wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kearifan lokal

Total questions: 80

Worksheet time: 43mins

Name
Class
Date
1.

Sebuah komunitas di daerah pesisir Jawa Tengah, yang terdiri dari Dan dan teman-temannya, mempertahankan tradisi sedekah laut setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada laut yang dianggap memberi kehidupan. Praktik tersebut tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan alam. Kasus di atas menunjukkan bahwa komunitas lokal memiliki ciri utama berupa ...

a)

kemampuan adaptasi terhadap modernitas global

b)

sistem nilai yang berakar pada kebudayaan lokal

c)

struktur sosial yang bersifat kompetitif

d)

orientasi pada kepentingan ekonomi semata

e)

penerimaan terhadap budaya luar tanpa seleksi

2.

Dalam penelitian etnografi, ditemukan bahwa masyarakat Kampung Naga di Tasikmalaya menolak penggunaan listrik dan teknologi modern untuk menjaga keaslian budaya leluhur. Sikap tersebut menunjukkan salah satu kriteria komunitas lokal, yaitu ...

a)

keterbukaan terhadap perubahan global

b)

homogenitas dalam orientasi nilai dan norma

c)

keberagaman sistem nilai yang fleksibel

d)

kebergantungan pada sistem ekonomi nasional

e)

dinamika sosial yang cenderung individualistik

3.

Komunitas adat Ciptagelar di Sukabumi memiliki sistem pertanian tradisional yang tidak bergantung pada pupuk kimia. Dalam konteks sosiologi, kearifan lokal seperti ini menunjukkan bahwa komunitas lokal berperan penting dalam ...

a)

mempercepat industrialisasi pedesaan

b)

mengembangkan orientasi ekonomi pasar global

c)

menjaga keseimbangan ekologis dan sosial

d)

menghapus nilai-nilai budaya tradisional

e)

menolak seluruh bentuk inovasi modern

4.

Di beberapa daerah, komunitas lokal seperti warga Mekanisme masih memegang prinsip gotong royong dalam membangun rumah warga tanpa bayaran. Fenomena tersebut menggambarkan fungsi komunitas lokal dalam ...

a)

memperkuat struktur kekuasaan lokal

b)

menciptakan solidaritas mekanik Durkheimian

c)

membatasi inovasi teknologi

d)

menghambat perubahan sosial

e)

menghapuskan diferensiasi sosial

5.

Dalam masyarakat Bali, tradisi subak menjadi sistem pengairan berbasis komunitas yang diatur secara kolektif dan adil. D. dan waktu sering berdiskusi tentang bagaimana subak menunjukkan makna kearifan lokal sebagai ...

a)

A. bentuk kontrol sosial formal pemerintah

b)

B. warisan budaya tak berfungsi dalam modernitas

c)

C. sistem pengetahuan lokal yang mengatur kehidupan sosial-ekologis

d)

D. simbol ketertinggalan masyarakat agraris

e)

E. mekanisme persaingan antarpetani

6.

Ketika komunitas adat A. mulai tergusur karena pariwisata massal, terjadi konflik antara nilai ekonomi dan nilai budaya. Dalam sosiologi, situasi ini menggambarkan tantangan komunitas lokal dalam ...

a)

mempertahankan identitas di tengah arus globalisasi

b)

memperluas jaringan ekonomi lintas daerah

c)

menolak segala bentuk perubahan sosial

d)

memisahkan diri dari masyarakat luar

e)

menciptakan stratifikasi sosial baru

7.

Suatu komunitas nelayan di Sulawesi Selatan, termasuk ritual yang dilakukan oleh Polanyi, menetapkan larangan menangkap ikan pada masa tertentu untuk menjaga kelestarian laut. Dalam analisis sosiologis, tindakan tersebut mencerminkan kearifan lokal sebagai ...

a)

kebijakan formal pemerintah

b)

simbol integrasi budaya asing

c)

bentuk kontrol sosial berbasis norma adat

d)

penerapan prinsip ekonomi liberal

e)

bentuk diferensiasi kelas sosial

8.

Dalam perkembangan masyarakat digital, komunitas lokal seperti yang dijalankan oleh Meningkatkan dan Instrumen yang mampu mempertahankan nilai-nilai tradisional sambil beradaptasi dengan teknologi dianggap memiliki ...

a)

A. rigiditas budaya tinggi

b)

B. modernitas semu

c)

C. integrasi adaptif terhadap perubahan sosial

d)

D. resistensi total terhadap globalisasi

e)

E. disfungsi sistem sosial tradisional

9.

Pemerintah daerah menggandeng masyarakat adat di Kampung Naga untuk mengembangkan wisata budaya berbasis kearifan lokal tanpa mengubah struktur sosial tradisionalnya. Program tersebut menunjukkan bentuk pemberdayaan yang berorientasi pada ...

a)

peningkatan produksi ekonomi berbasis industri modern

b)

penguatan nilai budaya tanpa partisipasi warga

c)

pelestarian tradisi dengan partisipasi aktif komunitas

d)

integrasi budaya lokal ke dalam budaya global

e)

pemberlakuan kontrol penuh dari pihak pemerintah

10.

Di daerah Ciptagelar, memiliki aturan adat dalam pembagian hasil panen yang harus didahulukan untuk upacara adat. Dalam konteks pemberdayaan, praktik ini mencerminkan makna kearifan lokal sebagai ...

a)

sistem nilai yang membatasi inovasi

b)

pedoman etika kolektif yang menjaga keseimbangan sosial

c)

strategi ekonomi kapitalistik berbasis adat

d)

bentuk penolakan terhadap perkembangan sosial

e)

ritual tanpa fungsi sosial

11.

Sebuah komunitas nelayan di Banyuwangi menginisiasi kelompok usaha bersama yang memanfaatkan limbah laut menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Fenomena ini merupakan contoh pemberdayaan komunitas lokal yang menekankan pada ...

a)

transformasi nilai kultural menjadi kekuatan ekonomi

b)

perubahan sistem sosial menuju industrialisasi total

c)

penerapan model pembangunan top-down

d)

penghapusan tradisi untuk efisiensi ekonomi

e)

peningkatan individualisme dalam komunitas

12.

Komunitas adat Baduy dikenal menolak modernisasi ekstrem namun tetap menjalankan prinsip kemandirian ekonomi berbasis hasil bumi. Dalam sosiologi, hal ini menunjukkan keunikan komunitas lokal yang ...

a)

stagnan terhadap perubahan sosial

b)

melakukan seleksi adaptif terhadap modernitas

13.

Ketika pemerintah memberikan bantuan modal dan pelatihan manajemen kepada pengrajin batik di Pekalongan, kemudian komunitas tersebut mengembangkan koperasi berbasis kekerabatan, bentuk pemberdayaan yang terjadi termasuk dalam ...

a)

pemberdayaan individual berbasis kompetisi

b)

pemberdayaan struktural yang menumbuhkan solidaritas sosial

c)

transformasi budaya tanpa partisipasi lokal

d)

liberalisasi ekonomi berbasis pasar bebas

e)

pemberdayaan simbolik tanpa dampak sosial

14.

Sebuah komunitas petani di Bali, termasuk Mudah dan B, menggunakan sistem subak untuk mengatur pembagian air secara adil dan efisien. Dalam konteks pemberdayaan, sistem subak merupakan bentuk ...

a)

inovasi modern berbasis teknologi tinggi

b)

kontrol sosial adat yang menekan kreativitas

c)

lembaga sosial tradisional yang menjaga harmoni ekologis

d)

model birokrasi formal pemerintah daerah

e)

sarana legitimasi pemimpin adat terhadap rakyat

15.

Program pemberdayaan di desa wisata Candirejo, Magelang, mengajak warga seperti Mencerminkan dan Spesialisasi untuk menjadi pemandu lokal dan pemilik homestay. Dampaknya, kesejahteraan meningkat tanpa merusak tradisi. Kasus ini menunjukkan pentingnya peran komunitas lokal dalam ...

a)

A. menjadi objek pasif kebijakan pariwisata

b)

B. mempraktikkan modernisasi sepihak

c)

C. memposisikan diri sebagai pelaku utama pembangunan berkelanjutan

d)

D. menolak campur tangan pemerintah pusat

e)

E. mengkomersialisasikan budaya secara bebas

16.

Pemberdayaan perempuan di komunitas adat Sumba dilakukan melalui pelatihan tenun ikat dengan model koperasi. Keberhasilan program ini memperlihatkan bahwa pemberdayaan efektif terjadi ketika ...

a)

nilai kearifan lokal diintegrasikan dengan penguatan ekonomi

b)

budaya lokal dihapus untuk menyesuaikan pasar

17.

Dalam sebuah komunitas yang berusaha melestarikan budaya lokal, salah satu sikap yang tidak mendukung pelestarian budaya adalah...

a)

menutup diri dari pengaruh eksternal

b)

tergantung penuh pada bantuan pemerintah

c)

berorientasi pada komersialisasi budaya

d)

menghargai keberagaman budaya

18.

Komunitas adat Kajang di Sulawesi Selatan menjaga hutan adat dengan melarang warganya menebang pohon sembarangan. Upaya pemerintah untuk menjadikan wilayah ini sebagai ekowisata dilakukan dengan melibatkan tokoh adat. Pemberdayaan ini menunjukkan ...

a)

strategi kolonialisasi budaya

b)

penerapan kearifan lokal dalam kebijakan ekologis

c)

reduksi nilai adat demi tujuan ekonomi

d)

marginalisasi masyarakat adat

e)

hilangnya fungsi sosial budaya lokal

19.

Sebuah komunitas urban di Yogyakarta menciptakan bank sampah berbasis RT/RW untuk menanamkan nilai tanggung jawab lingkungan. Dalam sosiologi, tindakan ini menunjukkan bentuk baru komunitas lokal yang ...

a)

menggantikan adat tradisional dengan nilai konsumtif

b)

menggabungkan solidaritas mekanik dan organik secara dinamis

c)

menolak globalisasi dan modernitas

d)

berorientasi eksklusif pada ekonomi rumah tangga

e)

memperlemah relasi sosial antarkelompok

20.

Komunitas adat Ciptagelar mempertahankan sistem pertanian tradisional tanpa menggunakan traktor dan pupuk kimia, walaupun teknologi pertanian modern telah berkembang pesat. Fenomena ini mencerminkan salah satu ciri komunitas lokal yaitu ...

a)

keterbukaan penuh terhadap globalisasi ekonomi

b)

ketergantungan terhadap bantuan luar

c)

kemampuan mempertahankan nilai budaya leluhur

d)

kecenderungan individualistik dalam produksi

e)

perubahan nilai yang bersifat pragmatis

21.

Dalam struktur sosial Ciptagerlar, keputusan penting mengenai musim tanam dan panen ditentukan melalui musyawarah adat. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas lokal, termasuk generasi muda memiliki kriteria ...

a)

sistem sosial berbasis hierarki kapital

b)

struktur sosial yang individualistik

c)

pengambilan keputusan kolektif berdasarkan nilai budaya

d)

orientasi pasar dalam produksi pangan

e)

penolakan terhadap prinsip gotong royong

22.

Dalam sebuah program pembangunan di desa, pemerintah memberikan bantuan yang menjadi satu-satunya solusi. Perempuan di desa tersebut, termasuk Ekonomi dan Menjual, diposisikan hanya sebagai pekerja, dan orientasi program diarahkan pada hasil jangka pendek. Hal ini merupakan ciri dari...

a)

Pendekatan pembangunan yang tidak berkelanjutan

b)

Pendekatan pembangunan partisipatif

c)

Pendekatan pembangunan berbasis gender

d)

Pendekatan pembangunan jangka panjang

23.

Di sebuah desa yang dikenal dengan kearifan lokalnya, masyarakat percaya bahwa tanah dan alam adalah titipan leluhur yang harus dijaga, bukan dieksploitasi. Dalam perspektif sosiologis, pandangan tersebut menunjukkan bahwa kearifan lokal berfungsi sebagai ...

a)

simbol kekuasaan adat atas sumber daya

b)

kontrol sosial yang menjaga harmoni manusia dengan alam

c)

hambatan terhadap kemajuan teknologi

d)

sarana memperkuat ketimpangan sosial

e)

bentuk legitimasi ekonomi tradisional

24.

Masyarakat Cipta Gelar menolak penggunaan listrik PLN dan menggantinya dengan pembangkit mikrohidro buatan sendiri. Tindakan ini menunjukkan bahwa komunitas lokal memiliki keunikan dalam ...

a)

meniru modernitas tanpa penyesuaian budaya

b)

mengombinasikan teknologi modern dengan nilai lokal

c)

menolak semua bentuk perubahan sosial

d)

bergantung pada inovasi dari luar komunitas

e)

melemahkan identitas budaya mereka

25.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, keberadaan komunitas Cipta Gelar penting karena mereka ...

a)

menolak seluruh bentuk pembangunan ekonomi

b)

menunjukkan model hidup selaras dengan lingkungan

c)

menutup diri dari interaksi sosial dengan luar daerah

d)

bergantung penuh pada wisatawan

e)

meniru sistem sosial modern secara total

26.

Saat pemerintah daerah menawarkan program mekanisasi pertanian, tokoh adat Cipta Gelar menolak karena dianggap mengganggu keseimbangan ekosistem sawah. Keputusan ini menunjukkan peran komunitas lokal dalam ...

a)

A. mengontrol arah pembangunan agar sesuai nilai budaya

b)

B. mempercepat industrialisasi pedesaan

c)

C. meningkatkan ketergantungan terhadap kebijakan pemerintah

d)

D. menolak seluruh bentuk inovasi sosial

e)

E. memisahkan diri dari kehidupan nasional

27.

Komunitas Ciptagelar memiliki sistem komunikasi sosial yang kuat melalui lembaga adat dan media lokal seperti TV Ciptagelar. Keberadaan media ini menunjukkan bentuk kearifan lokal dalam ...

a)

memodernisasi sistem adat dengan meniru media global

b)

memperluas interaksi sosial tanpa kehilangan nilai komunitas

c)

menggantikan peran lembaga adat tradisional

d)

memutus hubungan antarwarga

e)

memfokuskan diri pada hiburan komersial

28.

Keberadaan komunitas Ciptagelar di tengah arus globalisasi memiliki arti penting karena ...

a)

memperlihatkan ketertinggalan daerah pedesaan

b)

menjadi simbol perlawanan terhadap modernitas

c)

menjaga keberlanjutan identitas budaya bangsa di tengah modernisasi

d)

menjadi contoh isolasi sosial yang perlu diubah

e)

menunjukkan ketergantungan terhadap teknologi lokal

29.

Jika komunitas Ciptagelar mengalami tekanan modernisasi ekstrem yang memaksa perubahan sistem adatnya, maka konsekuensi sosial yang paling mungkin terjadi adalah ...

a)

peningkatan kesejahteraan ekonomi tanpa gangguan sosial

b)

hilangnya fungsi kontrol sosial berbasis adat

c)

semakin kuatnya kohesi sosial

d)

terbentuknya stratifikasi sosial yang stabil

e)

menurunnya partisipasi pemerintah daerah

30.

Komunitas adat Ciptagelar mempertahankan sistem pertanian tradisional dengan mengandalkan perhitungan waktu tanam berdasarkan penanggalan adat. Praktik ini menunjukkan bentuk kearifan lokal sebagai ...

a)

simbol keagamaan tanpa nilai praktis

b)

pedoman ekologis berbasis pengalaman leluhur

c)

strategi modernisasi pertanian

d)

upaya menolak perubahan sosial total

e)

ritual formal tanpa makna sosial

31.

Alami dan teman-temannya di Masyarakat Cipta Gelar membangun TV komunitas untuk menyebarkan nilai adat dan kegiatan warga. Langkah ini menggambarkan pemberdayaan komunitas lokal melalui ...

a)

media berbasis partisipasi masyarakat

b)

program pemerintah pusat yang top-down

c)

dominasi elite adat terhadap informasi

d)

sistem komunikasi tertutup

e)

modernisasi tanpa arah budaya

32.

Ketika masyarakat Cipta Gelar menolak pupuk kimia karena merusak keseimbangan tanah, hal ini menunjukkan kearifan lokal berfungsi sebagai ...

a)

sistem kontrol ekologis berbasis nilai adat

b)

bentuk konservatisme tanpa inovasi

c)

larangan ekonomi yang membatasi produktivitas

d)

mekanisme politik dalam mengatur kekuasaan

e)

ritual simbolik yang kehilangan relevansi

33.

Ketika masyarakat desa Global menolak mekanisasi pertanian, namun menerima penggunaan teknologi mikrohidro untuk listrik desa, hal ini mencerminkan ...

a)

A. adaptasi selektif terhadap modernitas

b)

B. penolakan mutlak terhadap inovasi

c)

C. penerimaan pasif terhadap globalisasi

d)

D. ketergantungan ekonomi terhadap pemerintah

e)

E. konservatisme sosial yang ekstrem

34.

sistem pembagian hasil panen yang diatur oleh pemimpin adat berdasarkan prinsip keadilan sosial menunjukkan ...

a)

kearifan lokal sebagai sistem distribusi kolektif

b)

penerapan hukum ekonomi kapitalistik

c)

pembagian hasil berdasarkan status sosial

d)

ketimpangan ekonomi berbasis adat

e)

mekanisme stratifikasi sosial tertutup

35.

Program pemerintah yang bekerja sama dengan komunitas Cipta Gelar dalam pelestarian hutan adat merupakan bentuk pemberdayaan berbasis kapitalisme yang menjaga keteraturan untuk masyarakat lokal.

4 lines
36.

Dalam konteks sosiologi pembangunan, keberhasilan Menjaga Ciptagelar menjaga harmoni sosial di tengah perubahan zaman menunjukkan ...

a)

ketertinggalan dalam sistem sosial modern

b)

kemampuan menjaga identitas budaya di era global

c)

bentuk isolasi sosial dari modernitas

d)

kegagalan menyesuaikan diri terhadap urbanisasi

e)

sistem sosial yang statis dan tertutup

37.

Prinsip “tanah bukan untuk dijual” dalam masyarakat Ciptagelar menegaskan makna kearifan lokal sebagai ...

a)

instrumen hukum ekonomi modern

b)

sarana mempertahankan kepemilikan individu

c)

etika kolektif dalam menjaga keseimbangan sosial dan ekologis

d)

strategi ekonomi kapitalistik

e)

bentuk resistensi terhadap pembangunan

38.

Di sebuah sekolah di Ciptagelar sedang membahas tentang pentingnya pendidikan yang berbasis nilai budaya. Mereka sepakat bahwa pendidikan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan nilai-nilai sosial. Ini menggambarkan bentuk pemberdayaan ...

a)

A. humanistik dan kontekstual

b)

B. struktural dan mekanistik

c)

C. pragmatis dan instan

d)

D. formal dan birokratis

e)

E. materialistik dan kompetitif

39.

Ketika komunitas Ciptagelar menolak pariwisata massal karena khawatir mengubah nilai budaya, sikap ini menunjukkan ...

a)

A. bentuk proteksi budaya terhadap komersialisasi

b)

B. resistensi terhadap kemajuan ekonomi

c)

C. konflik internal dalam struktur adat

d)

D. penolakan terhadap keberagaman sosial

e)

E. keengganan terhadap perubahan teknologi

40.

Keputusan masyarakat Ciptagelar untuk tetap mempertahankan leuit (lumbung padi tradisional) menunjukkan keunikan komunitas lokal dalam ...

a)

mengabaikan inovasi penyimpanan modern

b)

melestarikan simbol identitas dan ketahanan pangan lokal

c)

menolak segala bentuk bantuan pemerintah

d)

memperkuat stratifikasi sosial ekonomi

e)

mengutamakan ritual daripada kebutuhan

41.

Dalam komunitas Ciptagelar, keputusan ekonomi dan sosial selalu melibatkan sesepuh adat. Hal ini mencerminkan bahwa ...

a)

A. otoritas sosial bersumber dari legitimasi moral dan tradisi

b)

B. kekuasaan bersifat absolut dan represif

c)

C. keputusan hanya berdasar kepentingan ekonomi

d)

D. sistem pemerintahan bersifat birokratis

e)

E. nilai demokrasi modern tidak berlaku

42.

Pemberdayaan berbasis kearifan lokal di Ciptagelar memperlihatkan bahwa ...

a)

pembangunan efektif jika masyarakat menjadi subjek utama

b)

intervensi eksternal lebih efisien daripada partisipasi

c)

keberhasilan diukur dari peningkatan konsumsi

d)

modernisasi harus menggantikan tradisi

e)

ketergantungan pada pihak luar mempercepat kemajuan

43.

Jika masyarakat Ciptagelar, seperti yang dialami , kehilangan nilai adat akibat tekanan modernisasi, dampak yang paling mungkin terjadi adalah ...

a)

modernisasi berjalan tanpa hambatan

b)

identitas budaya lokal semakin lemah

c)

stratifikasi sosial semakin menguat

d)

partisipasi masyarakat meningkat

e)

ketahanan pangan semakin baik

44.

Dalam sebuah proyek pemberdayaan komunitas yang dipimpin oleh memastikan, Cipta Gelar menghargai sistem kepercayaan, ritual, dan gotong royong. Proyek ini menunjukkan pendekatan pembangunan yang bersifat ...

a)

kultural-partisipatif

b)

teknokratik-sentralistik

c)

ekonomis-liberal

d)

kapitalistik-pragmatis

e)

administratif-formal

45.

Kegiatan Seren Taun di Cipta Gelar berfungsi sebagai sarana sosial untuk mempererat hubungan antarwarga dan antara manusia dengan alam. Dalam konteks sosiologis, kegiatan ini merupakan ...

a)

ritual ekonomi

b)

institusi sosial pembentuk kohesi

c)

bentuk konsumsi kolektif

d)

sistem stratifikasi simbolik

e)

upacara estetis tanpa fungsi sosial

46.

Masyarakat Cipta Gelar memiliki sistem gotong royong dalam membangun rumah warga tanpa imbalan. Nilai ini memperlihatkan bahwa komunitas lokal berfungsi sebagai ...

a)

sarana integrasi sosial berbasis solidaritas mekanik

b)

sistem kompetisi ekonomi yang sehat

c)

bentuk stratifikasi tradisional

d)

mekanisme politik informal

e)

unit produksi ekonomi kapitalistik

47.

Dalam pemberdayaan masyarakat adat Cipta Gelar, pendekatan yang menghormati sistem adat dan melibatkan tokoh budaya disebut ...

a)

pendekatan partisipatif berbasis kearifan lokal

b)

pendekatan administratif sentralistik

c)

pendekatan modernisasi eksklusif

48.

Secara sosiologis, keberadaan Ciptagelar penting bagi masyarakat Indonesia karena ...

a)

menunjukkan cara hidup terisolasi dari dunia modern

b)

menjadi model pelestarian budaya dan kemandirian sosial di era global

c)

menolak seluruh bentuk pembangunan ekonomi

d)

bergantung pada wisata budaya untuk bertahan hidup

e)

hanya relevan bagi komunitas pedesaan

49.

Larangan menjual beras di masyarakat adat Ciptagelar mencerminkan nilai utama yang dianut komunitas tersebut. Dari perspektif sosiologi budaya, nilai ini berfungsi untuk....

a)

Menegakkan hukum adat agar sejalan dengan aturan pemerintah

b)

Mencegah individualisme dan menjaga solidaritas sosial masyarakat

c)

Mengontrol pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil secara makro

d)

Menghambat inovasi ekonomi demi mempertahankan tradisi agraris

e)

Menguatkan otoritas kepala adat terhadap kegiatan ekonomi warga

50.

Nilai kearifan lokal yang mendorong masyarakat Ciptagelar untuk tidak menjual hasil panen padi merupakan bentuk internalisasi dari konsep....

a)

Etika produksi subsisten

b)

Rasionalitas ekonomi modern

c)

Kedaulatan pangan tradisional

d)

Mobilitas sosial vertikal

e)

Modernisasi sosial

51.

Dalam konteks struktur sosial, larangan menjual beras di Ciptagelar menciptakan keteraturan sosial melalui....

a)

Ketergantungan ekonomi pada pihak luar

b)

Stratifikasi ekonomi berdasarkan kepemilikan lahan

c)

Integrasi sosial melalui norma adat yang mengikat

d)

Konflik antar-kelompok karena perbedaan kepentingan

e)

Keterbukaan sosial terhadap budaya luar

52.

Nilai “tidak menjual beras” di Cipta Gelar memiliki makna fungsional bagi masyarakat dalam hal....

a)

Meningkatkan daya saing ekonomi desa

b)

Menguatkan struktur sosial hierarkis

c)

Menjaga keseimbangan ekologis dan spiritual

d)

Membuka peluang ekspor hasil bumi

e)

Menurunkan ketergantungan sosial terhadap adat

53.

Kearifan lokal Cipta Gelar yang menekankan pengelolaan tanah secara lestari menunjukkan penerapan prinsip....

a)

Ekonomi kapitalistik

b)

Ekologi sosial

c)

Materialisme historis

d)

Individualisme modern

e)

Industrialisasi lokal

54.

Dari perspektif fungsionalisme struktural, larangan menjual beras di Cipta Gelar dapat dilihat sebagai mekanisme sosial yang....

a)

Menghambat integrasi sosial melalui isolasi budaya

b)

Menjaga keseimbangan sosial dan kesinambungan tradisi

c)

Mendorong mobilitas sosial dalam komunitas

d)

Menggantikan fungsi ekonomi modern

e)

Mengurangi kesadaran kolektif

55.

Jika masyarakat Cipta Gelar mulai mengabaikan aturan tidak menjual beras, maka dampak sosial yang paling mungkin terjadi adalah....

a)

Terjadinya peningkatan produktivitas pertanian

b)

Menurunnya legitimasi norma adat dan solidaritas sosial

c)

Meningkatnya mobilitas ekonomi warga

d)

Perkuatan sistem redistribusi pangan lokal

e)

Terjadinya akulturasi dengan budaya agraris luar

56.

Salah satu nilai penting yang terkandung dalam sistem kehidupan masyarakat Cipta Gelar adalah “pamali” terhadap perilaku yang melanggar adat. Dalam perspektif sosiologi, fungsi nilai ini adalah....

a)

Melestarikan norma sosial dan menjaga keteraturan masyarakat

b)

Menghukum pelanggar adat

c)

Mendorong perubahan sosial

d)

Meningkatkan konflik antar masyarakat

57.

Komunitas Cipta­gelar menjadi contoh nyata bagaimana komunitas lokal mampu menjaga identitas budaya di tengah modernisasi. Faktor utama yang membuat hal ini berhasil adalah....

a)

Adanya tekanan ekonomi dari luar komunitas

b)

Kekuatan simbolik nilai adat sebagai pedoman sosial

c)

Keengganan masyarakat menerima perubahan

d)

Isolasi geografis dari dunia luar

e)

Peran elite adat dalam monopoli ekonomi

58.

Aturan tanam padi serentak di Cipta­gelar menunjukkan fungsi norma sosial dalam....

a)

Meningkatkan diversifikasi pangan untuk kesejahteraan individu

b)

Mengatur ritme sosial agar masyarakat hidup dalam harmoni ekologis

c)

Menyesuaikan jadwal tanam dengan pasar nasional

d)

Menghapus hierarki dalam sistem pertanian adat

e)

Mendorong industrialisasi agraria

59.

Larangan membuka hutan lebih dari 20% di Cipta­gelar merefleksikan prinsip kearifan lokal dalam....

a)

Eksploitasi maksimal sumber daya alam

b)

Keseimbangan ekologis antara manusia dan alam

c)

Efisiensi produksi pangan secara modern

d)

Mobilitas ekonomi dan ekspansi lahan

e)

Rasionalitas pembangunan berkelanjutan global

60.

Tanam padi sekali setahun di Cipta­gelar bukan tanda keterbelakangan, melainkan cerminan....

a)

Strategi sosial untuk menekan populasi

b)

Prinsip keseimbangan ekologis berbasis ritus dan ritme alam

c)

Adaptasi terhadap teknologi pertanian modern

d)

Strategi ekonomi berbasis diversifikasi usaha

e)

Ketergantungan terhadap sistem agraria nasional

61.

Pernyataan “tikus adalah sahabat alam” di Ciptagelar mencerminkan pandangan hidup masyarakat terhadap alam sebagai....

a)

Entitas yang harus dikendalikan manusia

b)

Objek produksi dan eksploitasi

c)

Subjek spiritual yang memiliki hak hidup setara

d)

Sumber ekonomi utama yang harus dijaga produktivitasnya

e)

Sumber konflik sosial antarwarga

62.

Tidak menggunakan pestisida di Ciptagelar menandakan bentuk perlawanan terhadap....

a)

A. Intervensi pasar global dalam sistem pangan lokal

b)

B. Tradisi lama yang tidak efisien

c)

C. Kearifan kosmologis masyarakat agraris

d)

D. Kemajuan ilmu pertanian modern

e)

E. Sistem kontrol adat dalam produksi

63.

Kepercayaan terhadap bintang Kerti dan Kidang sebagai pedoman waktu tanam merupakan bentuk....

a)

Ilmu astronomi tradisional yang berfungsi sebagai panduan sosial dan ekologis

b)

Mitologi tanpa dasar empiris

c)

Kepercayaan fatalistik tanpa makna sosial

d)

Upaya mengontrol perilaku masyarakat lewat mitos

e)

Adaptasi terhadap cuaca modern

64.

Dalam perspektif ekologi sosial, aturan-aturan adat Ciptagerlar berfungsi untuk....

a)

Menghasilkan surplus ekonomi bagi komunitas

b)

Menjaga hubungan simbiotik manusia-alam agar berkelanjutan

c)

Menegakkan hierarki adat terhadap masyarakat luar

d)

Meningkatkan efisiensi produksi padi nasional

e)

Mengurangi ritual adat yang dianggap menghambat

65.

Aturan pembukaan hutan hanya 20% menunjukkan bahwa komunitas Ciptagerlar menerapkan prinsip....

a)

A. Kapitalisme ekologi

b)

B. Kedaulatan ekologis dan etika lingkungan

c)

C. Ekspansi agraria

d)

D. Pengelolaan top-down oleh elite adat

e)

E. Modernisasi teknologi hijau

66.

Masyarakat Ciptagelar yang tetap menanam padi tanpa pestisida memperlihatkan nilai sosial berupa....

a)

Ketergantungan terhadap teknologi luar

b)

Keteguhan pada prinsip keberlanjutan hidup dan spiritualitas alam

c)

Adaptasi terhadap pasar modern

d)

Penolakan terhadap seluruh perubahan sosial

e)

Rasionalitas kapitalistik

67.

Bintang Kerti dan Kidang dijadikan acuan bertani karena....

a)

Mempengaruhi harga pasar dan cuaca

b)

Mengandung nilai simbolik keteraturan kosmos yang diikuti manusia

c)

Mengajarkan manusia berpikir logis

d)

Menggantikan sistem kalender modern

e)

Mengontrol perilaku warga agar patuh pada elite adat

68.

Peran komunitas lokal Ciptagelar dalam mempertahankan tradisi menunjukkan pentingnya....

a)

Otonomi budaya dan kedaulatan lokal dalam era globalisasi

b)

Isolasi total dari dunia luar

c)

Penolakan terhadap interaksi sosial luar

d)

Integrasi dengan sistem kapital global

e)

Ketergantungan pada kebijakan pemerintah pusat

69.

Kearifan lokal Ciptagelar menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisional dapat....

a)

Menjadi dasar etika pembangunan berkelanjutan modern

b)

Menghambat perkembangan ekonomi pasar

c)

Menyebabkan konflik dengan kebijakan pemerintah

d)

Menggantikan seluruh sistem sains modern

e)

Menghapus sistem nilai global

70.

Aturan adat yang menata hubungan sosial, ekonomi, dan alam di Ciptagelar memiliki fungsi utama....

a)

Menjamin stabilitas sosial dan kesinambungan ekologi

b)

Menekan perkembangan teknologi

c)

Mengisolasi masyarakat dari modernitas

d)

Meningkatkan eksploitasi sumber daya alam

e)

Menghapus hierarki sosial

71.

Pengaturan waktu tanam berdasarkan bintang menunjukkan bahwa masyarakat Ciptagerlar mengedepankan....

a)

A. Pengetahuan tradisional berbasis pengalaman empiris yang diwariskan

b)

B. Sistem kalender adat yang tidak rasional

c)

C. Fatalisme dalam berproduksi

d)

D. Mitologi religius tanpa manfaat sosial

e)

E. Dominasi spiritual atas pertanian

72.

Nilai “tikus adalah sahabat alam” mengajarkan prinsip penting bahwa....

a)

Semua makhluk memiliki fungsi ekologis dalam sistem kehidupan

b)

Tikus harus dikontrol secara simbolik melalui ritual

c)

Hewan dianggap sakral secara keagamaan

d)

Alam tunduk pada manusia yang beradab

e)

Padi harus dilindungi dengan teknologi modern

73.

Dalam konteks perubahan sosial, keteguhan masyarakat Ciptagerlar mempertahankan tradisinya adalah contoh....

a)

Akulturasi pasif

b)

Resistensi kultural terhadap globalisasi

c)

Disintegrasi sosial akibat isolasi

d)

Proses asimilasi nilai modern

e)

Adaptasi terhadap tekanan pasar

74.

Ketika masyarakat Ciptagerlar menolak pestisida, mereka menolak dominasi pengetahuan modern yang bersifat....

a)

A. Etnosentris dan hegemonik terhadap pengetahuan lokal

b)

B. Adaptif dan berbasis komunitas

c)

C. Holistik dan spiritual

d)

D. Interdisipliner dan kolaboratif

e)

E. Rasional dan empiris

75.

Menjaga hutan dari pembukaan berlebihan merupakan bentuk konkret dari nilai....

a)

Materialisme ekologis

b)

Pelestarian sosial budaya (social conservation)

c)

Etnosentrisme agraris

76.

Prinsip tanam serentak di Cipta gelar memperkuat struktur sosial melalui....

a)

Kompetisi antarkelompok tani

b)

Solidaritas mekanik dalam gotong royong

c)

Mobilitas sosial vertikal

d)

Sistem redistribusi hasil panen

e)

Dominasi elite adat

77.

Penerapan sistem tanam sekali setahun mengandung nilai....

a)

Pembatasan sosial atas produksi berlebih

b)

Kesetaraan antara hasil alam dan kebutuhan hidup

c)

Ketidakefisienan ekonomi tradisional

d)

Ketergantungan terhadap ritual spiritual

e)

Penolakan teknologi modern

78.

Dalam konteks keberlanjutan, praktik tanam padi yang dilakukan secara bergiliran di komunitas Kidang–Kerti menunjukkan ...

a)

ketergantungan pada teknologi modern

b)

pengabaian terhadap tradisi lokal

c)

penurunan kualitas tanah secara bertahap

d)

strategi adaptasi terhadap perubahan iklim

e)

peningkatan hasil panen yang tidak terencana

79.

Larangan penggunaan bahan kimia dalam pertanian di Kidang–Kerti berfungsi untuk ...

a)

menyebabkan penurunan hasil panen jangka panjang

b)

meningkatkan produktivitas pertanian secara instan

c)

melindungi kesehatan masyarakat dan ekosistem

d)

mengurangi biaya produksi bagi petani

e)

mendorong penggunaan pupuk sintetis

80.

Praktik penanaman padi yang dilakukan berdasarkan fase bulan di Kidang–Kerti mencerminkan ...

a)

strategi untuk meningkatkan keuntungan ekonomi

b)

kearifan lokal yang terintegrasi dengan alam

c)

ketidakpahaman terhadap ilmu pengetahuan modern

d)

penggunaan metode ilmiah dalam pertanian

e)

penolakan terhadap teknologi pertanian baru