Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Pilihan Ganda Sejarah Indonesia Try Out 6 Ok

Total questions: 75

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Perjanjian Renville dianggap lebih merugikan Indonesia dibandingkan Linggajati karena mana di bawah ini yang paling tepat?

a)

Mengakui kedaulatan RI atas seluruh wilayah bekas Hindia Belanda.

b)

Mengharuskan TNI menarik diri dari wilayah yang dikuasai Belanda (Garis Van Mook).

c)

Tidak mencantumkan pengakuan de facto atas Sumatera dan Jawa.

d)

Diselenggarakan di kapal perang Amerika Serikat, menunjukkan tekanan asing.

e)

Hanya melibatkan Belanda dan Indonesia tanpa mediasi PBB.

2.

Agresi Militer Belanda I (Juli 1947) bertujuan menguasai sumber daya ekonomi, sedangkan Agresi Militer Belanda II (Desember 1948) bertujuan…

a)

Menghancurkan kekuatan militer sekutu.

b)

Menguasai seluruh ibu kota negara bagian RIS.

c)

Menangkap pemimpin RI dan menghancurkan pusat pemerintahan di Yogyakarta.

d)

Mempersiapkan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag.

e)

Menekan PBB agar mengakui keberadaan NICA.

3.

Analisis mengapa masa Demokrasi Liberal (1950–1959) di Indonesia ditandai oleh ketidakstabilan politik yang tinggi adalah karena…

a)

Adanya dominasi tunggal PKI dalam parlemen.

b)

Kegagalan Pemilu 1955 dalam menghasilkan kabinet mayoritas.

c)

Terlalu banyaknya partai politik yang memicu koalisi rapuh.

d)

Intervensi militer yang terlalu kuat dalam urusan sipil.

e)

Pengaruh ideologi Nasakom yang memecah belah bangsa.

4.

Program Gunting Syafruddin, yang memotong nilai mata uang, pada dasarnya adalah upaya…

a)

Meningkatkan daya beli masyarakat miskin.

b)

Menarik modal asing untuk investasi.

c)

Mengurangi jumlah uang beredar untuk menekan inflasi.

d)

Membiayai pembangunan infrastruktur secara masif.

e)

Menghapus utang luar negeri secara cepat.

5.

Apa faktor utama yang menyebabkan kegagalan Konstituante menyelesaikan tugasnya menyusun Undang-Undang Dasar baru antara tahun 1956 hingga 1959?

a)

Tekanan militer yang memaksa pembubaran lembaga.

b)

Intervensi Presiden Soekarno yang terlalu kuat sejak awal.

c)

Perbedaan ideologi yang tajam dan tidak terselesaikan antara fraksi-fraksi besar.

d)

Anggaran yang terbatas untuk operasional Konstituante.

e)

Adanya ancaman pemberontakan separatis di daerah.

6.

Latar belakang PRRI/Permesta dan DI/TII sama-sama dipicu ketidakpuasan. Analisis perbedaan mendasar pemicu kedua pemberontakan ini adalah…

a)

PRRI/Permesta menuntut federalisme, DI/TII menuntut negara Islam.

b)

DI/TII dipicu masalah ideologi/agama, PRRI/Permesta dipicu masalah alokasi dana pembangunan dan otonomi daerah.

c)

DI/TII dipicu ketidakpuasan terhadap hasil KMB, PRRI/Permesta dipicu kegagalan Pemilu 1955.

d)

Keduanya dipicu oleh campur tangan asing (CIA).

e)

DI/TII terjadi di Jawa, PRRI/Permesta terjadi di luar Jawa.

7.

Mengapa Peristiwa Bandung Lautan Api (Maret 1946) secara politis merupakan langkah yang tepat dalam konteks perjuangan mempertahankan kemerdekaan?

a)

Memperlihatkan kekuatan militer TKR yang mampu mengalahkan Sekutu.

b)

Menghindarkan kota Bandung jatuh ke tangan NICA secara utuh dan bermanfaat.

c)

Mempercepat pengakuan kedaulatan Indonesia oleh PBB.

d)

Mendorong diadakannya Perundingan Linggajati.

e)

Mendapatkan simpati dan bantuan militer dari negara-negara Asia.

8.

Analisis mengapa politik Konfrontasi dengan Malaysia justru memperkuat posisi Partai Komunis Indonesia (PKI) di tingkat domestik…

a)

PKI menjadi satu-satunya partai yang menolak konfrontasi.

b)

Soekarno menjadikan PKI sebagai duta perdamaian.

c)

Konfrontasi memerlukan dukungan massa besar, di mana PKI memiliki basis massa terluas.

d)

PKI memegang kendali penuh atas komando Dwikora.

e)

AS memberikan dukungan dana kepada PKI untuk mendukung konfrontasi.

9.

Kegagalan sistem Kabinet Ali Sastroamidjojo I (1953–1955) disebabkan oleh…

a)

Intervensi Belanda yang menghalangi program kerja kabinet.

b)

Konflik internal antara PNI dan PKI.

c)

Masalah Angkatan Darat (peristiwa 17 Oktober 1952) dan perpecahan politik.

d)

Adanya penolakan keras terhadap Konferensi Asia-Afrika.

e)

Kabinet ini terlalu lama menjabat sehingga kehilangan dukungan rakyat.

10.

Hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) yang paling signifikan membatasi kedaulatan politik Indonesia adalah…

a)

Pembentukan Uni Indonesia-Belanda.

b)

Kewajiban Indonesia menanggung utang perang Hindia Belanda.

c)

Status Irian Barat ditunda.

d)

Indonesia diwajibkan menjadi negara federal (RIS).

e)

Penarikan mundur seluruh tentara KNIL.

11.

Kekuatan utama yang berperan dalam mengakhiri era Demokrasi Terpimpin dan mengantar ke masa Orde Baru adalah…

a)

Kekuatan parlemen yang kembali kuat pasca G30S/PKI.

b)

Peran aktif partai-partai Islam yang menentang Soekarno.

c)

Kesatuan aksi mahasiswa (KAMI) dan Angkatan Darat di bawah Jenderal Soeharto.

d)

Perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

e)

Pengaruh kuat PBB yang mendesak perubahan rezim.

12.

Apa dampak terpenting dari Pemilu 1955 terhadap sistem pemerintahan saat itu? Pilih jawaban yang paling tepat.

a)

Menguatnya peran Presiden Soekarno.

b)

Membentuk Dewan Perwakilan Rakyat dan Konstituante yang demokratis.

c)

Menghapuskan sistem multipartai.

d)

Mengakhiri pemberontakan daerah.

e)

Menjadikan PKI sebagai pemenang tunggal.

13.

Apa analisis Anda mengenai peran Diplomasi Beras yang dilakukan Indonesia kepada India pada tahun 1946?

a)

Upaya mencari bantuan militer dari India.

b)

Strategi politik luar negeri untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan internasional.

c)

Menunjukkan surplus pangan yang dimiliki Indonesia.

d)

Menekan Inggris agar menarik tentaranya.

e)

Bentuk kerjasama ekonomi antar-negara Non-Blok.

14.

Evaluasilah dampak terpenting dari keputusan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda (1957) terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia saat itu.

a)

Meningkatkan kepercayaan investor asing karena menunjukkan kontrol penuh negara atas sumber daya.

b)

Memperkuat posisi tawar Indonesia di forum internasional.

c)

Menyebabkan penurunan drastis produksi karena minimnya SDM Indonesia.

d)

Memicu krisis ekonomi jangka pendek akibat embargo Belanda, sekaligus mempercepat konsolidasi kekuasaan Presiden.

e)

Mengakhiri semua sengketa utang dengan Belanda.

15.

Evaluasilah pernyataan yang paling tepat mengenai kegagalan sistem Demokrasi Parlementer dalam menyelesaikan masalah negara pada periode 1950-1959.

a)

Sistem ini terlalu sentralistik, mengabaikan pembangunan daerah.

b)

Konflik ideologi antarpatai dan seringnya jatuh bangun kabinet membuat program pembangunan tidak berkelanjutan.

c)

Presiden Soekarno menolak sistem ini sejak awal pembentukannya.

d)

Adanya tekanan kuat dari AS untuk mengubah sistem.

e)

Sistem ini tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

16.

Dalam konteks Irian Barat, mengapa Deklarasi Trikora (Tri Komando Rakyat) di tahun 1961 dinilai lebih efektif daripada diplomasi yang dilakukan sebelumnya?

a)

Trikora melibatkan PBB sebagai mediator utama.

b)

Trikora mengancam penggunaan kekuatan militer, membuat Belanda lebih serius di meja perundingan (Perjanjian New York).

c)

Trikora mengakhiri hubungan diplomatik dengan semua negara Barat.

d)

Trikora mendapatkan dukungan penuh dari Amerika Serikat.

e)

Trikora berhasil menangkap petinggi militer Belanda.

17.

Evaluasilah peran Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 bagi politik luar negeri Indonesia.

a)

KAA berhasil menekan Belanda untuk menyerahkan Irian Barat.

b)

KAA memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin negara-negara yang baru merdeka dan menolak blok dunia.

c)

KAA menjadi forum untuk membangun aliansi militer dengan Tiongkok dan Uni Soviet.

d)

KAA adalah forum yang didominasi oleh AS dan Inggris.

e)

KAA gagal menyatukan pandangan negara-negara Asia-Afrika.

18.

Evaluasilah kebijakan Dwi Fungsi ABRI yang dimulai pada masa Demokrasi Terpimpin. Manakah penilaian yang paling tepat?

a)

Sangat positif karena menjamin netralitas ABRI dari politik.

b)

Melegitimasi peran militer tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sosial-politik.

c)

Melemahkan peran Soekarno sebagai Panglima Tertinggi.

d)

Menghapuskan semua partai politik.

e)

Memicu konflik antara TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut.

19.

Kabinet Burhanuddin Harahap (1955-1956) dinilai cukup berhasil. Apa capaian terpenting yang patut dievaluasi dari kabinet ini?

a)

Pelaksanaan Trikora yang sukses.

b)

Pembentukan sistem ekonomi doorstoot.

c)

Penguatan hubungan diplomatik dengan RRT.

d)

Pelaksanaan Pemilihan Umum 1955 yang merupakan pemilu pertama Indonesia.

e)

Meredakan semua pemberontakan DI/TII.

20.

Setelah Dekrit 5 Juli 1959, Indonesia kembali ke UUD 1945. Evaluasi: apa dampak terbesar dari pemberlakuan kembali UUD 1945 ini?

a)

Penguatan sistem multipartai.

b)

Pemberian kekuasaan yang besar kepada Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif dan legislatif.

c)

Indonesia menjadi negara federal.

d)

Penghapusan peran militer dalam politik.

e)

Percepatan penyelesaian sengketa Irian Barat.

21.

Dalam konteks perjuangan diplomatik, evaluasi mengapa Perundingan Linggarjati pada tahun 1946 dianggap sebagai pengorbanan politik yang besar bagi RI?

a)

RI dipaksa menerima sistem federal (RIS).

b)

Pengakuan de facto wilayah RI yang terbatas, namun menjadi pijakan menuju pengakuan kedaulatan lebih lanjut.

c)

Belanda menyerahkan seluruh wilayah Indonesia kepada RI tanpa syarat.

d)

Kesepakatan untuk melebur RI ke dalam Uni Indonesia-Belanda yang setara.

e)

Penarikan semua pasukan Belanda dari Jawa dan Sumatra segera setelah perundingan.

22.

Dalam masa Demokrasi Terpimpin, kebijakan politik Mercusuar Presiden Soekarno harus dievaluasi sebagai...

a)

Kebijakan yang sukses membawa Indonesia menjadi negara dengan infrastruktur modern dan utang yang terkelola.

b)

Upaya yang menguras sumber daya keuangan negara untuk proyek prestisius yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

c)

Kebijakan yang sangat didukung oleh AS dan Blok Barat.

d)

Upaya menasionalisasi semua aset asing.

e)

Langkah untuk menghapus pengaruh PKI dalam pemerintahan.

23.

Mengapa pemberontakan DI/TII di berbagai wilayah (Jawa Barat, Aceh, Sulawesi) sulit diatasi dan berlangsung lama hingga 1965?

a)

Karena DI/TII mendapat bantuan dana besar dari Belanda.

b)

Kurangnya dukungan rakyat terhadap TNI.

c)

Adanya unsur ideologi keagamaan yang kuat dan basis massa yang loyal.

d)

Wilayah operasi DI/TII yang merupakan daerah perkotaan yang padat.

e)

TNI tidak memiliki strategi militer yang memadai.

24.

Evaluasilah capaian dari Program Benteng yang bertujuan menciptakan pengusaha pribumi.

a)

Capaiannya sangat positif karena berhasil melahirkan banyak pengusaha nasional.

b)

Gagal karena penyalahgunaan dana dan mentalitas pengusaha yang tidak siap bersaing.

c)

Program ini berhasil menekan angka inflasi.

d)

Program ini berhasil menarik investasi asing ke Indonesia.

e)

Program ini sukses karena didukung oleh bank-bank swasta.

25.

Jika Anda menteri keuangan pada masa Kabinet Wilopo (1952-1953), strategi terpadu apa yang paling tepat untuk mengatasi defisit anggaran yang tinggi tanpa memicu ketidakstabilan politik baru?

a)

Segera menerapkan sanering secara mendadak.

b)

Memperketat pengawasan impor barang mewah dan meningkatkan pajak kekayaan secara bertahap.

c)

Meminta bantuan militer untuk menekan harga-harga.

d)

Mencetak uang Rupiah dalam jumlah besar.

e)

Membatalkan semua program ekonomi warisan kabinet sebelumnya.

26.

Sebagai Presiden RI pada tahun 1960, rancanglah skema pembangunan yang dapat menjaga kedaulatan negara sambil tetap membuka peluang kerjasama internasional yang terbatas.

a)

Menerapkan politik isolasi total dan hanya mengandalkan sumber daya domestik.

b)

Merumuskan Deklarasi Ekonomi (Dekon) yang bersifat anti-imperialis, tetapi membuka kerjasama teknis Non-Blok.

c)

Meminta bantuan dana besar dari AS dan bergabung dengan SEATO.

d)

Mengutamakan pembangunan monumen dan melupakan infrastruktur.

e)

Menyewa tenaga ahli dari Belanda untuk mengelola aset nasional.

27.

Untuk mengatasi perpecahan di Angkatan Darat pasca Peristiwa 17 Oktober 1952, langkah yang paling tepat untuk mengembalikan soliditas TNI adalah...

a)

Membubarkan semua kesatuan yang terlibat.

b)

Mengeluarkan kebijakan reorganisasi dan rasionalisasi yang dipimpin oleh pihak netral.

c)

Menangkap semua perwira tinggi yang terlibat.

d)

Meminta campur tangan PBB.

e)

Mengubah doktrin TNI menjadi doktrin partai politik.

28.

Jika Anda adalah seorang pedagang di era Demokrasi Liberal, rancangkan strategi bisnis yang paling aman di tengah ketidakstabilan politik dan ekonomi. Pilih jawaban paling tepat.

a)

Melakukan investasi jangka panjang di sektor industri berat.

b)

Fokus pada perdagangan barang konsumsi impor yang cepat laku dan perputaran modal yang cepat.

c)

Menjual saham di bursa efek secara besar-besaran.

d)

Mengambil pinjaman bank dalam mata uang asing.

e)

Mengandalkan Program Benteng untuk modal utama.

29.

Rancanglah langkah diplomasi yang paling efektif untuk mendapatkan dukungan Amerika Serikat terkait isu Irian Barat pada awal tahun 1960-an. Pilih opsi yang paling realistis berdasarkan konteks waktu itu.

a)

Mengancam untuk keluar dari PBB.

b)

Menarik diri dari orbit Uni Soviet dan menjanjikan investasi bagi perusahaan AS.

c)

Menyerahkan Irian Barat kembali kepada Belanda.

d)

Menekan AS melalui negara-negara Non-Blok.

e)

Meminta bantuan militer dari RRT.

30.

Rancanglah kebijakan yang diperlukan untuk mengakhiri krisis moneter dan inflasi hiper pada masa awal kemerdekaan (1945–1946). Pilih langkah paling efektif.

a)

Mencetak mata uang ORI dalam jumlah besar.

b)

Melakukan blokade ekonomi balik terhadap Belanda dan mengeluarkan mata uang yang berwibawa (ORI).

c)

Mengadakan pinjaman besar dari Inggris.

d)

Membatalkan semua aset sitaan Jepang.

e)

Mengubah sistem ekonomi menjadi sosialis.

31.

Pemberontakan PRRI/Permesta (1958) dan jatuhnya kabinet di masa Demokrasi Liberal memiliki akar masalah yang sama. Analisis manakah yang paling tepat menunjukkan hubungan kausalitas tersebut?

a)

Keduanya disebabkan oleh kuatnya pengaruh PKI dalam pemerintahan.

b)

Keduanya berakar pada sentralisasi kekuasaan dan alokasi dana yang tidak adil dari pusat, memicu kekecewaan politik dan militer daerah.

c)

Keduanya merupakan akibat langsung dari kegagalan KMB.

d)

Keduanya merupakan intervensi militer yang didukung oleh Sekutu.

e)

Keduanya terjadi karena Indonesia menganut sistem federal.

32.

Keputusan Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959 dipandang sebagai antitesis terhadap sistem politik masa Demokrasi Liberal. Antitesis tersebut terletak pada aspek apa?

a)

Penghapusan peran militer dalam politik.

b)

Perubahan total dari multi-partai bebas menjadi sistem kepemimpinan terpusat.

c)

Pengembalian ke sistem federal.

d)

Penguatan terhadap supremasi parlemen.

e)

Pengaktifan kembali sistem dwi-tunggal Soekarno–Hatta.

33.

Mengapa Konferensi Asia–Afrika (KAA) 1955 di Bandung sangat strategis bagi Indonesia dalam konteks Perang Dingin? Pilih alasan paling tepat.

a)

KAA berhasil menekan AS untuk mendukung perjuangan Irian Barat.

b)

KAA mempercepat pembentukan aliansi militer dengan Uni Soviet.

c)

KAA menjadi momentum deklarasi independensi politik negara-negara Asia–Afrika dari Blok Barat maupun Blok Timur.

d)

KAA mengakhiri dominasi Belanda di Asia Tenggara.

e)

KAA menghasilkan kesepakatan untuk mengadopsi ideologi komunis.

34.

Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 dan keberhasilan Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 memiliki hubungan erat. Hubungan kausalitas yang tepat adalah…

a)

KMB diadakan sebagai respons langsung terhadap kekalahan Belanda dalam Serangan Umum 1 Maret.

b)

Serangan Umum menunjukkan eksistensi RI yang masih hidup kepada PBB, memperkuat posisi tawar diplomatik di KMB.

c)

KMB mensyaratkan adanya Serangan Umum sebagai bukti kesiapan militer RI.

d)

Keduanya merupakan hasil dari Perjanjian Renville.

e)

Serangan Umum berhasil menangkap seluruh pemimpin Belanda.

35.

Dalam konteks Demokrasi Liberal, kebijakan Sanering (pemotongan nilai mata uang) dan program Ali-Baba (kerja sama pengusaha pribumi–Tionghoa) dinilai memiliki kegagalan struktural yang sama. Kegagalan tersebut adalah…

a)

Keduanya didukung sepenuhnya oleh partai-partai Islam.

b)

Keduanya hanya menguntungkan pengusaha kecil.

c)

Keduanya gagal mengatasi masalah korupsi dan ketidakjujuran dalam implementasi kebijakan.

d)

Keduanya gagal menarik investasi dari AS.

e)

Keduanya dipaksakan oleh Presiden Soekarno.

36.

Mengapa ideologi NASAKOM (Nasionalis, Agama, Komunis) pada Demokrasi Terpimpin justru mempercepat konflik politik pada tahun 1965? Pilih analisis paling kuat.

a)

Menghapus peran militer secara total.

b)

Perbedaan ideologi yang dipersatukan secara paksa justru mempertajam persaingan di lapisan bawah.

c)

Mendorong masuknya campur tangan asing.

d)

Menghilangkan peran Presiden Soekarno sebagai penyeimbang.

e)

Mendorong perpecahan antara Jawa dan luar Jawa.

37.

Salah satu kebijakan Presiden Soekarno di awal Demokrasi Terpimpin adalah pembubaran Masyumi dan PSI. Apa motif politik utama di balik keputusan tersebut?

a)

Kedua partai tersebut menolak ideologi Nasakom.

b)

Kedua partai tersebut terlibat aktif dalam mendukung pemberontakan PRRI/Permesta.

c)

Kedua partai tersebut merupakan partai komunis.

d)

Kedua partai tersebut memenangkan Pemilu 1955.

e)

Kedua partai tersebut menuntut diadakannya Pemilu ulang.

38.

Apa perbandingan yang paling tepat antara Trikora (1961) dan Dwikora (1964) dalam hal dasar konflik?

a)

Trikora adalah sengketa ideologi, Dwikora sengketa teritorial.

b)

Trikora adalah sengketa teritorial dengan Belanda, Dwikora adalah sengketa politik/ideologi dengan Malaysia/Inggris.

c)

Trikora didukung PKI, Dwikora ditentang PKI.

d)

Trikora menggunakan jalur militer saja, Dwikora menggunakan jalur diplomatik saja.

e)

Keduanya bertujuan untuk menyatukan Indonesia dan Malaysia.

39.

Mengapa Indonesia memilih mendirikan Bank Indonesia pada tahun 1953 (menggantikan De Javasche Bank)? Pilih alasan paling tepat.

a)

Untuk membiayai Konferensi Asia–Afrika.

b)

Murni atas desakan Amerika Serikat.

c)

Sebagai perwujudan kedaulatan ekonomi setelah pengakuan kedaulatan politik dari KMB.

d)

Untuk mencetak uang ORI secara besar-besaran.

e)

Untuk mendukung program ekonomi Ali-Baba.

40.

Pada masa Demokrasi Liberal, strategi diplomasi untuk isu Irian Barat sering dikaitkan dengan posisi Indonesia dalam Gerakan Non-Blok. Manakah kebijakan yang paling selaras dengan strategi tersebut?

a)

Menjadi anggota pakta militer Barat untuk mendapatkan bantuan langsung.

b)

Menjaga independensi dari blok besar sambil membangun dukungan negara-negara Asia–Afrika melalui forum internasional.

c)

Mengirim pasukan ke Papua tanpa dukungan internasional.

d)

Menyerahkan sengketa kepada Belanda untuk diatur sepihak.

e)

Menarik diri dari PBB sebagai bentuk protes.

41.

Total utang luar negeri Indonesia pada tahun 1965 diperkirakan sebesar $2,5 miliar USD. Jika kurs 1 USD = Rp200, berapakah total utang tersebut dalam Rupiah?

a)

Rp 50 miliar

b)

Rp 500 miliar

c)

Rp 5 triliun

d)

Rp 500 triliun

e)

Rp 50 triliun

42.

Berdasarkan Pemilu 1955 untuk DPR, PNI memperoleh 57 kursi dan Masyumi memperoleh 57 kursi dari total 257 kursi. Berapa persentase gabungan kursi kedua partai tersebut terhadap total kursi DPR (pembulatan ke persen terdekat)?

a)

42%

b)

44%

c)

46%

d)

48%

e)

50%

43.

Pada awal 1960-an, inflasi di Indonesia mencapai lebih dari 200%. Jika harga beras di awal tahun adalah Rp100 per liter, berapakah perkiraan harga beras di akhir tahun setelah inflasi 200%?

a)

Rp 200

b)

Rp 300

c)

Rp 400

d)

Rp 500

e)

Rp 600

44.

Total pinjaman Indonesia dari Blok Timur sekitar 1,2miliarUSD,sementaratotalpinjamanluarnegeriIndonesiasaatitu1,2 miliar USD, sementara total pinjaman luar negeri Indonesia saat itu 3,0 miliar USD. Berapa persentase pinjaman dari Blok Timur?

a)

30%

b)

35%

c)

40%

d)

50%

e)

60%

45.

Perundingan Linggajati terjadi pada November 1946 dan KMB terjadi pada Agustus 1949. Berapa selisih waktu di antara kedua perundingan tersebut dalam bulan?

a)

30 bulan

b)

33 bulan

c)

36 bulan

d)

39 bulan

e)

42 bulan

46.

Dalam pidato "Penemuan Kembali Revolusi Kita" (1959), Presiden Soekarno mengkritik Demokrasi Liberal dengan menyebut adanya "penyakit partijisme". Istilah ini paling tepat dimaknai sebagai menguatnya kepentingan kelompok/golongan di atas kepentingan nasional.

a)

Kekuatan militer yang berusaha menjadi partai politik

b)

Partai politik yang terlalu bergantung pada bantuan asing

c)

Menguatnya kepentingan kelompok/golongan di atas kepentingan nasional

d)

Adanya tuntutan untuk mendirikan negara Islam

e)

Partai politik yang menolak ajaran Marxisme

47.

Perjanjian Roem–Roijen berisi poin pengembalian pemimpin RI ke Yogyakarta dan penghentian permusuhan. Makna terpenting perjanjian ini dalam konteks mempertahankan kemerdekaan adalah pengembalian fungsi pemerintahan RI yang terhenti akibat Agresi Militer II sebagai syarat menuju KMB.

a)

Belanda mengakui kedaulatan RI sepenuhnya

b)

Pengembalian fungsi pemerintahan RI yang terhenti akibat Agresi Militer II, sebagai syarat menuju KMB

c)

Indonesia dipaksa menjadi negara boneka Belanda

d)

TNI diizinkan untuk menyerang Belanda tanpa syarat

e)

Perundingan ini dipimpin oleh PBB

48.

Kutipan Dasa Warsa Proklamasi (1955): "Jalan menuju Sosialisme Indonesia bukan jalan yang mudah... melalui kendali penuh negara atas alat-alat produksi vital, demi kesejahteraan rakyat banyak, bukan demi segelintir kaum kapitalis." Interpretasi paling tepat terhadap arah ekonomi Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin adalah penguatan peran negara dan sentralisasi ekonomi yang condong ke arah sosialis.

a)

Menguatnya peran swasta asing dalam perekonomian

b)

Penguatan peran negara dan sentralisasi ekonomi yang condong ke arah sosialis

c)

Penerapan sistem pasar bebas secara murni

d)

Penolakan terhadap semua ideologi kecuali Nasakom

e)

Indonesia akan bergabung dengan Blok Barat

49.

Bandingkan sistem pemerintahan parlementer pada Demokrasi Liberal dan sistem presidensial pada Demokrasi Terpimpin. Perbedaan mendasar dalam penentuan arah kebijakan negara: Liberal ditentukan oleh parlemen, sedangkan Terpimpin ditentukan oleh Presiden melalui Dekrit dan Penetapan.

a)

Liberal: Arah kebijakan ditentukan oleh parlemen; Terpimpin: Ditentukan oleh partai-partai besar

b)

Liberal: Arah kebijakan ditentukan oleh Perdana Menteri; Terpimpin: Ditentukan oleh Presiden melalui Dekrit dan Penetapan

c)

Liberal: Parlemen memiliki kekuasaan legislatif saja; Terpimpin: Presiden memegang semua kekuasaan

d)

Liberal: Militer tunduk pada sipil; Terpimpin: Militer tunduk pada partai politik

e)

Liberal: UUD 1945 berlaku; Terpimpin: UUD Sementara 1950 berlaku

50.

Mengapa "Konfrontasi dengan Malaysia" (Dwikora) tahun 1964 memiliki nuansa ideologis lebih kental dibanding "Pembebasan Irian Barat" (Trikora) tahun 1961? Karena Dwikora merupakan penolakan terhadap proyek Neokolonialisme Inggris, sedangkan Trikora adalah isu teritorial murni dengan Belanda.

a)

Dwikora terjadi saat G30S/PKI mulai menguat, sedangkan Trikora belum

b)

Dwikora merupakan penolakan terhadap proyek Neokolonialisme Inggris, sedangkan Trikora adalah isu teritorial murni dengan Belanda

c)

Trikora sepenuhnya didukung PBB, sedangkan Dwikora ditentang oleh PBB

d)

Soekarno memanfaatkan Trikora untuk menyatukan NASAKOM, sedangkan Dwikora murni kepentingan nasional

e)

Trikora melibatkan AS sebagai mediator, sedangkan Dwikora melibatkan Uni Soviet

51.

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dianalisis sebagai solusi sekaligus sumber masalah baru. Pasangan paling tepat: Solusi mengakhiri instabilitas Demokrasi Liberal; Masalah memulai sistem otoritarian Demokrasi Terpimpin.

a)

Solusi: Mengakhiri pemberontakan daerah; Masalah: Memulai G30S/PKI

b)

Solusi: Menghapus peran militer; Masalah: Memperkuat partai politik

c)

Solusi: Mengakhiri instabilitas Demokrasi Liberal; Masalah: Memulai sistem otoritarian Demokrasi Terpimpin

d)

Solusi: Mengembalikan sistem federal; Masalah: Menciptakan sentralisme

e)

Solusi: Mendapat pengakuan Irian Barat; Masalah: Memulai Konfrontasi Malaysia

52.

Perbandingan hasil Perjanjian Linggajati (1946) dan Konferensi Meja Bundar (1949): Keduanya sama-sama menghasilkan penghentian permusuhan antara Indonesia dan Belanda.

a)

Pengakuan kedaulatan RI atas seluruh wilayah bekas Hindia Belanda

b)

Kewajiban Indonesia membayar utang perang

c)

Pembentukan negara serikat (RIS)

d)

Penghentian permusuhan antara Indonesia dan Belanda

e)

Pengembalian Irian Barat kepada Indonesia

53.

Dalam politik luar negeri Indonesia, langkah yang paling konsisten menunjukkan prinsip Bebas Aktif adalah penyelenggaraan Konferensi Asia–Afrika 1955.

a)

Konfrontasi dengan Malaysia

b)

Pembentukan poros Jakarta–Peking (RRT)

c)

Penyelenggaraan Konferensi Asia–Afrika 1955

d)

Keluar dari PBB

e)

Kebijakan politik Mercusuar

54.

Urutan kronologis peristiwa politik yang tepat pada masa Demokrasi Terpimpin adalah Dekrit 5 Juli – Trikora – Konfrontasi Malaysia – Peristiwa G30S/PKI.

a)

Trikora – Dekrit 5 Juli – Konfrontasi Malaysia – Dwi Fungsi ABRI

b)

Dekrit 5 Juli – Trikora – Konfrontasi Malaysia – Peristiwa G30S/PKI

c)

Trikora – Konfrontasi Malaysia – Dekrit 5 Juli – Peristiwa G30S/PKI

d)

Dekrit 5 Juli – Konfrontasi Malaysia – Trikora – Peristiwa G30S/PKI

e)

Peristiwa G30S/PKI – Dekrit 5 Juli – Trikora – Konfrontasi Malaysia

55.

Perbedaan terpenting antara perjuangan fisik (misalnya Pertempuran Surabaya 1945) dan perjuangan diplomasi (misalnya Perundingan Linggajati 1946) dalam konteks mempertahankan kemerdekaan adalah fisik bertujuan menguatkan posisi tawar di medan perang, diplomasi bertujuan memperoleh pengakuan hukum/politik.

a)

Perjuangan fisik melibatkan PBB, diplomasi melibatkan Sekutu

b)

Fisik bertujuan menangkap pemimpin Belanda, diplomasi bertujuan mengusir Sekutu

c)

Fisik bertujuan menguatkan posisi tawar di medan perang, diplomasi bertujuan memperoleh pengakuan hukum/politik

d)

Keduanya tidak memiliki dampak yang signifikan

e)

Fisik didukung PKI, diplomasi didukung PSI

56.

Pada masa Demokrasi Terpimpin, konsep NASAKOM sering dikaitkan dengan upaya Soekarno menyatukan kekuatan nasional. Kebijakan yang paling sesuai dengan semangat NASAKOM adalah memperkuat koalisi politik yang merangkul nasionalis, agama, dan komunis dalam kabinet.

a)

Mendorong sistem dua partai dengan dominasi nasionalis saja

b)

Melarang partai berbasis agama ikut pemilu

c)

Memperkuat koalisi politik yang merangkul nasionalis, agama, dan komunis dalam kabinet

d)

Menetapkan ekonomi pasar bebas tanpa intervensi negara

e)

Membubarkan semua serikat buruh

57.

Konsep Dwi Fungsi ABRI muncul kuat pada akhir masa Demokrasi Terpimpin. Makna utama konsep ini adalah peran ganda militer dalam bidang pertahanan keamanan sekaligus sosial-politik.

a)

Militer hanya berperan dalam operasi luar negeri

b)

Militer memimpin semua kementerian ekonomi

c)

Peran ganda militer dalam bidang pertahanan keamanan sekaligus sosial-politik

d)

Militer dilarang terlibat dalam pemerintahan daerah

e)

Militer bertugas mengawasi kegiatan diplomatik

58.

Kritik Soekarno terhadap Demokrasi Liberal salah satunya menyoroti kabinet yang sering jatuh-bangun. Dampak langsung dari seringnya jatuh-bangun kabinet adalah instabilitas arah kebijakan dan program pembangunan.

a)

Peningkatan investasi asing secara drastis

b)

Instabilitas arah kebijakan dan program pembangunan

c)

Konsolidasi kekuasaan parlemen menjadi stabil

d)

Perdana Menteri memerintah hingga akhir periode

e)

Penguatan otonomi daerah tanpa konflik

59.

Trikora (1961) difokuskan pada pembebasan Irian Barat dari Belanda. Strategi yang ditempuh Indonesia utamanya adalah tekanan militer dan diplomasi untuk mendorong penyerahan wilayah.

a)

Mendirikan pemerintahan boneka di Irian Barat

b)

Mengajukan referendum ke PBB tanpa operasi militer

c)

Tekanan militer dan diplomasi untuk mendorong penyerahan wilayah

d)

Mengundang Inggris sebagai mediator utama

e)

Menyerahkan isu kepada RIS

60.

55. Manakah yang merupakan faktor-faktor internal yang memicu Peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965?

(1) Persaingan dan ketegangan ideologi antara PKI dan TNI Angkatan Darat.

(2) Kesehatan Presiden Soekarno yang menurun.

(3) Isu Dewan Jenderal yang memicu ketidakpercayaan di internal militer.

(4) Campur tangan asing (CIA).

a)

A. 1, 2  dan 3

b)

B. 1, 2  dan 4

c)

C. 2, 3  dan 4

d)

D. 1, 3 dan 4

e)

E. 2, 3 dan 1

61.

Faktor penyebab runtuhnya VOC adalah ….
(1) Korupsi pegawai
(2) Hutang menumpuk
(3) Perang yang mahal
(4) Teknologi maju

a)

A. 1 dan 2

b)

B. 1 dan 4

c)

C. 2 dan 3

d)

D. 2 dan 4

e)

E. 3 dan 4

62.

Dampak Perang Dunia II bagi Indonesia adalah ….
(1) Jepang masuk Indonesia
(2) Indonesia merdeka
(3) VOC kembali
(4) PBB terbentuk

a)

A. 1, 2 dan 3

b)

B. 1, 2 dan 4

c)

C. 2, 3 dan 4

d)

D. 1, 3 dan 4

e)

E. 1, 3 dan 2

63.

Tujuan Proklamasi Kemerdekaan ….
(1) Menegaskan berdirinya negara
(2) Menghapus pemerintahan kolonial
(3) Menghapus perdagangan internasional
(4) Mengakhiri perang dingin

a)

A. 1 dan 2

b)

B. 1 dan 4

c)

C. 2 dan 3

d)

D. 2 dan 4

e)

E. 3 dan 4

64.

Peristiwa yang terjadi pada masa pendudukan Jepang adalah ….
(1) Romusha
(2) PETA
(3) Tanam Paksa
(4) Politik Etis

a)

A. 1 dan 2

b)

B. 1 dan 4

c)

C. 2 dan 3

d)

D. 2 dan 4

e)

E. 3 dan 4

65.

Dampak Reformasi 1998 adalah ….
(1) Demokrasi menguat
(2) Otonomi daerah
(3) Penghapusan pemilu
(4) Penguatan KKN

a)

A. 1 dan 2

b)

B. 1 dan 4

c)

C. 2 dan 3

d)

D. 2 dan 4

e)

E. 3 dan 4

66.

Saat ini banyak generasi muda kurang mengenal sejarah perjuangan bangsa. Upaya paling efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah….

a)

A. Menambah jam pelajaran hafalan

b)

B. Mengubah sejarah menjadi permainan edukatif digital

c)

C. Menghapus topik sejarah lama

d)

D. Membuat ujian nasional sejarah

e)

E. Membatasi informasi dari luar negeri

67.

Jika globalisasi memperlemah nilai-nilai nasionalisme, langkah strategis pemerintah yang paling tepat adalah….

a)

A. Melarang budaya asing masuk

b)

B. Menumbuhkan nasionalisme melalui pendidikan karakter dan sejarah

c)

C. Menutup kerja sama internasional

d)

D. Meningkatkan sensor media

e)

E. Membatasi pertukaran pelajar

68.

Banyak daerah kaya sumber daya alam tetapi masyarakatnya tetap miskin. Hal ini menunjukkan….

a)

A. Pemerintah pusat tidak memberi subsidi

b)

B. Sumber daya tidak dikelola dengan adil dan berkelanjutan

c)

C. Daerah tersebut tidak mau maju

d)

D. Kurangnya investor asing

e)

E. Rakyat menolak pembangunan

69.

Jika Anda sebagai sejarawan menemukan dua sumber sejarah yang berbeda tentang suatu peristiwa, langkah pertama yang harus dilakukan adalah….

a)

A. Memilih yang paling populer

b)

B. Menolak salah satunya

c)

C. Membandingkan, mengkritisi, dan memverifikasi sumber

d)

D. Mengubah data agar sesuai

e)

E. Menghapus keduanya

70.

Dalam konteks revolusi digital, apa kontribusi terbesar ilmu sejarah bagi masyarakat modern?

a)

A. Memberikan hiburan masa lalu

b)

B. Menjelaskan asal-usul bangsa agar tidak kehilangan identitas

c)

C. Menghapus tradisi lama

d)

D. Menolak semua kemajuan teknologi

e)

E. Mengabaikan peran manusia

71.

Stimulus:

“Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia…”
(Kutipan Pembukaan Proklamasi, 17 Agustus 1945)

Makna mendalam dari pernyataan di atas adalah …

a)

A. Indonesia memperoleh kemerdekaan dari Belanda

b)

B. Kemerdekaan diberikan oleh Jepang

c)

C. Kemerdekaan adalah hasil perjuangan bangsa sendiri

d)

D. Indonesia merupakan bagian dari Hindia Belanda

e)

E. Kemerdekaan Indonesia belum diakui dunia

72.

 📰 Artikel: “Perang Diponegoro menjadi simbol perlawanan terhadap kesewenang-wenangan penjajah.”
Pesan utama dari artikel tersebut adalah….

a)

A. Diponegoro menyerah tanpa perlawanan

b)

B. Perang Diponegoro tidak berpengaruh terhadap kolonial

c)

C. Perang Diponegoro menunjukkan perlawanan terhadap ketidakadilan

d)

D. Diponegoro berjuang demi kekuasaan pribadi

e)

E. Perang terjadi karena faktor ekonomi semata

73.

📜 Cuplikan teks Sumpah Pemuda 1928:
“...Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”
Makna literasinya adalah….

a)

A. Indonesia menolak bahasa asing

b)

B. Bahasa Indonesia menjadi alat pemersatu bangsa

c)

C. Bahasa daerah lebih penting

d)

D. Sumpah Pemuda hanya simbolis

e)

E. Bahasa hanya alat komunikasi formal

74.

📄 “Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mengembalikan UUD 1945 sebagai dasar negara.”
Implikasi dari kebijakan tersebut adalah….

a)

A. Kembali ke sistem parlementer

b)

B. Kembalinya kekuasaan besar pada presiden

c)

C. Pemberlakuan sistem multipartai

d)

D. Pembubaran DPR

e)

E. Penyerahan kedaulatan kepada rakyat

75.

📜 “Reformasi 1998 menandai berakhirnya pemerintahan Orde Baru.”
Makna literasi politik dari peristiwa tersebut adalah….

a)

A. Transisi menuju demokrasi dan kebebasan pers

b)

B. Kembalinya kekuasaan tunggal

c)

C. Pembentukan negara baru

d)

D. Penutupan partai politik

e)

E. Penghapusan sistem pemilu