NEW
Font size
WorksheetsGames K3
Total questions: 55
Worksheet time: 18mins
Job Safety Analysis (JSA) adalah suatu metode yang digunakan untuk...
Menilai kinerja karyawan di tempat kerja
Mengidentifikasi bahaya dan menentukan langkah pengendalian pada setiap tahapan pekerjaan
Meningkatkan efisiensi produksi
Mengawasi absensi pekerja
Menentukan jumlah pekerja di area kerja
Langkah pertama dalam melakukan JSA adalah...
Menentukan langkah pengendalian
Menetapkan urutan kerja
Memilih pekerjaan yang akan dianalisis
Melatih pekerja
Menyusun laporan JSA
Tujuan utama pelaksanaan JSA adalah...
Mengurangi jumlah tenaga kerja
Mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan pengendalian
Menambah biaya operasional
Meningkatkan jumlah lembur
Mengawasi produktivitas karyawan
Dalam JSA, setiap langkah kerja dianalisis untuk...
Mencari siapa yang paling cepat bekerja
Mengetahui cara kerja yang paling murah
Mengidentifikasi potensi bahaya yang mungkin terjadi
Menentukan siapa yang bertanggung jawab atas pekerjaan
Membuat laporan keuangan
Berikut ini yang bukan termasuk manfaat dari JSA adalah...
Membantu dalam pelatihan keselamatan kerja
Meningkatkan kesadaran terhadap bahaya
Meningkatkan risiko kecelakaan kerja
Membantu dalam investigasi kecelakaan
Menjadi dasar pembuatan prosedur kerja aman
Salah satu hasil dari pelaksanaan JSA adalah...
Formulir JSA
Laporan keuangan proyek
Jadwal libur pekerja
Surat izin kerja
Manakah di antara berikut ini yang merupakan daftar potensi bahaya dan tindakan pengendaliannya?
Laporan keuangan
Daftar potensi bahaya dan tindakan pengendalian
Rencana kerja tahunan
Struktur organisasi perusahaan
Siapa yang seharusnya terlibat dalam persiapan JSA?
Hanya manajer K3
Hanya pemimpin perusahaan
Pekerja yang berpengalaman di lapangan dan petugas K3
Tim keuangan perusahaan
Pihak eksternal tanpa pengalaman kerja
Langkah dalam JSA setelah mengidentifikasi bahaya adalah...
Menentukan pekerjaan yang akan dianalisis
Menentukan kontrol yang benar
Mengulangi proses kerja
Menghitung biaya produksi
Mengatur struktur organisasi
Contoh tindakan pengendalian yang dapat diambil dari hasil JSA adalah...
Menambah jam kerja semena-mena
Menunda pekerjaan tanpa alasan jelas
Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai
Memindahkan pekerja ke luar kota karena bandel
Mengurangi jumlah pekerja karena efisiensi
Dokumen JSA biasanya digunakan sebelum...
Audit keuangan
Pemeriksaan kesehatan rutin
Melakukan pekerjaan berisiko
Hari libur nasional
Kegiatan rekreasi perusahaan
HIRAC dapat juga didefinisikan sebagai
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian
Investigasi Bahaya, Analisis Risiko, dan Koreksi
Inspeksi Bahaya, Tindakan Risiko, dan Pengendalian
Melakukan identifikasi bahaya apakah penting ?
Tidak
Sedikit
Penting
Ragu
Tujuan utama HIRAC adalah...
Menilai kinerja karyawan di tempat kerja
Mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan langkah pengendalian yang sesuai
Mengurangi biaya operasional perusahaan
Meningkatkan efisiensi waktu kerja
Menentukan jumlah pekerja ideal
Tahap pertama dalam pelaksanaan HIRAC adalah...
Menentukan tindakan pengendalian
Menilai tingkat risiko
Mengidentifikasi potensi bahaya
Menentukan risiko residual
Membuat laporan akhir
Dalam tahap Risk Assessment pada HIRAC, faktor utama yang dinilai adalah...
Probabilitas terjadinya dan tingkat keparahan akibat bahaya
Jumlah pekerja dan durasi kerja
Waktu dan biaya pekerjaan
Jenis pekerjaan dan lokasi
Umur pekerja dan alat yang digunakan
Risiko dengan kemungkinan besar dan dampak berat termasuk dalam kategori...
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat rendah
Tidak signifikan
Hasil analisis HIRAC digunakan untuk...
Menentukan prioritas tindakan pengendalian bahaya di tempat kerja
Membuat laporan keuangan perusahaan
Menentukan gaji karyawan
Membuat jadwal produksi
Mengatur jam istirahat pekerja
Salah satu contoh pengendalian administratif dalam HIRAC adalah...
Menggunakan alat pelindung diri (APD)
Membatasi waktu paparan pekerja terhadap bahaya
Mengganti bahan kimia berbahaya dengan yang lebih aman
Memasang pelindung mesin
Menutup area kerja
Urutan hierarki pengendalian risiko dalam HIRAC yang benar adalah...
Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknik, Administratif, Alat Pelindung Diri
Substitusi, Eliminasi, Administratif, APD, Rekayasa Teknik
APD, Administratif, Rekayasa Teknik, Substitusi, Eliminasi
Administratif, Rekayasa Teknik, Substitusi, APD, Eliminasi
Eliminasi, Administratif, Substitusi, APD, Rekayasa Teknik
Dalam HIRAC, risiko residual adalah...
Risiko yang sudah dihilangkan sepenuhnya
Risiko yang tersisa setelah dilakukan tindakan pengendalian
Risiko yang tidak perlu dievaluasi
Risiko yang muncul setelah audit
Risiko yang tidak berdampak sama sekali
Salah satu manfaat penerapan HIRAC secara rutin adalah...
Meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja
Mengurangi jumlah pekerja
Menurunkan biaya produksi
Meningkatkan jam lembur
Menghapus kebutuhan pelatihan
HAZOP merupakan singkatan dari...
Hazard and Operation Study
Hazard and Operability Study
Hazard Observation Procedure
Hazard and Optimization Process
Hazard and Occupational Protection
Tujuan utama dari pelaksanaan HAZOP adalah...
Mengidentifikasi potensi bahaya dan masalah operasional dalam suatu proses
Meningkatkan efisiensi produksi tanpa memperhatikan keselamatan
Mengurangi biaya operasional secara langsung
Mempercepat proses produksi tanpa analisis risiko
HAZOP biasanya dilakukan oleh...
Hanya manajer pabrik
Tim multidisiplin yang memahami proses dan keselamatan kerja
Tenaga administrasi
Tim keuangan perusahaan
Pekerja baru yang belum berpengalaman
Dalam metode HAZOP, analisis dilakukan dengan cara...
Menguji alat secara langsung tanpa data
Menggunakan kata kunci (guide words) untuk menemukan penyimpangan dari desain atau operasi normal
Menghitung risiko berdasarkan intuisi
Melakukan audit keuangan
Membandingkan hasil kerja antar operator
Salah satu contoh “guide word” yang digunakan dalam analisis HAZOP adalah...
Cepat, lambat, jauh
Tidak ada (No), lebih (More), kurang (Less), terbalik (Reverse)
Baik, buruk, sedang
Rendah, tinggi, normal
Aman, tidak aman, berisiko
FTA merupakan singkatan dari...
Failure Tree Analysis
Fault Tree Analysis
Functional Test Assessment
Fault Trend Analysis
Failure Tracking Application
Tujuan utama dari metode FTA adalah...
Menentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap kecelakaan kerja
Mengidentifikasi penyebab dasar (root cause) dari suatu kejadian atau kegagalan sistem
Menilai kinerja operator di lapangan
Menentukan jadwal kerja yang efisien
Menentukan biaya pemeliharaan
Dalam diagram FTA, kejadian puncak (top event) menggambarkan...
Penyebab awal terjadinya bahaya
Akibat atau kegagalan utama yang sedang dianalisis
Langkah pencegahan risiko
Faktor pengendalian
Komponen dengan risiko paling rendah
Simbol AND gate dalam diagram FTA menunjukkan bahwa...
Kejadian puncak terjadi bila salah satu penyebab terjadi
Kejadian puncak terjadi bila semua penyebab terjadi secara bersamaan
Kejadian puncak terjadi tanpa penyebab
Kejadian puncak selalu terjadi otomatis
Tidak ada hubungan antara penyebab dan akibat
Salah satu kelebihan penggunaan FTA dalam manajemen risiko adalah...
Tidak membutuhkan data pendukung
Dapat menggambarkan hubungan logis antar penyebab kegagalan secara sistematis
Hanya digunakan untuk bahaya kimia
Tidak bisa diterapkan di industri manufaktur
Hanya berlaku untuk kecelakaan lalu lintas
Metode Checklist dalam manajemen risiko digunakan untuk...
Menilai kinerja keuangan perusahaan
Memeriksa kelengkapan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja
Menghitung jumlah pekerja
Menentukan gaji karyawan
Menyusun jadwal kerja
Checklist merupakan alat yang berisi...
Data keuangan perusahaan
Daftar pertanyaan atau poin pemeriksaan yang harus diverifikasi
Rencana kerja tahunan
Laporan produksi
Struktur organisasi
Pada Checklist item yang tidak berlaku akan diisi dengan ?
NA
NO
NU
NI
Kelebihan Metode Checklist
Sederhana, cepat, dan mudah digunakan untuk identifikasi bahaya
Memerlukan analisis matematis yang rumit
Hanya bisa digunakan untuk industri kimia
Tidak dapat diperbarui
Kelemahan utama metode Checklist adalah...
Hanya bisa digunakan sekali
Bergantung pada kelengkapan daftar periksa dan pengalaman penyusunnya
Membutuhkan waktu yang lama dan mahal
Tidak dapat diubah setelah dibuat
Tidak melibatkan pekerja
Checklist biasanya disusun berdasarkan...
Peraturan, standar, dan pengalaman sebelumnya
Intuisi pengguna
Jumlah pekerja
Data keuangan tahunan
Penilaian subjektif semata
Salah satu contoh penerapan metode Checklist adalah...
Pemeriksaan rutin terhadap kondisi APAR dan alat keselamatan kerja
Audit keuangan tahunan
Evaluasi kinerja pemasaran
Survei kepuasan pelanggan
Uji kemampuan komputer
Dalam metode Checklist, setiap poin pemeriksaan biasanya diberi...
Nilai numerik untuk analisis risiko
Ya/Tidak/NA
Penilaian berdasarkan intuisi
Deskripsi naratif panjang
Gambar visualisasi
Tujuan utama dari penggunaan Checklist dalam K3 adalah...
Mengidentifikasi potensi bahaya dan memastikan penerapan standar keselamatan
Menentukan jam kerja
Menilai gaji pekerja
Mengukur produktivitas
Menentukan tingkat pendidikan pekerja
Checklist yang berisi kondisi selang, pressure guide, nozzle, biasanya digunakan untuk pemeriksaan?
Mobil
APAR
AC
Pintu
Perkalian antara kemungkinan dan keparahan akan menghasilkan
Tingkat Risiko
Tingkat Kesulitan
Matrix
Pengendalian Bahaya
Rekomendasi
Metode Checklist paling efektif digunakan pada...
Tahap awal inspeksi atau audit keselamatan kerja
Evaluasi akhir proyek konstruksi
Analisis keuangan
Penilaian psikologis karyawan
Audit teknologi informasi
Metode What If Analysis digunakan untuk...
Memprediksi apa yang akan terjadi jika suatu kondisi tidak berjalan sesuai rencana
Menghitung biaya produksi
Menilai kinerja karyawan
Menentukan jumlah tenaga kerja
Menentukan target penjualan
Tujuan utama dari metode What If Analysis adalah...
Meningkatkan keuntungan perusahaan
Mengidentifikasi potensi bahaya dan kegagalan proses dengan pendekatan pertanyaan “Apa yang terjadi jika...?”
Menghemat waktu produksi
Menentukan prioritas proyek
Mengukur efisiensi alat
Ciri khas metode What If dibandingkan metode lainnya adalah...
Menggunakan rumus matematis kompleks
Mengandalkan serangkaian pertanyaan terbuka untuk menggali kemungkinan bahaya
Hanya digunakan untuk sistem otomatis
Tidak memerlukan keterlibatan pekerja
Menggunakan daftar tetap tanpa diskusi
Tim pelaksana What If Analysis sebaiknya terdiri dari...
Satu orang saja agar efisien
Tim multidisiplin yang memahami proses dan potensi risikonya
Tim keuangan dan administrasi
Hanya operator lapangan
Pihak luar tanpa pengalaman industri
Kelebihan utama metode What If adalah...
memungkinkan analisis skenario secara fleksibel
menghasilkan data yang selalu akurat
menghilangkan kebutuhan untuk pengambilan keputusan
menjamin hasil yang pasti
Kelebihan Metode What if adalah
Tidak membutuhkan waktu lama, fleksibel, dan mudah diterapkan pada berbagai jenis pekerjaan
Selalu menghasilkan data kuantitatif
Hanya cocok untuk industri besar
Tidak perlu dilakukan secara tim
Tidak bisa dikombinasikan dengan metode lain
Istilah hazard dalam K3 berarti...
Kondisi atau tindakan yang berpotensi menimbulkan kerugian, cedera, atau penyakit
Kejadian kecelakaan yang sudah terjadi
Proses identifikasi risiko
Alat pelindung diri
Faktor yang meningkatkan produktivitas
Risk dalam konteks K3 didefinisikan sebagai...
Alat yang digunakan untuk melindungi pekerja
Kombinasi antara kemungkinan terjadinya bahaya dan tingkat keparahan akibatnya
Proses pengendalian kecelakaan
Jumlah pekerja yang cedera
Faktor penyebab utama bahaya
Near miss dalam istilah K3 berarti...
Kecelakaan fatal yang menimbulkan korban jiwa
Kejadian yang hampir menyebabkan kecelakaan tetapi tidak menimbulkan kerugian atau cedera
Pelanggaran berat terhadap aturan keselamatan
Proses inspeksi rutin
Kejadian yang disengaja
PPE (Personal Protective Equipment) dalam K3 berarti...
Alat pelindung diri yang digunakan untuk melindungi pekerja dari potensi bahaya
Dokumen prosedur kerja aman
Proses penilaian risiko
Standar operasional perusahaan
Sistem pengendalian administrasi
Unsafe act dalam istilah K3 berarti...
Kondisi lingkungan kerja yang tidak aman
Tindakan pekerja yang tidak sesuai dengan prosedur keselamatan dan dapat menyebabkan kecelakaan
Peralatan kerja yang rusak
Pengawasan kerja yang berlebihan
Sistem kerja yang efisien
