wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

GSHI

Total questions: 99

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.
1. Seorang wanita 20 tahun datang dengan keluhan terdapat benjolan di daerah anus yang sebelumnya didahului dengan BAB lendir dan darah selama 5 hari. Setelah berobat ke puskesmas keluhan membaik. Pada pemeriksaan tinja ditemukan telur dengan bentuk tempayan disertai kutub (operculum) pada kedua sisi. Apa penyebab penyakit pada kasus diatas yang paling tepat adalah...
a)
Trichuris trichiura
b)
Necator americanus
c)
Ascaris lumbricoides
d)
Oxyuris vermicularis
e)
Ancylostoma duodenale
2.
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun diantar orang tuanya ke puskesmas dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu. Demam naik turun, menggigil, muntah 4 kali. Suhu 39,5 oC, hepatosplenomegali. Pada pemeriksaan ditemukan gametosit berbentuk pisang. Apa penyebab penyakit yang paling tepat pada kasus diatas ?
a)
Plasmodium knowlesy
b)
b. Plasmodium vivax
c)
c. Plasmodium ovale
d)
d. Plasmodium malariae
e)
e. Plasmodium falsiparum
3.

Seorang wanita 30 tahun dengan keluhan muka pucat, konjungtiva anemis, tensi 100/80 mHg, nadi = 100x/menit, pernapasan = 24x/menit, temperatur = 36,8°C, Hb 9 g/dl, leukosit = 6400/mm3. Pada pemeriksaan feces dengan larutan garam fisiologis ditemukan telur bentuk oval dinding tipistransparan bersih dengan segmented ovum. Apa gejala yang dapat disebabkan oleh larva parasit ini?

a)
a. Gatal disekitar anus
b)
b. Rasa tidak enak di perut
c)
c. Ground itch
d)
d. Diare
e)
e. Disentri
4.
Seorang pria 45 tahun, bekerja sebagai petani, datang ke puskesmas untuk memeriksakan dirinya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis, dan pada pemeriksaan feses ditemukan telur bentuk lonjong dinding tipis. Apa diagnosa yang paling tepat pada pasien ini?
a)
a. Askariasis
b)
b. Ankilostomiasis
c)
c. Trikuriasis
d)
d. Amebiasis
e)
e. Enterobiasis
5.
Pada penyakit malaria dapat terjadi anemia berat. Gejala anemia berat pada malaria, terutama disebabkan oleh infeksi:
a)
Plasmodium falciparum
b)
b. Plasmodium vivax
c)
c. Plasmodium ovale
d)
d. Plasmodium malariae
e)
e. Plasmodium knowlesi
6.
Seorang pria usia 50 tahun mengalami kelemahan otot progresif. Pemeriksaan menunjukkan antibodi terhadap reseptor asetilkolin di neuromuscular junction. Apa jenis reaksi imunologi yang terlibat?
a)
a. Hipersensitivitas tipe I
b)
b. Hipersensitivitas tipe II
c)
c. Hipersensitivitas tipe III
d)
d. Hipersensitivitas tipe IV
e)
e. Reaksi anafilaktoid
7.
Seorang pria 25 tahun datang ke IGD setelah disengat lebah. Iamengalami sesak napas, ruam urtikaria di seluruh tubuh, dan tekanan darah menurun drastis. Apa patofisiologi utama pada kasus ini?
a)
a. Aktivasi komplemen oleh antibodi IgG
b)
b. Aktivasi sel T sitotoksik terhadap sel mast
c)
c. Ikatan alergen pada IgE di permukaan sel mast
d)
d. Deposisi kompleks imun di jaringan
e)
e. Produksi autoantibodi terhadap reseptor sel
8.
Seorang anak mengalami ruam kulit, demam, dan nyeri sendi seminggu setelah menerima suntikan serum anti-toksin tetanus (berasal dari kuda). Diduga terjadi serum sickness. Apa patofisiologi utama yang mendasari kondisi ini?
a)
a. Aktivasi IgE terhadap protein asing
b)
b. Deposisi kompleks imun di jaringan
c)
c. Aktivasi sel T terhadap antigen eksogen
d)
d. Destruksi langsung oleh sel T CD8+
e)
e. Opsonisasi oleh IgA
9.
Seorang pria datang dengan ruam gatal pada tangan setelah menggunakan sarung tangan lateks. Tes patch menunjukkan reaksi lokal positif setelah 48 jam. Mekanisme apa yang terlibat?
a)
a. Reaksi anafilaksis akibat IgE
b)
b. Aktivasi limfosit B terhadap lateks
c)
c. Respons sel T terhadap antigen di kulit
d)
d. Aktivasi komplemen oleh antigen
e)
e. Pembentukan antibodi terhadap lateks
10.
Seorang wanita mengalami rinitis alergi setiap musim semi. Gejalanya meliputi bersin, hidung tersumbat, dan mata gatal. Ia diketahui alergi terhadap serbuk sari. Apa mediator utama dalam reaksi awal alergi ini?
a)
a. Interferon-gamma
b)
b. Histamin
c)
c. IgG
d)
d. IL-12
e)
e. TNF-α
11.
Seorang wanita 32 tahun datang dengan keluhan nyeri sendi, ruam pada wajah berbentuk kupu-kupu, dan mudah lelah. Pemeriksaan ANA (antinuclear antibody) positif, dan ditemukan antibodi anti-dsDNA. Apa patofisiologi utama yang mendasari kondisi pasien ini?
a)
a. Aktivasi sel T terhadap antigen asing
b)
b. Produksi imunoglobulin E berlebih
c)
c. Aktivasi komplemen oleh kompleks imun
d)
d. Kegagalan netralisasi virus oleh antibodi
e)
e. Defisiensi sel T regulator
12.
Seorang anak laki-laki usia 1 tahun mengalami infeksi berulang termasuk pneumonia, kandidiasis oral, dan diare kronik. Pemeriksaan menunjukkan limfosit T dan B sangat rendah. Diduga ada kelainan kongenital pada sistem imun. Apakah kemungkinan diagnosisnya?
a)
Defisiensi IgA
b)
b. SCID
c)
c. Agammaglobulinemia
d)
d. Sindrom Wiskott-Aldrich
e)
e. Sindrom Chediak-Higashi
13.
Seorang anak usia 3 tahun menunjukkan bercak eksem kronis, trombositopenia, dan sering mengalami infeksi. Analisis genetik menunjukkan mutasi pada gen WASP. Apa diagnosis yang paling mungkin?
a)
a. Sindrom Chediak-Higashi
b)
b. Sindrom Wiskott-Aldrich
c)
c. SCID
d)
d. Ataxia Telangiectasia
e)
e. Defisiensi Adhesi Leukosit
14.
. Pasien laki-laki usia 25 tahun mengalami demam, pembesaran kelenjar getah bening, dan splenomegali. Pemeriksaan menunjukkan jumlah limfosit atipikal meningkat dan antibodi heterofil positif. Apa patofisiologi utama dari infeksi ini?
a)
a. Produksi antibodi autoimun oleh sel B
b)
b. Aktivasi sel T terhadap virus EBV
c)
c. Penurunan fungsi sel fagosit
d)
d. Mutasi genetik sel B memori
e)
e. Aktivasi komplemen oleh antigen bakteri
15.
Pasien mengalami hematuria dan proteinuria. Pemeriksaan menunjukkan adanya antibodi anti-GBM (glomerular basement membrane). Apa mekanisme imunologis utama?
a)
Deposisi kompleks imun sistemik
b)
b. Aktivasi IgE terhadap antigen ginjal
c)
c. Autoantibodi yang menyerang membran basal glomerulus
d)
d. Respons sel T CD8 terhadap podosit
e)
e. Aktivasi basofil dalam glomerulus
16.
Seorang anak 1 tahun mengalami demam pada hari ke-6 setelah vaksin MR. Bagaimana menginterpretasikan kondisi ini?
a)
a. Reaksi sistemik normal pasca MR
b)
b. Infeksi sekunder akibat vaksin
c)
c. Kesalahan penyuntikan
d)
d. Koinsiden penyakit lain
e)
e. Reaksi alergi berat
17.
Suatu negara mulai memperkenalkan vaksin baru untuk penyakit menular yang angka kejadiannya masih tinggi. Masyarakat menerima vaksinasi dengan antusias karena merasa terancam penyakit tersebut. Apakah tahap maturasi program imunisasi menurut Chen RT (1999) yang sesuai dengan keadaan ini?
a)
a. Tahap pra-vaksinasi
b)
b. Tahap cakupan meningkat
c)
c. Tahap kepercayaan menurun
d)
d. Tahap kepercayaan pulih kembali
e)
e. Tahap eradikasi
18.

Pasien mengalami syok anafilaktik segera setelah imunisasi MR. Apakah klasifikasi KIPI pada kasus ini?

a)
a. Reaksi ringan
b)
b. Reaksi sedang
c)
c. Reaksi berat
d)
d. Reaksi lokal
e)
e. Reaksi psikologis
19.
Petugas menemukan kasus abses di lengan akibat vaksinasi dengan teknik salah. Apakah klasifikasi KIPI pada kasus ini?
a)
a Reaksi vaksin
b)
b. Kesalahan program imunisasi
c)
c. Reaksi alergi
d)
d. Koinsiden
e)
e. Reaksi kecemasan
20.
Seorang anak mengalami demam ringan setelah vaksinasi. Petugas tetap melaporkan kejadian ini. Mengapa KIPI ringan tetap dilaporkan?
a)
a. Untuk menilai kepatuhan masyarakat
b)
b. Untuk mendukung pemantauan keamanan vaksin
c)
c. Untuk memberi perhatian lebih pada pasien
d)
d. Untuk mengurangi beban administrasi
e)
e. Untuk mempercepat distribusi vaksin
21.
Suatu tim riset sedang mendesain sebuah vaksin novelis untuk mencegah tuberkulosis -suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen intraseluler Mycobacterium Tuberculosis. Adapun salah seorang dari tim riset tersebut mengusulkan agar dimasukkan suatu komponen ajuvan pada formulasi vaksin tersebut. Terkait imunitas protektif terhadap patogen ini, manakah pilihan komponen ajuvan terbaik di bawah ini?
a)
b. Sitokin yang meningkatkan respons IFN-γ terhadap antigen mikobakterium
b)
a. Peptida komplemen C3d, yang menyokong
c)
produksi antibodi
d)
c. Interleukin-10
e)
d. Lipopolisakarida bakteri
22.
Suatu tim riset telah membuat suatu antibodi khas-idiotipe dengan mengimunisasi kelinci dengan suatu protein-Myang dimurnikan dari serum penderita mieloma. Adapun antibodi ini tidak bereaksi dengan protein Mlainnya yang diperiksa. Dengan struktur manakah di bawah ini antibodi ini akan bereaksi?
a)
a. Fragmen Fab
b)
b. Rantai J
c)
c. Domain CH1
d)
d. Fragmen Fc
e)
e. Tempat pengikatan reseptor Fc
23.
Suatu tim riset melakukan penelitian berupa pemgembangan vaksin klinik dengan menggunakan sembilan asam amino peptida imunogenik dari glikoprotein HIV-1. Vaksin ini hanya efektif menginduksi terbentuknya antibodi IgG penetralisasi virus berafinitas tinggi pada suatu subset orang-orang dewasa sehat yang menerima vaksin. Karakteristik-karakteristik umum apakah yang menjadi sifat dari individu yangmemberikan respon tersebut?
a)
a. Sama-sama memiliki gen-gen HLA kelas II
b)
b. Tidak memiliki sel-sel Treg
c)
c. Sama-sama memproduksi IL-10 dalam jumlah besar
d)
d. Tidak memiliki reseptor IL-2
e)
e. Berusia di atas 70 tahun
24.
Seorang anak laki-laki, umur 1 tahun 3 bulan, diantar orangtuanya ke Poliklinik Anak RSUP Dr. R.D. Kandou Manado dengan keluhan batuk-batuk, hidung tersumbat, dan demam. Suhu tubuhnya 39oC, denyut nadi cepat. Pemeriksaan laboratorik menunjukkan leukositosis. Berdasarkan aloanamnesis, ibu pasien tidak terlalu yakin akan riwayat imunisasinya, hanya mengingat bahwa ia telah mengantar anaknya ke Posyandu 2 kali untuk diimunisasi. Dokter selanjutnya meresepkan antibiotika amoksisilin, yang diikuti dengan perbaikan klinis beberapa hari sesudahnya. Vaksin anak secara rutin terhadap patogen manakah yang dapat mencegah terjadinya kondisi ini?
a)
a. Rabies
b)
b. Virus polio
c)
c. Legionella pneumophila
d)
d. Haemaphilus influenzae tipe b
e)
e. Hepatitis B
25.
Seorang laki-laki, 40 tahun, diantar ibu dan keluarganya ke IRDM Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dengan keluhan batuk berdahak dan mengeluarkan darah. Ia menunjukkan hasil tes tuberkulin positif dengan purified protein derivate (PPD). Hasil pemeriksaan radiologik toraks menunjukkan gambaran khas pneumonia mikobakterium. Ibunya menyatakan bahwa pasien telah diimunisasi dengan vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerin) ketika masih kanak-kanak. Tergolong pada kelompok apakah vaksin yang disebutkan di atas?
a)
a. Purified antigen vaccines
b)
b. Synthetic antigen vaccines
c)
c. Life attenuated vaccines
d)
d. Sub-unit vaccines
e)
e. DNA vaccines
26.
Seorang laki-laki 30 tahun dirawat karena demam tinggi, radang tenggorokan, dan ulkus mulut sejak 4 hari lalu. Pasien memiliki riwayat penggunaan klozapin untuk skizofrenia sejak 1 bulan terakhir. Hasil laboratorium didapatkan leukosit: 900/µL (N: 4.000–10.000/µL); Neutrofil absolut: 50/µL (N: 1.500–8.000/µL); Hb: 13 g/dL; Trombosit: 260.000/µL. Dokter kemudian melakukan aspirasi sumsum tulang untuk menilai penyebab agranulositosis. Hasil yang diharapkan pada pemeriksan ini untuk menunjang diagnosis agranulositosis adalah…
a)
a. Sumsum tulang hiposeluler dengan penurunan semua lini hematopoiesis
b)
b. Sumsum tulang hypoplasia atau tidak ada sel dari prekursor myeloid
c)
c. Sumsum tulang hiposeluler dengan dominasi sel limfoid
d)
d. Sumsum tulang penuh dengan sel mieloblas imatur
e)
e. Sumsum tulang normoseluler dengan peningkatan eritropoiesis saja
27.
1. Seorang laki-laki 45 tahun, dirawat di ruang ICU dengan penurunan kesadaran disertai sesak nafas berat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD: 92/62 mmHg, HR: 112x/m R: 28x/m S: 39,2oC. Hematom pada bagian tangan dan kaki, suara pernafasan rhonki dikedua lapang paru. pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hasil laboratorium: Hemoglobin: 10 g/dL (N: 13–17 g/dL); Leukosit: 20.000/µL (N: 4.000–10.000/µL); Trombosit: 40.000/µL (N: 150.000– 450.000/µL); PT: 22 detik (N: 11–14 detik); aPTT: 55 detik (N: 25–35 detik); D-dimer: >5.000ng/mL (N: >5.00 ng/mL); ); Fibrinogen: 90 mg/dL (N: 200–400 mg/dL), Creatinin: 2,3, pemeriksaan foto thoraks didapatkan infiltrate di kedua lapangan paru. Berdasarkan kasus di atas, diagnosis yang paling tepat adalah…
a)
a. Sepsis dengan trombositopenia imun
b)
b. Sepsis dengan trombositopenia akibat konsusmsi antibiotic
c)
c. Agranulositosis dengan sepsis
d)
d. Trombotic Thrombocytopenic Purpura
e)
e. Disseminated Intravascular Coagulation
28.
  1. Seorang laki-laki 75 tahun, dirawat di ruang ICU dengan penurunan kesadaran disertai sesak nafas berat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD: 86/52 mmHg, HR: 122x/m R: 28x/m S: 39,5oC, SpO2: 92% dengan NRM 15 lpm. Hematom pada bagian tangan dan kaki, suara pernafasan rhonki dikedua lapang paru. pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hasil laboratorium: Hemoglobin: 8,6 g/dL (N: 13–17 g/dL); Leukosit: 15.000/µL (N: 4.000– 10.000/µL); Trombosit: 86.000/µL (N: 150.000–450.000/µL, Creatinin: 2,3. Pada pemeriksaan foto thoraks didapatkan infiltrate di kedua lapangan paru. Pemeriksaan penunjang lanjutan apa yang dilakukan untuk mendiagnosis kasus ini adalah…

a)

hs-CRP

b)

ct-scan thoraks

c)
  1. pt/aptt, fibrinogen, d-dimer

d)

bilirubin total, direk

e)

echo Doppler

29.
  1. Seorang laki-laki 45 tahun, dirawat di ruang ICU dengan penurunan kesadaran disertai sesak nafas berat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD: 92/62 mmHg, HR: 112x/m R: 28x/m S: 39,2oC. Hematom pada bagian tangan dan kaki, suara pernafasan rhonki dikedua lapang paru. pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hasil laboratorium: Hemoglobin: 10 g/dL (N: 13–17 g/dL); Leukosit: 20.000/µL (N: 4.000–10.000/µL); Trombosit: 40.000/µL (N: 150.000– 450.000/µL); PT: 22 detik (N: 11–14 detik); aPTT: 55 detik (N: 25–35 detik); D-dimer: >5.000

ng/mL (N: >5.00 ng/mL); ); Fibrinogen: 90 mg/dL (N: 200–400 mg/dL), Creatinin: 2,3, pemeriksaan foto thoraks didapatkan infiltrate di kedua lapangan paru. Berdasarkan kasus di atas, diagnosis yang paling tepat adalah…


a)

Sepsis dengan trombositopenia imun

b)

Sepsis dengan trombositopenia akibat konsusmsi antibiotic

c)

Agranulositosis dengan sepsis

d)

Trombotic Thrombocytopenic Purpura

e)
  1. Disseminated Intravascular Coagulation

30.
Kondisi dibawah ini yang merupakan salah satu penyebab Agranulositosis kongenital adalah
a)
a. Kemoterapi
b)
b. Leukemia
c)
c. Rheumatoid arhtritis
d)
d. Sindrom Kostmann
e)
e. SLE
31.
Seorang laki-laki 35 tahun dengan riwayat IgA vasculitis datang kontrol ke poliklinik. Sebulanlalu pasien mengalami purpura non-trombositopenik, artralgia, dan hematuria mikroskopis. Saat ini ruam sudah hilang, tetapi pasien masih mengeluh kadang kencing berbusa. Pada pemeriksaan fisik: Tekanan darah: 145/95 mmHg; Nadi: 82x/menit; Tidak ada edema tungkai. Pada Pemeriksaan laboratorium terakhir didapatkan Urinalisis: proteinuria (+2), hematuria mikroskopis (+) Kreatinin serum: 1,8 mg/dL. Pemeriksaan penunjang yang paling tepat dilakukan secara berkala untuk memantau progresivitas penyakit ginjal pada pasien ini adalah….
a)
a. Pemeriksaan ANCA dan anti-GBM
b)
b. Pemeriksaan foto toraks
c)
c. Urinalisis dan tekanan darah
d)
d. CT scan abdomen
e)
e. Kultur urine
32.
Seorang Wanita 26 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan muncul ruam kemerahan di punggung tangan dan lengan sejak 3 hari. Ruam berbentuk lingkaran konsentris dengan bagian tengah lebih gelap (lesi targetoid). Pasien juga mengeluh pernah mengalami ruam serupa setelah sembuh dari sariawan herpes labialis beberapa bulan lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan Lesi targetoid multipel di lengan dan tungkai, tidak ada bula, mukosa mulut dan genital tidak terlibat, tanda vital dalam batas normal. Diagnosis yang paling tepat pada kasus ini adalah…
a)
a. Eritema multiforme minor/ringan
b)
b. Eritema multiforme mayor/berat
c)
c. Stevens–Johnson Syndrome (SJS)
d)
d. Toxic Epidermal Necrolysis (TEN)
e)
e. Pemfigoid bulosa
33.
Seorang Wanita 23 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan muncul ruam kemerahan di punggung tangan dan lengan sejak 3 hari. Ruam berbentuk lingkaran konsentris dengan bagian tengah lebih gelap (lesi targetoid). Pasien juga mengeluh terdapat luka di mulut dan sekitar mulut yang terasa nyeri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, lesi targetoid di ekstremitas, mukosa bibir dan pipi terdapat erosi multipel, tampak nyeri bila disentuh, tidak ada bula luas atau epidermolysis, Tanda vital dalam batas normal. Penanganan awal yang paling tepat untuk luka mulut pada pasien ini adalah…
a)
a. Memberikan kortikosteroid sistemik dosis tinggi segera
b)
b. Terapi suportif dengan obat kumur anestetik/topikal dan menjaga hidrasi
c)
c. Pemberian antibiotik sistemik profilaksis
d)
d. Plasmapheresis
e)
e. Pemberian acyclovir
34.
1. Seorang Wanita 21 tahun datang dengan keluhan ruam kemerahan di lengan dan tungkai sejak 4 hari. Ruam berbentuk lesi targetoid. Pasien juga mengeluh sariawan dan nyeri menelan sejak 2 hari terakhir. Riwayat penyakit: sejak 1 minggu sebelumnya pasien mengalami demam, batuk kering, dan nyeri dada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD: 110/70 mmHg, N: 102x/m, R: 20x/m, S: 38,2oC, Lesi targetoid multipel di ekstremitas, mukosa bibir dan mulut terdapat erosi, terdengar ronki halus di kedua basal paru, Pada pemeriksaan penunjang didapatkan leukosit: 10.200/µL, foto toraks: infiltrat interstisial difus. Terapi yang paling tepat untuk kasus ini adalah…
a)
a. Prednison dosis tinggi
b)
b. Azitromisin per oral
c)
c. Ceftriaxone intravena
d)
d. Antiviral (acyclovir)
e)
e. Plasmapheresis
35.
Seorang wanita 22 tahun datang dengan keluhan ruam kemerahan di lengan dan tungkai sejak 4 hari. Ruam berbentuk lesi targetoid. Pasien juga mengeluh sariawan dan nyeri menelan sejak 2 hari terakhir. Riwayat penyakit: sejak 1 minggu sebelumnya pasien mengalami demam, batuk kering, dan nyeri dada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD: 110/70 mmHg, N: 102x/m, R: 20x/m, S: 38,2oC, Lesi targetoid multipel di ekstremitas, mukosa bibir dan mulut terdapat erosi, terdengar ronki halus di kedua basal paru, Pada pemeriksaan penunjang didapatkan leukosit: 10.200/µL, foto toraks: infiltrat interstisial difus. Salah satu penyebab infeksi paru pada kasus ini adalah…
a)
a. Haemophilus Influenza
b)
b. Streptococcus Pneumoniae
c)
c. Mycoplasma Pneumoniae
d)
d. Herpes Simplex Virus
e)
e. SARS-CoV2
36.
Seorang perempuan 23 tahun datang dengan keluhan demam ringan, dan ruam kemerahan di pipi bila terkena sinar matahari, disertai nyeri sendi sejak 1 bulan terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis, didapatkan bercak merah, luka di mulut, dan artritis non-erosif pada sendi interphalangeal. Hasil laboratorium: Hb 9 g/dL, leukosit 3.200/µL, trombosit 120.000/µL (Pansitopenia). Diagnosis yang paling memungkinkan untuk kasus ini adalah…
a)
a. Rheumatoid arthritis
b)
b. Lupus eritematosus sistemik
c)
c. Vaskulitis
d)
d. Poliarteritis Nodosa
e)
e. Skleroderma
37.
Seorang pria berusia 35 tahun mengeluh nyeri sendi yang berpindah-pindah, serta gejala demam dan malaise. Pada pemeriksaan fisik didapatkan edema pitting pada ekstremitas bawah. Pada pemeriksaan laboratorium: Pasien sudah terdiagnosis sebagai Lupus Eritematosus Sistemik. Kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan hasil Proteinuria 3,5g/24 jam, Albumin: 2,8 g/dL, creatinine: 1,6 mg/dL. Riwayat kesehatan menunjukkan adanya masalah ginjal. Pemeriksaan lanjutan yang paling tepat untuk megonfirmasi dan menentukan klasifikasi lupus nefritis adalah…
a)
a. USG ginjal
b)
b. Biopsi ginjal
c)
c. Pemeriksaan ANA
d)
d. Pemeriksaan elektrolit serum
e)
e. Pemeriksaan ureum dan kreatinin berulang
38.
Seorang wanita berusia 40 tahun dengan SLE mengalami pembengkakan di area pergelangan tangan dan nyeri yang hebat. Hasil pemeriksaan menunjukkan peningkatan kadar kreatinin. Apa tindakan awal yang paling tepat?
a)
a. Berikan diuretik
b)
b. Rujuk ke spesialis ginjal
c)
c. Lakukan biopsi ginjal
d)
d. Berikan NSAID
e)
e. Berikan kortikosteroid
39.
Salah satu penyebab terjadinya Poliaarteritis Nodosa sekunder adalah…
a)
a. Infeksi Hepatitis B
b)
b. IgA meningkat
c)
c. Paparan sinar matahari
d)
d. Herpes simplex virus
e)
e. HIV
40.
Seorang perempuan 68 tahun datang dengan keluhan nyeri dan kaku pada bahu serta panggul sejak 2 bulan. Keluhan terutama dirasakan pada pagi hari lebih dari 1 jam. Pasien juga mengeluh cepat lelah dan penurunan berat badan. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan pembengkakan sendi, deformitas, atau kelemahan otot. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk membantu menegakkan diagnosis pada kasus ini adalah?
a)
a. LED dan CRP
b)
b. ANA dan anti-dsDNA
c)
c. RF dan anti-CCP
d)
d. MRI
e)
e. Biopsi otot
41.
Seorang ibu hamil usia 24 tahun, hamil 5 bulan, datang dengan keluhan cepat lelah dan pusing. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 9 g/dL, MCV rendah, MCH rendah, feritin serum rendah. Patofisiologi utama anemia ini adalah:
a)
a. Perusakan eritrosit akibat antibodi autoimun
b)
b. Gangguan sintesis hem akibat cadangan zat besi berkurang
c)
c. Defisiensi folat yang menghambat sintesis DNA
d)
d. Peningkatan plasma volume menyebabkan hemodilusi
e)
e. Mutasi gen globin yang mengganggu sintesis hemoglobin
42.
Seorang pria 27 tahun datang dengan keluhan pucat, mudah lelah, dan perdarahan gusi. Pemeriksaan darah menunjukkan Hb 7 g/dL, leukosit 2.500/µL, trombosit 40.000/µL. Aspirasi sumsum tulang menunjukkan hiposelular dengan dominasi jaringan lemak. Patofisiologi utama pada anemia aplastik adalah:
a)
a. Kerusakan sel punca hematopoietik menyebabkan kegagalan produksi semua lini sel darah
b)
b. Mutasi gen globin menyebabkan gangguan sintesis hemoglobin
c)
c. Kehilangan darah kronis menyebabkan defisiensi zat besi
d)
d. Defisiensi vitamin B12 menghambat sintesis DNA
e)
e. Antibodi autoimun menghancurkan eritrosit di limpa
43.
Seorang anak 8 tahun datang dengan keluhan pucat, perut membesar, dan sering mendapat transfusi darah. Pemeriksaan darah menunjukkan Hb 7 g/dL, MCV rendah, MCH rendah, smear menunjukkan target cell. Patofisiologi utama pada thalasemia adalah
a)
a. Defisiensi zat besi yang menghambat sintesis hemoglobin
b)
b. Defisiensi folat yang menghambat sintesis DNA
c)
c. Mutasi gen menyebabkan gangguan sintesis rantai globin
d)
d. Autoantibodi menghancurkan eritrosit di limpa
e)
e. Penurunan eritropoietin yang menghambat eritropoiesis
44.
Seorang anak laki-laki 6 tahun dibawa ke RS dengan keluhan pucat, demam berulang, dan mudah memar. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 7 g/dL, leukosit 80.000/µL dengan dominasi limfoblast, trombosit 45.000/µL. Patofisiologi utama pada Leukemia Limfoblastik Akut adalah:
a)
a. Mutasi BCR-ABL yang meningkatkan aktivitas tirosin kinase
b)
b. Defisiensi vitamin B12 yang menghambat sintesis DNA
c)
c. Proliferasi klonal limfoblast imatur yang gagal berdiferensiasi normal
d)
d. Defisiensi zat besi yang menurunkan sintesis hemoglobin
e)
e. Aktivasi autoimun yang menghancurkan eritrosit matur
45.
Seorang anak laki-laki 10 tahun datang dengan demam tinggi 4 hari, bintik merah di kulit, dan hasil lab trombosit 45.000/µL. Pemeriksaan serologi positif NS1 antigen. Mekanisme utama trombositopenia pada fase awal infeksi dengue adalah…
a)
Penekanan sementara sumsum tulang akibat infeksi langsung virus dengue pada progenitor hematopoietik
b)
Defisiensi vitamin K yang menurunkan produksi trombosit
c)
Aktivasi autoantibodi terhadap sel darah merah
d)
Mutasi genetik pada megakariosit
e)
Kehancuran trombosit akibat hipersplenisme kronis
46.
Seorang pria 32 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan cepat lelah, pucat, dan sering mengalami perdarahan gusi sejak 1 bulan terakhir. Pasien juga mengeluhkan demam yang tidak kunjung reda. Pada pemeriksaan fisik ditemukan limfadenopati generalisata dan petekie pada ekstremitas. Manakah diagnosis yang paling sesuai dengan gambaran klinis pasien tersebut?
a)
Anemia aplastik
b)
OptionLimfoma non-Hodgkin
c)
Leukemia limfoblastik akut
d)
Leukemia mielositik kronik
e)
Purpura trombositopenik idiopatik
47.
Seorang pria 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan pucat, mudah lelah, dan sering mimisan sejak 3 minggu terakhir. Pasien juga mengeluhkan gusi sering berdarah. Pada pemeriksaan fisik tampak pucat, petekie di lengan, serta pembesaran gusi (gingival hypertrophy). Diagnosis yang paling sesuai dengan kondisi pasien adalah
a)
Leukemia limfoblastik akut
b)
Leukemia mieloblastik akut
c)
Leukemia mielositik kronik
d)
Purpura trombositopenik idiopatik
e)
Anemia aplastic
48.
Ibu Ana, 47 tahun, datang berobat ke RS Walanda Maramis dengan keluhan utama demam, jantung berdebar dan lemah badan. Keluhan ini dialami pasien sudah kira-kira 10 hari. Pasien ini adalah seorang Ibu Rumah Tangga. Pada pemeriksaan fisik ternyata ditemukan konjungtiva anemis, lekositnya 12.000, dan adanya hepatoslenomegali. Untuk diagnosis pasti, maka akan dilakukan pemeriksaan…
a)
PCR
b)
Biopsi
c)
Sitogenetika
d)
Imunofenotyping
e)
Hapusan sumsum tulang
49.
Pasien laki-laki umur 46 tahun, masuk rumah sakit dengan keluhan demam 5 hari, tidak ada batuk, Pada pemeriksaan fisik ditemukan anemis, dan Splenomegali, Pada pemeriksaan darah tepi ditemukan Hb 9 gr%, Leukosit 500.000/mm3, Trombosit 450.000/mm3. Apa kemungkinan yang terjadi pada pasien ini?
a)
Leukemia Mieloblastik Akut dengan hiperlekositosis
b)
Leukemia Mielositik Kronik dengan hiperlekositosis
c)
Leukemia Limfoblastik Akut dengan hiperlekositosis
d)
Leukemia Granulositik Kronik fase krisis blast
e)
Leukemia Granulositik Kronik fase akselerasi
50.
Seorang wanita 55 tahun dengan riwayat CML yang sedang mendapat terapi imatinib sejak 2 tahun lalu datang dengan keluhan nyeri tulang hebat, demam, dan perdarahan gusi. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan: Hb 7 g/dL, leukosit 250.000/µL dengan dominasi blast 35%, trombosit 30.000/µL. Apakah perjalanan klinis penyakit pasien ini?
a)
Fase kronik
b)
Fase akselerasi
c)
Fase blast crisis
d)
Fase remisi parsial
e)
Fase remisi lengkap
51.
Ibu Eli usia 38 tahun, masuk ke Poliklinik Ilmu Penyakit Dalam RSUP Prof dr RD Kandou manado dengan keluhan pucat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis, tidak panas, denyut jantung 110 x / menit. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan Hb 9 gr/dl, MCV 65 fl, MCH 28 pg/dl, MCHC 25 gr/dl. Dari morfologi diatas, maka pasien ini termasuk dalam golongan
a)
Anemia Normokrom Normositik
b)
Anemia Hipokrom Mikrositik
c)
Anemia Makrositik
d)
Anemia Megaloblastik
e)
Anemia Normokrom Mikrositik
52.
Ibu Eli usia 38 tahun, masuk ke Poliklinik Ilmu Penyakit Dalam RSUP Prof dr RD Kandou manado dengan keluhan pucat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis, tidak panas, denyut jantung 110 x / menit. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan Hb 9 gr/dl, MCV 65 fl, MCH 28 pg/dl, MCHC 25 gr/dl. Pasien ini tidak pernah mengalami perdarahan saluran pencernaan, perdarahan gusi. Manakah pemeriksaan yang akan anda pilih untuk diagnosis pasti?
a)
Pemeriksaan kadar Serum Iron, TIBC dan Ferritin
b)
Pemeriksaan aspirasi sumsum tulang
c)
Pemeriksaan Hapusan Darah Tepi
d)
Pemeriksaan Jumlah Eritrosit
e)
Pemeriksaan Ferritin
53.
Seorang Wanita usia 20 tahun, masuk ke Poliklinik Ilmu Penyakit Dalam RSUP Prof dr RD Kandou manado dengan keluhan pucat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis, tidak panas, denyut jantung normal. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan Hb 11 gr/dl, MCV 65 fl, MCH 28 pg/dl, MCHC 25 gr/dl, kadar serum iron 20 mikrogram/dl. Pemeriksaan apa yang perlu dilakukan?
a)
Hapusan Darah Tepi
b)
Pemeriksaan Retikulosit
c)
Hapusan Sumsum Tulang
d)
Pemeriksaan Jumlah Eritrosit
e)
Pemeriksaan Elektroforesis Hb
54.
Seorang wanita usia lanjut berobat di Puskesmas Bahu dengan keluhan lemah badan, pucat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis, tidak ditemukan pembesaran hati/limpa dan kelenjar getah bening. Pada pemeriksaan laboratorium kadar Hb, lekosit dan trombosit dibawah normal. Pemeriksaan hitung netrofil 1000/uL. Menurut anda, apa kira- kira diagnosis pasti pasien ini
a)
Anemia aplastik berat
b)
Anemia Hipoplastik
c)
Anemia pada usia lanjut
d)
Anemia aplastik bukan berat
e)
Anemia aplastik sangat berat
55.
Seorang wanita usia lanjut berobat di Puskesmas Bahu dengan keluhan lemah badan, pucat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis, tidak ditemukan pembesaran hati/limpa dan kelenjar getah bening. Pasien ini oleh dokter pemeriksa sangat dicurigai anemia aplastic. Apa yang akan ditemukan pada pasien ini dengan curiga penyakit diatas?
a)
Pansitopenia, jenis anemia hipokrom mikrositk
b)
Pansitopenia dengan jenis Anemia Normokrom Normositer
c)
Pansitopenia dengan Hitung Jenis Limfositosis absolut
d)
Pansitopenia dengan sel blas
e)
Pansitopenia dengan gambaran makrositik
56.
Seorang laki – laki berusia 25 tahun, dikirim dari RSUD Walanda Maramis dengan keluhan pucat, ada hepatosplenomegali, pada pemeriksaan laboratorium ditemukan Hb 6 gr./dl, normoblastosis dan retikulosit meningkat. Dari hasil pemeriksaan laboratorium tersebut terdapat kemungkinan menderita
a)
Anemia aplastik
b)
Anemia displastik
c)
Anemia megaloblastik
d)
Anemia hemolitik
e)
Anemia defisiensi besi
57.
Seorang laki – laki berusia 25 tahun, dikirim dari RSUD Walanda Maramis dengan keluhan pucat, ada hepatosplenomegali, pada pemeriksaan laboratorium ditemukan Hb 6 gr./dl, normoblastosis dan retikulosit meningkat. Apa yang sesuai dengan penyakit ini?
a)
Pada anemia hemolitik dengan tes coomb direk negatif adanya respon terhadap pemberian steroid bukan sebagai tes diagnostik maupun keberhasilan terapi.
b)
Bila tes coomb direk positif, maka pasti adalah anemia hemolitik
c)
Bila tes coomb direk negatif, pasti bukan anemia hemolitik
d)

Pada anemia hemolitik dengan tes coomb direk negatif adanya respon terhadap pemberian steroid dapat dianggap sebagai tes diagnostik maupun keberhasilan terapi

e)
  1. Pada anemia hemolitik dengan tes coomb indirek negatif adanya respon terhadap pemberian steroid dapat dianggap sebagai tes diagnostik maupun keberhasilan terapi

58.
Seorang pria usia 50 tahun, berobat di poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri ulu hati, pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtivanya pucat, pemeriksaan laboratorium Hb 7 gr/dl, MCV 110 fl. Pada hapusan darah ditemukan hipersegmentasi netrofil. Apa kemungkinan pasien ini?
a)
Anemia mikrositik
b)
Anemia hipokrom
c)
Anemia Megaloblastik
d)
Anemia makrositik megaloblastik
e)
Anemia makrositik non megaloblastic
59.
Seorang pria usia 55 tahun, berobat di poliklinik penyakit dalam dengan keluhan sakit kepala, sering gatal2 , pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtivanya agak merah, dan ada pembesaran hati dan limpa, pemeriksaan laboratorium Hb 20 gr/dl, Hematokrit 60 %. Prinsip pengobatan pasien ini adalah…
a)
Mempertahankan viskositas darah pada tingkat normal kasus
b)
Menurunkan viskositas darah sampai ke tingkat normal kasus
c)
Mengendalikan lekopoiesis dengan flebotomi
d)
Diberikan pengobatan sesuai dengan keluhan yang ada
e)
Diberikan kemoterapi sitostatik
60.
Seorang pria usia 50 tahun, berobat di poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri ulu hati, pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtivanya pucat, pemeriksaan laboratorium Hb 7 gr/dl, MCV 110 fl. Apa yang akan dilakukan pada pasien ini
a)
Pemeriksaan Retikulosit
b)
Pemeriksaan Kadar Besi Serum
c)
Pemeriksaan Hapusan Darah Tepi
d)
Pemeriksaan Hapusan sumsum tulang
e)
Pemeriksaan PCR
61.
Tn Anton, 58 tahun datang ke IGD RSUP Kandou dengan keluhan Nyeri tulang belakang. Keluhan ini telah dirasakan Tn Anton sejak 1 tahun lalu. Oleh karena nyeri, Tn Anton telah mengkonsumsi obat anti nyeri tapi nyeri tidak hilang. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD, Suhu Badan, Nadi dan Suhu Badan dalam batas normal, tapi pasien tampak pucat. Kira-Kira apa kemungkinan yang menjadi masalah pada Tn. Anton ?
a)
Nyeri tulang karena trauma tulang belakang
b)
Nyeri tulang karena factor ketuaan
c)
Nyeri tulang dan pucat oleh karena ada gangguan pada sumsum tulang seri myeloid
d)
Nyeri tulang dan pucat oleh karena ada gangguan pada sumsum tulang seri limfoid
e)
Nyeri tulang dan pucat oleh karena ada gangguan pada sumsum tulang seri limfoid akibat trauma pada sumsum tulang
62.
Ibu Jein datang berobat ke Rumah sakit dengan keluhan lemah badan, nyeri tulang, cepat capek, pada pemeriksaan ditemukan anemis, jantung paru normal. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, ternyata sangat menunjng suatu multiple myeloma. Hasil laboratorium yang menunjang diagnosis pada kasus adalah….
a)
Hb14 , HT 46, Trombosit 125.000, Granulosit 75%
b)
HB 11, HT 35, Trombosit 155.000, Calcium 10, LED 55
c)
HB 10, HT 33, Trombosit 160.000, Calcium 7.5, LED 20
d)
HB 7, HT 25, Trombosit 123.000, Lekosit 2000, LED 60
e)
HB 10, HT 33, Trombosit 145.000, Calcium 7.5, LED 20
63.
  1. Ibu Jein datang berobat ke Rumah sakit dengan keluhan lemah badan, nyeri tulang , cepat capek, pada pemeriksaan ditemukan anemis , jantung paru normal. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, ternyata sangat menunjang suatu multiple myeloma. Prinsip pengobatan yang paling tepat adalah….

a)
  1. Mieloma multipel adalalah penyakit yang bisa disembuhkan dengan terapi gen.

b)
  1. Tujuan terapi adalah hanya untuk mengurangi keluhan saja.

c)
  1. Tujuan terapi adalah untuk mengurangi keluhan dan memperpanjang masa hidup

d)
  1. Terapi suportif adalah terapi yang terbaik pada m=iloma

multipel.

e)
  1. Tujuan terapi adalah untuk mengurangi keluhan dan

memperpanjang masa hidup melalui pemberian terapi spesifik dan terapi suportif


64.
  1. Tn Hans datang berobat ke Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Kandou dengan keluhan muncul benjolan pada leher kiri dan kanan . Pasien tidak merasakan demam, hanya cepat capek saja. Pasien telah dilakukan pemeriksaan penunjang dan ditemukan sel Reed Sternberg. Apa yang dialami Tn. Hans

a)

Limfoma Maligna Non Hodgkin derajat berat

b)

Limfoma Maligna Hodgkin derajat berat

c)
  1. Limfoma Maligna Hodgkin low grade

d)

Limfoma Maligna Non Hodgkin

e)
  1. Limfoma Maligna Hodgkin

65.
Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan Limfoma Maligna Non Hodgkin?
a)
Merupakan sekelompok besar keganasan primer limfosit yang dapat berasal dari sel T (85%), sel B, dan amat jarang dari sel NK
b)
Merupakan sekelompok besar keganasan primer limfosit yang dapat berasal dari sel B (85%), sel T, dan amat jarang dari sel NK
c)
Merupakan sekelompok besar keganasan primer limfosit yang dapat berasal dari sel B , sel T, dan amat jarang dari sel NK
d)
Gambaran klinis sangat homogen baik tipe histologis, perjalanan penyakit, maupun respon terhadap pengobatan
e)
Gambaran klinis bervariasi baik tipe histologis, perjalanan penyakit, maupun respon terhadap pengobatan
66.
Seorang wanita 22 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sering mimisan dan mudah memar sejak remaja. Ia juga mengeluhkan menstruasi sangat banyak setiap bulan (menorrhagia). Pemeriksaan fisik menunjukkan banyak ekimosis di lengan. Pemeriksaan laboratorium: jumlah trombosit normal, PT normal, aPTT sedikit memanjang, waktu perdarahan memanjang. Diagnosis yang paling sesuai adalah….
a)

Hemofilia A

b)
Penyakit Von Willebrand
c)
Hemofilia B
d)
Purpura trombositopenik idiopatik
e)
Anemia aplastic
67.
Tn.Agus menderita Hemofilia. Dari pemeriksaan ditemukan aktivitas Faktor VIII adalah 4%. Pernyataan apa yang cocok dengan Tn. Agus
a)
Hemofilia A Ringan
b)
Hemofilia B Ringan
c)
Hemofila A Sedang
d)
Hemofilia B Sedang
e)
Hemofilia Ringan
68.
Seorang pria 25 tahun datang dengan keluhan perdarahan sendi berulang sejak kecil, terutama di lutut. Ia sering mengalami nyeri dan bengkak pada sendi setelah aktivitas ringan. Pemeriksaan fisik menunjukkan hemartrosis pada lutut kanan. Pemeriksaan laboratorium: PT normal, waktu perdarahan normal , aPTT memanjang. Diagnosis yang paling sesuai adalah….
a)
Penyakit Von Willebrand
b)
Hemofilia A
c)
Hemofilia B
d)
Trombositopenia imun
e)
Anemia aplastic
69.
Seorang pria 30 tahun datang dengan perdarahan sendi berulang. Ia tidak memiliki riwayat mudah memar atau epistaksis seperti pada gangguan platelet. Pemeriksaan fisik menunjukkan hemartrosis pada pergelangan kaki. Pemeriksaan laboratorium: jumlah trombosit normal, waktu perdarahan normal, PT normal, aPTT memanjang, kadar faktor VIII<1% Diagnosis paling sesuai adalah
a)
Hemofilia A berat
b)
Hemofilia A ringan
c)
Hemofilia B
d)
Penyakit Von Willebrand
e)
Anemia aplastic
70.
Seorang wanita 25 tahun dengan riwayat penyakit Von Willebrand datang dengan keluhan perdarahan menstruasi yang sangat banyak(menoragia). Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 9 g/dL, trombosit normal, PT normal, aPTT sedikit memanjang. Dokter merencanakan terapi yang dapat meningkatkan pelepasan faktor VIII dan vWF dari endotel. Terapi yang paling tepat adalah
a)
Vitamin K
b)
Desmopressin (DDAVP)
c)
Asam traneksamat
d)
Faktor IX konsentrat
e)
Aspirin
71.
Seorang bayi berusia 6 bulan dibawa ke poliklinik dengan keluhan sering tampak pucat dan mudah lelah. Pemeriksaan fisik menunjukkan skleraikterik dan hepatosplenomegali. Hasil laboratorium menunjukkan anemia sedang, retikulositosis, dan kadar hemoglobin F yang tinggi. Riwayat keluarga menunjukkan adanya kelainan darah pada anggota keluarganya. Diagnosa yang paling mungkin pada pasien ini adalah
a)
Thalassemia Minor
b)
Sickle cell anemia heterozigot
c)
Hemoglobin C disease
d)
Hemoglobin H disease
e)
Thalassemia Mayor
72.
Seorang pria usia 20 tahun datang dengan Riwayat episod nyeri tulang dan sendi yang berulang, terutama saat dehidrasi. Pemeriksaan darah menunjukkan anemia normokromik, eosinophil tinggi, dan eritrosit sel sabit pada pemeriksaan hapusan darah tepi. Pada pemeriksaan hemoglobin elektroforesis ditemukan peningkatan hemoglobin S. Diagnosis yang paling mungkin adalah
a)
Thalassemia beta minor
b)
Sickle cell anemia
c)
Hemoglobin C disease
d)
Hemoglobin H disease
e)
Hemoglobin E disease
73.
Seorang bayi laki-laki berusia 8 bulan dibawa ke puskesmas karena tampak pucat, sering tampak rewel, dan mudah lelah. Ibu menyebutkan bahwa sebelumnya pernah ada anggota keluarganya yang mengalami kelainan darah serupa. Pemeriksaan fisik menunjukkan ikterus ringan dan hati yang membesar. Pemeriksaan darah menunjukkan anemia sedang, retikulositosis, danpemeriksaan elektrofotesis menunjukkan peningkatan hemmoglobin F. Diagnosa yang paling mungkin adalah
a)
Thalassemia minor
b)
Hemoglobin C disease
c)
Thalassemia mayor
d)
Hemoglobin H disease
e)
Hemoglobin E disease
74.
Seorang bayi baru lahir mengalami ikterus berat dan anemia. Pemeriksaan darah menunjukkan adanya fragmen sel darah merah yang hektik, dan tes Coombs langsung positif. Bayi tersebut berasal dari ibu yang diketahui golongan darah A, Rh- positif Apakah penyebab utama dari kondisi tersebut….
a)
Hemolisis karena inkompatibilitas ABO
b)
Hemolisis karena inkompatibilitas Rh
c)
Hemolisis pasca transfusi darah
d)
Sepsis pasca transfusi darah
e)
Reaksi anafilatik
75.
Sebuah kasus transfusi darah terjadi di sebuah rumah sakit di Manado. Pasien dengan golongan darah A menerima transfusi darah dari donor dengan golongan darah B. Setelah beberapa saat, pasien mengalami demam, menggigil, dan sesak napas. Apakah penyebab paling mungkin dari reaksi transfusi yang dialami pasien tersebut….
a)
Kontaminasi bakteri pada darah donor
b)
Reaksi anafilaksis terhadap komponen darah
c)
Inkompatibilitas golongan darah ABO
d)
Overload cairan akibat transfusi yang terlalu cepat
e)
Reaksi psikologis pasien terhadap transfuse
76.
Seorang pasien laki-laki, berusia 65 tahun, menjalani prosedur operasi besar. Setelah operasi, ia memerlukan transfusi darah. Transfusi dimulai pada pukul 14.00. Pada pukul 14.30, perawat melaporkan adanya perubahan signifikan pada kondisi pasien. Ia mengalami menggigil hebat, demam tinggi hingga 39.5°C, takikardia, dan hipotensi. Warna urinnya tampak lebih gelap dari biasanya. Perawat segera menghentikan transfusi dan melaporkan kejadian ini kepada dokter. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya peningkatan laktat dan kultur darah yang positif terhadap bakteri gram-negatif yang dikenal tumbuh baik pada suhu dingin. Berdasarkan skenario klinis di atas, reaksi transfusi yang paling mungkin terjadi pada pasien adalah ….
a)
Reaksi hemolitik akut akibat inkompatibilitas golongan darah.
b)
Transfusion-Associated Circulatory Overload (TACO)
c)
Reaksi febris non-hemolitik
d)
Sepsis
e)
Transfusion-Related Acute Lung Injury (TRALI)
77.
Seorang pasien wanita, Ny. Anita (55 tahun), dengan riwayat leukemia menjalani transfusi dua unit trombosit. Dua jam setelah transfusi unit trombosit kedua dimulai, Ny. Anita tiba-tiba mengalami kesulitan bernapas akut, takipnea (napas cepat), dan batuk. Tekanan darahnya turun drastis (hipotensi), dan saturasi oksigennya menurun hingga 88% meskipun telah diberikan oksigen tambahan melalui masker non-rebreather. Pemeriksaan fisik menunjukkan paru-paru pasien dipenuhi suara ronkhi basah (krepitasi bilateral) yang signifikan, mengindikasikan adanya edema paru. Hasil rontgen toraks mengonfirmasi adanya infiltrat bilateral yang baru. Ny. Anita tidak memiliki riwayat gagal jantung. Berdasarkan gambaran klinis yang dialami Ny. Anita, reaksi transfusi yang paling mungkin terjadi adalah
a)
TA-GVHD
b)
TRALI
c)
FNHTR
d)
Sepsis Bakterial
e)
reaksi anafilaksis
78.
Seorang pasien anak laki-laki, berusia 8 tahun, mengalami anemia berat akibat kemoterapi, pasien menerima transfusi sel darah merah. Dua minggu setelah transfusi, pasien mulai menunjukkan gejala klinis yang memburuk. Ia mengalami demam tinggi yang persisten, ruam kulit makulopapular (mirip campak) kemerahan yang menyebar di sekujur tubuh, diare berat, dan hasil tes laboratorium menunjukkan adanya pancytopenia (penurunan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit) serta peningkatan enzim hati. Berdasarkan kasus tersebut, reaksi transfusi yang paling mungkin terjadi adalah….
a)
TA-GVHD
b)
TRALI
c)
FNHTR
d)
Sepsis Bakterial
e)
Reaksi Anafilaksis
79.
Seorang pasien perempuan berusia 35 tahun, yang sedang menjalani terapi kemoterapi untuk kanker payudara, mengalami demam tinggi dan mimisan yang tidak berhenti. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan petekie dan ekimosis di beberapa bagian tubuh. Hasil laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin 8 g/dL, leukosit 10.000 / 𝜇𝐿 , trombosit 10.000/𝜇𝐿 Tindakan yang paling tepat untuk mengatasi kondisi perdarahan yang dialami pasien adalah….
a)
Memberikan transfusi sel darah merah (PRC).
b)
Memberikan transfusi trombosit.
c)
Memberikan obat-obatan untuk menghentikan perdarahan tanpa transfusi.
d)
Memberikan transfusi plasma segar beku (Fresh Frozen Plasma).
e)
Memberikan tranfusi whole blood
80.
Seorang laki-laki berusia 45 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien tampak pucat, akral dingin, dan mengalami takikardia (denyut jantung>110x/menit) dan hipotensi (tekanan darah90/60mmHg). Dari pemeriksaan awal, diperkirakan pasien mengalami kehilangan darah yang masif. Pasien sudah diberikan cairan kristaloid. Hasil pemeriksaan laboratorium awal menunjukkan kadar hemoglobin 8 g/dL. Mengingat kondisi klinis pasien yang tidak stabil, tindakan yang paling tepat dilakukan oleh dokter umum adalah
a)
Hanya memberikan cairan koloid tanpa transfusi darah, karena belum ada indikasi yang kuat 1
b)
Observasi kondisi pasien selama 24 jam sambil memberikan terapi cairan kristaloid untuk meningkatkan volume intravaskular.
c)

Memberikan transfusi sel darah merah (PRC) meskipun kadar hemoglobinnya masih di atas 7 g/dL.

d)
Menunggu hingga hasil laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin di bawah 7 g/dL sebelum mempertimbangkan transfusi darah.
e)
Memberikan transfusi trombosit karena pasien berisiko mengalami perdarahan lebih lanjut.
81.
  1. Seorang laki-laki, 28 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas hebat, bibir bengkak, dan gatal di seluruh tubuh 15 menit setelah disengat lebah pada saat memanen madu dipeternakan lebah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/50 mmHg, nadi 120x/menit, napas cepat, serta pada saat auskultasi terdengar suara wheezing bilateral. Sesuai patomekanismenya pada gambaran klinis diatas, maka yang berperan penting (inti) dari kerusakan jaringan adalah….

a)

sel T

b)

IgE

c)

IgG dan IgM

d)

Kompleks IgG dan IgM

e)

sel Mast dan Basofil

82.
Seorang wanita, 25 tahun dirujuk ke RS untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut anamnesis pasien tersebut mengeluhkan jantung berdebar-debar, keluhan ini dirasakan sejak tahun lalu tapi pasien mengacuhkannya. Tetapi akhir-akhir ini pasien mengeluhkan gejala tambahan yaitu tremor pada tangan, berat badan menurun karena tidak nafsu makan serta haid yang tidak teratur. Pada pemeriksaan fisik terdapateksoftalmus kedua mata. Pemeriksaan penunjang didapatkan TSH suppressed dan FT3 serta FT4 elevated. Sesuai patomekanismenya, target antigen apakah yang berpengaruh sesuai dengan gangguan diatas?
a)
Tiroid Stimulating Immunoglobulin (TSI)
b)
TSH receptor Antibodi (TRAb)
c)
TSH receptor
d)
Antibodi IgG dan IgM
e)
Red cell membrane proteins
83.
Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun dibawa ke puskesmas dengan keluhan bengkak di kelopak mata sejak 3 hari yang lalu. Orang tuanya mengatakan anak sering kencing berwarna seperti “air cucian daging” sejak seminggu terakhir. Riwayat batuk pilek dan sakit tenggorokan 2 minggu yang lalu. Padapemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya edema periorbital serta pada urinalisis terdapat hematuria mikroskopik, proteinuria, silinder eritrosit. Patomekanisme utama kerusakan yang terjadi pada kasus diatas adalah?
a)
Deposisi kompleks imun antigen–antibodi di glomerulus
b)
Aktivasi komplemen alternatif tanpa kompleks imun di glomerulus
c)
Aktivasi komplemen yang menyebabkan peradangan pada tubulus
d)

Infeksi langsung Streptococcus grup A pada glomerulus

e)

Pembentukan kompleks imun akibat infeksi di tubulus

84.
Seorang wanita, 26 tahun dirujuk ke RS untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut anamnesis pasien tersebut mengeluhkan jantung berdebar-debar, keluhan ini dirasakan sejak tahun lalu tapi pasien mengacuhkannya. Tetapi akhir-akhir ini pasien mengeluhkan gejala tambahan yaitu tremor pada tangan, berat badan menurun karena tidak nafsu makan serta haid yang tidak teratur. Pada pemeriksaan fisik terdapat eksoftalmus kedua mata. Pemeriksaan penunjang didapatkan TSH suppressed dan FT3 serta FT4 elevated. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus tersebut?
a)
Tiroiditis Hashimoto
b)
Graves Diseases
c)
Systemic Lupus Erythematosus
d)
Miksedema
e)
Struma
85.
Seorang pria 29 tahun, pekerja tambang, datang dengan keluhan demam, nyeri otot betis, dan mata kuning sejak 5 hari. Ia juga mengeluh adanya benjolan di leher yang nyeri saat ditekan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan limfonodus servikal multipel, nyeri tekan, konsistensi lunak. Laboratorium menunjukkan leukositosis, trombositopenia, dan peningkatan bilirubin. Riwayat pasien sering bekerja di sawah yang tergenang air banjir. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus diatas?
a)
Limfadenitis granulomatosa
b)
Limfadenitis tuberkulosa
c)
Limfadenitis akut
d)
Limfadenitis kronis
e)
Limfadenitis leptospirosis
86.
Seorang pria 29 tahun, pekerja tambang, datang dengan keluhan demam, nyeri otot betis, dan mata kuning sejak 5 hari. Ia juga mengeluh adanya benjolan di leher yang nyeri saat ditekan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan limfonodus servikal multipel, nyeri tekan, konsistensi lunak. Laboratorium menunjukkan leukositosis, trombositopenia, dan peningkatan bilirubin. Riwayat pasien sering bekerja di sawah yang tergenang air banjir. Berdasarkan gambaran klinis diatas, penyebab paling mungkin terjadi keluhan tersebut adalah?
a)
Bartonella henselae
b)
Staphylococcus aureus
c)
Sterptococcus grup A
d)
Mycobacterium tuberkulosa
e)
Toxoplasma gondii
87.
Seorang wanita 48 tahun datang ke puskesmas dengan benjolan di regio servikal sejak 2 bulanterakhir. Benjolan tidak nyeri, menurut anamnesis ada penurunan berat badan dan keringat malam yang pasien rasakan. Pasien dengan riwayat mengonsumsi obat paket sudah berlangsung 1 bulan ini. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus diatas?
a)
Limfadenitis granulomatosa
b)
Limfadenitis tuberkulosa
c)
Limfadenitis akut
d)
Limfadenitis kronis
e)
Limfadenitis leptospirosis
88.
Seorang wanita, 24 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di leher dan ketiak sejak 3 bulan yang lalu. Benjolan tidak nyeri, berjumlah banyak, dan konsistensinya kenyal. Pasien juga mengeluh ada nyeri sendi, ruam kemerahan di wajah setelah terpapar sinar matahari, serta rambut rontok. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan anemia, leukopenia, dan ANA positif. Sesuai patomekanismenya, pola histopatologis yang terjadi pertama adalah….
a)
Hiperplasia parakorteks
b)
Hiperplasia folikuler
c)
Peningkatan selularitas
d)
Nekrosis
e)
Pembentukan abses
89.
Seorang wanita, 24 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di leher dan ketiak sejak 3 bulan yang lalu. Benjolan tidak nyeri, berjumlah banyak, dan konsistensinya kenyal. Pasien juga mengeluh ada nyeri sendi, ruam kemerahan di wajah setelah terpapar sinar matahari, serta rambut rontok. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan anemia, leukopenia, dan ANA positif . Sesuai patomekanismenya, pola histopatologis yang terjadi pertama adalah?
a)
Ekspansi parakorteks
b)
Hiperplasia folikuler
c)
Hiperplasia sinus
d)
Pola supuratif
e)
Pola granulomatosa
90.
Seorang laki-laki usia 21 tahun datang dengan keluhan demam tinggi dan ruam. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan IgM dengue positif. Apakah arti hasil pemeriksaan laboratorium ini?
a)
Infeksi lama
b)
Infeksi akut
c)
Sudah sembuh
d)
Efek vaksin
e)
Infeksi berulang
91.
Laki-laki usia 45 tahun datang dengan keluhan demam disertai kurang nafsu makan. Demam dan kurang nafsu makan dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Dokter ingin memastikan obat anti peradangan bekerja dengan baik dalam proses penyembuhan penyakit ini. Pemeriksaan CRP dilakukan kemudian. Apa jenis spesimen yang paling sesuai pada pemeriksaan CRP tersebut?
a)
Sputum
b)
Saliva
c)
Urin
d)
Feses
e)
Serum
92.
Laki-laki usia 40 tahun, pasca operasi hari I. Pemeriksaan CRP dilakukan selama beberapa hari. Kadar CRP pasien tersebut mula-mula naik, kemudian setelah 7 hari kembali normal. Apa fungsi pemeriksaan CRP pada pasien ini?
a)
Memantau kerja eritrosit
b)
Memantau kerja leukosit
c)
Memantau kerja sel NK
d)
Memantau proses penyembuhan pasca operasi
e)
Memantau terjadinya inflamasi pasca operasi
93.
Seorang perempuan umur 20 tahun datang ke RS dengan keluhan demam, flu, seluruh badan terasa sakit serta ada lepuhan pada daerah vagina seperti cacar air, terasa perih jika lepuhan pecah dan mengenai lepuhan disekitarnya. Hasil pemeriksaan : suhu 390C, terdapat benjolan yang berisi air di daerah kemaluan berwarna merah. Pemeriksaan VDRL memberikan hasil positif (sementara terinfeksi sifilis) sedangkan pemeriksaan TPHA dengan sampel yang sama memberikan hasil negatif (tidak terdeteksi adanya antibodi spesifik untuk sifilis). Apakah penyebab terjadinya perbedaan hasil dengan menggunakan kedua pemeriksaan tersebut?
a)
Akurasi
b)
Kompleksitas
c)
Sensitivitas
d)
Spesifisitas
e)
Reliabilitas
94.
Seorang anak umur 7 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan tangan kanan tertusuk jarum yang tidak bersih. Kulit terluka dan berdarah. Disebut apakah sistem imun yang datang ke arah luka tersebut?
a)
Sistem imun bawaan
b)
Sistem imun didapat
c)
Sistem imun humoral
d)
Innate Immune System
e)
Natural Immune System
95.
Seorang Wanita umur 21 tahun, datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan timbul gatal-gatal setelah mengkonsumsi udang. Pemeriksaan hapusan darah dan tes alergi dilakukan dengan ditemukan basofil 10% pada hapusan darah. Apakah pemeriksaan immunoglobulin yang spesifik pada kasus ini?
a)
IgG
b)
IgA
c)
IgM
d)
IgD
e)
IgE
96.
Pasien wanita umur 31 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan demam dan rasa tidak nyaman di seluruh tubuh dengan denyut jantung lebih cepat. Diagnosa ditegakkan adanya infeksi bakteri. Adanya indikasi peradangan ditunjukkan dengan hasil CRP > 48 mg/L. Pemeriksaan yang digunakan di atas merupakan molekul berbentuk apa?
a)
Protein
b)
Asam amino
c)
Asam laktat
d)
Glukosa
e)
Karbohidrat
97.
Seorang anak laki-laki umur 10 tahun datang dengan kelainan jantung. Pemeriksaan laboratorium diperoleh leukosit 7000, CRP 96 mg/L (diatas normal), ASTO 200 IU/ml. Dari hasil ini disimpulkan adanya reaksi inflamasi di dalam tubuh anak tersebut. Apa respon imun awal yang paling berperan pada gambaran kasus ini?
a)
Spesifik
b)
Spesifik seluler
c)
Spesifik humoral
d)
Non Spesifik seluler
e)
Non Spesifik humoral
98.
Seorang laki-laki, umur 31 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan luka pada tangan. Luka tampak kemerahan, bengkak, panas, dan nyeri. Pemeriksaan laboratorium CRP dilakukan dan didapatkan hasil terjadi aglutinasi. Bagaimana hasil pemeriksaan CRP tersebut?
a)
Meningkat, tidak sesuai referensi
b)
Meningkat, sesuai klinis pasien
c)
Tidak normal, tidak sesuai usia
d)
Normal, sesuai klinis pasien
e)
Normal, tidak sesuai klinis pasien
99.
eorang laki-laki, umur 67 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan sakit di persendian jika digerakkan. Pemeriksaan imunologi dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan autoimun terhadap persendian pasien. Apakah jenis pemeriksaan yang dimaksud?
a)
Rheumatoid Factor (RF)
b)
Anti streptolysin O
c)
C-Reaktif Protein (CRP)
d)
Human chorionic gonadotropin (HCG)
e)
VDRL (Venereal Disease Research Laboratory)