wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KUIS PRATUTORIAL BLOK 9

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Seorang anak perempuan berusia 2 tahun, dibawa ke IGD dengan kejang lebih dari 30 menit disertai penurunan kesadaran. Riwayat menunjukkan demam tinggi selama 4 hari dan keluarnya cairan kuning berbau dari telinga kanan. Berdasarkan kondisi tersebut, faktor etiologi yang paling mungkin mendasari terjadinya kejang pada anak ini adalah …

a)

Ensefalopati metabolik akibat hipoglikemia berat.

b)

Infeksi sekunder otitis media yang menyebar ke meningen atau otak

c)

Kejang demam sederhana karena peningkatan suhu tubuh mendadak

d)

Epilepsi idiopatik karena riwayat keluarga dengan kejang demam

e)

Intoksikasi obat antipiretik yang digunakan sebelumnya

2.

Status epileptikus pada pasien anak didefinisikan sebagai …

a)

kejang berulang dengan interval bebas kejang > 60 menit

b)

kejang tunggal yang berlangsung lebih dari 5 menit atau kejang berulang tanpa sadar di antaranya

c)

kejang berulang dengan demam tinggi

d)

kejang fokal dengan kehilangan kesadaran

e)

kejang akibat hipoglikemia

3.

Patogenesis tersering meningoensefalitis pada anak adalah …

a)

Penurunan kadar glukosa darah akibat infeksi

b)

Penyebaran hematogen atau langsung dari infeksi telinga tengah ke otak

c)

Pembentukan tumor akibat infeksi

d)

Gangguan sistem imun humoral

e)

Penurunan aliran darah ke otak

4.

Penyebab tersering meningoensefalitis pada anak di Indonesia adalah …

a)

Staphylococcus aureus

b)

Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae tipe B

c)

Escherichia coli

d)

Enterovirus

e)

A.    Candida albicans

5.

Seorang anak usia 3 tahun mengalami kejang seluruh tubuh disertai suhu tubuh 39°c. Ibu mengatakan anak sebelumnya tampak demam sejak pagi. Dalam menegakkan diagnosis, dokter perlu membedakan antara kejang akibat demam tinggi dan kejang demam (febrile seizure). Perbedaan utama antara kejang dengan demam dan kejang demam adalah …

a)

Kejang demam hanya terjadi pada anak dengan riwayat epilepsi sebelumnya

b)

Kejang demam merupakan kejang yang terjadi akibat peningkatan suhu tubuh ≥38°c tanpa adanya infeksi sistem saraf pusat

c)

Kejang demam terjadi karena infeksi otak (meningoensefalitis)

d)

Kejang demam ditandai dengan gangguan kesadaran yang menetap setelah kejang

e)

Kejang demam pasti selalu berulang dalam satu episode demam

6.

Tanda khas yang ditemukan pada meningoensefalitis adalah …

a)

Kelemahan otot tanpa demam

b)

Tremor halus tanpa perubahan kesadaran

c)

Peningkatan nafsu makan dan takikardia

d)

Hipotermia dan bradikardia

e)

Demam, kejang, penurunan kesadaran, dan kaku kuduk

7.

Aktivitas motorik tubuh dikontrol oleh area korteks serebri melalui mekanisme potensial aksi. Mekanisme terjadinya “loncatan listrik” pada kejang disebabkan oleh …

a)

Aktivasi berlebihan neurotransmiter gaba di sinaps motorik

b)

Penurunan aliran darah ke area sensorik otak

c)

Hambatan repolarisasi akibat peningkatan ion cl− di neuron

d)

Peningkatan pelepasan glutamat dan ion ca2+ di neuron kortikal

e)

Peningkatan aktivitas inhibitor postsinaptik

8.

Seorang anak 2 tahun mengalami kejang saat suhu tubuhnya mencapai 39°c tanpa kelainan saraf lainnya. Mekanisme kejang yang terjadi terutama karena …

a)

Aktivasi neuron inhibitor

b)

Peningkatan ambang rangsang neuron akibat panas

c)

Penurunan ambang kejang neuron akibat peningkatan suhu tubuh

d)

Penurunan aktivitas glutamate

e)

Hipoglikemia sekunder terhadap demam

9.

Seorang anak 3 tahun dibawa ke IGD dalam keadaan masih kejang selama 25 menit. Diagnosis yang paling tepat adalah …

a)

Kejang demam kompleks

b)

Kejang febril rekuren

c)

Status epilepticus

d)

Ensefalopati toksik

e)

Hiponatremia ringan

10.

Langkah pertama pada penatalaksanaan anak yang datang ke IGD dalam keadaan kejang adalah …

a)

Memberikan diazepam intravena segera

b)

Menstabilkan jalan napas dan ventilasi terlebih dahulu

c)

Memberikan antibiotik empiris

d)

Melakukan pungsi lumbal segera

e)

Melakukan CT-scan kepala