WorksheetsUKMPPD - Surgery 10
Total questions: 47
Worksheet time: 24mins
Ny. Ica usia 39 tahun datang ke poliklinik bedah dengan keluhan benjolan pada payudara kanan sejak 2 bulan yang lalu, awalnya benjolan berukuran sebesar biji kacang, hingga saat ini membesar seperti telur ayam, benjolan dirasakan membesar saat pasien menstruasi, tidak ada cairan atau nanah yang keluar dari puting susu, pasien sedang tidak menyusui, pemeriksaan tanda vital TD 110/80 mmHg, HR 90/menit, RR 20x/menit, suhu 36,5 C, pemeriksaan payudara didapatkan adanya massa tunggal pada mammae dextra ukuran 3x3 cm, mobile, berbatas tegas, konsistensi lunak, tidak nyeri dan tidak teraba hangat.
X-ray thoraks
USG mammae
Mammografi
Biopsy
CT scan
Ny. Fani usia 29 tahun P1A0 datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan keras pada payudara kanan sejak 6 hari yang lalu, keluhan disertai dengan demam, pasien melahirkan anak pertama 2 minggu yang lalu. Pasien berhenti menyusui 1 minggu yang lalu karena puting susu lecet dan nyeri, pada pemeriksaan tanda vital didapatkan vital TD 100/75 mmHg, HR 80 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 38 C, pemeriksaan status lokalis payudara kanan didapatkan benjolan tampak hiperemis, edema, teraba hangat dan keras, fluktuatif (-), nyeri tekan (+), keluar sekret putih kemerahan, payudara kiri normal.
Cracked nipple
Inverted nipple
Mastitis
Bendungan air susu
Abses mammae
Ny. Fani usia 29 tahun P1A0 datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan keras pada payudara kanan sejak 6 hari yang lalu, keluhan disertai dengan demam, pasien melahirkan anak pertama 2 minggu yang lalu. Pasien berhenti menyusui 1 minggu yang lalu karena puting susu lecet dan nyeri, pada pemeriksaan tanda vital didapatkan vital TD 100/75 mmHg, HR 80/menit, RR 20x/menit, suhu 38 C, pemeriksaan status lokalis payudara kanan didapatkan benjolan tampak hiperemis, edema, teraba hangat dan keras, fluktuatif (-), nyeri tekan (+), keluar sekret putih kemerahan, payudara kiri normal. Edukasi apa yang diberikan kepada pasien?
Stop pemberian ASI secara langsung karena dapat menularkan bayi
Anak dapat berhenti diberikan ASI
Tetap menyusui dan berikan antibiotik per oral
Memberikan kompres dingin dan kompres alkohol pada payudara yang sakit
Balut payudara dengan ramuan daun sirih
Ny. Sani usia 27 tahun G1P0A0 datang ke RS mengeluhkan nyeri pada payudara kanan. Pasien post melahirkan 4 minggu yang lalu dan masih menyusui anak pertamanya. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 82 x/m, RR 20 x/m, suhu 38.9°C. Pemeriksaan payudara kanan tampak eritema, edema, teraba hangat, nyeri tekan (+), fluktuasi (+). Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus ini?
Mastitis
Abses mammae
Bendungan air susu
Galaktokel
Tumor payudara
Ny. Gista usia 23 tahun P1A0 datang ke Puskesmas dengan keluhan sulit menyusui anaknya. Selain itu disertai juga dengan rasa nyeri pada payudara. Pasien post melahirkan 3 hari yang lalu. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 76 x/m, RR 18 x/m, suhu 36,5 C. Pemeriksaan payudara didapatkan payudara bilateral edema, teraba keras, warna seperti kulit sekitar, dan nyeri tekan (+). Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah?
Breast Engorgement
Mastitis
Abses mammae
Galaktokel
Tumor payudara
Ny. Cika usia 24 tahun datang ke dokter dengan keluhan nyeri pada payudara. Pasien mengaku kesulitan untuk menyusui bayinya yang berusia 3 minggu, ASI keluar dengan lancar namun kulit sekitar puting payudara pecah-pecah dan terasa nyeri. Pemeriksaan TD 110/80 mmHg, HR 80 x/m, RR 37 x/m, suhu 36,5 C. Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien di atas?
Analgetik oral
Antibiotik oral
ASI jangan dikeluarkan
Masase payudara
Lanolin topical
Ny. Hany usia 26 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kesulitan dalam memberikan ASI kepada bayi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan puting susu tampak masuk kedalam. Saat dilakukan penekanan pada areola puting susu kembali normal setelah diberi tekanan dengan jari, lalu langsung masuk kembali setelah jari dilepaskan. Apakah diagnosis paling tepat pada pasien ini?
Retraksi puting grade 1
Retraksi puting grade 2
Retraksi puting grade 3
Retraksi puting grade 4
Retraksi puting grade 5
Ny. Hindun usia 34 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan pada punggung kanan yang dirasakan sejak 3 tahun. Benjolan tidak semakin membesar dan tidak nyeri. Pemeriksaan TD 130/80, HR 88 x/m, suhu 36.6 C. Status lokalis didapatkan massa soliter ukuran 6x5 cm, lunak, sewarna kulit, batas tegas, mobile, permukaan rata, slippage sign (+). Apakah diagnosis dan tatalaksana pada pasien?
Kista atheroma, eksisi
Abses, insisi
Lipoma, eksisi
Fibroadenoma, ekstirpasi
Kista ganglion, ekstirpasi
An. Fadil usia 13 tahun diantar oleh ibunya ke poli klinik bedah dengan keluhan adanya benjolan pada punggung pergelangan tangan kanan, tidak nyeri, pasien mengaku sering main game online hingga larut malam menggunakan hp setiap harinya. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, pemeriksaan status lokalis didapatkan benjolan berukuran 3 cm teraba fluktuatif, tidak terfiksir dengan lapisan kulit di atasnya, benjolan dapat digerakkan dengan mudah, nyeri (-). Apakah diagnosis pada pasien tersebut?
Lipoma
Kista dermoid
Kista atheroma
Fibroma
Kista ganglion
Tn. Deni usia 42 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan di belakang lutut kiri sejak 3 bulan terakhir. Benjolan tidak membesar dan tidak nyeri. Pemeriksaan TD 130/90 mmHg, HR 78 x/m, RR 20 x/m, suhu 36.1 C. Pada pemeriksaan status lokalis terdapat massa diameter 3,5 cm di fossa poplitea sinistra, batas tegas, mobile (-), nyeri tekan (-). Apakah diagnosis kasus di atas?
Kista ganglion
Kista sebasea
Kista atheroma
Kista baker
Kista epidermoid
An. Eki usia 2 tahun dibawa orang tuanya ke poliklinik karena tampak benjolan pada perut anaknya. Keluhan tersebut dirasakan sejak anaknya lahir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan massa pada suprapubik berbentuk lonjong dengan ukuran 2x2 cm, konsistensi lunak, mobile. Pada pemeriksaan skrotum hanya teraba 1 buah testis. Apakah diagnosis pada anak tersebut?
Hernia ventralis
Testis ektopik
Undesensus testis
Retaktil testis
Anorkidismus
By. Kama usia 4 bulan dibawa orang tuanya ke poliklinik dengan keluhan testis kanan anaknya tidak teraba. Keluhan tersebut dirasakan sejak lahir. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan pada skrotum hanya teraba testis kiri dan ditemukan massa lonjong dengan konsistensi kenyal yang berada di daerah inguinal kanan. Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien di atas?
Observasi selama 6 bulan
Observasi hingga usia 6 bulan
Observasi 1 bulan kemudian
Orkidopeksi saat didiagnosis
Orkidektomi saat didiagnosis
Tn. Slamet usia 23 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan nyeri pada testis yang dialami 7 jam yang lalu setelah bermain futsal. Keluhan disertai mual dan muntah. Pemeriksaan tanda vital TD 110/80 mmHg, HR 96 x/m, RR 20 x/m. Tampak testis bengkak dan kemerahan, phren sign negative pada testis kiri dan refleks kremaster negatif. Pemeriksaan USG doppler tampak tidak adanya aliran darah ke testis kiri dengan kesan testis kiri non viable.
detorsi manual
Orchidectomy
Analgetik
Kompres hangat
Orchidopexy
Tn. Dul usia 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan bengkak pada kedua kakinya. Keluhan ini dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Selain bengkak pasien juga mengeluhkan kakinya terasa tebal. Keluhan disertai adanya pembesaran pada skrotum. Dari anamnesis diketahui 1 tahun yang lalu pasien bekerja di suatu daerah di Sulawesi Tenggara. Pada pemeriksaan fisik didapatkan limfadenopati pada ekstremitas disertai nyeri tekan, pembesaran skrotum (+), difus, testis sulit diraba. Apa diagnosis yang paling mungkin?
Hidrokel
Varikokel
Hernia skrotalis
Orkitis
Spermatokel
Tn. Dio usia 55 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan terdapat benjolan di buah zakar kiri sejak 1 bulan yang lalu, keluhan tidak disertai nyeri dan demam, BAB dan BAK dalam batas normal. 2 bulan yang lalu pasien melakukan vasektomi karena sudah memiliki 7 anak, pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, pemeriksaan status genetalis didapatkan massa kistik pada scrotum kiri, mobile, terletak pada posterosuperior testis sinistra, transilumanasi didapatkan hasil positif. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah?
Spermatokele
Hidrokel
Torsio testis
Varicocele
Kriptokidismus
An. Iza usia 6 tahun dibawa ke puskesmas bersama ibunya dengan keluhan ujung kemaluan membesar ketika BAK. Setelah BAK, urin akan menetes keluar dari ujung kemaluan sehingga ujung kemaluan mengecil kembali ke ukuran sebelumnya. Pemeriksaan tanda vital HR 92 x/m, RR 18 x/m, suhu 38 C. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan preputium menutupi glans penis dan dapat diretraksi sehingga tampak ostium uretra. Didapatkan tanda inflamasi pada glans penis dan preputium. Apa kemungkinan diagnosis pada pasien?
Balanopostitis
Sistitis
Iskemia jaringan
Dehidrasi
Otitis media
An. Eki usia 7 tahun dibawa oleh orangtuanya ke poliklinik dengan keluhan demam sejak 1 minggu yang lalu, demam dirasakan terus menerus setiap hari dan turun jika diberikan obat anti demam. Keluhan disertai perut kembung dan terkadang mual muntah. Orangtua pasien mengatakan keluhan sering terjadi sejak dahulu namun dirasakan hilang timbul. Saat kencing bagian ujung kelamin pasien mengembung, pemeriksaan tanda vital TD 110/90 mmHg, HR 90x/menit, RR 20x/menit, suhu 38,5 C, pemeriksaan fisik abdomen didapatkan bising usus meningkat, lainnya dalam batas normal. Pada pemeriksaan status lokalis genitalia didapatkan preputium tidak dapat ditarik ke belakang. Apakah diagnosis yang paling tepat yang dialami pasien di atas?
Parafimosis
Fimosis
Balanitis
Infeksi saluran kemih bagian atas
Infeksi saluran kemih bagian bawah
An. Reza usia 9 tahun dibawa oleh orangtuanya ke IGD RS dengan keluhan nyeri pada penis sejak 3 jam yang lalu, keluhan dirasakan semakin memberat, keluhan terjadi saat anak melakukan penarikan pada penis saat buang air kecil, setelah itu kulit kelamin tidak bisa dikembalikan seperti semula, pemeriksaan tanda vital TD 110/90 mmHg, HR 100x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,5 C. Pada pemeriksaan status genitalis, preputium tampak tertarik ke arah belakang, dan tidak dapat dikembalikan ke depan, cincin konstriksi (+). Berdasarkan hasil pemeriksaan tatalaksana definitif untuk pasien di atas adalah?
Kortikosteroid topikal
Dorsumsisi
Reduksi manual
Meatalm dilatation
Pemberian antinyeri
Tn. Rico usia 35 tahun datang ke IGD dengan keluhan penis terasa tegang terus-menerus sejak 5 jam yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri hebat pada penisnya. Diketahui keluhan dirasakan setelah pasien menyuntikkan obat kuat pada batang penisnya. Pemeriksaan tanda vital BP 110/80 mmHg, RR 21 x/m, HR 95 x/m, suhu afebris, tampak penis ereksi kaku, berwarna kehitaman, nyeri tekan (+). Apakah diagnosis pasien di atas?
Priapismus veno-oklusi
Peyronie disease
Priapismus high flow
Disfungsi ereksi
Asherman syndrome
An. Widi usia 2 tahun diantar orang tuanya ke poliklinik dengan keluhan saat BAK urin anak keluar tidak melalui ujung penis. Kondisi ini sudah diketahui sejak anak lahir, namun orang tuanya menganggap hal ini bisa kembali normal. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan genital tampak OUE berada pada sisi dorsal daerah gland penis, preputium sisi dorsal intak. Apakah diagnosis yang tepat pada kasus di atas?
Hipospadia midshaft
Hipospadia distal penile
Hipospadia proximal penile
Epispadia penile
Epispadia glandular
Tn. Widi usia 65 tahun datang ke Poli Bedah dengan keluhan tidak puas saat buang air kecil. Pasien mengatakan sering buang air terutama saat malam hari. Keluhan sudah dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Tidak ada Riwayat penurun berat badan. Tanda vital dalam batas. Pemeriksaan RT didapatkan konsistensi kenyal, pole atas tidak teraba, lobus kanan-kiri simetris, tidak terasa nyeri. Diagnosis pasien tersebut adalah?
Hiperplasia prostat jinak
Kanker prostat
Striktur uretra
Peyronie disease
Ruptur uretra
Tn. Hasan usia 75 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan sulit buang air kecil sejak 1 bulan ini, pasien mengatakan perlu mengejan agar air kencing dapat keluar dan kadang terasa nyeri, air kencing yang keluar seperti tetesan air, dan terasa tidak tuntas setiap kali BAK. Riwayat HT (+) sejak 2 tahun ini. Pemeriksaan tanda vital TD 155/95 mmHg, HR 90x/menit, RR 20x/menit, Suhu 36,5 C, pemeriksaan status genetalis didapatkan nyeri tekan suprapubik, pemeriksaan colok dubur dijumpai prostat membesar, teraba kenyal, simetris, dan hilangnya sulcus prostat. Hasil PSA didapatkan 5 ng/ml. Tatalaksana apa yang tepat diberikan untuk mengurangi keluhan pasien?
Dutasteride
Prazosin
Prednison
Tamsulosin
Minoksidil
Tn. Abid usia 24 tahun dibawa ke IGD oleh temannya setelah daerah perutnya tertimpa balok kayu 1 hari yang lalu. Pasien mengeluhkan nyeri hebat pada daerah perut. Pada pemeriksaan didapatkan TD 130/80 mmHg, HR 120 x/m, RR 23 x/m, suhu 38 C. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan diseluruh abdomen dan tampak spasme pada otot abdomen. Dilakukan pemasangan kateter dan tampak urin bercampur dengan darah. Apakah diagnosis pada pasien ini?
Ruptur ureter posterior
Ruptur uretra posterior
Ruptur uretra anterior
Ruptur buli intraperitoneal
Ruptur buli ekstraperitoneal
Tn. Parto usia 39 tahun dibawa ke IGD setelah terjatuh saat sedang bersepeda 1 jam yang lalu. Pasien mengeluhkan nyeri pada daerah abdomen dan genital. Setelah kecelakaan pasien kesulitan BAK. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya distensi pada vesica urinaria, nyeri tekan pada suprapubic (+), dan ditemukan adanya meatal bleeding. Pada pemeriksaan retrograde urethrography didapatkan gambaran berikut. Apakah tatalaksana awal tepat yang dapat dilakukan pada pasien tersebut?
Pemasangan kateter
Pemberian obat antinyeri
Pemberian obat antibiotik
Observasi keluhan pasien
Pemasangan sistostomi suprapubik
Tn. Halim usia 28 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri pada pinggang sebelah kanan atas setelah tertabrak mobil 1 jam yang lalu. Nyeri dirasakan tidak menjalar. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 90/60 mmHg, HR 120 x/m, RR 22 x/m, suhu afebris. Status lokalis tampak ekimosis di regio flank dextra dan nyeri tekan (+). CT Scan menunjukkan perirenal hematom dan tidak tampak laserasi parenkim pada korteks renalis dextra. Apa diagnosis pasien ini?
Ruptur ginjal grade 1
Ruptur ginjal grade 2
Ruptur ginjal grade 3
Ruptur ginjal grade 4
Ruptur ginjal grade 5
An. Ubay usia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada anus yang dirasakan sejak 3 bulan yang lalu, semakin memberat. Nyeri terutama pada saat buang air besar dan nyeri menetap. Terkadang feses bercampur darah segar. Riwayat sulit BAB sejak lama. Tanda vital dalam batas normal. Status lokalis tampak mukosa anus eritem, eksoriasi, disertai skin tag (+). Pemeriksaan colok dubur tidak terdapat benjolan, nyeri dan hand scoen tampak darah.
Abses perianal
Abses anal
Fisura ani
Hemoroid interna
Hemoroid eksterna
Ny. Lina usia 40 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri di daerah sekitar anus yang dirasakan sejak 5 hari yang lalu. Nyeri terutama dirasakan saat duduk. Keluhan disertai demam tinggi hingga menggigil. Pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan TD 110/85 mmHg, HR 90 x/m, RR 20 x/m, suhu 39°C. Pemeriksaan fisik tampak benjolan hiperemis pada perianal, fluktuasi (+) dan edema. Hasil lab menunjukkan WBC 16.500.
Hemorrhoid externa
Hemorrhoid interna grade IV
Abses perianal
Prolaps rekti
Polip rekti
Tn. Bani usia 36 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan BAB bercampur darah merah segar, keluhan disertai dengan adanya benjolan yang keluar dari dalam anus pasien, benjolan dapat masuk kedalam anus jika di dorong dengan jari, keluhan tidak disertai nyeri, pasien mengaku saat BAB harus mengejan karena BAB keras, pasien mengaku jarang makan buah dan sayur-sayuran, pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
Hemoroid eksterna
Hemoroid interna grade I
Hemoroid interna grade II
Hemoroid interna grade III
Hemoroid interna grade IV
Ny. Yuna usia 44 tahun datang ke dokter dengan keluhan keluar darah merah segar saat BAB, keluhan disertai dengan rasa nyeri yang terutama saat BAB dan terdapat adanya benjolan di sekitar anus, keluhan demam dan nyeri perut disangkal, mual muntah disangkal, pada pemeriksaan tanda vital TD 120/80 mmHg, HR 90x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,5 C, pemeriksaan fisik didapatkan adanya benjolan di sekitar anus tertutup kulit dan terasa nyeri saat disentuh. Apakah tatalaksana yang tepat dilakukan pada pasien?
Rujuk untuk dilakukan observasi dan pemberian antibiotik
Pemberian obat antinyeri dan asam traneksamat
Pemasangan rubber band ligation
Pemberian obat untuk melunakkan tinja
Hemoroidektomi
Ny. Wening usia 64 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut sejak 3 hari yang lalu, nyeri dirasakan hilang timbul, keluhan juga disertai mual muntah, perut kembung, tidak bisa BAB dan flatus. Keluhan dirasakan semakin memberat setiap hari, TD 90/60 mmHg, HR 100x/menit, RR 20x/menit suhu 36,5 C, pemeriksaan abdomen didapatkan abdomen distensi, auskultasi bising usus meningkat, metalic sound (+), defans muscular (-), pemeriksaan colok dubur didapatkan kolaps pada ampula recti, hasil foto polos abdomen didapatkan adanya gambaran air fluid level yang pendek.
Intususepsi
Ileus obstruktif
Ileus paralitik
peritonitis
Apendisitis akut
Tn. Okin usia 30 tahun ke IGD dengan keluhan rasa tidak nyaman 60 tahun dibawa ke IGD karena mengeluh lemas sejak 1 bulan. BAB dikatakan sering cair. Nyeri perut dan BAB bercampur darah disangkal. Berat badan dikatakan turun 10 kg dalam 2 bulan terakhir. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis. RT tidak didapatkan massa. Pemeriksaan barium enema didapatkan filling defect pada kolon sisi kanan. Apakah pemeriksaan tumor marker yang tepat pada kasus di atas?
PSA 4
AFP
CA-125
CEA
Beta hCG
Ny. Dina usia 50 tahun dibawa anaknya ke klinik dengan keluhan benjolan pada lipat paha kanan sejak 1 bulan yang lalu. Benjolan terutama muncul saat pasien sedang beraktivitas fisik dan dapat masuk kembali saat berbaring. Keluhan nyeri maupun kesulitan BAB disangkal. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan abdomen supel, nyeri (-), tes Ziemann teraba massa lunak pada jari ke-4, finger test (-). Lokasi anatomis yang mengalami defek pada kasus di atas adalah?
Triganum Hasselbach
Ligamentum inguinale
Canalis femoralis
Pleksus Kiesselbach
M. quadriceps femoris
Ny. Sela usia 54 tahun datang ke RS dengan keluhan tidak bisa BAB dan buang angin sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai perut kembung, mual, dan muntah. Pasien juga mengeluhkan ada benjolan yang hilang timbul di selangkangan kiri sejak 2 bulan yang lalu. Keadaan umum compos mentis, TD 110/80 mmHg, HR 94 x/m, RR 24 x/m, suhu afebris. Pemeriksaan fisik tampak benjolan di area inguinal sinistra. Teraba diujung jari saat pasien diminta mengejan. Apakah diagnosis di bawah ini yang tepat?
Hernia inguinalis lateralis sinistra irreponible
Hernia inguinalis lateralis sinistra inkaserata
Hernia inguinalis medialis sinistra irreponible
Hernia inguinalis lateralis sinistra strangulata
Hernia inguinalis medialis sinistra inkaserata
Tn. Beni usia 43 tahun datang ke Puskesmas mengeluhkan adanya benjolan di paha sejak 5 bulan yang lalu. Pasien mengatakan benjolan kadang muncul terutama bila pasien batuk terus menerus dan benjolan bisa hilang sendiri. Keluhan mual, muntah disangkal. Pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal, terdapat benjolan di inferior ligamentum inguinal, batas tegas, nyeri tekan (-), auskultasi terdapat bunyi usus (+). Ziemann test (+) di jari manis. Apakah tatalaksana yang tepat dilakukan?
Hernioplasty
Hernioraphy
Observasi
Herniotomy
Rujuk segera
Tn. Uqi usia 31 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut sejak 2 hari lalu. Awalnya nyeri dirasakan pada daerah pusar kemudian terlokalisasi di kanan bawah. Keluhan disertai demam, mual muntah dan penurunan nafsu makan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 123/78 mmHg, HR 92 x/m, RR 20 x/m, suhu 38,7 C. Pada regio right lower quadrant didapatkan nyeri tekan (+), nyeri tekan lepas (+), teraba massa fluktuatif (+). Apakah kemungkinan diagnosis kasus di atas?
Abses appendiks
Apendisitis
Peritonitis
Ileus obstruktif
Karsinoma kolon
Tn. Riki usia 23 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri perut kanan sejak 2 hari ini, nyeri awalnya terasa di ulu hati namun kemudian berpindah ke perut sisi kanan bawah. Keluhan disertai dengan demam, mual muntah. Pada pemeriksaan fisik saat dilakukan palpasi dalam pada regio abdomen kanan bawah pasien merasa kesakitan.
Rovsing sign
Bloomberg sign
Rebound sign
Mcburney sign
Obturator sign
Tn. Garin usia 18 tahun datang ke IGD puskesmas dengan keluhan nyeri perut. Keluhan dirasakan pada seluruh lapang perut. Beberapa hari sebelumnya pasien mengeluhkan nyeri perut kanan bawah, disertai dengan mual muntah. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 80/50 mmHg, HR 119 x/m, suhu 39.2 C. Pemeriksaan abdomen didapatkan bising usus menurun, nyeri tekan seluruh lapang abdomen. Apakah tatalaksana awal yang tepat?
Rujuk
Stabilisasi hemodinamik
Pemberian antibiotik
Pemberian analgetik
Pembedahan
Tn. Baim usia 55 tahun dibawa oleh istrinya ke UGD dengan keluhan nyeri seluruh lapang abdomen sejak 1 hari yang lalu. Pemeriksaan tanda vital TD 110/75 mmHg, HR 90 x/m, suhu 37.9 C. Status lokalis tampak perut distended, defans muscular (+), fenomena papan catur (+). Apakah diagnosis yang tepat?
Peritonitis ec perforasi gaster
Ileus obstruktif
Ileus paralitis
Peritonitis TB
Peritonitis ec perforasi appendix
Tn. Widi usia 40 tahun dibawa ke IGD RS setelah mengalami kecelakaan 1 jam yang lalu, dengan menabrak pembatas jalan. Pasien mengeluhkan nyeri hebat pada perut bagian kanan atas dan kesulitan bernapas. Selama pemeriksaan, pasien tampak sedikit pucat, GCS E4V5M6, pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 90/60 mmHg, HR 120x/menit, RR 20x/menit. Pemeriksaan fisik dijumpai adanya nyeri tekan pada kuadran kanan atas abdomen, tanda peritonitis (+), boa sign (+).
Trauma Lien
Trauma ginjal
Trauma gaster
Trauma usus halus
Trauma hepar
Tn. Fery usia 35 tahun dibawa ke IGD setelah mengalami kecelakaan 1 jam yang lalu. Saat ditemukan oleh warga, pasien dalam kondisi terhimpit diantara setir dan kursi. Pasien tampak mengalami penurunan kesadaran dengan GCS E2M4V2, TD 90/60 mmHg, HR 110 x/m, RR 22 x/m, suhu afebris. Pada pemeriksaan didapatkan jejas pada regio hipokondrium sinistra, abdomen tampak distensi dan pekak pada regio hipokondrium sinistra. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus di atas adalah?
Ruptur buli
Ruptur ginjal
Ruptur lien
Ruptur hepar
Ruptur uretra
Seorang laki-laki berusia 48 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan benjolan di lengan kiri atas. Benjolan dirasakan sejak 10 bulan yang lalu. Awalnya benjolan sebesar kacang tanah dan semakin lama semakin membesar hingga seukuran telur bebek. Pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan berdiameter 7 cm, warna sama dengan sekitar, konsistensi kenyal, bisa digerakkan dan nyeri tekan (-). Apakah pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis?
Myelografi
Biopsi jarum halus.
Foto ekstremitas superior.
CT Scan.
Kimia darah
Seorang laki-laki berusia 48 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan benjolan di lengan kiri atas. Benjolan dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya benjolan sebesar kacang tanah dan semakin lama semakin membesar hingga seukuran telur bebek. Pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan berdiameter 7 cm, warna sama dengan sekitar, konsistensi kenyal, bisa digerakkan dan nyeri tekan (-). Dokter kemudian merujuk pasien untuk menjalani pemeriksaan penunjang. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan jaringan adiposit matur dengan ukuran monomorf, bervakuola dan jernih. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Chondrosarcoma
Osteochondroma
Liposarkoma
Osteosarkoma
Lipoma
Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan luka pada kaki yang dirasakan 3 minggu yang lalu yg disertai rasa nyeri. Nyeri terutama dirasakan bertambah pada malam hari, ataupun jika tungkai diangkat, sehingga pasien lebih nyaman tidur dalam keadaan kaki tergantung. Pada pemeriksaan fisis tampak luka ulkus di daerah medial betis bagian distal. Pada palpasi dengan punggung tangan, daerah distal ulkus teraba lebih dingin dibandingkan bagian proksimal maupun tungkai kiri. Apakah terapi pada kasus ini?
Antibiotik gram negative
Antibiotik bakteri an aerob
Anti jamur
Antibiotik gram positif
Antibiotik spektrum luas
Seorang laki-laki berusia 48 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan benjolan di lengan kiri atas. Benjolan dirasakan sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya benjolan sebesar kacang tanah dan semakin lama semakin membesar hingga seukuran telur bebek. Pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan berdiameter 7 cm, warna sama dengan sekitar, konsistensi kenyal, bisa digerakkan dan nyeri tekan (-). Dokter kemudian merujuk pasien untuk menjalani pemeriksaan penunjang. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan jaringan adiposit matur dengan ukuran monomorf, bervakuola dan jernih. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Osteochondroma
Lipoma
Osteosarkoma
Liposarkoma
Chondrosarcoma
Seorang perempuan berusia 60 tahun datang ke poliklinik dokter umum dengan keluhan nyeri pada lutut kiri terutama saat akan berdiri sejak 2 tahun lalu. Semakin hari nyeri dirasakan makin sering dan memberat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan deformitas varus dan nyeri pada knee joint saat uji gerak. Pemeriksaan foto rontgen seperti pada gambar. Apakah diagnosis yang tepat untuk pasin ini?
Osteoarthritis genu grade 4
Osteoarthritis genu grade 1
Osteoarthritis genu grade 0
Osteoarthritis genu grade 3
Osteoarthritis genu grade 2
Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri kedua lutut dialami sejak 5 hari yang lalu. Nyeri memberat saat beraktifitas. Pasien adalah pelari jarak jauh di masa mudanya. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal dengan skala nyeri Visual Analog Scale 3. Pada pemeriksaan fisik di temukan TB = 160 cm, BB = 53 kg, bengkak pada kedua lutut, nyeri tekan, bunyi krepitasi saat digerakkan. Apakah tatalaksana awalnya?
Na. diclofenac 500 mg 3x1
Codein 10 mg 3x1
Celecoxib 5 mg 1x1
Paracetamol 1000 mg 3x1
Asam mefenamat 25 mg 2x1
Seorang perempuan berusia 56 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri kedua lutut dialami sejak 3 hari yang lalu, nyeri dirasakan terus menerus dan kedua lutut sulit digerakkan. Pasien sudah tidak bisa berjalan dengan normal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 80 kg, tinggi badan 155 cm, tanda vital dalam batas normal, skala nyeri dengan Visual Analog Scale 5. Pada pemeriksaan fisik didapatkan bengkak pada kedua lutut, dan nyeri tekan. Apakah diagnosisnya?
Artritis gout
Osteoartritis
Artritis inflamati
Artritis rheumatoid
Artritis septik
