WorksheetsSUMATIF B. INDONESIA BAB 2 dan 3 KELAS 4
Total questions: 30
Worksheet time: 22mins
Bacalah cerita berikut!
Vivi belajar mencucu baju sendiri. mula-mula bajunya direndam dengan detergen bubuk. Vivi tidak memilih terlebih dahulu baju-baju yang akan dicuci. ketika akan mencuci baju, Vivi terkejut. ia bertanya kepada Ibunya.
"Ibu, kenapa airnya berwarna kemerahan?" Tanya Vivi.
"Waduh.. pasti ada bajumu yang luntur." jawab ibu.
Wah, baju merah itu mengenai baju yang lain, Bu" kata Vivi dengan nada menyesal.
"Ayo, pisahkan baju merah itu" kata ibu.
Vivi segera memisahkan baju merah yang luntur itu ke dalam ember lain. ada satu baju yang terkena luntur merah. Baju yang kenal luntur segera diambil pula. Ia merendam baju tersebut dengan cairan yang bisa menghilangkan noda. Kemudian, Vivi melanjutkan mencuci banjunya.
Pada cerita tersebut vivi sedang belajar....
Membersihkan noda
memilahkan baju
Mencuci baju
merendam baju
Bacalah cerita berikut!
Vivi belajar mencucu baju sendiri. mula-mula bajunya direndam dengan detergen bubuk. Vivi tidak memilih terlebih dahulu baju-baju yang akan dicuci. ketika akan mencuci baju, Vivi terkejut. ia bertanya kepada Ibunya.
"Ibu, kenapa airnya berwarna kemerahan?" Tanya Vivi.
"Waduh.. pasti ada bajumu yang luntur." jawab ibu.
Wah, baju merah itu mengenai baju yang lain, Bu" kata Vivi dengan nada menyesal.
"Ayo, pisahkan baju merah itu" kata ibu.
Vivi segera memisahkan baju merah yang luntur itu ke dalam ember lain. ada satu baju yang terkena luntur merah. Baju yang kenal luntur segera diambil pula. Ia merendam baju tersebut dengan cairan yang bisa menghilangkan noda. Kemudian, Vivi melanjutkan mencuci banjunya.
Baju Vivi terkena luntur karena....
vivi sedang belajar mencuci baju
vivi tidak memilah baju-bajunya
vivi memakai cairan penghilang noda
vivi merendam dengan detergen bubuk
"Ayah menggali tanah untuk ditanami pohon bambu."
Kata menggali berasal dari kata dasar gali dan mendapat imbuhan....
men-
meny-
meng-
menge-
ketika kamu menyampaikan isi bacaan sebaiknya....
percaya diri
hati-hati
jujur
malu
pada saat temanmu sedang mengemukakan pendapat sebaiknya kamu ....
mengejek
menertawakan
mendengarkan
menyela
kalimat yang menggunakan homonim adalah....
maya bisa memasak nasi goreng sendiri
Tria mengikuti kegiatan pramuka siaga
Tristan mengantar adiknya les menari
Bobi dan teman-temannya bermain bola
Berikut yang merupakan konjungsi urutan waktu adalah....
dan
lalu
atau
tetapi
Kalimat yang menggunakan konjungsi pertentangan adalah....
Dina menyapu lantai lantas mengepel lantai sampai bersih
Meta dan Niar berangkat sekolah naik sepeda.
Lia sedang menyiapkan seragam sekolah sedangkan Ibu memasak di dapur
Rendra melihat hasil ulangan lalu tersenyum senang melihat nilainya bagus.
Kalimat berikut yang berpola SPOK adalah....
Deniar menebar benih ikan
Ayah mengecat pintu
Rian mencuci sepatu
Rima mencuci piring di dapur
"Tina membeli gula di warung"
kalimat tersebut berpola....
SPO
SPK
SPOK
KSPO
"Anak-anak membersihkan kelas."
Kata 'kelas' pada kalimat tersebut merupakan (a)
Lengkapilah kalimat berikut dengan mengisi titik-titik menggunakan kalimat majemuk setara dengan benar!
Andi sedang menerjakan PR matematika (a) Adiknya mengerjakan PR Bahasa Indonesia.
"Lia sedang mencari buku yang hilang."
kata mencari berasal dari kata dasar cari dan mendapat imbuhan (a)
Tuliskan 5 kata yang menggunakan imbuhan me-!
(a)
Tuliskan 2 kalimat yang menggunakan pola SPOK (Subjek, predikat, objek, dan keterangan)!
(a)
Bacalah cerita berikut dengan cermat!
Rudi berangkat lebih pagi. Kelompoknya piket hari ini. Mereka sudah berbagi tugas. Tugas Rudi menyapu kelas.
Aduh, lampu lalu lintas sudah berganti kuning. Rudi tahu dia harus bersiap-siap untuk berhenti.
Rudi tidak sabar menunggu lampu lalu lintas di depannya berganti hijau. Rasanya sungguh lama. Sudah tidak ada kendaraan lagi dari sebelah kanan dan kiri.
Jalan di depannya kosong. Ah, aman, pikir Rudi. Dia mengayuh pedal dan bersiap untuk melaju sekencang-kencangnya.
Tiba-tiba … Teeeeeeet! Bunyi klakson memekakkan telinga. Sebuah sepeda motor tiba-tiba melaju mendekatinya. Rudi sangat terkejut, tetapi dia sigap mengerem. Pengendara sepeda motor juga mengerem, tetapi dia terjatuh.
Untunglah, pengendara sepeda motor itu tidak terluka. Sepeda motornya juga tidak rusak.“Kamu tidak apa-apa?” seorang ibu bertanya kepada Rudi.
“Kenapa kamu sudah maju? Di sebelah sana lampu lalu lintas masih hijau, berarti di sini masih merah!” kata pengendara sepeda motor dengan kesal. “Itu berbahaya!”. Rudi hanya bisa berkata, “Maaf, Bang.” Dia masih terkejut dan sekarang mulai merasa takut.
“Sudah, sabar. Yang penting tidak ada yang terluka,” kata ibu itu menengahi. “Kalian tidak pakai helm, itu juga berbahaya!”.
“Hati-hati, ya, Nak,”. pesan ibu itu.
Latar tempat cerita diatas adalah....
Rumah
Komplek perumahan
Sekolah
Jalan raya
Bacalah cerita berikut dengan cermat!
Rudi berangkat lebih pagi. Kelompoknya piket hari ini. Mereka sudah berbagi tugas. Tugas Rudi menyapu kelas.
Aduh, lampu lalu lintas sudah berganti kuning. Rudi tahu dia harus bersiap-siap untuk berhenti.
Rudi tidak sabar menunggu lampu lalu lintas di depannya berganti hijau. Rasanya sungguh lama. Sudah tidak ada kendaraan lagi dari sebelah kanan dan kiri.
Jalan di depannya kosong. Ah, aman, pikir Rudi. Dia mengayuh pedal dan bersiap untuk melaju sekencang-kencangnya.
Tiba-tiba … Teeeeeeet! Bunyi klakson memekakkan telinga. Sebuah sepeda motor tiba-tiba melaju mendekatinya. Rudi sangat terkejut, tetapi dia sigap mengerem. Pengendara sepeda motor juga mengerem, tetapi dia terjatuh.
Untunglah, pengendara sepeda motor itu tidak terluka. Sepeda motornya juga tidak rusak.“Kamu tidak apa-apa?” seorang ibu bertanya kepada Rudi.
“Kenapa kamu sudah maju? Di sebelah sana lampu lalu lintas masih hijau, berarti di sini masih merah!” kata pengendara sepeda motor dengan kesal. “Itu berbahaya!”. Rudi hanya bisa berkata, “Maaf, Bang.” Dia masih terkejut dan sekarang mulai merasa takut.
“Sudah, sabar. Yang penting tidak ada yang terluka,” kata ibu itu menengahi. “Kalian tidak pakai helm, itu juga berbahaya!”.
“Hati-hati, ya, Nak,”. pesan ibu itu.
Alasan Rudi memutuskan maju saat lampu lalu lintas belum berwarna hijau adalah ....
Tidak sabar menunggu lampu hijau
Karena kelompoknya piket
Ada ujian mendadak
Dikejar kucing
Bacalah cerita berikut dengan cermat!
Rudi berangkat lebih pagi. Kelompoknya piket hari ini. Mereka sudah berbagi tugas. Tugas Rudi menyapu kelas.
Aduh, lampu lalu lintas sudah berganti kuning. Rudi tahu dia harus bersiap-siap untuk berhenti.
Rudi tidak sabar menunggu lampu lalu lintas di depannya berganti hijau. Rasanya sungguh lama. Sudah tidak ada kendaraan lagi dari sebelah kanan dan kiri.
Jalan di depannya kosong. Ah, aman, pikir Rudi. Dia mengayuh pedal dan bersiap untuk melaju sekencang-kencangnya.
Tiba-tiba … Teeeeeeet! Bunyi klakson memekakkan telinga. Sebuah sepeda motor tiba-tiba melaju mendekatinya. Rudi sangat terkejut, tetapi dia sigap mengerem. Pengendara sepeda motor juga mengerem, tetapi dia terjatuh.
Untunglah, pengendara sepeda motor itu tidak terluka. Sepeda motornya juga tidak rusak.“Kamu tidak apa-apa?” seorang ibu bertanya kepada Rudi.
“Kenapa kamu sudah maju? Di sebelah sana lampu lalu lintas masih hijau, berarti di sini masih merah!” kata pengendara sepeda motor dengan kesal. “Itu berbahaya!”. Rudi hanya bisa berkata, “Maaf, Bang.” Dia masih terkejut dan sekarang mulai merasa takut.
“Sudah, sabar. Yang penting tidak ada yang terluka,” kata ibu itu menengahi. “Kalian tidak pakai helm, itu juga berbahaya!”.
“Hati-hati, ya, Nak,”. pesan ibu itu.
Pesan yang disampaikan oleh seorang ibu yang berada di tempat kejadian adalah ....
Supaya tidak terlambat sekolah
Jangan kebut-kebutan di jalan
Agar berhati-hati
Agar tidak lupa makan
Bacalah cerita berikut dengan cermat!
Rudi berangkat lebih pagi. Kelompoknya piket hari ini. Mereka sudah berbagi tugas. Tugas Rudi menyapu kelas.
Aduh, lampu lalu lintas sudah berganti kuning. Rudi tahu dia harus bersiap-siap untuk berhenti.
Rudi tidak sabar menunggu lampu lalu lintas di depannya berganti hijau. Rasanya sungguh lama. Sudah tidak ada kendaraan lagi dari sebelah kanan dan kiri.
Jalan di depannya kosong. Ah, aman, pikir Rudi. Dia mengayuh pedal dan bersiap untuk melaju sekencang-kencangnya.
Tiba-tiba … Teeeeeeet! Bunyi klakson memekakkan telinga. Sebuah sepeda motor tiba-tiba melaju mendekatinya. Rudi sangat terkejut, tetapi dia sigap mengerem. Pengendara sepeda motor juga mengerem, tetapi dia terjatuh.
Untunglah, pengendara sepeda motor itu tidak terluka. Sepeda motornya juga tidak rusak.“Kamu tidak apa-apa?” seorang ibu bertanya kepada Rudi.
“Kenapa kamu sudah maju? Di sebelah sana lampu lalu lintas masih hijau, berarti di sini masih merah!” kata pengendara sepeda motor dengan kesal. “Itu berbahaya!”. Rudi hanya bisa berkata, “Maaf, Bang.” Dia masih terkejut dan sekarang mulai merasa takut.
“Sudah, sabar. Yang penting tidak ada yang terluka,” kata ibu itu menengahi. “Kalian tidak pakai helm, itu juga berbahaya!”.
“Hati-hati, ya, Nak,”. pesan ibu itu.
Jika argumentasi disampaikan dalam bentuk tertulis atau dalam sebuah paragraf disebut dengan paragraf ....
Deduktif
Argumentasi
Implementasi
Induktif
Bacalah cerita berikut dengan cermat!
Rudi berangkat lebih pagi. Kelompoknya piket hari ini. Mereka sudah berbagi tugas. Tugas Rudi menyapu kelas.
Aduh, lampu lalu lintas sudah berganti kuning. Rudi tahu dia harus bersiap-siap untuk berhenti.
Rudi tidak sabar menunggu lampu lalu lintas di depannya berganti hijau. Rasanya sungguh lama. Sudah tidak ada kendaraan lagi dari sebelah kanan dan kiri.
Jalan di depannya kosong. Ah, aman, pikir Rudi. Dia mengayuh pedal dan bersiap untuk melaju sekencang-kencangnya.
Tiba-tiba … Teeeeeeet! Bunyi klakson memekakkan telinga. Sebuah sepeda motor tiba-tiba melaju mendekatinya. Rudi sangat terkejut, tetapi dia sigap mengerem. Pengendara sepeda motor juga mengerem, tetapi dia terjatuh.
Untunglah, pengendara sepeda motor itu tidak terluka. Sepeda motornya juga tidak rusak.“Kamu tidak apa-apa?” seorang ibu bertanya kepada Rudi.
“Kenapa kamu sudah maju? Di sebelah sana lampu lalu lintas masih hijau, berarti di sini masih merah!” kata pengendara sepeda motor dengan kesal. “Itu berbahaya!”. Rudi hanya bisa berkata, “Maaf, Bang.” Dia masih terkejut dan sekarang mulai merasa takut.
“Sudah, sabar. Yang penting tidak ada yang terluka,” kata ibu itu menengahi. “Kalian tidak pakai helm, itu juga berbahaya!”.
“Hati-hati, ya, Nak,”. pesan ibu itu.
Berikut ini merupakan ciri-ciri paragraf argumentasi, kecuali ....
Mengandung pendapat, keyakinan, dan pandangan terhadap sebuah permasalahan
Menjelaskan permasalahan dengan cara menganalisis dan menganalogikan
Ada data akurat yang dipakai untuk meyakinkan orang lain
Penggunaan konjungsi yang seolah menghasilkan pola sebab
Alat transportasi di sungai antara lain, kecuali ....
Sampan
Perahu cepat
Kapal
Truk
Salsa (rambut) pirang
Imbuhan ‘ber-’ pada kata yang ada dalam kurung yang benar adalah ....
Berambut
Benrambut
Merambut
Menrambut
Tegar (kerja) di Sci Media
Imbuhan ‘ber-’ pada kata yang ada dalam kurung yang benar adalah ....
Pekerja
Memperkerja
Bekerja
Bengkerja
Tina dan Tini (main) petak umpet
Imbuhan ‘ber-’ pada kata yang ada dalam kurung yang benar adalah ....
Permainan
Bermain
Bermainan
Memainkan
Iko (kunjung) ke rumah saudaranya di Bandung
Imbuhan ‘ber-’ pada kata yang ada dalam kurung yang benar adalah ....
Berkunjung
Mengunjungi
Berkunjungan
Mengunjungkan
Gambar rambu lalu lintas diatas merupakan larangan (a)
Dalam teks argumentasi penulis menyatakan pendapat dengan memberikan penjelasan dan fakta agar memengaruhi dan menyakinkan pembaca. fakta artinya (a)
Alat yang digunakan sebagai penunjuk arah disebut (a)
Tuliskan 3 kata yang mengandung imbuhan ber- !
(a)
Salah satu tata cara berdiskusi dengan baik adalah menggunakan kata ajaib. Sebutkan kata ajaib yang dimaksud! (ada 4)
(a)
