wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KLS 11 PKWU

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Keanekaragaman bahan pangan di Indonesia menyebabkan munculnya berbagai hidangan khas daerah. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mampu…

a)

Mengandalkan bahan impor untuk membuat makanan tradisional

b)

Mengadaptasi sumber daya alam menjadi identitas kuliner

c)

Meniru pola makan bangsa lain

d)

Menyukai makanan yang berlemak tinggi

e)

Menghilangkan ciri khas masakan daerah

2.

Mengapa pempek Palembang kini dapat ditemukan di hampir seluruh Indonesia?

a)

Karena rasanya netral tanpa bumbu kuat

b)

arena lebih murah dibanding makanan cepat saji

c)

Karena dipasarkan oleh pemerintah pusat

d)

Karena tidak membutuhkan proses pengolahan

e)

Karena bahan bakunya mudah diperoleh dan bisa dikemas tahan lama

3.

Masakan khas Jawa Tengah seperti gudeg memiliki cita rasa manis karena…

a)

Menggunakan bumbu terasi dan petis

b)

Masyarakatnya suka makanan asin

c)

Dipengaruhi penggunaan gula merah dan santan

d)

Dibakar dalam waktu lama

e)

Mengandung fermentasi alami

4.

Masakan Jawa Timur cenderung pedas dengan aroma kuat. Hal ini dipengaruhi oleh…

a)

Penggunaan banyak gula dan santan

b)

Penggunaan petis, terasi, dan cabai dalam jumlah besar

c)

Ketersediaan sayuran segar di daerah pegunungan

d)

Keterbatasan bahan pangan laut

e)

Proses pemasakan tanpa minyak

5.

Masakan khas Jawa Barat seperti karedok banyak menggunakan sayuran mentah. Alasan utamanya adalah…

a)

Meniru masakan luar negeri

b)

Menghemat bahan bakar

c)

Menghasilkan rasa lebih asin

d)

Karena sulit menemukan bahan masak lainnya

e)

Mempertahankan kandungan vitamin dan kesegaran bahan

6.

Tujuan utama teknik braising adalah…

a)

Menjaga kandungan air pada sayuran

b)

Menjaga warna bahan tetap cerah

c)

Membuat daging empuk dan bumbu meresap perlahan

d)

Mengeringkan bahan makanan

e)

Mematangkan bahan secara cepat

7.

Teknik memasak yang paling tepat untuk menghasilkan makanan yang lembut tanpa minyak adalah…

a)

Menggoreng

b)

Memanggang

c)

Menyetup

d)

Mengukus

e)

Membakar

8.

Teknik mengetim digunakan untuk memasak bahan yang sensitif terhadap panas langsung, seperti cokelat. Prinsipnya adalah…

a)

Menggunakan dua wadah agar panas tidak langsung mengenai bahan

b)

Memanaskan bahan dengan air mendidih langsung

c)

Memanggang bahan dengan uap air

d)

Menguapkan air hingga bahan kering

e)

Memasak bahan dengan gelombang mikro

9.

Masakan khas Sumatera banyak menggunakan cabai dan santan. Hal ini menggambarkan bahwa…

a)

Masakan Sumatera meniru cita rasa luar negeri

b)

Bumbu di Sumatera sulit ditemukan

c)

Makanan Sumatera tidak tahan lama

d)

Masyarakat Sumatera menyukai rasa pedas dan gurih

e)

Bahan utamanya adalah sayuran mentah

10.

Salah satu keunggulan menggunakan teknik simmering adalah…

a)

Makanan cepat matang tanpa pengawasan

b)

Menghemat air dan bahan bakar

c)

Menghasilkan kaldu yang kaya rasa dari bahan yang direbus lama

d)

Menjaga warna makanan tetap cerah

e)

Menghasilkan tekstur renyah

11.

Bandeng presto dari Semarang termasuk inovasi kuliner karena…

a)

Tidak menggunakan bumbu sama sekali

b)

Hanya bisa dibuat di daerah pesisir

c)

Menggunakan bahan impor

d)

Mengandung bahan pengawet

e)

Dimasak dengan tekanan tinggi sehingga tulang lunak dan aman dikonsumsi

12.

Faktor “Machine” dalam usaha makanan khas daerah berperan penting karena…

a)

Mengganti seluruh tenaga kerja manusia

b)

Meningkatkan rasa makanan

c)

Membantu efisiensi waktu, tenaga, dan bentuk produk

d)

Menentukan warna kemasan produk

e)

Menambah modal produksi

13.

Dalam pengolahan makanan khas daerah, peranan faktor “Method” adalah…

a)

Menentukan strategi pemasaran produk

b)

Menghitung keuntungan usaha

c)

Mengatur jadwal penjualan

d)

Mengelola tenaga kerja

e)

Mengatur cara kerja pembuatan makanan agar hasilnya konsisten

14.

Kemasan daun pisang lebih disukai pada makanan tradisional karena…

a)

Warna hijaunya membuat makanan lebih manis

b)

Memberi aroma khas dan ramah lingkungan

c)

Meningkatkan masa simpan lebih dari 1 tahun

d)

Dapat digunakan berulang kali

e)

Menghemat biaya promosi

15.

Mengapa seorang wirausaha kuliner harus memahami selera konsumen?

a)

Agar dapat menurunkan kualitas bahan

b)

Untuk menghindari promosi yang berlebihan

c)

Agar produk tidak perlu dikembangkan

d)

Supaya dapat menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar

e)

Supaya harga bisa semaunya

16.

Penggunaan cobek atau ulekan dalam membuat sambal memberikan nilai lebih karena…

a)

Menghindari rasa pedas

b)

Menghemat waktu pengolahan

c)

Menghasilkan aroma dan tekstur alami yang tidak diperoleh dari blender

d)

Menurunkan kandungan gizi cabai

e)

Mengurangi proses pemasakan

17.

Apabila suatu daerah ingin memperkenalkan makanan khasnya ke pasar global, maka strategi paling tepat adalah…

a)

Mengubah nama dan cita rasanya agar mirip makanan barat

b)

Meningkatkan kemasan, standar kebersihan, dan promosi berbasis budaya lokal

c)

Mengurangi bumbu tradisional agar lebih netral

d)

Menghapus unsur lokal agar menarik wisatawan asing

e)

Mengganti bahan utama dengan produk impor

18.

Mengapa makanan khas daerah memiliki nilai ekonomi tinggi jika dipasarkan dengan baik?

a)

Karena bahan bakunya langka

b)

Karena dibuat dengan teknologi canggih

c)

Karena mudah diproduksi massal

d)

Karena memiliki ciri unik dan potensi wisata kuliner

e)

Karena tidak memerlukan promosi

19.

Apabila seseorang memanaskan makanan menggunakan microwave, maka panas berpindah dengan cara…

a)

Konduksi antar logam

b)

Konveksi udara panas

c)

Radiasi gelombang elektromagnetik

d)

Kondensasi air

e)

Penguapan bahan makanan

20.

Makanan khas daerah yang memiliki daya simpan tinggi seperti abon atau dendeng lebih mudah dijual ke luar kota karena…

a)

Hanya dibuat di daerah tertentu

b)

Tidak memerlukan kemasan

c)

Tidak membutuhkan alat pendingin

d)

Cepat basi dan murah

e)

Proses pengolahan singkat