WorksheetsUH II
Total questions: 20
Worksheet time: 30mins
Pendukung Teori Nusantara menolak Teori Yunan dengan argumen bahwa Bahasa Indonesia (Melayu) merupakan bahasa yang memiliki kekhasan dan tidak memiliki akar yang jelas dari rumpun bahasa lain di Asia daratan. Teori ini menekankan pada konsep ...
Adanya migrasi kembali dari kepulauan ke Asia daratan
Hubungan kekerabatan antara Kapak Persegi dengan Kapak Lonjong di Nusantara
Austronesia sebagai rumpun bahasa di luar wilayah Asia Daratan
Proses evolusi Homo Sapiens di Nusantara secara terpisah dari wilayah Asia
Negrito sebagai rumpun bahasa di luar wilayah Asia Daratan
Perhatikan ciri-ciri kebudayaan berikut:
1. Penggunaan teknik bivalve dan a cire perdue
2. Adanya tradisi megalitik seperti menhir dan punden berundak
3. Ditemukannya Nekara dan Moko sebagai benda upacara
4. Munculnya tradisi gerabah dan bercocok tanam menetap
5. Kehidupan sosial secara berburu dan meramu
Ciri-ciri yang secara spesifik menunjukkan puncak percampuran kebudayaan Deutro Melayu dengan tradisi lokal di Nusantara adalah...
1 dan 3
1 dan 4
2 dan 4
3 dan 4
4 dan 5
Penemuan kapak dari batu yang sudah diasah rapi (kapak lonjong dan kapak persegi) menandai masa Neolitikum. Perkembangan teknologi mengasah ini mencerminkan perubahan pola hidup masyarakat, yaitu...
Semi-sedenter dengan mengumpulkan sampah dapur
Mulai hidup menetap, bercocok tanam, dan beternak
Berpindah-pindah (nomaden) dan berburu hewan besar
Mengenal sistem irigasi tingkat lanjut dan organisasi desa
mengempulkan makanan dengan cara berburu
Menurut Teori 'Out of Taiwan' yang merupakan variasi dari Teori Yunan, perpindahan Proto Melayu ke Nusantara mengikuti rute tertentu, adalah ....
Yunan – Vietnam – Semenanjung Malaka – Indonesia bagian barat
Taiwan – Filipina – Sulawesi/Kalimantan – Jawa
India – Sumatera – Jawa – Nusa Tenggara
Afrika – India – Nusantara – Australia
Formosa-India-Sumatra-Jawa
Salah satu ciri utama Ras Melanesoid yang membedakannya secara genetik dan fisik dengan Ras Melayu adalah...
Memiliki ciri fisik dengan kulit gelap, rambut keriting, dan bentuk kepala mesocephal
Mereka merupakan keturunan langsung dari Deutro Melayu yang bermigrasi ke timur
Tinggal di wilayah dataran rendah dan memiliki kebudayaan yang lebih maju
Membawa kebudayaan Neolitikum seperti Kapak Persegi
membawa tradisi nomaden
Pendukung Teori Nusantara sering menggunakan argumen 'Autochthonous' (penduduk asli) yang diperkuat oleh keberagaman fosil hominid di Indonesia. Kelemahan mendasar dari Teori Nusantara jika dibandingkan dengan Teori Yunan/Out of Taiwan yang didukung analisis linguistik adalah ...
Tidak dapat menjelaskan kesamaan artefak Kapak Persegi antara Nusantara dan Asia Daratan
Hanya didukung oleh penemuan fosil Pithecanthropus, bukan Homo Sapiens
tidak dapat memberikan penjelasan yang memuaskan mengenai penyebaran masif Rumpun Bahasa Austronesia di seluruh kepulauan
Mengabaikan fakta bahwa Homo Sapiens berasal dari Afrika (Out of Africa)
Hanya didukung kesamaan fisik
Perpindahan dari masa Paleolitikum ke Neolitikum di Nusantara ditandai dengan perubahan mendasar dalam sistem ekonomi, yang dikenal sebagai 'Revolusi Neolitik'. Perubahan terbesar yang terjadi dalam masa tersebut adalah ....
Perubahan pola hidup nomaden menjadi semi-sedenter
Peralihan dari kepercayaan animisme ke dinamisme
Peralihan dari sistem food gathering (mengumpulkan makanan) ke sistem food producing (menghasilkan makanan)
Peralihan dari penggunaan api ke teknik peleburan logam
Peralihan perkakas dari batu kecil ke besar
Ras Deutro Melayu (Melayu Muda) yang datang sekitar 500 SM diyakini membawa Kebudayaan Dong Son. Warisan terpenting dari kebudayaan ini terhadap perkembangan sosial masyarakat prasejarah adalah...
Munculnya spesialisasi pekerjaan (undagi) dan diferensiasi sosial berdasarkan keahlian teknis
Penggunaan alat-alat serpih (flakes) untuk kebutuhan sehari-hari
Pengenalan teknologi pembuatan tembikar (gerabah) yang menunjang kehidupan menetap
Pengembangan sistem pertanian basah (sawah) yang memerlukan organisasi sosial kompleks
Pengenalan teknologi meramu
Ciri-ciri utama kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam adalah ....
memiliki tempat tinggal tetap
tinggal di gua-gua
mengumpulkan makanan di hutan
bercocok tanam diladang
mengenal perdagangan
Perhatikan gambar disamping!
Jejak yang terdapat didalam gua-gua peninggalan manusia pra-aksara pada umumnya melukiskan ....
kehidupan berburu dan bercocok tanam
kehidupan bertani dan bertenak
kehidupan sosial dan ekonomi
kehidupan budaya dan ekonomi
kehidupan budaya dan sosial
Teori 'Out of Africa' yang didukung oleh analisis DNA Mitokondria (mtDNA) sering diinterpretasikan sebagai bukti bahwa populasi Homo Sapiens yang keluar dari Afrika bersifat 'menggantikan' (replacement). Interpretasi ini berarti ...
Homo Sapiens berbaur secara genetik dengan populasi manusia purba lokal (seperti Pithecanthropus) di Asia
Manusia modern berevolusi secara terpisah dan bersamaan di beberapa benua, termasuk Afrika dan Asia
Populasi Homo Sapiens yang bermigrasi ke Asia menggantikan dan menghapus populasi manusia purba lokal yang sudah ada
Semua ras manusia modern saat ini merupakan hasil evolusi dari Pithecanthropus Erectus
Semua ras manusia modern saat ini merupakan hasil evolusi dari Homo Erectus
Dalam konteks sejarah sosial, perbedaan yang paling mencolok antara kelompok Proto Melayu dan Deutro Melayu saat tiba di Nusantara adalah ...
Proto Melayu menganut sistem matrilineal, sementara Deutro Melayu menganut patrilineal
Proto Melayu membawa kebudayaan Batu Baru, sedangkan Deutro Melayu membawa kebudayaan Logam
Proto Melayu berlayar menggunakan perahu cadik, sementara Deutro Melayu menggunakan perahu lesung
Proto Melayu menyebar melalui jalur timur, sedangkan Deutro Melayu menyebar melalui jalur barat
Proto Melayu menyebar melalui jalur utara, sedangkan Deutro Melayu menyebar melalui jalur selatan
Megalitikum adalah tradisi pendirian bangunan batu besar. Fungsi utama dari peninggalan seperti Dolmen (meja batu) dan Sarkofagus (peti batu) adalah ...
Sebagai alat barter (pertukaran) dengan suku lain
Sebagai sarana penyembahan roh nenek moyang dan tempat pemujaan
Sebagai batas wilayah teritorial antar kelompok suku
Sebagai tempat tinggal permanen (rumah) bagi kepala suku
berfungsi sebagai sarana pertunjukkan budaya
Manakah pernyataan yang PALING TEPAT dalam mendeskripsikan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat pada masa Paleolitikum (Batu Tua) ....
Hidup menetap di goa-goa besar, sudah mengenal api dan bercocok tanam sederhana
Hidup nomaden (berpindah-pindah), bergantung sepenuhnya pada berburu dan meramu (food gathering), dan menggunakan alat-alat batu kasar
Hidup semi-sedenter, menggunakan alat-alat dari tulang, dan melakukan perdagangan barter antar pulau
Memiliki struktur pemerintahan desa, melakukan sistem irigasi, dan membuat alat perunggu
sudah mulai hidup menetap
Konsep kepercayaan Dinamisme yang dianut masyarakat prasejarah merujuk pada ...
Kepercayaan terhadap adanya roh nenek moyang yang mendiami alam semesta
Kepercayaan terhadap adanya satu dewa tertinggi yang menciptakan alam semesta
Kepercayaan terhadap dewa-dewa yang mewakili fenomena alam
Kepercayaan bahwa benda-benda tertentu (seperti pohon besar, batu, atau keris) memiliki kekuatan gaib atau energi
Kepercayaan terhadap hewan yang dianggap sakral
Perhatikan jalur migrasi Deutro Melayu berikut: (1) Teluk Tonkin – Semenanjung Malaka – Sumatera – Jawa (2) Cina Selatan – Taiwan – Filipina – Sulawesi
Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai jalur migrasi tersebut ....
Jalur (2) adalah jalur migrasi Deutro Melayu, membawa kebudayaan Logam
Jalur (2) adalah jalur migrasi Deutro Melayu yang membawa kebudayaan Kapak Persegi
Jalur (1) adalah jalur migrasi Proto Melayu, membawa Kapak Lonjong
Jalur (1) adalah jalur migrasi Deutro Melayu yang membawa kebudayaan Dong Son, menyebar ke wilayah Indonesia bagian barat dan tengah
jalur 2 migrasi proto melayu membawa kapak lancip
Sistem perdagangan barter yang dilakukan masyarakat prasejarah Indonesia, khususnya pada masa Neolitikum, didorong oleh faktor utama...
terdapat kebutuhan produk pertanian dan kerajinan antar desa
Pengenalan mata uang logam dari Tiongkok
Kebutuhan untuk mendirikan bangunan megalitik yang mahal
Keterbatasan alat transportasi air dan darat
belum mengenal sistem mata uang
Suku Mentawai dan Dayak sering diklasifikasikan sebagai keturunan Proto Melayu. Alasan utama pengelompokan ini, terlepas dari perbedaan geografis mereka, adalah...
Keduanya merupakan suku yang pertama kali mengenal teknologi pertanian sawah
Keduanya memiliki tradisi Megalitikum yang sangat kental
Mereka memiliki bahasa yang termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia yang berasal dari Tiongkok daratan
masih mempertahankan ciri-ciri budaya Neolitikum dan hidup di wilayah pedalaman (terisolasi) dari pengaruh Deutro Melayu yang lebih baru
keduanya memiliki tradisi berburu dan meramu
Suku Jawa dan Bugis di Sulawesi umumnya diklasifikasikan sebagai keturunan Deutro Melayu. Bukti yang PALING KUAT untuk mendukung klasifikasi ini adalah...
Adanya warisan kebudayaan logam (seperti tradisi perundagian dan peleburan perunggu) yang berasal dari Kebudayaan Dong Son
Mereka memiliki sistem kekerabatan patrilineal yang tidak ditemukan pada kelompok Proto Melayu
Ciri fisik mereka yang didominasi kulit gelap dan rambut keriting
Lokasi mereka berada di jalur migrasi timur melalui Filipina
ciri fisik keduanya mirip
Suku Nias (Sumatera Utara) dan Batak Toba (Sumatera Utara) sering menunjukkan ciri-ciri Proto Melayu yang kuat. Salah satu ciri yang paling menonjol pada suku-suku ini yang merupakan warisan Proto Melayu adalah...
Kecenderungan untuk tinggal di daerah pesisir dan berprofesi sebagai pelaut ulung
Adanya tradisi mendirikan bangunan batu-batu besar (Megalitikum) sebagai bentuk pemujaan leluhur
Sistem persukuan yang telah mengenal kasta sosial yang kaku
Memiliki kebudayaan Dong Son yang kaya akan artefak perunggu
memiliki kebudayaan perundagian
