WorksheetsSoal Latihan lomba gabunga pkn ipsn
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Patriotisme secara etimologi berasal dari kata patria (bahasa Latin) yang berarti Tanah Air, dan isme yang berarti paham atau ajaran. Dengan demikian, pengertian patriotisme yang paling tepat adalah:
Sikap cinta kepada bangsa sendiri yang berlebihan sehingga meremehkan bangsa lain.
Paham kebangsaan yang mengandung kesadaran dan semangat cinta Tanah Air serta memiliki rasa bangga sebagai bangsa.
Sikap yang berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan negara.
Perasaan memiliki identitas diri yang kuat sebagai bagian dari suatu kelompok etnis tertentu.
Salah satu ciri utama dari jiwa patriotisme adalah rela berkorban. Implementasi sikap rela berkorban dalam konteks kehidupan siswa di sekolah saat ini yang paling tepat adalah:
Menghabiskan waktu luang untuk berdemonstrasi menuntut perbaikan fasilitas sekolah.
Mendahulukan kepentingan kelompok belajar dibandingkan kepentingan pribadi seperti bermain.
Mengikuti semua lomba akademik di sekolah tanpa memikirkan kesehatan diri.
Berjuang dengan gigih untuk mendapatkan nilai tertinggi di kelas meskipun harus menyontek.
Seorang siswa selalu membeli dan bangga menggunakan produk lokal Indonesia, meskipun harga dan kualitasnya sedikit di bawah produk impor yang lebih populer. Tindakan siswa ini merupakan wujud nyata dari sikap:
Chauvinisme
Primordialisme
Patriotisme
Liberalisme
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut: 1. Rela mengorbankan harta dan nyawa untuk negara. 2. Memiliki rasa cinta yang tinggi terhadap Tanah Air. 3. Selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. 4. Menghormati bendera negara dan simbol-simbol negara lainnya. Manakah di antara pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri seorang patriot?
1 dan 2
1, 2, dan 3
2, 3, dan 4
1, 2, 3, dan 4
Perbedaan mendasar antara patriotisme dan nasionalisme terletak pada:
Patriotisme fokus pada ideologi politik, sedangkan nasionalisme fokus pada budaya.
Patriotisme adalah perasaan cinta yang siap berkorban, sedangkan nasionalisme adalah kesadaran menjadi bagian dari bangsa.
Patriotisme hanya dimiliki oleh pahlawan, sedangkan nasionalisme dimiliki oleh semua warga negara.
Patriotisme bersifat positif, sedangkan nasionalisme selalu bersifat negatif.
Salah satu tokoh pahlawan nasional yang dikenal sebagai "Ayam Jantan dari Timur" karena kegigihannya melawan penjajahan Belanda di Sulawesi Selatan adalah:
Pangeran Diponegoro
Sultan Hasanuddin
Tuanku Imam Bonjol
Kapitan Pattimura
Tujuan utama ditanamkannya sikap patriotisme dalam diri generasi muda Indonesia adalah untuk:
Menjadi bangsa yang disegani dan ditakuti oleh negara lain.
Menumbuhkan rasa benci terhadap penjajah di masa lalu.
Memperkuat semangat bela negara dan menjaga keutuhan NKRI.
Mempersiapkan mereka menjadi tentara atau pejuang di masa depan.
Peristiwa penting yang menjadi salah satu tonggak sejarah persatuan dan kesatuan para pemuda dari berbagai daerah yang melahirkan ikrar "Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa" terjadi pada:
Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945
Kongres Pemuda II (Sumpah Pemuda), 28 Oktober 1928
Pembentukan BPUPKI, 1 Maret 1945
Lahirnya Budi Utomo, 20 Mei 1908
Di antara pernyataan berikut, manakah yang TIDAK mencerminkan sikap patriotisme di lingkungan masyarakat?
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan.
Mengkritik kebijakan pemerintah melalui saluran yang tepat dan konstruktif.
Menjaga kerukunan antarwarga yang berbeda suku dan agama.
Membuang sampah sembarangan karena menganggap kebersihan adalah tanggung jawab petugas.
Pahlawan wanita yang dikenal sebagai pelopor emansipasi wanita Indonesia dan melalui perjuangannya mendirikan sekolah wanita bernama Sekolah Kartini adalah:
Cut Nyak Dien
Martha Christina Tiahahu
Raden Ajeng Kartini
Fatmawati
Secara etimologi, nasionalisme berasal dari kata nation (bahasa Inggris) yang berarti bangsa. Definisi nasionalisme yang paling tepat adalah:
Paham yang menciptakan kesadaran dan semangat cinta Tanah Air serta memiliki rasa bangga sebagai bangsa.
Sikap rela berkorban, berani, dan pantang menyerah demi kepentingan bangsa dan negara.
Perasaan cinta yang berlebihan terhadap bangsa sendiri dengan memandang rendah bangsa lain.
Keinginan untuk mendirikan negara sendiri dan melepaskan diri dari kekuasaan asing.
Salah satu ciri utama dari Nasionalisme yang bersifat positif adalah mengakui dan menghargai adanya perbedaan. Sikap ini diwujudkan dalam semboyan bangsa Indonesia, yaitu:
Bhinneka Tunggal Ika
Tut Wuri Handayani
Limpati Sepi
Ing Ngarso Sung Tulodo
Wujud nyata sikap nasionalisme seorang pelajar di sekolah adalah dengan menjunjung tinggi peraturan sekolah, tidak melakukan tawuran, dan aktif dalam kegiatan positif. Hal ini sejalan dengan tujuan nasionalisme, yaitu:
Mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa serta memelihara ketertiban masyarakat.
Menghapus segala diskriminasi dalam masyarakat.
Memperkenalkan budaya bangsa ke mata dunia internasional.
Meningkatkan pendapatan per kapita dan pertumbuhan ekonomi negara.
Paham nasionalisme di Indonesia mulai tumbuh dan berkembang secara masif sejak berdirinya organisasi modern pertama, yaitu:
Budi Utomo
Partai Nasional Indonesia (PNI)
Perhimpunan Indonesia
Sarekat Islam
Sikap Nasionalisme Buta (Chauvinisme) adalah paham kebangsaan yang negatif karena:
Tidak mempertimbangkan pandangan orang lain dan memandang rendah bangsa lain.
Terlalu mengutamakan produk luar negeri daripada produk dalam negeri.
Menempatkan persatuan di atas kepentingan pribadi.
Mengekang kebebasan individu demi kepentingan kolektif.
Manakah dari kegiatan berikut yang paling menunjukkan pengamalan nilai nasionalisme di bidang sosial-budaya?
Aktif mengikuti pemilihan umum di setiap jenjang pemerintahan.
Menggunakan hak cipta kekayaan intelektual sesuai dengan undang-undang.
Rela berkorban menjadi tentara garis depan untuk menjaga perbatasan negara.
Menghadiri pementasan seni dan membeli kain batik buatan perajin lokal.
Inti dari paham nasionalisme yang dianut oleh Ir. Soekarno, yang dikenal sebagai Sosio-Nasionalisme, adalah:
Nasionalisme harus seimbang dengan aspek spiritual (Ketuhanan) dan kemanusiaan (Internasionalisme).
Nasionalisme harus dipimpin oleh satu orang pemimpin tertinggi (Führer).
Nasionalisme harus berlandaskan pada individualisme liberal.
Nasionalisme Indonesia harus berdasarkan pada rasa persatuan dan semangat kerakyatan (sosial) yang anti-kapitalisme.
Sikap nasionalisme yang benar (nasionalisme konstruktif) tidak hanya mencintai bangsanya, tetapi juga bersedia menerima kritik dan saran demi kemajuan. Hal ini berarti nasionalisme harus bersifat:
Otoriter
Eksklusif
Dogmatis
Terbuka
Semua pernyataan di atas merupakan implementasi nasionalisme di bidang:
Ekonomi
Politik
Hukum
Pendidikan dan Pembinaan Karakter
Dalam konteks modern, nasionalisme dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan global, misalnya dengan menjadi duta budaya di luar negeri, mengikuti olimpiade internasional, atau berprestasi di kancah dunia. Tujuannya adalah:
Membuktikan bahwa bangsa Indonesia lebih unggul dari bangsa lain di segala bidang.
Mendapatkan keuntungan finansial dan beasiswa.
Meningkatkan martabat dan menjaga nama baik bangsa di mata internasional.
Menguasai teknologi asing untuk kepentingan militer nasional.
Sikap toleransi dalam kehidupan beragama, seperti menghargai perayaan hari besar agama lain dan tidak memaksakan keyakinan agama kita kepada orang lain, adalah pengamalan langsung dari sila Pancasila yang berbunyi:
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Ketuhanan Yang Maha Esa
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Toleransi tidak hanya mencakup perbedaan agama, tetapi juga perbedaan suku, ras, dan budaya. Dengan menjunjung tinggi toleransi terhadap keragaman budaya, kita memperkokoh semangat persatuan. Sikap ini sesuai dengan pengamalan sila ke:
Satu
Dua
Tiga
Empat
Ketika terjadi konflik atau perbedaan pendapat di lingkungan sekolah, siswa sebaiknya bersikap terbuka, mau mendengarkan, dan menghargai pandangan teman sebelum mengambil keputusan bersama melalui musyawarah. Sikap toleransi dalam berpendapat ini mencerminkan pengamalan sila:
Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut: 1. Tidak mengganggu ibadah pemeluk agama lain. 2. Memberikan bantuan kepada korban bencana tanpa memandang suku/agama. 3. Menghormati hak orang lain dalam menyampaikan pendapat. 4. Bersedia bekerja sama dengan siapa pun tanpa memandang latar belakang. Pernyataan manakah yang paling mencerminkan penerapan toleransi yang selaras dengan Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab?
1 dan 2
2 dan 4
1, 3, dan 4
2, 3, dan 4
Seorang siswa non-Muslim membantu menyiapkan dekorasi saat perayaan Idul Fitri di lingkungan tempat tinggalnya. Tindakan ini merupakan wujud toleransi yang disebut kerukunan hidup antarumat beragama, dan menjadi contoh nyata pengamalan sila:
Pertama
Kedua
Ketiga
Kelima
Toleransi dalam konteks Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia diwujudkan dengan sikap:
Menghindari pemakaian produk impor secara berlebihan.
Mengutamakan hasil musyawarah mufakat.
Menghargai hasil karya orang lain tanpa merusaknya.
Berani membela kebenaran dan keadilan di mana pun.
Toleransi memiliki batas, yaitu tidak boleh melanggar hak asasi dan merugikan orang lain. Batasan toleransi ini sejalan dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab, yang berarti:
Memberikan hak yang sama kepada semua warga negara tanpa terkecuali.
Menghargai keyakinan orang lain, tetapi tidak mencampuradukkan ajaran agama.
Mencegah praktik anarkisme dan kekerasan atas nama perbedaan.
Memberlakukan sanksi yang berat kepada pelaku intoleransi.
Prinsip Bhinneka Tunggal Ika adalah landasan utama dalam menerapkan toleransi di Indonesia. Jika prinsip ini runtuh, maka yang terancam adalah pengamalan dari sila:
Kedua dan Keempat
Pertama dan Kelima
Ketiga
Semua Sila Pancasila
Seorang ketua OSIS dari suku Jawa dengan bijak memutuskan untuk mengganti menu makanan saat rapat panitia setelah mengetahui beberapa anggotanya dari suku lain tidak bisa mengonsumsi makanan tersebut karena tradisi. Sikap ketua OSIS ini menunjukkan bentuk toleransi di bidang:
Politik
Sosial dan Budaya
Ekonomi
Pertahanan
Mengapa toleransi merupakan prasyarat utama bagi terwujudnya tujuan Sila Keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan)?
Karena tanpa toleransi, keputusan tidak akan pernah bisa bersifat adil dan merata.
Karena toleransi adalah fondasi untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Karena toleransi menjamin kebebasan beragama yang merupakan hak asasi.
Menurut sistem ketatanegaraan Republik Indonesia setelah amandemen UUD 1945, lembaga negara yang memiliki kekuasaan membentuk undang-undang (kekuasaan legislatif) adalah:
Presiden dan Mahkamah Agung
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
Lembaga negara yang berwenang menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar (disebut judicial review) dan berwenang memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara adalah:
Mahkamah Agung (MA)
Mahkamah Konstitusi (MK)
Komisi Yudisial (KY)
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
Salah satu fungsi utama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia adalah mengajukan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan bidang:
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Pertahanan dan Keamanan Negara
Otonomi Daerah dan Hubungan Pusat serta Daerah
Perubahan atas Undang-Undang Dasar
Sistem pemerintahan yang dianut oleh Indonesia berdasarkan UUD NRI Tahun 1945 adalah sistem presidensial. Ciri utama dari sistem presidensial adalah:
Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dijabat oleh dua orang yang berbeda.
Parlemen dapat menjatuhkan Presiden melalui mosi tidak percaya.
Presiden adalah Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen (DPR).
Kekuasaan eksekutif dan legislatif berada dalam satu lembaga.
Lembaga negara yang berwenang mengawasi pelaksanaan undang-undang yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah, serta memiliki hak untuk memberikan pertimbangan kepada DPR atas hasil pemeriksaan keuangan negara, adalah:
Komisi Yudisial (KY)
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Presiden dalam menjalankan tugasnya berhak menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu). Hak ini hanya dapat digunakan dalam hal:
DPR sedang dalam masa reses panjang.
Adanya kegentingan yang memaksa dan membutuhkan payung hukum cepat.
Permintaan dari Mahkamah Agung untuk mengisi kekosongan hukum.
Setiap awal tahun anggaran untuk menjamin kelancaran APBN.
Lembaga negara manakah yang memiliki kewenangan untuk melantik Presiden dan Wakil Presiden hasil pemilihan umum (Pemilu)?
Mahkamah Konstitusi (MK)
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
Komisi Pemilihan Umum (KPU)
Bupati/Wali Kota merupakan Kepala Daerah yang memimpin penyelenggaraan pemerintahan di daerah kabupaten/kota. Bupati/Wali Kota memiliki tanggung jawab kepada:
Presiden melalui Menteri Dalam Negeri
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota
Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat
Rakyat yang memilihnya, dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada DPRD Kabupaten/Kota
Salah satu prinsip dalam penyelenggaraan otonomi daerah di Indonesia adalah prinsip Otonomi Seluas-luasnya. Prinsip ini diartikan sebagai:
Daerah bebas mengatur semua urusan pemerintahan tanpa campur tangan pusat
Daerah diberi wewenang untuk mengatur semua urusan pemerintahan kecuali urusan yang secara eksplisit menjadi urusan Pemerintah Pusat
Daerah hanya melaksanakan urusan-urusan yang didelegasikan oleh Pemerintah Pusat
Pemerintah Pusat dapat mengambil alih semua urusan daerah kapan pun diperlukan
Pasal 1 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945 menyatakan, "Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar." Ini menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang menganut paham:
Demokrasi Proletariat
Demokrasi Konstitusional (Demokrasi Berdasarkan Hukum)
Otokrasi
Monarki Absolut
Salah satu tokoh pahlawan nasional dari Aceh yang dikenal dengan julukan "Singa Betina Aceh" karena keberanian dan kegigihannya melawan penjajah Belanda adalah:
Cut Nyak Meutia
Laksamana Malahayati
Martha Christina Tiahahu
Cut Nyak Dhien
Tindakan mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya Informasi atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE. Pasal yang mengatur tindak pidana ini adalah:
Pasal 27 ayat (1)
Pasal 27 ayat (3)
Pasal 28
Pasal 35
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Hak ini merupakan Hak Asasi Manusia (HAM) yang dijamin secara tegas dalam UUD NRI Tahun 1945, yaitu pada pasal:
Pasal 28G ayat (1)
Pasal 28H ayat (2)
Pasal 28A
Pasal 28J ayat (1)
Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), tindak pidana yang sengaja menghilangkan nyawa orang lain disebut pembunuhan. Pasal berapakah dalam KUHP yang mengatur tentang tindak pidana pembunuhan?
Pasal 338
Pasal 340
Pasal 362
Pasal 372
Pahlawan nasional yang mendapat julukan "Bapak Pendidikan Nasional" dan merupakan pendiri sekolah Taman Siswa adalah:
Ki Hajar Dewantara
R.A. Kartini
Mohammad Hatta
Jenderal Sudirman
Salah satu poin penting dalam Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Hak ini termasuk dalam kategori:
Civil Rights (Hak Sipil)
Political Rights (Hak Politik)
Economic Rights (Hak Ekonomi)
Social and Cultural Rights (Hak Sosial dan Budaya)
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) memiliki tujuan utama untuk melindungi:
Data dan informasi militer negara dari serangan siber
Kepentingan umum dari penyalahgunaan informasi elektronik dan menjamin kepastian hukum transaksi elektronik
Kebebasan berpendapat warga negara di media sosial tanpa batasan
Monopoli informasi oleh lembaga pemerintah pusat
Dalam KUHP, tindak pidana berupa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum disebut:
Pemerasan (Pasal 368)
Penggelapan (Pasal 372)
Penipuan (Pasal 378)
Pencurian (Pasal 362)
Pahlawan Indonesia yang dikenal dengan julukan "Si Jalak Harupat" dan memimpin perlawanan di wilayah Bandung Raya saat Agresi Militer Belanda II adalah:
Gatot Soebroto
Otto Iskandardinata
Teuku Umar
Sultan Hasanuddin
Pelanggaran HAM yang dikategorikan sebagai Kejahatan Berat dan tidak memiliki batas waktu kedaluwarsa untuk diadili adalah:
Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Penganiayaan biasa
Genosida dan Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Pencemaran Nama Baik
