Font size
WorksheetsGSK Remed
Total questions: 91
Worksheet time: 46mins
Seorang pria berusia 70 tahun dengan stenosis koroner berat mengalami nyeri dada
stabil saat beraktivitas. Dosen menjelaskan bahwa gejala biasanya muncul bila
penyempitan mencapai derajat tertentu sehingga aliran koroner tidak mencukupi
saat kebutuhan meningkat. Manakah ambang penyempitan lumen yang umumnya
menimbulkan gejala tersebut?
~30%
~50%
~60%
~75%
~90%
Seorang perempuan usia 65 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan rasa tidak nyaman di
kaki. Riwayat kaki bengkak hilang timbul saat berdiri lama. Pada pemeriksaan fisik kaki
ditemukan Gambaran seperti pada gambar di bawah ini. Apakah penanganan yang tepat
pada pasien ini?
Penggunaan terapi antikoagulan
Pemberian diuretik
Pemasangan vena cava filter
Surgical embolectomy
Endovenous ablation
Seorang perempuan usia 35 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri ulu hati sehabis
berolahraga. Keluhan tersebut dialami selama kurang lebih 30 menit, dan sedikit berkurang
setelah pasien beristirahat. Pada pemeriksaan fisik didapati Tekanan Darah=150/90 mmHg,
Nadi=98 X/ menit, reguler, Respirasi=24 X/ menit, Suhu badan=360C. Pada pemeriksaan
EKG didapati T inverted di II dan aVF. Pada pemeriksaan Troponin T = 1250. Apakah
diagnosis yang paling mungkin
Infark Miokard Akut
Angina Pektoris Stabil
Angina Pektoris Tidak Stabil
Perikarditis Akut
Miokarditis
Seorang wanita 64 tahun datang ke berobat ke puskesmas dengan keluhan demam 5 hari
disertai nyeri pinggang dan nyeri waktu berkemih. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien
tampak gelisah, bicara kacau, tekanan darah 84/56 mmHg, nadi 118 x/menit, repsirasi 24
x/menit, suhu 38,8 oC. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan leukosit 16.000/mm3.
Pasien didiagnosis pielonefritis akut dengan syokseptik. Apakah tatalaksana awal pasien
tersebut pada jam pertama (hour – 1) berdasarkan Bundle Survival Sepsis Campaign (SSC)?
Periksa analisa gas darah
Periksa ureum, creatinin, untuk menilai fungsi ginjal pasien
Periksa SGOT, SGPT, bilirubin, untuk menilai fungsi hati pasien
Periksa Echocardiografi, untuk menilai kelainan fungsi jantung pasien
Periksa kadar asam laktat
Seorang pria berusia 54 tahun dirawat karena infark miokard akut dan meninggal dunia.
Pada otopsi, jaringan miokard yang diambil ~24 jam setelah onset nyeri menunjukkan serabut
miosit sangat eosinofilik dengan piknosis nukleus, pita kontraksi marginal, dan awal infiltrasi
neutrofil. Manakah rentang waktu yang paling sesuai dengan gambaran histologis tersebut di
atas?
½–4 jam
4–12 jam
12–24 jam
1–3 hari
3–7 hari
Seorang pasien berusia 65 tahun mengalami henti jantung mendadak setelah sesak napas
berat dan batuk berbuih. Apakah penyebab henti jantung yang paling mungkin?
Hipovolemia
Hipoksia akibat edema paru
Tamponade jantung
Tension pneumothorax
Tromboemboli paru
Seorang pria 42 tahun datang ke berobat ke puskesmas dengan keluhan demam 5 hari.
Keluhan disertai nyeri seluruh perut, tidak BAB 5 hari dan tidak flatus. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan kesadaran somnolen, GCS E3M4V3, tekanan darah 85/52 mmHg, nadi 128
x/menit, respirasi 26 x/menit, suhu 39,2 oC, nyeri difus seluruh perut, perut tegang dengan
defans muskuler, dan peristaltik usus negatif. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb
10,2 gr/dl dan leukosit 21.000/mm3. Apakah pemeriksaan yang diperlukan untuk
menegakkan diagnosis syok septik pada pasien ini?
Skor APACHE- II lebih dari 13
Skor NEWS lebih dari 2
Skor SOFA lebih dari atau sama dengan 2
Skor quickSOFA ( qSOFA ) kurang dari 2
Tekanan darah < 90 mmHg disertai ju lah leukosit > 12.000/mm3
Seorang pria 50 tahun tiba-tiba jatuh di depan rumah. Ia tidak merespons panggilan,
tidak bernapas, dan denyut nadi karotis tidak teraba. Apakah tindakan pertama yang
harus dilakukan oleh penolong?
Melakukan ventilasi buatan
Memberikan epinefrin segera
Melakukan kompresi dada segera
Memanggil bantuan dan memastikan keamanan lingkungan
Memeriksa tekanan darah
Seorang anak perempuan berusia, 5 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan
sering batuk dan panas berulang, dan berat badan anak sulit naik. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan murmur sistolik di sela iga 2 garis parasternal kiri, disertai dengan wide fixed
splitting S2. Apakah diagnosis kerja yang paling tepat?
Atrial Septal Defect
Ventricular Septal Defect
Patent Ductus Arteriosus
Tetralogy of Fallot
Demam Rematik akut
Seorang pria berusia 58 tahun datang ke klinik dokter keluarga dengan keluhan nyeri dada
tajam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan perbedaan tekanan darah antara lengan kanan dan
kiri >20 mmHg. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Infark inferior
Diseksi aorta
Emboli paru
Hipertensi esensial
Tamponade jantung
Seorang wanita 50 tahun dengan riwayat penyakit 1 bulan lalu dengan gagal jantung
sedang, datang kembali ke poliklinik rawat jalan dengan keluhan bengkak (pitting edema)
pada kedua punggung kaki kiri kanan, tekanan darah 160/90 MmHg, fungsi sistolik kiri
menurun, fraksi ejeksi < 40-45%. Apakah obat kombinasi yang tepat untuk mengurangi
pitting edema karena kelebihan cairan pada kedua punggung kaki kiri kanan?
Bisoprolol
Hydrocholorothiazide
Penghambat Angiotensin converting enzim
Isosorbid dinitrat
Aspirin
Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan telapak tangan
berwarna merah dan jari tangan pucat disertai dengan keram dan nyeri sejak 3 hari yang lalu.
Keluhan didahului dengan warna pucat pada seluruh telapak tangan kemudian dirasakan nyeri
pada telak tangan. Setelah itu warna pucat berubah menjadi merah dan berdenyut, kesemutan
dan terbakar. Semua keluhan ini dialami pasien ketika pasien sedang terpapar udara dingin.
Pasien tidak ada riwayat merokok.
Vasospasme
Trombosis vena
Trombosis arteri
Vaskulitis
Emboli arteri
Seorang perempuan usia 20 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan pusing sejak 1 jam
sebelumnya. Riwayat penyakit dahulu tidak diketahui. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD:
80/50 mmHg, nadi: 160 x/menit reguler, laju respirasi: 20 x/menit, akral hangat, SpO2 : 98%
tanpa O2, pemeriksaan fisik dalam batas normal. Pada EKG 12 lead ditemukan irama
supraventricular tachycardia. Apa diagnosis pasien ini?
At risk syok kardiogenik
Beginning syok kardiogenik
Classic syok kardiogenik
Deteriorating syok kardiogenik
Extremis syok kardiogenik
Seorang anak berusia 14 tahun datang dengan keluhan demam tinggi, nyeri menelan,
disertai dengan sesak napas. Dari pemeriksaan fisik juga didapatkan beberapa kemerahan
pada tubuhnya dengan gambaran lesi pucat dengan tepi yang eritema. Dari hasil laboratorium
menunjukkan leukositosis dan peningkatan kadar CRP. Dari EKG ditemukan pemanjangan
interval PR. Manakah yang merupakan kriteria mayor dari demam rematik akut berdasarkan
Jones criteria?
Eritema marginatum
Leukositosis
Pemanjangan interval PR pada EKG
Demam > 380C
Peningkatan kadar CRP
Seorang wanita 50 tahun dengan riwayat penyakit 1 bulan lalu dengan gagal jantung
sedang, datang kembali ke poliklinik rawat jalan dengan keluhan bengkak (pitting edema)
pada kedua punggung kaki kiri kanan, tekanan darah 160/90 MmHg, fungsi sistolik kiri
menurun, fraksi ejeksi < 40-45%. Salah satu obat yang diberikan oleh dokter ialah diuretik
tiazid. Apakah efek samping obat yang dapat ditimbulkan pada penggunaan obat tersebut?
Gangguan asam basa
Palpitasi
Hipokalemia
Hiperkalemia
Hipernatremia
Seorang anak berusia 10 tahun pernah didiagnosis dengan demam rematik akut. Dari
pemeriksaan fisik juga ditemukan murmur pansistolik di apeks. Dari pemeriksaan
ekokardiografi, didapatkan regurgitasi mitral severe. Anak tersebut mendapat terapi antibiotik
sebagai pencegahan primer dan sekunder. Berapa lama durasi pemberian antibiotik sebagai
pencegahan sekunder untuk anak tersebut?
Sampai anak tersebut berusia 15 tahun
Sampai anak tersebut berusia 25 tahun
Sampai anak tersebut berusia 18 tahun
Seumur hidup
Sampai anak tersebut berusia 20 tahun
Seorang laki-laki usia 45 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan berdebar sejak 2 jam
yang lalu. Keluhan serupa sudah dirasakan sejak 1 tahun yang lalu muncul mendadak, dan
menghilang dengan istirahat. Dari pemeriksaan didapatkan TD110/70 mmHg, HR
160x/menit, regular. Dari EKG didapatkan morfologi QRS sempit dengan gelombang P tak
tampak jelas. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien ini ?
Supraventrikular Takikardi
Atrium Fibrilasi
Atrium Fibrilasi dengan blok jantung total
Supraventrikular Takikardi dengan aberansi
Accelerated idioventricular rhytm
Seorang laki-laki berusia 48 tahun dibawa ke IGD RS dalam kondisi syok setelah
mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 70/40
mmHg, nadi 130x/menit lemah, frekuensi napas 28x/menit, suhu 35.5°C. Ekstremitas teraba
dingin dan pucat. Pasien mengalami perdarahan masif pada paha kiri akibat fraktur femur
terbuka. Hasil laboratorium menunjukkan Hb 6.8 g/dL, trombosit 85.000/μL, masa
protrombin memanjang, D-dimer meningkat. Pasien kemudian mengalami penurunan
kesadaran dan oliguria. Apakah jenis syok yang paling tepat pada kasus ini dan mekanisme
utamanya?
Syok kardiogenik akibat gagal pompa miokard
Syok septik akibat aktivasi sistem imun
Syok hipovolemik akibat kehilangan volume darah
Syok distributif akibat vasodilatasi perifer
Syok obstruktif akibat emboli lemak
Seorang pria 56 tahun, datang ke berobat ke puskesmas dengan keluhan demam 5 hari,
disertai nyeri perut sebelah kanan, mual dan muntah. Pada pemeriksaan fisik diperoleh mata
dan badan tampak kuning, kesadaran somnolen, GCS E3M4V3, tekanan darah 85/52 mmHg,
nadi 128 x/menit, respirasi 26 x/menit, dan suhu 39,2oC, sklera ikterik, dan nyeri tekan perut
kanan atas. Pemeriksaan laboratorium didapatkan leukosit 21.000/mm3. Apakah mekanisme
patogenesis utama syok pada pasien ini?
Vasokonstriksi sistemik
Trombosis mikrovaskuler sistemik
Perdarahan kapiler sistemik
Vasodilatasi sistemik
Dehidrasi karena intake cairan kurang
Seorang laki-laki berusia 58 tahun datang ke puskesmas untuk pemeriksaan rutin. Pasien
melaporkan merasa lelah dan sering sakit kepala, terutama di pagi hari. Pasien memiliki
riwayat obesitas, merokok, dan konsumsi garam tinggi. Riwayat penyakit keluarga
menunjukkan hipertensi pada kedua orang tuanya. Pemeriksaan fisik tidak menunjukkan
temuan signifikan kecuali sedikit kemerahan pada wajah. tekanan darah 170/95 mmHg dan
denyut nadi 92 x/menit. Hasil pemeriksaan laboratorium darah menunjukkan fungsi ginjal
normal. Apakah etiologi hipertensi yang paling mungkin pada pasien ini?
Hipertensi esensial
Hipertensi sekunder akibat stenosis arteri renal
Hiperaldosteronisme
Pheochromocytoma
Hipertiroidisme
Seorang laki-laki berusia 57 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan berdebar sejak 1
jam sebelumnya. Pada EKG terdapat QRS yang lebar dengan rate 160x/menit. Apakah
prinsip-prinsip penanganan aritmia pada pasien ini ?
Pada pasien takikardi ventrikular, segera lakukan kardioversi tersinkronisasi dengan
menggunakan alat dikarenakan tingginya resiko pasien mengalami ventricular fibrilasi
Pada pasien dengan takikardi supraventrikular, usaha pertama yang dapat dilakukan
untuk mengembalikan irama ataupun melambatkan denyut jantung adalah pemberian
adenosin secara bolus cepat, yang dapat diulang sebanyak tiga kali
Pada Gambaran monitor ventrikular takikardi dan perabaaan nadi karotis tidak teraba,
maka pasien mengalami pulseless electrical activity sehingga tidak perlu melakukan
kejut jantung dengan alat
Pada kasus ventrikular fibrilasi, segera lakukan kompresi dada, kejut jantung bila alat
sudah tersedia, dan berikan amiodarone 300 mg intravena
Pada kasus atrium fibrilasi respons ventrikel cepat dengan tekanan darah 60/40
mmHg, segera lakukan pemberian digoksin intravena sebagai agen inotropic positif
dan kontrol laju jantung
Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke poliklinik jantung Rumah Sakit dengan
keluhan sesak napas saat aktivitas ringan sejak 1 bulan yang lalu. Pasien memiliki riwayat
demam rematik pada masa kanak-kanak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan bising jantung
diastolik di apex, pembesaran atrium kiri pada ekokardiografi, dan fibrilasi atrium. Pada
pemeriksaan CT scan thorax dengan kontras didapatkan massa seperti jaring di dalam
atrium kiri yang tidak terwarnai kontras. Dokter menyatakan pasien berisiko mengalami
stroke. Apakah patologi yang mungkin terjadi pada massa di atrium kiri tersebut?
Vegetasi kalsifikasi
Trombus mural dengan garis Zahn
Myxoma jantung
Koagulum postmortem
Fibrosis endokard
Seorang perempuan usia 35 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri ulu hati sehabis
berolahraga. Keluhan tersebut dialami selama kurang lebih 30 menit, dan sedikit berkurang
setelah pasien beristirahat. Pada pemeriksaan fisik didapati Tekanan Darah=150/90 mmHg,
Nadi=98 X/ menit, reguler, Respirasi=24 X/ menit, Suhu badan=360C. Pada pemeriksaan
EKG didapati T inverted di II dan aVF. Pada pemeriksaan Troponin T = 1250. Pasien
selanjutnya diberikan terapi Clopidogrel, ISDN, dan Bisoprolol. Beberapa saat kemudian
hasil urinalisa menunjukkan bHCG pasien di urin (+). Bagaimana terapi lanjutan pada pasien
ini?
Clopidogrel dihentikan
Bisoprolol diganti dengan Atenolol
Bisoprolol diganti dengan Captopril
Clopidogrel diganti dengan Aspilet dosis tinggi
ISDN dihentikan
Seorang wanita berusia 64 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam 7 hari
disertai nyeri pinggang, nyeri suprapubik, dan nyeri waktu berkemih. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan pasien tampak gelisah, bicara kacau, tekanan darah 84/56 mmHg, nadi 118
x/menit, repsirasi 24 x/menit, suhu 38,8 oC. Pemeriksaan laboratorium didapatkan leukosit
16.000/mm3. Apakah antibiotik yang paling tepat untuk terapi empirik (terapi sebelum
kuman penyebab infeksi diketahui pasti) pada pasien tersebut?
Ampicillin injeksi
Tetracyclin Injeksi
Cefepime injeksi
Cotrimoxazole injeksi
Pennicillin injeksi
Seorang perempuan berusia 22 tahun korban kecelakaan lalu lintas dibawa ke puskesmas
dengan perdarahan dari luka terbuka di paha kanan yang tidak dapat dikontrol dengan
penekanan biasa. Pada pemeriksaan fisik didapatkan perdarahan bersifat pulsatif dan masif.
Tim puskesmas memutuskan untuk memasang tourniquet sebelum dirujuk. Waktu
pemasangan tourniquet dicatat pukul 14.30. Manakah pernyataan yang BENAR mengenai
penggunaan tourniquet pada kasus ini?
Tourniquet harus dilepas setiap 15 menit untuk mencegah iskemia
Tourniquet dapat dipasang maksimal 1 jam
Waktu pemasangan tourniquet harus dicatat dan dikomunikasikan ke fasilitas rujukan
Tourniquet tidak boleh digunakan di fasilitas kesehatan primer
Tourniquet harus dilepas begitu pasien tiba di fasilitas rujukan
Pasien laki – laki usia 50 tahun mengalami pembengkakkan di tungkai kiri sejak 1 bulan.
Rasa sesak terutama saat berjalan disertai penebalan di kulit tungkai. Tungkai terasa kaku dan
keras dengan gambaran status lokalis seperti pada gambar di bawah ini. Apakah pencegahan
yang bisa dilakukan untuk menghindari kasus ini?
Menggunakan stocking compression
Peregangan saat duduk atau berdiri lama
Menghindari gigitan nyamuk
Olahraga teratur
Menurunkan berat badan
Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan bengkak di
tungkai kiri sejak 2 minggu tanpa nyeri. Pasien rutin mengkonsumsi kontrasepsi oral. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan edema dan nyeri betis (+) saat dilakukan dorsofleski kaki.
Apakah patofisiologi yang dapat mendasari kondisi ini?
Stasis, kerusakan endotel, hiperkoagulabilitas
Stasis, hipertrofi otot, hiperkoagulabilitas
Stasis, kelainan neurologis, hiperviskositas
Hiperkoagulabilitas, kerusakan endotel, obesitas
Hiperviskositas, kerusakan endotel, edema
Seorang laki-laki berusia 40 Tahun datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada bagian
kaki kiri yang terjadi secara mendadak kurang lebih 30 menit sebelum masuk rumah sakit.
Pasien mengeluhkan nyeri dan kesemutan serta mati rasa secara tiba-tiba pada bagian uung
jari kaki. Pada pemeriksaan fisik pasien didapatkan adanya pucat, pulsasi menghilang dan
teraba dingin. Pada pemeriksaan fisik jantung didapatkan adanya gangguan pada irama
jantung (ireguler). Pada EKG pasien didapatkan adanya gambaran Atrial Fibrilasi. Apakah
kelainan yang terjadi pada pasien ini?
Emboli Vena
Deep Veint Trombosis
Emboli Arteri
Buerger Disease
Thrombophlebitis
Seorang pria 55 tahun datang dengan nyeri dada sangat hebat, mendadak, menjalar ke
punggung, seperti “robekan”. Tanda vital TD 190/100 mmHg. Apakah diagnosis yang paling
mungkin?
Infark miokard
Diseksi aorta
Pleuritis
Perikarditis
Emboli paru
Seorang wanita berusia 50 tahun dengan riwayat hipertensi dan obesitas didiagnosis
dengan hiperaldosteronisme. Tes laboratorium menunjukkan kadar kalium serum yang rendah
dan kadar aldosteron serta renin yang tinggi. Apa akibat yang paling mungkin dari
hiperaldosteronisme pada pasien ini?
Hipervolemia dan hipertensi
Hiperkalemia dan asidosis
Hipovolemia dan hipotensi
Peningkatan ekskresi natrium dalam urin
Penurunan sekresi aldosteron sebagai respons terhadap asupan natrium tinggi
Seorang pria berusia 70 tahun, perokok berat, datang untuk pemeriksaan rutin tanpa
keluhan. Saat pemeriksaan perut, dokter meraba massa berdenyut di perut bagian tengah.
Apakah pemeriksaan awal paling tepat untuk menegakkan diagnosis?
CT scan abdomen
MRI abdomen
USG abdomen
Foto polos abdomen
Angiografi konvensionalI
Seorang laki-laki usia 40 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan sesak nafas. Pasien
mengeluhkan nyeri dada terutama saat batuk. Pasien rutin cuci darah sejak 1 tahun dan
sedang menjalani pengobatan TB paru. KU sakit berat, Kesadaran somnolen. Tekanan
darah 60/40 mmHg, nadi 130x/m, RR 32x/m dengan saturasi 90%. Pada auskultasi terdengar
muffled sound, JVP meningkat dan akral teraba dingin Pada pemeriksaan foto thorax
ditemukan Gambaran water bottle sign. Apakah penyebab syok kardiogenik pada pasien
ini?
Sindrom Koroner Akut
Efusi Pleura Masif
Obstruksi mekanik
Efusi Perikard Masif
Takikardi Ekstrim
Gambar di bawah ini menunjukkan penyebab utama kematian di Indonesia menurut data
Kementerian Kesehatan. Manakah penyakit kardiovaskuler yang mengakibatkan kematian
tertinggi pada usia 30-70 tahun?
Penyakit pembuluh darah di otak
Penyakit jantung iskemik
Diabetes melitus
Tuberkulosis
Penyakit hipertensi
Seorang wanita 48 tahun ke UGD dengan keluhan nyeri dada saat naik tangga, lamanya 5
menit kemudian berkurang. Badan terasa lemah disertai rasa mual. Riwayat hipertensi lama &
kencing manis tak terkontrol. Pemeriksaan fisik TD 170/100 mmHg. Frekuensi nadi
100x/menit, pernapasan 28x/menit. Suhu badan 37 0C. EKG menunjukkan irama sinus tak
ada kelainan berarti. Foto toraks : kardiomegali dan dilatasi aorta. Apakah kombinasi obat
yang tepat untuk pasien ini?
Penghambat ACE
Penghambat ACE + Diuretik
Penghambat ACE + Diuretik + β-bloker
Diuretik + β-bloker
Penghambat ACE + Diuretik + β-bloker+benzodiasepin
Seorang pria berusia 64 tahun datang ke klinik dokter keluarga dengan keluhan nyeri pada
betis setiap berjalan ±100 meter, hilang bila istirahat. Apakah diagnosis yang paling
mungkin?
Varises tungkai
Penyakit arteri perifer
Neuropati diabetik
Tromboflebitis
Kram otot biasa
Seorang wanita 60 tahun datang ke poliklinik jantung, dengan keluhan batuk karena tidak
dapat mentoleransi efek obat penghambat ACE pada pengobatan yang telah diberikan 3 hari
sebelumnya. Pada hasil pemeriksaan penunjang terlihat adanya gangguan disfungsi sistolik
ventrikel kiri. Apakah alternatif pengobatan dan dosis anjuran yang dapat diberikan pada
kasus ini?
HCT 2,5 mg, bid
Bisoprolol 5 mg, od
Valsartan 20-40 mg, bid
Captopril 25 mg, bid
Furosemide 40 mg, bid
Keluarga Tn. D (45 tahun) memiliki riwayat keluarga yang kuat dengan penyakit jantung.
Tn. D saat ini sehat, tidak merokok, memiliki tekanan darah normal, tetapi memiliki kadar
kolesterol LDL tinggi. Dokter menyarankan Tn. D untuk mengubah pola makan,
meningkatkan aktivitas fisik, dan melakukan skrining rutin (kolesterol dan tekanan darah)
untuk mendeteksi dini faktor risiko. Dokter juga mempertimbangkan pemberian aspirin dosis
rendah jika Tn. D tergolong kelompok berisiko tinggi. Manakah kelompok upaya pencegahan
yang sesuai?
Pencegahan Tersier
Pencegahan Sekunder
Pencegahan Primer
Pencegahan Primordial
Pencegahan Komprehensif
Seorang perempuan berusia 34 tahun dirawat di ruang gawat darurat dengan diagnosis
syok neurogenik. Pemeriksaan penunjang berupa CT-scan menunjukkan adanya fraktur pada
vertebra C4 dengan adanya edema yang menekan medula spinalis. Apakah fokus utama dari
tatalaksana tahap awal atau tahap akut kasus di atas?
Fungsi neurologik
Airway patent
Fungsi BAB
Fungsi BAK
Komplikasi
Seorang laki-laki berusia 60 tahun, pada hari ke-8 pasca infark dinding anterior menjalani
debridement luka dekubitus. Biopsi endomiokard (indikasi penelitian) dari tepi lesi
menunjukkan fagositosis sel nekrotik yang sudah lanjut dan mulai terbentuk jaringan
granulasi dengan kapiler baru. Manakah stadium penyembuhan infark yang paling sesuai
pada kasus ini?
1–3 hari
3–7 hari
7–10 hari
10–14 hari
>2 bulan
Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan luka di jempol kaki
kiri dan nyeri sejak 1 minggu. Keluhan didahului dengan nyeri di kedua tungkai bawah
disertai pucat dan kebiruan pada telapak kaki. Riwayat ujung jari tangan dan kaki sering nyeri
disertai kebiruan dan teraba dingin saat cuaca dingin. Pasien merokok 20 batang/hari.
Pemeriksaan fisik pada jempol kaki kiri terdapat ulkus warna kehitaman berbau busuk. Tidak
teraba pulsasi arteri dorsalis pedis. Bagaimana patofisiologi penyakit ini?
Vasospasme
Trombosis Arteri
Emboli Arteri
Vaskulitis Arteri Besar
Vaskulitis Arteri Kecil dan Sedang
Seorang wanita berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sakit kepala hebat
mendadak, penglihatan kabur, serta riwayat penambahan berat badan dan pusing. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 180/110 mm Hg. Pemeriksaan laboratorium
menunjukkan proteinuria dan serum kreatinin meningkat. Ultrasonografi ginjal menunjukkan
stenosis arteri renal bilateral. Apakah mekanisme patofisiologis yang paling mungkin
menyebabkan hipertensi pada pasien ini?
Aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron
Peningkatan aktivitas sistem saraf simpatik
Gangguan vasodilatasi yang dimediasi nitrit oksida
Penurunan volume darah yang beredar akibat disfungsi ginjal
Gangguan fungsi endotel
Seorang pria 70 tahun dicurigai PAD. Dokter mengukur tekanan darah di pergelangan
kaki dan lengan untuk dibandingkan. Apakah nama pemeriksaan ini?
Tes treadmill
Toe pressure index
Ankle-Brachial Index (ABI)
Venografi
Doppler vena
Seorang laki-laki berusia 35 tahun dibawa ke IGD RS dengan fraktur femur terbuka
akibat kecelakaan motor. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak gelisah, TD
100/65 mmHg, nadi 115 x/menit, respirasi rate 24 x/menit. Setelah dilakukan survey primer
dan dipasang akses IV, dokter jaga berencana memberikan resusitasi cairan sebelum dirujuk
ke rumah sakit dengan fasilitas bedah ortopedi. Berapakah target tekanan darah sistolik
yang ideal untuk pasien ini (tanpa trauma kepala) berdasarkan prinsip damage control
resuscitation pada kasus trauma dengan perdarahan?
>140 mmHg
>120 mmHg
>100 mmHg
80-90 mmHg
>60 mmHg
Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke IGD dengan keluhan muntah dan diare
lebih dari 20 kali sejak 2 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak
sangat lemas, mata cekung, dan bibir kering; Tekanan darah 85/60 mmHg, nadi 125 x/menit
(teraba lemah), respirasi rate 28 x/menit; turgor kulit,menurun, akral dingin dan pucat. Hasil
pemeriksaan laboratorium menunjukkan: Hb 16 g/dL, Hct 48%, natrium 148 mEq/L,
kreatinin 2.1 mg/dL, rasio BUN/Kreatinin 25:1. Apakah mekanisme patofisiologi yang paling
mendasari kondisi syok pada pasien ini?
Kehilangan darah masif
Kehilangan cairan gastrointestinal
Redistribusi cairan ke third space
Diuresis osmotik
Perdarahan internal
Sebuah kelas tutorial modul GSK sedang mengidentifikasi faktor risiko prioritas untuk
program pencegahan PKV di Manado. Mahasiswa merujuk pada data Population-Attributable
Fractions (PAF) untuk faktor risiko PKV. Mereka ingin mengetahui faktor risiko individu
yang jika dimodifikasi akan menghasilkan pengurangan proporsional terbesar pada penyakit
atau kematian dalam populasi. (DOI: 10.1056/NEJMdo00724). Berdasarkan data PAF pada
gambar, manakah faktor risiko individu yang memiliki Population-Attributable Fraction
tertinggi pada populasi perempuan untuk Penyakit Kardiovaskular?
BMI (Body Mass Index)
Non-HDL Cholesterol
Current Smoking
Systolic Blood Pressure
Diabetes
Seorang wanita berusia 70 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sesak napas dan
kelelahan. Pasien memiliki riwayat hipertensi lama. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan
takikardia dan bunyi jantung tidak normal dan edema paru. Ekokardiogram menunjukkan
hipertrofi ventrikel kiri. Apa mekanisme yang menyebabkan hipertrofi ventrikel kiri pada
pasien ini?
Peningkatan afterload akibat hipertensi kronis
Disfungsi katup aorta
Penyakit arteri koroner
Hipertrofi otot jantung yang idiopatik
Stenosis mitral
Seorang Perempuan 85 tahun dibawa ke IGD RS dengan tidak sadarkan diri. Pada EKG
ditemukan gambaran seperti pada gambar di bawah. Apakah gambaran irama ini ?
Sinus Takikardi
Supraventrikular Takikardi
Ventrikular Takikardi
Ventrikular Fibrilasi
Torsade de pointes
Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri kepala hebat
disertai muntah-muntah dan penurunan kesadaran sejak 3 jam yang lalu. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan tekanan darah 210/120 mmHg, nadi 60x/menit, frekuensi napas 16x/menit,
suhu 37°C. Pemeriksaan neurologis menunjukkan kaku kuduk, hemiparesis kanan, dan
refleks patologis (+) pada sisi kanan. Pemeriksaan CT scan kepala tanpa kontras
menunjukkan perdarahan intraserebral di basal ganglia kiri dengan efek massa dan midline
shift. Apakah komplikasi yang paling ditakutkan pada kasus ini dan patogenesisnya?
Edema serebral dengan herniasi otak
Infark serebral kontralateral
Hidrosefalus komunikans
Meningitis bakterial sekunder
Epilepsi pasca stroke (gaada riwayat stroke)
Seorang pasien umur 36 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak,
sesak napas berat, dan demam tinggi sejak 5 hari. Pasien diketahui terinfeksi HIV positf. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran somnolen, tekanan darah 88/52 mmHg, nadi 118
x/menit, respirasi 30 x/menit, dan suhu 38,4oC. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan
Hb 10,7 gr/dl, leukosit 15.000 /mm3. Apakah pengobatan awal penting yang harus
diberikan dalam jam pertama pada pasien ini?
Segera berikan cairan NaCl 0.9 % dosis 10–30 ml/KgBB
Segera berikan obat vasopressor Norepinephrin
Segera beri obat antiinflamasi kortikosteroid
Segera berikan antikoagulan heparin IV
Segera berikan transfusi packed red cell
Sesaat setelah pasien di EKG, pasien mengeluhkan sesak nafas yang hebat dan nyeri dada
yang memberat. Pasien tampak gelisah, TD 80/60 mmHg, HR 180x/menit, regular. Apakah
tindakan selanjutnya yang paling tepat?
Beri morfin 2.5 mg IV, hati-hati depresi nafas
Beri ISDN 5 mg sublingual, di ulang sampai 3 kali
Beri Furosemide intravena ekstra dengan dosis 1mg/kgBB
Kardioversi tersinkronisasi
Defibrilasi
Seorang perempuan berusia 32 tahun dengan diagnosis syok neurogenik
dipindahkan dari ruang gawat darurat ke ruangan ICU karena keluhan sukar
bernafas. Kasus emergensi seperti pasien ini akan memperlihatkan gejala klasik,
selain itu dapat juga menunjukkan gejala tambahan. Apakah gejala tambahan yang
sesuai dengan pasien di atas?
Gangguan pernapasan
Hipotensi sistolik
Paralisis flaksid
Bradikardia
Nausea
Seorang pria 30 tahun datang ke Poliklinik RS dengan keluhan demam sejak sekitar 5 hari
lalu, sudah minum obat namun tetap demam hingga saat ini. Menurut keterangan keluarganya
pasien memiliki riwayat pengguna narkotika suntikan selama sekitar 5 tahun, namun telah 5
bulan terakhir tidak menggunakan narkotika lagi. Pasien belum pernah dilakukan operasi.
Pada pemeriksaan fisik didapati TD=130/80 mmHg, Nadi=118 X/ menit, reguler,
Respirasi=24 X/ menit, Suhu Badan= 390 C. Pada pemeriksaan toraks tidak ditemukan ronkhi
atau wheezing, pada pemeriksaan jantung terdengar bising diastolik di ICS 5 sinistra, sekitar
1 cm ke lateral. Dilakukan echocardiografi dan ditemukan adanya vegetasi. Pada pemeriksaan
kultur darah diperoleh adanya kuman Stafilokokus. Apakah pilihan antibiotik pada kasus ini?
Ampicilin- Sulbactam dengan Gentamycin
Ciprofloksasin dengan Rifampicin
Penicilin G
Vankomycin dengan Gentamycin
Amoksisilin dengan Gentamycin
Seorang pria 30 tahun datang ke Poliklinik RS dengan keluhan demam sejak sekitar 5 hari
lalu, sudah minum obat namun tetap demam hingga saat ini. Menurut keterangan keluarganya
pasien memiliki riwayat pengguna narkotika suntikan selama sekitar 5 tahun, namun telah 5
bulan terakhir tidak menggunakan narkotika lagi. Pasien belum pernah dilakukan operasi.
Pada pemeriksaan fisik didapati TD=130/80 mmHg, Nadi=118 X/ menit, reguler,
Respirasi=24 X/ menit, Suhu Badan= 390 C. Pada pemeriksaan toraks tidak ditemukan ronkhi
atau wheezing, pada pemeriksaan jantung terdengar bising diastolik di ICS 5 sinistra, sekitar
1 cm ke lateral. Dilakukan echocardiografi dan ditemukan adanya vegetasi. Pada pemeriksaan
kultur darah diperoleh adanya kuman Stafilokokus. Apakah pilihan antibiotik pada kasus ini?
Ampicilin- Sulbactam dengan Gentamycin
Ciprofloksasin dengan Rifampicin
Penicilin G
Vankomycin dengan Gentamycin
Amoksisilin dengan Gentamycin
Seorang perempuan 36 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan berdebar sejak tadi pagi.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan nadi cepat dan ireguler, pasien bertubuh kurus, terdapat
eksoftalmus dan berkeringat banyak dan terdapat tremor halus. Pasien diketahui menderita
penyakit tiroid dan sudah lama tidak kontrol ke dokter. Irama apa yang mungkin di temukan
pada EKG ?
Atrium Flutter
SVT
VT
Atrium Fibrilasi
Torsade de pointes
Seorang laki-laki 45 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan nyeri dada 2 jam SMRS
setelah makan siang. Nyeri dada hebat disertai keringat dingin. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan tensi 70/50 nadi 120x/m RR 24x/m saturasi 95%. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan akral teraba dingin, ronkhi tidak ada. Pada EKG didapatkan STEMI
anteroekstensif. Pasien dirawat dan diberikan terapi untuk syok kardiogenik. Pasien diberikan
vasopressor dan tekanan darah naik menjadi 90/60 mmHg. Apakah penanganan yang paling
tepat diberikan pada pasien ini?
Pemberian Heparin
Pemberian cairan kristaloid dosis rumatan
Pemberian Morfin
Kardioversi
Primary PCI
Ibu E, 50 tahun, adalah seorang pekerja kantoran yang didiagnosis menderita hipertensi
dan obesitas sentral (visceral). Hasil laboratorium menunjukkan bahwa ia juga mengalami
dislipidemia dan resistensi insulin. Ibu E menjalani gaya hidup yang sangat sibuk, sering
mengalami stres, jarang berolahraga, dan memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan cepat
saji. Manakah dari kondisi yang dialami Ibu E yang diklasifikasikan sebagai faktor risiko
non-modifiable?
Obesitas, terutama obesitas abdominal
Riwayat keluarga/faktor genetik
Hipertensi
Stres
Umur
Seorang perempuan usia 75 tahun dibawa keluarganya ke UGD RS dengan keluhan sesak
nafas hebat. Pasien juga mengeluhkan nyeri dada. Pasien selesai menjalani operasi hip
replacement. KU sakit berat, Kesadaran apatis. Tekanan darah 70/p, nadi 160x/m, RR 32x/m
dengan saturasi 89%, akral teraba dingin. Pada pemeriksaan EKG ditemukan gambaran di
bawah ini. Apakah patofisiologi kondisi akut pasien ini?
Ruptur plak aterosklerosis
Oklusi sirkulasi paru
Aritmia
Sepsis
Trombosis vena dalam
Seorang pria berusia 60 tahun datang ke poliklinik Rumah Sakit dengan keluhan pusing,
penglihatan kabur, dan nyeri dada. Pasien memiliki riwayat hipertensi. Pemeriksaan fisik
menunjukkan tekanan darah 180/110 mmHg dan terdapat bunyi jantung tambahan.
Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar kreatinin serum. Pada biopsi
ginjal ditemukan arteriolar dengan penebalan homogen berwarna merah muda yang
menyempitkan lumen pembuluh. Apakah mekanisme patologi yang mendasari temuan ini?
Aterosklerosis
Arteriolosklerosis hialin
Penyumbatan trombotik
Arteriolosklerosis hiperplastik
Disfungsi endotel
Seorang laki-laki 65 tahun dibawa ke UGD RS dengan, rasa tidak nyaman di dada yang
muncul tiba – tiba setelah pasien bertanding sepakbola. Riwayat penyakit dahulu hipertensi,
minum obat tidak teratur. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum berat, kesadaran
somnolen. Pada tanda vital didapatkan TD 80/p, nadi 80 x/m, RR 24x/m, saturasi 92%, akral
dingin, GDS : 400 mg/dL, Kalium darah 2.5mmol/L. Pada EKG didapatkan gambaran seperti
pada gambar di bawah. Apakah penyebab utama kondisi pada pasien ini?Seorang laki-laki 65 tahun dibawa ke UGD RS dengan, rasa tidak nyaman di dada yang
muncul tiba – tiba setelah pasien bertanding sepakbola. Riwayat penyakit dahulu hipertensi,
minum obat tidak teratur. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum berat, kesadaran
somnolen. Pada tanda vital didapatkan TD 80/p, nadi 80 x/m, RR 24x/m, saturasi 92%, akral
dingin, GDS : 400 mg/dL, Kalium darah 2.5mmol/L. Pada EKG didapatkan gambaran seperti
pada gambar di bawah. Apakah penyebab utama kondisi pada pasien ini?
Hipokalemia Berat
Stress Hiperglikemia
STEMI Anteroseptal
STEMI Inferior
Iskemik Anterolateral
Seorang wanita 50 tahun dengan riwayat penyakit 1 bulan lalu dengan gagal jantung
sedang, datang kembali ke poliklinik rawat jalan dengan keluhan bengkak (pitting edema)
pada kedua punggung kaki kiri kanan, tekanan darah 160/90 MmHg, fungsisistolik kiri
menurun, fraksi ejeksi < 40-45%. Apakah obat golongan angiotensin converting enzim yang
dapat digunakan pada kasus ini?
Aldosterone antagonis
Hydrocholorothiazide
Penghambat angiotensin converting enzim
Isosorbid dinitrat
Angiotensin receptor blocker
Seorang pria 30 tahun datang ke Poliklinik RS dengan keluhan demam sejak sekitar 5 hari
lalu, sudah minum obat namun tetap demam hingga saat ini. Menurut keterangan keluarganya pasien memiliki riwayat pengguna narkotika suntikan selama sekitar 5 tahun, namun telah 5
bulan terakhir tidak menggunakan narkotika lagi. Pasien belum pernah dilakukan operasi.
Pada pemeriksaan fisik didapati TD=130/80 mmHg, Nadi=118 X/ menit, reguler,
Respirasi=24 X/ menit, Suhu Badan= 390 C. Pada pemeriksaan toraks tidak ditemukan ronkhi
atau wheezing, pada pemeriksaan jantung terdengar bising diastolik di ICS 5 sinistra, sekitar
1 cm ke lateral. Dilakukan echocardiografi dan ditemukan adanya vegetasi. Apakah
penatalaksanaan pasien ini?
Pemberian Vankomisin dan Gentamycin
Pemberian Ampicilin-Sulbactam dengan Gentamycin
Pemberian Ceftriaxon dan Gentamycin
Pemberian Ibuprofen
Angiografi Koroner
Pasien dengan dugaan diseksi aorta stabil secara hemodinamik. Dokter ingin memastikan
diagnosis dengan visualisasi langsung pembuluh darah. Apakah pemeriksaan yang menjadi
pilihan utama?
USG abdomen
CT angiografi toraks
EKG
MRI otak
Echocardiografi transthorakal
Seorang laki-laki berusia 60 tahun ditemukan tidak sadar dan tidak bernapas, tetapi masih
ada nadi karotis. Apakah tindakan yang paling sesuai?
Lakukan kompresi dada 30 kali
Berikan ventilasi bantuan 1 napas setiap 5–6 detik
Segera defibrilasi
Berikan epinefrin 1 mg IV
Lakukan posisi recovery
Seorang laki-laki, usia 35 tahun, dibawa ke ruang gawat darurat dengan keluhan utama
nyeri punggung hebat. Sebelumnya pasien jatuh dari kuda saat olahraga berkuda. Saat jatuh
pasien masih sadar sampai dibawa ke rumah sakit. pasien juga mengalami gangguan
berkemih dan buang air besar (BAB). Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda vital tekanan
darah sistolik 85 mmHg, dengan nadi 60 x/menit, pernapasan 20x/menit, dan akral dingin.
Apakah diagnosis yang paling mungkin? Apakah pemeriksaan penunjang yang wajib
dianjurkan (golden standar)?
Laboratorium lengkap
CT-scan vertebra
X-foto vertebra
Lumbal punksi
MRI vertebra
Seorang pria 60 tahun datang ke puskesmas dengan klaudikasio intermiten. Pasien
memiliki tekanan darah tinggi dan merokok 2 bungkus per hari. Apakah faktor risiko
yang paling berperan pada PAD?
Diet tinggi lemak
Kurang olahraga
Merokok
Stres emosional
Hipotiroid
Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan lemah dan
kesemutan pada extrimitas kiri atas dan bawah disertai dengan adanya kesemutan pada sejak
2 jam yang lalu. Pasien tidak mengeluhkan adanya pingsan dan muntah. Pada pemeriksaan
fisik ditemukan adanya tekanan darah 160/100 mmHg. Pemeriksaan motorik didapatkan
5/5/1/1. Pada perabaan arteri extrimitas kiri atas dan bawah dalam batas normal. Apakah
mekanisme penyebab kasus diatas?
Ruptur Pembuluh Darah di cerebral
Trombosis di arteri cerebral
Vasospasme Arteri Koroner
Trombosis di arteri radialis dan femoralis
Ruptur pembuluh darah aorta
Seorang Wanita 18 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri dada dan palpitasi
sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Pada sekitar 5 hari yang lalu pasien mengalami flu
dan demam, namun sejak kemarin pasien tidak lagi demam, hanya masih merasakan gejala
flu. Pada pemeriksaan fisik didapati TD=100/60 mmHg, Nadi=100 X/ menit, reguler,
Respirasi=22 X/ menit, Suhu Badan=360 .
Pada pemeriksaan Laboratorium Hb=16,8 Lekosit=3000, Trombosit=90.000. Hasil
Pemeriksaan EKG ditemukan adanya ST elevasi di lead I, aVL, V5 dan V6. Apakah kemungkinan diagnosis pasien tersebut apabila ditemukan adanya suara krepitasi pada
pemeriksaan auskultasi toraks di ICS V mid clavicularis sinistra?
Miokarditis
Perikarditis Akut
Angina Pektoris stabil
Infark Miokard Akut
Angina Pektoris tidak stabil
Seorang wanita 50 tahun, dengan riwayat hipertensi selama 3 tahun, tidak berobat teratur
(tiazid tablet 10mg, captopril tablet 25 mg), datang ke poliklinik jantung dengan keluhan
batuk kering timbul sejak kembali minum obat selama 2 hari terakhir, badan lemah serta
kencing berulang, batuk makin menghebat 5 jam terakhir sebelum datang ke poliklinik,
mengkonsumsi paracetamol tablet 500 mg & Asam mefenamat 500 mg tablet tadi malam karena sakit kepala dan leher. Apakah kemungkinan yang bisa terjadi pada keadaan ini oleh
karena efek samping obat?
Captopril + paracetamol
Diuretik + Asam mefenamat
Captopril + diuretik + Paracetamol
Captopril + diuretik + Asam mefenamat
Captopril + diuretik
Seorang Wanita 45 tahun, menopause pada sekitar 2 bulan lalu, tadi pagi mengalami nyeri
dada sekitar 2 menit saat sementara sarapan. Keluhan seperti ini pernah dialami sebelumnya
pada sekitar 1 bulan lalu. Pasien tidak merokok, hanya suami pasien yang perokok berat di
rumah. Pasien kemudian pergi ke dokter dan dilakukan pemeriksaan EKG dan hasilnya
dinyatakan dalam batas normal. Hasil pemeriksaan fisik TD=130/100 mmHg, Nadi=90X/
menit, reguler, Respirasi=22 X/ menit, Suhu Badan=36,80 C. Pemeriksaan enzim jantung
tidak dilakukan. Apakah anjuran pemeriksaan pada pasien ini?
Exercise Stress Test
Echocardiografi
Holter
Angiofrafi Koroner
CT Cardio
Seorang wanita berusia 60 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri pada kaki
dan kesulitan berjalan. Pasien memiliki riwayat diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol
dan sering mengalami kesemutan di ekstremitas bawah. Pada pemeriksaan fisik ditemukan
pulsasi lemah pada kaki dan kulit yang tampak pucat. Pemeriksaan angiografi menunjukkan
penyempitan signifikan pada arteri femoralis. Manakah proses patologi yang paling mungkin
terjadi pada pembuluh darah femoralis pasien ini?
Aterosklerosis
Vasculitis
Hipertensi
Trombosis
Arteriolitis
Seorang laki-laki, usia 35 tahun, dibawa ke ruang gawat darurat dengan keluhan utama
nyeri punggung hebat. Sebelumnya pasien jatuh dari kuda saat olahraga berkuda. Saat jatuh
pasien masih sadar sampai dibawa ke rumah sakit. pasien juga mengalami gangguan
berkemih dan buang air besar (BAB). Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda vital tekanan
darah sistolik 85 mmHg, dengan nadi 60 x/menit, pernapasan 20x/menit, dan akral dingin.
Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Syok Hipovolemik
Syok Kardiogenik
Syok Neurogenik
Syok Anafilaktik
Syok Septik
Seorang pria berusia 68 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri hebat di punggung
bawah dan perut, disertai tekanan darah 70/40 mmHg. Ditemukan massa berdenyut di perut.
Apakah diagnosis paling mungkin?
Kolik ginjal
Pankreatitis akut
Aneurisma aorta abdominal ruptur
Diseksi aorta
nfark miokard
Seorang pasien perempuan berusia 40 tahun mengalami pembengkakan hilang timbul dan
rasa kram di tungkai kiri dan kanan, bersifat hilang timbul sejak 1 bulan lalu. Gejala muncul
terutama saat pasien berdiri saat dari posisi duduk lama. Pasien aktif bekerja sebagai pegawai
kantoran. Tanda vital dalam batas normal, namun pada pemeriksaan di tungkai kiri terlihat
Gambaran seperti pada gambar di bawah ini. Apa edukasi yang paling tepat untuk kasus di
atas?
Imobilisasi tungkai
Rutin konsumsi antiplatelet dan statin terapi
Elevasi kaki dan penggunaan stocking compression
Olahraga jogging rutin
Diet rendah garam dan lemak
Seorang pria 70 tahun dalam keadaan henti jantung dengan ritme asistol pada monitor.
Apakah langkah penanganan yang tepat?
Defibrilasi 200 Joule
Lanjutkan RJP dan beri epinefrin 1 mg IV tiap 3–5 menit
Berikan amiodaron 300 mg bolus
Lakukan synchronized cardioversion
Lakukan intubasi segera tanpa RJP
Seorang wanita berusia 45 tahun dibawa keluarganya ke UGD RS karena ditemukan tidak
sadar di ruang kerja. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tidak ada nadi karotis teraba, dan
EKG menunjukkan fibrilasi ventrikel (VF). Apakah Tindakan selanjutnya yang paling tepat?
Memberikan ventilasi 2 kali
Memberikan epinefrin 1 mg IV
Memberikan defibrilasi segera
Melakukan kompresi dada 100x/menit
Pemasangan infus dan pemberian cairan
Seorang pria berusia 60 tahun dengan riwayat hipertensi berat datang ke IGD RS dengan
keluhan pusing hebat, mual, dan gangguan penglihatan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
tekanan darah 220/150 mmHg dan pemeriksaan mata menunjukkan adanya papil edema.
Pemindaian CT otak menunjukkan perdarahan intrakranial. Pemeriksaan mikroskopik
jaringan hasil biopsi ginjal menunjukkan adanya arteriol dengan penebalan konsentris dinding
pembuluh darah. Apakah penyebab paling mungkin dari perubahan vaskular yang ditemukan
pada ginjal pasien?
Aterosklerosis
Diseksi arteri
Arteriolosklerosis hialin
Arteriolosklerosis hiperplastik
Vasculitis sistemik
Seorang pasien berusia 21 tahun datang dengan keluhan sesak napas. Pasien
memiliki riwayat PDA sejak kecil. Saat ini dokter mengatakan bahwa telah terjadi
Eisenmenger Syndrome pada pasien. Apakah pemeriksaan fisik yang paling TEPAT
yang dapat ditemukan pada pasien tersebut?
Sianosis hanya pada ekstremitas atas
Sianosis hanya pada ekstremitas bawah
Sianosis pada keseluruhan ekstremitas
Wide fixed splitting
Murmur pansistolik di sela iga 3-4 garis parasternal kiri
Seorang anak berusia 9 tahun datang dengan keluhan demam tinggi dan sesak
napas. Sebelumnya dia juga mengeluh nyeri menelan sejak 1 minggu yang lalu. Dari
pemeriksaan fisik ditemukan takikardia, irama gallop, dan murmur pansistolik di
apeks. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis. EKG menunjukkan
pemanjangan interval PR. Manakah pemeriksaan penunjang lain yang paling
TEPAT untuk menunjang diagnosis anak tersebut?
Pemeriksaan titer anti-streptolysin O
Kultur tenggorokan untuk bakteri Streptokokus grup A
Rapid grup A Streptococcal carbohydrate antigen test
A dan B benar
A, B, dan C benar
Seorang laki-laki 55 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan lemah badan sejak 1
hari sebelum masuk RS. Pasien mengeluhkan nyeri dada disertai mual dan muntah.
Riwayat penyakit dahulu tidak diketahui. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD :
60/40 mmHg, N : 120 x/m reg, SpO2 : 96% tanpa O2, akral dingin. Setelah diberikan
cairan 4 ml/kgBB dalam 10 menit, TD : 60/40 mmHg, N: 130 x/m reguler. Apakah
penanganan lanjutan yang paling tepat diberikan pada pasien ini?
Pemberian cairan ulangan 2-4 mg/kgBB dalam 10 menit
Pemberian Dobutamin 3 mcg/kgBB/menit
Pemberian Dopamin 5 mcg/kgBB/menit
Pemberian Norepinefrin 0.3 mcg/kg/menit
Pemberian Kristaloid 1000 mg dalam 1 jam
Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke poliklinik umum Rumah Sakit dengan
keluhan bengkak pada kedua tungkai sejak 3 minggu yang lalu. Bengkak semakin parah pada
sore hari. Pasien memiliki riwayat 2 kali trombosis vena dalam pada ekstremitas bawah
dalam 2 tahun terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan edema pitting pada kedua tungkai
bawah. Hasil laboratorium menunjukkan kadar protein total 5.2 g/dL (N: 6.5-8.5), albumin
2.0 g/dL (N: 3.5-5.0), dan hiperlipidemia. Urinalisis menunjukkan proteinuria masif (+4).
Pada pemeriksaan genetik ditemukan mutasi pada gen faktor V Leiden. Apakah mekanisme
utama yang menyebabkan edema pada pasien ini?
Peningkatan tekanan hidrostatik kapiler
Penurunan tekanan osmotik koloid plasma
Obstruksi limfatik
Retensi natrium dan air primer
Peningkatan permeabilitas kapiler
Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri
dada berulang terutama saat beristirahat pada dini hari. Pasien tidak memiliki faktor
risiko bermakna untuk penyakit jantung. Pemeriksaan EKG saat serangan
menunjukkan elevasi segmen ST yang menghilang setelah diberikan nitrogliserin
sublingual; di luar serangan EKG normal. Angiografi menunjukkan plak
aterosklerosis ringan. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Angina stabil
Angina Prinzmetal (variant)
Angina tidak stabil (crescendo)
Perikarditis akut
Nyeri dada muskuloskeletal
Seorang Wanita 18 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri dada dan palpitasi
sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Pada sekitar 5 hari yang lalu pasien mengalami flu
dan demam, namun sejak kemarin pasien tidak lagi demam, hanya masih merasakan gejala
flu. Pada pemeriksaan fisik didapati tekanan darah 100/60 mmHg, Nadi=100 x/menit, reguler,
Respirasi=22 x/menit, Suhu Badan=36oC. Pada pemeriksaan Laboratorium Hb=16,8,
Leukosit=3000, Trombosit=90.000. Hasil Pemeriksaan EKG ditemukan adanya ST elevasi di
lead I, aVL, V5 dan V6. Apakah tatalaksana untuk pasien ini?
Clopidogrel loading dose 4 tablet, dilanjutkan 1 X 1
Angiografi coroner
Pemasangan stent
Antikoagulan
NSAID (Ibuprofen)
Seorang laki-laki usia 87 tahun masuk ke Rumah Sakit dengan keluhan nyeri dada dan
sesak napas sejak sekitar 3 jam yang lalu. Nyeri dada berlangsung sekitar 20 menit dan
dirasakan tidak berkurang walaupun pasien beristirahat. Tanda-tanda vital masih dalam batas
normal, kecuali nadi=100 X/ menit, reguler. Pasien kemudian diberikan Clopidogrel dan
ISDN 5 mg SL. Setelah 5 menit kemudian, pasien merasa nyeri dadanya tidak berkurang.
Apakah tindakan selanjutnya?
Pemberian Nitrogliserin intravena
Pemberian Bisoprolol 5 mg SL
Pemberian ISDN
Pemberian Antikoagulan
Angiografi Koroner
Seorang pria 30 tahun datang ke Poliklinik RS dengan keluhan demam sejak sekitar 5 hari
lalu, sudah minum obat namun tetap demam hingga saat ini. Menurut keterangan keluarganya
pasien memiliki riwayat pengguna narkotika suntikan selama sekitar 5 tahun, namun telah 5
bulan terakhir tidak menggunakan narkotika lagi. Pasien belum pernah dilakukan operasi.
Pada pemeriksaan fisik didapati TD=130/80 mmHg, Nadi=118 X/ menit, reguler,
Respirasi=24 X/ menit, Suhu Badan= 390 C. Pada pemeriksaan toraks tidak ditemukan ronkhi
atau wheezing, pada pemeriksaan jantung terdengar bising diastolik di ICS 5 sinistra, sekitar
1 cm ke lateral. Dilakukan echocardiografi dan ditemukan adanya vegetasi. Apakah diagnosis
yang paling tepat pada pasien ini?
Miokarditis
Definite Endocarditis
Possible Endocarditis
Perikarditis
Pleuritis
Secara global, Penyakit Kardiovaskular (PKV) adalah pembunuh utama No. 1 di dunia,
menyebabkan 19,2 juta kematian per tahun. Selain itu, data Indonesia menunjukkan adanya
transisi epidemiologi penyebab kematian dari tahun 1990 hingga 2014, di mana proporsi
kematian akibat PTM meningkat tajam dari 37% di tahun 1990 menjadi 71% di tahun 2014.
Manakah yang paling mencerminkan transisi epidemiologi PKV yang sesuai dengan
gambaran ini?
Tahap I: Pestilence and famine
Tahap II: Receding pandemics
Tahap III: Degenerative and man-made diseases
Tahap IV: Delayed degenerative diseases
Tahap V: Inactivity and obesity
Seorang perempuan berusia 32 tahun dengan diagnosis syok neurogenik dipindahkan dari
ruang gawat darurat ke ruangan ICU karena keluhan sukar bernafas. Apakah gangguan fungsi
neurologik yang paling sering terjadi pada kasus seperti di atas?
Hemiplegia
Tetraplegia
Paraplegia
Diplegia
Disfagia
Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa ibunya ke poliklinik Jantung karena
demam tinggi, batuk, dan nyeri menelan sejak 1 minggu. Dari anamnesis juga
didapatkan keluhan nyeri sendi lutut, siku, pergelangan kaki dan tangan
berpindah-pindah. Dari pemeriksaan fisik, didapatkan takikardia, dengan suhu badan
39 OC. Pemeriksaan laboratorium ditemukan lekositosis dan kultur tenggorok positif
bakteri Streptokokus beta hemolitikus grup A. Pemeriksaan EKG didapatkan
pemanjangan interval PR. Manakah diagnosis yang paling tepat untuk anak
tersebut?
Juvenile Rheumatoid Artritis
Systemic Lupus Erithematosus
Demam Rematik Akut
Pneumonia bakterialis
Infective Endocarditis
Seorang wanita berusia 62 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan rasa pusing dan
pandangan kabur saat menggunakan lengan kiri untuk mengangkat benda berat. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan TD lengan kanan 130/80 mmHg dan lengan kiri 100/60 mmHg.
Apakah mekanisme utama gejala ini?
Vasospasme arteri vertebralis
Emboli serebral
Aliran balik darah dari arteri vertebralis ke arteri subklavia akibat stenosis proksimal
Aneurisma subklavia
Tekanan intrakranial meningkat
Population attributable fraction penyakit kardiovaskular dari faktor diabetes pada laki-laki
adalah sebesar 10,2%. Apa arti angka ini?
Adanya diabetes akan meningkatkan kejadian kardiovaskular pada laki-laki sebesar
10,2%.
Diabetes akan meningkatkan risiko 10,2% laki-laki mengalami penyakit
kardiovaskular.
Diabetes yang terkontrol dapat menurunkan risiko kejadian (atau kematian) penyakit
kardiovaskular sebesar 10,2% pada laki-laki.
Penyakit kardiovaskular akan mengakibatkan 10,2% laki-laki sakit diabetes.
Sebesar 10,2% laki-laki yang sakit diabetes akan mengalami penyakit kardiovaskular.
Seorang wanita berusia 60 tahun dibawa ke UGD karena mengalami sesak napas berat
dan nyeri dada yang terjadi tiba-tiba. Pasien 1 bulan yang lalu mengalami kecelakaan mobil
dan patah tulang pinggul dan sudah dioperasi, namun kaki kiri masih tampak bengkak
setinggi lutut. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, denyut jantung 130
kali/menit, dan vena leher terlihat menonjol. Pemeriksaan fisik menunjukkan bunyi jantung
P2 yang keras dan sianosis pada bibir. EKG menunjukkan gelombang S di lead I, gelombang
Q di lead III disertai T inversi di lead III. Manakah kondisi yang paling mungkin menjadi
penyebab kasus ini?
Infark miokard akut
Emboli paru
Diseksi aorta
Perikarditis
Kardiomiopati dilatasi
Seorang laki-laki berusia 45 tahun dengan riwayat sirosis hepatis datang ke IGD
dengan hematemesis melena. Pasien muntah darah segar sebanyak 3 kali (± 500 cc
total) dalam 2 jam terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos
mentis namun tampak gelisah, tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 118 x/menit,
respirasi rate 26 x/menit, SpO2 96% udara ruangan; konjungtiva anemis, akral
dingin, CRT 2.5 detik. Manakah pilihan tatalaksana awal yang merupakan prioritas
tertinggi untuk pasien ini?
Segera lakukan endoskopi untuk identifikasi sumber perdarahan
Pasang 2 jalur IV besar dan mulai resusitasi cairan kristaloid
Berikan transfusi PRC segera sebelum resusitasi cairan
Berikan vasopresor untuk menaikkan tekanan darah
Lakukan intubasi endotrakeal untuk proteksi jalan napas
