wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Sistem Sirkulasi dan Gangguan Pembuluh Darah

Total questions: 25

Worksheet time: 2hrs 48mins

Name
Class
Date
1.

Dalam proses memompa darah, jantung mengalami dua fase, yaitu sistole dan diastole. Kondisi otot jantung pada fase diastole adalah ....

a)

serambi jantung mengembang dan bilik jantung menguncup

b)

serambi jantung menguncup dan bilik jantung mengembang

c)

serambi jantung menguncup dan bilik jantung menguncup

d)

serambi jantung dan bilik jantung mengembang

e)

serambi jantung dan bilik jantung menguncup

2.

Gangguan pada pembuluh nadi yang mengeras akibat endapan lemak disebut ....

a)

trombus

b)

embolus

c)

hemoroid

d)

arteriosklerosis

e)

atherosklerosis

3.

Seorang pasien dengan diabetes melitus tipe 1 yang tidak terkontrol dapat mengalami kondisi ketoasidosis diabetik, di mana darah menjadi sangat asam. Evaluasilah bagaimana kondisi asidosis metabolik ini akan mempengaruhi sistem lain yang terhubung dengan sirkulasi. Pilih semua jawaban yang benar.

a)

Memicu pernapasan Kussmaul, yaitu napas yang cepat dan dalam, sebagai upaya kompensasi sistem pernapasan untuk mengeluarkan CO2.

b)

Meningkatkan afinitas hemoglobin terhadap oksigen, sehingga oksigen sulit dilepaskan ke jaringan.

c)

Menurunkan kontraktilitas otot jantung dan dapat mengganggu irama jantung.

d)

Merangsang ginjal untuk meningkatkan reabsorpsi bikarbonat dan ekskresi ion hidrogen sebagai kompensasi jangka panjang.

4.

Pada kondisi syok anafilaktik (reaksi alergi parah), terjadi pelepasan histamin secara masif ke seluruh tubuh. Evaluasi dampak hemodinamik utama dari pelepasan histamin ini yang menyebabkan penurunan tekanan darah drastis adalah...

a)

Agregasi trombosit yang menyumbat seluruh pembuluh darah kecil.

b)

Penurunan denyut jantung secara drastis (bradikardia) hingga henti jantung.

c)

Peningkatan volume darah secara mendadak karena penarikan cairan dari sel.

d)

Vasokonstriksi arteriol yang ekstrem sehingga darah tidak dapat mengalir.

e)

Peningkatan permeabilitas kapiler dan vasodilatasi arteriol yang masif.

5.

Seorang pasien didiagnosis mengalami stenosis katup mitral, yaitu penyempitan katup antara atrium kiri dan ventrikel kiri. Analisis dampak fisiologis paling signifikan dari kondisi ini adalah penumpukan darah di...

a)

Arteri koroner, menyebabkan serangan jantung.

b)

Atrium kiri, menyebabkan peningkatan tekanan di paru-paru.

c)

Ventrikel kiri, menyebabkan gagal jantung.

d)

Aorta, menyebabkan hipertensi sistemik.

6.

Manakah dari berikut ini yang berpotensi menyebabkan edema paru?

a)

Ventrikel kanan, menyebabkan kegagalan jantung sisi kanan.

b)

Sirkulasi paru-paru, berpotensi menyebabkan edema paru.

c)

Atrium kanan, menyebabkan pembengkakan pada vena jugularis.

d)

Aorta, menyebabkan peningkatan tekanan darah sistemik.

7.

Keracunan karbon monoksida (CO) sangat berbahaya karena CO memiliki afinitas terhadap hemoglobin sekitar 200-250 kali lebih kuat daripada oksigen (O2). Analisis konsekuensi utama dari paparan CO pada tingkat seluler adalah...

a)

Penurunan pH darah secara ekstrem (asidosis).

b)

Lisis (pecahnya) sel darah merah secara masif.

c)

Kegagalan fosforilasi oksidatif akibat hipoksia seluler.

d)

Kerusakan langsung pada alveolus paru-paru.

e)

Peningkatan laju pembekuan darah secara drastis.

8.

Seorang pendaki gunung mengalami hipoksia (kekurangan oksigen) di ketinggian. Manakah dari respons fisiologis berikut yang paling krusial sebagai bentuk adaptasi jangka pendek yang mengintegrasikan sistem respirasi, sirkulasi, dan saraf?

a)

Vasokonstriksi pembuluh darah perifer untuk menjaga suhu tubuh.

b)

Peningkatan produksi sel darah merah oleh sumsum tulang.

c)

Penurunan laju metabolisme sel untuk menghemat oksigen.

d)

Stimulasi kemoreseptor oleh kadar O2 rendah, yang memicu peningkatan laju pernapasan dan denyut jantung.

e)

Peningkatan sekresi hormon antidiuretik (ADH) oleh ginjal.

9.

Keracunan karbon monoksida (CO) berbahaya karena CO memiliki afinitas yang jauh lebih tinggi terhadap hemoglobin daripada oksigen (O2). Analisislah dampak fisiologis langsung dari kondisi ini pada tubuh! Pilih semua jawaban yang benar.

a)

Laju pernapasan akan meningkat secara signifikan sejak awal paparan.

b)

Kapasitas darah untuk mengangkut oksigen ke jaringan menurun drastis.

c)

Jaringan tubuh, terutama otak dan jantung, mengalami hipoksia meskipun paru-paru berfungsi normal.

d)

Terjadi peningkatan drastis pH darah (alkalosis).

10.

Pasien dengan gagal ginjal kronis sering mengalami asidosis metabolik (penumpukan asam dalam darah). Bagaimana sistem pernapasan akan merespons untuk mengkompensasi kondisi ini dan menjaga homeostasis pH darah?

a)

Menurunkan laju pernapasan untuk menahan CO2.

b)

Meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan untuk mengeluarkan lebih banyak CO2.

c)

Tidak ada respons dari sistem pernapasan karena masalahnya ada di ginjal.

d)

Meningkatkan produksi bikarbonat di alveolus.

e)

Menyebabkan bronkokonstriksi untuk memperlambat aliran udara.

11.

Di paru-paru, di mana kadar CO2 rendah dan pH relatif lebih tinggi, apa yang terjadi pada afinitas hemoglobin terhadap oksigen?

a)

Afinitas hemoglobin untuk mengikat oksigen akan meningkat.

b)

Afinitas hemoglobin untuk mengikat oksigen akan menurun.

c)

Hemoglobin tidak terpengaruh oleh perubahan pH.

d)

Hemoglobin melepaskan oksigen lebih mudah.

12.

Saat berolahraga intens, terjadi serangkaian perubahan fisiologis yang terkoordinasi. Pilih semua sistem organ yang berperan dalam respons terhadap tuntutan metabolik tinggi.

a)

Sistem saraf, sistem sirkulasi, sistem respirasi, dan sistem otot.

b)

Hanya sistem saraf dan sistem sirkulasi.

c)

Sistem respirasi dan sistem otot saja.

d)

Sistem pencernaan dan sistem ekskresi.

13.

Sistem sirkulasi mempercepat pengiriman O2 dan pembuangan CO2, serta membantu pelepasan panas melalui kulit. Pernyataan ini benar atau salah?

a)

Benar

b)

Salah

14.

Bagaimana perubahan struktur organ respirasi pada emfisema dapat memengaruhi fungsi sistem sirkulasi?

a)

Penurunan efisiensi pertukaran gas menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga sistem sirkulasi harus bekerja lebih keras.

b)

Peningkatan efisiensi pertukaran gas membuat sistem sirkulasi bekerja lebih ringan.

c)

Tidak ada pengaruh terhadap sistem sirkulasi.

d)

Sistem sirkulasi menjadi lebih lambat dalam mengedarkan darah.

15.

Apa dampak utama dari kondisi emfisema terhadap sistem peredaran darah?

a)

Penurunan luas permukaan untuk difusi gas, menyebabkan kadar CO2 dalam darah meningkat (hiperkapnia).

b)

Peningkatan elastisitas paru-paru yang memudahkan pernapasan.

c)

Peningkatan pH darah (alkalosis respiratorik).

d)

Peningkatan kadar oksigen dalam darah arteri (hipoksemia).

16.

Pusat pernapasan di medula oblongata secara primer merespons perubahan kadar O2 dalam darah yang dideteksi oleh kemoreseptor di otak. Pernyataan ini benar atau salah?

a)

Benar

b)

Salah

17.

Kemoreseptor di aorta dan arteri karotis sangat sensitif terhadap perubahan pH dan kadar CO2, dan mengirimkan sinyal ke pusat pernapasan. Pernyataan ini benar atau salah?

a)

Benar

b)

Salah

18.

Pernapasan dapat dikontrol secara sadar oleh korteks serebrum, namun akan dibatalkan oleh refleks involunter jika kadar CO2 sudah terlalu tinggi. Pernyataan ini benar atau salah?

a)

Benar

b)

Salah

19.

Selain pertukaran gas, apa fungsi homeostatis lain dari sistem respirasi?

a)

Menjaga keseimbangan pH darah dan berinteraksi dengan sistem lain.

b)

Menghasilkan energi dari glukosa.

c)

Menyimpan oksigen dalam otot.

d)

Mengatur suhu tubuh secara langsung.

20.

Manakah dari berikut ini yang merupakan bagian dari sistem sirkulasi yang berperan dalam kontrol pernapasan?

a)

Aorta dan arteri karotis

b)

Vena cava dan vena pulmonalis

c)

Kapiler dan venula

d)

Atrium dan ventrikel

21.

Apa yang terjadi jika kadar CO2 dalam darah terlalu tinggi selama seseorang menahan napas?

a)

Refleks involunter akan membatalkan kontrol sadar dan memicu pernapasan.

b)

Kadar oksigen dalam darah akan meningkat drastis.

c)

Jantung akan berhenti berdetak sementara.

d)

Sistem saraf otonom akan menurunkan suhu tubuh.

22.

Suplemen Kreatin untuk Otot

Kreatin adalah suplemen yang sering dikonsumsi oleh orang yang rutin berolahraga. Fungsinya adalah membangun otot dan memperbaiki jaringan yang rusak. Selain itu, kreatin juga memberikan pasokan energi yang stabil pada otot untuk mendukung kinerja dan meningkatkan performa olahraga. Kreatin sebenarnya diproduksi secara alami oleh tubuh, terutama di hati, ginjal, dan pankreas. Kreatin disintesis dari tiga asam amino utama, yaitu arginin, glisin, dan metionin. Saat beraktivitas, sekitar 95% kreatin digunakan oleh otot, sedangkan sisanya dialirkan ke jantung, otak, dan organ lainnya. Kreatin juga bisa ditemukan dalam makanan seperti daging merah, makanan laut, dan produk susu.

Beberapa orang, terutama atlet olahraga berat, memerlukan lebih banyak kreatin. Sementara itu, atlet ketahanan mengandalkan metabolisme glukosa sebagai sumber energi utama. Kreatin tambahan bisa didapatkan dari suplemen berupa bubuk, tablet, kapsul, cairan, atau energy bar. Beberapa manfaat kreatin bagi kebugaran tubuh adalah sebagai berikut.

  1. Meningkatkan performa olahraga. Kreatin membantu meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan kapasitas kerja otot yang penting pada berbagai olahraga berat.

  2. Meningkatkan kekuatan fisik. Kreatin meningkatkan produksi ATP, sumber utama energi untuk kontraksi otot.

  3. Membangun massa otot. Kreatin membantu meningkatkan massa otot dengan menghambat kerja myostatin, yaitu senyawa yang memperlambat pertumbuhan otot baru.


    Berdasarkan teks yang disajikan, tentukanlah pernyataan yang benar, Jawaban lebih dari 1

a)

Sekitar 95% kreatin yang ada dalam tubuh digunakan oleh otot.

b)

Kreatin hanya bermanfaat bagi atlet olahraga yang membutuhkan ketahanan seperti maraton.

c)

Kreatin hanya dapat diperoleh dari suplemen yang dikonsumsi.

d)

Kreatin diproduksi secara alami oleh tubuh.

23.

Saliva pada Mulut

Mulut sebagai saluran pertama masuknya makanan harus memiliki proteksi dalam melawan zat-zat asing berupa kontaminan, seperti virus, bakteri, dan jamur. Di dalam rongga mulut, terdapat kelenjar penghasil ludah (saliva) yang dapat memproteksi zat-zat asing tersebut. Saliva dapat melawan berbagai bakteri dan virus karena mengandung protein-protein tertentu. Salah satunya adalah lisozim yang mampu membuat dinding sel bakteri pecah (lisis). Maka dari itu, jika tidak terdapat saliva, pencernaan pada mulut akan sangat terganggu.

Masyarakat zaman dahulu tidak bersentuhan dengan pasta gigi, namun kesehatan mulut dan giginya tetap terjaga dengan baik dibandingkan masyarakat zaman sekarang. Ternyata hal ini disebabkan adanya perubahan jenis dan struktur makanan. Jenis makanan dengan banyak modifikasi membuat struktur protein yang terkandung pada saliva terdenaturasi. Proses produksi saliva dipengaruhi oleh pencernaan mekanis yang distimulasi oleh makanan yang berstruktur. Sementara itu, seiring berjalannya waktu, struktur makanan semakin lembut, sehingga dapat mengurangi proses mekanisasi pada pencernaan.

Hal lain yang membedakan kesehatan gigi orang zaman dahulu adalah pada penggunaan pasta gigi dan obat kumur. Senyawa penyusun pasta gigi dan obat kumur yang bersifat membunuh bakteri (antiseptik) mampu mengubah struktur kimiawi ludah. Selain itu, pasta gigi mengandung detergen yang akan membuat kondisi mulut berubah menjadi semakin basa.

Ludah yang mengalami kerusakan dapat menyebabkan perkembangan bakteri tak terkendali dan plak pada gigi. Selain itu, juga dapat menyebabkan penyakit gigi dan mulut seperti sariawan, radang gusi, dan bau mulut.

Berdasarkan teks, beberapa pernyataan yang tepat mengenai ludah (saliva) yang dihasilkan oleh kelenjar saliva adalah ….

a)

saliva berperan sebagai proteksi alami pada mulut

b)

erusakan pada saliva dapat menyeimbangkan pertumbuhan bakteri pada mulut

c)

kerusakan pada saliva dapat menyebabkan bau mulut

d)

berkumur dengan obat kumur dalam waktu yang lama dapat mengubah struktur kimiawi saliva

24.


Perbedaan Rangka Bayi dan Rangka Orang Dewasa

Bayi baru lahir memiliki sekitar 300 tulang yang akan terus tumbuh dan berubah bentuk setiap harinya. Di sisi lain, orang dewasa memiliki sekitar 206 tulang yang membentuk 15% dari berat badan mereka. Itu artinya, terdapat sekitar 100 perbedaan jumlah tulang antara orang dewasa dengan bayi. Dijelaskan oleh dr. Reza Fahlevi, Sp. A, jumlah tulang bayi lebih banyak karena masih belum sepenuhnya terbentuk dengan sempurna.

Faktanya, proses pembentukan tulang (osifikasi) pada bayi umumnya dimulai sekitar minggu kedelapan. Tulang-tulang tersebut masih bersifat lembut (rawan) dan fleksibel. Seiring waktu, sebagian tulang rawan akan menyatu untuk membentuk bagian yang sebenarnya. Proses ini umumnya terjadi saat masa kanak-kanak, yang dimulai ketika pembuluh kecil (kapiler) mengalirkan darah kaya nutrisi ke osteoblas. Beberapa perubahan yang terjadi seperti tulang frontal yang menyatu, tulang sakrum dan koksigis yang masing-masing menjadi satu tulang, serta gelang panggul menyatu.


Berdasarkan teks yang disajikan, perbedaan jumlah tulang pada bayi dan orang dewasa disebabkan oleh ….

a)

penggabungan tulang-tulang kecil menjadi tulang yang lebih besar

b)

perubahan jenis tulang rawan penyusun tulang

c)

proses penyusutan tulang seiring bertambahnya usia

d)

hilangnya beberapa tulang saat dewasa

25.

Perjalanan Oksigen di dalam Tubuh

Oksigen merupakan salah satu bahan yang diperlukan sel untuk menghasilkan energi. Oksigen dari atmosfer masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Setelah itu, oksigen menuju faring, laring, trakea, bronkus, hingga ke alveolus (bagian terkecil pada paru-paru). Setelah itu, oksigen di dalam alveolus akan berdifusi ke pembuluh kapiler yang melewati alveolus. Setelah oksigen berdifusi ke dalam pembuluh kapiler, oksigen akan dihantarkan ke jaringan seluruh tubuh oleh sel darah merah. Pada sel darah merah terdapat hemoglobin (Hb) yang berperan penting sebagai alat transportasi oksigen di dalam darah. Sebagian besar, sekitar 97%, oksigen diangkut oleh hemoglobin, sisanya 3% diangkut dalam keadaan terlarut di plasma darah. Kemampuan Hb mengikat oksigen dipengaruhi beberapa faktor, yaitu pH, kadar karbon dioksida , dan suhu.

Kemampuan Hb untuk mengikat oksigen akan menurun jika pH darah menurun, kadar karbon dioksida meningkat, dan suhu meningkat. Hal ini bertujuan agar oksigen yang diangkut oleh Hb dapat dilepaskan ke sel tubuh dan digunakan untuk menghasilkan energi. Begitu pun sebaliknya, jika pH meningkat, konsentrasi karbon dioksida menurun, atau suhu menurun, maka kemampuan Hb mengikat oksigen meningkat. Oksigen yang sampai di jaringan akan berpindah dari pembuluh darah ke jaringan. Proses ini terjadi karena konsentrasi oksigen di jaringan rendah sehingga kadar oksigen dalam darah dapat berpindah ke jaringan. Setelah itu, oksigen digunakan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan energi (ATP).

Berdasarkan teks yang disajikan, tentukanlah pernyataan yang benar mengenai pengangkutan oksigen di dalam tubuh!

a)

Oksigen diangkut oleh darah dalam dua bentuk yang berbeda.

b)

Kadar oksihemoglobin akan meningkat seiring dengan menurunnya konsentrasi karbon dioksida dalam darah.

c)

Saat pH darah menurun, kemampuan hemoglobin mengikat oksigen akan meningkat.

d)

Oksigen paling banyak diangkut dalam bentuk terlarut di dalam plasma darah.