Font size
WorksheetsSOAL QUIZ
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
Yang tidak termasuk atribut kualitas tindakan korektif adalah:
Konsistensi Langkah-langkah investigatif untuk merespon indikasi korupsi yang terdeteksi.
Pemulihan kerugian
Pengenaan sanksi yang konsisten kepada pelaku
Perbaikan pengendalian
Tiga pilar dalam pengukuran Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) yaitu:
Kebijakan anti korupsi, seperangkat sistem antikorupsi dan penanganan kejadian korupsi
Kapabilitas pengelolaan risiko korupsi, penerapan strategi pencegahan dan penanganan kejadian korupsi
Kebijakan anti korupsi, seperangkat sistem anti korupsi dan Efektivitas sistem pencegahan
Kapabilitas pengelolaan risiko korupsi, Efektivitas sistem pencegahan dan kejadian korupsi.
Yang termasuk indikator kinerja inspektur daerah berdasarkan SE Mendagri Nomor 800.1.5/3320/SJ yaitu:
Nilai hasil Survey Penilaian Integritas (SPI) oleh KPK, Nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) oleh Kemenpan RB, dan Persentase penyelesaian TLHP oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.
Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) oleh BPKP, Jumlah Perangkat Daerah/Unit Kerja yang mendapatkan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RS) dan Persentase APIP yang memenuhi jam pendidikan/pelatihan minimal 120 jam/tahun.
Persentase penyelesaian TLHP oleh Inspektorat Provinsi, Inspektorat Kabupaten/Kota pada Perangkat Daerah, Opini laporan keuangan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Penghargaan atau apresiasi yang diterima terkait pengawasan di daerah.
Nilai Manajemen Risiko (MR) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Persentase capaian dan ketepatan waktu Laporan Hasil Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) oleh Kemenpan-RB dan Jumlah sertifikasi/pelatihan/pendidikan APIP yang dimiliki.
5 (lima) indikator untuk mengukur kapabilitas pengelolaan risiko korupsi yaitu:
Atribut kualitas indikator atas indikator seperangkat sistem anti korupsi sebagai berikut, kecuali:
Kebijakan anti korupsi, dukungan sumber daya, sistem manajemen anti suap, sistem pengendalian gratifikasi dan sistem anti korupsi.
Kebijakan anti korupsi, SOP pengendalian gratifikasi, sistem manajemen anti suap, sistem pengendalian gratifikasi dan sistem anti korupsi.
SOP asesmen risiko, SOP pengendalian gratifikasi, SOP pelaporan internal, SOP investigasi
SOP asesmen risiko, SOP pengendalian gratifikasi, SOP pelaporan internal dan sistem anti korupsi.
Sumber informasi peristiwa berindikasi korupsi berasal dari, kecuali:
Aktivitas Aparat Penegak Hukum
Temuan Badan Pemeriksa Keuangan
Temuan APIP
Dokumen perencanaan strategis.
Pernyataan berikut yang sesuai dengan SPIP Terintegrasi terkait peristiwa aktual korupsi, kecuali:
Digunakan sebagai pengurang nilai
Berlaku bagi skor IEPK dan SPIP (termasuk MRI)
Tindakan korektif diarahkan pada peluang terjadinya kasus yang sama.
Kasus Operasi Tangkap Tangan dapat langsung dijadikan pengurang nilai (penalti)
Uraian yang tepat untuk menggambarkan indikator saluran pelaporan internal yang kredibel dan efektif dimanfaatkan adalah:
Saluran whistleblowing internal dimanfaatkan oleh pegawai sekaligus stakeholder (sekaligus sebagai isyarat peningkatan kepedulian terhadap program anti korupsi).
Saluran whistleblowing eksternal berfungsi dan telah dimanfaatkan oleh pegawai sekaligus stakeholder (sekaligus sebagai isyarat peningkatan kepedulian terhadap program anti korupsi).
Saluran whistleblowing eksternal berfungsi dan kredibel serta dimanfaatkan oleh pegawai sekaligus stakeholder (sekaligus sebagai isyarat peningkatan kepedulian terhadap program anti korupsi).
Indikator untuk mengukur dimensi budaya organisasi antikorupsi yaitu:
Kepemimpinan etis, integritas organisasional dan iklim etika prinsip.
Kekuasaan yang ditampilkan pimpinan dalam perilaku pengambilan keputusan yang selalu menempatkan risiko korupsi jadi pertimbangan utama, iklim etika prinsip dan tindakan korektif.
Kepemimpinan destruktif, integritas organisasional dan iklim etika prinsip.
Kekuasaan yang ditampilkan pimpinan dalam perilaku pengambilan keputusan yang selalu menempatkan risiko korupsi jadi pertimbangan utama, kepemimpinan etis dan tindakan korektif.
Pernyataan tepat yang menjelaskan atribut kualitas pembelajar anti korupsi, yaitu:
Program pembelajar anti korupsi terstruktur dan terjadwal kepada pejabat, petugas khusus dan pegawai keseluruhan serta stakeholder kunci (pengguna layanan dan penyedia barang/vendor).
Program pembelajar anti korupsi terstruktur kepada pejabat, petugas khusus dan stakeholder kunci (pengguna layanan dan penyedia barang/vendor).
Program pembelajar anti korupsi terstruktur dan terjadwal kepada pegawai, petugas khusus dan stakeholder kunci (pengguna layanan dan penyedia barang/vendor).
Program pembelajar anti korupsi terjadwal kepada pegawai, petugas khusus dan stakeholder kunci (pengguna layanan dan penyedia barang/vendor).
