wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Virologi-Wahyu

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Salah satu jenis spesimen yang dapat digunakan untuk identifikasi virus adalah usap (swab) nasofaring, yang dapat digunakan untuk pemeriksaan dan identifikasi virus di bawah ini, kecuali...

a)

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SASR-CoV-2)

b)

Influenza A

c)

Adenovirus

d)

Respiratory Syncytial Virus (RSV)

e)

Human Papilloma Virus (HPV)

2.

Mengapa penting untuk menghindari proses pembekuan dan pencairan berulang pada sampel virus di laboratorium?

a)

Karena dapat meningkatkan kadar antigen virus dan memperbaiki hasil uji sehingga hasil lebih akurat

b)

Karena dapat merusak komponen virus seperti protein dan asam nukleat sehingga hasil uji menjadi tidak akurat

c)

Karena proses beku-cair berulang justru membuat sampel lebih tahan lama terhadap perubahan suhu selama penyimpanan

d)

Karena setiap kali sampel dibekukan ulang, kualitasnya akan meningkat akibat proses stabilisasi alami protein

e)

Karena proses pembekuan dan pencairan berulang dapat menimbulkan kontaminasi silang serta perubahan volume akibat penguapan

3.

Apa yang dimaksud dengan isolasi virus dalam laboratorium virologi?

a)

Proses menghancurkan virus agar tidak menular pada sampel lain

b)

Proses penyimpanan virus dalam suhu rendah untuk menjaga kestabilannya

c)

Proses identifikasi jenis virus berdasarkan hasil pemeriksaan serologis

d)

Proses memisahkan dan menumbuhkan virus dari sampel untuk memperoleh virus hidup dan murni guna penelitian lebih lanjut

e)

Proses inaktivasi virus menggunakan bahan kimia agar aman digunakan di laboratorium

4.

Mengapa tidak semua virus dapat tumbuh pada semua bagian telur berembrio?

a)

Karena semua bagian telur memiliki kondisi yang sama sehingga virus sulit beradaptasi

b)

Karena virus hanya dapat berkembang biak pada sel yang memiliki reseptor yang cocok dengannya dan dipengaruhi oleh faktor seperti struktur sel serta nutrisi

c)

Karena virus dapat berkembang biak dengan baik di seluruh bagian telur tanpa memerlukan kondisi khusus

d)

Karena setiap virus membutuhkan lingkungan bebas nutrisi untuk bereplikasi secara optimal

e)

Karena pertumbuhan virus di telur berembrio hanya bergantung pada kadar oksigen di dalam embrio

5.

Seorang ATLM akan melakukan inokulasi Newcastle Disease Virus menggunakan telur ayam berembrio. Bagian manakah dari telur ayam berembrio yang paling sesuai untuk pertumbuhan virus tersebut?

a)

Rongga alantois (Allantoic cavity)

b)

Kantung kuning telur (Yolk sac)

c)

Membran korialantois (Chorioallantoic membrane)

d)

Rongga amnion (Amniotic cavity)

e)

Membrane cangkang (Shell membrane)

6.

Saat melakukan isolasi virus menggunakan hewan. Virus dapat diberikan kepada hewan coba melalui berbagai jalur, seperti injeksi intraperitoneal (ke dalam rongga perut), subkutan (di bawah kulit), intrasebral (ke dalam otak), dan intranasal (melalui hidung). Berikut ini merupakan dasar pemilihan injeksi untuk isolasi virus pada hewan coba, kecuali...

a)

Organ target virus

b)

Rute alami infeksi virus

c)

Umur, jenis, dan kondisi fisiologis hewan coba

d)

Tujuan penelitian serta jenis pemeriksaan yang akan dilakukan

e)

Preferensi jenis jarum suntuk yang akan digunakan untuk injeksi

7.

Apa yang dimaksud dengan efek sitopatik (Cytopathic Effect atau CPE) pada kultur sel yang terinfeksi virus?

a)

Perubahan warna media akibat aktivitas metabolik sel normal

b)

Perubahan struktur atau kematian sel akibat infeksi virus yang dapat diamati dengan mikroskop

c)

Pertumbuhan berlebihan sel karena stimulasi faktor pertumbuhan virus

d)

Pembentukan antibodi oleh sel terhadap infeksi virus

e)

Reaksi kimia antara virus dan media kultur yang menyebabkan endapan

8.

Berikut ini merupakan metode molekuler dalam mengidentifikasi virus, kecuali...

a)

Enzyme linked immunosorbant assay (ELISA)

b)

Real time polymerase chain reaction (RT PCR)

c)

Quantitative polymerase chain reaction (qPCR)

d)

Loop Mediated Isothermal Amplification (LAMP)

9.

Materi genetik Human Immunodeficiency Virus berupa...

a)

Single strand RNA (+)

b)

Double strand RNA

c)

Double strand DNA

d)

Single strand DNA

e)

Single strand RNA (-)

10.

Virus HIV menginfeksi sel CD4 dengan bantuan ko-reseptor pada permukaan sel inang. Ko-reseptor yang berperan dalam proses masuknya HIV ke dalam sel adalah...

a)

CCR5 dan CXCR4

b)

CCR5 dan ACE2

c)

CXCR4 dan ACE2

d)

CD8 dan CCR5

e)

CXCR4 dan TLR4

11.

Virus Hepatitis B (HBV) termasuk dalam famili...

a)

Hepadnaviridae

b)

Laviviridae

c)

Picornaviridae

d)

Lentivirus

e)

Orthomyxovirus

12.

Infeksi yang ditimbulkan oleh Virus Hepatitis B umumnya menyerang organ hati dan dapat menyebabkan...

a)

Peradangan hati yang dapat bersifat akut maupun kronis, disertai gejala seperti kulit dan mata menguning, urin gelap, mual, muntah, serta kelelahan

b)

Gangguan pencernaan ringan seperti diare, kembung, dan nafsu makan menurun tanpa adanya kerusakan hati

c)

Infeksi pada saluran empedu yang menyebabkan nyeri perut kanan atas dan gangguan sekresi empedu tanpa keterlibatan hati

d)

Peradangan ringan pada kulit dan otot akibat respon imun tubuh terhadap infeksi virus

e)

Gangguan fungsi ginjal akibat penumpukan metabolit virus dalam darah

13.

Salah satu karakteristik penting virus influenza adalah memiliki genom RNA tersegmentasi yang memungkinkan terjadinya genetic reassortment. Dampak dari peristiwa ini adalah...

a)

Terjadinya perubahan bertahap pada struktur antigen virus karena akumulasi mutasi kecil

b)

Terbentuknya varian virus baru akibat pertukaran segmen genom yang dapat menyebabkan perubahan mendadak pada antigen permukaan

c)

Peningkatan stabilitas virus terhadap pelarut lipid dan formaldehida

d)

Penurunan kemampuan virus dalam menular karena kehilangan segmen genom tertentu

e)

Terhambatnya replikasi virus akibat ketidakstabilan struktur RNA

14.

Proses pelepasan (release) virus Influenza dari sel inang terjadi melalui mekanisme ...... yang dimediasi oleh protein permukaan virus.

a)

Lisis sel (lysis)

b)

Pembentukkan tunas (budding)

c)

Eksositosis

d)

Endositosis

e)

Kematian sel inang

15.

Morfologi virus rabies terdiri atas glycoprotein spikes (G protein), matrix protein (M protein) dan nukleokapsid. Fungsi glycoprotein spikes (G protein) dalam proses replikasi virus rabies adalah...

a)

Penempelan atau pengikatan ke reseptor sel inang dan memicu masuknya virus ke dalam sel

b)

Memberi bentuk dan kestabilan pada virion serta membantu perakitan partikel virus baru

c)

Membentuk struktur heliks yang padat dalam inti virus

d)

Selubung protein yang mengelilingi dan melindungi asam nukleat

e)

Membantu memperkuat kemampuan virus dalam proses pelepasan (release) virus

16.

Pada pengobatan infeksi HIV, diberikan pengobatan anti-retroviral (ARV). Berikut ini adalah tujuan pemberian ARV, kecuali...

a)

Menyembuhkan infeksi secara total sehingga virus hilang dari tubuh

b)

Menekan replikasi virus agar jumlah viral load menurun

c)

Meningkatkan jumlah dan fungsi sel CD4 dalam tubuh

d)

Mencegah timbulnya infeksi oportunistik dan memperpanjang harapan hidup penderita

e)

Mengurangi risiko penularan HIV kepada orang lain

17.

Salah satu cara mencegah penularan virus adalah dengan pemberian vaksin. Apakah yang dimaksud dengan vaksin?

a)

Zat kimia yang digunakan untuk membunuh virus di luar tubuh

b)

Sediaan yang mengandung mikroorganisme atau komponennya yang dilemahkan atau dimatikan untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh tanpa menimbulkan penyakit

c)

Obat yang digunakan untuk menyembuhkan infeksi virus yang sudah terjadi

d)

Cairan antibodi yang langsung diberikan untuk menghancurkan virus dalam tubuh

e)

Bahan pengawet biologis yang digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk medis

18.

Apa yang dimaksud dengan sindrom klinik infeksi virus?

a)

Reaksi imun tubuh terhadap infeksi bakteri yang menimbulkan gejala khas

b)

Kondisi tubuh tanpa gejala meskipun terinfeksi virus

c)

Gangguan metabolik akibat efek samping pengobatan antivirus

d)

Perubahan genetik pada virus yang menyebabkan penurunan virulensi

e)

Kumpulan gejala dan tanda yang timbul akibat infeksi virus pada tubuh manusia, baik bersifat sistemik maupun spesifik sesuai lokasi infeksi

19.

Berikut ini merupaka tujuan dilakukannya isolasi virus, kecuali...

a)

Mengetahui jenis dan sifat virus penyebab infeksi

b)

Mendapatkan stok virus murni untuk penelitian

c)

Membandingkan virus baru dengan virus yang sudah diketahui

d)

Membantu dalam pembuatan vaksin dan uji sensitivitas terhadap antivirus

e)

Untuk menilai efektivitas antibiotik terhadap virus tertentu

20.

Salah satu langkah penting dalam menjaga kualitas sampel virus selama transportasi dan penyimpanan di laboratorium adalah penerapan sistem cold chain. Tujuan utama dari sistem ini adalah...

a)

Mempercepat proses pembekuan agar virus menjadi tidak aktif

b)

Menjaga suhu sampel tetap stabil dalam rentang tertentu agar komponen virus tidak rusak

c)

Menghentikan aktivitas enzim virus dengan cara menaikkan suhu penyimpanan

d)

Meningkatkan daya infeksi virus agar mudah diisolasi

e)

Menghemat energi listrik selama proses penyimpanan sampel