak cukup; budaya organisasi, nilai, dan komunikasi informal penting untuk mendorong motivasi dan keselarasan.

b)

Tidak, karena pengendalian formal sudah mencakup seluruh perilaku karyawan.

c)

Tidak perlu jika perusahaan telah menggunakan ROI dan anggaran.

d)

Hanya diperlukan pada organisasi kecil dan tidak relevan bagi perusahaan besar.

6.

Tujuan utama penerapan transfer pricing dalam sistem pengendalian manajemen adalah …

a)

Memaksimalkan pajak terutang di seluruh negara.

b)

Mendukung goal congruence dan evaluasi kinerja antar divisi melalui penetapan harga internal yang adil.

c)

Menghilangkan kebutuhan penganggaran divisi.

d)

Mengurangi otonomi manajer divisi.

7.

Opsi yang benar mengenai tiga metode utama penetapan harga transfer adalah …

a)

Market-based, cost-based, dan negotiated.

b)

Historical-cost, budget-based, dan replacement-cost.

c)

Absorption-only, variable-only, dan marginal-only.

d)

Standard-cost, lifecycle-cost, dan quality-cost.

8.

Bagaimana transfer pricing dapat menimbulkan konflik antar divisi dalam organisasi desentralisasi?

a)

Dengan menyelaraskan insentif semua divisi secara sempurna.

b)

Dengan menciptakan perebutan laba antar divisi ketika harga transfer dianggap tidak adil atau merugikan salah satu pihak.

c)

Dengan menghapus kebutuhan evaluasi kinerja.

d)

Dengan menaikkan pendapatan perusahaan tanpa memengaruhi perilaku divisi.

9.

Mengapa market-based transfer pricing sering dianggap paling mendukung goal congruence dalam pasar yang kompetitif?

a)

Karena mencerminkan harga eksternal dan opportunity cost, sehingga keputusan internal sejalan dengan sinyal pasar.

b)

Karena selalu menghasilkan laba divisi yang sama besar.

c)

Karena mengabaikan kondisi pasar eksternal.

d)

Karena tidak membutuhkan data biaya apa pun.

10.

Bagaimana perbedaan tarif pajak antar negara memengaruhi kebijakan transfer pricing pada perusahaan multinasional?

a)

Tidak ada pengaruh karena harga transfer hanya isu operasional.

b)

Perusahaan mungkin mengalihkan laba ke yurisdiksi bertarif pajak rendah melalui penetapan harga transfer.

c)

Perusahaan selalu menetapkan harga transfer setara biaya variabel.

d)

Perbedaan tarif pajak hanya memengaruhi dividen, bukan harga transfer.

11.

Apa dampak kapasitas menganggur pada penetapan harga transfer yang ideal?

a)

Jika pemasok internal memiliki kapasitas menganggur, biaya peluang rendah sehingga harga transfer berbasis biaya relevan bisa lebih rendah dari harga pasar.

b)

Kapasitas menganggur menaikkan opportunity cost sehingga harga harus di atas harga pasar.

c)

Kapasitas menganggur tidak pernah dipertimbangkan.

d)

Kapasitas menganggur selalu membuat negosiasi tidak mungkin.

12.

Pilih semua pernyataan yang benar tentang negotiated transfer price.

a)

Dapat meningkatkan motivasi dan otonomi manajer karena mereka terlibat dalam penetapan harga.

b)

Selalu menghilangkan konflik antar divisi.

c)

Tidak berisiko menimbulkan biaya transaksi dan potensi konflik jika kekuatan tawar tidak seimbang.

d)

Tidak cocok untuk organisasi desentralisasi apa pun.

13.

Manakah skenario yang paling menggambarkan perilaku disfungsional akibat cost‑based transfer pricing?

a)

Divisi produksi menaikkan volume untuk menurunkan biaya per unit, meskipun permintaan rendah, sehingga menimbulkan persediaan berlebih.

b)

Divisi penjualan membandingkan harga internal dengan harga pasar sebelum menerima pesanan.

c)

Divisi membeli dari pemasok eksternal saat kapasitas internal penuh.

d)

Manajer menolak negosiasi dan langsung menggunakan harga pasar eksternal.

14.

Pernyataan yang paling tepat tentang hubungan antara transfer pricing dan evaluasi kinerja manajer divisi adalah …

a)

Harga transfer tidak memengaruhi penilaian kinerja karena kinerja diukur hanya dengan kualitas.

b)

Harga transfer yang tidak adil dapat membiasakan penilaian profitabilitas divisi dan memengaruhi keputusan manajer.

c)

Evaluasi kinerja sebaiknya mengabaikan harga transfer untuk semua divisi.

d)

Harga transfer hanya relevan bagi divisi pembelian, bukan penjualan.

15.

Bagian 1: Konsep Dasar Sistem Pengendalian Manajemen — Tujuan utama dari sistem pengendalian manajemen adalah:

a)

Menentukan struktur organisasi

b)

Mengarahkan perilaku agar sesuai dengan tujuan organisasi

c)

Mengontrol karyawan agar tidak berbuat kesalahan

d)

Menentukan strategi kompetitif

16.

Konsep Dasar Sistem Pengendalian Manajemen — Unsur utama dalam sistem pengendalian manajemen tidak termasuk:

a)

Tujuan dan standar kinerja

b)

Umpan balik dan evaluasi

c)

Sistem imbalan

d)

Rekrutmen karyawan

17.

Bagian 1: Konsep Dasar Sistem Pengendalian Manajemen — Pengendalian manajemen berfokus pada:

a)

Aktivitas operasional sehari-hari

b)

Perencanaan strategis jangka panjang

c)

Implementasi strategi melalui perilaku manajerial

d)

Pengawasan administratif

18.

Bagian 1: Konsep Dasar Sistem Pengendalian Manajemen — Dalam konteks MCS, istilah “goal congruence” berarti:

a)

Perbedaan antara target dan hasil

b)

Keselarasan antara tujuan individu dan tujuan organisasi

c)

Kegagalan sistem pengendalian

d)

Evaluasi kinerja berdasarkan hasil

19.

Bagian 1: Konsep Dasar Sistem Pengendalian Manajemen — Sistem pengendalian manajemen dirancang untuk:

a)

Meningkatkan produktivitas tanpa mempertimbangkan perilaku

b)

Memastikan semua keputusan diambil oleh top management

c)

Memotivasi manajer bertindak sesuai strategi organisasi

d)

Menggantikan peran sistem akuntansi

20.

Bagian 2: Jenis dan Mekanisme Pengendalian — Results control berfokus pada:

a)

Proses kerja karyawan

b)

Input yang digunakan

c)

Hasil atau output yang dicapai

d)

Aktivitas sosial karyawan

21.

Bagian 2: Jenis dan Mekanisme Pengendalian — Action control dalam sistem pengendalian berarti:

a)

Menilai hasil akhir dari kinerja

b)

Mengontrol tindakan dan prosedur tertentu

c)

Memberi insentif keuangan

d)

Menetapkan tujuan strategis

22.

Bagian 2: Jenis dan Mekanisme Pengendalian — Personnel control menekankan pada:

a)

Sistem pelaporan formal

b)

Pemilihan, pelatihan, dan motivasi individu

c)

Pengendalian berbasis hasil

d)

Evaluasi investasi

23.

Bagian 2: Jenis dan Mekanisme Pengendalian — Contoh clan control adalah:

a)

Pengawasan langsung oleh atasan

b)

Penggunaan budaya dan nilai organisasi untuk memotivasi perilaku

c)

Pengendalian berbasis laporan keuangan

d)

Audit eksternal

24.

Bagian 3: Responsibility Centers — Profit center mengukur kinerja berdasarkan:

a)

Efisiensi penggunaan sumber daya

b)

Pendapatan dikurangi biaya

c)

Pengembalian atas investasi

d)

Kinerja karyawan

25.

Bagian 3: Responsibility Centers — Investment center memiliki tanggung jawab terhadap:

a)

Hanya biaya operasional

b)

Laba dan aset yang digunakan untuk menghasilkan laba

c)

Pendapatan penjualan saja

d)

Pengawasan SDM

26.

Ukuran kinerja yang sering digunakan untuk investment center adalah:

a)

ROI (Return on Investment)

b)

Market share

c)

Customer satisfaction

d)

Turnover ratio

27.

Dalam responsibility accounting, fokus pengukuran kinerja harus:

a)

Didasarkan pada hal yang bisa dikontrol manajer

b)

Menilai seluruh hasil organisasi

c)

Mengabaikan variabel eksternal

d)

Berdasarkan laba bersih perusahaan

28.

Anggaran merupakan alat pengendalian karena:

a)

Menetapkan target dan membandingkannya dengan hasil aktual

b)

Menentukan harga jual

c)

Menggantikan sistem pelaporan

d)

Mengukur kepuasan pelanggan

29.

Salah satu kelemahan sistem anggaran adalah:

a)

Memberikan panduan perencanaan

b)

Dapat menimbulkan perilaku disfungsional jika target tidak realistis

c)

Memotivasi kerja tim

d)

Mengurangi konflik antar departemen

30.

Variance analysis digunakan untuk:

a)

Membandingkan standar dengan hasil aktual

b)

Mengatur struktur organisasi

c)

Meningkatkan struktur gaji

d)

Menetapkan strategi perusahaan

31.

Balanced Scorecard tidak mencakup perspektif berikut:

a)

Keuangan

b)

Pelanggan

c)

Proses internal

d)

Legal & regulasi

32.

Balanced Scorecard membantu organisasi dengan cara:

a)

Fokus hanya pada laba jangka pendek

b)

Mengukur kinerja secara komprehensif dari berbagai perspektif

c)

Menghilangkan kebutuhan pengendalian

d)

Mengabaikan aspek nonkeuangan

33.

Pengendalian manajemen yang efektif harus mempertimbangkan:

a)

Aspek perilaku manusia

b)

Teknologi informasi saja

c)

Struktur organisasi semata

d)

Laporan keuangan bulanan

34.

“Dysfunctional behavior” dalam sistem pengendalian manajemen berarti:

a)

Perilaku yang meningkatkan efektivitas organisasi

b)

Perilaku yang tidak sesuai dengan tujuan organisasi

c)

Perilaku yang efisien secara ekonomi

d)

Perilaku inovatif

35.

Penggunaan bonus berbasis kinerja merupakan contoh dari:

a)

Control melalui budaya

b)

Results control

c)

Action control

d)

Personnel control

36.

Etika dalam pengendalian manajemen penting karena:

a)

Menghindari manipulasi data kinerja

b)

Mengurangi biaya operasional

c)

Meningkatkan produktivitas mesin

d)

Menentukan harga produk

37.

Salah satu faktor yang membuat MCS gagal adalah:

a)

Dukungan manajemen puncak yang kuat

b)

Ketidaksesuaian antara sistem dan budaya organisasi

c)

Penggunaan indikator kinerja ganda

d)

Adanya feedback berkala

38.

Tujuan utama dari sistem transfer pricing adalah:

a)

Menghindari pajak antar negara

b)

Menentukan harga jual ke konsumen eksternal

c)

Mengukur kinerja dan memotivasi manajer antar divisi

d)

Menentukan kebijakan dividen

39.

Transfer pricing biasanya diterapkan ketika:

a)

Perusahaan memiliki satu divisi

b)

Perusahaan terdiri dari beberapa divisi yang saling bertransaksi

c)

Seluruh penjualan dilakukan kepada pihak eksternal

d)

Semua biaya dikendalikan pusat

40.

Dalam sistem pengendalian manajemen, transfer pricing berperan untuk:

a)

Mengatur arus kas keluar masuk

b)

Menilai kinerja antar pusat laba

c)

Menentukan struktur organisasi

d)

Mengurangi jumlah laporan keuangan

41.

Transfer price idealnya mencerminkan:

a)

Harga jual ke pelanggan

b)

Biaya variabel saja

c)

Biaya relevan ditambah opportunity cost

d)

Biaya tetap pabrik

42.

Transfer pricing sebaiknya mendukung goal congruence, artinya:

a)

Meningkatkan laba jangka pendek tiap divisi

b)

Menyelaraskan tujuan divisi dengan tujuan organisasi secara keseluruhan

c)

Menurunkan harga produk

d)

Menghapus biaya tetap

43.

Sistem transfer pricing yang efektif harus memberikan:

a)

Kebebasan penuh tanpa batas kepada tiap divisi

b)

Evaluasi kinerja yang adil antar divisi

c)

Pengawasan langsung oleh direksi

d)

Penghapusan semua laba antar divisi

44.

Transfer pricing yang terlalu tinggi antar divisi dapat menyebabkan:

a)

Peningkatan koordinasi antar divisi

b)

Konflik kepentingan antar manajer

c)

Goal congruence yang lebih baik

d)

Pengendalian yang lebih efisien

45.

Metode market-based transfer price berarti harga ditentukan berdasarkan:

a)

Biaya aktual produksi

b)

Harga pasar eksternal yang berlaku

c)

Negosiasi antara divisi

d)

Keputusan manajemen pusat

46.

Kelemahan metode market-based adalah:

a)

Tidak mencerminkan biaya internal

b)

Sulit diterapkan bila tidak ada pasar eksternal yang kompetitif

c)

Menghambat desentralisasi

d)

Mengabaikan laba divisi

47.

Metode cost-based transfer price ditentukan berdasarkan:

a)

Harga pasar plus margin laba

b)

Biaya penuh (full cost) atau biaya variabel

c)

Harga jual kompetitor

d)

Negosiasi antar direksi

48.

Kelemahan utama dari cost-based method adalah:

a)

Tidak memperhitungkan kapasitas menganggur

b)

Tidak transparan bagi divisi

c)

Mengurangi motivasi efisiensi karena laba divisi penerima bergantung pada biaya divisi pemasok

d)

Terlalu fokus pada pasar eksternal

49.

Negotiated transfer price bergantung pada:

a)

Persetujuan antara manajer divisi penjual dan pembeli

b)

Harga yang ditentukan oleh pasar

c)

Keputusan CEO

d)

Biaya standar

50.

Keunggulan metode negotiated transfer price adalah:

a)

Memperkuat otonomi manajerial

b)

Tidak membutuhkan data biaya

c)

Menjamin goal congruence secara otomatis

d)

Menghilangkan konflik

51.

Jika kapasitas divisi penjual penuh, maka harga transfer sebaiknya:

a)

Sama dengan biaya variabel

b)

Sama dengan harga pasar

c)

Lebih rendah dari harga pasar

d)

Berdasarkan biaya tetap

52.

Jika kapasitas divisi penjual menganggur, harga transfer minimal adalah:

a)

Biaya penuh (full cost)

b)

Biaya variabel

c)

Harga pasar

d)

Harga pokok penjualan

53.

Konflik antar divisi sering muncul karena:

a)

Setiap divisi dinilai berdasarkan laba sendiri

b)

Divisi tidak memiliki otonomi

c)

Sistem terpusat

d)

Tidak ada anggaran

54.

Transfer pricing yang adil mendorong:

a)

Kompetisi internal destruktif

b)

Goal congruence

c)

Ketergantungan pusat

d)

Pengabaian kinerja individu

55.

Dalam konteks multinasional, transfer pricing juga berkaitan dengan:

a)

Penghindaran risiko operasional

b)

Kebijakan perpajakan lintas negara

c)

Harga jual lokal

d)

Struktur organisasi

56.

Dalam MCS, pengaruh pajak internasional pada transfer pricing merupakan:

a)

Pertimbangan non-keuangan

b)

Pertimbangan etika dan legalitas

c)

Variabel yang tidak relevan

d)

Faktor eksternal yang diabaikan

57.

Transfer pricing yang efektif harus mempertimbangkan:

a)

Hanya laba divisi

b)

Kepentingan organisasi secara keseluruhan

c)

Kepentingan pajak semata

d)

Hanya biaya variabel

58.

1.       Jelaskan dampak dari pemberian reward kepada karyawan berbasis capaian anggaran?

4 lines
59.

2.       Apa hubungan antara strategi organisasi dan sistem pengendalian manajemen?

4 lines