WorksheetsUnsur intrinsik cerpen
Total questions: 20
Worksheet time: 26mins
Suatu prosa fiksi atau cerita yang disuguhkan hanya berfokus pada satu konflik permasalahan yang dialami oleh tokoh mulai dari pengenalah karakter hingga penyelesaian permasalahan yang dialami oleh tokoh adalah pengertian dari....
novel
cerpen
fabel
puisi
Drama
Ide atau gagasan dasar yang melatarbelakangi keseluruhan cerita yang ada dari cerpen merupakan pengertian....
tema
alur
latar
gaya bahasa
sudut pandang
Urutan jalan cerita dalam cerpen yang disampaikan oleh penulis dalam menyampaikan cerita merupakan pengertian dari....
tema
latar
tokoh
alur
sudut pandang
Di bawah ini yang bukan jenis latar adalah....
Latar tempat
Latar hari
Latar waktu
Latar suasana
Latar watak
Posisi atau pandangan pengarang dalam menyampaikan cerita merupakan pengertian....
tokoh
sudut pandang
tema
gaya bahasa
konflik
Pesan yang terkadung dalam cerpen yang bisa diambil pelajaran oleh pembaca merupakan pengertian....
tema
alur
latar
amanat
sudut pandang
Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal di bawah ini!
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
sudut pandang orang pertama
sudut pandnag orang kedua
sudut pandang orang jamak
sudut pandang orang tunggal
sudut pandang orang kedua
“Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi.
“Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak’kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini.
(Dikutip dari novel "Laskar Pelangi")
Watak tokoh Lintang dalam kutipan novel tersebut adalah....
penakut
pemberani
ragu-ragu
tidak percaya diri
setia
(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”
Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....
(1) dan (2)
(1) dan (4)
(2) dan (5)
(3) dan (4)
(3) dan (1)
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
damai
ketakutan
sedih
sepi
menengangkan
Nisan namamu merindingkan bulu kuduk yang menghantam ulu hatiku, sahabat. Seharusnya, aku tak telat untuk segera mengantarmu, mencium gumpalan tanah terakhirmu. Sedetik saja, maka akan kucium kening pucatmu untuk yang terakhir. Peristiwa kematianmu ini, akan membuatku terus mengingatmu. Aku jatuh mengenangmu, sahabat. Tidak ada yang sepeduli kau di kehidupan ini. Aku benci pada tanah yang mengurukmu.
Latar tempat pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
pasar
gudang
candi
kuburan
pantai
“Rumah kita kemasukan pencuri,” sahut Bu Shinta. Dia merasa sulit bernafas tatkala melihat isi lemari berantakan. Uang dan perhiasannya telah lenyap. Juga televisi dan beberapa perlengkapan elektronik yang ada di ruang tengah.
Bu Shinta terduduk lemas tatkala melihat catatan-catatan kecil di atas bantal, “Sekarang kalian tau siapa pengirim karcis itu.”
Tema cerita yang pas untuk cerita di atas adalah ...
pencurian
kesedihan
kekhawatiran
kelalaian
kejujuran
Ini jamu apa comberan, ya? Kok ... baunya ngalahin got depan rumah. Suci nggak habis pikir, begitu beratkah perjuangan yang harus dilaluinya demi pinggul yang seksi, perut yang rata dan ops, tentu, pipi yang enggak tembem kaya bakpao. Suci merem sempat megap-megap sebentar seperti ikan mas koki kehabisan air. Ini sudah merk jamu yang ketujuh, yang dicobanya. Dan tidak sedikit pun perubahan terjadi pada tubuhnya.
Konflik pada kutipan cerita tersebut adalah …
perjuangan Suci mengurangi berat badannya.
Suci yang menyukai macam-macam jamu pelangsing.
usaha Suci membuat jamu melangsingkan tubuhnya.
Suci megap-megap sebentar seperti ikan mas koki kehabisan air.
kesenangan hidup dalam menikmati makanan
“Salahkah menurut pendapatmu jika menyembah Tuhan di dunia?” tanya Haji Saleh. “Tidak. Kesalahan engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka. Karena itu, kau taat bersembahyang, tetapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu.”
Amanat yang sesuai dengan isi penggalan cerpen tersebut adalah...
Jangan mementingkan urusan duniawi
Rajinlah beribadah agar tidak masuk neraka
Rajin beribadah tetapi jangan melupakan kehidupan keluarga
Hendaknya mementingkan urusan akhirat dengan rajin beribadah
Jangan meninggalkan saudara-saudara dan anak-istri
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah ….
tubuhnya digerogoti penyakit
susahnya menjadi orang miskin
buruknya pelayanan rumah sakit
banyak bangsal yang kosong
kekurangan tenaga di dalam rumah sakit
(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Amanat kutipan cerpen di atas adalah ....
Usahakan selalu memberi hadiah kepada teman orang tua!
Matikan lampu jika sudah tidak diperlukan!
Temanilah ibumu saat duduk-duduk di beranda!
Jangan menyusahkan orang tua hanya karena ingin memberi hadiah teman!
jangan biarkan orang lain dalam keadaan bahaya
17. Ciri khas pengarang dalam menyampaikan tulisannya kepada publik, baik itu dari segi pengunaan majasnya maupun diksi atau pemilihan kata yang tepat di dalam cerpen.
Pernyataan diatas, termasuk kedalam struktur instrinsik cerpen yaitu....
Alur
Amanat
Sudut pandang
Gaya bahasa
Udara danau Menjakut berbau bunga kopi, tertiup perlahan memasuki rongga hati, dan menghempas dadaku pada barisan awan di langit menuju arah laut, ke arah pantai, ke arah teluk Tanjung Cina. Di sanalah Sulaiman lelaki yang telah menebas separuh umurnya, telah terkubur dan pergi.
Majas yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
personifikasi
hiperbola
metafora
simile
ironi
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.
Jenis alur dalam kutipan cerpen di atas adalah …
alur maju
alur mundur
alur campuran
alur ganda dan maju
alur pengenalan
Bacalah cerpen berikut dengan cermat!
Mak Inang kembali memeras beberapa popok yang ia cuci. Telapak kaki tangannya yang kapalan cepat-cepat menampari betis kirinya begitu beberapa nyamuk membabi-buta di kulit keringnya. Bentol-bentol sebesar biji petai berderet-deret di kulit keringnya. Ia menggeram.
Gaya bahasa pada kalimat Bentol-bentol sebesar biji petai berderet-deret di kulit keringnya, menggunakan majas ...
personifikasi
hiperbola
litotes
simile
ironi
