wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Manajemen 4.1 Pengambilan Keputusan

Total questions: 67

Worksheet time: 34mins

Name
Class
Date
1.

Bagaimana seorang manajer dapat meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan dalam menghadapi masalah dan kesempatan di organisasi?

a)

Dengan hanya mengikuti intuisi tanpa analisis

b)

Dengan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan mendukung pengambilan keputusan

c)

Dengan mengabaikan masalah yang muncul

d)

Dengan menunda pengambilan keputusan sampai masalah hilang sendiri

2.

Hubungan antara masalah dan kesempatan dalam organisasi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan jika organisasi mampu memberikan solusi yang memenuhi kebutuhan konsumen. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat?

a)

Masalah dan kesempatan selalu terpisah dan tidak saling berkaitan

b)

Masalah dapat berubah menjadi kesempatan jika organisasi mampu memberikan solusi yang memenuhi kebutuhan konsumen

c)

Kesempatan hanya muncul jika tidak ada masalah dalam organisasi

d)

Masalah harus dihindari agar kesempatan dapat dimanfaatkan

3.

Seorang konsumen mengeluh karena kemasan produk sulit dibuka. Bagaimana organisasi dapat merencanakan solusi strategis untuk mengubah masalah ini menjadi kesempatan?

a)

Membiarkan keluhan konsumen tanpa tindakan

b)

Mengganti kemasan agar mudah dibuka sehingga konsumen puas dan penjualan meningkat

c)

Menurunkan harga produk tanpa memperbaiki kemasan

d)

Mengurangi jumlah produk di pasaran

4.

Bagaimana seorang manajer dapat mengidentifikasi adanya masalah dalam penjualan produk berdasarkan pengalaman masa lalu, dan mengapa pola historis yang terputus dapat menjadi indikator masalah?

a)

Dengan membandingkan penjualan tahun ini dengan tahun sebelumnya; pola historis yang terputus menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan harapan.

b)

Dengan hanya melihat laporan keuangan; pola historis yang terputus tidak relevan.

c)

Dengan mengabaikan data absensi; pola historis yang terputus selalu normal.

d)

Dengan menunggu keluhan konsumen; pola historis yang terputus tidak penting.

5.

Jelaskan bagaimana metode brainstorming dan dialectical inquiry dapat membantu membedakan antara masalah dan kesempatan dalam organisasi, serta bagaimana proses analisis dilakukan pada masing-masing metode.

a)

Brainstorming mengumpulkan semua alternatif pemecahan masalah secara bertahap, sedangkan dialectical inquiry menganalisis dengan membuat asumsi tertentu dan membantahnya untuk menemukan solusi yang lebih baik.

b)

Brainstorming hanya digunakan untuk masalah kecil, sedangkan dialectical inquiry untuk masalah besar tanpa analisis asumsi.

c)

Brainstorming dan dialectical inquiry sama-sama tidak memerlukan analisis alternatif.

d)

Brainstorming fokus pada satu solusi, sedangkan dialectical inquiry tidak menggunakan asumsi.

6.

Analisislah mengapa lingkungan eksternal dapat menjadi sumber informasi masalah bagi organisasi, dan berikan contoh bagaimana pesaing dapat memicu timbulnya masalah.

a)

Lingkungan eksternal dapat memberikan informasi melalui tindakan pesaing, misalnya pesaing meluncurkan produk baru yang menjadi ancaman bagi organisasi.

b)

Lingkungan eksternal tidak pernah mempengaruhi organisasi karena hanya internal yang penting.

c)

Lingkungan eksternal hanya berperan dalam pemasaran, bukan dalam identifikasi masalah.

d)

Lingkungan eksternal selalu memberikan peluang, bukan masalah.

7.

Mengapa penting bagi manajer untuk membandingkan hasil aktual dengan rencana atau anggaran, dan bagaimana hal ini dapat membantu dalam mengidentifikasi masalah dalam organisasi?

a)

Karena jika hasil lebih rendah dari rencana atau biaya lebih tinggi dari anggaran, berarti ada masalah yang perlu diidentifikasi dan diatasi.

b)

Karena hasil aktual tidak pernah berbeda dari rencana, sehingga tidak perlu dibandingkan.

c)

Karena anggaran hanya digunakan untuk laporan keuangan, bukan untuk identifikasi masalah.

d)

Karena membandingkan hasil aktual dengan rencana hanya membuang waktu.

8.

Jelaskan bagaimana proses pengambilan keputusan dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi, dan berikan contoh situasi di mana alternatif yang dipilih memberikan kontribusi paling besar.

a)

Proses pengambilan keputusan yang baik akan memilih alternatif yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pencapaian tujuan organisasi, misalnya memilih strategi pemasaran yang tepat sehingga meningkatkan penjualan secara signifikan.

b)

Proses pengambilan keputusan hanya berfokus pada memilih alternatif yang paling murah tanpa mempertimbangkan tujuan organisasi.

c)

Proses pengambilan keputusan tidak memerlukan analisis lingkungan yang relevan.

d)

Proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan hasil yang sama tanpa mempengaruhi tujuan organisasi.

9.

Seorang manajer dihadapkan pada masalah persediaan barang yang harus di-reorder secara berkala. Jelaskan mengapa keputusan ini dapat digolongkan sebagai keputusan terprogram dan bagaimana organisasi dapat mempermudah proses pengambilan keputusan tersebut.

a)

Karena keputusan ini terjadi berulang-ulang dan organisasi biasanya sudah memiliki aturan, kebijakan, serta prosedur yang jelas untuk mengaturnya.

b)

Karena keputusan ini selalu membutuhkan analisis baru setiap kali terjadi.

c)

Karena keputusan ini tidak pernah terjadi sebelumnya dalam organisasi.

d)

Karena keputusan ini tidak memerlukan pedoman atau aturan apapun.

10.

Analisisalah mengapa efektivitas suatu keputusan strategis baru dapat terlihat setelah beberapa periode, dan berikan contoh situasi yang relevan.

a)

Karena keputusan strategis biasanya memiliki dampak jangka panjang yang pengaruhnya baru terlihat setelah beberapa waktu, misalnya perubahan struktur organisasi yang baru terasa manfaatnya setelah beberapa tahun.

b)

Karena keputusan strategis selalu memberikan hasil instan dalam waktu singkat.

c)

Karena keputusan strategis tidak memerlukan evaluasi setelah diimplementasikan.

d)

Karena keputusan strategis hanya berdampak pada aspek keuangan saja.

11.

Bagaimana seorang manajer dapat memanfaatkan keputusan terprogram untuk menghadapi situasi Lebaran yang berbeda dengan situasi bulan-bulan biasa?

a)

Dengan mengikuti prosedur yang sudah ada tanpa melakukan penyesuaian

b)

Dengan mengabaikan faktor-faktor relevan dan tetap menggunakan anggaran yang sama

c)

Dengan melakukan antisipasi dan penyesuaian kebijakan sesuai situasi khusus seperti Lebaran

d)

Dengan membiarkan pesaing menaikkan anggaran promosi tanpa respon

12.

Mengapa keputusan yang tidak terprogram (nonprogrammed decisions) memerlukan keterampilan dan intuisi manajer yang lebih tinggi?

a)

Karena keputusan tersebut selalu mengikuti aturan yang sudah ada

b)

Karena masalah yang dihadapi jarang muncul dan tidak ada pedoman yang cukup terperinci

c)

Karena keputusan tersebut hanya berkaitan dengan tugas-tugas rutin

d)

Karena semua keputusan manajerial bersifat terstruktur

13.

Apa manfaat utama dari keputusan terprogram bagi seorang manajer dalam menjalankan tugas sehari-hari?

a)

Membebaskan manajer dari tugas-tugas rutin sehingga dapat fokus pada masalah yang lebih penting

b)

Membuat manajer harus selalu mengikuti intuisi dalam setiap keputusan

c)

Menyebabkan manajer mengabaikan situasi luar biasa

d)

Mengharuskan manajer untuk selalu membuat keputusan baru setiap hari

14.

Dalam situasi peluncuran produk baru atau penurunan penjualan produk tertentu, jenis keputusan manakah yang paling tepat diambil oleh manajer?

a)

Keputusan terprogram

b)

Keputusan yang tidak terprogram (nonprogrammed decisions)

c)

Keputusan berdasarkan prosedur rutin

d)

Keputusan yang sudah diatur dalam kebijakan perusahaan

15.

Jelaskan bagaimana seorang manajer dapat membedakan antara situasi kepastian, risiko, dan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan, serta berikan contoh bagaimana perencanaan dan penalaran yang tepat dapat membantu dalam menghadapi masing-masing situasi tersebut.

a)

Dengan menilai tingkat kejelasan informasi, memperkirakan konsekuensi keputusan, dan menyesuaikan strategi pengambilan keputusan sesuai tingkat kepastian; misalnya, pada situasi kepastian, manajer dapat melakukan perhitungan untung-rugi secara pasti, sedangkan pada ketidakpastian, manajer harus menggunakan penilaian dan perencanaan yang lebih fleksibel.

b)

Dengan selalu menggunakan intuisi tanpa memperhatikan data, karena semua situasi pada dasarnya sama.

c)

Dengan mengabaikan risiko dan hanya fokus pada hasil akhir tanpa mempertimbangkan proses pengambilan keputusan.

d)

Dengan mengambil keputusan secara acak tanpa mempertimbangkan tingkat kepastian atau risiko.

16.

Bagaimana peran keandalan (reliability) informasi dalam menentukan tingkat kepastian yang dihadapi manajer, dan bagaimana hal ini mempengaruhi proses pengambilan keputusan strategis?

a)

Semakin andal informasi yang diperoleh, semakin tinggi tingkat kepastian yang dihadapi manajer, sehingga keputusan dapat direncanakan dan diprediksi dengan lebih baik.

b)

Keandalan informasi tidak berpengaruh terhadap tingkat kepastian, karena keputusan selalu bersifat acak.

c)

Informasi yang tidak andal justru meningkatkan kepastian dalam pengambilan keputusan.

d)

Manajer tidak perlu mempertimbangkan keandalan informasi dalam proses pengambilan keputusan.

17.

Bagaimana seorang manajer dapat menggunakan konsep probabilitas untuk merencanakan dan mengelola risiko dalam pengambilan keputusan tender pemerintah?

a)

Dengan mengabaikan pengalaman sebelumnya dan hanya mengandalkan intuisi

b)

Dengan memperhitungkan probabilitas biaya yang melenceng dari anggaran berdasarkan pengalaman sebelumnya

c)

Dengan menetapkan biaya tetap tanpa mempertimbangkan risiko

d)

Dengan memilih kontrak secara acak tanpa analisis risiko

18.

Simulasi probabilitas dapat membantu manajer dalam merencanakan strategi penjualan dan promosi dengan cara:

a)

Membantu manajer melihat pengaruh keputusan terhadap keuntungan perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai skenario penjualan dan promosi

b)

Menentukan harga jual tanpa mempertimbangkan skenario penjualan

c)

Hanya digunakan untuk produk yang sudah pasti laku di pasar

d)

Tidak relevan dalam pengambilan keputusan harga

19.

Dalam situasi peluncuran produk baru, mengapa data historis menjadi kurang relevan bagi manajer dalam melakukan perhitungan risiko, dan apa alternatif yang dapat digunakan?

a)

Karena data historis selalu akurat untuk produk baru

b)

Karena data historis tidak tersedia, manajer dapat menggunakan informasi produk baru yang diluncurkan oleh perusahaan lain atau informasi pasar

c)

Karena data historis dapat digunakan untuk semua jenis produk tanpa pengecualian

d)

Karena manajer tidak perlu melakukan perhitungan risiko untuk produk baru

20.

Jelaskan mengapa pendekatan rasional dalam pengambilan keputusan dianggap cocok untuk problem yang tidak terstruktur, dan bagaimana proses ini membantu manajer dalam menghadapi ketidakpastian?

a)

Karena pendekatan rasional memungkinkan manajer memperoleh informasi lengkap, mengevaluasi alternatif secara logis, dan mengambil keputusan terbaik secara sistematis.

b)

Karena pendekatan rasional hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman pribadi manajer tanpa analisis data.

c)

Karena pendekatan rasional mengabaikan ketidakpastian dan langsung memilih alternatif yang paling mudah.

d)

Karena pendekatan rasional hanya digunakan untuk masalah yang sudah memiliki solusi pasti.

21.

Bagaimana pendekatan pengambilan keputusan klasik mengasumsikan perilaku manajer dalam proses pengambilan keputusan, dan apa tujuan utama dari pendekatan ini?

a)

Manajer diasumsikan rasional dan selalu mengambil keputusan untuk mencapai tujuan organisasi.

b)

Manajer diasumsikan emosional dan mengambil keputusan berdasarkan tekanan eksternal.

c)

Manajer diasumsikan pasif dan hanya mengikuti instruksi tanpa analisis.

d)

Manajer diasumsikan tidak rasional dan sering mengambil keputusan secara acak.

22.

Berdasarkan Gambar 4.2, langkah pertama dalam pendekatan rasional untuk pengambilan keputusan adalah "Meneliti Situasi". Jelaskan mengapa penting bagi manajer untuk membedakan antara gejala dan problem yang sebenarnya sebelum mengambil keputusan, dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi efektivitas solusi yang dipilih?

a)

Karena membedakan gejala dan problem membantu manajer memilih solusi yang tepat berdasarkan akar masalah, bukan hanya tanda-tanda yang muncul.

b)

Karena gejala selalu menunjukkan solusi yang paling efektif tanpa perlu analisis lebih lanjut.

c)

Karena semua masalah di perusahaan selalu terlihat jelas tanpa perlu investigasi lebih dalam.

d)

Karena solusi yang diambil tanpa membedakan gejala dan problem pasti akan berhasil.

23.

Seorang manajer menemukan bahwa produktivitas karyawan menurun. Setelah meneliti lebih lanjut, ternyata masalah utama adalah hubungan antara pengawas dan karyawan yang tidak baik. Berdasarkan pendekatan rasional, tindakan apa yang seharusnya diambil oleh manajer untuk menyelesaikan masalah tersebut?

a)

Memperbaiki hubungan antara pengawas dan karyawan.

b)

Meningkatkan gaji karyawan tanpa memperbaiki hubungan.

c)

Mengganti mesin produksi.

d)

Memberikan cuti tambahan kepada karyawan.

24.

Dalam proses meneliti situasi, manajer sering kali harus mengajukan beberapa pertanyaan untuk memperoleh pemahaman yang lebih solid mengenai problem. Mengapa proses ini penting dalam pengambilan keputusan yang rasional?

a)

Karena pertanyaan membantu mengidentifikasi akar masalah dan menghindari solusi yang hanya mengatasi gejala.

b)

Karena pertanyaan hanya menambah waktu tanpa memberikan manfaat nyata.

c)

Karena pertanyaan membuat manajer terlihat ragu-ragu di depan karyawan.

d)

Karena pertanyaan tidak relevan dalam proses pengambilan keputusan.

25.

Bagaimana seorang manajer dapat mengembangkan alternatif pemecahan masalah yang kreatif dalam organisasi, meskipun terdapat berbagai keterbatasan seperti hukum, etika, dan sumber daya?

a)

Dengan mengikuti tradisi dan kebiasaan yang ada tanpa mempertimbangkan ide baru

b)

Dengan menggunakan teknik brainstorming untuk mengumpulkan ide secara spontan dari para manajer

c)

Dengan hanya memilih alternatif yang sudah pernah digunakan sebelumnya

d)

Dengan mengabaikan keterbatasan hukum dan etika yang berlaku

26.

Mengapa pengembangan alternatif pemecahan masalah dalam organisasi sering kali tidak mudah, terutama untuk keputusan yang tidak terprogram?

a)

Karena semua alternatif selalu jelas dan mudah diterapkan

b)

Karena keterbatasan waktu dan sumber daya tidak pernah menjadi masalah

c)

Karena pengembangan alternatif kreatif sering terhambat oleh kenyataan, tradisi, atau kebiasaan yang ada

d)

Karena manajer selalu setuju dengan satu alternatif saja

27.

Strategi yang dapat digunakan manajer untuk mengatasi keterbatasan dalam mengembangkan alternatif pemecahan masalah yang efektif adalah:

a)

Mengabaikan semua keterbatasan dan memilih alternatif secara acak

b)

Menggunakan teknik brainstorming untuk menghasilkan alternatif kreatif tanpa terikat pada tradisi atau kebiasaan

c)

Hanya mempertimbangkan alternatif yang sudah pernah diterapkan sebelumnya

d)

Memilih alternatif berdasarkan pendapat satu orang saja

28.

Apa tujuan utama dari mengevaluasi alternatif dan memilih alternatif terbaik dalam proses pemecahan masalah organisasi?

a)

Untuk memastikan semua alternatif diabaikan

b)

Untuk memilih alternatif yang paling sesuai dengan kebutuhan dan keterbatasan organisasi

c)

Untuk memilih alternatif yang paling populer di antara manajer

d)

Untuk menghindari proses pengambilan keputusan

29.

Gambar yang menjelaskan langkah-langkah dalam evaluasi alternatif.

a)

Gambar yang menunjukkan proses evaluasi alternatif secara berurutan.

b)

Gambar yang menampilkan proses produksi barang.

c)

Gambar yang menggambarkan struktur organisasi perusahaan.

d)

Gambar yang menunjukkan siklus hidup produk.

30.

Berdasarkan diagram evaluasi alternatif, jelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan jika sebuah alternatif dinyatakan layak namun tidak memuaskan. Apa alasan strategis di balik keputusan tersebut?

a)

Alternatif tersebut langsung dievaluasi lebih lanjut karena sudah layak.

b)

Alternatif tersebut didrop dari evaluasi karena tidak memuaskan, untuk memastikan solusi yang dipilih benar-benar menyelesaikan masalah yang ada.

c)

Alternatif tersebut tetap dipertimbangkan jika memiliki efek positif.

d)

Alternatif tersebut diubah agar menjadi memuaskan sebelum dievaluasi lebih lanjut.

31.

Dalam proses evaluasi alternatif, mengapa penting untuk mempertimbangkan apakah alternatif memiliki efek positif atau netral sebelum melanjutkan ke tahap pembiayaan? Jelaskan alasan strategisnya.

a)

Agar alternatif yang dipilih tidak menimbulkan dampak negatif yang dapat memperburuk situasi.

b)

Supaya semua alternatif dapat didanai tanpa pertimbangan lebih lanjut.

c)

Karena efek positif/netral tidak berpengaruh pada hasil akhir.

d)

Untuk mempercepat proses evaluasi tanpa analisis mendalam.

32.

Manakah cara yang tepat untuk menentukan apakah suatu alternatif memuaskan dalam pemecahan masalah produktivitas?

a)

Dengan membandingkan alternatif dengan solusi yang sudah ada tanpa mempertimbangkan hasil yang diinginkan.

b)

Dengan menilai apakah alternatif dapat meningkatkan produktivitas sesuai target yang telah ditetapkan, misalnya mesin baru harus meningkatkan produktivitas minimal 10 persen.

c)

Dengan memilih alternatif yang paling murah tanpa memperhatikan hasil.

d)

Dengan memilih alternatif secara acak.

33.

Jelaskan bagaimana seorang manajer dapat menentukan alternatif terbaik ketika menghadapi beberapa alternatif yang memiliki skor tinggi dalam beberapa kriteria, dan apa tantangan utama dalam proses tersebut?

a)

Dengan memilih alternatif yang memiliki skor tertinggi secara keseluruhan, meskipun sulit untuk mengkuantifikasikan secara sempurna.

b)

Dengan memilih alternatif yang paling murah tanpa mempertimbangkan kriteria lain.

c)

Dengan memilih alternatif yang paling populer di antara karyawan.

d)

Dengan memilih alternatif yang sudah pernah digunakan sebelumnya tanpa evaluasi lebih lanjut.

34.

Bagaimana efek dari memotong anggaran penelitian dan pengembangan dapat mempengaruhi organisasi dalam jangka panjang, dan apa yang harus dievaluasi oleh manajer sebelum mengambil keputusan tersebut?

a)

Efek jangka panjang dapat menurunkan daya saing perusahaan, sehingga manajer harus mengevaluasi dampak terhadap seluruh organisasi.

b)

Efek jangka panjang selalu meningkatkan keuntungan perusahaan, sehingga tidak perlu evaluasi lebih lanjut.

c)

Efek jangka panjang hanya mempengaruhi bagian keuangan, sehingga manajer cukup mengevaluasi anggaran.

d)

Efek jangka panjang tidak relevan, karena keputusan hanya berdampak pada jangka pendek.

35.

Dalam proses implementasi alternatif yang telah dipilih, apa tantangan utama yang mungkin dihadapi oleh manajer, terutama jika alternatif tersebut adalah penggabungan usaha (merger)?

a)

Banyak pekerjaan lanjutan yang harus dilakukan karena karakteristik organisasi yang berbeda.

b)

Tidak ada tantangan karena semua proses sudah otomatis.

c)

Tantangan utama hanya pada aspek keuangan, bukan pada pekerjaan lanjutan.

d)

Tantangan utama adalah memilih lokasi kantor baru saja.

36.

Jelaskan mengapa proses evaluasi dan monitoring sangat penting dalam tahap pengambilan keputusan menurut teks, dan bagaimana seorang manajer harus merespons jika tujuan tidak tercapai?

a)

Karena evaluasi membantu manajer memilih keputusan terbaik kedua atau mengganti keputusan yang tidak berjalan, serta mendefinisikan ulang masalah untuk langkah selanjutnya.

b)

Karena evaluasi hanya digunakan untuk mencatat hasil keputusan tanpa tindakan lanjutan.

c)

Karena evaluasi dilakukan agar manajer dapat menghindari tanggung jawab jika keputusan gagal.

d)

Karena evaluasi bertujuan untuk memastikan semua keputusan diambil secara otomatis tanpa perlu peninjauan.

37.

Analisislah mengapa model rasional dalam pengambilan keputusan tidak selalu menjamin kesuksesan suatu keputusan, meskipun telah dilakukan analisis secara rasional.

a)

Karena faktor-faktor lain di luar analisis rasional dapat mempengaruhi hasil keputusan, seperti kondisi pasar yang berubah atau faktor manusia.

b)

Karena model rasional selalu menghasilkan keputusan yang salah.

c)

Karena model rasional tidak pernah digunakan oleh manajer dalam praktik.

d)

Karena model rasional hanya digunakan untuk keputusan yang tidak penting.

38.

Menurut Herbert Simon, apa saja tiga hal utama yang dihadapi manajer dalam pengambilan keputusan menurut Model Administratif?

a)

Informasi tidak sempurna, rasionalitas terbatas, cepat puas

b)

Informasi lengkap, rasionalitas penuh, selalu puas

c)

Informasi terbatas, emosi tinggi, keputusan cepat

d)

Rasionalitas mutlak, informasi akurat, kepuasan maksimal

39.

Bagaimana rasionalitas yang terbatas (bounded rationality) mempengaruhi pengambilan keputusan manajer menurut penjelasan dalam teks?

a)

Manajer tidak mampu bertindak sepenuhnya rasional karena keterbatasan kebiasaan, kemampuan, dan nilai-nilai yang dimiliki

b)

Manajer selalu bertindak rasional tanpa dipengaruhi kebiasaan atau nilai-nilai

c)

Manajer hanya mempertimbangkan faktor eksternal dalam pengambilan keputusan

d)

Manajer selalu mencari informasi lengkap sebelum mengambil keputusan

40.

Mengapa manajer sering kali cepat puas (satisfice) dalam pengambilan keputusan, dan apa dampaknya terhadap tujuan organisasi?

a)

Karena manajer cenderung memilih alternatif pertama yang memenuhi syarat minimal, sehingga tidak memaksimalkan tujuan organisasi

b)

Karena manajer selalu mencari semua alternatif yang ada sebelum memutuskan

c)

Karena manajer ingin memastikan semua tujuan organisasi tercapai secara maksimal

d)

Karena manajer tidak pernah mempertimbangkan alternatif lain yang lebih baik

41.

Berdasarkan contoh dalam teks, apa risiko yang dihadapi perusahaan Amerika Serikat ketika mengabaikan kehadiran mobil Jepang di pasar pada tahun 1970-an?

a)

Perusahaan Amerika Serikat terlambat menyadari kekuatan mobil Jepang sehingga kehilangan peluang bersaing

b)

Perusahaan Amerika Serikat langsung menguasai pasar mobil Jepang

c)

Perusahaan Amerika Serikat memiliki informasi lengkap tentang pesaing

d)

Perusahaan Amerika Serikat tidak pernah menghadapi persaingan dari mobil Jepang

42.

Jelaskan bagaimana pendekatan administratif dan pendekatan rasional dapat digabungkan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dalam proses pengambilan keputusan. Berikan contoh situasi di mana penggabungan kedua pendekatan tersebut dapat menghasilkan keputusan yang realistis dan efektif.

a)

Dengan menggabungkan pendekatan administratif yang realistis dan rasional yang ideal, manajer dapat mempertimbangkan aspek praktis dan teori dalam pengambilan keputusan, misalnya saat menentukan strategi perusahaan di tengah ketidakpastian pasar.

b)

Dengan hanya menggunakan pendekatan rasional, manajer akan selalu mendapatkan keputusan yang terbaik tanpa mempertimbangkan kenyataan di lapangan.

c)

Pendekatan administratif dan rasional tidak dapat digabungkan karena keduanya bertentangan satu sama lain.

d)

Penggabungan kedua pendekatan hanya diperlukan dalam situasi darurat dan tidak relevan untuk keputusan sehari-hari.

43.

Analisislah mengapa penggunaan heuristic atau rule of thumb dalam pengambilan keputusan dapat mempercepat proses, namun juga berpotensi menghasilkan keputusan yang kurang baik. Berikan contoh situasi di mana penggunaan rule of thumb dapat menimbulkan risiko.

a)

Heuristic mempercepat proses karena menyederhanakan masalah, tetapi jika terlalu diandalkan tanpa analisis mendalam, dapat menyebabkan keputusan yang salah, misalnya menggunakan rasio aset lancar 2:1 tanpa mempertimbangkan kondisi khusus perusahaan.

b)

Rule of thumb selalu menghasilkan keputusan yang benar karena didasarkan pada pengalaman masa lalu.

c)

Penggunaan heuristic tidak pernah mempercepat proses pengambilan keputusan.

d)

Risiko penggunaan rule of thumb hanya terjadi jika digunakan oleh manajer yang tidak berpengalaman.

44.

Evaluasilah bagaimana ketersediaan (availability) mempengaruhi pengambilan keputusan seorang manajer, dan jelaskan bagaimana memori terhadap kejadian masa lalu dapat membentuk keputusan di masa depan. Berikan contoh nyata yang relevan.

a)

Ketersediaan mempengaruhi keputusan karena manajer cenderung mengingat kejadian yang berdampak besar, sehingga pengalaman pahit di masa lalu dapat membuat mereka menghindari keputusan serupa di masa depan, misalnya menolak proyek yang pernah gagal.

b)

Memori terhadap kejadian masa lalu tidak pernah mempengaruhi keputusan manajer.

c)

Manajer selalu melupakan kejadian masa lalu dan hanya fokus pada data terbaru.

d)

Ketersediaan hanya berpengaruh jika kejadian tersebut terjadi dalam satu tahun terakhir.

45.

Bagaimana stereotype dapat mempengaruhi pengambilan keputusan seorang manajer dalam menganalisis prospek produk baru?

a)

Manajer cenderung mengambil contoh produk lain yang serupa dan menganggap hasilnya akan sama.

b)

Manajer selalu menggunakan data statistik terbaru tanpa mempertimbangkan pengalaman.

c)

Manajer hanya mengandalkan intuisi tanpa melihat contoh produk lain.

d)

Manajer memilih produk berdasarkan rekomendasi dari luar organisasi.

46.

Jelaskan bagaimana penyesuaian dan anchoring dapat menyebabkan bias dalam penentuan gaji seorang manajer.

a)

Manajer cenderung mengaitkan gaji dengan gaji periode sebelumnya tanpa mempertimbangkan faktor lain.

b)

Manajer selalu menentukan gaji berdasarkan standar industri global.

c)

Manajer menentukan gaji hanya berdasarkan rekomendasi dari departemen lain.

d)

Manajer menggunakan metode acak dalam menentukan gaji.

47.

Mengapa pendekatan heuristic dapat berisiko dalam pengambilan keputusan manajerial?

a)

Karena pendekatan ini menyederhanakan keputusan tetapi dapat menyebabkan bias dan keputusan yang kurang akurat.

b)

Karena pendekatan ini selalu menghasilkan keputusan yang benar.

c)

Karena pendekatan ini mengharuskan manajer menggunakan data yang sangat kompleks.

d)

Karena pendekatan ini menghilangkan kebutuhan untuk analisis sama sekali.

48.

Jika seorang manajer ingin memperoleh informasi mengenai sistem informasi manajemen, bagaimana bias heuristic dapat mempengaruhi proses pencarian informasi tersebut?

a)

Manajer cenderung berhenti mencari informasi setelah mendapatkan jawaban dari orang yang pertama kali diingat.

b)

Manajer akan mencari informasi dari semua departemen tanpa henti.

c)

Manajer hanya menggunakan informasi dari sumber eksternal.

d)

Manajer selalu melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

49.

Jelaskan bagaimana intuisi manajer dapat memengaruhi keputusan bisnis, dan berikan contoh nyata dari sejarah yang menunjukkan dampak positif maupun negatif dari penggunaan intuisi dalam pengambilan keputusan.

a)

Intuisi manajer selalu menghasilkan keputusan optimal tanpa risiko.

b)

Intuisi manajer dapat menghasilkan keputusan yang sukses, seperti peluncuran walkman oleh Sony, namun juga memiliki risiko besar jika pengalaman kurang.

c)

Intuisi manajer tidak pernah digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis.

d)

Intuisi manajer hanya digunakan oleh manajer yang baru bekerja.

50.

Analisis bagaimana eskalasi komitmen dapat menyebabkan kerugian besar dalam organisasi, dan berikan contoh kasus nyata yang relevan.

a)

Eskalasi komitmen selalu menguntungkan organisasi.

b)

Eskalasi komitmen dapat menyebabkan kerugian besar, seperti kasus Nabisco co. yang tetap melanjutkan proyek rokok tanpa hasil memuaskan.

c)

Eskalasi komitmen tidak pernah terjadi dalam organisasi besar.

d)

Eskalasi komitmen hanya terjadi pada proyek yang sukses.

51.

Evaluasi bagaimana faktor politik dan etika dapat memengaruhi perilaku manajer dalam pengambilan keputusan, serta dampaknya terhadap inovasi dan risiko dalam organisasi.

a)

Faktor politik dan etika tidak berpengaruh pada perilaku manajer.

b)

Faktor politik dan etika dapat membuat manajer enggan mengambil risiko, sehingga inovasi berkurang dan perusahaan menjadi kurang inovatif.

c)

Faktor politik dan etika selalu mendorong manajer untuk mengambil keputusan berisiko.

d)

Faktor politik dan etika hanya berpengaruh pada perusahaan pemerintah.

52.

Bagaimana etika dapat memengaruhi keputusan manajer dalam situasi di mana keputusan rasional adalah memberhentikan sejumlah besar karyawan?

a)

Etika mendorong manajer untuk tetap memberhentikan karyawan tanpa kompromi.

b)

Etika tidak berpengaruh terhadap keputusan manajer.

c)

Etika membuat manajer mempertimbangkan kompromi antara keputusan rasional dan faktor kemanusiaan.

d)

Etika hanya berlaku pada keputusan yang tidak berdampak besar.

53.

Mengapa efektivitas suatu keputusan tidak hanya ditentukan oleh kualitas keputusan itu sendiri, tetapi juga oleh pelaksanaannya?

a)

Karena pelaksanaan tidak memerlukan keterampilan khusus.

b)

Karena keputusan yang baik tanpa pelaksanaan yang efektif tidak akan mencapai tujuan organisasi.

c)

Karena kualitas keputusan lebih penting daripada pelaksanaan.

d)

Karena pelaksanaan hanya berpengaruh pada keputusan kecil.

54.

Jelaskan mengapa seorang manajer dengan tipe "relaxed avoidance" cenderung tidak bertindak dalam pengambilan keputusan.

a)

Karena manajer merasa konsekuensi dari tidak bertindak terlalu besar.

b)

Karena manajer tidak mengetahui adanya masalah.

c)

Karena manajer merasa konsekuensi dari tidak bertindak tidak terlalu besar.

d)

Karena manajer selalu ingin bertindak cepat.

55.

Apa perbedaan utama antara "relaxed avoidance" dan "relaxed change" dalam konteks pengambilan keputusan manajer?

a)

"Relaxed avoidance" melibatkan tindakan cepat, sedangkan "relaxed change" melibatkan penundaan.

b)

"Relaxed avoidance" adalah tidak bertindak karena konsekuensi dianggap kecil, sedangkan "relaxed change" adalah bertindak setelah memahami konsekuensi tidak serius.

c)

"Relaxed avoidance" selalu menghasilkan keputusan yang efektif, sedangkan "relaxed change" tidak.

d)

Tidak ada perbedaan antara keduanya.

56.

Seorang manajer menghadapi stres yang cukup besar dan keterbatasan waktu sehingga memilih keputusan secara tidak rasional atau tidak realistis. Berdasarkan penjelasan pada teks, strategi apa yang sebaiknya dilakukan manajer untuk menghindari pengambilan keputusan seperti ini?

a)

Menggunakan pendekatan rasional dan menetapkan prioritas dalam pengambilan keputusan

b)

Menghindari semua keputusan dan menunggu instruksi dari atasan

c)

Mengambil keputusan secara acak tanpa mempertimbangkan konsekuensi

d)

Memilih alternatif yang pertama kali ditemukan tanpa analisis lebih lanjut

57.

Mengapa metode incremental adjustment cenderung menghasilkan keputusan yang tidak optimal dalam jangka panjang bagi organisasi?

a)

Karena hanya menghasilkan perubahan kecil dari kebijakan yang sudah ada dan mengorbankan tujuan jangka panjang organisasi

b)

Karena selalu menghasilkan keputusan yang paling inovatif

c)

Karena melibatkan seluruh anggota organisasi dalam setiap keputusan

d)

Karena mengabaikan pengalaman masa lalu dalam pengambilan keputusan

58.

Bagaimana relevansi informasi yang dikumpulkan dapat mempengaruhi kualitas alternatif keputusan yang dihasilkan oleh manajer?

a)

Informasi yang relevan memungkinkan analisis problem yang lebih baik dan menghasilkan alternatif keputusan yang kreatif serta mempertimbangkan konsekuensi dari setiap alternatif

b)

Informasi yang relevan hanya memperlambat proses pengambilan keputusan

c)

Informasi yang relevan tidak berpengaruh terhadap kualitas keputusan

d)

Informasi yang relevan hanya digunakan untuk mendukung keputusan yang sudah diambil sebelumnya

59.

Bagaimana seorang manajer dapat mengurangi kerugian dari pengambilan keputusan kelompok yang berlarut-larut menurut teks?

a)

Dengan menentukan jadwal (deadline) untuk diskusi kelompok

b)

Dengan membiarkan diskusi berjalan tanpa batas waktu

c)

Dengan membatasi jumlah anggota kelompok menjadi satu orang

d)

Dengan mengabaikan pendapat anggota kelompok

60.

Mengapa komunikasi yang lebih baik cenderung muncul dalam pengambilan keputusan kelompok?

a)

Karena lebih banyak orang terlibat sehingga pertukaran informasi meningkat

b)

Karena setiap anggota kelompok harus diam selama diskusi

c)

Karena kelompok selalu setuju tanpa diskusi

d)

Karena keputusan kelompok diambil secara individual

61.

Salah satu kerugian dari pengambilan keputusan kelompok adalah munculnya kompromi. Bagaimana hal ini dapat mempengaruhi hasil keputusan?

a)

Keputusan yang diambil mungkin tidak optimal karena harus mengakomodasi berbagai kepentingan

b)

Keputusan menjadi lebih cepat dan efisien

c)

Semua anggota kelompok selalu setuju tanpa diskusi

d)

Kompromi membuat keputusan menjadi lebih individual

62.

Bagaimana seorang manajer dapat menghindari dominasi satu orang dalam kelompok saat pengambilan keputusan?

a)

Dengan tidak memasang orang yang diperkirakan akan mendominasi atau memasang beberapa orang dominan agar ada pertimbangan

b)

Dengan membiarkan satu orang memimpin seluruh diskusi

c)

Dengan melarang diskusi kelompok

d)

Dengan membatasi komunikasi antar anggota kelompok

63.

Mengapa tekanan kelompok dapat membatasi kreativitas individual dalam pengambilan keputusan kelompok?

a)

Karena anggota kelompok mungkin merasa harus mengikuti pendapat mayoritas dan takut berbeda

b)

Karena kelompok selalu mendorong kreativitas tanpa batas

c)

Karena setiap anggota bebas berpendapat tanpa tekanan

d)

Karena keputusan kelompok diambil secara individual

64.

Jelaskan bagaimana metode Delphi digunakan untuk memprediksi potensi pasar produk baru dan mengapa metode ini dianggap efektif dalam situasi tertentu.

a)

Metode Delphi menggunakan konsensus dari para ahli yang memberikan kontribusi secara individual, kemudian jawaban mereka dirata-rata dan alasan dibagikan untuk prediksi yang lebih akurat.

b)

Metode Delphi mengumpulkan semua anggota kelompok untuk berdiskusi secara terbuka dan langsung memilih alternatif terbaik.

c)

Metode Delphi hanya melibatkan satu ahli yang memberikan prediksi tanpa masukan dari ahli lain.

d)

Metode Delphi menggunakan voting terbuka untuk menentukan prediksi pasar tanpa analisis lebih lanjut.

65.

Bandingkan perbedaan utama antara kelompok nominal dan kelompok interaksi dalam proses pengambilan keputusan kelompok.

a)

Kelompok nominal membatasi interaksi antaranggota dan nama tidak disamarkan, sedangkan kelompok interaksi memungkinkan diskusi terbuka antaranggota.

b)

Kelompok nominal menggunakan diskusi terbuka sejak awal, sedangkan kelompok interaksi membatasi diskusi.

c)

Kelompok nominal selalu menggunakan metode Delphi, sedangkan kelompok interaksi tidak.

d)

Kelompok nominal hanya digunakan untuk memprediksi pasar, sedangkan kelompok interaksi untuk voting.

66.

Rencanakan langkah-langkah yang harus dilakukan seorang koordinator dalam metode Delphi untuk memastikan hasil prediksi yang akurat dan tidak bias.

a)

Mengumpulkan jawaban dari para ahli secara anonim, merata-rata jawaban, meminta alasan dari jawaban yang berbeda, dan membagikan alasan tersebut ke semua ahli untuk revisi prediksi.

b)

Mengumpulkan jawaban dari para ahli secara terbuka, langsung memilih jawaban mayoritas tanpa analisis lebih lanjut.

c)

Mengumpulkan jawaban dari satu ahli saja dan menggunakan jawaban tersebut sebagai hasil akhir.

d)

Mengumpulkan jawaban dari para ahli, lalu membuang jawaban yang berbeda tanpa meminta alasan.

67.

Mengapa metode Delphi lebih cocok digunakan untuk memprediksi terobosan teknologi atau kondisi ekonomi masa mendatang dibandingkan metode lain?

a)

Karena metode Delphi melibatkan konsensus dari para ahli yang independen dan prosesnya mengurangi bias kelompok.

b)

Karena metode Delphi selalu menghasilkan jawaban yang sama setiap kali digunakan.

c)

Karena metode Delphi tidak membutuhkan waktu dan biaya yang besar.

d)

Karena metode Delphi hanya digunakan oleh perusahaan kecil.