wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Manajemen Proyek – UTS

Total questions: 100

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Ketika sasaran proyek berubah di tengah pelaksanaan akibat revisi kebijakan nasional, manajer proyek harus?

a)

Menunda proyek sampai kebijakan stabil

b)

Meninjau kembali ruang lingkup dan baseline proyek untuk melakukan realignment

c)

Mengabaikan perubahan karena di luar kendalinya

d)

Mengalihkan tanggung jawab ke stakeholder

2.

Jika proyek mengalami perubahan pada “triple constraint”, manajer proyek sebaiknya?

a)

Melakukan rebaselining dengan mempertimbangkan waktu, biaya, dan cakupan

b)

Hanya mengubah jadwal agar target tetap tercapai

c)

Menyalahkan tim teknis

d)

Menghapus target biaya

3.

Dalam struktur organisasi matriks kuat, garis otoritas utama berada pada?

a)

Manajer fungsional

b)

CEO

c)

Manajer proyek

d)

Sponsor proyek

4.

Manajer proyek harus menyeimbangkan kebutuhan teknis dengan sumber daya manusia. Hal ini mencerminkan?

a)

Pendekatan sistem tertutup

b)

Fokus administratif

c)

Pendekatan sistem terbuka dalam manajemen proyek

d)

Mekanisme kontrol tunggal

5.

PMI mendefinisikan manajemen proyek sebagai?

a)

Ilmu mengatur dokumen proyek

b)

Penerapan pengetahuan, keterampilan, alat, dan teknik untuk memenuhi kebutuhan stakeholder

c)

Aktivitas untuk menghasilkan keuntungan

d)

Pelaporan hasil kepada atasan

6.

Proyek dapat dikatakan berhasil secara strategis jika?

a)

Selesai sesuai jadwal

b)

Selaras dengan tujuan organisasi induk dan menghasilkan manfaat jangka panjang

c)

Tidak melebihi biaya

d)

Tidak ada revisi dokumen

7.

Stakeholder sekunder dalam proyek pembangunan pelabuhan biasanya mencakup?

a)

Tim proyek

b)

Masyarakat pesisir dan nelayan terdampak

c)

Sponsor utama

d)

Direksi perusahaan

8.

Manajer proyek menghadapi konflik kepentingan antara sponsor dan masyarakat. Langkah paling etis adalah?

a)

Memihak sponsor

b)

Menghindari komunikasi

c)

Melakukan analisis stakeholder dan mencari solusi win-win

d)

Mengubah kontrak tanpa izin

9.

Salah satu kesalahan umum pada fase inisiasi proyek adalah?

a)

Penentuan lokasi proyek

b)

Kurangnya analisis kelayakan terhadap risiko lingkungan dan sosial

c)

Keterlibatan stakeholder

d)

Penentuan deliverables

10.

Proyek yang gagal pada fase implementasi biasanya disebabkan oleh?

a)

Overlap jadwal

b)

Perencanaan yang tidak realistis sejak tahap awal

c)

Kurangnya promosi

d)

Perubahan iklim

11.

Keterlambatan pengiriman material akibat faktor global merupakan risiko?

a)

Internal

b)

Eksternal – supply chain risk

c)

Struktural

d)

Residual

12.

Manajemen sumber daya yang efektif harus mempertimbangkan?

a)

Biaya per jam

b)

Sinkronisasi antara ketersediaan sumber daya dan jalur kritis

c)

Jumlah tenaga kerja

d)

Pihak subkontraktor

13.

Dalam proyek energi terbarukan, penerapan teknologi baru meningkatkan efisiensi namun meningkatkan risiko. Pendekatan yang paling tepat adalah?

a)

Menerapkan risk-benefit analysis dan mitigasi adaptif

b)

Menghindari inovasi

c)

Menunda proyek

d)

Mengubah vendor

14.

Kegagalan proyek akibat konflik internal mencerminkan lemahnya aspek?

a)

Manajemen sumber daya manusia

b)

Perencanaan anggaran

c)

Audit keuangan

d)

Dokumentasi

15.

Indikator kinerja utama dalam manajemen lingkungan proyek mencakup?

a)

Jumlah pekerja

b)

Reduksi emisi dan efisiensi energi

c)

Nilai CPI

d)

Durasi pelaksanaan

16.

Ketika proyek industri melanggar batas emisi yang diatur dalam izin lingkungan, konsekuensi paling mungkin adalah?

a)

Denda administratif

b)

Sanksi hukum dan penghentian sementara proyek

c)

Teguran lisan

d)

Penggantian manajer

17.

Analisis risiko kuantitatif digunakan ketika?

a)

Data kualitatif tidak tersedia

b)

Diperlukan estimasi probabilitas dan dampak finansial risiko

c)
18.

Teknik Monte Carlo digunakan dalam proyek untuk...

a)

Mensimulasikan ketidakpastian durasi dan biaya

b)

Mengelola tim proyek

c)

Menentukan nilai pasar

d)

Membuat Gantt chart

19.

Manajemen risiko yang efektif menuntut...

a)

Pemantauan satu kali

b)

Proses iteratif sepanjang siklus proyek

c)

Evaluasi hanya di awal

d)

Pemindahan semua risiko ke kontraktor

20.

ISO 14001 berfokus pada...

a)

Manajemen mutu produk

b)

Sistem manajemen lingkungan

c)

Keselamatan kerja

d)

Manajemen risiko finansial

21.

CPI<1CPI < 1 dan SPI<1SPI < 1 menunjukkan bahwa proyek...

a)

Terlambat dan melebihi anggaran

b)

Lebih cepat dan hemat

c)

Tepat waktu

d)

Overstaffed

22.

EVM menggabungkan informasi dari...

a)

Penilaian subjektif

b)

Waktu, biaya, dan nilai pekerjaan yang diselesaikan

c)

Hasil audit

d)

Estimasi manajer

23.

Perbedaan utama antara EV dan PV adalah...

a)

EV menunjukkan realisasi, PV menunjukkan rencana

b)

EV selalu lebih kecil dari PV

c)

PV dihitung di akhir proyek

d)

Tidak ada perbedaan

24.

Jika EV = Rp400 juta dan AC = Rp500 juta, maka CPI =...

a)

1.25

b)

1.0

c)

0.8

d)

0.5

25.

Schedule variance (SV) negatif berarti...

a)

Proyek tertinggal dari jadwal

b)

Proyek di bawah anggaran

c)

Proyek lebih cepat

d)

CPI tinggi

26.

Manfaat utama Earned Value Management adalah...

a)

Menghemat pajak

b)

Memberikan deteksi dini terhadap deviasi

c)

Mengurangi jumlah laporan

d)

Menghindari audit

27.

Dalam proyek yang berbasis milestone, pengukuran EV paling efektif bila...

a)

Tiap minggu

b)

Setiap pencapaian deliverable kunci

c)

Setiap akhir bulan

d)

Setelah serah terima

28.

Kinerja proyek yang menurun namun kepuasan stakeholder meningkat menunjukkan...

a)

Trade-off antara efisiensi teknis dan kepuasan pengguna

b)

Proyek gagal

c)

Kesalahan EVM

d)

Ketidaktepatan CPI

29.

Dalam konteks proyek publik, indikator kinerja sosial mencakup...

a)

Jumlah laporan teknis

b)

Tingkat penerimaan masyarakat dan manfaat ekonomi

c)

Nilai CPI

d)

SPI

30.

Manajer proyek yang ingin meningkatkan kinerja waktu sebaiknya...

a)

Menambah tenaga tanpa perhitungan

b)

Melakukan crashing pada aktivitas kritis

c)

Mengubah kontrak

d)

Memperpanjang durasi

31.

Tahapan awal dalam proses tender proyek adalah...

a)

Negosiasi kontrak

b)

Penyusunan dokumen tender dan spesifikasi teknis

c)

Evaluasi vendor

d)

Penandatanganan kontrak

32.

Dalam proses pengadaan, kriteria evaluasi yang baik harus...

a)

Subjektif

b)

Terukur, transparan, dan sesuai tujuan proyek

c)

Ditentukan setelah tender

d)

Didasarkan pada harga terendah semata

33.

Rekayasa nilai dilakukan ketika...

a)

Proyek selesai

b)

Perlu optimalisasi biaya tanpa mengurangi fungsi utama

c)

Kontrak batal

d)

Audit dilakukan

34.

Fase konseptual proyek mencakup...

a)

Eksekusi dan pelaporan

b)

Identifikasi kebutuhan dan studi kelayakan

c)

Audit dan review

d)

Penutupan

35.

Manfaat utama dari value engineering adalah...

a)

Penurunan kualitas

b)

Peningkatan efisiensi biaya dan inovasi desain

c)

Penghapusan fitur

d)

Pengurangan stakeholder

36.

Negosiasi kontrak difokuskan untuk...

a)

Menghapus pasal hukum

b)

Menyepakati harga, waktu, dan syarat kerja optimal

37.

Kontrak cost-reimbursable cocok untuk proyek...

a)

Dengan ketidakpastian teknis tinggi

b)

Yang sederhana

c)

Dengan harga tetap

d)

Berbasis tender publik

38.

Dalam evaluasi penawaran, bobot kualifikasi teknis biasanya lebih tinggi jika...

a)

Proyek kecil

b)

Proyek berisiko tinggi dan kompleks

c)

Proyek jangka pendek

d)

Vendor lokal

39.

Manajemen kontrak yang efektif mencakup...

a)

Pelaporan akhir saja

b)

Pemantauan, kontrol perubahan, dan penyelesaian sengketa

c)

Negosiasi awal saja

d)

Pemutusan sepihak

40.

Proyek yang gagal di tahap pengadaan sering disebabkan oleh...

a)

Harga rendah

b)

Dokumen tender yang ambigu dan tidak spesifik

c)

Vendor asing

d)

Tim terlalu besar

41.

Tujuan utama Work Breakdown Structure (WBS) adalah...

a)

Membagi biaya

b)

Memecah proyek menjadi paket kerja terukur

c)

Membuat bagan organisasi

d)

Mengidentifikasi stakeholder

42.

Jika aktivitas B bergantung pada selesainya aktivitas A, hubungan logisnya adalah...

a)

Start-to-Start

b)

Finish-to-Start

c)

Finish-to-Finish

d)

Start-to-Finish

43.

Float nol menunjukkan bahwa...

a)

Aktivitas dapat ditunda

b)

Aktivitas berada di jalur kritis

c)

Aktivitas bebas risiko

d)

Aktivitas opsional

44.

Forward Pass dimulai dari...

a)

Aktivitas terakhir

b)

Aktivitas awal proyek

c)

Aktivitas tengah

d)

Node dummy

45.

Backward Pass digunakan untuk...

a)

Menentukan early start

b)

Menghitung latest start dan latest finish

c)

Mengatur alokasi biaya

d)

Membuat histogram

46.

Jika dua aktivitas dapat berjalan bersamaan tanpa saling menunggu, disebut...

a)

Critical activities

b)

Parallel activities

c)

Dummy nodes

d)

Delayed tasks

47.

Lead dalam PDM berarti...

a)

Penundaan aktivitas

b)

Percepatan hubungan antar aktivitas

c)

Float negatif

d)

Aktivitas dummy

48.

Hammock activity digunakan untuk...

a)

Menggambarkan aktivitas terkecil

b)

Menggabungkan aktivitas terkait dalam satu rangkuman

c)

Menghapus jalur kritis

d)

Membagi biaya

49.

Ketika proyek memiliki dua jalur kritis sejajar, maka...

a)

Durasi proyek lebih pendek

b)

Risiko keterlambatan meningkat

c)

Proyek lebih efisien

d)

Jadwal lebih fleksibel

50.

Perbedaan utama antara AON dan AOA adalah...

a)

AON menempatkan aktivitas di node, AOA di panah

b)

AON lebih sederhana

c)

AOA lebih modern

d)

AON tidak memerlukan durasi

51.

Sebuah proyek memiliki PV = Rp300 juta, EV = Rp270 juta, dan AC = Rp260 juta. Apa kondisi proyek tersebut?

a)

Tertinggal jadwal tapi hemat biaya

b)

Lebih cepat tapi boros biaya

c)

Sesuai jadwal dan biaya

d)

Kinerja buruk

52.

Jika CPI = 0.95 dan SPI = 1.10, interpretasi yang tepat adalah...

a)

Proyek boros biaya tapi lebih cepat dari jadwal

b)

Proyek efisien dan sesuai jadwal

c)

Proyek tertinggal

d)

CPI tinggi berarti proyek sukses

53.

Proyek konstruksi mengalami perubahan desain yang signifikan. Langkah pertama manajer proyek adalah...

a)

Meneruskan pekerjaan tanpa revisi

b)

Menunggu instruksi pemilik proyek

c)

Melakukan change control process dan analisis dampak

d)

Mengubah jadwal tanpa pemberitahuan

54.

Dalam CPM, dua aktivitas paralel memiliki durasi masing-masing 10 hari dan 12 hari. Berapa durasi totalnya?

a)

22 hari

b)

12 hari

c)

10 hari

d)

Tidak bisa dihitung

55.

Jika proyek bernilai Rp1 miliar memiliki risiko keterlambatan 15% dengan potensi denda Rp100 juta, maka nilai risiko (expected monetary value) adalah

a)

Rp1.5 juta

b)

Rp10 juta

c)

Rp15 juta

d)

Rp150 juta

56.

Salah satu pendekatan terbaik untuk mengurangi risiko pada proyek EPC (Engineering, Procurement, Construction) adalah

a)

Mengabaikan subkontraktor

b)

Membagi risiko secara proporsional dalam kontrak

c)

Memberikan risiko sepenuhnya ke kontraktor

d)

Mengandalkan denda

57.

Manajer proyek menemukan bahwa EV = AC, tetapi SPI < 1. Artinya proyek

a)

Hemat biaya

b)

Sesuai biaya tapi terlambat

c)

Boros dan terlambat

d)

Tidak efisien

58.

Jika aktivitas kritis tertunda 3 hari dan tidak ada slack, maka dampaknya adalah

a)

Tidak berpengaruh

b)

Durasi proyek bertambah 3 hari

c)

Biaya turun

d)

Jadwal berubah tanpa dampak

59.

Dalam diagram PERT, semakin besar varians suatu aktivitas berarti

a)

Aktivitas mudah dikendalikan

b)

Tingkat ketidakpastian tinggi

c)

Durasi tetap

d)

Aktivitas tidak penting

60.

Manajer proyek memutuskan mempercepat aktivitas non-kritis. Akibatnya

a)

Jalur kritis tidak berubah

b)

Jalur kritis baru dapat muncul

c)

Slack bertambah

d)

Durasi proyek tidak berubah

61.

Dalam proyek reklamasi pantai, risiko lingkungan utama yang harus diidentifikasi adalah

a)

Transportasi material

b)

Sedimentasi dan degradasi ekosistem laut

c)

Harga bahan bakar

d)

Biaya administrasi

62.

Proyek yang menggunakan teknologi eksperimental sebaiknya mengadopsi strategi risiko

a)

Avoidance

b)

Mitigation dengan pilot project

c)

Transfer

d)

Ignorance

63.

Jika probabilitas risiko 30% dan dampak finansialnya Rp200 juta, apa nilai ekspektasinya

a)

Rp30 juta

b)

Rp60 juta

c)

Rp600 juta

d)

Rp200 juta

64.

Strategi risk transfer paling umum dilakukan melalui

a)

Outsourcing SDM

b)

Asuransi proyek

c)

Negosiasi vendor

d)

Audit internal

65.

Mitigasi lingkungan yang tidak efektif akan berakibat

a)

Biaya naik tapi tanpa sanksi

b)

Denda, penundaan izin, dan reputasi buruk

c)

Evaluasi proyek naik

d)

Kepuasan stakeholder

66.

Jika risiko baru muncul setelah fase pelaksanaan, maka langkah terbaik adalah

a)

Mengabaikannya

b)

Menambahkan ke risk register dan menilai dampaknya

c)

Menghentikan proyek

d)

Menunggu audit

67.

Peta heatmap risiko digunakan untuk

a)

Mengukur waktu proyek

b)

Memvisualisasikan tingkat probabilitas dan dampak

c)

Menghitung CPI

d)

Menentukan biaya pengadaan

68.

Risiko residual adalah

a)

Risiko yang belum muncul

b)

Risiko yang tersisa setelah mitigasi dilakukan

c)

Risiko awal proyek

d)

Risiko eksternal

69.

Jika risiko diketahui tetapi tidak dapat dikontrol, strategi terbaik adalah

a)

Menghindar

b)

Menyiapkan contingency plan

c)

Menghapusnya dari daftar

d)

Menyerahkan ke vendor

70.

Faktor eksternal yang sering memicu risiko sosial adalah

a)

Perubahan metode kerja

b)

Penolakan masyarakat terhadap proyek

c)

Perubahan vendor

d)

Salah estimasi biaya

71.

Dalam kontrak EPC, pembagian risiko biasanya lebih berat pada

a)

Pemilik proyek

b)

Kontraktor utama

c)

Konsultan

d)

Pemerintah

72.

Ketika kontraktor gagal memenuhi jadwal akibat cuaca ekstrem, tindakan tepat dari pihak pemilik adalah

a)

Meninjau klausul force majeure sebelum penalti

b)

Langsung memutus kontrak

c)

Mengurangi biaya kontraktor

d)

Mengabaikan

73.

Kelebihan utama time & material contract adalah...

a)

Kepastian harga

b)

Fleksibilitas terhadap perubahan lingkup

c)

Biaya tetap

d)

Tidak ada negosiasi

74.

Dalam dispute resolution, mediasi lebih disukai karena...

a)

Tidak memerlukan arbitrator

b)

Biaya rendah dan menjaga hubungan kerja

c)

Proses cepat dan final

d)

Wajib secara hukum

75.

Salah satu penyebab umum kegagalan kontrak proyek adalah...

a)

Banyaknya subkontraktor

b)

Ruang lingkup kerja tidak jelas

c)

Harga tinggi

d)

Adanya perubahan desain

76.

Kontrak penggantian biaya (cost-plus) berisiko bagi pemilik karena...

a)

Vendor bisa rugi

b)

Tidak ada batas biaya maksimal

c)

Tidak fleksibel

d)

Tidak ada laporan

77.

Performance bond diperlukan untuk...

a)

Menjamin kontraktor menyelesaikan proyek sesuai kontrak

b)

Menghindari pajak

c)

Mengurangi beban administrasi

d)

Menentukan keuntungan

78.

Kontrak lump sum lebih cocok digunakan bila...

a)

Desain masih berubah

b)

Lingkup kerja jelas dan stabil

c)

Proyek sangat kompleks

d)

Ada ketidakpastian tinggi

79.

Pada saat perubahan desain besar terjadi, metode yang tepat untuk penyesuaian biaya adalah...

a)

Fixed rate adjustment

b)

Change order agreement

c)

Re-tendering

d)

Termination

80.

Jika vendor gagal memenuhi SLA (Service Level Agreement), maka...

a)

Tidak ada konsekuensi

b)

Dikenakan penalti sesuai kontrak

c)

Hanya diberi peringatan

d)

Proyek tetap lanjut

81.

Manajer proyek ingin mempercepat proyek 5 hari dengan biaya tambahan Rp 5050 juta. Ini disebut...

a)

Project crashing

b)

Fast tracking

c)

Scope shifting

d)

Value engineering

82.

Fast tracking dilakukan dengan...

a)

Mengurangi sumber daya

b)

Menjalankan aktivitas secara paralel

c)

Mengubah CPM

d)

Menghapus aktivitas

83.

Jika aktivitas non-kritis memiliki float 5 hari, dan ditunda 3 hari, maka...

a)

Jadwal proyek mundur

b)

Proyek masih sesuai jadwal

c)

Jalur kritis berubah

d)

Biaya naik

84.

Dalam proyek kompleks, dummy node digunakan untuk...

a)

Menghemat biaya

b)

Menunjukkan dependensi logis tanpa durasi

c)

Menambah float

d)

Menghapus keterlambatan

85.

Jika total float = 00 , artinya...

a)

Aktivitas fleksibel

b)

Aktivitas kritis dan tidak bisa ditunda

c)

Jadwal longgar

d)

Aktivitas dummy

86.

Lead sebesar 2 hari berarti...

a)

Penundaan 2 hari

b)

Aktivitas berikutnya dimulai 2 hari lebih cepat

c)

Durasi total bertambah

d)

Tidak ada hubungan

87.

Slack negatif berarti...

a)

Aktivitas opsional

b)

Proyek sudah terlambat dari baseline

c)

Jadwal ideal

d)

Aktivitas dummy

88.

Critical Path Method berguna terutama untuk...

a)

Menentukan aktivitas penentu durasi total proyek

b)

Mengukur risiko

c)

Mengatur biaya

d)

Menentukan kontraktor

89.

Manajer proyek menggunakan software MS Project untuk...

a)

Audit kontrak

b)

Menjadwalkan, mengatur dependensi, dan memantau kemajuan

c)

Menghitung pajak

d)

Membuat peta risiko

90.

Float bebas (free float) berarti...

a)

Penundaan aktivitas tanpa memengaruhi aktivitas berikutnya

b)

Penundaan total proyek

c)

Durasi cadangan

d)

Jadwal revisi

91.

Salah satu ciri manajer proyek profesional adalah...

a)

Mengandalkan intuisi

b)

Menggunakan data objektif untuk pengambilan keputusan

92.

Jika hasil audit menunjukkan proyek sesuai waktu tapi kualitas turun, maka...

a)

Proyek sukses penuh

b)

Trade-off antara waktu dan mutu terjadi

c)

Perencanaan salah

d)

Stakeholder gagal

93.

Dalam evaluasi pascaproyek, manfaat utama adalah...

a)

Pembelajaran organisasi untuk proyek berikutnya

b)

Menghapus dokumen

c)

Membuat tender baru

d)

Menghitung bonus

94.

Stakeholder engagement plan diperlukan untuk...

a)

Menjaga komunikasi dan komitmen seluruh pihak

b)

Mengatur penggajian

c)

Meningkatkan CPI

d)

Membuat baseline

95.

Continuous improvement dalam proyek berarti...

a)

Proyek tidak pernah selesai

b)

Meningkatkan proses melalui evaluasi berkelanjutan

c)

Mengulang pekerjaan

d)

Menghapus tahap evaluasi

96.

Baseline proyek digunakan untuk...

a)

Membandingkan kinerja aktual dengan rencana

b)

Menentukan vendor

c)

Mengatur anggaran pribadi

d)

Menambah risiko

97.

Ketika EV<PVEV < PV dan AC>EVAC > EV , maka proyek...

a)

Terlambat dan melebihi biaya

b)

Sesuai rencana

c)

Di bawah anggaran

d)

Lebih cepat

98.

Proyek yang berhasil secara teknis tetapi gagal digunakan masyarakat berarti gagal dalam aspek...

a)

Teknis

b)

Finansial

c)

Manfaat sosial dan keberlanjutan

d)

Jadwal

99.

Manajer proyek harus memiliki kemampuan “integrative thinking”, yaitu...

a)

Menguasai semua teknis

b)

Menghubungkan berbagai aspek proyek secara holistik

c)

Fokus pada keuangan

d)

Menghindari koordinasi

100.

Kesimpulan akhir proyek yang ideal mencakup...

a)

Laporan keuangan

b)

Evaluasi menyeluruh terhadap waktu, biaya, mutu, risiko, dan manfaat

c)

Daftar stakeholder

d)

Jadwal perawatan