Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Peta Topografi: Konsep Dasar, Unsur, dan Aplikasi

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Definisi peta topografi menyatakan bahwa peta ini menggambarkan bentuk permukaan bumi dalam tiga dimensi melalui garis kontur yang menghubungkan titik dengan ketinggian sama. Manakah fungsi umum peta topografi yang tepat?

a)

Menentukan ketinggian dan kemiringan suatu lokasi

b)

Mengukur suhu udara dan curah hujan harian

c)

Menentukan jenis tanah berdasarkan warna peta

d)

Memetakan jaringan listrik bawah tanah secara detail

e)

Menentukan posisi dan perbedaan elevasi antar titik di suatu wilayah

2.

Dalam unsur-unsur peta topografi, simbol dan legenda berfungsi untuk apa?

a)

Menunjukkan posisi geografis (biasanya UTM)

b)

Membedakan unsur alam seperti gunung dan sungai serta unsur buatan seperti jalan dan bangunan

c)

Menentukan tingkat detail berdasarkan skala peta

d)

Menyebut daerah, interval kontur, sumber data, dan tahun pembuatan

e)

Menjelaskan arti tanda atau gambar pada peta agar mudah dipahami pengguna

3.

Pernyataan manakah yang benar mengenai hubungan skala peta dan ketelitian?

a)

Semakin besar skala, semakin rendah ketelitian elevasi

b)

Semakin besar skala, semakin tinggi ketelitian elevasi

c)

Skala sedang (1:25.000–1:50.000) untuk tahap desain detail

d)

Interval kontur tidak dipengaruhi oleh skala peta

e)

Semakin kecil skala, semakin rendah tingkat ketelitian detail permukaan

4.

Interpretasi garis kontur: kontur rapat menunjukkan kondisi lereng seperti apa?

a)

Lereng curam

b)

Lereng landai

c)

Dataran banjir

d)

Cekungan luas dengan kemiringan sedang

e)

Tebing atau perbukitan dengan kemiringan tajam

5.

Rumus kemiringan lereng (slope) yang diberikan adalah L(%) = (Beda Tinggi / Jarak Sebenarnya) × 100. Jika beda tinggi 10 m dan jarak sebenarnya 200 m, berapa nilai kemiringan lereng?

a)

2%

b)

5%

c)

10%

d)

20%

e)

4,5%

6.

Dalam perencanaan jalan, penggunaan peta topografi membantu menentukan trase agar tidak terlalu curam. Manakah langkah lain yang disebutkan untuk perencanaan jalan?

a)

Menentukan elevasi abutmen berdasarkan muka tanah

b)

Menyusun profil memanjang dan melintang untuk menghitung pekerjaan tanah (cut & fill)

c)

Menghitung debit banjir dengan rumus Q = C × I × A

d)

Membuat DTM dari LiDAR untuk seluruh provinsi

e)

Menentukan jalur jalan dengan mempertimbangkan kondisi kontur dan efisiensi galian-timbunan

7.

Teknik survei GPS/RTK pada akuisisi data topografi memiliki keunggulan utama apa?

a)

Presisi tinggi untuk area kecil tetapi lambat

b)

Menentukan koordinat cepat dan akurat di area luas

c)

Hanya cocok untuk menembus vegetasi lebat

d)

Tidak memerlukan sistem koordinat nasional

e)

Menghasilkan data posisi real-time dengan ketelitian tinggi di lapangan

8.

Standar nasional mana yang mengatur sistem referensi geospasial nasional yang relevan untuk peta topografi?

a)

SNI 19-6724-2002

b)

SNI 03-1733-2004

c)

BIG (SRGI 2013)

d)

Permen PUPR No. 12/2014 & 5/2022

e)

Sistem Referensi Geospasial Indonesia (SRGI) yang ditetapkan oleh Badan Informasi Geospasial

9.

Dalam konteks integrasi peta topografi dengan teknologi digital, peran utama peta topografi dalam sistem Building Information Modeling (BIM) adalah sebagai apa?

a)

Model site dasar untuk perencanaan dan analisis

b)

Layer dekoratif untuk meningkatkan visualisasi rendering

c)

Pengganti total data geologi pada proyek

d)

Alat komunikasi pemasaran kepada klien

e)

Sumber data awal untuk membuat model permukaan lahan (terrain model) dalam BIM

10.

Seorang siswa diminta menggunakan data kontur untuk menentukan kemiringan lereng pada rencana trase jalan. Langkah keterampilan yang paling sesuai dengan kompetensi yang diharapkan adalah apa?

a)

Membaca dan menginterpretasikan garis kontur untuk menghitung beda tinggi dan kemiringan

b)

Mengabaikan kontur dan hanya mengandalkan citra satelit resolusi rendah

c)

Menggunakan software CAD/GIS hanya untuk membuat gambar perspektif 3D tanpa data elevasi

d)

Mengukur volume beton struktur jembatan tanpa mempertimbangkan topografi

e)

Menganalisis peta kontur untuk memperoleh informasi elevasi dan menentukan arah lereng