wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Latihan PKWU: Pemanfaatan Ekoenzim

Total questions: 20

Worksheet time: 2hrs 32mins

Name
Class
Date
1.

Bahan utama yang digunakan sebagai sumber karbon dan nutrisi bagi mikroorganisme dalam pembuatan ekoenzim adalah ....

a)

air bersih

b)

gula (molase/gula merah)

c)

kulit buah segar

d)

botol plastik bekas

e)

sabun cuci piring

2.

Waktu minimal yang dibutuhkan untuk proses fermentasi ekoenzim hingga produk siap dipanen adalah ....

a)

1 minggu

b)

1 bulan

c)

3 bulan

d)

6 bulan

e)

1 tahun

3.

Ekoenzim dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Dalam fungsi ini, ekoenzim berperan untuk ....

a)

membasmi hama serangga secara kimiawi

b)

menggantikan air untuk menyiram tanaman setiap hari

c)

mempercepat proses penyerapan nutrisi oleh akar tanaman dan menyuburkan tanah

d)

membuat warna daun tanaman menjadi lebih gelap

e)

menjaga tanaman agar tidak diserang virus

4.

Ekoenzim yang berhasil dibuat memiliki sifat kimia yang cenderung ....

a)

basa kuat (alkali)

b)

netral (pH sekitar 7)

c)

asam (pH rendah)

d)

berminyak

e)

beralkohol tinggi

5.

Kegiatan membuat ekoenzim dalam mata pelajaran PKWU adalah salah satu contoh penerapan prinsip kewirausahaan yang berfokus pada pemanfaatan ....

a)

bahan bakar fosil

b)

bahan kimia impor

c)

limbah organik rumah tangga

d)

bahan bangunan

e)

energi listrik

6.

Produksi ekoenzim dalam PKWU tidak hanya mengajarkan keterampilan membuat produk, tetapi juga menanamkan konsep kewirausahaan berkelanjutan (sustainable entrepreneurship). Konsep ini tercermin dalam aspek ....

a)

fokus utama pada pencapaian profitabilitas setinggi mungkin dalam waktu singkat

b)

penggunaan bahan baku yang mahal dan didatangkan dari luar negeri untuk kualitas premium

c)

penciptaan nilai ekonomi dari bahan yang sebelumnya dianggap sampah, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan

d)

penjualan produk hanya dalam jumlah kecil untuk pasar terbatas

e)

meniru persis formula produk pembersih kimia yang sudah ada di pasaran

7.

Seorang siswa mendapati bahwa setelah 2 bulan masa fermentasi, larutan ekoenzimnya masih memiliki banyak padatan mengambang dan warnanya sangat keruh. Meskipun aromanya sudah mulai asam, ia ragu apakah produknya akan efektif. Langkah terbaik yang harus dilakukan siswa tersebut untuk memastikan produknya berkualitas optimal adalah ....

a)

menambahkan lebih banyak gula dan air untuk mengencerkan kekeruhan dan mempercepat proses

b)

menyaring cairan tersebut segera dan menggunakannya karena waktu 2 bulan sudah cukup lama

c)

menambahkan bahan organik baru dan memulai kembali perhitungan waktu fermentasi dari nol

d)

melanjutkan fermentasi hingga jangka waktu minimal 3 bulan atau lebih, dan membiarkan padatan mengendap sempurna sebelum dipanen

e)

menambahkan bahan kimia pemutih agar produk terlihat lebih menarik secara visual

8.

Sebuah tim wirausaha siswa ingin memasarkan produk ekoenzim buatan mereka ke pasar yang didominasi oleh merek pembersih kimia besar. Strategi pemasaran yang paling efektif untuk menonjolkan nilai jual produk ekoenzim mereka adalah dengan berfokus pada ....

a)

harga yang sangat murah dibandingkan produk lain di pasaran

b)

kemasan yang mewah dan menarik perhatian konsumen

c)

daya bersih yang setara dengan produk kimia terkuat di pasaran

d)

klaim "solusi total pengolahan limbah" dan "produk zero-waste buatan sendiri"

e)

aroma wangi parfum buatan yang ditambahkan setelah panen

9.

Produk pembersih komersial sering mencantumkan simbol bahaya seperti iritasi kulit atau bahaya bagi lingkungan akuatik. Ekoenzim, di sisi lain, diklaim sangat aman dan ramah lingkungan. Kandungan utama yang membuat ekoenzim relatif aman digunakan dan dibuang ke saluran air adalah ....

a)

ketiadaan bahan kimia sintetis seperti surfaktan dan fosfat yang dapat mencemari ekosistem perairan

b)

adanya alkohol dalam jumlah tinggi yang berfungsi sebagai antiseptik kuat namun mudah menguap

c)

nilai pH yang sangat tinggi (basa kuat) yang secara alami menetralkan polutan lain di air

d)

adanya zat pewarna alami dari kulit buah yang membuatnya mudah terurai di alam

e)

proses pembuatannya yang hanya memerlukan waktu fermentasi 3 bulan

10.

Dalam konteks pertanian ramah lingkungan, ekoenzim sering disebut dapat memperbaiki kualitas tanah dan membantu penyerapan nutrisi oleh tanaman. Hal ini terjadi karena ekoenzim mengandung enzim yang berperan penting dalam ....

a)

menangkap nitrogen bebas di udara untuk langsung diubah menjadi protein dalam tanaman

b)

mempercepat dekomposisi bahan organik yang ada di dalam tanah, melepaskan nutrisi yang terikat

c)

menetralkan pH tanah yang terlalu basa agar menjadi netral secara instan

d)

membunuh semua jenis mikroorganisme tanah, termasuk yang bermanfaat, sehingga hara tersedia

e)

mengubah sifat genetik tanaman agar tahan terhadap hama penyakit

11.

Ekoenzim yang sudah matang memiliki pH sekitar 3.5. Ketika akan digunakan sebagai cairan pembersih lantai sehari-hari, siswa disarankan untuk mengencerkannya dengan air (misalnya perbandingan 1:100). Apa tujuan utama dari pengenceran tersebut ....

a)

meningkatkan kekuatan asam agar lebih efektif membunuh kuman

b)

menurunkan pH cairan agar aman bagi kulit dan permukaan lantai

c)

menyesuaikan konsentrasi enzim agar tidak terlalu kuat dan merusak lantai keramik

d)

mengurangi aroma asam cuka yang menyengat di dalam ruangan

e)

menghemat penggunaan bahan baku karena volume larutan menjadi lebih banyak

12.

Kelompok siswa di SMA Negeri 3 berhasil memproduksi ekoenzim dalam skala besar dan menggunakannya untuk membersihkan seluruh area sekolah. Dari perspektif kewirausahaan sosial dan lingkungan, tindakan ini memberikan dampak ekonomi dan ekologi yang signifikan, kecuali ....

a)

mengurangi biaya operasional sekolah untuk pembelian cairan pembersih kimia komersial

b)

mengurangi jumlah limbah organik padat yang dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dari kantin sekolah

c)

menciptakan produk ramah lingkungan yang tidak mencemari saluran air sekolah

d)

meningkatkan permintaan pasar terhadap produk kimia pembersih konvensional

e)

menjadi proyek percontohan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha rintisan (startup) lokal

13.

Seorang siswa membuat ekoenzim menggunakan perbandingan standar (1:3:10). Namun, setelah satu bulan, cairan dalam wadah menunjukkan tanda-tanda pembusukan (aroma busuk menyengat dan muncul belatung), bukan aroma asam segar yang diharapkan. Faktor paling mungkin yang menyebabkan kegagalan ini adalah ....

a)

penggunaan jenis gula yang salah (menggunakan gula putih alih-alih molase)

b)

kurangnya bahan organik yang digunakan dalam campuran tersebut

c)

wadah penyimpanan yang digunakan tidak tertutup rapat (hermetis) sehingga terjadi kontaminasi udara dan bakteri pembusuk

d)

suhu ruang penyimpanan terlalu dingin, menghambat aktivitas mikroorganisme

e)

waktu fermentasi yang terlalu singkat (baru satu bulan)

14.

Ketika digunakan sebagai pupuk organik cair, ekoenzim sebaiknya diaplikasikan dengan cara diencerkan terlebih dahulu. Tujuan utama pengenceran ini adalah ....

a)

agar aroma asamnya tidak terlalu menyengat di area perkebunan

b)

untuk memastikan pH yang terlalu asam tidak merusak atau membakar akar tanaman secara langsung

c)

agar volume pupuk menjadi lebih banyak dan bisa digunakan untuk lahan yang lebih luas

d)

untuk mempercepat proses penyerapan enzim oleh daun tanaman

e)

agar warnanya menjadi lebih jernih dan terlihat lebih baik saat disiramkan

15.

Dari sisi kewirausahaan dan dampak lingkungan, keunggulan utama produk ekoenzim dibandingkan dengan produk pembersih konvensional berbahan kimia adalah ....

a)

ekoenzim dapat dijual dengan harga yang jauh lebih mahal

b)

ekoenzim dapat diproduksi massal dengan mesin pabrik yang canggih

c)

ekoenzim menggunakan bahan baku terbarukan (limbah organik) dan tidak mencemari lingkungan perairan

d)

ekoenzim memiliki warna yang menarik dan kemasan yang lebih modern

e)

ekoenzim memiliki umur simpan yang sangat pendek sehingga produksi harus terus menerus

16.

Formula standar yang umum digunakan dalam pembuatan ekoenzim adalah perbandingan antara gula (molase), bahan organik (sisa buah/sayur), dan air. Perbandingan yang tepat untuk bahan-bahan tersebut secara berurutan adalah ....

a)

1 : 10 : 3

b)

1 : 3 : 10

c)

3 : 1 : 10

d)

10 : 1 : 3

e)

3 : 10 : 1

17.

Ekoenzim efektif digunakan sebagai agen pembersih karena mengandung enzim alami. Fungsi utama enzim dalam konteks pembersihan adalah ....

a)

menghilangkan bau tidak sedap dengan menutupi aromanya

b)

membunuh semua jenis bakteri secara instan dengan sifat basanya

c)

bertindak sebagai katalisator untuk mengurai kotoran organik seperti lemak dan protein

d)

meningkatkan pH air agar menjadi netral dan aman

e)

menjadi bahan pengawet agar produk tahan lama

18.

Salah satu indikator keberhasilan proses fermentasi ekoenzim yang siap panen adalah aroma dan nilai pH-nya. Karakteristik yang benar dari ekoenzim yang berhasil adalah ....

a)

berbau busuk menyengat dan memiliki pH tinggi (basa)

b)

berbau alkohol kuat dan memiliki pH netral (sekitar 7)

c)

berbau segar seperti buah dan memiliki pH sangat rendah (di bawah 3)

d)

berbau asam cuka (asam asetat) dan memiliki pH rendah (sekitar 3.5)

e)

tidak berbau sama sekali dan keruh

19.

Seorang siswa ingin membuat ekoenzim untuk keperluan menyiram tanaman agar lebih subur. Namun, ia hanya memiliki kulit apel dan gula pasir dalam jumlah sedikit. Solusi terbaik agar fermentasi tetap berhasil adalah ....

a)

menambahkan pupuk kimia untuk mempercepat fermentasi

b)

mengurangi jumlah air agar perbandingan tetap sesuai

c)

menambah bahan organik lain seperti plastik agar volume lebih banyak

d)

menambahkan deterjen sedikit agar aroma wangi

e)

membuka botol setiap hari agar gas keluar dan fermentasi cepat selesai

20.

Seorang siswa ingin menjual produk ekoenzim sebagai cairan serbaguna (serbaguna untuk pel, pupuk, dan antiseptik). Agar produk memiliki nilai jual tinggi, inovasi yang paling tepat adalah ....

a)

menjual dalam botol bekas apa adanya tanpa label

b)

menambahkan pewarna tekstil agar warna lebih menarik

c)

menambahkan aroma alami dari kulit jeruk dan membuat label kemasan edukatif

d)

mengencerkan produk agar volume lebih banyak meskipun kualitas menurun

e)

membuat harga sangat mahal agar dianggap premium