wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

40 SOAL PILIHAN GANDA: ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI DAN PERUMAHAN

Total questions: 40

Worksheet time: 2hrs 0mins

Name
Class
Date
1.

Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) adalah dokumen penting dalam proyek konstruksi. Apa tujuan utama penyusunan RAB?

a)

Menentukan jenis material dan merek yang akan digunakan.

b)

Mengukur kualitas hasil pekerjaan di lapangan.

c)

Sebagai dasar penetapan biaya yang dibutuhkan dan pengendalian biaya selama proyek berlangsung.

d)

Memperkirakan waktu pelaksanaan seluruh item pekerjaan.

e)

Dasar untuk memilih kontraktor pelaksana yang paling cepat.

2.

Elemen kunci dalam perhitungan RAB adalah volume pekerjaan dan harga satuan pekerjaan. Bagaimana cara mendapatkan nilai volume pekerjaan?

a)

Dengan melakukan survei harga material di pasar.

b)

Dengan menghitung besaran pekerjaan berdasarkan gambar teknis (bestek) dan spesifikasi.

c)

Dengan menjumlahkan seluruh biaya tenaga kerja harian.

d)

Dengan memperkirakan persentase keuntungan yang diinginkan oleh kontraktor.

e)

Dengan mengacu pada Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) yang sudah ada.

3.

Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) digunakan untuk menentukan Harga Satuan Pekerjaan. Komponen utama apa saja yang terdapat dalam AHSP?

a)

A. Laba (Profit), Biaya Administrasi, dan Retribusi.

b)

B. Koefisien Material, Koefisien Tenaga Kerja, dan Koefisien Peralatan.

4.

Sebuah pekerjaan beton membutuhkan koefisien semen 0,4 ton/m³. Jika harga semen di pasaran adalah Rp 650.000/ton, berapakah biaya material semen untuk pekerjaan beton volume 5 m³?

a)

Rp 325.000

b)

Rp 1.300.000

c)

Rp 812.500

d)

Rp 2.600.000

e)

Rp 975.000

5.

Dalam estimasi biaya, terdapat biaya langsung (Direct Cost) dan biaya tidak langsung (Indirect Cost). Manakah di bawah ini yang termasuk Biaya Tidak Langsung?

a)

Biaya Pembelian Semen dan Pasir.

b)

Upah Mandor dan Tukang.

c)

Biaya Sewa Alat Berat (Excavator).

d)

Overhead, Profit, dan Biaya Administrasi Proyek.

e)

Biaya Pengadaan Besi Tulangan.

6.

Metode estimasi biaya yang paling detail dan akurat, yang dilakukan berdasarkan perhitungan volume setiap item pekerjaan dikalikan Harga Satuan Pekerjaan (HSP) dari AHSP, disebut:

a)

Estimasi Kasar (Preliminary Estimate).

b)

Estimasi Biaya Berdasarkan Kapasitas.

c)

Estimasi Biaya Detail (Detailed Estimate) atau RAB.

d)

Estimasi Biaya Berdasarkan Analisis Risiko.

e)

Estimasi Biaya Berdasarkan Tingkat Hunian.

7.

Dalam konteks RAB, apa yang dimaksud dengan Koefisien Analisis?

a)

Angka yang menunjukkan persentase keuntungan kontraktor.

b)

Jumlah total harga material yang dibutuhkan untuk seluruh proyek.

c)

Angka yang menunjukkan kebutuhan material, tenaga kerja, atau alat per satuan volume pekerjaan tertentu.

d)

Indeks inflasi harga bahan bangunan setiap tahun.

e)

Persentase PPN yang harus dibayarkan oleh konsumen.

8.

Jika sebuah proyek memiliki Total Biaya Langsung sebesar Rp 500.000.000 dan Kontraktor menetapkan Overhead 10% dan Profit 5%, berapakah Total Biaya Proyek (belum termasuk PPN)?

a)

Rp 550.000.000

b)

Rp 575.000.000

c)

Rp 600.000.000

d)

Rp 575.000.000

e)

Rp 625.000.000

9.

Metode estimasi biaya dengan mengalikan luas lantai total (m²) dengan harga rata-rata per meter persegi untuk tipe bangunan yang sama, dikenal sebagai:

a)

Metode Estimasi Detail (RAB).

b)

Metode Estimasi Analisis Harga Satuan.

c)

Metode Estimasi Biaya Satuan Luas (Square Meter Method).

d)

Metode Estimasi Berdasarkan Bobot Konstruksi.

e)

Metode Estimasi Berdasarkan Analogi Proyek.

10.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk jasa konstruksi di Indonesia saat ini umumnya sebesar 11%. Dalam perhitungan RAB, PPN biasanya diterapkan pada:

a)

Hanya Biaya Material.

b)

Hanya Biaya Tenaga Kerja.

c)

Total Biaya Proyek (Material, Tenaga Kerja, dan Overhead).

d)

Hanya Biaya Overhead.

e)

Hanya Biaya Profit.

11.

Dokumen yang memuat daftar item pekerjaan, satuan, dan volume tanpa harga (hanya kuantitas) yang digunakan sebagai lampiran kontrak dan dasar perhitungan RAB disebut:

a)

Spesifikasi Teknis (Technical Specification).

b)

Kurva S (Time Schedule).

c)

Bill of Quantity (BoQ) atau Daftar Kuantitas.

d)

Berita Acara Serah Terima (BAST).

e)

Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP).

12.

Pada proyek pembangunan rumah tinggal, pekerjaan galian tanah pondasi memiliki dimensi 12 meter panjang, 0,8 meter lebar, dan 1,0 meter kedalaman. Berapa volume pekerjaan galian tanah tersebut?

a)

9,6 m³

b)

12,0 m³

c)

13,8 m³

d)

24,0 m³

e)

10,6 m³

13.

Dalam konteks perencanaan biaya konstruksi, istilah yang merujuk pada biaya yang harus dikeluarkan karena adanya risiko dan ketidakpastian (misalnya perubahan desain kecil atau kenaikan harga tak terduga) adalah:

a)

Biaya Retensi.

b)

Biaya Langsung.

c)

Contingency (Biaya Tak Terduga).

d)

Biaya Profit.

e)

Biaya Uang Muka.

14.

Penggunaan Koefisien Analisis dari Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam AHSP memiliki keunggulan utama, yaitu:

a)

Memastikan kontraktor mendapatkan keuntungan yang maksimal.

b)

Menjamin waktu pelaksanaan proyek menjadi lebih cepat.

c)

Mencapai standar estimasi biaya yang seragam, wajar, dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.

d)

Menghilangkan kebutuhan akan survei harga material di lapangan.

e)

Menggantikan seluruh gambar teknis proyek.

15.

Pekerjaan dinding bata tebal 1/2 bata (15 cm) dihitung dengan satuan luas (m²). Jika dinding memiliki panjang 10 meter dan tinggi 3 meter, berapa volume pekerjaan dinding (luas) tersebut?

a)

13 m²

b)

30 m²

c)

30 m³

d)

15 m²

e)

45 m²

16.

Manakah pernyataan yang PALING TEPAT mengenai Harga Satuan Pekerjaan (HSP)?

a)

Harga Satuan Pekerjaan hanya terdiri dari biaya material saja.

b)

Harga Satuan Pekerjaan adalah hasil kali Volume Pekerjaan dengan Harga Material.

c)

HSP adalah biaya total (Material + Upah + Alat) yang diperlukan untuk menyelesaikan satu satuan volume pekerjaan.

d)

HSP sama dengan Harga Penawaran Kontraktor dikurangi PPN.

e)

HSP adalah nilai yang sudah termasuk Overhead dan Profit.

17.

Jika seorang tukang memiliki upah harian Rp 150.000 dan koefisien untuk pekerjaan plesteran 1 m² adalah 0,15 HOK (Hari Orang Kerja), berapakah biaya upah tukang untuk pekerjaan plesteran 1 m²?

(a)  

18.

Pada proyek perumahan, estimasi biaya untuk pembangunan 10 unit rumah tipe 36/72 adalah Rp 1,5 Miliar. Metode estimasi ini termasuk dalam kategori:

a)

Estimasi Biaya Detail.

b)

Estimasi Berdasarkan Unit Fungsional (Functional Unit Method).

c)

Estimasi Analisis Harga Satuan.

d)

Estimasi Biaya Purnajual.

e)

Estimasi Berdasarkan Harga Indeks Peralatan.

19.

Faktor risiko terbesar yang dapat menyebabkan pembengkakan biaya (cost overrun) dalam penyusunan RAB adalah:

a)

Gagalnya penentuan biaya Overhead dan Profit.

b)

Perhitungan volume pekerjaan yang salah secara signifikan.

c)

Penggunaan koefisien AHSP yang terlalu boros.

d)

Kesalahan penulisan nama kontraktor.

e)

Terlambatnya pengajuan Jaminan Pelaksanaan.

20.

Dalam rangka pengendalian biaya, kontraktor wajib memantau realisasi biaya vs RAB. Konsep Earned Value Management (EVM) yang mengukur pekerjaan yang telah diselesaikan (progres) dalam nilai moneter adalah:

a)

Actual Cost (AC)

b)

Planned Value (PV)

c)

Budget at Completion (BAC)

d)

Earned Value (EV)

21.

Jenis kontrak konstruksi di mana harga kontrak telah ditetapkan secara keseluruhan dan tidak dapat diubah (tetap) selama masa pelaksanaan proyek, kecuali ada perubahan pekerjaan yang disetujui, adalah:

a)

Kontrak Harga Satuan (Unit Price Contract).

b)

Kontrak Gabungan (Termin Contract).

c)

Kontrak Biaya Plus Fee (Cost Plus Fee Contract).

d)

Kontrak Lump Sum (Fixed Price Contract).

e)

Kontrak Terima Jadi (Turnkey Contract).

22.

Dalam Kontrak Harga Satuan (Unit Price Contract), faktor apa yang PALING mungkin menyebabkan nilai total kontrak berubah dari estimasi awal?

a)

Harga Satuan Material di pasar mengalami kenaikan.

b)

Adanya perubahan Koefisien Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP).

c)

Terjadinya perbedaan atau perubahan volume pekerjaan yang diselesaikan di lapangan.

d)

Perubahan persentase PPN oleh pemerintah.

e)

Adanya klaim pembayaran uang muka (advance payment) oleh kontraktor.

23.

Kontrak yang paling cocok digunakan untuk proyek-proyek yang desainnya belum lengkap atau terdapat ketidakpastian tinggi mengenai lingkup pekerjaan di awal proyek adalah:

a)

Kontrak Lump Sum.

b)

Kontrak Terima Jadi (Turnkey).

c)

Kontrak Harga Satuan (Unit Price).

d)

Kontrak Pengadaan Barang.

e)

Kontrak Pengecoran.

24.

Sistem pembayaran di mana Pemberi Kerja membayar sejumlah dana kepada Kontraktor pada awal pelaksanaan proyek sebagai modal kerja, yang kemudian akan diperhitungkan kembali pada pembayaran termin berikutnya, disebut:

a)

Pembayaran Retensi (Retention Payment).

b)

Pembayaran Termin (Progress Payment).

c)

Pembayaran Uang Muka (Advance Payment).

d)

Pembayaran Lump Sum.

e)

Pembayaran Akhir (Final Payment).

25.

Kontrak 'Cost Plus Fee' memiliki ciri khas di mana Kontraktor akan menerima penggantian atas semua biaya yang dikeluarkan (Cost) ditambah dengan sejumlah biaya (Fee) yang telah disepakati. Risiko biaya PALING besar dari kontrak ini ditanggung oleh:

a)

Kontraktor.

b)

Sub-kontraktor.

c)

Pemberi Kerja/Pemilik Proyek (Owner).

d)

Bank Pemberi Kredit.

e)

Konsultan Pengawas.

26.

Sebuah proyek dengan nilai kontrak Rp 800.000.000 menetapkan Uang Muka (UM) sebesar 15% dan Retensi 5%. Berapakah nilai Uang Muka yang harus dibayarkan kepada Kontraktor?

a)

Rp 40.000.000

b)

Rp 80.000.000

c)

Rp 120.000.000

d)

Rp 160.000.000

e)

Rp 400.000.000

27.

Pembayaran Retensi (Retention Money) dalam sistem pembayaran konstruksi memiliki tujuan utama untuk:

4 lines
28.

Kontrak 'Turnkey' (Terima Jadi) menugaskan Kontraktor untuk melakukan dua hal utama dalam satu kontrak, yaitu:

a)

Melakukan Perencanaan (Design) dan Pelaksanaan Konstruksi (Build).

b)

Menyediakan Material dan Menyediakan Peralatan.

c)

Mengurus Perizinan dan Melakukan Pemasaran.

d)

Membayar Pajak dan Menyediakan Jaminan.

e)

Melakukan Supervisi dan Audit Biaya.

29.

Sistem Pembayaran Termin (Progress Payment) didasarkan pada:

a)

Kesepakatan jadwal bulanan yang sama besar, terlepas dari progres.

b)

Nilai tukar mata uang asing yang berlaku saat pembayaran.

c)

Pencapaian progres fisik pekerjaan di lapangan yang diukur dan disetujui (opname).

d)

Total modal kerja yang dikeluarkan Kontraktor di awal proyek.

e)

Jumlah hari kerja efektif yang terlewati.

30.

Sebuah proyek Lump Sum senilai Rp 500 Juta dengan Uang Muka (UM) 20% dan Retensi 5%. Kontraktor telah menyelesaikan 40% pekerjaan. Berapakah nilai pengembalian Uang Muka yang harus diperhitungkan pada termin ini (asumsi pengembalian UM proporsional)?

a)

Rp 40.000.000

b)

Rp 20.000.000

c)

Rp 50.000.000

d)

Rp 80.000.000

31.

Manakah jenis kontrak yang paling menuntut agar perencanaan dan spesifikasi teknis (gambar, BoQ) harus disiapkan secara detail dan selesai 100% sebelum kontrak ditandatangani?

a)

Kontrak Biaya Plus Fee.

b)

Kontrak Harga Satuan.

c)

Kontrak Lump Sum.

d)

Kontrak Jasa Konsultansi.

e)

Kontrak Pengadaan Peralatan.

32.

Jika nilai kontrak Rp 200 Juta, progres pekerjaan yang diselesaikan adalah 30%, dan tidak ada uang muka, berapakah nilai bruto (sebelum pajak dan retensi) dari pembayaran termin pertama?

a)

Rp 30.000.000

b)

Rp 60.000.000

c)

Rp 20.000.000

d)

Rp 50.000.000

e)

Rp 200.000.000

33.

Periode waktu setelah pekerjaan selesai 100% dan diserahterimakan pertama (PHO/Provisional Hand Over), di mana Kontraktor masih wajib memperbaiki cacat atau kerusakan pekerjaan, disebut:

a)

Masa Pelaksanaan Proyek.

b)

Masa Retensi.

c)

Masa Jaminan Pelaksanaan.

d)

Masa Pemeliharaan (Maintenance Period).

e)

Masa Kontrak Lump Sum.

34.

Dalam kontrak konstruksi, siapakah pihak yang bertanggung jawab utama untuk menanggung risiko jika volume pekerjaan yang dilaksanakan ternyata lebih sedikit dari yang tercantum dalam BoQ pada Kontrak Harga Satuan?

a)

Kontraktor

b)

Konsultan

c)

Pemilik Proyek

d)

Subkontraktor

e)

Supplier

35.

Kontrak gabungan antara Lump Sum dan Harga Satuan (Unit Price) paling sering digunakan untuk proyek-proyek yang memiliki:

a)

Lingkup pekerjaan yang seluruhnya sangat tidak pasti.

b)

Pekerjaan utama yang volumenya pasti dan pekerjaan minor/tambahan yang volumenya belum pasti.

c)

Kebutuhan desain dan konstruksi dilakukan oleh dua pihak yang berbeda.

d)

Proyek yang dibiayai oleh dana pinjaman bank 100%.

e)

Semua item pekerjaan memiliki harga yang sangat fluktuatif.

36.

Pada proyek konstruksi, Pemberi Kerja (Owner) berhak memotong PPh (Pajak Penghasilan) Pasal 23 atau PPh Final Jasa Konstruksi dari setiap pembayaran termin kepada Kontraktor. Pemotongan PPh ini termasuk dalam mekanisme:

a)

Uang Muka (Advance Payment).

b)

Sistem Retensi.

c)

Sistem Pembayaran Bruto.

d)

Pemotongan Pajak/Pungutan Negara.

e)

Biaya Kontingensi.

37.

Jika Kontrak Lump Sum memiliki total harga Rp 1 Miliar dan Kontraktor menemukan adanya kekurangan volume pekerjaan sebesar 10 m³ pada pekerjaan pondasi. Apa yang harus dilakukan Kontraktor?

a)

Mengajukan klaim 'pekerjaan tambah' untuk biaya kekurangan volume.

b)

Membayar kembali selisih kekurangan volume kepada Pemberi Kerja.

38.

Dokumen yang harus disiapkan oleh Kontraktor sebagai dasar pengajuan pembayaran Termin (Progress Payment) kepada Pemberi Kerja adalah:

a)

Surat Permohonan Pindah Kontrak.

b)

Jaminan Bank (Bank Guarantee) Uang Muka.

c)

Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan (Opname) dan Laporan Progres Mingguan.

d)

Sertifikat Tanah Proyek.

e)

Daftar Harga Satuan Material Terbaru.

39.

Dalam konteks Sistem Pembayaran Termin, 'Provisional Hand Over' (PHO) atau Serah Terima Sementara menandai:

a)

Awal masa pelaksanaan proyek.

b)

Pencairan seluruh dana Retensi (Retention Money).

c)

Pekerjaan selesai 100% dan dimulainya masa pemeliharaan.

d)

Penandatanganan kontrak dan pemberian Uang Muka.

e)

Pengangkatan Kontraktor dari proyek karena wanprestasi.

40.

Manakah pernyataan yang PALING TEPAT mengenai hubungan antara Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) dan Kontrak Konstruksi?

a)

RAB hanya diperlukan untuk Kontrak Lump Sum dan tidak relevan untuk Kontrak Harga Satuan.

b)

RAB menjadi dasar perhitungan penawaran harga dan menjadi lampiran yang mengikat pada Kontrak.

c)

RAB hanya berisi biaya material, sedangkan kontrak berisi biaya upah.

d)

Kontrak harus ditandatangani sebelum RAB dibuat oleh Konsultan.

e)

RAB hanya berfungsi sebagai alat audit, bukan alat perencanaan biaya.