wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Asesmen Diagnostik - Kode Etik dalam Praktik Akuntansi

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Prinsip kode etik yang mengharuskan praktisi akuntansi untuk bersikap jujur dan berterus terang dalam semua hubungan profesional dan bisnis adalah...

a)

 Kerahasiaan

b)

 Integritas

c)

Objektivitas

d)

Kompetensi Profesional

e)

Perilaku Profesional

2.

Salah satu nilai dalam kode etik yang berfungsi untuk menjamin transparansi informasi keuangan dan menjaga kepercayaan publik terhadap profesi akuntansi adalah... 


a)

Kesehatan

b)

Kreativitas

c)

Kemandirian

d)

Integritas 

e)

Kolaborasi

3.

Seorang praktisi akuntansi dilarang menggunakan informasi rahasia yang diperoleh dari pekerjaan untuk keuntungan pribadi atau pihak ketiga. Prinsip kode etik ini disebut... 

a)

Objektivitas

b)

Perilaku Profesional

c)

Kerahasiaan

d)

 Integritas

e)

Kompetensi

4.

Objektivitas seorang akuntan profesional dianggap terancam apabila ia... 


a)

Selalu bersikap teliti dalam bekerja

b)

Aktif mengikuti pelatihan terbaru

c)

Mengambil keputusan yang dipengaruhi oleh konflik kepentingan

d)

Menyimpan dokumen klien dengan aman

e)

Bekerja sama dengan sesama rekan kerja

5.

Konsekuensi terberat dari pelanggaran kode etik dalam praktik akuntansi adalah... 

a)
  1. Meningkatkan jumlah rekan kerja 

b)

Memperoleh promosi jabatan

c)

Menyebabkan kerugian besar, baik secara finansial maupun reputasi lembaga

d)

Mendapatkan cuti kerja lebih panjang

e)

Pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat selesai

6.

Materi Kode Etik dalam praktik akuntansi merupakan bagian dari elemen Kecakapan Kerja dasar (basic job skills), K3, dan budaya kerja.

(a)  

7.

Prinsip Objektivitas mengharuskan akuntan membiarkan pengaruh atau bias pribadi mempengaruhi pertimbangan profesionalnya.

(a)  

8.

Kode etik profesi akuntansi wajib dipatuhi di lingkungan lembaga pemerintah, swasta, maupun nirlaba.

(a)  

9.

Kompetensi Profesional berarti seorang akuntan harus memiliki kemampuan untuk mengoperasikan perangkat lunak akuntansi dan menafsirkan data dalam sistem digital.

(a)  

10.

Integritas seorang akuntan dapat dipertahankan dengan menyajikan data keuangan secara subjektif jika hal itu menguntungkan perusahaan tempat ia bekerja.

(a)