NEW
Font size
WorksheetsUAS Virologi-Wahyu
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Salah satu jenis spesimen yang dapat digunakan untuk identifikasi virus adalah usap (swab) nasofaring, yang dapat digunakan untuk pemeriksaan dan identifikasi virus di bawah ini, kecuali...
Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SASR-CoV-2)
Influenza A
Adenovirus
Respiratory Syncytial Virus (RSV)
Human Papilloma Virus (HPV)
Mengapa penting untuk menghindari proses pembekuan dan pencairan berulang pada sampel virus di laboratorium?
Karena dapat meningkatkan kadar antigen virus dan memperbaiki hasil uji sehingga hasil lebih akurat
Karena dapat merusak komponen virus seperti protein dan asam nukleat sehingga hasil uji menjadi tidak akurat
Karena proses beku-cair berulang justru membuat sampel lebih tahan lama terhadap perubahan suhu selama penyimpanan
Karena setiap kali sampel dibekukan ulang, kualitasnya akan meningkat akibat proses stabilisasi alami protein
Karena proses pembekuan dan pencairan berulang dapat menimbulkan kontaminasi silang serta perubahan volume akibat penguapan
Apa yang dimaksud dengan isolasi virus dalam laboratorium virologi?
Proses menghancurkan virus agar tidak menular pada sampel lain
Proses penyimpanan virus dalam suhu rendah untuk menjaga kestabilannya
Proses identifikasi jenis virus berdasarkan hasil pemeriksaan serologis
Proses memisahkan dan menumbuhkan virus dari sampel untuk memperoleh virus hidup dan murni guna penelitian lebih lanjut
Proses inaktivasi virus menggunakan bahan kimia agar aman digunakan di laboratorium
Mengapa tidak semua virus dapat tumbuh pada semua bagian telur berembrio?
Karena semua bagian telur memiliki kondisi yang sama sehingga virus sulit beradaptasi
Karena virus hanya dapat berkembang biak pada sel yang memiliki reseptor yang cocok dengannya dan dipengaruhi oleh faktor seperti struktur sel serta nutrisi
Karena virus dapat berkembang biak dengan baik di seluruh bagian telur tanpa memerlukan kondisi khusus
Karena setiap virus membutuhkan lingkungan bebas nutrisi untuk bereplikasi secara optimal
Karena pertumbuhan virus di telur berembrio hanya bergantung pada kadar oksigen di dalam embrio
Seorang ATLM akan melakukan inokulasi Newcastle Disease Virus menggunakan telur ayam berembrio. Bagian manakah dari telur ayam berembrio yang paling sesuai untuk pertumbuhan virus tersebut?
Rongga alantois (Allantoic cavity)
Kantung kuning telur (Yolk sac)
Membran korialantois (Chorioallantoic membrane)
Rongga amnion (Amniotic cavity)
Membrane cangkang (Shell membrane)
Saat melakukan isolasi virus menggunakan hewan. Virus dapat diberikan kepada hewan coba melalui berbagai jalur, seperti injeksi intraperitoneal (ke dalam rongga perut), subkutan (di bawah kulit), intrasebral (ke dalam otak), dan intranasal (melalui hidung). Berikut ini merupakan dasar pemilihan injeksi untuk isolasi virus pada hewan coba, kecuali...
Organ target virus
Rute alami infeksi virus
Umur, jenis, dan kondisi fisiologis hewan coba
Tujuan penelitian serta jenis pemeriksaan yang akan dilakukan
Preferensi jenis jarum suntuk yang akan digunakan untuk injeksi
Apa yang dimaksud dengan efek sitopatik (Cytopathic Effect atau CPE) pada kultur sel yang terinfeksi virus?
Perubahan warna media akibat aktivitas metabolik sel normal
Perubahan struktur atau kematian sel akibat infeksi virus yang dapat diamati dengan mikroskop
Pertumbuhan berlebihan sel karena stimulasi faktor pertumbuhan virus
Pembentukan antibodi oleh sel terhadap infeksi virus
Reaksi kimia antara virus dan media kultur yang menyebabkan endapan
Berikut ini merupakan metode molekuler dalam mengidentifikasi virus, kecuali...
Enzyme linked immunosorbant assay (ELISA)
Real time polymerase chain reaction (RT PCR)
Quantitative polymerase chain reaction (qPCR)
Loop Mediated Isothermal Amplification (LAMP)
Materi genetik Human Immunodeficiency Virus berupa...
Single strand RNA (+)
Double strand RNA
Double strand DNA
Single strand DNA
Single strand RNA (-)
Virus HIV menginfeksi sel CD4 dengan bantuan ko-reseptor pada permukaan sel inang. Ko-reseptor yang berperan dalam proses masuknya HIV ke dalam sel adalah...
CCR5 dan CXCR4
CCR5 dan ACE2
CXCR4 dan ACE2
CD8 dan CCR5
CXCR4 dan TLR4
Virus Hepatitis B (HBV) termasuk dalam famili...
Hepadnaviridae
Laviviridae
Picornaviridae
Lentivirus
Orthomyxovirus
Infeksi yang ditimbulkan oleh Virus Hepatitis B umumnya menyerang organ hati dan dapat menyebabkan...
Peradangan hati yang dapat bersifat akut maupun kronis, disertai gejala seperti kulit dan mata menguning, urin gelap, mual, muntah, serta kelelahan
Gangguan pencernaan ringan seperti diare, kembung, dan nafsu makan menurun tanpa adanya kerusakan hati
Infeksi pada saluran empedu yang menyebabkan nyeri perut kanan atas dan gangguan sekresi empedu tanpa keterlibatan hati
Peradangan ringan pada kulit dan otot akibat respon imun tubuh terhadap infeksi virus
Gangguan fungsi ginjal akibat penumpukan metabolit virus dalam darah
Salah satu karakteristik penting virus influenza adalah memiliki genom RNA tersegmentasi yang memungkinkan terjadinya genetic reassortment. Dampak dari peristiwa ini adalah...
Terjadinya perubahan bertahap pada struktur antigen virus karena akumulasi mutasi kecil
Terbentuknya varian virus baru akibat pertukaran segmen genom yang dapat menyebabkan perubahan mendadak pada antigen permukaan
Peningkatan stabilitas virus terhadap pelarut lipid dan formaldehida
Penurunan kemampuan virus dalam menular karena kehilangan segmen genom tertentu
Terhambatnya replikasi virus akibat ketidakstabilan struktur RNA
Proses pelepasan (release) virus Influenza dari sel inang terjadi melalui mekanisme ...... yang dimediasi oleh protein permukaan virus.
Lisis sel (lysis)
Pembentukkan tunas (budding)
Eksositosis
Endositosis
Kematian sel inang
Morfologi virus rabies terdiri atas glycoprotein spikes (G protein), matrix protein (M protein) dan nukleokapsid. Fungsi glycoprotein spikes (G protein) dalam proses replikasi virus rabies adalah...
Penempelan atau pengikatan ke reseptor sel inang dan memicu masuknya virus ke dalam sel
Memberi bentuk dan kestabilan pada virion serta membantu perakitan partikel virus baru
Membentuk struktur heliks yang padat dalam inti virus
Selubung protein yang mengelilingi dan melindungi asam nukleat
Membantu memperkuat kemampuan virus dalam proses pelepasan (release) virus
Pada pengobatan infeksi HIV, diberikan pengobatan anti-retroviral (ARV). Berikut ini adalah tujuan pemberian ARV, kecuali...
Menyembuhkan infeksi secara total sehingga virus hilang dari tubuh
Menekan replikasi virus agar jumlah viral load menurun
Meningkatkan jumlah dan fungsi sel CD4 dalam tubuh
Mencegah timbulnya infeksi oportunistik dan memperpanjang harapan hidup penderita
Mengurangi risiko penularan HIV kepada orang lain
Salah satu cara mencegah penularan virus adalah dengan pemberian vaksin. Apakah yang dimaksud dengan vaksin?
Zat kimia yang digunakan untuk membunuh virus di luar tubuh
Sediaan yang mengandung mikroorganisme atau komponennya yang dilemahkan atau dimatikan untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh tanpa menimbulkan penyakit
Obat yang digunakan untuk menyembuhkan infeksi virus yang sudah terjadi
Cairan antibodi yang langsung diberikan untuk menghancurkan virus dalam tubuh
Bahan pengawet biologis yang digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk medis
Apa yang dimaksud dengan sindrom klinik infeksi virus?
Reaksi imun tubuh terhadap infeksi bakteri yang menimbulkan gejala khas
Kondisi tubuh tanpa gejala meskipun terinfeksi virus
Gangguan metabolik akibat efek samping pengobatan antivirus
Perubahan genetik pada virus yang menyebabkan penurunan virulensi
Kumpulan gejala dan tanda yang timbul akibat infeksi virus pada tubuh manusia, baik bersifat sistemik maupun spesifik sesuai lokasi infeksi
Berikut ini merupaka tujuan dilakukannya isolasi virus, kecuali...
Mengetahui jenis dan sifat virus penyebab infeksi
Mendapatkan stok virus murni untuk penelitian
Membandingkan virus baru dengan virus yang sudah diketahui
Membantu dalam pembuatan vaksin dan uji sensitivitas terhadap antivirus
Untuk menilai efektivitas antibiotik terhadap virus tertentu
Salah satu langkah penting dalam menjaga kualitas sampel virus selama transportasi dan penyimpanan di laboratorium adalah penerapan sistem cold chain. Tujuan utama dari sistem ini adalah...
Mempercepat proses pembekuan agar virus menjadi tidak aktif
Menjaga suhu sampel tetap stabil dalam rentang tertentu agar komponen virus tidak rusak
Menghentikan aktivitas enzim virus dengan cara menaikkan suhu penyimpanan
Meningkatkan daya infeksi virus agar mudah diisolasi
Menghemat energi listrik selama proses penyimpanan sampel
