wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan PSAS Kelas XII Geografi

Total questions: 40

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.
Wilayah nodal (wilayah fungsional) terdiri atas satuan wilayah yang heterogen sehingga memunculkan hubungan saling ketergantungan dengan wilayah lain. Pembentukan wilayah fungsional umumnya berlangsung secara dinamis dan berawal dari titik pusat (wilayah sentral) yang mendorong perkembangan wilayah di sekitarnya. Berdasarkan konsep ini, karakteristik utama yang paling menentukan sebuah wilayah dikategorikan sebagai wilayah nodal adalah...
a)
Batas wilayah yang ditetapkan secara formal berdasarkan administrasi pemerintahan atau kesamaan penggunaan lahan secara statistik.
b)
Kesamaan karakteristik fisik dan sosial-ekonomi antarwilayah membentuk keseragaman fungsi dan potensi.
c)
Adanya titik pusat (sentral) yang memiliki interaksi kuat dan berfungsi sebagai pusat layanan bagi wilayah-wilayah di sekitarnya.
d)
Struktur wilayah yang bersifat statis dan tidak mengalami perubahan bentuk hubungan ketergantungan seiring berjalannya waktu.
e)
Semua satuan wilayah di dalamnya memiliki keseimbangan pembangunan yang merata tanpa ada dominasi oleh satu wilayah sentral tertentu.
2.
Surabaya berkembang sebagai pusat perdagangan, lalu mendorong pertumbuhan wilayah sekitarnya (Sidoarjo, Gresik, Lamongan). Perkembangan wilayah ini sesuai dengan teori kutub pertumbuhan karena...
a)
Semua daerah memiliki pertumbuhan yang sama cepatnya
b)
Wilayah sekitarnya justru lebih mandiri
c)
Pertumbuhan hanya ditentukan oleh jumlah penduduk
d)
Aktivitas ekonomi terkonsentrasi di satu titik dan menjalar ke sekitarnya
e)
Tidak ada hubungan antara pusat dengan hinterland
3.
Sebuah peta kota menunjukkan struktur keruangan heksagonal dengan pusat pelayanan berada di tengah. Setiap pusat pelayanan melayani daerah sekitarnya berdasarkan jarak dan kebutuhan minimum penduduk. Konsep ini merupakan ciri utama dari teori...
a)
Weber
b)
Agropolitan
c)
Kutub pertumbuhan
d)
Central Place Theory
e)
Von Thunen
4.
Sebuah kota kecil di Jawa Barat mengembangkan agrowisata berbasis perkebunan teh. Desa-desa sekitar mendapat manfaat dari bertambahnya lapangan kerja, fasilitas sosial, dan pasar hasil tani. Kasus ini merupakan penerapan teori...
a)
Lokasi sentral
b)
Weber
c)
Agropolitan
d)
Kutub pertumbuhan
e)
Von Thunen
5.
Pembangunan sebuah desa pariwisata dilakukan dengan mengoptimalkan potensi alam berupa perbukitan dan sungai, serta potensi sumber daya manusia melalui pelatihan pengelolaan usaha kuliner dan kerajinan tangan. Perbaikan jalan dan promosi digital gencar dilakukan untuk menarik wisatawan. Jika dilihat dari tahapannya, upaya ini menunjukkan bahwa desa tersebut sedang berproses menuju tahap...
a)
Desa Swasembada
b)
Desa Mandiri
c)
Desa Swadaya
d)
Desa Swakarya
e)
Desa Modern
6.
Salah satu masalah yang dihadapi desa adalah minimnya tenaga kerja potensial akibat urbanisasi yang tinggi. Jika pemerintah desa ingin mengatasi masalah ini, kebijakan yang paling efektif adalah...
a)
Mengembangkan sektor agroindustri padat pekerja yang memanfaatkan produk pertanian lokal.
b)
Memberikan subsidi bahan pokok bagi penduduk desa.
c)
Membatasi jumlah penduduk yang pindah ke kota.
d)
Membangun pabrik besar di desa untuk menyerap tenaga kerja.
e)
Menutup akses transportasi dari desa ke kota.
7.
Desa X memiliki mayoritas penduduk yang bekerja sebagai petani dan nelayan. Seiring waktu, pemerintah desa mulai menginisiasi program pelatihan kewirausahaan dan mendirikan koperasi. Potensi alam desa yang melimpah mulai diolah menjadi produk bernilai jual tinggi. Pembangunan ini menunjukkan adanya peningkatan...
a)
Ketergantungan ekonomi terhadap kota
b)
Diversifikasi aktivitas ekonomi nonagraris
c)
Spread effect dari kota
d)
Efek trickling down
e)
Indeks kebahagiaan penduduk
8.
Kota A dicirikan dengan aktivitas ekonomi nonagraris yang dominan, fasilitas publik yang lengkap, dan kepadatan penduduk yang tinggi. Kota ini juga memiliki pusat bisnis dan perbelanjaan yang tersebar di beberapa titik berbeda, tidak hanya terpusat di satu area utama. Berdasarkan karakteristik tersebut, kota A dapat diklasifikasikan sebagai kota...
a)
Kota Sedang
b)
Kota Polisentris
c)
Kota Metropolitan
d)
Kota Monosentris
e)
Kota kecil
9.
Sebuah kota besar menghadapi masalah kemacetan kronis dan polusi udara. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah kota merencanakan pembangunan kembali ruang kota dengan mengutamakan jalur pejalan kaki, jalur sepeda, dan angkutan umum massal. Pendekatan ini mencerminkan...
a)
Upaya untuk meningkatkan efek backwash.
b)
Paradigma baru pembangunan kota yang berkelanjutan.
c)
Paradigma pembangunan kota yang berfokus pada efisiensi ekonomi.
d)
Strategi untuk mendorong urbanisasi.
e)
Perencanaan tata ruang yang berorientasi pada angkutan pribadi.
10.
Struktur keruangan sebuah kota menunjukkan bahwa zona industri berat dan jalur transportasi utama (misalnya rel kereta api) memanjang dari pusat kota ke pinggir, memotong zona-zona hunian. Teori yang paling tepat untuk menjelaskan pola ini adalah...
a)
Teori kutub pertumbuhan
b)
Teori Lokasi Sentral
c)
Teori Inti Berganda
d)
Teori Konsentris
e)
Teori Sektoral
11.
Di Kota A, struktur keruangannya diawali dengan zona pusat bisnis di sekitar alun-alun, diikuti oleh zona transisi yang merupakan area percampuran perkampungan kumuh, kemudian zona perumahan sederhana untuk pekerja, kemudian zona perumahan menengah dan seterusnya. Pola keruangan ini paling sesuai dengan...
a)
Teori kutub pertumbuhan
b)
Teori Inti Berganda
c)
Teori Sektoral
d)
Teori Lokasi Sentral
e)
Teori Konsentris
12.
Teori Konsentris dan Teori Sektoral memiliki asumsi bahwa perkembangan kota berawal dari satu pusat (CBD). Namun, Teori Inti Berganda menolak asumsi tersebut. Apa alasan utama yang mendasari penolakan Teori Inti Berganda terhadap asumsi ini?
a)
Setiap zona memiliki pola pertumbuhan yang berbeda-beda.
b)
Adanya diferensiasi lahan yang tidak merata di kota.
c)
Adanya interaksi antara desa dan kota yang semakin kompleks.
d)
Perkembangan kota tidak hanya didorong oleh satu pusat, tetapi oleh pertumbuhan beberapa inti yang terpisah.
e)
Peran penting dari sistem transportasi yang lebih modern.
13.
Interaksi desa-kota sering kali menciptakan efek timbal balik. Backwash effect ditandai dengan sumber daya dari desa, seperti tenaga kerja terampil dan modal, yang terserap ke kota. Sebaliknya, spread effect adalah...
a)
Arus balik penduduk kota ke desa karena jenuh.
b)
Peningkatan harga lahan di desa akibat pembangunan kota.
c)
Timbulnya kawasan kumuh di pinggiran kota akibat urbanisasi.
d)
Penyebaran inovasi, modal, dan fasilitas dari kota ke desa.
e)
Perluasan area perkotaan ke wilayah desa di sekitarnya.
14.
Pembangunan infrastruktur jalan tol yang menghubungkan kota besar dengan desa-desa penghasil produk pertanian membawa dampak signifikan. Secara positif, hal ini memperlancar distribusi hasil pertanian, tetapi secara negatif, hal ini berpotensi memicu...
a)
Peningkatan harga jual produk pertanian.
b)
Diversifikasi mata pencaharian penduduk desa.
c)
Konservasi lahan pertanian menjadi permukiman.
d)
Peningkatan Indeks Kebahagiaan Desa.
e)
Pembangunan fasilitas sosial di desa.
15.
Sebuah pemerintah kota merencanakan pembangunan kawasan industri baru. Untuk menghindari dampak negatif seperti polusi dan kemacetan, pemerintah menetapkan lokasi industri di area yang jauh dari pemukiman padat dan terhubung langsung dengan jalur transportasi massal. Pendekatan ini menunjukkan penerapan prinsip tata ruang yang mengutamakan...
a)
Kelayakan dan efisiensi.
b)
Keterpaduan dan keberlanjutan.
c)
Kesamaan dan keadilan.
d)
Keselarasan dan keserasian.
e)
Keterbukaan dan partisipasi masyarakat.
16.
Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebuah kabupaten menetapkan bahwa 30% dari total luas wilayah harus dipertahankan sebagai kawasan lindung dan ruang terbuka hijau. Namun, dalam pelaksanaannya, sering terjadi alih fungsi lahan lindung menjadi permukiman. Hambatan utama dalam implementasi RTRW ini adalah...
a)
Biaya pembangunan yang terlalu tinggi.
b)
Tidak adanya sanksi yang tegas.
c)
Kurangnya partisipasi masyarakat.
d)
Kurangnya kesadaran pemerintah daerah.
e)
Lemahnya penegakan hukum dan kontrol sosial.
17.
Indeks Kebahagiaan (IK) adalah ukuran yang digunakan untuk menilai kualitas hidup suatu negara atau wilayah. Salah satu dimensi utama yang diukur adalah "Kualitas Hidup". Dimensi ini mencakup sub dimensi seperti kesehatan, pendidikan, dan...
a)
Hubungan sosial
b)
Keamanan lingkungan
c)
Kebebasan sipil
d)
Pendapatan per kapita
e)
Kesejahteraan psikologis
18.
Sebuah desa berhasil meningkatkan Indeks Kebahagiaan penduduknya secara signifikan dalam 5 tahun terakhir. Faktor dominan yang mendorong kenaikan tersebut adalah meningkatnya pendapatan rata-rata penduduk melalui program pengembangan UMKM dan adanya akses internet yang merata. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan Indeks Kebahagiaan sangat dipengaruhi oleh...
a)
Kebebasan berekspresi
b)
Hubungan sosial masyarakat
c)
Dimensi kualitas hidup
d)
Kondisi sosial - politik
e)
Kesejahteraan psikologis
19.
Berdasarkan data Indeks Kebahagiaan, wilayah dengan indeks tertinggi di Indonesia cenderung berada di Pulau Jawa. Namun, terdapat paradoks karena Pulau Jawa juga memiliki masalah kemacetan, kepadatan penduduk, dan polusi. Faktor utama yang mungkin menjelaskan paradoks ini adalah...
a)
Hubungan sosial yang sangat erat di perkotaan Jawa.
b)
Dominasi pendapatan tinggi dan Pendidikan di kota-kota besar.
c)
Pembangunan infrastruktur dan fasilitas yang lebih merata di Pulau Jawa.
d)
Tingginya angka urbanisasi yang berbanding lurus dengan kebahagiaan.
e)
Keterbatasan data Indeks Kebahagiaan.
20.
Sebuah kota mengalami pertumbuhan pesat yang ditunjukkan oleh perluasan area terbangun pada peta penggunaan lahan dari tahun 2000 ke 2020. Analisis citra satelit terbaru menunjukkan pola urbanisasi yang cenderung mengarah ke wilayah perbukitan di pinggir kota. Dampak sosial dan lingkungan yang paling mungkin terjadi berdasarkan analisis spasial tersebut adalah...
a)
Peningkatan risiko erosi, longsor, dan perubahan pola aliran air di daerah perbukitan.
b)
Penurunan harga lahan dan biaya transportasi di area pinggir kota.
c)
Peningkatan kualitas udara dan ketersediaan lahan terbuka hijau di perkotaan.
d)
Peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan regional.
e)
Peningkatan kohesi sosial dan pemerataan fasilitas publik antar wilayah.
21.
Paradigma pembangunan 'top-down' cenderung menimbulkan permasalahan, seperti ketidakcocokan antara peneliti/perencana dengan pelaksana, masyarakat hanya berperan sebagai objek, dan program yang tidak sesuai dengan kebutuhan lokal. Jika sebuah pemerintahan baru ingin secara fundamental mengatasi permasalahan ini, langkah korektif utama yang harus diambil adalah...
a)
Menggeser fokus perencanaan dari 'analisis kebutuhan' sepihak menjadi pelibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dalam perumusan kebijakan dan implementasi.
b)
Mewajibkan survei dan penelitian yang lebih detail oleh tim ahli sebelum rencana disahkan.
c)
Meningkatkan alokasi dana secara signifikan untuk setiap program pembangunan agar target tercapai.
d)
Memperkuat sanksi hukum bagi pelaksana yang gagal mencapai target program pembangunan.
e)
Mengganti seluruh tim peneliti dan pelaksana dengan profesional dari luar wilayah
22.
Suatu daerah memiliki visi pembangunan yang jelas dan terarah dari pusat ('The Vision'). Untuk mewujudkan visi ini, pemerintah daerah mendelegasikan wewenang kepada tingkat desa untuk merumuskan rencana kegiatan operasional, alokasi sumber daya lokal, dan pelaksanaan program sesuai dengan potensi dan masalah spesifik yang dihadapi masing-masing desa. Model pembangunan ini paling tepat diinterpretasikan sebagai kombinasi...
a)
Pendekatan Sektoral dan Pendekatan Wilayah.
b)
Perencanaan Top-Down dan Pelaksanaan Bottom-Up.
c)
Perencanaan Bottom-Up dan Pelaksanaan Top-Down.
d)
Perencanaan Bottom-Up dan Pelaksanaan Bottom-Up.
e)
Perencanaan Top-Down dan Pelaksanaan Top-Down.
23.
Data empiris menunjukkan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas penduduknya, bukan oleh kekayaan sumber daya alamnya. Implikasi paling strategis dari temuan ini dalam kerangka Pembangunan Berwawasan Kependudukan (PBK) adalah...
a)
Memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk mengatasi persoalan mobilitas dan persebaran penduduk.
b)
Fokus hanya pada pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB).
c)
Memaksimalkan eksploitasi sumber daya alam untuk mendapatkan modal pembangunan.
d)
Mewajibkan program kependudukan diintegrasikan dan disinergikan dalam semua aspek pembangunan nasional.
e)
Mengalihkan seluruh anggaran negara dari sektor ekonomi ke sektor kependudukan.
24.
Latar belakang munculnya Pembangunan Berwawasan Lingkungan (PBL) adalah dampak buruk revolusi industri yang mengganggu kelestarian lingkungan, seperti pencemaran limbah, erosi, dan penggaraman/penggurunan lahan produktif. Dari masalah ini, PBL mengajukan 'Gagasan Keterbatasan', yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan. Jika PBL ingin diimplementasikan secara optimal, manakah dari tindakan berikut yang paling efektif mengatasi 'Gagasan Keterbatasan' ini?
a)
Menyediakan kebutuhan pokok manusia (sandang, pangan) dengan prioritas masyarakat miskin.
b)
Menetapkan kuota maksimum penggunaan sumber daya air dan hutan yang dapat dipanen setiap tahunnya.
c)
Meningkatkan kesadaran beragama dan moral untuk mengubah perilaku manusia.
d)
Mewajibkan setiap perusahaan untuk berinvestasi pada teknologi daur ulang limbah.
e)
Mengembangkan teknologi untuk meningkatkan daya dukung lingkungan secara artifisial.
25.
Sebuah pemerintah daerah berencana menjalankan proyek pertambangan skala besar untuk mendongkrak PDB lokal. Analisis dampak lingkungan menunjukkan risiko tinggi pencemaran sungai yang menjadi sumber air pertanian, namun pemerintah menjanjikan pemulihan lingkungan berteknologi tinggi sepuluh tahun setelah proyek selesai. Evaluasi kritis terhadap keputusan pemerintah tersebut berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan adalah..
a)
Proyek ini hanya dapat dibenarkan jika manfaat ekonomi yang dihasilkan jauh lebih besar daripada total kerugian lingkungan dan sosial.
b)
Keputusan ini logis karena pertumbuhan ekonomi (PDB) adalah prasyarat utama sebelum memikirkan masalah lingkungan.
c)
Kegagalan dalam menjamin kemampuan lingkungan untuk menopang kehidupan di masa kini sudah melanggar prinsip keberlanjutan.
d)
Keputusan ini benar asalkan masyarakat miskin di sekitar wilayah tambang diprioritaskan untuk mendapatkan lapangan kerja.
e)
Janji pemulihan 10 tahun ke depan sudah cukup untuk memenuhi gagasan kesinambungan dalam pembangunan.
26.
The Brundtland Commission mendefinisikan Pembangunan Berkelanjutan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Jika suatu negara hanya berfokus pada peningkatan GNP secara eksponensial tanpa memperhatikan deforestasi besar-besaran, generasi mendatang akan menghadapi tantangan terbesar di bidang...
a)
Peningkatan laju pertambahan penduduk yang tidak seimbang dengan daya dukung lingkungan.
b)
Penciptaan sumber daya buatan, karena seluruh sumber daya alam telah terkuras habis oleh pembangunan saat ini.
c)
Pengurangan investasi manusia (human capital) akibat penurunan pendapatan negara.
d)
Pemerataan kesempatan untuk mendapatkan akses terhadap sumber daya ekonomi dan sosial yang terjamin.
e)
Pengendalian dampak lingkungan terhadap bencana, seperti perubahan iklim, erosi, dan ketersediaan air bersih.
27.
Sebuah negara mencatat pertumbuhan PDB yang tinggi (8%) dalam lima tahun terakhir, namun Rasio Gini-nya meningkat dari 0,30 menjadi 0,45 pada periode yang sama. Evaluasi kritis terhadap keberhasilan pembangunan negara ini menyimpulkan bahwa...
a)
Angka kemiskinan absolut di negara tersebut pasti mengalami kenaikan yang signifikan seiring dengan peningkatan Rasio Gini.
b)
Pembangunan fisik lebih diprioritaskan daripada pembangunan nonfisik, sehingga Indeks Kualitas Hidup (IKH) pasti menurun.
c)
Pembangunan telah berhasil secara keseluruhan karena target pertumbuhan ekonomi yang positif telah tercapai, yang merupakan syarat utama pembangunan.
d)
Kebijakan pembangunan yang dijalankan mengadopsi pendekatan "bottom-up" secara murni, yang cenderung kurang stabil dalam menghasilkan pertumbuhan PDB.
e)
Pembangunan negara tersebut mengalami growth without equity (pertumbuhan tanpa pemerataan), sehingga gagal mencapai tujuan mensejahterakan secara merata dan adil.
28.
Indeks Kualitas Hidup (IKH) adalah salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan yang mencerminkan kesejahteraan seutuhnya. Manakah di antara kombinasi kebijakan berikut yang secara langsung dan signifikan memengaruhi peningkatan Indeks Kualitas Hidup (IKH) suatu wilayah?
a)
Peningkatan Pendapatan Nasional Bruto (GNP) dan penurunan Rasio Gini.
b)
Program wajib belajar 12 tahun yang merata, peningkatan angka harapan hidup, dan pengendalian inflasi harga bahan pokok.
c)
Memperkuat stabilitas politik dan pertahanan keamanan serta meningkatkan investasi asing langsung (Foreign Direct Investment).
d)
Pembangunan infrastruktur Pelabuhan internasional dan penurunan suku bunga acuan bank sentral.
e)
Pengurangan deforestasi dan pengaktifan program Keluarga Berencana (KB) secara agresif.
29.
Pembangunan mensyaratkan pertumbuhan, terutama pertumbuhan ekonomi yang positif (GNP), namun pada ujungnya bertujuan menyejahterakan kehidupan warga suatu bangsa. Mengapa suatu program pembangunan yang berhasil meningkatkan Pendapatan Nasional Bruto (GNP) belum tentu merefleksikan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata?
a)
Peningkatan GNP dapat terkonsentrasi pada sektor tertentu dan dinikmati hanya oleh kelompok masyarakat tertentu, yang diukur dengan Rasio Gini.
b)
Peningkatan GNP sebagian besar disebabkan oleh investasi asing yang profitnya lari ke luar negeri (profit repatriation).
c)
Kesejahteraan diukur dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang focus pada kesehatan dan pendidikan, bukan pada aspek ekonomi.
d)
Peningkatan GNP selalu diimbangi dengan inflasi yang tinggi, sehingga daya beli masyarakat tidak terpengaruh.
e)
Pertumbuhan ekonomi hanya mencerminkan perubahan fisik, sedangkan kesejahteraan adalah perubahan nonfisik yang lebih menyeluruh.
30.
Pembangunan industri besar-besaran sering menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti erosi pada tanah pertanian yang menyebabkan proses penggaraman atau penggurunan pada lahan produktif. Untuk memitigasi dampak pembangunan tersebut, solusi kebijakan yang paling transformatif dan berkelanjutan adalah...
a)
Relokasi seluruh lahan pertanian ke wilayah yang memiliki daya dukung lingkungan lebih baik dan jauh dari industri.
b)
Pemerintah membeli seluruh lahan pertanian yang rusak akibat pencemaran industri untuk dijadikan kawasan lindung.
c)
Penggunaan pupuk organik dan Teknik pertanian konservasi tanah secara massif untuk memulihkan kesuburan tanah.
d)
Penerapan sanksi denda yang sangat tinggi kepada industri yang membuang limbah sembarangan ke tanah pertanian.
e)
Mengintegrasikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) secara ketat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek industri.
31.
Sebuah negara mengalokasikan 70% APBN-nya untuk pembangunan infrastruktur fisik (seperti jalan tol dan waduk) dan 30% untuk program vokasi/pelatihan kerja dan peningkatan kualitas layanan kesehatan. Dampak pembangunan yang paling mungkin terjadi di masa depan adalah..
a)
Peningkatan Indeks Kualitas Hidup (IKH) dan peningkatan kesenjangan sosial secara simultan.
b)
Pendekatan pembangunan bottom-up berjalan optimal karena masyarakat memiliki sarana prasarana yang memadai.
c)
Terjadinya perubahan yang mengarah pada perusakan (destructive) karena tidak ada peningkatan sumber daya manusia.
d)
Tercapainya masyarakat yang 'maju yang sejahtera' karena infrastruktur yang ada memicu pemerataan ekonomi.
e)
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi didukung oleh infrastruktur yang baik, tetapi daya saing SDM global tetap rendah.
32.
Pembangunan bertujuan untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan dan kemajuan kehidupan, yang disimbolkan sebagai 'sejahtera yang maju dan maju yang sejahtera'. Manakah di antara faktor berikut yang merupakan indikator non-ekonomi paling penting untuk menilai kemajuan pembangunan dalam konteks kesejahteraan yang menyeluruh?
a)
Angka harapan hidup dan rata-rata lama sekolah.
b)
Tingkat pertumbuhan Pendapatan Nasional Bruto (GNP).
c)
Nilai Rasio Gini (pengukuran ketidakmerataan pendapatan).
d)
Tingkat utang luar negeri dan cadangan devisa negara.
e)
Persentase masyarakat yang berpartisipasi dalam program Keluarga Berencana (KB).
33.
BPS menggunakan delapan bidang sebagai indikator kesejahteraan rakyat, termasuk 'kesehatan dan gizi' serta 'pendidikan'. Jika suatu kabupaten memutuskan untuk meningkatkan IPM-nya, kebijakan mana yang paling efektif dalam menciptakan sinergi positif antar-dimensi IPM?
a)
Penguatan program pencegahan stunting yang terintegrasi dengan PAUD di tingkat desa
b)
Pembangunan sekolah baru di daerah terpencil untuk meningkatkan Angka Harapan Lama Sekolah (HLS)
c)
Peningkatan subsidi bahan bakar minyak untuk seluruh masyarakat guna meringankan beban pengeluaran riil perkapita.
d)
Mewajibkan penggunaan sekolah kejuruan (vokasi) di semua tingkat pendidikan menengah untuk meningkatkan daya beli.
e)
Menerbitkan obligasi daerah untuk membiayai proyek jalan tol baru yang menghubungkan pusat - pusat ekonomi utama
34.
Untuk mencapai peningkatan standar hidup sebagai dasar kesejahteraan, upaya yang dilakukan harus mencakup seperangkat jaminan sosial dan pelayanan sosial, dengan perhatian khusus pada komunitas rentan. Manakah tindakan berikut yang paling sesuai dengan prinsip peningkatan standar hidup menurut materi tersebut?
a)
Mengeluarkan kebijakan bahwa setiap keluarga harus memiliki minimal dua anak untuk menjamin keberlangsungan keturunan (hagabeon) sebagai tolok ukur budaya.
b)
Menjamin perlindungan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) terprogram dan asuransi kesehatan gratis hanya untuk kelompok masyarakat miskin dan berkebutuhan khusus.
c)
Memberikan subsidi penuh bagi semua jenis pengobatan di rumah sakit swasta untuk seluruh masyarakat.
d)
Mewajibkan semua penduduk usia produktif untuk memiliki pekerjaan formal dengan target upah minimum regional (UMR) tertinggi
e)
Pembangunan pusat perbelanjaan modern di setiap kota kabupaten untuk meningkatkan taraf dan pola konsumsi masyarakat.
35.
Seorang analis pembangunan menemukan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh indikator BPS pada bidang 'perumahan dan lingkungan'. Jika indikator ini menunjukkan hasil yang buruk (misalnya, banyak rumah kumuh dan sanitasi buruk), dimensi IPM manakah yang paling mungkin terpengaruh negatif secara langsung dan signifikan?
a)
AHH pada waktu lahir
b)
RLS di tingkat menengah
c)
Angka melek huruf dan tingkat partisipasi angkatan kerja
d)
PNB per kapita yang disesuaikan
e)
HLS di sekolah dasar
36.
Revolusi Industri 4.0 memudahkan proses desain, produksi, pemasaran, dan transportasi, tetapi juga berpengaruh pada kehilangan lapangan kerja di banyak sektor. Dampak terburuk Revolusi Industri 4.0 terhadap stabilitas sosial-ekonomi suatu negara yang paling menantang untuk diatasi adalah...
a)
Terciptanya kesenjangan keterampilan (skill gap) yang membuat sebagian besar tenaga kerja menjadi usang dan menganggur.
b)
Peningkatan biaya investasi modal (capital investment) yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk adopsi teknologi 4.0.
c)
Meningkatnya penyebaran berita bohong (hoax) melalui jejaring sosial.
d)
Ketergantungan yang tinggi terhadap teknologi asing untuk pengadaan perangkat Internet of Things (IoT).
e)
Terganggunya kelestarian lingkungan akibat peningkatan limbah teknologi (e-waste).
37.
Dalam bidang teknologi dan informasi, Revolusi Industri 4.0 sangat terasa pada masyarakat Indonesia melalui penggunaan smartphone dan jejaring sosial. Di tengah kemudahan yang ditawarkan, tantangan terbesar bagi masyarakat Indonesia adalah meningkatkan literasi di bidang...
a)
Literasi teknis untuk memperbaiki perangkat Internet of Things (IoT) secara mandiri.
b)
Literasi digital-kritis untuk memilah informasi dan menanggapi berita bohong (hoax).
c)
Literasi big data untuk menganalisis dan mengolah data dalam skala besar.
d)
Literasi finansial untuk berinvestasi di perusahaan teknologi yang berbasis AI.
e)
Literasi bahasa Inggris untuk mengakses berbagai sumber informasi teknologi terbaru.
38.
Teknologi kunci dalam Revolusi Industri 4.0, seperti Big Data dan Artificial Intelligence, akan dimanfaatkan dalam Masyarakat 5.0 dengan tujuan utama...
a)
Menggantikan seluruh proses administrasi publik dengan robot dan sistem otomatis untuk mengurangi birokrasi.
b)
Menghasilkan pertumbuhan ekonomi dua digit secara konsisten setiap tahunnya di semua sektor.
c)
Membuat pabrik dan lini produksi bekerja secara mandiri tanpa memerlukan campur tangan operator manusia.
d)
Menganalisis data dari sumber berbeda dalam resolusi yang lebih tinggi untuk manajemen bencana dan ketersediaan layanan publik.
e)
Mengumpulkan data pribadi masyarakat secara ekstensif untuk kebutuhan pemasaran dan promosi produk.
39.
Pembangunan jalan tol yang berhasil melancarkan jalur transportasi, namun menyebabkan pedagang kaki lima kehilangan mata pencaharian, secara kritis mengevaluasi bahwa pembangunan tersebut gagal memenuhi aspek...
a)
Pertumbuhan ekonomi (GNP) karena biaya pembangunan tidak sebanding dengan manfaatnya.
b)
Kesinambungan (sustainability) karena proyek ini tidak dapat mencukupi kebutuhan generasi yang akan datang.
c)
Keterpaduan antara pemanfaatan sumber daya manusia, buatan, dan alam.
d)
Perubahan menyeluruh (fisik dan nonfisik) karena hanya fisik yang dibangun.
e)
Keadilan sosial masyarakat lokal sebagai subjek pembangunan.
40.
Penggunaan drone untuk pengiriman barang dan robot dalam operasional gudang sangat memudahkan manusia, tetapi di sisi lain berpengaruh pada kehilangan lapangan kerja. Fenomena ini menggambarkan dilema Revolusi Industri 4.0 yang memengaruhi indikator kesejahteraan BPS, yaitu ketenagakerjaan. Mengacu pada konsep pembangunan berpusat pada manusia, tindakan prioritas yang paling tepat diambil oleh pemerintah untuk mengatasi dampak tersebut adalah...
a)
Menaikkan pajak progresif secara ekstrem pada perusahaan yang menggunakan robot untuk mendanai proyek infrastruktur fisik berskala besar.
b)
Memberikan Bantuan Langsung Tunai tanpa syarat kepada semua mantan pekerja yang terdampak otomatisasi untuk menjamin standar hidup.
c)
Menghentikan total penggunaan drone dan robot untuk melindungi sektor pekerjaan kerah biru secara mutlak.
d)
Mengalihkan seluruh anggaran pendidikan ke pembangunan gedung sekolah baru untuk meningkatkan Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) secara kuantitatif.
e)
Mewajibkan perusahaan menyediakan program pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling) yang berfokus pada literasi digital dan analisis data.