wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Imunokimia Semester III 2025

Total questions: 25

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.
Seorang peneliti sedang melakukan uji ELISA untuk mendeteksi kadar antigen dalam sampel serum pasien. Dalam prosedur ini, ia menambahkan antibodi primer yang spesifik terhadap antigen tersebut ke dalam sumur pelat mikrotiter. Apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan setelah antibodi primer ditambahkan?
a)
Menambahkan substrat kromogenik
b)
Menambahkan konjugat antibodi sekunder yang berlabel enzim
c)
Menambahkan antigen ke dalam sumur pelat microtiter
d)
Membaca hasil absorbansi dengan fotometer
2.
Sebuah penelitian dilakukan untuk mendeteksi infeksi virus menggunakan ELISA. Dalam prosedur ini, enzim horseradish peroxidase (HRP) digunakan sebagai label. Apa keuntungan utama penggunaan HRP dalam metode ELISA?
a)
Mempercepat reaksi antara antigen dan antibody
b)
Membantu mengidentifikasi antigen dari sampel yang tidak murni
c)
Menghasilkan sinyal warna yang mudah diamati
d)
Meningkatkan sensitivitas pengujian tanpa pengaruh sampel
3.
Dalam teknik ELISA, Anda menggunakan substrat TMB untuk menghasilkan warna yang terdeteksi. Jika sampel yang diuji mengandung antigen yang banyak, bagaimana pengaruhnya terhadap intensitas warna yang terbentuk?
a)
Intensitas warna akan lebih lemah
b)
Intensitas warna akan lebih kuat
c)
Tidak ada perubahan pada intensitas warna
d)
Warna tidak akan terbentuk sama sekali
4.
Seorang peneliti menggunakan ELISA untuk mengukur konsentrasi hormon dalam darah. Untuk melakukan pembacaan hasil, ia menggunakan fotometer pada panjang gelombang antara 620-650 nm. Mengapa panjang gelombang ini dipilih?
a)
Untuk menghindari interferensi dari sinar UV
b)
Agar hasil dapat dibaca lebih cepat
c)
Untuk menyesuaikan dengan absorbansi maksimum substrat yang digunakan
d)
Untuk mengurangi gangguan dari sinyal latar belakang
5.
Seorang peneliti menggunakan ELISA sandwich untuk mendeteksi antibodi dalam sampel. Dalam prosedur ini, ia pertama-tama menyerap antigen ke dalam permukaan pelat mikrotiter. Apa yang terjadi setelah antigen terikat ke permukaan?
a)
Antibodi primer ditambahkan untuk mengenali antigen
b)
Enzim terkonjugasi ditambahkan untuk memproduksi sinyal
c)
Substrat ditambahkan untuk mengubah warna
d)
Semua jawaban benar
6.
Seorang dokter mencurigai pasiennya terinfeksi sifilis dan memutuskan untuk menggunakan metode FTA-ABS untuk konfirmasi. Setelah serum pasien diinkubasi dengan suspensi Treponema non-patogen, apa tujuan dari langkah absorpsi ini?
a)
Menghilangkan antibodi non-spesifik dari serum
b)
Mengikat antibodi sekunder ke antigen Treponema pallidum
c)
Menandai Treponema pallidum dengan fluoresen
d)
Menyaring antigen dari serum pasien
7.
Setelah menambahkan antibodi sekunder berlabel fluoresen pada sampel dalam uji FTA-ABS, bagaimana hasil positif akan terlihat ketika diamati dengan mikroskop fluoresen?
a)
Treponema pallidum akan tampak tidak terlihat
b)
Treponema pallidum akan tampak bercahaya merah
c)
Treponema pallidum akan tampak bercahaya hijau
d)
Treponema pallidum akan tampak biru
8.
Dalam prosedur Immunofluorescence Assay, fluorochrome seperti FITC digunakan untuk berikatan dengan antibodi spesifik. Apa manfaat utama penggunaan fluorochrome dalam uji ini?
a)
Meningkatkan kemampuan antibodi untuk berikatan dengan antigen
b)
Menyebabkan perubahan warna agar lebih mudah diamati dengan mikroskop fluoresen
c)
Mengurangi kebutuhan untuk antibodi primer
d)
Meningkatkan sensitivitas reaksi antigen-antibodi
9.
Seorang teknisi laboratorium mengamati preparat dengan mikroskop fluoresen setelah menjalankan uji FTA-ABS pada serum pasien. Jika hasil uji negatif, apa yang akan terlihat pada preparat tersebut?
a)
Treponema pallidum akan tampak bercahaya hijau
b)
Tidak ada fluoresensi yang tampak
c)
Treponema pallidum akan tampak berwarna merah
d)
Terlihat gambar sitomorfologi yang jelas
10.
Dalam metode FTA-ABS, mengapa preparat yang digunakan tidak bisa bersifat permanen?
a)
Karena antibodi akan mengalami penurunan fungsi setelah beberapa hari
b)
Karena spesimen harus segar agar fluoresensi dapat terdeteksi dengan baik
c)
Karena fluoresen akan hilang jika preparat dibiarkan terlalu lama
d)
Karena mikroskop fluoresen tidak dapat digunakan untuk preparat lama
11.
Seorang teknisi laboratorium sedang melakukan uji RIA untuk mengukur kadar hormon progesteron dalam sampel darah. Setelah mencampurkan antigen berlabel radioaktif dengan antigen tak berlabel dari sampel, apa yang terjadi selanjutnya dalam prosedur RIA?
a)
Antibodi sekunder ditambahkan untuk memperkuat sinyal
b)
Campuran antigen berlabel dan antigen tak berlabel bersaing untuk berikatan dengan antibody
c)
Sampel dibiarkan dalam kondisi suhu tinggi untuk mempercepat reaksi
d)
Substansi non-radioaktif ditambahkan untuk menggantikan antigen berlabel
12.
Dalam teknik RIA, setelah antigen berlabel dan antigen tak berlabel berkompetisi untuk berikatan dengan antibodi, langkah selanjutnya adalah pemisahan antigen yang terikat dari yang tidak terikat. Metode apa yang dapat digunakan untuk pemisahan ini?
a)
Penyaringan dengan alat centrifuge
b)
Penambahan buffer untuk menetralkan reaksi
c)
Presipitasi atau penggunaan partikel padat
d)
Pemanasan campuran untuk mempercepat proses
13.
Seorang peneliti mengukur radioaktivitas antigen berlabel dalam uji RIA untuk mengetahui kadar hormon dalam sampel. Apa hubungan antara jumlah radioaktivitas yang terukur dan jumlah antigen tak berlabel dalam sampel?
a)
Semakin tinggi radioaktivitas, semakin banyak antigen tak berlabel dalam sampel
b)
Semakin rendah radioaktivitas, semakin banyak antigen tak berlabel dalam sampel
c)
Tidak ada hubungan antara radioaktivitas dan jumlah antigen tak berlabel
d)
Semakin tinggi radioaktivitas, semakin sedikit antigen tak berlabel dalam sampel
14.
Keuntungan utama dari penggunaan Radioimmunoassay (RIA) dalam analisis hormon adalah:
a)
Tidak memerlukan alat khusus untuk pengukuran
b)
Sangat sensitif dan dapat mendeteksi kadar rendah dalam sampel
c)
Memiliki waktu paruh yang sangat panjang
d)
Tidak membutuhkan reagen berlabel radioaktif
15.
Seorang pasien dengan HIV yang terdiagnosis beberapa tahun lalu sedang menjalani terapi antiretroviral (ART). Tes HIV RNA menunjukkan penurunan viral load yang signifikan. Apa yang dapat disimpulkan dari penurunan viral load pada pasien ini?
a)
Pengobatan ART efektif dalam menekan virus
b)
Pasien tidak memerlukan pengobatan lagi
c)
Pasien mengalami resistensi terhadap pengobatan
d)
Viral load tidak berpengaruh pada progresi penyakit
16.
Seorang pasien menjalani tes HIV untuk mengetahui status infeksi. Hasil tes menunjukkan adanya antigen p24 dalam darah. Tes ini dilakukan pada tahap awal infeksi. Apa yang dapat disimpulkan dari hasil tes yang menunjukkan adanya antigen p24?
a)
Pasien berada pada tahap infeksi akut HIV
b)
Pasien sudah dalam tahap AIDS
c)
Pasien memiliki antibodi HIV
d)
Pasien terinfeksi HIV namun tidak aktif
17.
Seorang pasien diperiksa menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) untuk malaria. Hasil tes menunjukkan adanya pita di T1, yang mengindikasikan adanya antigen PvLDH. Apa yang dapat disimpulkan dari adanya pita di T1 pada RDT malaria?
a)
Pasien terinfeksi oleh Plasmodium falciparum
b)
Pasien terinfeksi oleh Plasmodium vivax
c)
Pasien terinfeksi oleh Plasmodium malariae
d)
Pasien tidak terinfeksi malaria
18.
Seorang pasien yang baru kembali dari daerah endemik malaria mengalami demam tinggi dan menggigil. Tes diagnostik malaria menggunakan rapid diagnostic test (RDT) menunjukkan antigen HRP-2 positif. Apa yang dapat disimpulkan dari hasil positif pada antigen HRP-2 pada tes RDT?
a)
Pasien terinfeksi Plasmodium vivax
b)
Pasien terinfeksi Plasmodium falciparum
c)
Pasien tidak terinfeksi malaria
d)
Tes RDT tidak valid untuk diagnosis malaria
19.
1Seorang pria berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam tinggi yang berlangsung selama 3 hari, disertai dengan nyeri di belakang mata, sakit kepala, dan nyeri otot. Pasien juga melaporkan munculnya ruam di kulit pada hari ketiga dan merasa lemas. Tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri, tetapi pasien tinggal di daerah endemik demam berdarah. Apa tes yang paling tepat untuk mengonfirmasi diagnosis demam berdarah pada pasien ini?
a)
Tes darah lengkap untuk melihat jumlah trombosit
b)
Tes antigen NS1
c)
Tes antibodi IgM dan IgG
d)
Pemeriksaan mikroskopik terhadap larva nyamuk dengue
20.
Dalam proses Radioimmunoassay (RIA), apa yang terjadi ketika antigen berlabel radioaktif (panas) dan antigen tidak berlabel (dingin) bersaing untuk mengikat antibodi?
a)
Antigen berlabel akan lebih mudah terikat dengan antibodi dibandingkan antigen tidak berlabel.
b)
Semakin banyak antigen tidak berlabel dalam sampel, semakin sedikit antigen berlabel yang terikat pada antibodi.
c)
Semua antigen berlabel akan terikat pada antibodi, dan antigen tidak berlabel tidak terdeteksi.
d)
Hanya antigen berlabel yang akan terdeteksi, antigen tidak berlabel tidak dapat diukur.
21.
Seorang mahasiswa sedang melakukan eksperimen Western Blotting untuk mendeteksi ekspresi protein tertentu dalam sampel sel. Setelah tahap elektroforesis selesai, protein dipindahkan ke membran, dan antibodi primer diinkubasi pada suhu 4°C semalaman. Ketika hasil akhirnya diperiksa, tidak ada pita protein yang terdeteksi pada membran. Apa kemungkinan penyebab dari tidak munculnya pita protein tersebut?
a)
Antibodi sekunder tidak diinkubasi dengan benar
b)
Antibodi primer tidak cocok dengan protein target
c)
Membran tidak diinkubasi dalam waktu yang cukup
d)
Proses elektroforesis tidak berhasil memisahkan protein
22.
Seorang ilmuwan melakukan Western Blotting untuk mendeteksi protein biofilm dari bakteri S. aureus. Setelah elektroforesis dan transfer ke membran, dia mencatat tiga pita dengan ukuran molekul 35 kDa, 22,4 kDa, dan 17,2 kDa. Apa yang bisa disimpulkan dari hasil Western Blotting ini?
a)
Protein biofilm hanya ditemukan pada ukuran molekul 35 kDa
b)
Protein biofilm bakteri S. aureus memiliki berbagai ukuran molekul
c)
Sel utuh S. aureus menghasilkan protein dengan ukuran yang lebih besar
d)
Tidak ada protein yang ditemukan pada biofilm S. aureus
23.
Seorang peneliti melakukan eksperimen Western Blotting menggunakan membran nitroselulosa dan SDS-PAGE untuk memisahkan protein. Setelah transfer protein ke membran, dia menambahkan antibodi primer dan kemudian antibodi sekunder yang terlabel enzim. Hasilnya menunjukkan pita protein yang jelas dan terang. Apa peran antibodi sekunder dalam eksperimen ini?
a)
Mengikat protein target pada membran
b)
Meningkatkan sinyal dari antibodi primer
c)
Menghambat protein yang tidak relevan
d)
Menyusun lapisan blok pada membran
24.
Dalam IHC, antibodi yang mengikat langsung ke antigen target disebut?
a)
Antibodi Primer.
b)
Antibodi Blocking.
c)
Kromogen.
d)
Antibodi Sekunder.
25.
Apa yang harus dilakukan untuk menghilangkan aktivitas enzim alami (misalnya, peroksidase endogen) yang mungkin ada dalam jaringan sebelum inkubasi antibodi berlabel HRP?
a)
Meningkatkan waktu fiksasi formalin.
b)
Melakukan counterstain dengan Hematoksilin.
c)
Inkubasi dengan Hidrogen Peroksida (H2O2)
d)
Inkubasi dengan larutan blocking serum normal.