WorksheetsKelas 10 - Geografi : Peta
Total questions: 17
Worksheet time: 9mins
[TINGKAT KESULITAN: Rendah]
SOAL:
Di salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah, pemerintah daerah melaporkan bahwa sekitar 6,293 juta hektar atau ~40,35% dari wilayahnya mengalami tumpang-tindih antar zona seperti izin/hak atas tanah dan kawasan hutan.
Misalnya, di Kecamatan X ditemukan bahwa lahan sawit bersertifikat izin usaha berada di kawasan yang menurut peta tata ruang telah ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung. Sebagai staf pemetaan di Bappeda, Anda ditugaskan mengevaluasi situasi tersebut menggunakan peta dasar yang benar.Manakah komponen peta yang paling mendesak untuk diperiksa ulang dalam kasus ini agar konflik penggunaan lahan bisa dikurangi?
Legenda peta
Skala peta
Judul peta
Arah mata angin
Inset peta
[TINGKAT KESULITAN: Rendah]
SOAL:
Menurut data resmi, dari total daratan Indonesia sekitar 190 juta hektar, sekitar 120 juta hektar dikategorikan sebagai kawasan hutan. Tempo
Seorang guru meminta siswa menggambarkan kondisi tersebut dalam peta skala 1 : 50.000 untuk wilayah kecil di Provinsi Y. Jika padapeta tersebut 1 cm mewakili 500 m di dunia nyata, apakah skala peta yang digunakan guru sudah tepat?
Tidak, karena 1 cm = 500 m menunjukkan skala 1 : 5.000
Tidak, karena 1 cm = 500 m menunjukkan skala 1 : 500
Ya, karena 1 cm = 500 m menunjukkan skala 1 : 500.000
Tidak, karena peta skala 1 : 50.000 berarti 1 cm = 500 m
Ya, karena 1 cm = 500 m menunjukkan skala 1 : 50.000
[TINGKAT KESULITAN: Rendah]
SOAL:
Dalam publikasi tentang tutupan lahan Indonesia, disebutkan bahwa penggunaan lahan perkebunan sawit bertambah seluas 10,52 juta hektar sejak 2000 hingga 2022. Forest Digest
Seorang siswa membuat peta tematik perubahan lahan tersebut untuk wilayah Sumatra dengan skala 1 : 250.000. Apa kelemahan utama dari penggunaan skala 1 : 250.000 untuk peta perubahan lahan seperti ini?
Detail terlalu tinggi sehingga peta sulit dibaca
Wilayah yang digambarkan terlalu kecil
Distorsi bentuk lebih besar dibanding skala 1 : 50.000
Tingkat ketelitian rendah sehingga perubahan kecil sulit terlihat
Tidak ada kelemahan, skala tersebut sangat sesuai
TINGKAT KESULITAN: Rendah
SOAL (STEM):
Dalam peta fisik Indonesia, warna hijau mendominasi wilayah pesisir Sumatra Timur dan Kalimantan Barat. Warna tersebut menandakan bentuk wilayah apa?
Pegunungan tinggi
Dataran tinggi
Dataran rendah
Lembah curam
Gurun pasir
TINGKAT KESULITAN: Rendah
SOAL (STEM):
Dalam sebuah peta topografi, terdapat garis-garis melingkar berdekatan di daerah Pegunungan Jayawijaya. Fenomena tersebut menunjukkan ciri medan seperti apa?
Datar dan rendah
Bergelombang ringan
Curam dan terjal
Cekungan dangkal
Lereng landai
TINGKAT KESULITAN: Rendah
SOAL (STEM):
Sebuah peta mencantumkan tulisan “Sumber: Badan Informasi Geospasial, 2024.” Informasi ini termasuk komponen apa dalam peta?
Legenda
Inset
Sumber dan tahun pembuatan
Orientasi arah
Garis lintang
TINGKAT KESULITAN: Sedang
SOAL (STEM):
Dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), pemerintah memanfaatkan peta tata ruang berbasis GIS untuk menentukan zona permukiman, konservasi, dan transportasi. Mengapa sistem peta digital ini sangat penting digunakan?
Karena tampilannya lebih menarik daripada peta kertas
Karena tidak memerlukan pembaruan data
Karena memungkinkan analisis spasial terpadu dan akurat
Karena tidak memerlukan koneksi internet
Karena lebih murah daripada survei lapangan
Tingkat Kesulitan: Sedang
Soal (Stem):
Pada tahun 2024, Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan portal “Jakarta One Map” untuk menyatukan semua data spasial kota, seperti lokasi gedung, area rawan banjir, hingga jaringan transportasi. Sebelumnya, banyak lembaga memiliki peta sendiri yang tidak sinkron—misalnya, peta tata ruang dari Dinas PU berbeda dengan versi Badan Pertanahan. Akibatnya, perencanaan pembangunan sering berbenturan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari implementasi kebijakan nasional “Satu Peta”. Pemerintah berharap sistem ini mencegah tumpang tindih izin lahan dan mempermudah pengawasan pembangunan berkelanjutan.
Peta tematik
Peta topografi
Kebijakan Satu Peta
Peta skala besar
Peta navigasi digital
Tingkat Kesulitan: Sedang
Soal (Stem):
Dalam proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), para perencana kota menggunakan peta dengan skala 1:25.000 untuk menata jalan, drainase, dan kawasan hijau. Namun, untuk tahap awal studi wilayah Kalimantan Timur, digunakan peta skala 1:250.000 agar mencakup area yang lebih luas.
Kedua jenis peta ini digunakan bersamaan karena memiliki fungsi yang berbeda sesuai dengan tingkat ketelitian dan kebutuhan analisis spasial.
Peta skala besar digunakan untuk wilayah luas dan detail rendah.
Peta skala kecil digunakan untuk wilayah sempit dan detail tinggi.
Peta skala besar menggambarkan wilayah sempit dengan detail tinggi.
Peta skala kecil menggambarkan wilayah sempit dan tidak detail.
Kedua peta memiliki tingkat ketelitian yang sama.
Tingkat Kesulitan: HOTS
Soal (Stem):
Media nasional melaporkan adanya tumpang tindih izin tambang dan hutan lindung di Kalimantan. Setelah ditelusuri, penyebabnya adalah perbedaan referensi peta antara Kementerian ESDM dan KLHK. Data batas kawasan konservasi tidak sama karena masing-masing menggunakan peta dasar berbeda.
Jika kamu seorang analis geospasial di lembaga pemerintah, langkah paling tepat untuk mencegah kasus ini berulang adalah…
Membuat peta versi baru dengan proyeksi berbeda.
Menggunakan kebijakan Satu Peta sebagai acuan tunggal.
Menggabungkan peta dari kedua kementerian tanpa verifikasi.
Menggunakan citra satelit tanpa peta dasar.
Mengubah batas wilayah sesuai kepentingan proyek tambang.
Tingkat Kesulitan: Sedang
Soal (Stem):
Sebuah tim SAR menggunakan peta topografi saat mencari korban pendaki yang hilang di Gunung Merbabu. Mereka memerhatikan garis kontur untuk memahami kemiringan lereng dan menentukan jalur aman. Namun, beberapa anggota baru salah membaca peta, mengira garis yang rapat menunjukkan jalan rata.
Garis kontur rapat menunjukkan lereng landai.
Garis kontur rapat menunjukkan lereng curam.
Garis kontur rapat menunjukkan puncak datar.
Garis kontur rapat menunjukkan sungai.
Garis kontur rapat menunjukkan lembah.
Tingkat Kesulitan: HOTS
Soal (Stem):
Dalam rapat penanggulangan banjir, Pemerintah Kota Semarang menampilkan peta curah hujan, peta drainase, dan peta topografi. Ketiga peta tersebut ditumpang-susunkan (overlay) menggunakan perangkat GIS untuk menentukan area prioritas pembangunan tanggul.
Langkah analisis tersebut menunjukkan bahwa peta bukan hanya alat visualisasi, tetapi juga alat analisis spasial yang membantu pengambilan keputusan.
Peta digunakan hanya sebagai alat komunikasi visual.
Peta digunakan untuk menampilkan lokasi tanpa analisis.
Peta digunakan untuk mempercantik presentasi data.
Peta digunakan untuk menggantikan citra satelit.
Peta digunakan untuk menganalisis fenomena geosfer secara spasial.
Tingkat Kesulitan: HOTS
Soal (Stem):
Sebuah media melaporkan bahwa proyeksi Mercator sering dikritik karena menggambarkan wilayah di sekitar kutub (seperti Greenland) jauh lebih besar dibandingkan kenyataannya. Hal ini menimbulkan bias geografis dalam persepsi masyarakat tentang ukuran negara.
Jika kamu seorang guru geografi, bagaimana kamu menjelaskan alasan ilmiah di balik fenomena ini?
Peta Mercator menggunakan bidang proyeksi kerucut.
Peta Mercator mempertahankan luas tetapi mengubah bentuk.
Peta Mercator merupakan proyeksi silinder yang mendistorsi daerah kutub.
Peta Mercator berbentuk azimutal sehingga jarak tampak salah.
Peta Mercator menggambarkan permukaan bumi tanpa distorsi.
Tingkat Kesulitan: HOTS
Soal (Stem):
Peta digital dalam aplikasi ojek online sering menampilkan rute tercepat. Namun, di beberapa daerah pegunungan, rute yang direkomendasikan ternyata lebih lambat karena peta tidak menampilkan elevasi.
Fenomena ini menunjukkan keterbatasan jenis peta yang digunakan oleh aplikasi tersebut.
Peta tematik
Peta topografi
Peta umum dua dimensi
Peta geologi
Peta navigasi laut
Tingkat Kesulitan: HOTS
Soal (Stem):
Dalam kegiatan penanggulangan longsor di Banjarnegara, tim pemetaan menggunakan peta proyeksi kerucut. Peta tersebut memberikan akurasi tinggi karena wilayah Indonesia berada di lintang menengah. Namun, setelah analisis, ditemukan bahwa distorsi arah di sekitar khatulistiwa cukup besar.
Proyeksi azimutal lebih sesuai untuk wilayah tropis.
Proyeksi kerucut ideal untuk wilayah kutub.
Proyeksi silinder cocok untuk wilayah lintang menengah.
Proyeksi azimutal cocok untuk wilayah lintang tinggi.
Proyeksi silinder cocok untuk wilayah khatulistiwa.
Tingkat Kesulitan: HOTS
Soal (Stem):
Dalam proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, tim pemetaan Bappenas menggunakan berbagai jenis peta proyeksi untuk memetakan topografi dan infrastruktur. Namun, hasil survei menunjukkan adanya perbedaan posisi beberapa koordinat antara peta topografi dan peta tata ruang. Setelah ditelusuri, diketahui bahwa kedua peta menggunakan sistem proyeksi berbeda: yang satu proyeksi silinder, yang lain proyeksi kerucut.
Perbedaan proyeksi dapat menyebabkan perbedaan koordinat dan jarak antar titik.
Proyeksi peta tidak memengaruhi hasil pengukuran koordinat.
Proyeksi kerucut selalu lebih akurat untuk semua wilayah.
Proyeksi silinder tidak bisa digunakan di Indonesia.
Kesalahan koordinat terjadi karena faktor cuaca saat pemetaan.
Tingkat Kesulitan: HOTS
Soal (Stem):
Sebuah lembaga riset iklim membuat peta sebaran suhu permukaan laut di wilayah Samudra Hindia. Mereka menggunakan proyeksi silinder Mercator karena mudah menampilkan garis lintang dan bujur secara tegak lurus. Namun, saat hasil peta digunakan untuk analisis wilayah kutub selatan, muncul distorsi yang besar pada ukuran area es.
Proyeksi silinder menyebabkan distorsi besar di daerah kutub.
Proyeksi kerucut paling tepat untuk menggambarkan Samudra Hindia.
Proyeksi azimutal tidak dapat digunakan untuk wilayah kutub.
Proyeksi silinder paling akurat untuk semua wilayah.
Distorsi hanya terjadi pada peta dengan skala besar.
