NEW
Font size
WorksheetsKuis Informatika Kelas 10
Total questions: 26
Worksheet time: 13mins
Apa tujuan utama dari algoritma sorting?
Menghapus data
Mengurutkan data
Mencari data
Menggandakan data
Algoritma Bubble Sort bekerja dengan cara:
Membagi data menjadi dua bagian
Menukar elemen yang bersebelahan jika urutannya salah
Mengambil elemen terkecil dan meletakkannya di awal
Mengurutkan berdasarkan panjang data
Dalam selection sort, langkah pertama yang dilakukan adalah:
Mencari elemen terkecil dari seluruh data
Menukar semua elemen sekaligus
Menghapus data yang tidak diinginkan
Membalik urutan data
Quick sort termasuk algoritma yang menggunakan konsep:
Divide and conquer
Sequential search
Linear programming
Recursion elimination
Urutan data [5, 3, 8, 2] setelah satu langkah bubble sort menjadi:
[3, 5, 2, 8]
[5, 3, 2, 8]
[3, 5, 8, 2]
[2, 3, 5, 8]
Struktur data stack bekerja dengan prinsip:
FIFO
LIFO
FILO
LILO
Operasi untuk menambahkan data ke stack disebut:
Push
Pop
Insert
Enqueue
Operasi untuk menghapus data teratas dari stack disebut:
Pop
Push
Peek
Delete
Jika stack kosong dan dilakukan operasi pop, maka akan terjadi:
Overflow
Underflow
Error log
Null return
Contoh penerapan struktur data stack dalam kehidupan sehari-hari adalah:
Antrean di loket
Tumpukan piring di dapur
Daftar belanja
File explorer
Jika kita menambahkan 3 data berurutan: A, B, C, urutan keluarnya adalah:
A, B, C
C, B, A
B, C, A
A, C, B
Perintah peek dalam stack digunakan untuk:
Melihat elemen teratas tanpa menghapusnya
Menghapus semua elemen
Menambah elemen baru
Membalik urutan data
Fungsi SUM pada Excel digunakan untuk:
Menghitung rata-rata
Menjumlahkan data
Menghitung jumlah sel kosong
Meng
Fungsi SUM pada Excel digunakan untuk:
Menghitung rata-rata
Menjumlahkan data
Menghitung jumlah sel kosong
Menggabungkan teks
Fungsi COUNT menghitung:
Semua sel termasuk teks
Hanya sel yang berisi angka
Sel kosong saja
Sel berisi formula
Fungsi COUNTA menghitung:
Hanya angka
Hanya teks
Semua sel yang tidak kosong
Semua sel kosong
Rumus =AVERAGE(10, 20, 30) menghasilkan:
15
20
25
30
Fungsi IF digunakan untuk:
Mengulang perintah
Membuat keputusan berdasarkan kondisi
Menjumlahkan semua angka
Mengurutkan data
Rumus =IF(A1>50,"Lulus","Tidak Lulus") berarti:
Jika A1 sama dengan 50, maka Lulus
Jika A1 kurang dari 50, maka Lulus
Jika A1 lebih dari 50, maka Lulus
Semua jawaban salah
Jika sel A1=10, A2=20, A3=30, maka =SUM(A1:A3) menghasilkan:
50
60
70
80
Rumus untuk menghitung jumlah sel yang berisi angka dari A1 hingga A10 adalah:
=COUNT(A1:A10)
=COUNTA(A1:A10)
=SUM(A1:A10)
=AVERAGE(A1:A10)
Jika A1=10, A2=0, A3 kosong, maka =COUNTA(A1:A3) menghasilkan:
3
2
1
0
Rumus untuk mencari rata-rata nilai dari sel B1 sampai B5 adalah:
=SUM(B1:B5)
=AVERAGE(B1:B5)
=COUNT(B1:B5)
=IF(B1>5,B1,B5)
Fungsi =IF(A1="Merah","Berhenti","Jalan") akan menampilkan:
"Jalan" jika A1 berisi "Merah"
"Berhenti" jika A1 berisi "Merah"
Error jika A1 kosong
Tidak menampilkan apa pun
Fungsi =COUNT(A1:A5) berbeda dengan =COUNTA(A1:A5) karena:
COUNT menghitung semua sel
COUNTA menghitung hanya angka
COUNT hanya angka, COUNTA semua isi
COUNTA hanya teks
Jika A1=70 dan rumusnya =IF(A1>=75,"Lulus","Remedial"), maka hasilnya adalah:
Lulus
Remedial
Error
Kosong
