Font size
Worksheets5. TUGAS EVALUASI FULL CVT UNTUK KELAS XI TBSM SMK BANRAY 89
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Fungsi utama CVT pada sepeda motor matic adalah untuk...
Mengatur jumlah udara ke ruang bakar
Menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang secara otomatis
Menurunkan konsumsi bensin pada kecepatan tinggi
Meningkatkan tekanan oli pada transmisi
Mengatur proses pembakaran campuran udara dan bensin
Komponen utama CVT yang berfungsi memindahkan putaran dari poros engkol ke belt adalah...
Roller
Drive pulley (Primary pulley)
Driven pulley (Secondary pulley)
Kampas kopling
Backing plate
Alat yang digunakan untuk membuka mur rumah roller (nut pulley) adalah...
Kunci shock 10 mm
Kunci CVT holder
Kunci pas 14 mm
Obeng +
Tang snap ring
Bahan pembersih yang dianjurkan untuk membersihkan CVT adalah...
Solar
Oli bekas
Air sabun
Pembersih rem
Minyak tanah
Masalah umum pada roller CVT adalah...
Mengeluarkan bau gosong
Roller menjadi kotak
Seal bocor
Baut patah
Mangkok retak
Peralatan yang digunakan untuk melepas mangkok kopling adalah...
Kunci ring 24 mm
Kunci CVT lock atau impact Wrench
Tang jepit
Obeng minus
Feeler gauge
Tanda belt CVT harus diganti adalah...
Warna belt mengkilap
Ukuran belt melebar
Tebal belt sudah melebihi standar
Belt mulai retak dan aus
Belt terasa keras dan kaku
Akibat roller yang aus pada CVT adalah...
Tarikan awal semakin responsif
Motor tidak bisa hidup
Timbul suara berisik dan tarikan berat
Konsumsi bensin semakin irit
Kampas kopling cepat menempel
Bagian CVT yang bekerja berdasarkan gaya sentrifugal saat putaran mesin tinggi adalah...
Mangkok kopling
Rumah roller
Kampas kopling
Belt CVT
Gearbox final
Fungsi gemuk/lemak pada rumah roller adalah...
Membersihkan debu
Mengurangi akurasi antar roller dan rumah roller
Menambah daya cengkran kopling
Menambah tekanan udara
Menambah berat roller
Bila belt CVT putus saat berkendara, efek yang terjadi adalah...
Motor tetap berjalan pelan
Mesin mati total
Roda macet
Motor tidak bisa bergerak walaupun mesin hidup
Aki menjadi rendam
Perawatan CVT sebaiknya dilakukan setiap jarak perjalanan...
500 km
1.000 km
5.000–8.000 km
20.000 km
Tidak perlu perawatan
Penyebab tarikan awal motor matic terasa lemah biasanya disebabkan oleh...
Roller terlalu berat
Roller terlalu ringan
Kampas kopling selip
Belt terlalu baru
Gear belakang rusak
Dampak penggunaan roller lebih ringan dari standar adalah...
Akselerasi lambat
Top speed meningkat
Tarikan awal cepat tetapi top speed menurun
Konsumsi bahan bakar meningkat
Mesin cepat overheating
Alat yang digunakan untuk mengukur kelenturan belt adalah...
Vernier caliper
Dial Indicator
Feeler gauge
Belt tension gauge
Torque Wrench
Salah satu fungsi dari Secondary Sliding Sheave pada CVT adalah...
Menambah gaya tekan kampas kopling
Mengubah diameter kerja pulley belakang sesuai beban mesin
Menyeimbangkan putaran crankshaft
Mengendalikan gerak belt pada pulley depan
Mengatur berat roller
Masalah “gredek” pada CVT umumnya disebabkan oleh...
Roller kering
Kampas kopling kotor atau aus
Belt terlalu tebal
Rumah roller terlalu bersih
Secondary spring terlalu kuat
Untuk melepas mur pulley tanpa merusaknya, teknisi biasanya menggunakan...
Palu baja
Kunci inggris
Impact Wrench
Solder listrik
Tang buaya
Ketika CVT kotor dan penuh debu, gejala yang sering muncul adalah...
Tarikan menjadi lebih responsif
Tarikan menjadi berat dan bergetar
Top speed meningkat
Konsumsi bahan bakar menurun
Mesin menjadi lebih dingin
Fungsi primary fixed sheave pada CVT adalah...
Menekan kampas kopling agar cepat menempel
Menahan pegas sekunder
Sebagai sisi tetap pulley depan
Mengembalikan posisi roller
mengunci pulley belakang dengan gear final
Penggunaan gemuk yang terlalu banyak pada roller akan menyebabkan...
Roller cepat mengkilap
Roller tidak bisa naik turun dengan lancar
Belt menjadi keras
Kampas penumpukan lengket
Mangkok cepat aus
Salah satu penyebab belt CVT mudah selip adalah...
Pulley kering dan bersih
Permukaan pulley kasar atau berminyak
Roller masih baru
Kampas kopling keras
Tidak menggunakan gemuk sama sekali
Alat yang berfungsi mengukur torsi pengencangan mur pulley adalah...
Feeler gauge
Torque Wrench
Vernier Caliper
Dial Indicator
Mikrometer
Perbaikan yang tepat jika roller CVT sudah aus adalah...
Mengamplas permukaan roller
Membersihkan dengan bensin
Mengganti roller dengan ukuran standar
Menambah gemuk sebanyak mungkin
Mengurangi jumlah roller
Tanda kampas kopling sudah aus adalah...
Warna kampas semakin gelap
Serbuk kampas memenuhi ruang CVT
Diameter pulley mengecil
Pegas sekunder yang terlalu keras akan menyebabkan...
Top speed meningkat
Belt cepat longgar
Tarikan awal berat dan RPM tinggi
Kampas cepat menempel
Roller cepat haus
Mengapa cover CVT memiliki lubang ventilasi?
Untuk memudahkan gemuk keluar
Untuk menjaga sirkulasi udara dan mengurangi panas
Agar udara bisa masuk saat hujan
Untuk mempermudah pemasangan belt
Agar gemuk tidak menguap
Bagian CVT yang mengubah gaya putar menjadi tekanan aksial sehingga pulley dapat membuka dan menutup adalah...
Guide boss
Ramp plate
Spring
Sheave
Bearing
Membersihkan bagian dalam mangkok kopling sebaiknya menggunakan...
Amplas halus
Solar
Kompresor udara
Oli mesin
Deterjen udara
Bila motor matic sulit mencapai top speed, kemungkinan penyebabnya adalah...
Roller terlalu berat
Roller terlalu ringan
Belt terlalu lebar
Kampas kopling baru
Secondary spring standar
Ketika melakukan pembongkaran CVT, langkah pertama yang harus dilakukan adalah...
Melumasi roller
Membuka cover CVT
Melepas belt CVT
Serbuk hitam yang biasa ditemukan di area CVT berasal dari...
Oli mesin
Kampas kopling yang aus
Grease roller
Debu luar ruangan
Seal oli bocor
Alat yang diperlukan untuk membersihkan CVT dari kotoran berupa debu dan serbuk kampas adalah...
Kuas dan angin kompresor
Kain basah
Air sabun
Oli transmisi
Amplas kasar
Jika kampas menumpuk menempel pada mangkok dan menyebabkan getaran, solusi yang tepat adalah...
Menambah minyak pada kampas
Mengamplas ringan permukaan kampas dan mangkok
Menambah oli mesin
Memotong sedikit kampas
Mengurangi tekanan pegas
Penyebab tarikan awal terasa berat dan RPM tinggi adalah...
Roller aus dan menjadi kotak
Mangkok kopling terlalu bersih
Per CVT terlalu lemah
Kampas kopling masih baru
Belt masih tebal
Belt CVT harus diganti jika lebarnya berada...
Di atas standar baru
Di bawah batas minimum
Sama dengan ukuran standar
Lebih lebar 2 mm dari standar
Tidak ada perubahan
Fungsi dari guide boss pada pulley adalah...
Menahan belt agar tidak selip
Menjadikan lintasan pergerakan pulley geser
Memberi tekanan pada roller
Jika CVT tidak dirawat dalam jangka waktu lama, kerusakan yang paling mungkin terjadi adalah...
Roller semakin ringan
Belt cepat aus dan bisa putus
RPM idle tidak stabil
Oli mesin berkurang
Busi cepat mati
Berikut yang berfungsi mengembalikan posisi pulley belakang adalah...
Pegas primer
Pegas katup
Pegas sekunder
Pegas kopling
Pegas camshaft
Pada servis CVT, kampas sebaiknya dibersihkan dengan cara...
Dicuci menggunakan air sabun
Digosok amplas halus sekedarnya
Digosok dengan oli bekas
Direndam bensin
Dipoles minyak rem
Suara berdecit ketika akselerasi biasanya disebabkan oleh...
Roller mengering
Belt selip pada pulley
Kampas kopling terlalu kasar
CVT terlalu bersih
Secondary spring baru
Peralatan yang tepat untuk membuka kipas pulley adalah...
Impact driver
Kunci dudukan CVT
Tang
Palu karet
Obeng ketok
Pemasangan roller dengan arah tidak sesuai dapat menyebabkan...
Roller cepat pecah dan tidak rata
Per CVT melonggar
Kampas cepat panas
Penyebab umum mangkok kopling kompresi adalah...
Terlalu sering menggunakan pembersih rem
Overheating dan terjadi secara berlebihan
Roller terlalu ringan
Belt terlalu tebal
CVT jarang terkena debu
Kebiasaan yang dapat memperpanjang umur CVT adalah...
Membiarkan CVT kotor agar gemuk tidak hilang
Memutar gas penuh dari posisi diam
Membersihkan CVT secara berkala sesuai rekomendasi
Menggunakan sabun ketika membersihkan
Menggunakan gemuk lebih banyak dari standar
Jika rpm tinggi tetapi laju motor lambat, kemungkinan...
Belt sangat lengket
Secondary spring patah
Kampas kopling selip
Roller sangat berat
Pulley depan terkunci
Tujuan dari pemberian gemuk pada roller adalah...
Menghilangkan kotoran
Mendinginkan roller
Mengurangi mengganggu dan memperhalus pergerakan roller
Membuat roller semakin berat
Membuat belt lebih kuat
Standar pengecekan CVT umumnya dilakukan setiap...
1.000 km
2.500–3.000 km
10.000 km
20.000 km
50.000 km
Penyebab belt sering “makan pinggir” adalah...
Roller tidak simetris
Pulley aus atau miring
Kampas kopling baru
Secondary spring standar
Mangkok kopling bersih
Saat pemasangan kembali CVT, yang harus diperhatikan pada belt adalah...
Belt harus diberi oli
Pastikan arah tulisan belt sama seperti sebelumnya
Belt harus dibalik agar awet
Belt dipotong sedikit agar lebih lentur
Belt disiram air sebelum dipasang
Seorang petugas menerima keluhan motor matic tarikan awal bergetar (gredek) saat stop & go. Setelah dicek, kampas akumulasi masih tebal. Langkah tepat berikutnya adalah...
Mengganti belt CVT
Mengamplas ringan permukaan mangkok kopling
Menambah gemuk pada rumah roller
Mengganti roller dengan yang lebih berat
Mengganti oli gardan
Pengendara mengeluhkan suara “ngik-ngik” saat berakselerasi. Setelah dibongkar, belt terlihat kotor dan sedikit berminyak. Penyebab paling mungkin adalah...
Belt aus karena usia pakai
Pulley terkena gemuk atau oli
Roller terlalu ringan
Kampas kopling licin
Ventilasi CVT tersumbat
Motor matic sulit mencapai top speed padahal tarikan awal bagus. Pemeriksaan awal yang paling tepat adalah...
Mengukur tekanan kompresi mesin
Mengecek kondisi dan berat roller
Membersihkan kampas kopling
Menyetel celah klep
Mengganti oli mesin
Pada saat pembongkaran CVT, teknisi menemukan roller aus tidak merata (kotak). Dampak utama jika tetap digunakan adalah...
Tarikan awal semakin responsif
Getaran hilang
Akselerasi tersendat dan muncul bunyi
Belt menjadi lebih awet
RPM semakin rendah
Seorang siswa melakukan servis CVT dan mencuci kampas dengan air sabun. Efeknya adalah...
Kampas menjadi licin
Kampas menjadi kesat
Kampas menjadi keras
Kampas menjadi lembut
Kampas menjadi tebal
Motor terasa berat saat menanjak, tapi normal di jalan datar. Kemungkinan terbesarnya adalah...
Roller terlalu berat
Roller terlalu ringan
Kampas kopling aus
Belt terlalu tebal
Mangkok kopling aus
Motor bergetar saat awal jalan, tetapi setelah kecepatan di atas 40 km/jam getarannya hilang. Ini ciri-ciri kerusakan pada...
Roller aus
Kampas kopling dan mangkok kotor
Belt mengembang
Slinding sheave macet
Secondary spring patah
Setelah ganti roller baru, tarikan awal bagus tetapi kecepatan puncak turun. Penyebabnya adalah...
Berat roller lebih besar dari standar
Berat roller lebih ringan dari standar
Secondary spring lebih lunak
Belt terlalu panjang
Kampas kopling baru
Seorang ahli mengganti gemuk roller terlalu banyak. Gejala yang muncul adalah...
Roller bergerak sangat lancar
Belt menjadi licin
Roller lengket dan tidak bebas bergerak
Kampas cepat menempel
Mangkok cepat aus
Pelanggan mengeluh CVT cepat panas. Setelah dibuka, ditemukan debu kampas menumpuk di area CVT. Penanganan yang tepat adalah...
Menambah gemuk pada pulley
Membersihkan CVT dan meningkatkan ventilasi
Mengganti per CVT lebih keras
Motor matic terasa tersendat ketika akselerasi dari 20–40 km/jam. Komponen yang paling perlu dicek adalah...
Celah klep
Gear final
Roller dan ramp plate
Busi
Koil pengapian
Pada servis CVT, seorang siswa memasang belt terbalik dari arah sebelumnya. Dampak yang mungkin terjadi adalah...
Belt cepat aus
Tarikan lebih enteng
Suara mesin lebih halus
Mangkok kopling rusak
Roller lebih berat
Setelah mencuci CVT dengan air, masalah tidak kering dengan baik. Efeknya adalah...
Kampas kopling menjadi kasar
Pulley cepat berkarat dan timbul slip
Roller menjadi lebih ringan
Secondary spring melemahkan
Belt mengembang
Motor matic terasa getar saat mesin dingin, namun hilang setelah panas. Penyebab paling mungkin adalah...
Roller baru
Grease roller mengental saat dingin
Kampas kepadatan menipis
Belt terlalu panjang
Pulley aus
Pelanggan mengeluh ada suara “klotok-klotok” saat CVT dibuka. Pemeriksaan pertama yang paling tepat adalah...
Memeriksa ukuran belt
Memeriksa bentuk roller
Menambah gemuk pada kampas
Mengamplas mangkok kopling
Mengganti pegas sekunder
Dua motor identik diservis CVT. Motor A menggunakan roller 10 gram (standar), Motor B memakai roller 8 gram. Hasil yang benar adalah...
A. A lebih cepat akselerasi, B lebih cepat top speed
B. B lebih cepat akselerasi, top speed turun dibandingkan A
C. Keduanya sama saja
D. A RPM lebih tinggi dari B
E. B hemat BBM dibandingkan A
Keluhan: “Saat jalan 60 km/jam muncul getaran di bagian belakang.” Yang perlu diperiksa terlebih dahulu adalah...
Tekanan ban
Pulley belakang dan bearing CVT
Busi
Sistem pendingin
Oli mesin
Setelah servis CVT, motor justru terasa selip dan bau gosong. Kemungkinan kesalahan terjadi pada...
Roller kebesaran
Kampas terkontaminasi oli atau gemuk
Belt terlalu kering
Mangkok kopling terlalu kasar
Per CVT terlalu keras
Pada saat pemasangan kembali CVT, membantu mengencangkan mur pulley tanpa kunci torsi. Risiko yang mungkin terjadi adalah...
Belt menjadi licin
Mur terlalu kencang atau kurang kencang sehingga bisa lepas
Roller menjadi pecah
Secondary spring patah
Kampas melekat
Motor matic terasa kehilangan tenaga setelah melewati pengumpulan udara tinggi. Bagian CVT yang paling mungkin terpengaruh adalah...
A. Roller dan gemuk tercuci udara
B. Pegas klep
C. Busi dan koil
D. Aki
E. Knalpot
Motor matic mengalami gejala RPM tinggi namun akselerasi lambat, setelah dibongkar ditemukan roller masih bagus, kampas kopling tebal, dan belt dalam batas standar. Analisis berikutnya yang paling tepat adalah memeriksa...
Kondisi per CVT (kemungkinan per CVT lemah atau bermasalah)
Kondisi mesin secara keseluruhan
Kondisi bahan bakar
Kondisi sistem pendingin
Pada pemeriksaan CVT, ditemukan Secondary Sliding Sheave sulit bergerak karena kotor dan berkarat. Jika dipaksakan tetap digunakan, dampaknya adalah...
Belt cepat mengembang
Rasio CVT tidak berubah dengan halus sehingga terjadi “nyentak” saat perpindahan rasio
Kampas kopling tidak menempel
Roller cepat aus
Per CVT mengeras
Motor matic terasa bergetar hebat pada kecepatan 40–60 km/jam. Belt baru, roller standar, dan kampas kopling masih tebal. Langkah analisa lanjutan yang tepat adalah memeriksa...
Tension belt
Kesikuan pulley belakang dan kondisi bearing
Celah busi
Pegas kopling
ECU
Setelah mengganti pegas sekunder dengan tingkat kekerasan lebih tinggi, pelanggan mengeluh bensin boros dan RPM lebih tinggi. Penyebab logisnya adalah...
CVT bekerja pada rasio rendah lebih lama
Roller bergerak ke luar lebih cepat
Belt menjadi licin
Kampas kopling menempel lebih cepat
Mangkok kopling cepat panas
Saat servis, ditemukan roller gemuk mengering dan berubah warna kehitaman. Hal yang paling tepat dilakukan adalah...
Menambah oli mesin ke roller
Membersihkan dan mengganti gemuk baru standar pabrikan
Mengganti spring CVT
Mengamplas roller
Menambah pelumas silikon
Motor matic terasa tersendat ketika akselerasi sedang (mid-range). Setelah dicek, ramp plate memiliki bekas aus di jalur roller. Tindakan terbaik adalah...
Mengamplas jalur roller agar halus kembali
Mengganti ramp plate dengan yang baru
Mengurangi berat roller
Melumasi jalur roller dengan oli
Menambah gemuk tebal pada ramp plate
Setelah servis CVT, motor menimbulkan suara “klok” saat melepas gas dan muncul hentakan ringan. Kemungkinan penyebab paling tepat adalah...
Belt terlalu tebal
Mur pulley kurang torsi atau dudukan boss pulley tidak terpasang sempurna
Secondary spring patah
Roller pecah
Ventilasi CVT tertutup debu
Pelanggan mengeluh CVT cepat panas dan sering bau gosong saat macet. Setelah dicek, ventilasi CVT tertutup debu dan filter ventilasi tersumbat. Penyebab kerusakan utama jika dibiarkan adalah...
Roller mengembang
Belt bisa mengalami glazing dan slip parah
Kampas kopling menjadi keras
Per CVT memanjang
Pulley menjadi licin
Motor matic berakselerasi normal jika solo rider, namun sangat drop ketika berboncengan. Bagian CVT yang paling mempengaruhi kondisi ini adalah...
Roller
Secondary spring
Kampas kopling
Mangkok kopling
Fan pulley
Setelah hujan lebat, motor masuk bengkel dengan keluhan slip parah di awal jalan. Setelah dibongkar, ditemukan air dalam ruang CVT. Tindakan pertama yang tepat adalah...
Langsung ganti belt dengan yang baru
Mengeringkan seluruh komponen CVT termasuk belt dan pulley
Menambah gemuk agar air keluar
Mengganti kampas kopling
Mengampelas pulley
Seorang teknisi menemukan roller pecah sebagian. Penyebab paling masuk akal adalah...
Overheat CVT dan tekanan beban berlebih pada roller
Grease terlalu banyak
Kampas kopling terlalu tebal
Belt terlalu keras
Mur pulley terlalu kencang
Saat pemeriksaan, guide boss aus dan menyebabkan celah berlebih. Akibat jangka panjang jika tidak diganti adalah...
Putusnya per CVT
Pulley depan goyang dan rasionya tidak stabil
Kampas kopling lengket
Belt mengendur
Roller menjadi lebih berat
Pelanggan mengeluh suara kasar saat idle pada bagian CVT, tetapi hilang ketika throttle dibuka. Analisis yang tepat adalah...
Mur pulley terlalu kencang
Kampas kopling berbergesekan ringan dengan mangkok
Belt terlalu baru
Roller terlalu ringan
Secondary spring patah
Motor matic kehilangan tenaga setelah servis CVT. Setelah diperiksa, roller dipasang dengan ukuran berbeda-beda (bercampur). Pengaruhnya adalah...
Top speed meningkat
Rasio CVT kacau, getar, dan akselerasi tidak stabil
Belt menjadi lebih awet
RPM lebih rendah
Kampas kopling cepat menempel
Keluhan: “Motor bergetar ketika akan jalan, setelah 20 km/jam getarannya hilang.” Pemeriksaan paling efektif berurutan adalah...
Secondary spring → belt → roller
Kampas kopling → mangkok kopling → rumah roller
Oli gardan → busi → kompresi
ECU → sensor TPS → ISC
Fan CVT → filter udara → koil
Motor matic slip berat ketika tanjakan. Belt baru, roller standar, kampas tebal. Pemeriksaan lanjutan fokus ke...
Pegas sekunder melemah
Kampas kopling aus
Oli gardan kurang
Roller aus
Pulley depan aus
Saat pemasangan kembali, teknisi lupa membersihkan sisa gemuk pada permukaan katrol. Dampaknya adalah...
Roller berat
Belt slip dan cepat rusak
Kampas menempel
Secondary spring patah
RPM idle naik
Pelanggan menggunakan roller lebih berat dari standar untuk efisiensi BBM. Efek samping yang mungkin muncul adalah...
RPM tinggi dan boros
Tarikan awal lemah dan lambat
Kampas cepat habis
Secondary spring melemah
Belt cepat memanjang
Pada CVT ditemukan permukaan pulley depan bergelombang (pola gelombang). Penyebab paling umum adalah...
Belt terlalu sering dicuci
Panas berlebih dan slip berkepanjangan
Roller terlalu berat
Mur pulley kendor
Ventilasi CVT besar
Setelah ganti kampas kopling, teknisi tidak melakukan proses “bedding-in” (penyesuaian awal). Dampaknya adalah...
Kampas langsung mengikis mangkok dengan merata
Munculnya slip dan glazing pada kampas
Top speed turun permanen
Roller menjadi licin
Secondary spring bunyi
Motor terasa bergetar saat menengah–tinggi, suara mendengung dari CVT. Pemeriksaan prioritas adalah...
Celah klep
Bearing pulley belakang dan poros sekunder
Konstruksi blok CVT
Di bengkel, teknisi pemula memberi gemuk pada kampas kopling agar tidak cepat aus. Dampak langsungnya adalah...
Tarikan lebih enteng
Kampas licin dan tidak bisa menggigit mangkok
Belt menjadi keras
Mangkok lebih awet
Roller tidak bergerak
Motor terasa sering “nyantol” (menahan) ketika melepas bensin. Kemungkinan terbesar adalah...
Secondary spring terlalu keras membuat deselerasi terasa berat
Roller sangat berat
Belt terlalu longgar
Kampas kopling licin
Mur pulley kendor
Setelah pemasangan CVT, terdengar suara “gluduk” saat motor melewati jalan rusak. Jika sumber dari CVT, kemungkinan adalah...
Kampas kopling pecah
Dudukan sliding sheave dan bushing aus
Belt kebesaran
Roller terlalu ringan
Fan pulley macet
Kasus: Motor terasa bergetar setelah pemakaian 20–30 menit perjalanan jauh. Penyebab yang paling mungkin adalah...
Roller baru
Overheat CVT sehingga kampas kopling dan mangkok memuai dan slip
Belt baru menyesuaikan
Secondary spring terlalu dingin
Ventilasi terlalu besar
Seorang teknisi menemukan sabuk mulai retak kecil-kecil namun masih berfungsi. Tindakan yang tepat adalah...
Melanjutkan pemakaian hingga putus
Memotong bagian retak
Mengganti belt sebelum digunakan kembali
Melumasi retakan dengan gemuk
Mengamplas permukaan belt
Motor terasa “berdenyut” saat perpindahan rasio CVT. Pemeriksaan yang tepat adalah fokus ke...
Kesehatan aki
Keausan ramp plate dan jalur roller
Filter udara mesin
Sensor O2
Level oli gardan
Pelanggan mengeluh CVT cepat dan meskipun sering diservis. Setelah evaluasi, diketahui teknisi sering menggunakan gemuk non-standar. Kesimpulan yang benar adalah...
Semua Grease sama
Grease non-standar dapat merusak material roller dan mempercepat keausan
Grease apapun membuat CVT awet
Grease hanya berfungsi membersihkan
Servis terlalu sering menyebabkan aus
Setelah melepas pulley belakang, mesin menekan sliding sheave dan terasa seret. Solusi yang tepat adalah...
Melumasi dengan oli mesin
Membersihkan dan melumasi bushing dengan gemuk khusus CVT
Mengamplas bagian dalam bushing
Mengganti belt
Menambah berat roller
Motor terasa normal saat sendiri, tetapi saat membawa barang berat sering muncul bau gosong di CVT. Analisis paling tepat adalah...
Secondary spring terlalu keras
Kampas penumpukan slip karena beban dan panas berlebih
Roller terlalu berat
Belt terlalu tebal
Pulley belakang kendor
