Font size
WorksheetsDaulah Syafawi Kelas XI
Total questions: 10
Worksheet time: 12mins
Daulah Syafawi sangat unggul di bidang ilmu pengetahuan dibandingkan dengan Daulah Usmani dan Daulah Mughal. Alasan yang melatarbelakangi kemajuan Daulah tersebut adalah ....
doktrin utama kaum Syi’ah yaitu tidak diperbolehkannya taklid dan pintu ijtihad selamanya akan terbuka
keterbelakangan perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan di Daulah Usmani (Turki)
doktrin kaum Sunni yang melarang taklid dan mendorong kebebasan para ulama untuk ijtihad
keterbelakangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Daulah Mughal (India) dan Daulah Usmani (Turki)
doktrin kaum Syi’ah yang melarang ijtihad dan menuntut taklid penuh terhadap para ulama
Pada masa kejayaannya, Daulah Syafawi dikenal sebagai salah satu kekuatan besar Islam yang berpengaruh di kawasan Persia. Namun, seiring waktu, kerajaan ini mengalami kemunduran yang cukup signifikan, salah satu penyebab utamanya adalah konflik berkepanjangan dengan Daulah Usmani. Dampak dari konflik berkepanjangan antara dua daulah besar tersebut adalah ....
konflik tersebut justru memperkuat identitas keagamaan Syiah di Persia dan memperluas pengaruh politik Syafawi di Timur Tengah
perang yang berlarut-larut menimbulkan krisis sumber daya dan mempercepat kemunduran Daulah Syafawi dalam bidang ekonomi dan militer
pertentangan ideologi antara Sunni dan Syiah berakhir dengan dominasi penuh Syafawi atas wilayah Mesopotamia
kebijakan militer Syafawi berhasil menstabilkan situasi politik dalam negeri meskipun terjadi pertempuran di wilayah perbatasan
konflik antara kedua daulah mendorong pertumbuhan perdagangan karena terbukanya jalur hubungan diplomatik baru
Ali, putra dan pengganti Haidar, didesak oleh bala tentara untuk menuntut balas atas kematian sang ayah, terutama terhadap Ak Koyunlu. Akan tetapi, Ya'kub pemimpin Ak Koyunlu menangkap dan memenjarakan Ali bersama saudaranya, Ibrahim dan Ismail, beserta ibunya di Fars selama 4,5 tahun.
Berdasarkan teks bacaan tersebut, alasan Ak Koyunlu melakukan hal tersebut, yaitu....
gerakan Syafawi telah melakukan penghianatan kepada Ak Koyunlu di masa pemerintahan Ya’kub
Syafawi telah membantu Rustam dalam penghianatan kepada Ak Koyunlu di masa pemerintahan Ya’kub
gerakan militer Syafawi dipandang sebagai rival politik oleh Ak Koyunlu dalam meraih kekuasaan
gerakan keagamaan Syafawi tidak dipandang sebagai rival politik oleh Ak Koyunlu dalam meraih kekuasaan
gerakan ekonomi Syafawi dipandang sebagai rival politik oleh Ak Koyunlu dalam meraih kekuasaan
Salah satu khalifah Daulah Syafawi memberikan kebebasan kepada para ulama Syiah untuk memaksakan paham Syiah dan pendapatnya terhadap penganut Sunni. Hal ini memicu kemarahan dari golongan Sunni di Afghanistan, sehingga mereka melakukan pemberontakan.
Sumber: https://kalam.sindonews.com/
Peritiwa dan kebijakan tersebut terjadi pada masa Syah (a)
Pada masa pemerintahan Syah Husein (1706 M), Dinasti Syafawi membangun sebuah gedung megah di kawasan Chahar-Bagh, Isfahan. Dari luar, bangunan tersebut tampak megah dengan gerbang tinggi dari besi, sedangkan bagian dalamnya dihiasi kubah berlapis ubin keramik bermotif bunga dengan dominasi warna biru dan kuning keemasan. Serta gedung ini menjadi simbol arsitektur tinggi masa Syafawi.
Sumber: https://khazanah.republika.co.id/berita/pdgbsw313/warisan-dinasti-safawiyah
Beberapa pernyataan yang benar dan relevan untuk menggambarkan bangunan peninggalan Daulah Syafawi tersebut adalah ....
bangunan tersebut dikenal sebagai kawah candradimuka bagi orang-orang yang belajar ilmu agama pada zamannya
fungsi utama bangunan tersebut adalah sebagai pusat pendidikan agama dan pengembangan ilmu pengetahuan
bangunan tersebut dibangun semata-mata untuk kepentingan politik dan pertahanan suatu kerajaan Islam
hiasan dinding dan warna yang dominan menunjukkan pengaruh kuat budaya Eropa dalam seni arsitektur Syafawi
bangunan itu menjadi representasi kemunduran Daulah Syafawi karena berfungsi sebagai monumen keagungan masa lalu
Persamaan dari faktor kemunduran tiga daulah pada masa pertengahan (Daulah Usmani, Mughal dan Syafawi), yaitu ....
kemunculan gerakan oposisi sekuler
terjadi stagnasi dalam pembinaan militer
kemerosotan akhlak dan moral para penguasa
memiliki wilayah kekuasaan yang luas
konflik antarumat beragama yang sulit dihindari
Dalam sistem pemerintahan, pemimpin yang bertugas mengurusi dalam urusan keagamaan, yaitu ....
Sadr
Wazir
Wakil Syah
Qizilbash
Ghulam
Khalifah ini adalah Shah Iran yang menjadi raja pada tahun 1501 M dan pendiri dinasti Syafawi yang bertahan sampai tahun 1736 M. Beliau mulai berkampanye di Azerbaijan pada tahun 1500 M sebagai pemimpin Syafawiyah. Ia lahir di Ardabil, Iran Azerbaijan, ia adalah raja dari dinasti Syafawi antara tahun 1501-1524 M. Beberapa strategi dan kebijakan khalifah Daulah Syafawi yang sesuai dengan gambar dan teks tersebut, yaitu ....
melakukan ekspansi (perluasan) ke beberapa wilayah
melakukan perjanjian damai dengan Turki Usmani
mengurangi dominasi pasukan Qizilbash (Baret Merah)
menetapkan Syi’ah sebagai ideologi resmi Daulah Syafawi
membangun Gedung Jembatan Khaju sebagai bendungan
Beberapa kebijakan atau langkah Abbas I yang mendukung keberhasilannya Daulah Syafawi mencapai puncak kejayaannya, yaitu....
memprakarsai berdirinya istana Chihil Sutun
mengurangi dominasi pasukan Qizilbash
mengadakan perjanjian damai dengan Turki Usmani
menetapkan Syi’ah sebagai ideologi resmi
membebaskan bara ulama untuk memksakan aliran Syi'ah
Tokoh ilmuwan ini memiliki nama lengkap Sadruddin Muhammad bin Ibrahim Syirazi. Ia dilahirkan di Kota Syiraz (Iran) pada 979 H/1571 M, dan wafat di Kota Bashrah (Irak) pada 1050 H/1640 M dalam perjalanan ke Makkah dalam rangka menunaikan ibadah haji yang ketujuh. Beliau merupakan tokoh terbesar aliran tasawuf filsafat ketuhanan. Ajaran tasawuf filsafat ketuhanan ini ia pelajari langsung dari Syekh Bahauddin Muhammad bin Husain Al-Amili Al-Juba’i di Kota Qazwin.
Sebagai seorang filsuf, namanya setara dengan para ahli filsuf Muslim yang hidup pada masa sebelum maupun sesudahnya, seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, Nasiruddin At-Thusi, Ibnu Rusyd, dan Ibnu Miskawaih.
Tokoh ilmuwan dari Daulah Syafawi tersebut lebih dikenal dengan nama (a) (Nama sebutannya saja)
