Font size
WorksheetsUKMPPD - TO 2
Total questions: 150
Worksheet time: 1hrs 15mins
Laki-laki, 34 tahun, datang ke RS karena mengeluh sering terjatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri secara tiba-tiba pada saat beraktivitas. Pasien tidak sadarkan diri dan jatuh terbaring hanya beberapa detik, kemudian pasien kembali bangkit berdiri. Hal ini sering terjadi hingga mengganggu pekerjaannya. Apa diagnosa yang tepat pada pasien ini?
Atypical absans
Atonic seizure
Grand mal seizure
Typical absans
Mioclonic seizure
Perempuan, 47 tahun, datang ke dokter dengan keluhan terdapat nyeri yang menjalar dari leher sampai ke lengan sebelah kanan, disertai rasa kebas-kebas pada jari manis dan kelingking. Pada pemeriksaan fisik tanda-tanda vital dalam batas normal, tinnel test (-), refleks fisiologis dalam batas normal, refleks patologis (-), tes Lhermitte (+). Dimanakah lokasi kelainan pada kasus pasien tersebut?
C1-C2
C5-C8
S1-S4
S1-S2
L5-S2
Laki-laki, 67 tahun, mengeluh nyeri punggung bawah sejak 6 bulan yang lalu. Keluhan terasa semakin memberat terutama saat mengangkat beban. Nyeri dirasakan menjalar sampai tungkai bawah kiri hingga ujung jari kaki. Pada hasil pemeriksaan fisik terasa kebas pada bagian depan kaki, punggung kaki dan berakhir pada ibu jari sebelah kiri. Pasien mengatakan kesulitan berjalan menggunakan tumit. Pemeriksaan fisik dijumpai Laseque test (+). Dimana letak lesi pada kasus tersebut?
Th11-Th12
Th12-L1
L4-L5
L5-S1
S2-S3
Laki-laki, 32 tahun, datang ke IGD RS setelah terjatuh dari atap rumah ketika sedang memperbaiki antena tv, posisi pasien terjatuh dengan leher tertekuk. Keadaan umum pasien sadar dan bisa berjalan dengan normal. Pada pemeriksaan fisik pasien tidak dapat melakukan gerakan abduksi, fleksi maupun rotasi bahu; lengan bawah tak dapat digerakkan dengan posisi pronasi, sedangkan tangan dan jari-jari tangan masih bisa digerakkan secara normal, kulit bahu dan lengan sebelah lateral hipoesthesi. Diagnosis pada pasien ini adalah ...
Radial palsy
Claw hand
Carpal tunnel syndrome
Erb palsy
Klumpke palsy
Perempuan, 60 tahun, dibawa ke klinik dengan keluhan kelemahan pada tubuh sebelah kanan sulit menelan saat makan. Pasien dikatakan memiliki riwayat penyakit diabetes lama. Pasien kesulitan berjalan dan menulis, sulit menjaga posisi badan. Keluhan disertai bicara pelo. Riwayat kejang dan trauma kepala disangkal. Keluhan semakin lama semakin memburuk. Pemeriksaan fisik: TD 120/80 mmHg, HR 90x/menit, RR 20x/menit, Suhu 36.8°C. Didapatkan kekuatan motoric 3333/5555.
Poliomyelitis
Guallian Barre Syndrome
Stroke Non hemoragik
Myasthenia gravis
Stroke Hemoragik
Laki-laki, 22 tahun, datang ke klinik dengan keluhan nyeri pada pergelangan tangan kanan sejak 1 minggu yang lalu. Nyeri dirasakan menjalar hingga ke jari manis dan kelingking. Sebelumnya pasien bekerja sebagai pembuat adonan mie di sebuah restuaran. Pada pemeriksaan fisik didapatkan Tinel sign (+) dan Phalen test (+) dan terdapat atrofi otot thenar. Apakah diagnosis yang mungkin untuk kasus di atas?
Cubital tunnel syndrome
Tarsal tunnel syndrome
Carpal tunnel syndrome
Guyon canal syndrome
Drop hand syndrome
Perempuan, 34 tahun, datang ke klinik dengan keluhan keempat ekstremitas lemah dan terasa kebas. Sebelumnya kelemahan dirasakan hanya pada kedua kaki kemudian diikuti kelemahan pada kedua tangan. Riwayat demam dan diare 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik kekuatan motorik ekstremitas atas dan bawah menurun, refleks fisiologis menurun, refleks patologis negatif. Dari dokter merencakan pemeriksaan lumpal pungsi, hasil apa yang akan muncul?
Shift to the right
Halo sign
Leukositosis
Disosiasi sitoalbumin
Antibodi reseptor asetilkolin
Laki-laki, 70 tahun, datang ke klinik diantar keluarganya ke klinik dengan keluhan tangan gemetar terutama saat istirahat sejak 4 bulan yang lalu. Saat berjalan langkahnya kecil dan lambat serta cenderung jatuh bila berjalan, pasien berjalan menggunakan tongkat. Tampak wajah seperti topeng dan kekakuan pada area siku. Riwayat hipertensi, stroke dan trauma disangkal. Terapi yang sebaiknya diberikan pada pasien adalah?
Pramipexole
Diazepam
Trihexyphenidil
Levodopa
Amantadine
Laki-laki, 65 tahun, datang dibawa ke IGD RS dengan keluhan penurunan kesadaran, sebelumnya pasien mengeluhkan lemah pada kaki dan tangan sebelah kanan sejak 1 jam yang lalu setelah pulang bekerja dari tambang. Keluhan sebelumnya disertai dengan nyeri kepala yang sangat hebat, bibir merot, dan bicara pelo. Dari pemeriksaan fisik didapatkan GCS 334, TD 180/100 mmHg, HR 100x/menit, suhu 36,6 C, RR 20x/menit. Dari pemeriksaan neurologis didapatkan kaku kuduk (+) dan dari CT Scan didapatkan gambaran hiperdens mengikuti sulcus dan gyrus. Apa penyebab kondisi pasien tersebut?
Pecahnya arteri meningea media
Pecahnya arteri cerebri media
Rupturnya bridging veins
Pecahnya aneurysma Berry
Pecahnya arteri basillaris
Laki-laki, 65 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan lemah pada kaki dan tangan sebelah kanan sejak 1 jam yang lalu setelah pulang bekerja dari tambang. Keluhan disertai dengan nyeri kepala yang sangat hebat, bibir merot, dan bicara pelo. Dari pemeriksaan fisik didapatkan GCS 334, TD 150/100 mmHg, HR 100x/menit, suhu 36,6 C, RR 20x/menit. Dari pemeriksaan neurologis didapatkan kaku kuduk (+) dan dari CT Scan didapatkan gambaran hiperdens mengikuti sulcus dan gyrus. Diagnosis kasus diatas adalah ...
Perdarahan intraserebral
Stroke iskemik emboli
Stroke iskemik thrombus
Perdarahan subarachnoid
Perdarahan subdural
Perempuan, 58 tahun, datang dibawa ke IGD oleh keluarganya dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 hari yang lalu. Nyeri kepala dirasakan di seluruh kepala, terus menerus, dan tidak dipengaruhi aktivitas. Riwayat trauma dan kejang (-). Dari pemeriksaan fisik, didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 92x/menit, suhu 39,1 C, RR 22x/menit. Dari pemeriksaan neurologis, didapatkan kaku kuduk (+), refleks fisiologis dalam batas normal, refleks patologis (-). Dari pemeriksaan lumbal pungsi, didapatkan cairan warna jernih, protein meningkat, glukosa normal, leukosit meningkat, sel dominasi MN. Apa diagnosis pada pasien diatas?
Meningitis bakterialis
Ensefalitis bakterialis
Ensefalitis viral
Meningitis TB
Meningitis viral
Perempuan, 56 tahun dibawa ke UGD oleh keluarganya dengan keluhan penurunan kesadaran. Sebelumnya pasien sempat mengeluhkan nyeri kepala saat bekerja. Riwayat trauma dan kejang disangkal, riwayat HT dan DM (+). Pemeriksaan GCS 225. Pemeriksaan tanda vital TD 210/100 mmHg, HR 90 x/menit, RR 25 x/menit, suhu 37.6. Meningeal sign (-), pupil bulat isokor 3 mm, defisit neurologi fokal (+) kesan lateralisasi ke sinistra, reflex patologis (+). Apa tatalaksana yang paling tepat diberikan pada pasien ini?
Manitol IV
Nikardipin IV
ISDN sublingual
Aspirin
Streptokinase
Laki-laki, 75 tahun, dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit dengan keluhan sering merasa gelisah dan terkadang suka marah-marah sejak kurang lebih 7 bulan terakhir. Pasien juga sering lupa bila telah makan. Pasien kadang tidak mengenali anaknya atau salah menyebut nama anaknya. Selain itu, pasien tampak mengurung diri dan menjadi pendiam akan tetapi diwaktu yang lain kadang merasa sangat senang dan ingin keluyuran. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, pemeriksaan fisik dalam batas normal. Apakah kemungkinan diagnosis pasien?
Demensia lewy body
Demensia vaskular
Demensia Alzhaimer
Pick's disease
Mild Cognitive Impairment
Laki-laki, 29 tahun, datang ke klinik setelah digigit anjing liar 4 hari yang lalu. Pasien merasa nyeri dan panas disertai kesemutan pada bekas luka gigitan. Selain itu, pasien terlihat sangat cemas dan bereaksi berlebihan ketika mendengar suara dan bila bersentuhan dengan air. Riwayat sebelumnya pasien demam, mual dan nyeri menelan. Kemungkinan diagnosis pasien tersebut adalah ...
Infeksi flu burung
Infeksi malaria
Infeksi rabies
Infeksi ensefalitis Japanese
Infeksi gigitan serangga
Laki-laki, 8 tahun, dibawa ke IGD karena tiba-tiba tidak bisa berjalan sejak 2 hari yang lalu. Sebelumnya pasien mengalami demam 1 minggu yang lalu, disertai batuk, mual, muntah, dan sakit kepala. Riwayat trauma disangkal. Pada pemeriksaan neurologis ditemukan kekuatan kaki kanan 5 dan kaki kiri 3. Fungsi sensoris kedua tungkai normal. Refleks fisiologis kaki kanan normal dan kaki kiri menurun. Pasien hanya bisa berbaring dan tidak dapat menggerakkan tungkai kirinya. Apakah diagnosis pada pasien?
Duchenne muscular dystrophy
Guillain-Barré syndrome
Poliomielitis
Myasthenia gravis
Kwashiorkor-Marasmus
Wanita, 43 tahun, datang ke RS dibawa oleh keluarganya karena sering mengamuk sambil berteriak kencang sampai mengganggu tetangganya serta memanggil-manggil nama-nama orang. Saat ditanya, pasien mengaku sehat dan tidak merasa sakit, hanya mengatakan pusing kepala dan marah ketika ingin dikonsultasikan ke dokter kejiwaan.
Derajat 1
Derajat 2
Derajat 3
Derajat 4
Derajat 5
Perempuan, 26 tahun, dibawa keluarganya dengan keluhan sering mendengar suara-suara gaib sejak 2 tahun yang lalu. Pasien merasa dirinya adalah penjelmaan ratu nyi roro kidul dan suara-suara tersebut adalah bisikan dari ratu kepada dirinya. Bisikan-bisikan tersebut menyebabkan pasien sulit tertidur. Pasien juga sering menggunakan pakaian dan aksesoris berwarna hijau. Apakah langkah yang selanjutnya diberikan pada pasien diatas?
Lorazepam
Lithium
Triheksilpenidil
Aripriprazole
Fluoxetin
Laki-laki, 42 tahun, dibawa keluarganya ke IGD dengan keluhan dirinya merasa bahwa ada beberapa orang laki-laki yang selalu mengikutinya kemanapun. Hal tersebut sudah terjadi sejak 3 bulan yang lalu dan setiap malam ia mengaku bahwa pembawa acara ramalan cuaca di TV sedang membicarakan tentang dirinya. Menurut keluarga, pasien juga sering tampak berbicara sendiri dirumah. Apakah gejala yang tampak pada pasien ini?
Thought broadcasting
Delusion of reference
Delusion of persecution
Thought withdrawal
Ilusion
Laki-laki, 35 tahun, pindah ke kantor baru dengan lingkungan pekerjaan yang baru. Selama di kantor pasien sering menyendiri dan menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Setiap kali diajak untuk makan siang bersama oleh teman-temannya, pasien menolak dengan berbagai alasan. Oleh karena itu, pasien tidak memiliki teman dekat baik di kantor baru maupun kantor lamanya. Pasien sebenarnya mau menyanggupi ajakan teman-teman kantornya, tetapi ia merasa tidak sepintar teman-teman kantornya dan kurang percaya diri. Kemungkinan diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah?
Gangguan Kepribadian paranoid
Gangguan Kepribadian avoidant
Gangguan Penyesuaian
Gangguan Kepribadian antisosial
Fobia Sosial
20. Perempuan, 34 tahun, datang diantar oleh keluarganya dengan keluhan tidak tidur selama berhari-hari. Pasien dikatakan sering keluar malam dengan dandanan yang sangat mencolok. Pasien sering memaki-maki tetangga sebelahnya atau orang-orang yang melewati rumahnya dengan kata-kata kasar oleh karena merasa akan dicelakai oleh orang-orang tersebut, bahkan pasien mendengar bahwa akan ada yang membunuh dirinya. Keluhan tersebut muncul secara bersamaan sejak 2 bulan terakhir ini. Apakah diagnosis yang tepat pada kasus diatas adalah?
Skizoafektif
Bipolar tipe 1 manik
Skizofrenia paranoid
Manik dengan skizofrenia
Bipolar tipe 2
Laki-laki, 30 tahun, datang bersama istrinya ke praktek dokter dengan keluhan dirinya merasa tidak nyaman dengan situasinya. Setiap kali pulang kerumah, pasien selalu mencuci tangan, kaki, dan muka hampir sebanyak 10 kali bahkan terkadang lebih. Pasien mengatakan berkali-kali merasa cemas dan terganggu apabila tidak melakukan hal tersebut. Terkadang pasien merasa murung bahkan tidak memiliki niat untuk beraktivitas. Diagnosis yang tepat pada kasus diatas adalah??
OCD tipe hoarding
OCD tipe simetrical
OCD tipe kontaminasi
Gangguan cemas menyeluruh
Gangguan penyesuaian
Laki-laki, 25 tahun, datang dibawa ke IGD oleh temannya karena tiba-tiba tidak sadarkan diri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 10, TD 90/70 mmHg, RR 10x/menit, adanya pin-point pupil, dan bising usus menurun. Pemeriksaan dermatologi ditemukan adanya needle track. Apakah tatalaksana yang paling tepat diberikan adalah?
Sertralin
Haloperidol
Solfas atropine
Morfine
Nalokson
Perempuan, 36 tahun, belum menikah, datang diantar oleh keluarganya ke praktek dokter karena pasien tidak mau keluar rumah dan hanya berdiam diri di kamarnya sejak 1 minggu terakhir. Menurut keluarganya sebelumnya pasien tidak pernah seperti ini, bahkan 6 bulan yang lalu pasien banyak bicara, sering tertawa, susah tidur, dan suka mengumpulkan barang-barang yang tidak penting dan menganggapnya sebagai hartanya sendiri. Pasien juga tampak sering mengejek orang yang ditemuinya. Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien diatas?
Haloperidol
Fluoxetin
Litium + Lamotrigine
Haloperidol + Sertralin
Amitriptilin
Laki-laki, 35 tahun, datang diantar istrinya dengan keluhan merasa tidak bertenaga, sering menangis dan tampak murung serta sulit tidur selama 3 minggu terakhir. Pasien juga sering merasa lemas, mual, tidak enak makan dan tingkat produktivitasnya di kantor mengalami penurunan. Menurut pasien, sebelumnya ia sempat dimarahi dan dipermalukan oleh pimpinannya saat salah melakukan presentasi produk di depan teman-temannya. Apakah diagnosis yang tepat pada kasus siatas?
Gangguan depresi mayor
Gangguan Penyesuaian
Gangguan stress akut
Gangguan skizoafektif
Gangguan cemas menyeluruh
Perempuan, 20 tahun, diantar oleh keluarganya ke IGD dengan keluhan mual dan muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri perut dan badan lemah. Selama 2 minggu sebelumnya pasien mengeluh sering kencing dan haus berlebihan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran menurun, pasien tampak kurus, TD 90/60 mmHg, HR 120 x/menit, RR 30 x/menit, suhu 37C. Pemeriksaan penunjang GDS 480 mg/dL, keton di urin (+). Pemeriksaan analisis gas didapatkan pH 7.0, PCO2 55, HCO3 12. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut?
Asidosis metabolik e.c hiperosmolar non ketotik
Asidosis metabolik e.c ketoasidosis diabetikum
Alkalosis metabolik e.c ketoasidosis diabetikum
Alkalosis metabolik e.c hipoglikemi hiperosmolar
Asidosis metabolik e.c hiperosmolar hiperglikemi
Perempuan, 42 tahun, ke IGD diantar oleh keluarganya dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 15 menit yang lalu. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri perut dan sesak nafas disertai mual, muntah sejak 1 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat DM sejak 5 tahun terakhir namun tidak rutin kontrol. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/60 mmHg, HR 120 x/menit, RR 29 x/menit, suhu 36,8 C. Pemeriksaan penunjang GDS 568 mg/dL, pH 7.2, HCO3 12, anion gap meningkat. Bagaimana terapi awal pada pasien
Terapi cairan NaCl 0,9%
Terapi Insulin drip
Infus kalium
Pemberian air glukosa
Natrium bikarbonat
Laki-laki, 38 tahun, dibawa ke UGD oleh keluarganya karena penurunan kesadaran sejak 30 menit yang lalu. Pasien sebelumnya mengeluh berdebar-debar, dan tidak tahan panas. Keluarga mengatakan pasien tampak semakin kurus padahal nafsu makannya meningkat. Pasien memiliki riwayat hipertiroid sejak 1 tahun yang lalu, mengkonsumsi obat rutin selama 1 tahun, namun selama 3 bulan pasien tidak meminum obat tersebut. Pada pemeriksaan didapatkan kesadaran delirium, TD 150/100 mmHg, HR 112 x/ menit, Suhu 38,5 C, RR 30x/ menit. Terdapat benjolan difus di leher. Pemeriksaan penunjang didapatkan TSH menurun disertai peningkatan fT4. Apakah diagnosis pasien tersebut?
Hipertiroid
Hipotiroid
Koma hipoglikemia
Krisis adrenal
Thyroid Storm
Perempuan, 28 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan sulit konsentrasi sejak 1 bulan terakhir. Keluhan juga disertai dengan peningkatan berat badan, menstruasi tidak teratur, dan tidak tahan terhadap dingin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/80 mmHg, HR 55 x/ menit, RR 20x/menit, suhu 38,2 C. Pemeriksaan penunjang didapatkan kadar TSH naik, fT4 menurun. Apakah terapi yang diberikan pada pasien tersebut?
PTU
Metimazol
Lugol solusio
Radiasi iodin
Levotiroksin
Perempuan, 53 tahun, datang ke poliklinik RS dengan keluhan nyeri pinggang sejak 5 bulan yang lalu. Nyeri dirasakan terus menerus sehingga pasien sering mengkonsumsi obat anti nyeri namun tidak membaik. Keluhan disertai sering pusing dan badannya lemas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 98 x/menit, suhu 37,5 C, RR 22 x/menit, konjungtiva anemis. Pemeriksaan neurologis didapatkan nyeri radikulopati setinggi C4-6. Pemeriksaan penunjang didapatkan Hb 8,2 g/dL, leukosit 8000, trombosit 250.000, serum elektrolit didapatkan kadar kalsium 120 mEq/L. Pemeriksaan x-ray lumbosacral didapatkan fraktur kompresi vertebra lumbalis dan lesi osteolitik sirkumskripta.
Multipel myeloma
Limfoma
Autoimmune disease
Leukemia
Hernia nucleus pulposus
Perempuan, 48 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan luka pada kaki kanan karena terjatuh tidak sembuh-sembuh selama 3 minggu ini. Pasien sudah berobat ke puskesmas namun tidak meminum obat. Pasien juga mengeluhkan berat badan menurun, sering lapar, sering haus dan sering buang air kecil. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 82 x/menit, RR 18x/menit, suhu 37 C. Pemeriksaan penunjang GDS 135 mg/dL. Apakah pemeriksaan paling tepat yang dilakukan selanjutnya pada pasien ini?
Pemeriksaan TTGO
Pemberian obat antidiabetes dan kontrol gula darah
Pemeriksaan GDS ulang atau persiapan pemeriksaan GDP
Pemeriksaan reduksi urine
Pemeriksaan HbA1C
Laki-laki, 32 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan perdarahan karena luka pada kaki kiri akibat digigit ular sejak 30 menit yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan kaki tampak eritema, TD 100/70 mmHg, HR 92 x/ menit, RR 22 x/menit, Suhu 37 C, kulit tampak pucat, konjungtiva anemis (+/+). Pemeriksaan penunjang didapatkan kadar Hb 9 g/dl, Trombosit 25.000 sel/µL, fibrinogen 110.000, D-dimer meningkat. Apakah diagnosis pada pasien saat ini?
Disseminated Intravascular Coagulation
Defisiensi vitamin K
Immune Thrombocytopenic Purpura
Anemia aplastik
Anemia hemolitik
Laki-laki, 36 tahun, datang ke klinik dengan keluhan mudah lelah sejak 3 minggu yang lalu. Keluhan juga disertai sulit konsentrasi dan cepat mengantuk. Pasien seorang petani yang setiap harinya sering minum teh dan kopi hingga 5 gelas perhari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 100/70 mmHg, HR 82 x/ menit, RR 20 x/menit, Suhu 37C, konjungtiva anemis (+/+), lidah tampak licin, kuku seperti sendok. Pemeriksaan penunjang didapatkan kadar Hb 9 g/dL.
Hematokrit
Tes Schilling
Serum iron, TIBC, feritin
Tes Coombs
Hb elektroforesis
Laki-laki, 15 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan badan lemas sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengatakan sering pusing, perut terasa kembung dan merasa perutnya makin membesar. Ibunya mengatakan pasien sering mendapat transfusi sejak masih kecil, ayah pasien juga mengalami hal yang sama. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/80 mmHg, HR 86 x/ menit, RR 20x/ menit, suhu 36,8C, konjungtiva anemis, hepatosplenomegali, tampak mongoloid face. Pemeriksaan penunjang darah lengkap didapatkan Hb: 7,3 g/dL. Hapusan darah tepi ditemukan sel target.
Kortikosteroid
Khelasi besi
Tranfusi PRC
Transplantasi sumsum tulang
Deferoxamine
Perempuan, 21 tahun, datang ke IGD RS diantar keluarganya dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 30 menit yang lalu. Menurut ibunya pasien mengalami demam tinggi sejak 5 hari yang lalu. Sudah dibawa ke puskesmas namun keluhan tidak membaik. Keluhan juga disertai nyeri kepala dan nyeri otot, 1 hari yang lalu muncul keluhan gusi berdarah (+), mimisan (+), bintik merah di badan dan BAB hitam disangkal. Pemeriksaan fisik didapatkan; Tekanan darah dan nadi tidak terukur, RR 28x/menit, Suhu: 39 C. Pemeriksaan penunjang laboratorium didapatkan Hb: 12 g/dL, HCT 45%, dan Trombosit 42.000/mm3, Foto thorax: efusi pleura minimal (+) Apakah tindakan selanjutnya yang paling tepat untuk pasien tersebut?
Pemberian Paracetamol 3 x 500 - 1000 mg
Pemberian cairan kristaloid 5-10 ml/Kgbb/jam dalam 1 jam
Pemberian cairan kristaloid 20 ml/Kgbb secepatnya dalam 20-30 menit
Pemberian cairan koloid 20 ml/kgBB
Rujuk
Anak laki-laki, 10 tahun, dibawa ke IGD RS dengan keluhan penurunan kesadaran. Sebelumnya pasien mengeluh mual, muntah, dan sedikit pusing. Beberapa jam sebelumnya pasien makan singkong dalam jumlah banyak. Dari pemeriksaan fisik didapatkan napas cepat, TD 80/palpasi, HR 120x/ menit, RR 32x/ menit, suhu 37,8C, dan dilakukan tindakan intubasi, bilas lambung serta pemberian Na
thiosulfat 25%. Apa penyebab keluhan pada pasien tersebut?
Organofosfat
Asetaminofen
Karbonmonoksida
Asam sianida
Hidrokarbon
Perempuan, 25 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan tidak kencing sudah 2 hari. Sebelumnya pasien mengeluh diare dan muntah-muntah sejak 3 hari yang lalu. Kemudian oleh orang tuanya pasien dipuasakan agar tidak muntah lagi. Namun setelah itu pasien minum banyak namun pasien tidak kencing selama 2 hari. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/60 mmHg, HR 110x/ menit, RR 22x/ menit, suhu 37C, konjungtiva anemis (-), bibir kering, turgor kulit menurun. Apakah diagnosis pada pasien?
Gagal ginjal akut
Gagal ginjal kronik
Glomerulonefritis
Uretritis
Nefritis
Perempuan, 50 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak dan muntah. Disertai bengkak pada kedua kaki. Riwayat penyakit diabetes mellitus dialami dalam 5 tahun ini namun tidak pernah meminum obat. Pemeriksaan fisik didapatkan berat badan 60 kg, TD 160/100 mmHg, HR 96 x/menit, RR 26 x/menit, suhu 37 C. Tampak edema pada kedua kaki. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 7 g/dl, ureum 425 mg/dl, kreatinin 33 mg/dl. Pemeriksaan USG didapatkan ukuran kedua ginjal mengecil, densitas cortex meningkat, batas medula cortex kabur. Apakah diagnosis fungsional pada pasien saat ini?
Sindroma nefritik akut
Syndrome nefrotik
Acute renal failure
Acute kidn
Chronic kidney diseases
Laki-laki, 30 tahun, datang ke IGD dengan keluhan demam sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan juga disertai menggigil, berkeringat, nyeri otot, mual dan muntah. 2 minggu yang lalu pasien pulang dinas dari papua. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 90x/ menit, RR 22x/ menit, suhu 39,2C. Pemeriksaan konjungtiva tampak anemis, sklera ikterik (+). Pada pemeriksaan darah tepi didapatkan parasit berbentuk sausage, mauer dot (+).
Malaria Ovale
Malaria falciparum
Malaria vivax
Malaria malariae
Malaria leprae
Laki-laki, 35 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri ulu hati sejak 1 hari yang lalu. Pasien sering mengalami keluhan seperti ini apabila terlambat makan. Keluhan menghilang saat pasien makan atau minum obat. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 85 x/ menit, RR 18 x/ menit, suhu 37C. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat pada pasien ini?
Ultrasonografi + Urea breath test
Urea breath test + Endoskopi
Endoskopi + Barium meal
Barium meal + Urea breath test
Darah lengkap + Endoskopi
Perempuan, 55 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan perut membesar sejak 3 minggu yang lalu. Keluhan disertai rasa tidak nyaman diperut, mual dan muntah. Pasien juga mengatakan berat badan semakin menurun. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 98 x/ menit, RR 20 x/ menit, suhu 37,2 C dan konjungtiva anemis (+), ikterus (+), hepar teraba keras berdungkul dungkul, teraba 4 cm dibawah arcus costae, kedua tungkai edema. Saat masih remaja pasien sering mengkonsumsi alkohol. Pemeriksaan penunjang didapatkan IgG anti HCV (+), AFP 560 ng/ml. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ini?
Sirosis Hepatis
Mioma uteri
Hepatitis C akut
Hepatitis B
Hepatocellular carcinoma
Laki-laki, 60 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri perut kanan. Keluhan disertai demam tinggi hingga menggigil, menurut pasien beberapa bulan terakhir berat badannya menurun dan perut terasa tidak nyaman. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 100/80 mmHg, HR 90x/ menit, RR 18x/ menit, suhu 38,5 C. Nyeri tekan abdomen kuadran kanan atas, hepatomegaly(+), icterus(+). Pada gambaran USG didapatkan hypoechoic dengan internal echoes. Apa kemungkinan diagnosis pada pasien tersebut?
Abses hepar
Hepatoma
Kista hepar
Kolelitiasis
Hepatitis akut
Laki-laki, 29 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan seperti ada yang berjalan di telinga kanan saat pasien bangun tidur. Pemeriksaan fisik : TD: 110/70 mmHg, HR: 80x/menit RR: 20x/menit, suhu: 36 c. Pemeriksaan otoskopi telinga kanan didapatkan adanya serangga yang masih hidup. Apakah tatalaksana pada pasien ini …
Tetes karbogliserin
Mengeluarkan serangga dengan forcep
Irigasi dengan air dingin
Bunuh serangga dengan air
Bunuh serangga menggunakan lidokain spray
Anak laki-laki, 3 tahun, datang ke poliklinik bersama ibunya dengan keluhan hidung berbau sejak 1 minggu. Ibu pasien juga mengeluhkan sejak 2 hari ini anaknya demam dan keluar secret berwarna kuning kehijauan. Pemeriksaan fisik dijumpai HR 80 x/menit RR: 20 x/menit, suhu: 38c. Pemeriksaan rinoskopi anterior didapatkan secret kental disertai krusta kuning kehijauan dihidung kanan. Apakah tatalaksana pada pasien ini …
Irigasi sinus
Ekstraksi korpus alienum
Antibiotik topikal + ekstraksi korpus alienum
Pemberian nasal dekongesta
Antibiotik oral + ekstraksi korpus alienum
Perempuan, 25 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 6 bulan yang lalu. Keluhan disertai dengan keluar cairan berwarna kekuningan dan nyeri kepala. Dari pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, HR 60 x/menit, RR 16x/menit, suhu 37,9c. Pemeriksaan otoskopi didapatkan sekret mukopurulen, MT perforasi di pars flasida. Apakah diagnosa yang tepat pada pasien ini adalah ...
Otitis media kronik benigna
Otitis media kronik stadium perforasi
Otitis eksterna maligna
Otitis media kronik maligna
Otitis kronik eksaserbasi akut
Perempuan, 25 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada telinga kanan sejak 6 bulan yang lalu. Keluhan disertai dengan keluar cairan berwarna kekuningan dan nyeri kepala. Dari pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, HR 60 x/menit, RR 16x/menit, suhu 37,9c. Pemeriksaan otoskopi didapatkan sekret mukopurulen, MT perforasi di pars flasida. Apakah komplikasi intrakranial yang dapat terjadi pada pasien ini ....
Meningitis
Labirinitis
Abses bezold
Abses ektra-dura
Abses subperiostal
Laki-laki, 30 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan batuk dan pilek sejak 5 hari. Keluhan disertai dengan suara serak. Pasien merupakan seorang guru. Dari pemeriksaan fisik dilakukan pemeriksaan pemeriksaan laringoskopi didapatkan laring edema dan hiperemi. Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien ini adalah ....
BedRest dan banyak minum air putih
Antibiotik
Antipiretik
Dekongestan
Insisi drainase
Anak laki-laki, 6 tahun, datang ke polilinik diantar ibunya dengan keluhan sulit menelan sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan demam dan nyeri bila menelan. Riwayat 1 minggu yang lalu batuk, pilek dan nyeri saat menelan. Riwayat sakit nyeri menelan sudah dialami selama 6 bulan ini. Mulut terasa kaku. Dari pemeriksaan fisik HR: 120 x/menit, RR: 24/menit, suhu: 39C. Pemeriksaan tonsil didapatkan tonsil membesar T3/T1, uvula terdorong kearah sehat. Dilakukan aspirasi didapatkan darah. Apakah diagnosa yang tepat pada kasus pasien ini adalah ...
Abses quency
Abses peritonsiler
Infiltrat peritonsiler
Tonsilitis akut
Tonsilitis difteri
Perempuan, 18 tahun, datang dengan keluhan keluar cairan dari telinga kiri sejak 3 hari yang lalu. Cairan keluar terus menerus walaupun sudah dibersihkan. Keluhan diawali oleh batuk dan pilek. Riwayat berenang 1 minggu yang lalu di kolam renang umum. Dari pemeriksaan otoskopi didapatkan sekret mukopurulen di liang telinga kiri, MT perforasi. Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien ini adalah …
Antibiotik, antipiretik
Antibiotik, miringotomi
Antibiotik, analgesik
Miringotomi, dekongestan
Antibiotik, cuci telinga dengan H2O2
Wanita, 45 tahun, datang ke poliklinik umum dengan keluhan kepala pusing berputar terutama dipicu saat perubahan posisi kepala, selain pusing berputar pasien juga mengeluhkan mual dan muntah. Pemeriksaan fisik TD 110/70 mmHg, HR 80 x /menit, RR 16 x/menit, suhu 36.5C. Diagnosa yang tepat adalah …
BPPV
Vertigo perifer
Vertigo central
Meniere disease
Motion sickness
Seorang wanita berusia 45 tahun datang ke poliklinik umum dengan keluhan kepala pusing berputar terutama dipicu saat perubahan posisi kepala, disertai mual dan muntah. Pemeriksaan fisik menunjukkan TD 110/70 mmHg. HR 80 x /menit, RR 16 x/menit, suhu 36.5C. Tatalaksana non-farmakologi yang
dapat dilakukan oleh pasien dirumah adalah ...
Diuretik
Dix Hallpike maneuver
Brandt daroff
Epley maneuver
Betahistine mesilate
Laki-laki, 40 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan sesak napas, disertai demam dan batuk-batuk. Keluhan sudah dirasakan sejak 6 hari yang lalu, namun pasien memiliki riwayat berlibur dari China bersama teman sekantor 2 minggu yang lalu. Riwayat sesak kambuh-kambuhan sebelumnya disangkal, riwayat merokok sejak 10 tahun. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 90 x/menit, RR 23x/menit, suhu 38,5 C, pemeriksaan auskultasi didapatkan rhonki, hasil foto thorax didapatkan gambaran pneumonia, kemudian oleh dokter diusulkan pemeriksaan lanjutan PCR coronavirus dan hasilnya (+). Apakah status definisi kasus yang tepat pada pasien ini?
Definite covid-19
Probable covid-19
Confirmed covid-19
Suspect covid-19
Possible covid-19
Laki-laki, 35 tahun, datang ke poliklinik paru dengan keluhan sesak napas dan batuk kering sejak 5 bulan yang lalu. Riwayat sesak kambuh-kambuhan sebelumnya disangkal. Dari anamnesis pasien merupakan pekerja tambang sejak 15 tahun dan jarang memakai masker saat bekerja. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 87x/menit, RR 24x/menit, suhu 36,7C, pemeriksaan penunjang foto thorax didapatkan gambaran ground glass appearance. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Asbestosis
Byssinosis
Black lung
White lung
Silikosis
Laki-laki, 47 tahun, datang ke poliklinik paru dengan keluhan sesak napas dan batuk kering sejak 3 bulan yang lalu. Riwayat sesak kambuh-kambuhan sebelumnya disangkal. Dari anamnesis pasien merupakan pekerja tambang sejak 25 tahun dan jarang memakai masker saat bekerja. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 87x/menit, RR 28x/menit, suhu 36,7C, pemeriksaan penunjang foto thorax didapatkan gambaran ground glass appearance. Apakah factor resiko yang paling mungkin pada pasien ini?
Debu silika
Paparan asbes
Paparan kapas
Paparan karbon
Infeksi bakteri
54. Perempuan, 21 tahun, dibawa ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan sesak napas berat, pasien susah untuk diajak komunikasi, dalam 1 bulan ini keluhan sesak kambuh hampir setiap hari, pasien sering mengalami sesak napas sejak umur 4 tahun. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 100/70 mmHg, HR 125x/menit, RR 38 x/menit, suhu 36,8C. Apakah tatalaksana farmakologi awal yang tepat untuk keluhan pasien?
Inhalasi LABA
Inhalasi SABA
Inhalasi steroid dosis rendah
Inhalasi steroid dosis sedang
Inhalasi steroid dosis tinggi
Laki-laki, 49 tahun, dibawa ke IGD Rumah Sakit dengan batuk dan demam tinggi. 2 hari ini batuk berdahak dengan bau amis dan berwarna anchovy. Saat ini pasien menderita tuberkulosis dan sedang mengonsumsi OAT. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 140/90 mmHg, HR 93x/menit, RR 30x/menit, suhu 39,5C Pada pemeriksaan perkusi didapatkan suara redup dan auskultasi terdengar amforik. Pemeriksaan penunjang DL hasil WBC 14.000, foto thorax didapatkan gambaran kavitas dengan air fluid level. Apakah tatalaksana farmakologi yang dapat diberikan untuk mencegah komplikasi pada pasien ini?
Clindamycin per oral
Clindamycin intravena
Doksisiklin per oral
Doksisiklin mg intravena
Laki-laki, 68 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan batuk berdarah sejak 3 bulan yang lalu disertai berat badan yang semakin menurun, pasien juga mengeluh bahwa ada nyeri dada sebelah kiri. Pasien merupakan seorang perokok sudah 20 tahun ini. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90 mmHg, HR 96x/menit, RR 26x/menit, suhu 37,2C, pada pemeriksaan perkusi didapatkan perkusi pekak pada lapang paru kiri, pada palpasi didapatkan pembesaran kelenjar getah bening supraklavikula kiri. Hasil PA menunjukkan adanya proses keratinisasi dan pembentukan bridge intraselular. Sementara hasil pemeriksaan foto thorax didapatkan hasil sebagai berikut:
Aspergilosis
Bronkiektasis
Abses paru
Karsinoma paru
Efusi pleura
Laki-laki, 55 tahun, dibawa ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan sesak napas, pasien juga mengeluh nyeri dada saat menarik dan membuang napas. Pasien juga mengeluh badan bengkak. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/100 mmHg, HR 96x/menit, RR 30x/menit, suhu 37,8C. Pada pemeriksaan palpasi didapatkan penurunan fremitus. Pemeriksaan penunjang didapatkan proteinuria +3, hematuria -, serta hipolalbuminemia, setelah dilakukan pungsi didapatkan data berat jenis 1,015, LDH 100, rivalta (-).
Efusi pleura eksudat ec sindrom nefritik
Efusi pleura eksudat ec sindrom nefrotik
Efusi pleura eksudat ec obliterasi glomerulus
Efusi pleura transudat ec sindrom nefrotik
Efusi pleura transudat ec sindrom nefritik
Laki-laki, 75 tahun, dibawa ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan sesak napas disertai mengi dan batuk berdahak. Keluhan sesak sudah dirasakan sejak 4 tahun yang lalu, namun semenjak 2 hari yang lalu sesak semakin memberat disertai demam dan batuk berdahak purulen. Pasien memiliki riwayat sudah merokok sejak 25 tahun yang lalu dan menghabiskan sekitar 3-4 pak perhari. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90 mmHg, HR 87x/menit, RR 32x/menit, suhu 36,7C. Pada pemeriksaan penunjang foto thorax didapatkan gambaran emfisematous lung dengan pelebaran sela iga. Apakah tatalaksana awal yang tepat sesuai kondisi pada pasien ini?
Oksigenasi
Salbutamol inhalasi
Mukolitik
LABA
Ipratropium bromide
Laki-laki, 58 tahun, datang dengan keluhan nyeri dada sejak 3 jam yang lalu. Nyeri dada seperti tertindih beban berat. Nyeri dada menjalar ke bahu kiri. Keluhan disertai dengan mual dan keringat dingin. Dari pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 170/110 mmhg, HR 100 x/menit, RR 28 x/menit, Suhu 36,2. EKG didapatkan hasil sebagai berikut. Apakah terapi definitif pada pasien di atas?
Fibrinolitik
PCI Primer
Heparinisasi
Antikoagulan
Oksigen
Perempuan, 65 tahun, diantar berobat oleh anaknya karena sering mengeluh sesak hilang timbul dan terkadang mengeluh nyeri dada kiri yang tembus ke punggung dan membaik dengan istirahat. Dari hasil pemeriksaan fisik kesan dalam batas normal dan hasil EKG tampak Q patologis pada lead II,III,avF seperti pada gambar berikut. Diagnosis paling tepat pada pasien tersebut adalah?
ACS
UAP
STEMI
NSTEMI
OMI
Laki-laki, 68 tahun, datang ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan nyeri dada sejak 1 jam yang lalu, nyeri menjalar ke leher dan rahang. Pasien juga mengeluhkan keringat dingin dan agak gelisah. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan dislipidemia. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 90/60 mmHg, HR 110 x/menit. Gambaran EKG menunjukkan elevasi segmen ST di sadapan inferior. Yang manakah mekanisme berikut ini yang paling mungkin sebagai penyebab keluhan di atas ?
Vaskulitis
Miokarditis
Aortic inflammation
Aterosklerosis
Pericardial inflammation
Laki-laki, 32 tahun, datang dengan keluhan nyeri dada yang menjalar ke lengan sehingga pasien terbangun sekitar 3 jam yang lalu, nyeri berkurang sudah istirahat. Riwayat hiperkolesterolemia dan merokok. Pasien memiliki TB 165 cm dengan BB 98 kg. Pemeriksaan tanda vital TD 130/80 mmHg, HR 90 x/menit, RR 22 x/menit. EKG dan enzim jantung dalam batas normal. Diagnosa yang paling tepat adalah?
NSTEMI
STEMI
Angina crescendo
Angina pektoris stabil
Dekompensatio kordis
Perempuan, 40 tahun, datang dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 hari lalu. Hasil pemeriksaan tanda vital TD 160/90 mmHg sudah diperiksa 4 kali pada waktu kontrol yang berbeda. Tatalaksana yang paling tepat pada pasien ini adalah?
Propranolol
Isosorbid Dinitrat
Furosemide
Spironolakton
Thiazid
Perempuan, 59 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri dada kiri yang menjalar hingga tangan kiri. Nyeri biasanya dirasakan saat beraktivitas berat, berlangsung selama 25 menit, namun disertai keringat dingin. Pemeriksaan EKG tampak ST elevasi I, avL, V5, V6. Apakah terapi farmakologi utama pada kondisi pasien ini?
Nitrat sublingual
Simvastatin 1 x 10 mg PO
Furosemide
Aspirin 320 mg PO
Captopril 1 x 25 mg
Laki-laki, 60 tahun, datang kontrol ke dokter saat ini pasien tidak ada keluhan. Terdapat riwayat hipertensi sejak lama rutin minum obat. Pemeriksaan fisik TD 170/100 mmHg, HR 80x/menit, RR 20 x/menit dan suhu 37C. Berapakah target tekanan darah pasien diatas menurut JNC VIII?
140/90
130/80
150/90
120/80
160/90
Laki-laki, 40 tahun, dibawa ke IGD karena penurunan kesadaran, saat diperiksa nadi karotis tidak teraba, dilakukan pemasangan monitor dan didapatkan gambaran sebagai berikut. Apa tatalaksana yang tepat untuk pasien tersebut?
Kardioversi 100 J
Defibrilasi 200 J Bifasik
Defibrilasi 360 J Bifasik
Resusitasi Jantung Paruparu
Amiodaron 150 mg IV
Anak perempuan, 2 tahun, datang ke poliklinik dibawa oleh ibunya dengan keluhan penurunan penglihatan terutama malam hari dan sering mengucek mata. Pada pemeriksaan didapatkan gambaran seperti ini. Berapakah grade klasifikasi menurut WHO pada pasien ini?
X 1-A
X 1-B
X 2
X 3
X 3-B
Anak perempuan, 5 tahun, datang dengan keluhan benjolan pada kelopak mata kiri bawah sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan tidak disertai dengan nyeri, kemerahan, maupun bintik putih ditengah. Pada pemeriksaan didapatkan benjolan di palpebra inferior ukuran diameter ±7 mm, konsistensi keras, dan tidak nyeri. Apakah tatalaksana yang tepat?
Eksisi + antibiotik
Antibiotik topikal
Insisi vertical + kuretase
Kompres hangat
Kompres dingin
Laki-laki, 55 tahun, datang dengan keluhan pandangan buram pada mata kiri. Keluhan dirasakan 6 bulan ini secara perlahan. Keluhan buram seperti berasap. Tidak disertai keluhan nyeri maupun mengganjal. Pada pemeriksaan didapatkan VOD 6/6, VOS 2/60, lensa tampak keruh sebagian, iris shadow (+), fundus reflex(+). Pasien tidak memiliki riwayat penyakit lain. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
OS Katarak matur
OS Katarak imatur
OD Katarak imatur
OD Katarak matur
OS Katarak hiper matur
Laki-laki, 27 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan mata kanan terasa mengganjal dan nyeri sejak 1 jam yang lalu. Keluhan disertai mata merah. Pada pemeriksaan didapatkan VOD 4/60, injeksi ciliar (+), dan ditemukan benda asing di kornea. Pasien bekerja sebagai tukang las. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah ...
Katarak traumatik
Keratitis
Keratokonjungtivitis
Ulkus kornea
Konjungtivitis
Anak, 8 tahun, datang dengan ibunya mengeluh anaknya sering diejek oleh temannya karena gerakan bola mata yang aneh. Saat dokter melakukan pemeriksaan, tampak pasien saat disuruh melihat ke kanan bawah, mata sebelah kiri bergerak ke kanan bawah, sedangkan mata kanan posisi tetap. Saraf manakah yang mengalami kelainan ...
N. Cranialis III
N. Cranialis IV
N. Cranialis V
N. Cranialis VI
N. Cranialis VII
Perempuan, 5 tahun, datang dengan keluhan mata kanan juling. Pada pemeriksaan didapatkan hasil VOS 6/6 VOD 2/60 dengan koreksi S-6,50 → 6/15, pada pemeriksaan posisi bola mata didapatkan pada mata kanan cahaya jatuh tepi pupil bagian lateral sedangkan mata kiri cahaya jatuh ditengah. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
Esotropia
Esoforia
Eksoforia
Epikantus
Eksotropia
Laki-laki, 60 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanan cekot-cekot sejak kemarin. Keluhan diserta mata merah dan nyeri dibelakang mata. Pada pemeriksaan didapatkan VOD 2/60, injeksi konjungtiva, kornea jernih, bilik mata depan dalam, kapsul lensa mengkerut, keruh merata dan TIO 38 mmHg. Funduskopi tidak dapat dinilai. Apa diagnosa yang tepat pada pasien ini?
Glaukoma akut
Glaukoma fakomorfik
Glaukoma lensa posterior
Glaukoma fakolitik
Glaukoma sudut tertutup
Anak laki-laki, 3 tahun, dibawa oleh ibunya ke puskesmas dengan keluhan kedua kelopak mata bengkak dan nyeri. Keluhan dirasakan sejak 3 hari yang lalu disertai dengan seperti kotoran mata yang mengeras di bulu mata berwarna kuning. Pada pemeriksaan didapatkan kelopak mata kanan dan kiri tampak edema dan terdapat krusta kekuningan, ulserasi (-). Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
Blefaritis anterior
Blefaritis posterior
Blefaritis staphylococcus
Blefaritis seboroik
Herpes zoster ophtalmika
Laki-laki, 17 tahun, mengeluh mata kanan merah sejak 1 hari yang lalu. Sebelumnya mata kanan nya terkena bola tenis saat bermain. Visus OS 6/6, OD 6/60. Pada mata kanan didapatkan konjungtiva bulbi hiperemis (+), COA dijumpai darah 3⁄4 bagian. Pemeriksaan mata kiri normal. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
Hematoma palpebra
Hifema
Hematoma subkonjungtiva
Subluksasi lensa
Dislokasi lensa
Perempuan, 22 tahun, P1A0 dirujuk ke IGD RS setelah sebelumnya melahirkan di Puskesmas. Pasien melahirkan pervaginam dengan BBL 3100 gram. Telah dilakukan manajemen kala III namun plasenta tak kunjung lahir setelah setengah jam post bayi lahir. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 100/60 mmHg, HR 100 x/menit, RR 20x/menit, dan suhu 36,5C. Tatalaksana pada kasus ini?
Management kala III
Oksitosin drip
Manual plasenta
Reposisi uteri
Masase uterus
Perempuan, 22 tahun, P1A0 dirujuk ke IGD RS setelah sebelumnya melahirkan di Puskesmas. Pasien melahirkan pervaginam dengan BBL 3100 gram. Telah dilakukan manajemen kala III namun plasenta tak kunjung lahir setelah setengah jam post bayi lahir. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 100/60 mmHg, HR 100 x/menit, RR 20x/menit, dan suhu 36,5C. Apakah diagnosis pada kasus ini?
Kala II memanjang
Kala III memanjang
Solusio plasenta
Retensio plasenta
Sisa plasenta
Perempuan, 30 tahun, dibawa ke IGD RS karena nyeri perut sejak 8 jam yang lalu. Keluar darah sedikit-sedikit dari kemaluan. Pasien sedang hamil anak pertama, perkiraan usia kehamilan 12 minggu. Riwayat penggunaan kontrasepsi 2 tahun yang lalu. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 90/60 mmHg, HR 100 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 36,6C. Pada pemeriksaan dalam didapatkan serviks tertutup, perdarahan (+), cavum douglas menonjol, nyeri goyang portio (+). Apakah
diagnosis pada kasus ini?
Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik terganggu
Abortus insipiens
Abortus iminen
Mola hidatidosa
Wanita, 34 tahun, G2P0A1 usia kehamilan 14 minggu datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri perut sejak sehari yang lalu. Keluar darah sedikit-sedikit dari jalan lahir. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 90 x/menit, RR 18 x/menit, suhu 36,5C. Pemeriksaan fisik didapatkan TFU setinggi simfisis. Pemeriksaan dalam didapatkan serviks terbuka, jaringan (+), perdarahan (+). Apakah diagnosis pada kasus tersebut?
Missed Abortion
Abortus insipiens
Abortus iminen
Abortus inkomplit
Abortus komplit
Wanita, 33 tahun, dibawa ke IGD RS karena perdarahan dari jalan lahir. Pasien sedang hamil anak kedua, perkiraan usia kehamilan 14 minggu. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 80 x/menit, RR 18 x/menit, suhu 36,6C, TFU setinggi pusat. Pada pemeriksaan dalam didapatkan bercak darah (+), serviks terbuka, jaringan (+) seperti anggur. Apakah diagnosis paling mungkin pada kasus ini?
Mola hidatidosa
Abortus insipiens
Abortus inkomplit
Abortus komplit
Kehamilan ektopik
Perempuan, 24 tahun, datang ke RS dengan keluhan nyeri perut setiap menstruasi. Hal ini terjadi sejak 1 tahun terakhir dan memberat 4 bulan ini. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 88 x/menit, RR 18 x/menit, suhu 36,5C. Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya ditemukan adanya jaringan endometrium di luar cavum uteri. Apakah diagnosis yang tepat pada kasus ini?
Hiperplasia endometrium
Hipertrofi endometrium
Adenomiosis
Endometriosis
Mioma uteri
Wanita, 37 tahun, G3P2A0, usia kehamilan 38 minggu dibawa ke UGD RS karena nyeri perut sejak 2 jam yang lalu. Riwayat keluar cairan atau darah dari jalan lahir disangkal. Riwayat trauma disangkal. Riwayat persalinan pertama dan kedua secara SC karena bayi besar. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 90/60 mmHg, HR 110 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 36,5 C. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan dan bandl’s ring (+).
Solusio plasenta
Sisa plasenta
Atonia uteri
Ruptur perineum
Ruptur uteri
Perempuan, 29 tahun datang ke RS dengan keluhan keluar darah dari kemaluan pasca senggama. Ini sudah terjadi sebanyak 7 kali dalam sebulan terakhir. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 84 x/menit, RR 16 x/menit, suhu 36,6C. Pada pemeriksaan inspekuIo ditemukan multiple nodule, di sekitar ostium uteri, diameter bervariasi 2 - 4 cm, eritema, konsistensi kenyal dan bertangkai. Apakah tatalaksana yang tepat pada kasus ini?
Insisi dan drainase
Marsupialisasi
Insisi kemudian eksisi
Eksisi
Ekstirpasi
Wanita, 32 tahun, datang ke Puskesmas untuk kontrol kandungannya. Pasien mengandung anak pertama, perkiraan usia kandungan 23 minggu. Tidak ada keluhan. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 160/90 mmHg, HR 88 x/menit, RR 18 x/menit, suhu 36,5C. Riwayat darah tinggi sebelum hamil (+). Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini?
Preeklampsia
Eklampsia
Hipertensi gestasional
Hipertensi kronis
Hipertensi emergensi
Perempuan, 27 tahun, datang ke Praktik Dokter Umum dengan keluhan menstruasi tidak lancar. Selama 4 bulan terakhir pasien hanya menstruasi sebanyak 2 kali dengan durasi 4 hari. Sebelumnya haid selalu lancar tiap bulan dengan durasi 5-6 hari. Pasien tidak sedang dalam pengobatan apapun. Apakah yang terjadi pada pasien ini?
Hipomenore
Oligomenore
Polimenore
Menoragia
Metroragia
Perempuan, 22 tahun, datang ke Puskesmas karena nyeri perut sejak 2 jam yang lalu. Pasien sedang hamil anak pertama, perkiraan usia kehamilan 37 minggu. Sebelumnya keluar cairan dari jalan lahir sejak semalam. Cairan berwarna jernih, tidak ada lendir dan darah. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 88 x/menit, RR 20 x/menit dan suhu 36,5°C. Pemeriksaan leopold TFU 36 cm, letak kepala, janin belum masuk PAP, His 2x 10’ 20”, DJJ 143 x/menit. Pemeriksaan dalam didapatkan : pembukaan serviks (-), darah (-). Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus ini?
Ketuban pecah dini
Inpartu kala I fase laten
Inpartu kala I fase aktif
Kala II
Kala II memanjang
Perempuan, 22 tahun, datang ke UGD RS karena nyeri perut sejak 6 jam yang lalu. Pasien sedang mengandung anak pertama, perkiraan usia kehamilan 35 minggu. Keluar cairan dari jalan lahir sejak 3 jam yang lalu. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 80 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 36,6C. Pemeriksaan fisik didapatkan letak kepala, his 4x 10’ 35”, DJJ 157 x/menit..Pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan lengkap. Pasien kemudian dipimpin untuk bersalin. Apakah diagnosis yang tepat pada kasus ini?
Ketuban pecah dini
Persalinan preterm
Persalinan aterm
Persalinan postterm
Persalinan normal
Perempuan, 29 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 38 minggu dibawa ke UGD RS karena perdarahan dari jalan lahir sejak 3 jam yang lalu. Sebelumnya perut pasien sempat tersenggol meja saat sedang memasak. Keluhan disertai nyeri perut dirasakan hebat. Riwayat sebelumnya pasien sering pergi ke dukun untuk dipijit-pijit karena janin letak lintang. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 100/60 mmHg, HR 84 x/menit, RR 18 x/menit, suhu 36,5C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TFU 30 cm, perdarahan aktif (+), darah berwarna hitam. Apakah penyebab terjadinya kasus di atas?
Riwayat trauma
Multiparitas
Riwayat SC
Usia tua
Hidramnion
Perempuan, 23 tahun, datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kandungannya. Ini adalah kehamilan pertama dan juga kunjungan pertama. Pasien tidak ingat HPHT-nya. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 86 x/menit, RR 18 x/menit, dan suhu 36,6C. Pemeriksaan fisik didapatkan TFU setinggi 2 jari di bawah pusat. Berapakah perkiraan usia kehamilan pasien?
20 minggu
18 minggu
16 minggu
14 minggu
12 minggu
Wanita, 34 tahun, G2P1A0 usia kehamilan 37 minggu datang ke IGD RS karena nyeri perut sejak kemarin. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 120/70 mmHg, HR 86 x/menit, RR 18 x/menit, dan suhu 36,6C. Pemeriksaan fisik ditemukan His 4x 10’ 35”, DJJ 153 x/menit. Pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 5 cm. ketuban (+), lendir darah (+). Kemudian dokter memutuskan untuk dilakukan observasi. Kapan dilakukan pemeriksaan dalam selanjutnya untuk mengetahui pembukaan serviks?
4 jam
3 jam
2 jam
1 jam
30 menit
Perempuan, 27 tahun, datang ke RS untuk screening. Pasien sedang hamil anak pertama, perkiraan usia kehamilan 10 minggu. Tidak ada keluhan. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium didapatkan IgM toxoplasma (+) dan IgG toxoplasma (+). Pasien merupakan pecinta kucing.
Pemberian asam folat dosis tinggi
Spiramycin + asam folat
Spiramycin + sulfadiazine
Primetamine + sulfadiazine
Sulfadiazine
Wanita, 63 tahun datang ke RS dengan keluhan terdapat benjolan di kemaluan sejak 2 bulan yang lalu. Hal ini membuat pasien merasa tidak nyaman dan kadang nyeri. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 100/60 mmHg, HR 86 x/menit, RR 18 x/menit, suhu 36,3C. Pemeriksaan genetalia tampak serviks uteri menonjol keluar di introitus vagina. Apakah diagnosis pada kasus ini?
Prolaps uteri
Prolaps rekti
Inversio uteri
Mioma uteri
Polip uteri
Perempuan, 29 tahun, P2A0 dirujuk ke IGD RS karena penurunan kesadaran. Pasien post partum 3 jam yang lalu di Puskesmas dengan BBL 3500 gram, plasenta lahir lengkap. Terjadi perdarahan masif. Pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 90/60 mmHg, HR 110 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 36,2C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan keluar dari kemaluan, dengan permukaan tidak rata, perdarahan aktif (+). Kontraksi uterus tidak dapat dievaluasi. Apakah diagnosis pada kasus ini?
Retensio plasenta
Sisa plasenta
Atonia uteri
Ruptur uteri
Inversio uteri
Laki-laki, 45 tahun, datang ke IGD mengeluh mual muntah disertai BAB cair 5 hari. Setelah diperiksa dokter memutuskan agar pasien dirawat inap. Pasien adalah seorang bapak yang memiliki seorang istri dan 2 orang anak, bekerja sebagai buruh pabrik dan memiliki BPJS dengan menerima bantuan iuran dari pemerintah. Pelayanan BPJS maksimal yang bisa pasien dapatkan adalah?
Kelas I
Kelas II
Kelas III
Kelas VIP
Tergantung keinginan pasien
Pada sebuah area kerja puskesmas didapatkan populasi bayi sebanyak 1000 jiwa, bayi yang memiliki KMS sebanyak 650 bayi. Bayi yang dibawa ke posyandu bulan ini sebanyak 400 bayi, yang mengalami kenaikan berat badan sebanyak 250 bayi. Berapakan nilai keberhasilan program pada puskesmas tersebut?
650/1000
400/1000
250/1000
400/650
250/400
Di sebuah PKM akan dilakukan sebuah penyuluhan mengenai pentingnya Imunisasi campak. Dokter mengevaluasi jumlah perawat yang mampu memberikan edukasi kepada para Ibu ataupun keluarga yang ikut hadir. Ternyata diperoleh sebanyak 20 orang yang dapat ikut dalam penyuluhan ini. Apakah Indikator sistem yang tercermin dalam evaluasi tersebut?
Input
Proses
Outcome
Output
Impact
Seorang dokter puskesmas ingin melakukan penelitian mengenai uji diagnostic alat skrining TB baru. Berikut adalah hasil uji diagnostic alat skrining tersebut: Berapakah nilai duga negative / negative predictive value uji diagnostic tersebut?
True Positive (TP) (Sakit TB +, Skrining +): 40
False Negative (FN) (Sakit TB +, Skrining -): 50
False Positive (FP) (Sakit TB -, Skrining +): 10
True Negative (TN) (Sakit TB -, Skrining -): 200
a. 210/260
b. 210/240
c. 200/230
d. 200/250
e. 200/410
Laki-laki, 20 tahun, dibawa orang tuanya ke IGD karena berusaha bunuh diri dengan menggunakan pisau di dalam kamarnya. Setelah dilakukan pemeriksaan pasien membutuhkan rawat inap. Saat di administrasi, orang tua pasien diminta untuk membayar biaya pengobatan pada pasien, namun orang tua pasien tidak mau membayar karena pasien telah didaftarkan untuk BPJS. Apa yang harus dilakukan?
Merubah diagnosis pasien agar dapat ditanggung jaminan Kesehatan
Menjelaskan ke orang tua bahwa sakit yang diderita pasien tidak bisa ditanggung jaminan Kesehatan
Menyuruh pasien pindah ke FKTP lain
Menyuruh pasien periksa ke dokter praktek pribadi
Merubah terapi agar dapat ditanggung oleh jaminan kesehatan
Dokter A ingin melakukan penelitian tentang hubungan merokok dengan Diabetes Mellitus. Faktor risiko merokok yang terdiri dari dua Kelompok: Kelompok merokok dan kelompok tidak merokok dan diabetes dibagi menjadi diabetes dan tidak diabetes. Jumlah sample 100 orang. Uji statistik yang paling tepat dilakukan adalah?
Uji t-test berpasangan
Uji ANOVA
Uji t-test tidak berpasangan
Uji Kruskall Wallis
Uji chi Square
Laki laki, 35 tahun, datang ke Puskesmas karena keluhan gatal tidak kunjung membaik sejak 1 bulan yang lalu. Gatal terutama dirasakan pada lipat lengan, ketiak, serta lipat paha dan skrotum. Keluhan gatal biasa memberat pada malam hari. Pasien baru keluar dari penjara, dan teman satu sel di penjara banyak yang alami keluhan serupa sebelumnya. Pasien sudah pernah berobat ke dokter dan diberikan obat gatal namun tidak kunjung membaik. Dari pemeriksaan fisik tampak adanya terowongan dengan ujung papul di daerah pergelangan tangan bagian volar serta lipat ketiak dan skrotum pasien. Apakah obat pilihan utama yang paling sesuai untuk kondisi ini?
Permethrin krim 1 %
Permethrin krim 5 %
Lindane krim 1%
Benzil benzoate emulsi 25%
Ivermectin tablet
Laki-laki, 40 tahun, datang ke klinik dengan keluhan keluar cairan kental berwarna putih di ujung muara saluran kencing. Pasien bekerja sebagai supir truk antar kota. Tidak terdapat luka pada penis. Klinik anda tidak memiliki fasilitas pemeriksaan penunjang yang sesuai. Terapi yang tepat sesuai kasus ini adalah?
Cefixime 400mg (1 hari) + Doxycyclin 2x100mg (1hari)
Cefixime 400mg (1 hari) + Doxycyclin 2x100mg (7 hari)
Cefixime 400mg (7 hari) + Doxycyclin 2x100mg (1 hari)
Cefixime 400mg (7 hari) + Doxycyclin 2x100mg (7 hari)
Cefixime 400mg (7 hari) + Doxycyclin 2x100mg (14 hari)
Wanita, 30 tahun, datang dengan keluhan muncul bintik kemerahan yang menyebar pada wajah sejak 2 minggu ini. Pasien merupakan seorang sekretaris kantor dan keluhan dirasakan sangat mengganggu penampilan. Pasien baru saja mencoba cream abal-abal yang dibeli di toko online. Pada pemeriksaan ditemukan komedo lebih dari 20, papul pustule lebih dari 50, dan ditemukan nodul 7. diagnosis pada kasus ini adalah?
Acne vulgaris derajat ringan
Acne vulgaris derajat sedang
Acne vulgaris derajat berat
Erupsi acneidormis
Furunkolitis
Perempuan, 45 tahun, datang dengan keluhan bercak kecoklatan kedua pipi 1 tahun tanpa disertai rasa gatal, panas atau semakin meluas. Dari anamnesis diperoleh bahwa pasien adalah pengguna KB suntik sejak 7 tahun. Pemeriksaan dermatologi ditemukan macula hiperpigmentasi ireguler batas tegas di daerah fasial, malar, dan mandibular. Kemungkinan diagnosis yang paling tepat?
Melasma
Freckles
Lentigo
Nevus Pigmentosus
Vitiligo
Wanita, 35 tahun, datang ke dokter umum karena keluhan rambut rontok sejak 1 bulan yang lalu. Pasien tidak merasakan gatal. Pada bagian kepala muncul bagian yang bentuk oval tidak berambut dan mengganggu penampilan. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan exclamation mark hair (+), pada rambut dicabut tampak bulbus atrofi. Hair pull test (+). Apakah penanganan yang sesuai untuk kasus diatas?
Antijamur sistemik
Antibiotik sistemik
Antivirus sistemik
Injeksi steroid intralesi
Konsul ke psikiatrik
Laki laki, 25 tahun, datang ke Puskesmas karena keluhan gatal kemerahan pada kedua tangan. Kondisi ini dialami sejak 1 minggu terakhir. Pasien adalah seorang pekerja bangunan dan sering mengaduk semen. Pada pemeriksaan status dermatologis oleh dokter ditemukan vesikel dasar eritematosa, disertai edema, skuama, dan erosi pada telapak tangan dan sela jari. Pemeriksaan apakah yang dapat dilakukan setelah pasien sembuh untuk menunjang diagnosa?
Uji tempel
Uji tzanc
Uji tusuk
Uji gores
Uji provokasi
Laki-laki, 28 tahun, datang ke dokter karena keluhan muncul lenting kulit di daerah kemaluan, serta sekitar mulut seperti sariawan. Pasien juga mengeluhkan Panas pada area bibir dan genital disertai demam ringan dan sakit kepala sebelum muncul luka. Pasien memiliki faktor resiko riwayat hubungan seksual dengan wanita pekerja seks. Pada pemeriksaan fisik tampak adanya lesi berupa vesikel berkelompok dengan dasar eritematosa pada area batang penis dan sekitar mulut, serta adanya erosi pada bibir dan genital. Apakah diagnosa yang sesuai untuk pasien dengan kondisi diatas?
Herpes zoster
Limfogranuloma venereum
Herpes simpleks
Ulkus molle
Ulkus durum
Laki laki, 35 tahun, datang ke dokter karena keluhan bercak ruam kemerahan yang dialami sejak 3 hari yang lalu. Kulit dan mulut pasien juga kemerahan serta timbul lenting lenting. Mata terasa panas dan kemerahan. Sebelumnya pasien batuk, riwayat minum obat batuk tablet putih dan kaplet putih dari toko obat yang dibeli bebas. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak compos mentis, TD 120/80, HR 102 x/menit, RR 20x/menit, Suhu 38.5 0C. Pada pemeriksaan dermatologis ditemukan macula eritematosa dan papul multipel disertai vesikel dan bula tersebar diskret di seluruh tubuh hingga membrane mukosa mulut, disertai lesi sanguinolenta. Nikolsky sign (+). Apakah diagnosis pasien dengan kondisi diatas yang sesuai?
Toxic Epidermal Necrolysis
Steven Johnson Syndrome
Erythema multiforme
SSSS
Pemfigoid bulosa
Perempuan, 20 tahun, seorang atlet olahraga lari, datang ke Puskesmas karena keluhan muncul bercak putih pada bagian badan, leher, kulit lipat lengan, dan tengkuk. Keluhan disertai rasa gatal dan dialami sejak 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan dermatologikus didapatkan makula hipopigmentasi disertai skuama halus. Pemeriksaan lanjutan menggunakan lampu Wood didapatkan fluoresensi kuning keemasan. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus diatas?
Pityriasis versicolor
Tinea corporis
Tinea cruris
Pityriasis alba
Tinea facialis
Laki-laki, 75 tahun, datang dengan keluhan kuku kaki dan tangannya berwarna kuning. Hal ini dialami dalam 5 hari ini. Riwayat trauma (-). Pasien mengatakan jarang mencuci kaos kakinya dan tidak sering membersihkan kaki setelah beraktivitas. Setelah dilakukan pemeriksaan penunjang ditemukan adanya hifa dan spora, apa tatalaksana untuk pasien tersebut?
Griseovulfin 6 minggu
Terbinafin 1 minggu
Ketokonazol 7 hari
Terbinafin 12 minggu
Flukonazol dosis tunggal
Perempuan, 20 tahun, datang dengan keluhan gatal di tepi muka yang sudah dialami dalam 1 minggu ini. Keluan dirasakan memberat terutama ketika pasien berkeringat. Pasien merupakan seorang atlit dan terkadang malas mandi. Pemeriksaan dermato ditemukan macula eritema, tepi meninggi dan lebih gatal disertai hiperemis. Manakah yang tampak pada pemeriksaan KOH ..
Hifa Panjang dengan blastospora
Hifa pendek dengan blastosora
Hifa pendek dengan arthospora
Hifa Panjang dengan arthospora
Hifa pendek tanpa spora
Laki laki, 30 tahun, datang dengan keluhan kulit bersisik di siku dan lutut. Hal ini dirasakan sudah sejak remaja. Pasien juga mengeluhkan kukunya tampak tidak rata. Pada pemeriksaan dermatologikus ditemukan skuama kasar tebal berwarna putih keabu-abuan. Dijumpai bintik-bintik perdarahan(+) Diagnosis pasien ini?
Psoriasis vulgaris
Neurodermatitis
Liken simpleks kronis
Dermatitis atopi
Ichtiosis vulgaris
Laki laki, 46 tahun, datang dengan keluhan bengkak dan kemerahan pada tungkai bawah. Keluhan disertai cairan kuning dan krusta kehitaman dan ulkus dasar kotor. Pasien sebelumnya digigit serangga dan digaruk hingga muncul luka. Tanda vital dijumpai febris (+). Manakah pengobatan yang tepat untuk pasien ini?
Salep metronidazole
Krim hidrokortison
Krim miconazole
Salep mupirocin
Krim betametason
Laki-laki, 30 tahun, datang ke RS karena keluhan muncul nyeri pada area punggung kanan yang dirasakan memberat sejak 2 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan munculnya bintik berisi air pada area yang nyeri. Pasien merasa pusing dan sempat alami demam ringan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan lesi vesikel dan papul multiple dasar eritematosa yang terdistribusi unilateral sesuai dermatome. Apakah pengobatan yang sesuai pada kondisi diatas?
Asiklovir 4x800 mg
Valasiklovir 3x1000 mg
Famsiklovir 3x500 mg
Valasiklovir 2x1000 mg
Asiklovir 5x400 mg
Perempuan, 24 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan sakit perut berulang disertai sakit kepala dan punggung, terkadang disertai penurunan nafsu seksual. Dari hasil pemeriksaan tidak didapatkan kelainan dan pasien direncanakan untuk dirujuk ke psikiater. Pasien menolak karena merasa dirinya tidak sakit jiwa dan menuntut agar dirujuk ke dokter penyakit dalam untuk dilakukan endoskopi. Apakah prima facie yang terjadi pada kasus ini?
Autonomy dan Non-Maleficence
Autonomy dan Beneficence
Justice dan Autonomy
Beneficence dan Non-Maleficence
Honesty dan Fidelity
Perempuan, 58 tahun, dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya dengan keluhan batuk lebih dari satu bulan dan curiga terinfeksi TBC. Pasien kemudian dianjurkan dokter untuk dilakukan pemeriksaan sputum dahak dan foto rontgen dada. Keluarga menyetujuinya, namun keluarga juga minta dilakukan pemeriksaan lain yang tidak ada hubungannya dengan penyakit pasien. Apakah tindakan yang tepat
untuk dilakukan dokter tersebut?
Mengabulkan permintaan keluarga pasien karena keluarga sanggup membayar dan sesuai dengan kaidah autonomy
Mengabulkan permintaan keluarga pasien karena rumah sakit akan untung dan sesuai dengan kaidah Beneficence
Menolak permintaan keluarga pasien karena tidak sesuai indikasi, sebagaimana kaidah Non-Malenefficence
Menolak permintaan keluarga pasien dan mengedukasinya, karena sesuai kaidah Honestly
Menolak permintaan keluarga pasien karena tidak sesuai indikasi, sebagaimana kaidah Beneficence
Seorang perempuan tanpa identitas, dibawa ke Rumah Sakit karena kecelakaan lalu lintas. Pasien tidak sadar sejak ditemukan oleh penolong. Pada pemeriksaan, dokter menduga terdapat perdarahan intracranial dan merencanakan tindakan craniotomi. Keluarga pasien masih dicari oleh pihak polisi. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan tindakan tanpa persetujuan dari pasien dan keluarga. Bagaimanakah tindakan dokter tersebut?
Benar, sesuai kaidah non maleficence dan berdasarkan presumed consent
Salah, tidak menunggu keluarga pasien untuk persetujuan inform consent
Benar, sesuai kaidah beneficence dan berdasar emergency consent
Salah, tidak menghormati autonomy pasien dan meminta persetujuan pada pasien
Benar, sesuai kaidah beneficence meskipun tanpa menghormati autonomy pasien
Perempuan, 40 tahun, datang ke Rumah Sakit dibawa oleh anaknya yang berusia 19 tahun dan pamannya dengan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan kesadaran didapatkan hasil GCS 10. Pasien diketahui telah minum alkohol oplosan. Anak pasien mengatakan bahwa ibunya jadi sering mabuk-mabukan setelah bercerai 1 tahun yang lalu. Dokter meminta persetujuan untuk melakukan tindakan. Siapakah yang harus memberikan informed consent?
Anak Pasien
Suami Pasien
Saudara kandung pasien
Orangtua pasien
Emergency jadi tidak perlu informed consent
Seorang laki-laki, 22 tahun, datang ke rumah sakit untuk berobat. Pasien mengatakan bahwa dia memiliki alergi obat golongan penicillin dan diberikan terapi antibiotik yang lain. Pada saat disuntikan obat oleh perawat, ternyata obat tersebut bukan obat untuk pasien tersebut, melainkan untuk pasien lain. Diketahui bahwa obat yang disuntikan tadi berisi Vitamin B kompleks dan tidak akan menimbulkan efek samping pada pasien. Apakah insiden yang terjadi pada kasus tersebut?
Kejadian Hampir Cedera
Kejadian Mau Cedera
Kejadian Tidak Terjadi
Kejadian Sentinel
Kejadian Tidak Cedera
Sebuah klinik swasta mempekerjakan seorang dokter umum. Dokter tersebut telah bekerja dan berpraktik aktif sebagai dokter umum di klinik tersebut tersebut selama beberapa minggu. Ketika terjadi sidak, diketahui bahwa ternyata surat tanda registrasi dokter tersebut masih dalam tahap pengurusan dan belum terbit, karena dokter tersebut baru saja lulus ujian negara. Apakah sanksi yang mengancam dokter umum tersebut?
Sanksi Etik berupa skorsing praktik paling lama satu tahun
Sanksi Pidana Penjara paling lama empat tahun
Sanksi Sosial berupa layanan sosial yang ditetapkan hakim
Sanksi Pidana ringan berupa teguran keras
Sanksi Pidana denda paling banyak seratus juta
Bayi, 8 bulan, dibawa ibunya periksa ke RS karena keluhan terdapat benjolan di punggung yang mulai muncul sejak lahir dan makin lama semakin membesar. Pasien juga dikeluhkan belum bisa tengkurap. Riwayat kelahiran normal pervaginam di bidan, usia cukup bulan, BBL 2600 gram, langsung menangis. Dokter selanjutnya melakukan pemeriksaan USG dan didapatkan defek neural tube pada lumbosakral. Apakah etiologi kelainan pada pasien?
Defisiensi Fe
Defisiensi asam folat
Infeksi Toksoplasma
Infeksi CMV
Infeksi Rubella
Bayi, 1 bulan, dibawa ibunya ke dokter karena keluhan kepala nya semakin membesar. Riwayat lahir pervaginam usia kehamilan 34 minggu BBL 2600 gram. Bayi lahir langsung menangis namun didapatkan lingkar kepala > 2 SD dan ditemukan korioretinitis. Hasil CT scan menunjukkan gambaran kalsifikasi. Apakah kemungkinan yang menyebabkan kondisi tersebut?
Infeksi Toksoplasma
Infeksi CMV
Infeksi TB
Infeksi Rubella
Infeksi Campak
Bayi, 1 bulan, dibawa ke Puskesmas oleh ibunya karena pada kedua mata tampak bintik berwarna putih sejak lahir. Bayi juga dikeluhkan terlihat tenang saat terdengar suara pintu tertutup dengan kencang. Riwayat persalinan normal pevaginam, cukup bulan, berat badan lahir 2800 gram, Apgar Score 7-9. Riwayat ibu sempat demam saat awal kehamilan dan memiliki kebiasaan makan sate kambing. Pemeriksaan fisik didapatkan ruam blue berry muffin. Apakah kemungkinan penyebab kondisi bayi tersebut?
Infeksi Rubella
Infeksi Toxoplasma
Infeksi Cytomegalovirus
Infeksi HPV
Infeksi Varicella Zooster Virus
Perempuan, 7 tahun, datang dengan keluhan nyeri perut sejak 3 hari yang lalu. Disertai mual tanpa muntah, lemas dan nafsu makan turun. Akhir-akhir ini pasien juga dikeluhkan berat badan turun. Riwayat keluarga sering makan steak daging. Pemeriksaan fisik tanda vital normal, konjungtiva normal, pemeriksaan toraks, abdomen dalam batas normal. Pada pemeriksaan feses rutin didapatkan typeworm proglottid. Apakah pengobatan yang tepat?
Mebendazol 500 mg dosis tunggal
Albendazol 400 mg dosis tunggal
Pirantel pamoat 10 mg/kgbb dosis tunggal
Praziquantel 10 mg/kgbb dosis tunggal
Metronidazole 3 x 500mg 7 hari
Anak laki-laki, 11 tahun, dibawa ibunya ke dokter datang keluhan diare sejak 3 hari ini. Diare cair disertai lendir darah sebanyak 5-6 x/hari. Keluhan juga disertai mual muntah. Pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal, tidak didapatkan tanda dehidrasi. BB 50 kg. Pada pemeriksaan feses ditemukan trofozoit Entamoeba hystolitica. Apakah penatalaksanaan yang tepat?
Siprofloksasin 2 x 500mg
Doksisiklin 1 x 100 mg
Tetrasiklin 3 x 500 mg
Metronidazol 3 x 500mg
Cotrimoksazol 2 x 960mg
Anak laki-laki, 11 tahun, dibawa ibunya ke dokter datang keluhan diare sejak 3 hari ini. Diare cair disertai lendir darah sebanyak 5-6 x/hari. Keluhan juga disertai mual muntah. Pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal, tidak didapatkan tanda dehidrasi. BB 50 kg. Pada pemeriksaan feses ditemukan trofozoit Entamoeba hystolitica. Apakah komplikasi yang dapat terjadi apabila tidak diobati?
Abses hepar
Ulkus peptikum
Prolaps recti
Loeffler syndrome
PID
Anak laki-laki, 5 tahun, datang bersama ibunya ke dokter dengan keluhan BAB cair sejak 3 hari yang lalu. BAB >10x/hari, berbau amis, dan berwarna seperti cucian beras. Keluhan juga disertai mual dan muntah. Anak tampak lemas mulai satu hari ini. Pemeriksaan fisik HR 120 x/menit, RR 28 x/menit, suhu 37.6, didapatkan mata cowong, mukosa mulut kering, turgor kembali lambat. Apakah diagnosis?
Amoebiasis
Shigelosis
Balantidiasis
Kolera
Giardiasis
Anak perempuan, 2 tahun, dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan lemas sejak satu hari ini. Pasien juga dikeluhkan kurus dibandingkan anak seusianya. Riwayat anak tidak suka makan, tidak minum susu ataupun ASI. Pemeriksaan GCS 456, HR 130 x/menit, RR 30 x/menit, suhu 36C. Pemeriksaan fisik wajah tampak tua, otot atrofi, kulit keriput, iga gambang (+) dan baggy pants (+). BB 9 kg, TB 75 cm. Apakah diagnosis pasien?
Marasmus
Marasmus kwashiorkor
Kwashiorkor
Stunting
Gizi buruk
Bayi, 2 bulan, dibawa ibunya ke Puskesmas karena jadwalnya imunisasi. Riwayat imunisasi terakhir BCG saat usia 1 bulan. Riwayat bayi lahir normal pervaginam di RS, cukup bulan dan BBLN. Namun didapatkan riwayat kakak pasien terkena leukemia dan saat ini menjalani kemoterapi. Bayi saat ini tidak ada keluhan, minum ASI dengan baik. Pemeriksaan fisik bayi aktif, lain-lain dalam batas normal. Setelah dokter memberikan vaksin DPT-HepB-Hib, vaksin apa lagi yang dapat diberikan?
Pneumococcus
Rotavirus
Polio
Influenza
Varicella
Anak perempuan, 14 tahun, diantar orangtuanya ke UGD dengan keluhan nyeri perut dan muntah sejak kemarin. Selama 2 minggu yang lalu, pasien sering mengeluhkan sering haus, dan mudah lapar sehingga sering makan, namun BB justru menurun drastis. Saat dokter melakukan pemeriksaan GCS pasien 2 3 4, dari tanda-tanda vital dan pemeriksaan fisik didapatkan TD 70/50 HR 134 x/menit lemah, suhu 35.2C, RR 32 x/menit cepat dan dalam, akral kering. Pemeriksaan GDS 610 g/dL, pH 7,1 tekanan parsial karbon dioksida 46 mmHG, bikarbonat 18 mmol/L, keton pada urin +3.
Berikan NaCl 0,9% sebanyak 20 ml/kgBB/1 jam
Insulin 0,5-1 U/kgbb
Insulin rapid 0,05-0,1 U/kg/BB/jam syringe pump
Berikan cairan NaCl 3% sebanyak 10-20 cc/kgBB/1 jam
Berikan cairan Asering sebanyak 10-20 cc/kgBB/1 jam
Anak laki-laki, 3 tahun, diantar ibunya ke Puskesmas dengan keluhan pertumbuhan lebih lambat dibandingkan teman sebayanya. Menurut keterangan ibunya, pasien tidak ada keluhan, beraktivitas seperti biasa dan bermain dengan normal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan bunyi jantung tambahan sistolik murmur di intercostal II parasternal kiri grade 3/6 yang menjalar sampai ke apeks. Berdasarkan kurva WHO didapatkan BB/TB -2 SD. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk kasus di atas?
ASD
VSD
PDA
Insufisiensi Mitral
Regurgitasi Mitral
Anak perempuan, 8 tahun, diantar ibunya ke IGD RS dengan keluhan timbul bintik-bintik merah di kedua tungkai bawah sejak satu hari yang lalu. Ibu pasien mengeluhkan bahwa satu hari yang lalu terdapat beberapa bintik merah di kedua tungkai bawah dan dua jam kemudian bertambah banyak. Keluhan disertai nyeri di kedua lutut sehingga pasien sulit berjalan. Pasien juga mengeluh mual, nyeri perut dan BAB berwarna kehitaman. Semua keluhan ini terjadi hampir bersamaan. Tidak ada keluhan demam. Apakah diagnosis yang mungkin pada pasien tersebut?
Henoch-Schonlein Purpura
Immune Thrombocytopenic Purpura
Disseminated Intravascular Coagulation
Hemolytic Uremic Syndrome
Dengue Hemorrhagic Fever
Anak perempuan, 10 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan demam. Keluhan sudah dirasakan pasien sejak 4 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan mimisan dan gusi berdarah. Riwayat keluhan yang sama sebelumnya (-). Hasil pemeriksaan fisik TD 110/70 mmHg, HR 90x/menit, RR 20x/menit, suhu 38C. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan hemoglobin 10 gr/dl, leukosit 7000/uL, trombosit 44.000/uL, hematokrit 43%. Hasil uji serologi apakah yang tepat untuk kasus diatas?
IgM Anti Dengue (-), IgG Anti Dengue (-)
IgM Anti Dengue (+), Anti Dengue IgG (-)
IgM Anti Dengue (+), IgG Anti Dengue (-), NS1 (+)
IgM Anti Dengue (+), IgG Anti Dengue (-), NS1 (-)
IgM Anti Dengue (+), IgG Anti Dengue (+), NS1 (+)
Anak laki-laki, 23 bulan, dibawa ibunya ke IGD RS dengan keluhan diare sejak 3 hari yang lalu. Diare cair tanpa lendir-darah 3-5 kali/hari. Keluhan diare sering dialami pasien sejak 6 bulan terakhir. Setiap kali diberi makan, pasien selalu muntah. Dalam kesehariannya, pasien hanya makan 1x/hari berupa singkong atau mie instan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum lemas, tampak sakit berat, otot hipotrofi dan jaringan subcutis sangat sedikit, serta terdapat oedem pada dorsum pedis. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien di atas?
KEP I
KEP II
KEP marasmus
KEP kwarshiorkor
KEP marasmus-kwarshiorkor
Bayi laki-laki berusia 10 bulan dibawa ibunya periksa karena belum bisa tengkurap dan belum mengeluarkan suara selain menangis. Riwayat pasien pernah kuning lama dan sering BAB tidak lancar. Pasien juga dikeluhkan tampak lebih pendek dibanding anak seusianya. Riwayat lahir normal pervaginam di bidan, BBL 3200 gram, Apgar Score 7/9. Pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal, namun didapatkan makroglosi, kulit kering dan perut buncit dengan hernia umbilical. Apakah pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis?
FT4 dan TSH
GnRH
Growth hormone
Trigliserid
GDA
Anak perempuan, 7 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan sesak nafas sejak 3 jam yang lalu. Keluhan didahului adanya batuk berdahak sejak 2 hari ini. Pasien memiliki riwayat asma. Pemeriksaan fisik HR 120 x/menit, RR 36 x/menit, suhu 36C, wheezing pada seluruh lapang paru. Saat ini pasien sudah dilakukan pemasangan oksigen 2Lpm dan nebul salbutamol tetapi keluhan tidak berkurang. Apa yang harus dilakukan selanjutnya?
Pemasangan oksigen via NRBM 10 lpm
Kortikosteroid IV
Nebul salbutamol ulang
Injeksi antibiotik
Drip aminofilin
Seorang petugas polisi datang ke rumah sakit membawa pasien dengan keluhan trauma pada dada, polisi mengatakan pasien adalah korban penganiayaan sekelompok preman. Kemudian polisi meminta secara verbal kepada dokter untuk membuat keterangan berupa visum untuk keperluan penyidikan, akan tetapi ditolak oleh dokter. Apakah hal yang mendasari penolakan pembuatan visum tersebut?
Pasal 133 KUHAP
Pasal 134 KUHAP
Pasal 120 KUHAP
Pasal 33 KUHAP
Pasal 150 KUHAP
Seorang laki-laki usia 38 tahun datang ke rumah sakit diantar oleh polisi. Laki-laki tersebut diduga merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga. Korban mengaku dipukul dengan benda tumpul oleh suaminya dua hari yang lalu. Polisi kemudian meminta dokter untuk memeriksanya dan meminta laporan hasil pemeriksaan tersebut. Apakah bentuk laporan yang dokter sampaikan?
Hasil anamnesis mekanisme dan kronologis hari kejadian
Hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien saat itu juga
Hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik dua hari yang lalu
Hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik setelah perawatan pada pasien
Hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik sekarang dan dua hari yang lalu
Laki-laki, 33 tahun, ditemukan tewas tergantung di kamar kosnya. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan bukti bahwa korban digantung setelah meninggal, sehingga dinyatakan bahwa korban tidak bunuh diri melainkan dibunuh. Apakah hasil pemeriksaan yang membuktikan korban dibunuh?
Terdapat bintik-bintik di mata
Tidak ada jejas jeratan di leher dan simpul mati
Terdapat bendungan (kongesti) organ-organ
Terdapat biru-biru di ujung jari
Terdapat biru-biru di punggung
Laki-laki, 56 tahun, ditemukan oleh anaknya telah tewas di kasurnya pada pagi hari. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Apakah kemungkinan yang menyebabkan korban meninggal?
Smothering
Gagging
Choking
Hanging
Drowning
Laki-laki, 26 tahun, dibawa ke Rumah Sakit setelah tewas mendadak. Diketahui bahwa sebelum tewas, korban sempat diberikan minuman oleh teman korban. Setelah meminum minuman tersebut, korban kemudian mengalami kejang, sesak nafas hebat, disertai penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan, didapatkan lebam jenazah berwarna merah terang dan terdapat gas berbau almond dari mulut dan hidung ketika dada korban ditekan. Apakah kemungkinan penyebab kematian korban?
Keracunan As2O3
Keracunan N2
Keracunan Asam Jengkolat
Keracunan H2S
Keracunan CN
Laki laki, 30 tahun, diantar teman kerjanya ke UGD karena terkena bara api. Pasien merupakan petugas pemadam kebakaran yang sedang menjalankan tugas. Pada pemeriksaan didapatkan luka bakar berwarna merah disertai bula dan nyeri pada seluruh lengan kanan, perut dan punggung bawah. Berapa luas luka bakar pada pasien ini?
27%
22.5 %
18 %
15.75 %
9%
Laki-laki, 45 tahun diantar ke UGD karena kecelakaan lalu lintas 15 menit yang lalu. Pasien mengendarai sepeda motor kemudian dada kiri menabrak pembatas jalan. Pasien tampak kesakitan dan sesak, TD 100/60 mmHg, HR 98x/m, RR 24x/m, suhu 37C. Tampak luka terbuka pada dada kiri dan tampak keluar gelembung udara. Perkusi hipersonor pada dada kiri. Tidak tampak peningkatan vena jugular. Apakah diagnosis yang paling tepat pada pasien tersebut?
Open pneumothoraks
Simple pneumothoraks
Tension pneumothoraks
Flail chest
Hematothoraks
Laki-laki, 45 tahun diantar ke UGD karena kecelakaan lalu lintas 15 menit yang lalu. Pasien mengendarai sepeda motor kemudian dada kiri menabrak pembatas jalan. Pasien tampak kesakitan dan sesak, TD 100/60 mmHg, HR 98x/m, RR 24x/m, suhu 37C. Tampak luka terbuka pada dada kiri dan tampak keluar gelembung udara. Perkusi hipersonor pada dada kiri. Tidak tampak peningkatan vena jugular.
Needle decompression
Intubasi
Pungsi pleura
Plester 3 sisi
WSD
Seorang ayah membawa anaknya berusia 6 bulan ke UGD karena sulit BAB sejak kemarin malam. Bayi tampak menangis keras. Pada pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Perut tampak distended, bising usus meningkat. Dokter jaga kemudian mengusulkan dilakukan pemeriksaan radiologi dan didapatkan hasil gambaran seperti ini. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
Atresia duodenum
Atresia ani
Stenosis pilorus
Volvulus
Megacolon kongenital
Laki-laki, 45 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan BAB berdarah sejak 1 tahun ini, keluhan ini dirasakan hilang timbul, dengan darah merah segar. Pasien mengaku terdapat benjolan yang keluar dari anus dan dapat masuk dengan sendirinya. Apakah penanganan yang tepat pada pasien ini?
Rendam duduk
Lifestyle modification
Perawatan Hemoroid
Skleroterapi
Rubber band ligation
Laki-laki, 25 tahun, datang dengan keluhan kepala pusing, nyeri dan muntah dalam 1 hari ini. 3 hari lalu pasien mengalami kecelakaan saat mengendarai motor, saat ini pasien sadar penuh. Pada pemeriksaan tanda vital: TD 140/90 mmHg, HR 88x/mnt, RR 20x/mnt, suhu 37 C. Tampak luka baret di daerah wajah. Saat dilakukan CT Scan ditemukan gambaran crescent.
Perdarahan subdural
Perdarahan epidural
Perdarahan subarachnoid
Perdarahan intrakranial
Tumor Cerebri
Laki-laki, 35 tahun, dibawa ke IGD setelah mengalami luka bakar akibat ledakan gas LPG. Pasien mengatakan kejadiannya sekitar 1 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan luas luka bakar grade II-III 25%. BB pasien 80kg. Berapakah cairan yang harus diberikan berdasarkan formula baxter dalam 8 jam pertama?
3600 ml
4000 ml
5600 ml
7200 ml
8000 ml
Seorang laki-laki, 20 tahun, korban kecelakaan dibawa ke IGD RS oleh polisi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan mata terbuka hanya saat dipanggil, bicara dalam kalimat tapi tidak jelas dan dapat melokalisir nyeri. Berapakah GCS pasien ini?
E3V3M2
E2V2M3
E3V4M4
E3V4M5
E3V3M3
Laki-laki, 30 tahun, datang di UGD diantar warga karena korban tabrak lari. Pasien mengalami penurunan kesadaran disertai sesak nafas tanda vital TD 90/60mmHg, HR 100x/m. Tampak JVP meningkat. Status lokalis tampak jejas di dada kiri. Inspeksi: ketinggalan bernafas (+). Perkusi hipersonor kedua lapang paru. Auskultasi paru suara menghilang pada lapang paru kanan. Bagaimanakah gambaran radiologi yang mungkin ditemukan pada kasus ini?
Area hiperlucent avascular pada dada kanan
Tampak globuler shaped apperance pada jantung
Tampak emfisematus lung
Tampak boot shape apperance pada jantung
Tampak meniscus sign pada dada kanan
Laki-laki, 30 tahun, datang di UGD diantar warga karena korban tabrak lari. Pasien mengalami penurunan kesadaran disertai sesak nafas tanda vital TD 90/60mmHg, HR 100x/m. Tampak JVP meningkat. Status lokalis tampak jejas di dada kiri. Inspeksi: ketinggalan bernafas (+). Perkusi hipersonor kedua lapang paru. Auskultasi paru suara menghilang pada lapang paru kanan. Bagaimanakah diagnosis pada kasus ini?
Tension pneumothoraks
Open pneumothoraks
Simple pneumothoraks
Hematothoraks
Flail chest
