wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

HUKUM KEPEG UAS

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Jalur penyelesaian sengketa bagi ASN secara umum terbagi menjadi tiga. Manakah yang sesuai di bawah ini?

a)

Keberatan administratif, banding administratif, dan litigasi melalui PTUN

b)

Administratif, mediasi Ombudsman, dan arbitrase perdata

c)

Banding administratif, gugatan perdata umum, dan laporan pidana

d)

Mediasi internal instansi, arbitrase, dan kasasi Mahkamah Agung

2.

Dalam upaya administratif melalui keberatan, kepada siapa ASN mengajukan keberatan atas keputusan yang tidak memuaskan, dan apa pengecualiannya?

a)

Kepada pejabat pembina kepegawaian (PPK), kecuali perkara disiplin ringan

b)

Kepada atasan langsung, kecuali terkait tunjangan kinerja

c)

Kepada pejabat pembina kepegawaian (PPK), kecuali yang berkaitan dengan pemberhentian

d)

Kepada sekretaris instansi, kecuali perkara mutasi antar-unit

3.

Jika keputusan PPK menyangkut pemberhentian PNS atau pemutusan hubungan kerja PPPK, mekanisme banding yang tepat adalah ke mana?

a)

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai tahap pertama

b)

Badan Pertimbangan ASN (BPASN, eks-BAPEK) sebagai banding administratif

c)

Ombudsman RI sebagai lembaga laporan dugaan maladministrasi

d)

KORPRI sebagai organisasi profesi untuk mediasi internal

4.

Kapan ASN menempuh jalur peradilan di PTUN menurut mekanisme yang diuraikan?

a)

Segera setelah menerima keputusan PPK tanpa proses internal

b)

Setelah upaya keberatan administratif dan banding administratif tidak memberikan solusi

c)

Hanya jika Ombudsman menolak laporan maladministrasi

d)

Setelah mendapatkan rekomendasi organisasi profesi

5.

Peran utama Ombudsman RI dalam perlindungan hukum bagi ASN meliputi beberapa fungsi. Manakah yang BUKAN termasuk fungsi utama yang disebutkan?

a)

Menerima laporan dugaan maladministrasi dari ASN atau instansi pemerintah

b)

Melakukan investigasi independen atas laporan yang masuk

c)

Memberikan rekomendasi perbaikan sistem pelayanan publik

d)

Menjatuhkan sanksi disiplin langsung kepada pejabat pembina kepegawaian

6.

Organisasi profesi KORPRI memiliki cakupan keanggotaan yang luas. Manakah pernyataan yang paling tepat?

a)

Hanya mencakup PNS di kementerian pusat

b)

Mencakup PNS, pegawai BUMN/BUMD, BLU, badan otorita, hingga aparatur desa

c)

Hanya pegawai kontrak di Pemerintah Daerah

d)

Terbatas pada pejabat struktural eselon

7.

Tujuan utama reformasi birokrasi adalah menciptakan pemerintahan yang efektif, adaptif, dan berorientasi pelayanan publik. Manakah tantangan yang secara langsung terkait dengan pola pikir feodal dan hierarkis?

a)

Resistensi terhadap penggunaan teknologi baru karena keterbatasan infrastruktur TI

b)

Dominasi budaya kerja kaku, kurang adaptif terhadap inovasi, dan bekerja berdasarkan rutinitas lama

c)

Persaingan antarinstansi untuk mendapatkan anggaran pelatihan lebih besar

d)

Ketidakakuratan data kompetensi pegawai

8.

Pernyataan manakah yang paling tepat menggambarkan ego sektoral sebagai penghambat reformasi birokrasi?

a)

Setiap instansi mempertahankan kepentingan masing-masing sehingga menghambat sinergi dan integrasi antar-lembaga

b)

ASN kurang pelatihan sehingga motivasi menurun dan layanan publik memburuk

c)

Promosi jabatan didominasi senioritas dan masa kerja tanpa mempertimbangkan merit

d)

Kebijakan digitalisasi mengalihkan fokus dari pelayanan publik ke efisiensi internal

9.

Tantangan digitalisasi dalam reformasi birokrasi mencakup beberapa aspek. Manakah kombinasi faktor yang disebutkan sebagai hambatan utama?

a)

Keterbatasan infrastruktur TI, rendahnya kompetensi SDM, dan resistensi terhadap teknologi baru

b)

Kurangnya anggaran pelatihan, intervensi politik, dan nepotisme

c)

Kelebihan data kompetensi, overlap regulasi, dan birokrasi perizinan

d)

Ketidakjelasan visi organisasi, kekurangan perangkat keras, dan konflik kepentingan

10.

Arah kebijakan kepegawaian ke depan menekankan transformasi digital. Apa cakupan digitalisasi sistem manajemen ASN yang dinyatakan?

a)

Hanya pada rekrutmen dan mutasi pegawai

b)

Mulai dari rekrutmen, kinerja, pengembangan kompetensi hingga layanan administrasi

c)

Terbatas pada layanan administrasi dan arsip digital

d)

Difokuskan pada pelatihan teknis tanpa mengubah proses rekrutmen

11.

Konsep Smart ASN 2045 berorientasi membentuk ASN dengan karakter tertentu. Mana yang paling tepat menggambarkan orientasi ini?

a)

ASN dengan keterampilan lokal, literasi digital dasar, dan fokus pada birokrasi tradisional

b)

ASN profesional, berdaya saing global, literasi digital tinggi, dan berkarakter nasionalisme kuat

c)

ASN yang mengutamakan senioritas, menjaga stabilitas, dan menghindari perubahan teknologi

d)

ASN yang bertumpu pada pekerjaan rutin tanpa kolaborasi lintas sektor

12.

Dalam penerapan sistem merit, beberapa hambatan diidentifikasi. Manakah yang termasuk ke dalam hambatan tersebut?

a)

Nepotisme dalam promosi jabatan, intervensi politik, keterbatasan anggaran pelatihan, dan data kompetensi yang tidak akurat

b)

Kurangnya standar pelayanan minimum, rendahnya kualitas regulasi, dan lemahnya koordinasi internasional

c)

Kelebihan anggaran pelatihan, transparansi promosi jabatan, dan akurasi data yang berlebihan

d)

Tidak adanya mekanisme evaluasi kinerja, dominasi teknologi asing, dan konflik aturan daerah

13.

Kebijakan kepegawaian terkini menetapkan kenaikan gaji PNS. Berdasarkan PP No. 5 Tahun 2024, berapa rata-rata kenaikan tersebut dan apa tujuan utamanya?

a)

Kenaikan 5% untuk mendorong digitalisasi

b)

Kenaikan 8% untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja ASN

c)

Kenaikan 10% untuk memperkuat sistem merit

d)

Kenaikan 12% untuk mengurangi ego sektoral

14.

Manakah dampak positif kebijakan kepegawaian terbaru terhadap ASN yang paling tepat?

a)

Meningkatkan akuntabilitas ASN dan memperjelas jenjang karir

b)

Mengurangi transparansi kinerja dan memperbanyak prosedur manual

c)

Mempersempit akses promosi dan menghapus pelatihan kompetensi

d)

Menunda evaluasi kinerja dan membatasi mobilitas karir

15.

Dalam penerapan sistem e-Kinerja di daerah lain, salah satu hambatan yang sering dihadapi adalah…

a)

Semua pegawai telah dilatih dan infrastruktur mendukung

b)

Kendala dalam integrasi sistem dan kurangnya pelatihan bagi pegawai

c)

Tidak ada masalah dalam penggunaan teknologi dan semua pegawai antusias

d)

Insentif yang tidak memadai sehingga mengurangi semangat kerja

16.

Pernyataan yang benar mengenai sistem kepegawaian Jepang adalah…

a)

Berbasis patronase politik dengan rotasi 1 tahun

b)

Filosofi meritokrasi ditambah senioritas, dengan rotasi 2–3 tahun

c)

Fokus pada fleksibilitas instansi dan pengawasan oleh JPA

d)

Tidak memiliki lembaga kepegawaian independen

17.

Kelemahan utama sistem kepegawaian Jepang adalah…

a)

Kurang stabil dan tidak profesional

b)

Senioritas kadang memperlambat adaptasi

c)

Tidak ada jenjang karir jangka panjang

d)

Pengawasan sepenuhnya oleh JPA

18.

Dalam sistem kepegawaian Malaysia, pengawasan dilakukan oleh…

a)

NPA (National Personnel Authority)

b)

BKN (Badan Kepegawaian Negara)

c)

JPA (Jabatan Perkhidmatan Awam)

d)

Kementerian Luar Negeri

19.

Manakah kelebihan yang menonjol dari sistem kepegawaian Malaysia?

a)

Profesional dan berintegritas tinggi

b)

Fleksibel dalam pengembangan SDM

c)

Independensi lembaga kepegawaian yang kuat

d)

Konsistensi merit yang merata di seluruh instansi

20.

Masalah utama dalam sistem kepegawaian Indonesia adalah…

a)

Promosi sangat sistematis dan bebas intervensi politik

b)

Masih dipengaruhi politik, patronase, dan kurang konsisten dalam merit system

c)

Rotasi pegawai 2–3 tahun dengan lembaga independen yang kuat

d)

Fleksibilitas tinggi dalam penempatan dan pengembangan kompetensi

21.

Dalam perbandingan aspek antar negara, pernyataan yang tepat adalah…

a)

Jepang unggul dalam fleksibilitas pengembangan SDM

b)

Malaysia unggul dalam konsistensi merit dan netralitas ASN

c)

Indonesia unggul dalam independensi lembaga dan sistem merit

d)

Indonesia tertinggal dalam konsistensi merit, disiplin, dan netralitas ASN

22.

Inefisiensi rekrutmen ditandai oleh…

a)

Usulan formasi sesuai kebutuhan dan rekrutmen tepat waktu

b)

Penundaan rekrutmen serta kebutuhan talenta digital belum terpenuhi

c)

Pengurangan kebutuhan talenta digital tiap tahun

d)

Konsistensi merit system dalam promosi jabatan

23.

Kekurangan SDM kompeten di Indonesia ditunjukkan oleh…

a)

Surplus 600.000 talenta digital per tahun

b)

Kekurangan 600.000 talenta digital per tahun dan kompetensi TIK ASN rendah serta tidak merata

c)

Tidak ada masalah talenta digital dan kompetensi TIK sangat merata

d)

Kelebihan kapasitas SDM di semua wilayah

24.

Di bawah ini, manakah yang termasuk komponen inovasi "platform pembelajaran terintegrasi nasional" untuk ASN Smart Learning?

a)

Microlearning

b)

Magang lapangan wajib

c)

Pelatihan tatap muka berjenjang

d)

Ujian kelulusan nasional periodik

25.

Secara umum, kondisi sistem kepegawaian Indonesia saat ini digambarkan sebagai berada pada fase apa?

a)

Stagnasi menuju birokrasi tradisional

b)

Masa transisi menuju birokrasi digital dan merit system

c)

Konsolidasi penuh sistem patronase

d)

Implementasi final tanpa perubahan

26.

Pilih pernyataan yang paling tepat menggambarkan tujuan kebijakan terbaru (reformasi gaji, THR, manajemen talenta, e-Kinerja)...

a)

Menjaga praktik lama agar tetap stabil

b)

Menjawab tantangan modern dalam pengelolaan ASN

c)

Mengurangi ketergantungan pada teknologi digital

d)

Menghapus kebutuhan merit system secara bertahap

27.

Mengacu pada pembelajaran dari Jepang dan Malaysia, tindakan apa yang direkomendasikan untuk memperkuat tata kelola ASN?

a)

Menghapus rotasi jabatan untuk stabilitas

b)

Meningkatkan independensi lembaga kepegawaian

c)

Mengurangi merit system demi fleksibilitas

d)

Menyederhanakan struktur tanpa evaluasi

28.

Jika Anda diminta merancang insentif dalam platform ASN Smart Learning, pendekatan mana yang paling selaras dengan fitur yang disebutkan?

a)

Penghargaan berbasis poin yang terhubung ke sertifikasi digital

b)

Bonus insidental tanpa rekam jejak pembelajaran

c)

Penilaian senioritas semata untuk promosi

d)

Pengurangan beban kerja tanpa indikator kinerja

29.

Pertimbangkan permasalahan klasik yang masih membebani ASN (mentalitas feodal, patronase, disiplin rendah, kurangnya kompetensi SDM). Strategi mana yang paling relevan untuk mengatasinya melalui inovasi digital?

a)

Memperkuat hierarki dan jalur komando tradisional

b)

Mengintegrasikan SIASN dengan rekomendasi berbasis AI dan microlearning

c)

Menghentikan pelatihan agar fokus pada kerja operasional

d)

Memusatkan keputusan pada satu unit tanpa transparansi

30.

Secara umum, apa prasyarat utama agar inovasi digital menjadi efektif dalam sistem kepegawaian Indonesia?

a)

Kesiapan SDM, infrastruktur, dan mindset adaptif

b)

Pengurangan anggaran pelatihan secara signifikan

c)

Penerapan sistem manual berbasis dokumen

d)

Penghapusan evaluasi kinerja berbasis data