NEW
Font size
WorksheetsTRY OUT UP PAI
Total questions: 62
Worksheet time: 31mins
Guru bertanggung jawab mengembangkan kemampuan dan seni mengajar sehingga menarik perhatian siswa. Pada saat guru melihat siswa tidak memperhatikan pembelajaran, maka yang perlu dilakukan ....
mengajak peserta didik melakukan aktivitas bersama
mengatur intonasi suara untuk menarik perhatian
menegur peserta didik untuk memperhatikan
mengajukan pertanyaan pada peserta didik
menggunakan nama siswa sebagai contoh penjelasan
Guru PAI mengajak peserta didik untuk memahami secara mendalam kriteria hadis sahih, dengan menerapkan pendekatan Project Based Learning (PjBL) dalam bentuk tugas membuat video pendek yang menjelaskan kriteria hadis sahih. Instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai kompetensi siswa adalah ....
Catatan anecdotal untuk mencatat performa dan perilaku yang menonjol, disertai latar belakang kejadian dan hasil analisis atas observasi yang dilakukan
Ceklis kehadiran dan partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok
Checklist untuk memastikan semua aspek yang dinilai telah dievaluasi secara komprehensif dan terstruktur
Grafik perkembangan yang menggambarkan tahap perkembangan siswa dalam belajar
Rubrik untuk menilai kinerja secara objektif dan transparan berdasarkan kriteria dan standar yang jelas
Ibu Murni merancang pembelajaran materi pembentukan akhlak karimah dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda sesuai dengan perbedaan individu. Pertama, Strategi "Poster Inspiratif" di mana siswa diminta membuat poster yang menggambarkan nilai-nilai akhlak karimah seperti jujur, sabar, dan menghormati orang tua. Kedua, Strategi "Drama Mini Akhlak" di mana siswa membuat dan memainkan drama pendek yang menggambarkan contoh perilaku akhlak karimah, misalnya menolong teman, memaafkan kesalahan, atau menghormati guru. Rancangan pembelajaran seperti ini berpendekatan...
Diferensiasi proses
Diferensiasi konten
Diferensiasi sumber
Diferensiasi produk
Diferensiasi lingkungan
Pernyataan-pernyataan praktik pembelajaran terkait dengan materi tentang Islam sebagai agama moderat, sebagai berikut: 1) Penyajian materi ajar menggunakan teks, wacana, dan dialog yang di dalamnya mencerminkan adanya sikap moderat dalam Islam, seperti toleransi, keseimbangan, dan keadilan. 2) Metode pembelajaran menggunakan metode interaktif seperti diskusi, studi kasus, dan simulasi percakapan yang melibatkan skenario kehidupan sehari-hari terkait keberagaman, baik dalam konteks Islam maupun hubungan antaragama. 3) Pembelajaran materi keagamaan berorientasi pada penguatan dan penanaman sikap terbuka terhadap perbedaan dengan memperkenalkan istilah atau konsep dalam berbagai mazhab/pendapat. Pernyataan tersebut yang bermuatan semangat nilai-nilai moderasi beragama dan alasannya yang paling benar adalah ....
Pernyataan nomor (2) benar, karena penggunaan metode pembelajaran secara interaktif dapat mengubah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara bermain peran dan mendemonstrasikan kekerasaan sebagai salah satu strateginya untuk mengejawantahkan esensi ajaran agama, berdasarkan prinsip trial and error.
Pernyataan nomor (3) benar, karena penguatan sikap dan nilai itu dapat ditanamkan melalui pembelajaran yang modern sehingga bisa mempengaruhi cara pandang siswa dalam kehidupan bersama, dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama di era Gen Z dan Alpha, yang melindungi kemaslahatan umum.
Pernyataan nomor (2) kurang tepat, metode atau strategi apapun tidak bisa mempengaruhi cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama siswa, langkah-langkah apapun dalam mengejawantahkan esensi ajaran agama, yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berdasarkan prinsip adil, seimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa, mengalami kendala yang berat.
Pernyataan nomor (1) benar, karena materi dapat mengubah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama, yang melindungi martabat
Pernyataan nomor (1) kurang tepat, karena cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama tidak bisa dipengaruhi oleh pemilihan materi, sehingga dengan cara apapun pengejawantahan esensi ajaran agama, yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berdasarkan prinsip adil, seimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa akan kandas atau tidak berhasil.
Guru harus memastikan peserta didik menguasai materi pembelajaran. Langkah-langkah yang dilakukan guru untuk memastikan peserta didik menguasai materi pelajaran adalah ...
menetapkan materi sesuai tujuan, mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai sumber bacaan, menyusun materi secara terstruktur, mengembangkan media penyampaian materi
menetapkan materi sesuai tujuan, menyusun materi secara terstruktur, mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai sumber bacaan, mengembangkan media penyampaian materi
menyusun materi secara terstruktur, menetapkan materi sesuai tujuan, mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai sumber bacaan, mengembangkan media penyampaian materi
mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai sumber bacaan, menetapkan materi sesuai tujuan, menyusun materi secara terstruktur, mengembangkan media penyampaian materi
menetapkan materi sesuai tujuan, mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai sumber bacaan, mengembangkan media penyampaian materi, menyusun materi secara terstruktur
Seorang guru meyakini bahwa perubahan perilaku pada siswa merupakan sebuah proses yang melibatkan perubahan pada aspek lain. Keyakinan yang dimaksud guru tersebut adalah ....
Perubahan perilaku dipengaruhi oleh aspek perasaan, cara berpikir dan fisiologi
Perubahan perilaku memerlukan perubahan pada lingkungannya
Perubahan perilaku memerlukan latihan-latihan dan penguatan
Perubahan perilaku cenderung diawali dengan perubahan cara berpikir
Perubahan perilaku merupakan target utama dalam mendidik siswa
Ibu Soraya mengajar di sekolah inklusif. Ketika mengajar pada hari pertama masuk sekolah ada siswa yang berperilaku agresif. Berikut ini adalah contoh tindakan yang menunjukkan bahwa bu Soraya adalah seorang guru yang menjunjung tinggi harkat dan martabat peserta didik.
Menasihati anak tersebut disertai ancaman hukuman nonfisik.
Meminta anak tersebut membuat surat pernyataan untuk dibaca secara keras.
Memindahkan tempat duduk siswa berdampingan dengan siswa yang nakal.
Meminta teman-temannya untuk mengawasi tindakan anak tersebut.
Meminta siswa tersebut untuk duduk di bangku belakang.
Ibu Soraya mengajar di sekolah inklusif. Ketika mengajar pada hari pertama masuk sekolah ada siswa yang berperilaku agresif. Berikut ini adalah contoh tindakan yang menunjukkan bahwa bu Soraya adalah seorang guru yang menjunjung tinggi harkat dan martabat peserta didik.
Menasihati anak tersebut disertai ancaman hukuman nonfisik.
Meminta anak tersebut membuat surat pernyataan untuk dibaca secara keras.
Memindahkan tempat duduk siswa berdampingan dengan siswa yang nakal.
Meminta teman-temannya untuk mengawasi tindakan anak tersebut.
Meminta siswa tersebut untuk duduk di bangku belakang.
Guru PAI merencanakan pembelajaran pada materi akhlak karimah pemberani (Syaja'ah) dengan pendekatan TPACK. Tentukan alur materi ajar pembentukan akhlak karimah sebagai pilar pengembangan karakter bangsa dalam perencanaan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik! Pendekatan Pembelajaran: Teknologi, Pedagogik, Conten, Knowledge
1) Fakta-fakta keberanian pahlawan dalam tayangan film perjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2) Pengertian saja'ah 3) Semangat heroik yang mendorong keberanian para pahlawan
1) Nilai-nilai keberanian pahlawan dalam tayangan film perjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2) Guru memberikan melakukan penilaian sikap siswa dalam memperlihatkan tayangan film tentang saja'ah 3) Nilai-nilai keimanan yang mendorong keberanian tokoh pahlawan dalam tayangan film perjuangan
1) Nilai-nilai keberanian pahlawan dalam tayangan film perjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2) Pengertian saja'ah 3) Perilaku nedak para pahlawan
1) Nilai-nilai keberanian pahlawan dalam tayangan film perjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2) Nama-nama pahlawan kemerdekaan 3) Latar belakang agama yang dianut oleh pahlawan kemerdekaan
1) Nilai-nilai keberanian pahlawan dalam tayangan film perjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2) Pengertian saja'ah 3) Perilaku nedak tokoh pahlawan dalam tayangan film perjuangan.
Guru hendaknya dapat mengembangkan sikap rela berkorban bagi bangsa dan negara, termasuk bagi kepentingan masyarakat banyak. Ketika ada sebagian warga masyarakat mengalami musibah kebakaran, maka guru dalam pembelajaran dapat melakukan ....
mengajak menyisihkan uang saku untuk memberikan donasi
memberi bantuan kepada peserta didik yang terkena musibah
membawa para peserta didik untuk melihat rumah yang terbakar
memberikan petunjuk ketika berkunjung ke tempat kebakaran
mengarahkan peserta didik berhati-hati dalam bertindak apapun
Guru membuat tujuan pembelajaran materi empat kekuatan/potensi utama jiwa (quwwah) menurut Imam al-Ghazali. Redaksi tujuan itu adalah peserta didik menerapkan sikap hikmah, berani dan iffah dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai calon guru PAI profesional, asesmen yang tepat sesuai tujuan pembelajaran di atas adalah....
Memberikan soal uraian tentang definisi quwwah dan aplikasinya dalam kehidupan remaja.
Menilai hasil proyek poster yang dibuat peserta didik tentang tiga kekuatan jiwa.
Menugaskan peserta didik membuat makalah tentang hubungan antara akhlak dan kekuatan jiwa.
Menggunakan rubrik observasi perilaku untuk mencatat sikap peserta didik selama proses pembelajaran.
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut terkait praktik pembelajaran materi sistem pendidikan pada masa Khulafaur Rasyidin: 1) Guru menyajikan konten secara kontekstual dengan membandingkan sistem halaqah pada masa Khulafaur Rasyidin dengan metode mentoring dalam pembelajaran digital masa kini. 2) Guru menggunakan metode ceramah satu arah dan tidak memberi ruang diskusi ataupun refleksi dari peserta didik. 3) Guru memanfaatkan aplikasi pembelajaran daring untuk memfasilitasi kolaborasi peserta didik dalam membahas nilai-nilai pendidikan Islam klasik dan relevansinya saat ini. 4) Guru memberikan tugas hafalan tentang nama-nama Khulafaur Rasyidin tanpa mengaitkan kontribusi mereka terhadap sistem pendidikan. 5) Guru mengajak peserta didik untuk membuat video kreatif yang mengangkat kembali nilai-nilai pendidikan Islam pada masa Khulafaur Rasyidin dalam konteks kekinian. Manakah kombinasi pernyataan yang menunjukkan praktik baik (best practice) dalam pelaksanaan pembelajaran berkualitas secara berkelanjutan?
2, 3, dan 5
1, 2, dan 4
1, 2, dan 3
1, 3, dan 5
2, 4, dan 5
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut: 1) Guru mengintegrasikan ChatGPT untuk membantu siswa merangkum materi, namun tidak membimbing cara penggunaannya secara etis. 2) Seorang guru memanfaatkan aplikasi AI visual untuk menjelaskan materi sejarah kebudayaan Islam, tetapi tidak memeriksa akurasi konten yang dihasilkan. 3) Guru membuat tugas berbasis AI generatif untuk Gen Z, namun seluruh asesmen dilakukan dengan cara konvensional. 4) Guru memberikan kebebasan penuh kepada siswa menggunakan AI dalam membuat presentasi, tanpa adanya rubrik evaluasi yang memadai. 5) Guru menggunakan teknologi AI secara terintegrasi dan membimbing peserta didik untuk menggunakannya secara bertanggung jawab serta menyesuaikan pendekatan dengan gaya belajar mereka. Pernyataan yang menunjukkan praktik bermasalah dan solusinya secara ilmiah adalah ...
1, 2, dan 3, karena ketiganya melibatkan AI, namun tidak disertai kontrol dari guru.
3, 4, dan 5, karena menunjukkan perbedaan penggunaan teknologi tanpa memperhatikan integritas akademik.
1, 3, dan 5, karena hanya menyebutkan ketidaksesuaian antara tugas dan asesmen.
1, 2, dan 4, karena menampilkan penyalahgunaan teknologi tanpa pendampingan dan kriteria evaluasi yang jelas.
2, 4, dan 5, karena menunjukkan ketidaksesuaian konten, rubrik, dan pendekatan gaya belajar.
Dalam pembelajaran PAI kelas X SMA, guru menyampaikan materi "Islam sebagai Agama yang Moderat" yang menekankan nilai tawassuth (moderat), tasamuh (toleransi), dan ta’adul (adil). Asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian siswa masih enggan bekerja sama dengan teman yang berbeda keyakinan atau mazhab, bahkan ada yang tidak mau bermakmum dalam shalat berjamaah dengan yang berbeda madzhab. Guru berusaha merancang pembelajaran dapat membentuk sikap toleran dan inklusif, lalu merancang asesmen akhir untuk menilai perubahan sikap siswa terhadap keberagaman. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai perubahan sikap siswa terkait moderasi beragama adalah ...
Lembar observasi dengan indikator sikap toleransi, inklusivitas, dan kerja sama lintas mazhab.
Penugasan kepada peserta didik untuk membuat esai tentang pentingnya toleransi dalam Islam.
Soal uraian tentang pengertian moderasi beragama dalam Islam.
Angket tertutup untuk mengukur pemahaman peserta didik tentang moderasi beragama.
Rubrik penilaian ceramah tentang pentingnya menghargai perbedaan.
Pak Rafiq menyampaikan materi mengenai tokoh-tokoh pemimpin Islam seperti para khulafaur Rasyidun tentang keterampilan kepemimpinan yang mereka miliki. Sebelum pembelajaran dimulai, guru melakukan asesmen awal untuk mengetahui keterampilan siswa dalam menyajikan hasil analisis kepemimpinan sejarah Islam, baik secara lisan maupun tulisan. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kesulitan dalam menyajikan hasil analisis kepemimpinan para khalifah Islam secara terstruktur dan jelas. Setelah pembelajaran, guru ingin menilai apakah keterampilan siswa dalam menyajikan hasil analisis kepemimpinan sejarah Islam telah berkembang. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai keterampilan siswa dalam menyajikan hasil analisis kepemimpinan dalam sejarah Islam adalah...
Instrumen penugasan esai tentang perbandingan gaya kepemimpinan para khalifah.
Pedoman wawancara untuk menggali pemahaman siswa tentang tokoh kepemimpinan Islam.
Rubrik penilaian untuk menilai struktur dan kualitas presentasi hasil analisis siswa.
Tes objektif tentang karakteristik kepemimpinan para khalifah.
Angket tertutup yang mengukur pandangan siswa terhadap gaya kepemimpinan tokoh Islam.
Dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Karakter di kelas X SMA, guru menyampaikan materi tentang pentingnya nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum memulai pembelajaran, guru melakukan asesmen awal untuk mengetahui sikap siswa terkait nilai-nilai tersebut. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kurang menunjukkan sikap jujur, misalnya dalam pekerjaan rumah atau saat ujian. Setelah materi tentang nilai kebersamaan dan kejujuran disampaikan, guru ingin menilai apakah ada perubahan sikap siswa, terutama dalam hal kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap teman. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai perubahan sikap siswa terhadap nilai kebersamaan, kejujuran, dan tanggung jawab adalah...
Teknik angket yang mengukur pandangan siswa tentang pentingnya kejujuran dalam kehidupan sosial.
Teknik observasi terhadap perilaku siswa dalam aktivitas kelompok dan interaksi sehari-hari.
Teknik tes tertulis yang mengukur pengetahuan tentang teori kejujuran dan tanggung jawab.
Teknik penugasan yang meminta siswa menulis laporan pribadi mengenai pengalaman tentang nilai tanggung jawab.
Teknik wawancara untuk menggali pandangan siswa tentang nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Guru menjelaskan pada para siswanya tentang Sustainability Development Goals (SDGs). Tujuan yang dirancang guru adalah membangun kesadaran pentingnya pendidikan bermutu. Siswa diharapkan memiliki komitmen untuk tekun dan giat dalam menyerap materi pelajaran. Apakah substansi yang dituju dari kegiatan yang dilakukan oleh guru?
Mendorong siswa menjadi teladan belajar sepanjang hayat.
Mendorong siswa memiliki motivasi yang kuat untuk mengembangkan diri dalam 1 satuan tahun pelajaran.
Memberikan tambahan pengetahuan untuk memperkaya materi pelajaran.
Mengembangkan keterampilan belajar siswa.
Membangun kesadaran pentingnya mengatur diri dalam proses belajar mengajar.
Pak Ahmad guru mata pelajaran telah melakukan pengembangan materi ajar untuk keperluan pembelajaran yang pada setiap proses dan akhir pembelajaran dilaksanakan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan perbaikan pembelajaran sebagai berikut: 1) Penetapan tujuan pembelajaran terkait moderasi beragama yang berorientasi pada cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama siswa. 2) Pemilihan materi pembelajaran yang praktis terdiri dari konsep moderat dalam kitab suci agama yang terbagi dalam tiga dimensi, yaitu moderat dalam keyakinan, moderat dalam akhlak/etika/budi pekerti, moderat dalam persoalan ajaran agama. 3) Penggunaan strategi pembelajaran bersifat reflektif yakni mendorong siswa untuk merefleksikan pemahaman, pengalaman dan sikap keberagamaan mereka. 4) Pemanfaatan media pembelajaran di era digital melalui video pembelajaran, podcast, konten yang menarik tentang kesadaran moderasi beragama. Berdasarkan pernyataan tersebut, dilakukan pengembangan materi yang paling tepat untuk memperkuat nilai-nilai Islam sebagai agama yang moderat adalah ....
Toleransi: Menerima perbedaan sebagai fitrah manusia dalam kehidupan.
Komitmen Kebangsaan: Menghormati simbol-simbol kenegaraan bangsa lain.
Penerimaan terhadap tradisi: Melestarikan adat dan budaya orang lain secara suka rela.
Komitmen Kebangsaan: Tidak mengakui wilayah negaranya sebagai satu kesatuan.
Anti Kekerasan: Main hakim sendiri dalam kehidupan sosial.
Pak Budiman menyusun materi Fikih. Salah satu paragrafnya berbunyi: "Pernikahan menurut istilah syara' adalah akad yang mengandung ketentuan hukum kebolehan hubungan seksual dengan lafaz nikah atau kata-kata yang semakna dengannya" (al-Anshary, t.t.: 30). Selanjutnya, Abdurrahman al-Jaziri menyatakan bahwa "Perkawinan adalah perjanjian suci antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membentuk keluarga bahagia." Definisi kedua ini membantu menghilangkan kesan negatif masyarakat terhadap makna pernikahan dan menempatkannya sebagai institusi yang mulia. Berdasarkan materi tersebut, tujuan pembelajaran pada ranah pengetahuan yang tepat agar peserta didik mampu berpikir kritis adalah...
Peserta didik mampu menyebutkan suatu definisi pernikahan dengan bahasa sendiri secara tepat.
Peserta didik mampu mengembangkan refleksi diri tentang definisi pernikahan.
Peserta didik mampu mengevaluasi suatu definisi pernikahan secara lebih komprehensif.
Peserta didik mampu berempati kepada orang lain terkait dengan definisi pernikahan.
Peserta didik mampu menghasilkan gagasan yang orisinal tentang definisi pernikahan.
Sebagai guru Akidah Akhlak, Pak Mutohar memberikan materi dengan tiga level: 1) Pengenalan dasar dan ciri-ciri umum mu'jizat, karamah, dan sihir. Tujuannya adalah untuk memahami pengertian dan perbedaan umum ketiganya secara sederhana. 2) Perbedaan konseptual dan sumber dalil. Tujuannya adalah untuk memahami perbedaan hakikat, tujuan, dan hukum dari ketiganya. 3) Kajian filosofis dan teologis. Tujuannya adalah untuk menganalisis makna teologis dan implikasi akidah dari fenomena ketiganya. Rancangan pembelajaran di atas berpendekatan....
Deferensiasi proses
Deferensiasi produk
Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Deferensiasi lingkungan
Deferensiasi konten
Guru PAI yang profesional, pendekatan pembelajaran yang paling tepat agar bisa membantu masalah personal yang sedang dihadapi siswa adalah....
Pendekatan di mana guru menggunakan berbagai metode, materi, dan penilaian untuk memenuhi kebutuhan individual setiap peserta didik, sehingga membantu peserta didik belajar secara lebih efektif karena mereka dapat belajar sesuai dengan gaya dan kecepatan belajar mereka (Diferensiasi)
Pendekatan yang melibatkan siswa dalam proses mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan mengomunikasikan hasil sehingga dapat mengembangkan kompetensinya secara holistik (SAINTIFIC)
Pendekatan dan strategi pembelajaran yang menyesuaikan konten, proses, dan produk dengan kebutuhan individu setiap siswa. Sehingga pembelajaran memberikan fleksibilitas yang membuat siswa dapat mencapai potensi terbaiknya. (Difrensiasi)
Pendekatan dan strategi yang dapat memperhatikan aspek kognitif, afektif, dan spiritual peserta didik, mengutamakan penciptaan lingkungan yang aman, hubungan interpersonal yang empatik, sehingga guru sekaligus konselor. (Humanistik/holistik)
Pendekatan yang bisa mengembangkan keterampilan praktis dan pemecahan masalah melalui proyek-proyek yang menantang. Peserta didik tidak hanya mempelajari materi, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis dan pemecahan masalah melalui proyek-proyek yang menantang (PBL dan PJBL)
Dalam pembelajaran pada materi zakat, guru PAI juga melaksanakan Program penguatan profil pelajar pancasila (PS). Tentukan materi ajar PAI untuk mencapai tujuan nilai-nilai berpikir kritis dan gotong royong!
1. Ayat-ayat al-Quran tentang gotong royong. 2. Ayat-ayat al-Quran tentang kewajiban berpikir kritis.
1. Zakat di zaman modern. 2. Kebersamaan dan pengelolaan zakat fitrah.
1. Menganalisis berbagai pendapat ulama tentang ketentuan zakat. 2. Hubungan antara zakat dengan nilai gotong royong.
1. Pelaksanaan zakat fitrah pada masa Rasulullah. 2. Para penerima zakat fitrah.
1. Kontekstualisasi zakat. 2. Ketentuan wajib zakat.
Dalam pembelajaran PAI pada peserta didik SMA yang sudah lancar dan fasih membaca Al-Qur'an, guru PAI merencanakan tujuan pembelajaran yang dirumuskan peserta didik menganalisis berbagai solusi problematika penerapan sikap lemah lembut sebagaimana dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 159 melalui model PBL. Tentukan materi yang paling tepat dengan model pembelajaran tersebut.
Problematika makharijul huruf bagi anak-anak dan solusinya.
Problematika penerapan sikap lemah lembut dan solusinya dalam kehidupan nyata.
Problematika tafsir Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 59.
Problematika kefasihan anak dalam membaca Al-Qur'an.
Problematika menerapkan ayat mutasyabihat dalam kehidupan nyata.
Dalam pembelajaran Hak-Hak Rakyat dalam Perspektif Islam di kelas XI MA, Pak Busyra menyampaikan materi mengenai prinsip-prinsip Islam tentang keadilan sosial, hak hidup, hak berpendapat, dan hak memperoleh perlindungan hukum. Sebelum pembelajaran, Pak Busyra melakukan asesmen awal pada aspek pengetahuan, dan hasilnya menunjukkan bahwa sebagian siswa hanya mengetahui hak-hak rakyat secara umum tanpa mengaitkannya dengan dalil syar'i dan konteks sejarah Islam. Setelah pembelajaran, Pak Busyra ingin mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap hubungan antara hak-hak rakyat dan ajaran Islam secara lebih mendalam. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat yang dapat digunakan Pak Busyra untuk menilai peningkatan pengetahuan siswa setelah pembelajaran adalah....
Penugasan proyek sosial sebagai bentuk praktik nilai hak rakyat.
Wawancara mendalam tentang pemahaman siswa terhadap nilai-nilai keislaman.
Observasi perilaku siswa dalam menyikapi isu sosial.
Penilaian diri untuk mengetahui perubahan sikap terhadap nilai-nilai Islam.
Pemberian tes esai untuk mengukur kemampuan analisis terhadap hak-hak rakyat dalam Islam.
Dalam pembelajaran materi mu'jizat, karamah, dan sihir, guru PAI menyusun instrumen asesmen sebagai berikut: 1) Jelaskan perbedaan antara mujizat, karamah, dan sihir berdasarkan dalil dan konteks masa kini! 2) Bagaimana sikap anda terhadap praktik perdukunan yang marak di masyarakat yang tidak bisa dipisahkan dengan sihir? 3) Pilihlah opsi: a. Selalu b. Sering c. kadang d. Tidak pernah. Saya pergi ke dukun setiap ada permasalahan hidup. 4) Buatlah sebuah poster yang menunjukan perbedaan antara mu'jizat, karamah, dan sihir. 5) Sebutkan ciri-ciri mujizat disertai dengan 5 contoh! Instrumen asesmen yang tepat untuk menilai aspek sikap adalah....
(3) dan (4)
(1) dan (2)
(2) dan (4)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
Dalam memahami pesan ayat Al-Qur'an dengan penafsiran bil ma'tsur, peserta didik belajar dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL). Tentukan rancangan yang paling tepat untuk langkah-langkah pembelajaran PBL tersebut!
Peserta didik: 1. Membaca ayat Al-Qur'an yang dipelajari. 2. Menerjemahkan perkata ayat Al-Qur'an yang dipelajari. 3. Menemukan kata-kata yang memiliki arti berbeda dari kamus. 4. Memahami ayat Al-Qur'an yang dipelajari berdasarkan pendapat mufassir.
Peserta didik: 1. Membaca ayat Al-Qur'an yang dipelajari. 2. Menerjemahkan perkata ayat Al-Qur'an yang dipelajari. 3. Menemukan kata-kata yang memiliki arti berbeda dari konteks. 4. Memahami ayat Al-Qur'an yang dipelajari berdasarkan arti kata.
Peserta didik: 1. Membaca ayat Al-Qur'an yang dipelajari. 2. Menerjemahkan perkata ayat Al-Qur'an yang dipelajari. 3. Menemukan kata-kata yang memiliki arti berbeda dari konteks. 4. Memahami ayat Al-Qur'an yang dipelajari berdasarkan pendapat mufassir.
Peserta didik: 1. Menerima masalah nyata dalam kehidupan yang berhubungan dengan cara menafsirkan ayat Al-Qur'an yang dipelajari. 2. Mencari data hadis atau perkataan sahabat untuk menafsirkan ayat Al-Qur'an yang dipelajari. 3. Mendiskusikan hadis dan perkataan sahabat yang ditemukan. 4. Mempresentasikan solusi atas jawaban terhadap masalah yang ditemukan.
Peserta didik: 5. Membaca ayat Al-Qur'an yang dipelajari. 6. Menerjemahkan perkata ayat Al-Qur'an yang dipelajari. 7. Menemukan kata-kata yang memiliki arti berbeda dari teks. 8. Memahami ayat Al-Qur'an yang dipelajari berdasarkan pendapat mufassir.
Berikut adalah alur pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada materi Kewajiban Rakyat dalam Pemerintahan Islam dengan pendekatan DL (Deep Learning): 1) Ayat dan Hadis inspiratif: Guru menyajikan ayat QS. Al-Baqarah: 195 tentang kewajiban orang beriman untuk taat kepada Allah, Rasul, dan Pemerintah untuk membangun pemahaman awal kepada siswa. 2) Analisis Teks Suci: Siswa secara berkelompok menafsirkan beberapa ayat tentang kewajiban taat kepada pemimpin, kemudian mendiskusikan maknanya dalam kehidupan modern sekarang ini. 3) Gamifikasi: Guru mengadakan kuis interaktif menggunakan aplikasi seperti Quizizz atau Kahoot untuk menguji pemahaman siswa tentang kewajiban taat kepada pemimpin secara menyenangkan. 4) Siswa didorong untuk terus menerapkan nilai kewajiban taat kepada pemimpin dalam kehidupan sehari-hari dan berbagi pengalaman mereka dalam forum kelas. Alur pembelajaran di atas yang sesuai dengan Fase Persiapan (Mindful Learning) dan Fase Eksplorasi (Meaningful Learning) adalah....
(2) dan (3)
(1) dan (4)
(3) dan (4)
(1) dan (2)
(1) dan (3)
Seorang guru menjelaskan materi di kelas. Besoknya guru menemukan sumber bacaan berkenaan dengan materi yang kemarin diajarkan di kelas. Berdasarkan informasi pada sumber bacaan terbaru, ternyata terdapat kekeliruan informasi yang telah disampaikan. Tindakan yang dilakukan guru berkaitan dengan kekeliruan informasi pada sumber bacaan adalah....
Mempergunakan informasi baru pada kelas yang berbeda.
Meminta maaf pada siswa atas kekeliruan tersebut.
Memberitahukan kekeliruan informasi pada pertemuan berikutnya.
Membagikan sumber bacaan baru tersebut.
Meminta guru lain untuk menyampaikan materi dari sumber bacaan terbaru.
Pada pelaksanaan pembelajaran PAI pada materi jumlah rakaat shalat sunnah tarawih, Guru PAI mengembangkan materi ketentuan shalat tarawih secara moderat berdasarkan pendapat beberapa madzhab fiqh. Kemukakan alasan yang paling tepat nilai kemoderatan yang ada pada pembelajaran pada materi shalat sunnah tarawih tersebut!
Menanamkan nilai taadub. (berkeadaban/Etika)
Menanamkan nilai tasamuh. (Toleransi)
Menanamkan nilai tawazun. (Keseimbangan)
Pemberian hukuman untuk menegakkan disiplin dapat menjadi tindak kekerasan. Hukuman dan hadiah diperlukan untuk menguatkan perilaku yang diharapkan. Hukuman harus memberikan efek jera sehingga mengurangi atau menghilangkan perilaku yang tidak perlu dan atau negatif. Bentuk hukuman yang mendidik pada kasus siswa kesiangan, siswa...
memperoleh poin nilai pengurangan pada buku siswa
mengerjakan tugas sesuai mata pelajaran jam pertama
membersihkan halaman sekolah dengan alat-alat kebersihan
membaca dan menyalin kitab suci
melakukan push up 20 kali
Seorang guru PAI di SMA menggunakan bantuan aplikasi AI berbasis chatbot untuk menjawab pertanyaan peserta didik tentang makna ayat-ayat Al-Qur'an, ia juga menyusun bahan ajar dengan bantuan platform digital untuk menyesuaikan kebutuhan belajar peserta didik yang beragam. Namun, ia belum menguasai cara bergantung penuh pada hasil AI tanpa mengkaji ulang kontennya dari sisi pedagogi maupun akurasi tafsir. Dari kasus tersebut, kemampuan guru yang belum optimal dan perlu ditingkatkan sebagai bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan adalah...
Mengintegrasikan video pembelajaran AI-generated ke dalam perangkat ajar
Menggunakan aplikasi perekam layar untuk membuat tutorial pengajaran
Meningkatkan keterampilan dalam menyusun soal digital berbasis platform kuis interaktif
Mengembangkan kecakapan literasi digital dan literasi Al-Qur'an untuk memverifikasi hasil AI
Meningkatkan kemampuan komunikasi daring dengan peserta didik di luar kelas
Guru menyampaikan materi seputar kewajiban negara dalam menjamin kesejahteraan dan keamanan warganya. Namun, penyajian materi hanya menggunakan buku teks bacaan tanpa penggunaan media audio maupun visual padahal peserta didiknya ada yang mengalami gangguan pendengaran. Pendekatan yang paling sesuai untuk diterapkan dalam situasi tersebut adalah...
Menggunakan Pendekatan Kontekstual
Menggunakan Pendekatan berbasis teknologi
Melaksanakan pendekatan pembelajaran berbasis Masalah (PBL)
Melaksanakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan anak berkebutuhan khusus (ABK)
Melaksanakan pendekatan dengan Basis Proyek (PjBL)
Bu Aisyah menyusun materi bahan ajar Akidah. Materi itu berbunyi, "Kita tidak memiliki kebebasan mutlak, kita lahir tidaklah atas kehendaknya sendiri. Bahkan orang tua, lingkungan, zaman dan tempat dia dilahirkan pun tidak bisa diusahakan." Berdasarkan materi di atas, tujuan pembelajaran ranah sikap yang tepat untuk mengembangkan sikap penerimaan terhadap tradisi peserta didik adalah...
Peserta didik melaksanakan Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia dengan penuh tanggung jawab
Peserta didik menerima tradisi atau budaya lokal secara mutlak sebagai wujud dari penghormatan terhadap perbedaan
Peserta didik menerima tradisi atau budaya lokal selama tidak bertentangan dengan ajaran dan prinsip-prinsip agama
Peserta didik mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan secara tepat
Peserta didik membiasakan untuk menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya secara tepat
Guru menyampaikan materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir dengan menggunakan pendekatan Deep Learning, pada langkah yang paling akhir dalam pendekatan ini adalah fase refleksi dan evaluasi (evaluation stage). Teknik penilaian pada fase refleksi dan evaluasi yang paling tepat adalah...
Jurnal reflektif tentang bagaimana pemahaman mereka tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir berubah setelah mengikuti pembelajaran ini
Tes isian singkat mengenai ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir
Catatan anekdotal untuk mengetahui perkembangan langkah-langkah deep learning dalam pembelajaran tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir
Ceklis untuk mengamati keaktifan siswa saat diskusi kelompok tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir
Observasi untuk mengamati keaktifan siswa saat diskusi kelompok tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir
Guru menjelaskan klasifikasi hadis menjadi tiga yaitu sahih, hasan, dan daif berdasarkan kajian sanad dan matan. Namun, faktanya ada permasalahan di masyarakat yaitu tersebarnya hadis-hadis daif bahkan palsu. Untuk memecahkan masalah tersebut, peserta didik perlu dikembangkan keterampilannya untuk membuat suatu poster atau video podcast berisi bahaya menyebarkan hadis palsu secara kolaboratif. Strategi pembelajaran yang paling tepat untuk tujuan tersebut adalah...
Project Based Learning (PjBL)
Problem Based Learning (PBL)
Technological, Pedagogical and Content Knowledge (TPACK)
Differentiated Based Learning (DBL)
Deep learning (DL)
Seorang guru sejarah kebudayaan Islam sedang mempersiapkan pembelajaran materi "Transformasi Peradaban Islam" di kelas XI. Untuk menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik yang heterogen dalam gaya belajar dan tingkat kematangan berpikir, guru menerapkan model pelayanan konseling di dalam proses penyusunan dan penyampaian materi. Dalam menyiapkan alur materi ajar agar efektif mengevaluasi tujuan pembelajaran dan membangun pemahaman siswa secara mendalam, strategi yang paling tepat dilakukan guru adalah...
Menentukan tema utama transformasi peradaban, memetakan relevansinya dengan isu kontemporer yang dekat dengan pengalaman siswa, lalu mengintegrasikan sesi konseling reflektif pada setiap tahapan pembelajaran
Menyusun urutan materi berdasarkan kronologi sejarah Islam dengan fokus pada penghafalan peristiwa, kemudian mengadakan sesi konseling umum di akhir semester
Mengadaptasi alur materi berdasarkan minat mayoritas siswa, namun tetap menyajikan transformasi peradaban secara utuh hanya di akhir pembelajaran
Menyampaikan seluruh materi ajar sesuai kurikulum secara linear, lalu mengadakan evaluasi akademik tanpa mempertimbangkan perubahan psikososial peserta didik
Membagi materi menjadi proyek kelompok berdasarkan periode sejarah, membiarkan siswa mencari koneksi sendiri dengan kehidupan mereka melalui diskusi bebas tanpa konseling terstruktur
Pak Umar menyusun materi bahan ajar Hadis. Di antara paragraf materi itu berbunyi, "Salah satu kriteria hadis sahih adalah tidak boleh ada syadz (kejanggalan). Imam al-Syafi'i sebagaimana dikutip al-Naisaburi menjelaskan bahwa kejanggalan dalam periwayatan adalah apabila sebuah hadis diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah, namun bertentangan dengan mayoritas riwayat lain yang juga tsiqah." Berdasarkan materi di atas, tujuan pembelajaran ranah keterampilan yang tepat supaya peserta didik memiliki semangat gotong royong adalah...
Peserta didik mengkomunikasikan hasil diskusi dengan menghilangkan stereotip dan prasangka
Peserta didik mengkomunikasikan hasil diskusi dengan percaya diri, tangguh (resilient), dan adaptif
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi tentang kriteria hadis sahih dengan bekerja sama
Peserta didik mengkomunikasikan hasil diskusi dengan menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya
Peserta didik menyampaikan hasil diskusi dengan mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan
Dalam pembelajaran PAI kelas XI tentang fikih kontemporer, guru menyampaikan materi hukum e-commerce. Namun, materi tersebut disajikan tanpa mengaitkannya secara langsung dengan realitas kehidupan bermuamalah peserta didik di era digital. Sebagai calon guru PAI yang bertanggung jawab atas pengajaran fikih kontemporer, Anda diminta untuk menggunakan model pembelajaran yang membantu peserta didik mengembangkan pemahaman tentang diri mereka sendiri dan lingkungannya sehingga mereka dapat membuat keputusan yang tepat dalam bermuamalah di era modern. Strategi yang paling tepat yang perlu Anda terapkan adalah...
Membentuk kelompok diskusi untuk membahas masalah fikih kontemporer tanpa bimbingan langsung, dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari solusi secara mandiri
Memberikan tes atau ujian tertulis tentang fikih kontemporer dengan fokus pada materi hukum-hukum fikih klasik dan perbandingan dengan fikih kontemporer
Menggunakan media sosial sebagai sarana diskusi kelompok tentang fikih kontemporer dengan peserta didik lainnya
Menyampaikan materi fikih kontemporer melalui ceramah, kemudian memberikan tugas individu untuk menulis esai tentang penerapan hukum fikih dalam kehidupan modern
Menyediakan layanan bimbingan konseling yang berfokus pada masalah-masalah fikih kontemporer dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk mendiskusikan permasalahan mereka terkait fikih dalam kehidupan sehari-hari
Karena keaktifan dan minat peserta didik rendah dalam pembelajaran, Pak Budiman menggunakan media Kahoot! untuk kuis interaktif mengenai pemahaman siswa terhadap materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Hal ini menunjukkan bahwa Pak Budi merancang pembelajaran dengan pendekatan...
Pedagogical Knowledge - PK (metode pembelajaran)
Technological Knowledge - TK (Media pembelajaran)
Differentiation Based Learning/DBL (berkebutuhan)
Problem Based Learning (PBL)
Content Knowledge - CK (konten / materi)
Untuk memperkuat keterampilan meneliti, guru menerapkan model pembelajaran berbasis proyek secara kelompok. Peserta didik diminta mengamati praktik ekonomi di sekitar, menganalisis apakah praktik tersebut mengandung unsur riba atau tidak, menyusun laporan, dan mempresentasikan hasil analisis di hadapan kelas. Berdasarkan tujuan pembelajaran tersebut, instrumen asesmen yang paling tepat untuk digunakan adalah
Rubrik yang berisi penilaian kerjasama dalam kelompok, kelancaran presentasi, ketajaman analisis, kekuatan argumentasi, dan kelengkapan laporan.
Rubrik yang berisi penilaian kehadiran dalam presentasi, ketajaman analisis, kekuatan argumentasi, dan solusi masalah.
Rubrik yang berisi penilaian kenyaringan suara ketika presentasi, ketajaman analisis, kekuatan argumentasi, dan solusi masalah.
Rubrik yang berisi penilaian intonasi ketika presentasi, ketajaman analisis, kekuatan argumentasi, dan kelengkapan laporan.
Rubrik yang berisi penilaian kerjasama, kefasihan presentasi, ketajaman analisis, kekuatan argumentasi, dan solusi masalah.
Pak Karnadi mengajarkan materi Islam sebagai agama yang moderat. Agar internalisasi sikap moderat berlangsung efektif, ia perlu menggunakan pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat dengan dukungan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan media berbasis teknologi. Rancangan pembelajaran yang demikian ini menggunakan pendekatan
Differentiation Based Learning/DBL
Project Based Learning (PBL)
Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Technological Pedagogical and Content Knowledge/TPACK
Problem Based Learning (PBL)
Dalam pelaksanaan pembelajaran di SD pada materi shalat wajib, guru PAI mengembangkan materi ajar yang memasukkan nilai-nilai moderasi beragama, yaitu tasamuh. Manakah yang termasuk contoh pengembangan materi yang menunjukkan pembelajaran tasamuh pada materi shalat wajib untuk peserta didik SD?
Keutamaan membaca doa iftitah
Perbandingan keutamaan bacaan iftitah menurut madzhab tertentu
Bacaan iftitah dari berbagai madzhab
Keharusan iftitah berdasarkan madzhab tertentu
Bacaan iftitah dari satu madzhab saja
Sebagai guru al-Qur'an Hadis, Pak Mustofa memberikan tugas kepada peserta didik untuk membuat poster klasifikasi hadis ditinjau dari kualitasnya disertai dengan hukum maqbul dan mardudnya pengamalan hadis tersebut. Rancangan pembelajaran di atas berpendekatan
Project Based Learning (PjBL)
Technological Pedagogical and Content Knowledge/TPACK
Problem Based Learning (PBL)
Differentiation Based Learning/DBL
Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Pak Ahmad menyusun materi bahan ajar Akhlak tentang sifat khauf. Berdasarkan materi ini, tujuan pembelajaran pada ranah sikap yang tepat, guna meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, adalah
Peserta didik terbiasa komunikasi untuk mencapai tujuan bersama dalam kehidupan sehari-hari (sikap spiritual dan keterampilan)
Peserta didik terbiasa mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari (pengetahuan dan sikap sosial)
Peserta didik mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya (keterampilan dan pengetahuan)
Peserta didik terbiasa melaksanakan ritual ibadah dalam kehidupan sehari-hari (sikap spiritual)
Peserta didik terbiasa menunjukkan inisiatif dan bekerja secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari (sikap sosial)
Ibu Anita membelajarkan materi ajar yang di dalamnya memuat nilai-nilai penguatan Profil Pelajar Keagamaan melalui aktivitas: 1) Melakukan pengenalan dan langkah membangun kesadaran terhadap tema yang sedang dipelajari. 2) Melakukan kontekstualisasi materi dengan cara menggali permasalahan di lingkungan sekitar yang terkait dengan topik pembahasan. 3) Melakukan praktik dengan merumuskan peran yang dapat dilakukan melalui aksi nyata. 4) Melakukan refleksi terhadap proses penguatan nilai-nilai dan melakukan evaluasi dan refleksi. 5) Melakukan tindak lanjut dengan cara menyusun langkah strategis dalam pembelajaran selanjutnya. Materi yang potensial dikembangkan berdasarkan aktivitas pembelajaran dalam konteks Profil tersebut adalah
Berkeadaban, Musyawarah, Toleransi, Dinamis dan inovatif, kebaikan sehingga materi ini relevan dengan penguatan moderasi beragama
Berkeadaban, Kesetaraan, Musyawarah, Toleransi, Kemandirian sehingga materi ini relevan dengan penguatan moderasi beragama
Berkeadaban, Keteladanan, Kewarganegaraan dan kebangsaan, mengambil jalan tengah dan berimbang
Berkeadaban, Keteladanan, Kewarganegaraan dan kebangsaan, mengambil jalan tengah dan keesaan sebagai materi pokok pembahasan dalam pembelajaran
Berkeadaban, Musyawarah, Toleransi, Dinamis dan inovatif, kenegarawanan sebagai materi pokok pembahasan dalam pembelajaran
Guru PAI melaksanakan pembelajaran pada materi zakat profesi dengan pendekatan Differentiated Based Learning (DBL). Karena gaya belajar peserta didik adalah auditori, penggunaan media berbasis teknologi yang paling tepat adalah
E-book kumpulan fatwa Majelis Ulama tentang zakat profesi
Tanya jawab melalui media WhatsApp
Penggunaan internet untuk mencari artikel tentang ketentuan zakat profesi
Penyajian peta konsep tentang ketentuan zakat profesi
Video ceramah guru tentang ketentuan zakat profesi
Bu Qomariyah melaksanakan program penguatan profil pelajar pancasila dengan hadits: “Seorang Muslim wajib mendengar dan taat kepada pemimpin dalam hal yang ia sukai maupun yang ia benci, kecuali jika diperintahkan untuk melakukan maksiat.” Pengembangan materi ini relevan dengan tujuan pendidikan karakter nilai-nilai PPRA yang paling tepat adalah
Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan (Ta'addub)
Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama (syura)
Melaksanakan hak dan kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia (Muwaathanah)
Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan (Musaawah)
Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi (Qudwah)
Seorang guru PAI menanamkan nilai zuhud dengan meninggalkan urusan dunia secara keseluruhan agar peserta didik benar-benar menjauhi kenakalan. Pendekatan ini kurang tepat karena tidak mempertimbangkan perkembangan zaman. Rancangan pembelajaran yang paling tepat untuk menghadapi situasi di atas adalah
Menyusun pembelajaran dengan menekankan pada metode keteladanan guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai kezuhudan
Menyusun materi tentang hikmah zuhud yang dihafal peserta didik agar mereka menginternalisasikan nilai zuhud dalam pribadi mereka
Menyusun pembelajaran berbasis masalah dengan membuat suatu produk berupa poster yang berisi dalil-dalil tentang zuhud
Menyediakan materi ajar berbasis literasi digital untuk mengajarkan tentang kezuhudan dan kejujuran di dunia maya
Menyusun pembelajaran berbasis masalah penyimpangan akhlak sebagai umat Islam yang diakibatkan oleh kondisi kemiskinan dalam bentuk PBL
Rancangan pembelajaran tentang zuhud: seorang guru PAI menanamkan nilai zuhud dengan menyarankan peserta didiknya untuk meninggalkan urusan dunia secara keseluruhan agar terhindar dari kenakalan. Rancangan pembelajaran yang paling tepat untuk situasi ini adalah
Menyusun pembelajaran dengan menekankan pada metode keteladanan guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai kezuhudan
Menyusun materi tentang hikmah zuhud yang dihafal peserta didik agar mereka menginternalisasikan nilai zuhud dalam pribadi mereka
Menyusun pembelajaran berbasis masalah dengan membuat suatu produk berupa poster yang berisi dalil-dalil tentang zuhud
Menyediakan materi ajar berbasis literasi digital untuk mengajarkan tentang kezuhudan dan kejujuran di dunia maya
Menyusun pembelajaran berbasis masalah penyimpangan akhlak sebagai umat Islam yang diakibatkan oleh kondisi kemiskinan dalam bentuk PBL
Dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL), guru memfasilitasi peserta didik agar dapat menyusun peta konsep tentang klasifikasi hadis. Tentukan langkah-langkah pembelajaran yang tepat sesuai model PjBL (sintak PjBL: pertanyaan mendasar, perencanaan schedule, jadwal, memonitor keaktifan project, menguji hasil, evaluasi)
Guru mengorientasikan peserta didik pada masalah klasifikasi hadis; guru meminta peserta didik berdiskusi untuk membuat peta konsep klasifikasi hadis; guru menugaskan peserta didik melaporkan peta konsep tentang klasifikasi hadis.
Guru memfasilitasi peserta didik untuk berdiskusi tentang klasifikasi hadis; guru meminta peserta didik untuk membaca modul tentang klasifikasi hadis; guru menugaskan peserta didik menyusun peta konsep tentang klasifikasi hadis.
Guru meminta peserta didik membaca modul tentang klasifikasi hadis; guru memfasilitasi peserta didik untuk berdiskusi tentang klasifikasi hadis; guru menugaskan peserta didik menyusun peta konsep tentang klasifikasi hadis.
Guru memfasilitasi peserta didik untuk membaca modul, berdiskusi, dan melapor tanpa orientasi masalah terlebih dahulu.
Seorang guru PAI mengajar materi zakat produktif dengan pendekatan blended learning. Guru menyajikan video tentang zakat produktif dan menugaskan peserta didik membuat poster digital, namun tidak memberikan pendampingan diskusi sinkron dan rubrik penilaian yang jelas. Akibatnya, peserta didik bingung dan poster yang dibuat tidak mencerminkan pemahaman mendalam. Praktik baik yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran ini adalah:
Menugaskan peserta didik mencari referensi tambahan dari berbagai platform media sosial.
Menyediakan sesi diskusi interaktif dan rubrik penilaian yang jelas sebelum penugasan proyek.
Memberikan ujian tertulis sebagai bentuk asesmen akhir terhadap pemahaman zakat produktif.
Mengalihkan pendekatan pembelajaran menjadi ceramah untuk menjelaskan kembali konsep zakat.
Mengganti media video dengan bahan ajar teks agar peserta didik fokus membaca dan memahami.
Seorang guru membahas materi hubungan antara takdir dan iman kepada hari akhir, tetapi penyajiannya kurang menciptakan kesetaraan belajar, menjembatani kesenjangan, dan memaksimalkan potensi setiap siswa. Untuk memaksimalkan pembelajaran agar dapat diserap oleh seluruh siswa, guru perlu menggunakan rancangan pembelajaran berikut:
Guru berperan sebagai fasilitator, dengan membantu siswa dalam memilih proyek, memberikan pertanyaan yang menantang, dan membimbing siswa selama proses pembelajaran proyek.
Guru memberi tugas kepada siswa untuk mencari dan membandingkan pendapat ulama klasik berkaitan dengan materi.
Guru membagi peserta didik berdasarkan gaya belajar mereka untuk mengekspresikan pemahaman secara kreatif sesuai minat masing-masing.
Guru berupaya membuat siswa memahami materi pelajaran secara lebih mendalam, bukan hanya sekadar menghafal. Siswa didorong untuk berpikir kritis.
Seorang guru menyampaikan tafsir QS. Al-Baqarah: 2, tetapi materi yang disampaikan hanya berfokus pada penafsiran normatif tanpa mengontekstualisasikannya dengan masalah saat ini. Akibatnya, peserta didik menjadi kurang aktif dan kritis. Untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menerapkan konsep pada masalah nyata, serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, guru perlu menggunakan strategi:
Problem Based Learning (PBL)
Technological, Pedagogical and Content Knowledge (TPACK)
Deep learning (DL)
Differentiated Based Learning (DBL)
Project Based Learning (PjBL)
Guru PAI melakukan evaluasi terhadap pemahaman siswa dengan meminta mereka menyebutkan hikmah beriman kepada takdir. Tentukan materi ajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dengan pendekatan DBL!
Meyakini dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi, semuanya berada dalam pengetahuan, kehendak, dan ketetapan Allah SWT.
Secara rasional, adanya takdir dapat dibuktikan melalui pemahaman tentang keteraturan alam semesta dan keterbatasan manusia. Segala sesuatu di dunia ini—seperti rotasi bumi, pertumbuhan makhluk hidup, dan kematian—terjadi dengan aturan yang teratur dan tidak bisa dihindari, menunjukkan bahwa ada ketetapan dan kehendak yang lebih tinggi yang mengaturnya.
Takdir terbagi menjadi dua, yaitu mubram dan muallaq. Takdir mubram adalah ketetapan Allah yang mutlak dan tidak bisa diubah, seperti kematian dan jenis kelamin seseorang. Sedangkan takdir muallaq adalah ketetapan Allah yang masih bisa berubah tergantung pada usaha, ikhtiar, dan doa manusia.
Dalam ajaran Ahlus Sunnah wal Jama'ah, dijelaskan bahwa Allah memang mengetahui dan menetapkan segala sesuatu, tetapi manusia tetap diberi kebebasan dalam memilih, sehingga ia tetap bertanggung jawab atas semua perbuatannya.
Manusia menyadari bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah membuat hati lebih tenang saat menghadapi musibah.
Menurut Al-Zamakhsyari, kriteria ayat-ayat yang tergolong muhkam adalah ayat-ayat yang berhubungan erat dengan realitas, sedangkan mutasyabihat adalah ayat-ayat yang membutuhkan penelitian. Berdasarkan materi di atas, tujuan pembelajaran yang paling sesuai agar peserta didik memiliki kemampuan berpikir dinamis dan inovatif adalah:
Peserta didik mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan tentang ayat muhkam dan mutasyabihat secara cermat.
Peserta didik merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya tentang ayat muhkam dan mutasyabihat secara kritis.
Peserta didik menerima hasil gagasan yang orisinal dan teknik untuk memahami ayat-ayat mutasyabihat secara mutlak.
Peserta didik menghasilkan gagasan yang orisinal untuk menemukan teknik memahami ayat-ayat mutasyabihat secara bertanggung jawab.
Peserta didik mengajukan pertanyaan secara kritis tentang ayat-ayat mutasyabihat.
Pak Shodik melakukan pembelajaran agar siswa dapat menerapkan nilai-nilai jujur dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan deep learning pada tahap Fase Refleksi dan Evaluasi. Pembelajaran yang bisa dirancang dalam pendekatan ini adalah:
Siswa memberikan umpan balik terhadap proyek kelompok lain dan mendiskusikan tantangan serta keberhasilan mereka dalam menerapkan nilai jujur.
Siswa melakukan simulasi tentang bagaimana seseorang bisa menerapkan nilai jujur dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam interaksi dalam pekerjaan.
Guru menyajikan ayat al-Qur'an dan Hadis tentang jujur untuk membangun pemahaman awal.
Siswa membuat proyek "Gerakan jujur" yang melibatkan tindakan nyata di komunitas, seperti menjual dagangan dengan tema kejujuran dalam bentuk jual beli swalayan.
Siswa secara berkelompok menafsirkan beberapa ayat dan hadis tentang jujur, kemudian mendiskusikan maknanya dalam kehidupan modern.
Pada pelaksanaan pembelajaran mengenai perkembangan kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Khalifah Umar bin Khattab, guru membangun keterhubungan antara konsep kepemimpinan masa al-Rasyidin dengan kondisi kekinian sehingga materi tersebut benar-benar bermanfaat bagi peserta didik. Deep learning yang digunakan dalam pembelajaran tersebut berada pada fase:
Fase Eksplorasi (Exploration Stage).
Membangun Kesadaran (Mindful Learning).
Menjadikan Pembelajaran Menyenangkan (Joyful Learning).
Fase Refleksi dan Evaluasi (Reflection and Evaluation Stage).
Menciptakan Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning).
Anda baru saja diangkat menjadi Pengawas oleh Kepala Dinas Pendidikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi Anda. Namun, jabatan baru ini mengharuskan Anda menempuh perjalanan sekitar satu jam, padahal sebelumnya Anda hanya perlu 5 menit berjalan kaki ke sekolah. Bagaimana sikap Anda menghadapi situasi ini?
Melakukan negosiasi dengan kepala dinas agar dipindahkan ke tempat yang lebih dekat.
Menjalankan dengan sepenuh hati demi kebaikan bersama.
Meyakinkan kepada anggota keluarga akan risiko jabatan baru itu.
Menolak jabatan tersebut karena pertimbangan kepentingan keluarga.
Siap menjalankan karena setiap pekerjaan pasti ada risikonya.
Seorang guru menyajikan materi tentang mu'jizat, karamah, dan sihir, namun kurang mengontekstualisasikannya dengan kondisi kekinian. Akibatnya, peserta didik merasa tertekan karena hanya menghafal perbedaan ketiganya dan kesulitan memahami relevansinya dengan fenomena spiritual, teknologi ilusi, dan praktik supranatural di era modern. Strategi yang paling tepat untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna, tidak menekan, dan menyenangkan adalah:
Project Based Learning, karena peserta didik diminta membuat proyek kreatif yang menampilkan perbedaan ketiga konsep tersebut.
Inquiry Learning, karena peserta didik diminta menelusuri pengertian mu'jizat, karamah, dan sihir dari berbagai sumber.
Contextual Teaching and Learning, karena peserta didik diminta mengaitkan materi dengan kejadian sehari-hari dalam masyarakat.
Deep Learning, karena peserta didik didorong menganalisis secara kritis dan mendalam makna serta relevansi ketiga konsep tersebut di era modern.
Problem Based Learning, karena peserta didik diajak memecahkan masalah tentang fenomena spiritual modern secara kolaboratif.
Pada pelaksanaan pembelajaran mengenai hak-hak rakyat dalam perspektif Islam, guru menggunakan sebuah permainan yang membuat murid sangat senang. Deep learning yang digunakan dalam pembelajaran tersebut berada pada fase:
Membangun Kesadaran (Mindful Learning)
Menjadikan Pembelajaran Menyenangkan (Joyful Learning)
Fase Refleksi dan Evaluasi (Reflection and Evaluation Stage)
Menciptakan Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning)
Fase Persiapan (Preparation Stage)
Seorang guru mengajarkan materi pengendalian quwwatu syahwah (kekuatan syahwat). Ia menggunakan slide presentasi dan video, serta memberikan tes pilihan ganda dan tugas membuat poster digital. Namun, guru tidak mengadakan refleksi atau diskusi terbuka mengenai tantangan yang dihadapi siswa, dan tidak memfasilitasi umpan balik dari siswa atas proses pembelajaran. Praktik evaluasi pembelajaran yang paling tepat dan berkelanjutan untuk meningkatkan akhlak karimah peserta didik adalah:
Menggunakan polling online untuk mengetahui siswa mana yang sudah memahami materi.
Menilai hasil poster digital dengan rubrik penilaian visual dan desain.
Memberikan soal uraian tentang pengertian quwwatu syahwah dan dalilnya dalam Al-Qur'an.
Mengadakan refleksi terbimbing dan jurnal harian peserta didik sebagai sarana evaluasi afektif dan tindak lanjut karakter.
Memberikan kuis daring secara periodik untuk mengukur daya ingat siswa terhadap materi.
Seorang guru menyampaikan materi tentang pembentukan akhlak mulia dengan mengoptimalkan quwwah al-syahwah (potensi syahwat). Namun, ia masih menggunakan media konvensional seperti buku paket dan catatan, yang membuat siswa kurang antusias dan kesulitan mengaitkan materi dengan tantangan moral di era digital, seperti body shaming, perundungan di media sosial, dan sikap konsumtif. Cara agar pembelajaran akhlak karimah menjadi adaptif dan relevan adalah:
Guru menyampaikan video berisi ceramah tentang pentingnya pembentukan akhlak mulia dengan mengoptimalkan quwwah al-syahwah (potensi syahwat) secara proporsional.
Guru menggunakan video animasi interaktif untuk menjelaskan pembentukan akhlak mulia, memanfaatkan media sosial untuk diskusi.
