Font size
WorksheetsKualifikasi PENTAS PAI TK PROVINSI JABAR 2025
Total questions: 100
Worksheet time: 54mins
Di sebuah desa, warga saling berlomba menanam pohon di depan rumah mereka. Bukan karena lomba resmi, tapi karena ingin lingkungan tampak hijau. Tiap orang berlomba-lomba memberi yang terbaik tanpa perlu penghargaan apa pun. Lama-kelamaan, desa itu menjadi tempat yang teduh dan sejuk.
Makna terdalam dari kisah di atas, jika dikaitkan dengan konsep fastabiqul khairat, adalah …
Lomba menanam pohon harus dilakukan dengan hadiah agar semangat meningkat.
Kompetisi dalam kebaikan berarti berbuat baik lebih cepat daripada orang lain.
Berlomba dalam kebaikan tidak perlu mengalahkan orang lain, tapi menumbuhkan manfaat bersama.
Setiap orang harus menunjukkan siapa yang paling banyak berbuat baik agar dihargai.
Rafi selalu datang pagi ke sekolah. Ia tak pernah menunggu disuruh guru untuk menyapu kelas. Temannya, Dinda, melihat itu dan mulai menirunya. Tak lama, teman-teman lain ikut terbiasa datang lebih awal. Kini, kelas mereka selalu bersih bahkan sebelum bel masuk.
Dari kisah Rafi dan Dinda, nilai apa yang menunjukkan hubungan antara kompetisi dalam kebaikan dan etos kerja?
Etos kerja hanya tumbuh jika ada pengawasan dari guru.
Persaingan sehat dalam kebaikan dapat melahirkan budaya kerja yang disiplin dan tulus.
Kompetisi dalam kebaikan membuat seseorang ingin terlihat paling rajin.
Etos kerja tumbuh karena keinginan untuk mendapatkan pujian.
Seorang penjual gorengan tetap berjualan meski hujan turun deras. Ia tersenyum sambil berkata,
“Rezeki itu seperti udara. Kita tak bisa melihatnya, tapi harus tetap berusaha menghirupnya.”
Apa pesan tersirat dari ucapan penjual gorengan tersebut terkait dengan hubungan antara nilai spiritual dan etos kerja?
Keyakinan spiritual membuat seseorang pasrah tanpa perlu berusaha keras.
Keberhasilan datang hanya dari kerja keras tanpa campur tangan Tuhan.
Nilai spiritual menumbuhkan semangat kerja karena ia percaya usahanya tak akan sia-sia di mata Tuhan.
Kerja keras adalah bukti seseorang tidak percaya pada keberkahan.
Dua siswa bersaing dalam lomba pidato. Salah satunya mencoba menjatuhkan lawan dengan menyebar kabar buruk. Akibatnya, keduanya tidak lagi dipercaya teman-temannya meski salah satu memenangkan lomba.
Apa pelajaran moral yang dapat diambil dari kisah tersebut?
Dalam lomba, cara apa pun boleh dilakukan asalkan menang.
Kompetisi tanpa kebaikan justru dapat menghancurkan kepercayaan dan kehormatan.
Menang adalah bukti bahwa seseorang paling hebat.
Kejujuran tidak penting jika hasil akhirnya menguntungkan.
Sekelompok siswa membuat gerakan “Tantangan Kebaikan 7 Hari” — setiap hari mereka harus melakukan satu kebaikan kecil tanpa diberitahu apa pun. Ada yang menolong teman, ada yang mengembalikan barang hilang, ada pula yang mendoakan diam-diam.
Langkah kreatif apa yang bisa dilakukan agar semangat kompetisi dalam kebaikan terus hidup di sekolah?
Membuat daftar siswa yang paling banyak berbuat baik untuk diberi penghargaan.
Membangun budaya saling mengingatkan dan memberi contoh kebaikan tanpa pamrih.
Membatasi ruang kebaikan hanya untuk kegiatan keagamaan.
Menyembunyikan setiap perbuatan baik agar tidak diketahui siapa pun.
Bayangkan sebuah pohon rindang. Akarnya kuat menancap di bumi, batangnya kokoh, dan cabangnya menjulang memberi teduh. Pohon itu seperti iman — akarnya adalah keyakinan, batangnya adalah ketaatan, dan cabangnya adalah amal yang menebar kebaikan.
Apa pesan tersirat dari perumpamaan pohon dalam memahami cabang-cabang iman?
Iman hanya cukup dijaga dalam hati tanpa diwujudkan dalam perbuatan.
Cabang iman menunjukkan bahwa keimanan tidak perlu ditumbuhkan.
Iman yang kuat akan tampak dalam perbuatan yang menyejukkan sekitar, seperti pohon yang memberi teduh.
Pohon dan iman tidak memiliki hubungan karena keduanya berbeda bentuk.
Seorang siswa rajin membantu temannya yang kesulitan belajar. Saat ditanya alasannya, ia menjawab,
“Karena Allah menyukai hamba yang memudahkan urusan orang lain.”
Apa makna yang bisa disimpulkan dari sikap siswa tersebut dalam kaitannya dengan cabang iman?
Ia menolong hanya untuk mendapatkan pujian.
Ia menyadari bahwa iman kepada Allah harus tampak dalam tindakan sosial yang baik.
Ia menolong karena ingin dipandang sebagai anak baik.
Ia tidak memahami hubungan antara iman dan amal.
Dalam sebuah lomba kebersihan kelas, beberapa siswa ikut membersihkan hanya saat guru melihat. Tapi ada satu siswa yang tetap melanjutkan meski tak ada yang memperhatikan. Ia berkata, “Kelas ini bagian dari amanah, bukan sekadar lomba.”
Apa yang membedakan tindakan siswa tersebut dengan teman-temannya dalam konteks cabang-cabang iman?
Ia bekerja keras agar menang lomba.
Ia menunjukkan bahwa iman sejati memunculkan keikhlasan tanpa menunggu perhatian manusia.
Ia ingin menonjol di depan guru.
Ia hanya mengisi waktu agar tak bosan.
Di media sosial, seorang remaja memilih untuk tidak ikut menyebarkan gosip yang sedang viral. Ia menulis status,
“Lebih baik diam daripada menyakiti.”
Apa makna sikap remaja tersebut dalam kaitannya dengan cabang iman?
Ia takut dikritik oleh teman-temannya.
Ia menunjukkan salah satu cabang iman, yaitu menjaga lisan dari hal yang tidak bermanfaat.
Ia tidak tertarik dengan urusan orang lain.
Ia hanya ingin terlihat bijak di media sosial.
Sekelompok siswa membuat “Kotak Kebaikan” di kelas. Setiap hari, siapa pun boleh menulis tindakan baik teman-temannya di secarik kertas dan memasukkannya ke dalam kotak itu. Setiap Jumat, mereka membaca isi kotak bersama — bukan untuk sombong, tapi untuk saling mengingatkan.
Langkah apa yang dapat diambil agar kegiatan “Kotak Kebaikan” semakin memperkuat iman para siswa?
Menjadikan kotak itu ajang menilai siapa yang paling banyak berbuat baik.
Mengubahnya menjadi lomba agar lebih menarik perhatian.
Menjadikannya ruang refleksi dan motivasi agar kebaikan menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan.
Menghapus kegiatan itu karena memakan waktu belajar.
Raka setiap akhir pekan selalu menghabiskan uang untuk membeli hal-hal yang sebenarnya tidak ia butuhkan — hanya karena ingin terlihat “kekinian”. Namun, ketika temannya kesulitan membayar iuran sekolah, ia berpura-pura tidak tahu.
Jika diibaratkan seperti air, perilaku Raka adalah seperti air yang mengalir ke tempat yang salah. Apa makna dari analogi tersebut?
Air yang salah arah tetap memberi manfaat bagi tanaman.
Berfoya-foya membuat sumber daya terbuang tanpa makna dan mengeringkan kepedulian.
Air akan tetap bersih walau mengalir ke tempat yang kotor.
Menghabiskan uang adalah cara menikmati hasil kerja keras sendiri.
Seorang remaja mengunggah foto dirinya sedang menyumbang ke panti asuhan dengan tulisan “Biar semua tahu, kebaikan itu menular.” Namun di kolom komentar, ia kecewa karena tak banyak yang memujinya.
Apa yang sebenarnya mengancam keikhlasan dalam perbuatan remaja tersebut?
Ia lupa mengajak teman-temannya untuk ikut beramal.
Ia melakukan kebaikan demi pengakuan, bukan karena Allah.
Ia menyesal telah memberi bantuan kepada anak yatim.
Ia belum memahami cara menggunakan media sosial dengan benar.
Di sebuah pengajian, seseorang berkata, “Saya dulu sering salat malam, rajin puasa sunnah, dan selalu sedekah.” Padahal ia mengatakannya bukan untuk memotivasi, tapi agar orang lain tahu betapa rajinnya ia beribadah.
Jika ibadah diibaratkan seperti aroma bunga, maka sum’ah adalah …
Aroma yang harum karena ketulusan hati.
Bau yang hanya dibuat-buat agar orang lain memujinya.
Wangi yang semakin kuat ketika tersembunyi.
Harum yang tumbuh dari keikhlasan yang dalam.
Seorang siswa menolak diajak kerja kelompok karena merasa paling pintar. Ia berkata, “Kalau tanpa aku, kalian pasti gagal.” Namun saat lomba, ia justru kehilangan ide karena tak mau mendengar pendapat orang lain.
Jika digambarkan dengan analogi gunung, sikap takabbur itu seperti …
Gunung yang tinggi tapi subur, memberi air untuk lembah di bawahnya.
Gunung yang menjulang tapi tandus, hanya berdiri tanpa memberi kehidupan.
Gunung yang meletus membawa kesuburan baru.
Gunung yang kokoh karena dikelilingi pepohonan.
Nina merasa tidak senang melihat temannya terpilih sebagai ketua kelas. Ia berkata dalam hati, “Seharusnya aku yang lebih pantas.” Sejak itu, setiap keberhasilan orang lain justru membuatnya gelisah.
Jika hati manusia diibaratkan seperti taman, maka hasad adalah …
Air hujan yang menyuburkan bunga-bunga.
Rumput liar yang tumbuh diam-diam dan menutupi keindahan taman.
Bunga yang mekar karena disiram cinta.
Pohon rindang yang menaungi orang lain.
Suatu ketika, dua sahabat mengikuti program asuransi.
Yang satu memilih asuransi konvensional, berharap uangnya “berkembang” seperti investasi.
Yang lain memilih asuransi syariah, karena ingin “berbagi tanggung jawab” dengan sesama peserta.
Keduanya sama-sama membayar premi, namun dengan niat dan sistem yang berbeda.
Jika asuransi diibaratkan seperti perahu di tengah lautan, maka perahu syariah adalah …
Perahu yang mencari keuntungan sebanyak mungkin dari setiap penumpangnya.
Perahu yang bergerak bersama, saling menolong ketika badai datang.
Perahu yang berlomba menjadi yang paling cepat mencapai pelabuhan.
Perahu yang dikendalikan oleh satu orang demi kepentingan pribadi.
Seorang petani mengajukan pinjaman ke dua bank.
Bank pertama berkata: “Kau harus kembalikan lebih dari yang kau pinjam, tak peduli hasil panenmu.”
Bank kedua berkata: “Mari kita berbagi hasil. Jika panenmu baik, kita sama-sama senang. Jika gagal, kita sama-sama tanggung.”
Apa nilai utama yang membedakan pendekatan dua bank tersebut?
Bank konvensional lebih peduli dengan nasabah daripada bank syariah.
Bank syariah menjunjung prinsip keadilan melalui sistem bagi hasil, bukan bunga.
Bank syariah mengizinkan bunga selama disetujui bersama.
Bank konvensional lebih mengutamakan kesejahteraan sosial.
Di sebuah desa, para petani membentuk koperasi syariah. Mereka menyimpan sebagian hasil panennya sebagai modal bersama. Dengan dana itu, mereka bisa membeli pupuk, membantu petani yang gagal panen, dan membangun gudang kecil. Kini desa itu mandiri, tanpa bergantung pada rentenir.
Jika koperasi diibaratkan seperti pohon, maka koperasi syariah adalah …
Pohon yang hanya berbuah untuk pemilik modal terbesar.
Pohon yang akarnya saling terhubung, menumbuhkan buah untuk semua.
Pohon yang tumbuh liar tanpa aturan dan arah.
Pohon yang hanya bisa hidup dengan pupuk pinjaman.
Seorang teller bank syariah menolak menerima “uang terima kasih” dari nasabah. Ia berkata,
“Saya melayani bukan karena ingin lebih, tapi karena ini amanah. Rezeki saya sudah ditetapkan oleh Allah.”
Apa nilai spiritual yang tampak dalam perilaku teller tersebut?
Menolak bekerja karena takut salah.
Memegang prinsip amanah dan keikhlasan dalam menjalankan profesi.
Mencari keuntungan dengan cara yang tersembunyi.
Menghindari pekerjaan duniawi agar lebih suci.
Bayangkan tiga sungai: satu membawa air modal (bank), satu membawa air perlindungan (asuransi), dan satu membawa air kebersamaan (koperasi). Ketika ketiganya bertemu, terbentuklah aliran besar yang menghidupi sawah-sawah ekonomi masyarakat.
Apa bentuk nyata dari pertemuan “tiga sungai” tersebut dalam kehidupan modern?
Masing-masing lembaga bekerja sendiri agar lebih cepat berkembang.
Bank memberi pinjaman berbunga, koperasi menyalurkannya, dan asuransi mengambil keuntungannya.
Kolaborasi antara lembaga keuangan syariah untuk membangun usaha umat secara terpadu dan adil.
Persaingan antara lembaga syariah agar saling mengungguli satu sama lain.
Suatu hari di pesisir Jawa, Sunan Kalijaga duduk di bawah pohon beringin sambil memperhatikan anak-anak bermain wayang. Ia berpikir, “Andai nilai-nilai tauhid bisa hidup dalam cerita, mungkin hati mereka akan lebih mudah terbuka.”
Maka lahirlah lakon wayang bernapas dakwah — bukan sekadar hiburan, tapi jendela menuju kebenaran.
Dari kisah tersebut, nilai utama apa yang dapat diteladani dari strategi dakwah Sunan Kalijaga dalam konteks pembelajaran abad 21?
Keberanian menolak tradisi lama secara total
Kecerdikan mengubah budaya menjadi sarana kebaikan
Ketegasan menegakkan hukum tanpa kompromi
Ketekunan dalam menghafal dalil keagamaan
Pesantren Tebuireng yang didirikan KH. Hasyim Asy’ari tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga cinta tanah air dan kebangsaan. Dari sanalah lahir para pejuang kemerdekaan yang membawa semangat jihad untuk negeri, bukan sekadar untuk diri.
Jika pesantren dipandang sebagai “kawah candradimuka” bangsa, maka peran utama KH. Hasyim Asy’ari dalam membangun harmoni sosial adalah…
Menyatukan semangat keagamaan dengan nasionalisme
Mengisolasi santri dari dunia luar
Mengajarkan politik praktis melalui pesantren
Memperkuat tradisi tanpa memperbarui kurikulum
Di Aceh, ulama seperti Syekh Abdurrauf As-Singkili mengajarkan Islam melalui perdagangan. Ia menanamkan nilai jujur dan adil dalam setiap transaksi. Perlahan, ekonomi tumbuh bukan karena modal besar, tapi karena kepercayaan.
Apa pelajaran penting dari strategi dakwah Syekh Abdurrauf As-Singkili bagi masyarakat modern yang hidup di era digital ekonomi?
Keuntungan harus diutamakan di atas segalanya
Teknologi menggantikan kejujuran dalam berdagang
Etika menjadi fondasi utama dalam bisnis
Dakwah tidak perlu disampaikan lewat praktik ekonomi
Sultan Syarif Kasim II rela menyerahkan seluruh hartanya untuk perjuangan Indonesia merdeka. Ia tidak hanya ulama dan raja, tapi teladan tentang makna memberi tanpa pamrih.
Sikap Sultan Syarif Kasim II paling relevan diterapkan dalam konteks kehidupan pelajar masa kini dengan cara…
Mengumpulkan harta untuk kebanggaan pribadi
Berbagi pengetahuan dan waktu untuk kebaikan bersama
Menjauhi kegiatan sosial agar fokus belajar
Menyimpan kemampuan untuk kepentingan diri sendiri
Para wali tidak menebar pedang, tapi menebar salam. Mereka datang dengan senyum, membawa lagu, cerita, dan adat yang tidak dimusnahkan, melainkan dimuliakan. Dari situ, Islam tumbuh lembut tapi kuat.
Apa nilai moderasi yang bisa dipetik dari cara para wali menyebarkan Islam tersebut?
Menolak semua budaya lokal karena dianggap syirik
Menyatukan nilai Islam dengan kearifan budaya secara seimbang
Mengutamakan adat di atas ajaran agama
Menyembunyikan identitas keislaman demi diterima masyarakat
Seorang remaja bernama Rafi awalnya hanya ingin “nongkrong bareng” dengan teman-teman barunya. Namun, seiring waktu, batas-batas mulai kabur. Ia mulai sering pulang larut, kehilangan semangat belajar, dan menjauh dari keluarganya. “Aku hanya ingin diterima,” katanya suatu malam dengan tatapan kosong.
Dari kisah Rafi, nilai utama apa yang seharusnya dijaga agar remaja tidak kehilangan arah dalam pergaulan?
Keinginan untuk selalu terlihat keren di depan teman
Keberanian untuk menolak ajakan yang menjerumuskan
Keinginan untuk mengikuti tren agar tidak dikucilkan
Keterbukaan untuk mencoba hal-hal baru tanpa batas
Alya dan Rafi adalah sahabat sekelas. Mereka saling menghormati dan sering bekerja sama dalam tugas sekolah. Namun, mereka sepakat menjaga jarak dan tidak saling berkirim pesan di malam hari tanpa keperluan. “Kita ingin bersahabat tanpa melanggar batas,” kata Alya.
Sikap Alya dan Rafi mencerminkan prinsip penting dalam Islam, yaitu…
Membangun kedekatan tanpa batas untuk memperkuat rasa percaya
Menghindari fitnah dengan menjaga kehormatan diri
Menjauhi lawan jenis secara total dan memutus komunikasi
Menyembunyikan hubungan agar tidak diketahui orang lain
Dalam sebuah survei di sekolah, ditemukan bahwa banyak remaja terpengaruh oleh media sosial yang menampilkan gaya hidup bebas, pesta, dan hubungan tanpa komitmen. “Awalnya hanya ingin coba-coba,” kata salah satu responden, “tapi akhirnya jadi terbiasa.”
Apa akar persoalan yang paling berbahaya dalam fenomena tersebut?
Kurangnya pendidikan moral dan pengawasan diri
Banyaknya hiburan yang tersedia bagi remaja
Perkembangan teknologi yang sulit dikontrol
Ketatnya aturan sekolah dan keluarga
Di sebuah sekolah, OSIS mengadakan kegiatan bertajuk “Teman Baik, Pilihan Baik”. Program ini mengajak siswa membentuk kelompok positif, belajar bersama, dan membuat proyek sosial. Perlahan, suasana sekolah berubah: pergaulan jadi lebih sehat, dan siswa saling mengingatkan dalam kebaikan.
Dari program tersebut, apa prinsip utama yang bisa diterapkan agar remaja tetap terjaga dari pergaulan bebas?
Meningkatkan kontrol dari guru dan orang tua secara ketat
Menumbuhkan komunitas positif yang saling menguatkan
Menghindari seluruh bentuk interaksi sosial di luar sekolah
Membatasi kebebasan berpendapat di kalangan remaja
Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra’: 32)
Larangan ini bukan hanya tentang tubuh, tapi tentang menjaga cahaya hati dan masa depan manusia agar tidak redup oleh nafsu sesaat.
Makna terdalam dari larangan “mendekati zina” dalam ayat di atas adalah…
Menghindari segala perbuatan yang bisa menjerumuskan ke arah zina
Menolak menikah karena takut dosa
Menyalahkan orang lain yang terjatuh dalam kesalahan
Menyembunyikan kesalahan agar tidak diketahui orang lain
Aisyah berkata kepada temannya, “Kadang aku takut Allah tak menerima ibadahku, tapi aku juga berharap Dia mengampuni kesalahanku.” Temannya menjawab, “Jangan biarkan takut membuatmu putus asa, dan jangan biarkan harapan membuatmu lengah.”
Keduanya pun tersenyum, sadar bahwa iman tumbuh di antara dua sayap — khauf dan raja’. Dari percakapan di atas, apa makna keseimbangan khauf dan raja’ dalam kehidupan seorang mukmin?
Takut kepada Allah tanpa perlu berharap ampunan-Nya
Berharap surga tanpa merasa takut akan dosa
Takut yang membuat hati waspada, dan harapan yang membuat hati tetap hidup
Menghindari ibadah karena takut tidak diterima
Seorang santri bernama Fadil begitu takut kepada Allah hingga ia berhenti belajar dan bergaul, karena merasa dirinya penuh dosa. Gurunya berkata lembut, “Nak, takut yang benar membuatmu taat, bukan membuatmu berhenti.”
Apa perbedaan utama antara khauf yang benar dan khauf yang keliru seperti yang tergambar dalam kisah Fadil?
Khauf yang benar membuat seseorang menjauhi ilmu dunia
Khauf yang benar menumbuhkan semangat untuk memperbaiki diri
Khauf yang keliru menambah semangat beramal saleh
Khauf yang benar membuat seseorang takut pada sesama manusia
Dalam perjalanan hidupnya, Siti kehilangan pekerjaan dan kesehatan. Namun setiap kali sujud, ia berkata, “Aku yakin, setiap kehilangan adalah cara Allah menyiapkan 1. sesuatu yang lebih baik.”
Di tengah badai, ia menemukan tenang — bukan karena badai berhenti, tapi karena ia percaya Allah masih bersamanya.
Apa makna raja’ yang tercermin dalam kisah Siti tersebut?
Keyakinan bahwa semua ujian pasti berakhir sesuai keinginan
Harapan yang membuat hati tetap tabah meski kenyataan berat
Keinginan untuk segera keluar dari penderitaan tanpa usaha
Optimisme kosong tanpa disertai doa dan ikhtiar
Setelah belajar keras, Rafi berdoa sebelum ujian: “Ya Allah, aku sudah berusaha, kini aku serahkan hasilnya kepada-Mu.”
Sementara temannya berkata, “Aku tawakkal saja, tak perlu belajar. Kalau sudah takdir, pasti lulus.”
Keduanya sama-sama menyebut tawakkal, tapi berbeda dalam makna.
Apa makna tawakkal yang benar berdasarkan kisah di atas?
Menyerahkan diri kepada Allah setelah berusaha dengan sungguh-sungguh
Pasrah tanpa melakukan upaya apa pun
Meyakini bahwa usaha manusia lebih penting daripada doa
Menyerahkan hasil tanpa merasa perlu untuk belajar
Hidup adalah seperti mengayuh perahu di tengah samudra. Khauf menjaga agar perahu tidak terlalu jauh dari arah yang benar. Raja’ membuat dayung tetap bergerak walau ombak tinggi. Dan tawakkal adalah keyakinan bahwa Allah yang menentukan ke mana angin akan membawa.
Jika ketiga sikap ini diibaratkan perjalanan perahu, apa pelajaran hidup yang bisa diambil dari perumpamaan tersebut?
Kehidupan harus dijalani tanpa rasa takut agar bebas
Takut, harap, dan tawakkal saling melengkapi agar iman tetap seimbang
Harapan dan tawakkal cukup tanpa perlu takut kepada Allah
Ketakutan adalah bukti kelemahan iman seseorang
Di media sosial, Dimas sering menulis komentar pedas tanpa memikirkan perasaan orang lain. Ia merasa itu bentuk “kejujuran”. Namun, banyak temannya menjauh karena tersinggung. Suatu hari, Dimas berkata, “Aku hanya berkata jujur, tapi mengapa semua menjauh?”
Apa kesalahan mendasar dari sikap Dimas dalam memahami akhlak?
Ia menilai kejujuran tanpa mempertimbangkan adab dalam berbicara
Ia memilih diam karena takut menyinggung orang lain
Ia terlalu lembut sehingga kehilangan pendirian
Ia menilai akhlak hanya dari penampilan luar
Ketika Aisyah dan teman-temannya berbeda pendapat dalam proyek kelas, sebagian memilih marah dan saling menyalahkan. Aisyah justru menenangkan mereka, “Kita mungkin salah, tapi jangan kehilangan cara baik dalam memperbaiki.” Akhirnya, mereka menemukan solusi bersama.
Apa nilai akhlak mahmudah yang tampak dalam sikap Aisyah?
Kesabaran dan kemampuan menahan emosi
Keberanian untuk membuktikan siapa yang benar
Ketegasan dalam memaksakan pendapat
Keinginan untuk menghindari tanggung jawab
Arman sering merasa iri ketika temannya mendapat pujian. Ia berkata dalam hati, “Aku juga bisa lebih baik dari dia!” Namun, semakin ia iri, semakin hatinya lelah dan prestasinya menurun.
Apa akar utama munculnya akhlak madzmumah seperti yang dialami Arman?
Kurangnya rasa syukur dan ketenangan hati
Terlalu banyak bersosialisasi dengan teman
Terlalu fokus pada cita-cita pribadi
Menghindari persaingan secara total
Di lingkungan sekolah, Fikri dikenal ramah dan suka membantu siapa pun tanpa pamrih. Suatu hari, temannya berkata, “Kenapa kamu mau repot-repot bantu orang yang bahkan nggak kenal dekat?”
Fikri menjawab, “Karena setiap kebaikan adalah cermin diriku sendiri.”
Apa prinsip akhlak mahmudah yang tergambar dalam tindakan Fikri?
Berbuat baik hanya pada orang yang dikenal
Membantu orang lain sebagai bentuk ibadah kepada Allah
Mengharapkan balasan dari teman yang ditolong
Melakukan kebaikan untuk mendapatkan pujian
Seorang guru berkata kepada murid-muridnya, “Kalian ingin hidup tenang? Hapuskan dengki, lunakkan hati, dan perbanyak syukur.”
Salah satu murid bertanya, “Apakah itu kunci kebahagiaan?”
Guru itu tersenyum, “Ya. Karena hati yang bersih akan merasa cukup bahkan ketika dunia tampak sempit.”
Berdasarkan dialog tersebut, apa hubungan antara akhlak mahmudah dengan kebahagiaan batin seseorang?
Akhlak mahmudah menjauhkan manusia dari kesenangan dunia
Akhlak mahmudah menumbuhkan kedamaian dan rasa cukup dalam hati
Akhlak madzmumah membuat seseorang lebih termotivasi untuk sukses
Akhlak mahmudah membuat manusia pasif terhadap perubahan
Nadia bekerja di perusahaan besar yang menuntut efisiensi tinggi. Suatu ketika, ia diminta menghadiri rapat penting di waktu salat. Ia menolak dengan lembut dan berkata, “Izinkan saya salat dulu, karena tanpa izin Allah, rapat pun tak akan berkah.”
Rekan-rekannya terdiam, lalu menghormati keputusan itu.
Apa nilai maqāṣid asy-syarī‘ah yang tercermin dari sikap Nadia?
Menjaga agama sebagai prioritas spiritual di tengah tuntutan dunia
Menjaga harta dengan bekerja keras dan profesional
Menjaga akal dengan menolak tekanan kerja
Menjaga keturunan dengan menjaga nama baik keluarga
Di jalan raya, Raka melihat seseorang tergeletak karena kecelakaan. Banyak orang sibuk merekam dengan ponsel, tapi Raka segera menolong dan memanggil ambulans. Ia berkata, “Kalau aku yang di sana, pasti aku ingin ditolong juga.”
Apa prinsip kulliyatul khamsah yang dijaga Raka melalui tindakannya?
Menjaga jiwa manusia karena setiap nyawa adalah amanah Allah
Menjaga akal agar tetap berpikir jernih
Menjaga harta orang lain dari kerusakan
Menjaga keturunan agar tidak celaka
Rafi sering nongkrong dengan teman-temannya yang gemar mabuk untuk “melepas stres.” Ia menolak ajakan itu dan berkata, “Aku tak mau meredam beban dengan racun.”
Sebagai gantinya, ia memilih menulis dan berolahraga untuk menenangkan pikiran.
Mengapa keputusan Rafi sejalan dengan maqāṣid asy-syarī‘ah?
Karena ia menjaga akal agar tetap sehat untuk berpikir dan beribadah
Karena ia menolak pergaulan yang tidak sesuai dengan budaya
Karena ia ingin menonjol sebagai pribadi berbeda
Karena ia ingin menjaga tubuhnya agar tetap bugar semata
Tasya menolak ajakan pacarnya untuk “membuktikan cinta.” Ia berkata, “Kalau cinta membuatku kehilangan diriku, itu bukan cinta tapi jebakan.”
Ia memilih menjaga diri karena tahu masa depan tak boleh dikorbankan untuk rasa sesaat.
Apa bentuk penerapan prinsip kulliyatul khamsah dalam sikap Tasya?
Menjaga keturunan dengan menjauhi zina dan menjaga kehormatan diri
Menjaga agama agar tetap suci dari dosa besar
Menjaga akal agar tidak dikuasai nafsu
Menjaga jiwa agar tidak disakiti oleh orang lain
Seorang pedagang menolak menimbun beras saat harga naik. Ia berkata, “Aku bisa untung besar, tapi banyak perut lapar yang akan menangis.”
Meski rugi sedikit, ia merasa tenang karena tidak menyakiti siapa pun.
Bagaimana sikap pedagang tersebut mencerminkan nilai maqāṣid asy-syarī‘ah?
Ia menjaga harta dengan adil dan tidak menzalimi orang lain
Ia menolak rezeki karena takut kaya
Ia menghindari tanggung jawab sosial
Ia ingin dikenal sebagai pedagang dermawan
Di pesisir utara Jawa, Sunan Kalijaga dikenal berdakwah melalui wayang dan gamelan. Ia tidak langsung melarang tradisi, tetapi menyisipkan ajaran tauhid di balik lakon dan tembang. Masyarakat merasa ajaran Islam hadir seperti embun yang menyejukkan, bukan badai yang menghancurkan.
Mengapa pendekatan dakwah Sunan Kalijaga dianggap efektif dalam menyebarkan Islam di Jawa?
Karena menggabungkan nilai Islam dengan budaya tanpa benturan
Karena membuat Islam tampak sebagai agama baru yang eksklusif
Karena menolak seluruh tradisi lama yang dianggap syirik
Karena hanya berfokus pada hiburan rakyat semata
Sunan Giri mendirikan pesantren di Gresik yang menjadi pusat pendidikan dan dakwah. Santrinya berasal dari berbagai daerah. Di sana mereka belajar agama, berdagang, dan berorganisasi sosial. Dari pesantren itu lahir banyak penyebar Islam ke pelosok Nusantara.
Apa nilai strategis dari peran pesantren Sunan Giri dalam konteks sosial masyarakat waktu itu?
Sebagai lembaga pembentuk karakter dan kemandirian umat
Sebagai tempat hiburan rakyat untuk menarik simpati
Sebagai sarana menguasai ekonomi semata
Sebagai pusat kekuasaan politik lokal
Ketika masyarakat Jawa masih menjalankan upacara sedekah bumi, Sunan Kudus tidak serta-merta melarangnya. Ia menggantinya dengan tradisi slametan dan tumpengan yang bermakna syukur kepada Allah. Dengan cara itu, masyarakat tidak merasa kehilangan identitas, tapi justru menemukan makna baru dalam keislaman mereka.
Pertanyaan:
Apa nilai luhur yang bisa dipetik dari strategi dakwah Sunan Kudus tersebut?
Toleransi dan kearifan dalam mengubah tradisi menjadi sarana dakwah
Ketegasan dalam menolak budaya lokal yang menyimpang
Kewaspadaan terhadap sinkretisme dan tradisi lama
Kemauan untuk mempertahankan kebiasaan masyarakat semata
Sunan Ampel dikenal menekankan akhlakul karimah dalam dakwahnya. Ia mengajarkan muridnya untuk menebar salam, jujur dalam berdagang, dan santun dalam berdiskusi. Dakwahnya tidak dengan pedang, tapi dengan teladan.
Apa prinsip utama yang menjadi kekuatan dakwah Sunan Ampel?
Menyebarkan Islam melalui keteladanan moral dan budi pekerti
Menyebarkan Islam dengan memperbanyak pengikut secara cepat
Mengubah masyarakat melalui tekanan dan aturan ketat
Menghapus seluruh budaya lokal yang ada sebelumnya
Hari ini, dakwah hadir dalam bentuk video pendek, konten digital, dan media sosial. Banyak dai muda berusaha meniru cara Walisongo: menyampaikan nilai Islam dengan bahasa yang lembut dan kontekstual. Namun, sebagian justru memilih cara kasar dan penuh hujatan.
Jika Walisongo hidup di era digital, bagaimana mereka kemungkinan besar berdakwah?
Dengan bahasa yang menyejukkan dan menghargai perbedaan
Dengan menegur keras semua kesalahan di media sosial
Dengan menutup diri dari teknologi dan perubahan zaman
Dengan membuat aturan agama yang kaku di dunia maya
Dalam QS. Al-Ghasyiyah [88]:17–20, Allah berfirman:
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana diciptakan, dan langit bagaimana ditinggikan, dan gunung bagaimana ditegakkan, dan bumi bagaimana dihamparkan?"
Ayat ini tidak hanya menggambarkan keindahan alam, tapi juga mengajak manusia untuk berpikir mendalam — bukan sekadar melihat, tapi memahami.
Apa pesan berpikir kritis yang dapat dipetik dari ayat tersebut?
Akal harus digunakan untuk meneliti dan memahami ciptaan Allah
Alam hanyalah hiasan yang cukup dinikmati tanpa diteliti
Manusia cukup beriman tanpa perlu berpikir mendalam
Pengamatan alam tidak memiliki kaitan dengan iman
Di era digital, informasi datang deras seperti hujan. Sebagian membawa manfaat, sebagian lagi hanya kabar burung.
Nadia membaca sebuah artikel agama di media sosial, lalu memeriksanya dengan membaca tafsir dan pendapat ulama. Ia berkata, “Aku tak ingin imanku berdiri di atas kabar yang rapuh.”
Apa bentuk penerapan berpikir kritis yang dilakukan Nadia?
Memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya
Mengabaikan seluruh informasi dari internet
Mengikuti saja pendapat orang yang paling populer
Mengandalkan perasaan dalam menilai kebenaran agama
Seorang ilmuwan Muslim bernama Ibnu Sina tidak puas hanya dengan membaca satu buku. Ia memadukan ilmu kedokteran, filsafat, dan teologi. Ia berkata, “Ilmu adalah tangga menuju pengenalan kepada Allah.”
Baginya, meneliti tubuh manusia sama mulianya dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an, karena keduanya menyingkap rahasia ciptaan Tuhan.
Apa makna semangat mencintai ilmu dalam pandangan Islam berdasarkan kisah di atas?
Belajar adalah bentuk ibadah untuk mengenal kebesaran Allah
Ilmu hanya penting bagi orang yang ingin terkenal
Mempelajari ilmu dunia tidak ada hubungannya dengan iman
Belajar hanya dilakukan jika diperintahkan guru
Rafi adalah siswa yang gemar eksperimen sains. Ia membuat alat penyaring air sederhana untuk membantu warga kampungnya. Saat ditanya motivasinya, ia menjawab, “Aku hanya ingin ilmu ini jadi sedekah yang terus mengalir.”
Apa yang bisa disimpulkan dari sikap Rafi dalam memaknai IPTEK?
IPTEK menjadi sarana ibadah dan kemaslahatan umat
IPTEK harus dijauhi karena berpotensi melalaikan ibadah
Ilmu pengetahuan hanya berguna untuk mencari kekayaan
Teknologi dan iman tidak perlu dipadukan
Sebuah sekolah Islam mengadakan lomba inovasi ramah lingkungan. Tema lombanya adalah “Teknologi sebagai Amal Saleh”. Para siswa membuat ide: alat penanam otomatis, bank sampah digital, dan aplikasi zakat produktif.
Mereka yakin, teknologi bukan musuh iman, melainkan mitra kebaikan.
Jika kamu menjadi peserta lomba itu, inovasi apa yang paling sesuai dengan semangat Islam dan cinta IPTEK?
Aplikasi pengingat salat dan sedekah berbasis lokasi pengguna
Game kompetisi untuk saling menjatuhkan lawan
Aplikasi untuk menambah pengikut di media sosial
Alat hiburan semata tanpa nilai pendidikan
Rania berjanji akan membantu temannya belajar sebelum ujian. Namun saat hari tiba, ia lebih memilih pergi hangout bersama teman lain.
Temannya tidak marah, tapi sejak itu ia tak lagi percaya pada janji Rania.
Rania berkata dalam hati, “Ternyata janji bisa patahkan kepercayaan, meski hanya sekali.”
Dari kisah tersebut, apa makna moral yang paling tepat?
Janji adalah ujian kejujuran dan tanggung jawab seseorang
Janji bisa dilanggar asal tidak diketahui orang lain
Kepercayaan akan kembali meski janji sering dilanggar
Janji tidak penting selama kita punya alasan pribadi
Arman sering berdoa agar hidupnya lebih lapang. Tapi setelah lulus dan mendapat pekerjaan bagus, ia jarang salat, jarang berbagi, dan merasa semua karena usahanya sendiri.
Suatu hari, ia melihat pengamen kecil yang tetap tersenyum meski hanya memegang uang receh. Hatinya tersentuh.
Apa pesan tentang mensyukuri nikmat yang tersirat dalam kisah Arman?
Syukur bukan hanya ucapan, tapi juga kesadaran bahwa semua berasal dari Allah
Syukur cukup dengan mengucap “Alhamdulillah” tanpa tindakan nyata
Rasa syukur hanya muncul jika kita punya lebih banyak dari orang lain
Syukur tidak penting selama seseorang bekerja keras
Dalam sebuah grup kelas, Dira menulis komentar bercanda tentang temannya. Ia tak bermaksud jahat, tapi komentar itu menyebar dan menyinggung banyak orang.
Sejak itu, suasana kelas menjadi canggung. Dira baru sadar, bahwa kata yang ringan di lidah bisa berat di hati orang lain.
Apa nilai moral utama dari kisah Dira?
Lisan perlu dijaga karena bisa membawa kebaikan atau keburukan
Bercanda adalah hal wajar meski membuat orang lain tersinggung
Kata-kata tidak berpengaruh terhadap hubungan pertemanan
Menjaga lisan hanya penting bagi orang dewasa
Nabila mengetahui rahasia sahabatnya yang pernah melakukan kesalahan di masa lalu.
Ia bisa saja menceritakan kepada orang lain untuk mendapatkan simpati, tapi ia memilih diam dan menasihati sahabatnya secara pribadi.
Tak lama kemudian, sahabatnya berubah menjadi lebih baik.
Mengapa tindakan Nabila mencerminkan akhlak mulia dalam Islam?
Karena ia menjaga kehormatan orang lain dan menutup aibnya
Karena ia ingin dianggap bijak oleh orang lain
Karena ia takut sahabatnya akan marah jika rahasianya terbongkar
Karena ia tidak peduli dengan kesalahan orang lain
Sekelompok siswa membentuk proyek “Kelas Berakhlak”. Mereka membuat komitmen: tidak menyebarkan gosip, saling mengingatkan kebaikan, dan menepati janji antar teman.
Mereka menulis motto di papan: “Lisan dijaga, janji ditepati, syukur dibumikan, aib ditutupi.”
Jika kamu menjadi bagian dari proyek itu, tindakan mana yang paling sesuai dengan semangat proyek tersebut?
Mengingatkan teman dengan kata lembut saat melihat kesalahannya
Membiarkan gosip beredar agar tahu siapa yang salah
Menepati janji hanya jika tidak merepotkan
Menceritakan kekurangan teman sebagai bahan pelajaran
Suatu hari, dua kelompok pelajar berselisih karena salah paham di media sosial.
Awalnya hanya adu komentar, lalu berubah menjadi perkelahian di depan sekolah.
Beberapa siswa terluka, sekolah tercoreng, dan suasana belajar menjadi tegang.
Keesokan harinya, salah satu pelajar berkata lirih, “Kami menang dalam amarah, tapi kalah dalam nilai kemanusiaan.”
Apa makna mendalam dari pernyataan pelajar tersebut?
Kekerasan tidak pernah menghasilkan kemenangan sejati
Perkelahian bisa jadi cara terbaik membela harga diri
Kemenangan di tangan yang kuat, bukan di hati yang sabar
Masalah remaja sebaiknya diselesaikan dengan kekuatan fisik
Aldi yang dikenal rajin belajar mulai berubah setelah sering ikut pesta.
Ia berkata, “Cuma seteguk untuk bersenang-senang.” Tapi seteguk itu berubah menjadi kebiasaan, dan kebiasaan menjadi candu.
Nilainya turun, ibadahnya berkurang, dan wajahnya kehilangan cahaya semangat.
Pelajaran moral apa yang dapat diambil dari kisah Aldi?
Minuman keras merusak akal sehat dan menjauhkan dari kesadaran spiritual
Sedikit minum tidak masalah asal bisa mengendalikan diri
Pesta adalah sarana untuk melupakan stres belajar
Kebiasaan buruk dapat dihapus dengan niat baik tanpa tindakan nyata
Di sebuah lingkungan kecil, ada pemuda bernama Fajar yang dikenal sopan dan pandai.
Namun setelah bergaul dengan teman-teman yang salah, ia mencoba narkoba “sekali saja.”
Kini ia kehilangan arah, jauh dari keluarga, dan tubuhnya semakin rapuh.
Ayahnya berkata, “Yang hilang bukan hanya masa depan, tapi juga cahaya iman.” Mengapa penyalahgunaan narkoba disebut merusak dua sisi kehidupan manusia?
Karena menghancurkan tubuh dan memadamkan kesadaran rohani
Karena hanya berdampak pada fisik, bukan pada hati
Karena membuat seseorang lebih kreatif namun kehilangan fokus
Karena hanya merusak reputasi sosial, bukan kehidupan batin
Sekolah “Harapan Bangsa” meluncurkan program “Sahabat Damai”.
Siswa diajak membuat komunitas positif: belajar seni bela diri untuk kontrol diri, diskusi anti-narkoba, dan kegiatan bakti sosial lintas kelas.
Suasana sekolah menjadi lebih akrab dan saling menghargai.
Mengapa kegiatan seperti itu efektif mencegah perkelahian dan penyalahgunaan narkoba?
Karena menumbuhkan rasa memiliki, empati, dan kebersamaan antar siswa
Karena mengalihkan siswa dari belajar agar tidak stres
Karena membuat siswa takut dihukum jika melanggar
Karena sekolah ingin terlihat aktif di media sosial
Riko diajak temannya nongkrong di tempat yang sering digunakan untuk minum dan pesta.
Dalam hatinya, ia teringat pesan ayah: “Teman adalah cermin masa depanmu.”
Ia pun memilih pulang dan menghabiskan malam dengan membaca buku dan membantu ibunya.
Sikap Riko mencerminkan penerapan nilai apa dalam ajaran Islam?
Menjauhi hal-hal yang mendekatkan pada kemaksiatan dan menjaga kehormatan diri
Menolak pertemanan hanya karena perbedaan selera
Menghindari kegiatan sosial agar aman dari dosa
Menilai semua orang buruk tanpa mengenal mereka
Seorang pendakwah muda menggunakan media sosial untuk menyampaikan pesan kebaikan.
Ia tidak memaki atau menghakimi, melainkan menyapa dengan kata lembut dan kisah inspiratif.
Komentar positif pun bermunculan: “Ustaz ini menenangkan, bukan menggurui.”
Apa yang membuat dakwah tersebut mampu menyentuh hati banyak orang?
Karena disampaikan dengan santun, bijak, dan relevan dengan kehidupan nyata
Karena banyak pengikut yang setuju dengan semua pendapatnya
Karena ia sering menyinggung pihak yang berbeda agar terlihat berani
Karena ia memakai bahasa yang rumit dan menegangkan
Dalam khutbah Jumat, khatib tidak hanya berbicara tentang pahala, tapi juga tentang pentingnya kejujuran di pasar, kepedulian terhadap tetangga, dan menjaga lingkungan.
Jamaah yang hadir merasa tersentuh, bukan hanya karena isi khutbahnya, tapi karena cara penyampaiannya yang lembut dan menembus hati.
Apa nilai dakwah yang dapat dipetik dari khutbah tersebut?
Khutbah yang baik menghubungkan iman dengan tindakan sosial nyata
Khutbah hanya fokus pada hukum ibadah dan ritual
Khutbah yang ideal adalah yang membuat jamaah takut, bukan sadar
Khatib tidak perlu membahas masalah sosial agar tetap netral
Dalam sebuah majelis kecil, seorang ustaz bercerita tanpa berteriak.
Ia menggunakan perumpamaan, mendengarkan pertanyaan jamaah, dan menjawab dengan senyum.
Setelah majelis selesai, jamaah berkata, “Aku tidak merasa digurui, tapi diajak berpikir dan berubah.”
Apa prinsip utama yang ditunjukkan oleh ustaz tersebut dalam berdakwah?
Menyampaikan pesan Islam dengan hikmah, kasih, dan empati
Menguasai banyak dalil agar terlihat lebih berilmu
Menggunakan nada tinggi agar jamaah lebih takut
Menyalahkan pihak lain agar tampak tegas
Di media sosial, dua dai muda berbeda pendapat soal cara berpakaian muslim.
Yang satu tetap menghargai, berkata, “Kita semua sedang belajar menjadi lebih baik.”
Yang lain menulis, “Kebenaran tidak diukur dari siapa yang paling keras bicara.”
Dari kisah ini, apa pelajaran penting yang dapat dipetik dalam berdakwah di era digital?
Menyampaikan kebenaran dengan cara santun lebih efektif daripada perdebatan emosional
Perbedaan harus dihindari agar tidak muncul diskusi
Dakwah yang baik adalah yang selalu memojokkan pihak lain
Media sosial bukan tempat berdakwah dengan bijak
Sekelompok siswa membuat proyek “Dakwah Damai Sekolah”.
Mereka membuat konten video pendek bertema “Senyum juga dakwah”, dan mengajak teman-teman menjaga kebersihan masjid serta berbuat baik tanpa paksaan.
Video mereka viral, bukan karena gaya mereka, tapi karena ketulusan yang terpancar.
Mengapa proyek dakwah tersebut efektif menarik perhatian banyak orang?
Karena dikemas dengan kreatif dan disampaikan dengan ketulusan serta kedamaian
Karena menyinggung kelompok lain agar terlihat berani
Karena menggunakan bahasa keras agar lebih viral
Karena dibuat untuk sekadar tugas tanpa niat berdakwah
Syekh Nawawi al-Bantani dikenal sebagai “Sayyidul Ulama al-Hijaz” — seorang ulama asal Banten yang menjadi guru bagi banyak ulama dunia di Makkah. Dalam setiap karya tafsir dan fikihnya, ia menulis dengan kerendahan hati, tetapi dengan keluasan ilmu yang menembus batas negeri.
Apa nilai utama yang membuat Syekh Nawawi al-Bantani mampu dihormati di tanah suci meski berasal dari negeri jauh?
Keberaniannya menentang kekuasaan asing
Kerendahan hati yang berpadu dengan keluasan ilmu
Kecerdasan dalam berdebat dengan ulama Timur Tengah
Kemampuannya berbahasa Arab seperti penutur asli
Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi adalah imam dan khatib Masjidil Haram. Ia tak hanya mengajar fikih, tetapi juga menulis karya ilmiah untuk menguatkan pemikiran Islam moderat dan rasional di kalangan pelajar Nusantara di Makkah.
Jika strategi dakwah Syekh Ahmad Khatib diterapkan di masa kini, langkah apa yang paling sesuai dengan semangatnya?
Berdakwah dengan cara debat terbuka di media sosial
Menulis konten ilmiah yang menumbuhkan cara berpikir kritis umat
Menghindari isu-isu modern agar tidak menimbulkan polemik
Menyampaikan ceramah dengan gaya keras dan emosional
Syekh Yusuf al-Makassari, seorang ulama, sufi, sekaligus pejuang, diasingkan ke Afrika Selatan. Namun, dari tanah pembuangan itu, ajaran Islam justru tumbuh dan mengakar di hati masyarakat Cape Town.
Apa makna terdalam dari perjuangan Syekh Yusuf al-Makassari di tanah asing?
Bahwa pengasingan dapat mematikan semangat dakwah
Bahwa perantauan adalah kutukan bagi para ulama
Bahwa dakwah sejati tidak bergantung pada tempat, tetapi pada tekad dan kasih
Bahwa kejayaan Islam hanya tumbuh di tanah kelahiran
KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan dikenal sebagai dua tokoh besar yang menanamkan semangat Islam yang berakar pada tradisi, tapi terbuka pada ilmu dan kemajuan. Pemikiran mereka menjadi bagian penting dalam membangun wajah Islam Indonesia yang damai dan cerdas di mata dunia.
Soal:
Jika semangat kedua tokoh tersebut dihidupkan di era digital, bentuk nyata penerapannya adalah...
Menolak seluruh pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia
Mengembangkan dakwah digital yang bijak dan berlandaskan ilmu
Menyebarkan dakwah dengan gaya provokatif agar viral
Meninggalkan tradisi lama karena dianggap kuno
Dari Banten hingga Makkah, dari Makassar hingga Cape Town, dari Yogyakarta hingga dunia — jejak para ulama Indonesia bukan sekadar catatan sejarah, melainkan nyala semangat yang terus hidup dalam generasi penerusnya.
Jika kamu ingin meneladani jejak para ulama yang mendunia itu, langkah awal yang paling bermakna adalah...
Menghafal nama dan karya mereka sebanyak mungkin
Menulis kisah hidup mereka di media sosial
Menumbuhkan niat belajar dan berdakwah dengan hati yang tulus
Menunggu kesempatan besar datang dari orang lain
Di sebuah sekolah multikultural, para siswa datang dari beragam suku, bahasa, dan agama. Meski berbeda, mereka tetap belajar bersama, saling menghormati, bahkan bekerja sama dalam lomba kebersihan sekolah. Namun suatu hari, muncul perdebatan tentang simbol keagamaan di kelas. Ali tidak ikut berdebat, ia memilih menenangkan teman-temannya dan mengingatkan bahwa “kita berbeda bukan untuk bersaing, tapi untuk saling melengkapi.”
Dari sikap Ali, apa makna mendalam dari toleransi yang dapat kita pahami?
Toleransi berarti tidak membicarakan perbedaan agar tetap damai
Toleransi adalah menerima keberagaman dengan hati yang lapang
Toleransi berarti membenarkan semua keyakinan yang ada
Toleransi dilakukan hanya ketika kita diuntungkan
Dalam sebuah desa, dua kelompok warga berselisih karena perbedaan pandangan politik. Ustaz Rahman datang tanpa membawa ceramah panjang. Ia hanya berkata, “Air yang tenang bisa memadamkan api, tapi air yang keruh bisa menambah bara.”
Apa pesan utama dari nasihat Ustaz Rahman tersebut?
Perbedaan harus dihindari agar masyarakat tetap bersatu
Kedamaian sosial bergantung pada siapa yang lebih kuat
Kedamaian harus dijaga dengan kejernihan hati, bukan dengan kekuasaan
Setiap masalah harus diselesaikan melalui perdebatan terbuka
Nadia rajin salat dan berzikir, tetapi suatu hari ia melihat tetangganya kesulitan membayar biaya sekolah anaknya. Ia teringat ayat Allah, “Kamu tidak akan mencapai kebajikan yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92)
Apa hubungan antara keimanan dan kepedulian sosial berdasarkan kisah Nadia?
Iman sejati tercermin dari banyaknya ibadah ritual semata
Iman dan kepedulian sosial adalah dua hal yang terpisah
Iman yang kuat melahirkan kepekaan terhadap penderitaan sesama
Iman seseorang tidak berpengaruh pada perilaku sosialnya
Stimulus:
Di era media sosial, perbedaan pendapat sering berubah menjadi perdebatan panas. Banyak orang mudah menuduh, mencaci, bahkan menyebarkan kebencian. Padahal Rasulullah SAW pernah bersabda, “Seorang Muslim adalah yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.”
Bagaimana penerapan nilai toleransi Rasulullah di tengah budaya digital saat ini?
Membalas hujatan dengan argumen yang lebih keras
Menghindari media sosial agar tidak terpengaruh
Menggunakan media digital dengan etika, empati, dan kehati-hatian
Membiarkan ujaran kebencian agar tidak memperkeruh keadaan
Sekelompok remaja masjid di Bandung membuat kegiatan “Berbagi Air Bersih” bagi warga kampung yang kekeringan. Mereka tidak melihat agama atau latar belakang penerima bantuan, karena bagi mereka, menolong manusia berarti menghormati kehidupan yang Allah ciptakan.
Jika kamu ingin meneladani kegiatan tersebut, langkah paling tepat yang bisa kamu lakukan adalah...
Membuat kegiatan sosial hanya untuk kelompok sendiri
Mengajak teman lintas agama untuk melakukan kebaikan bersama
Menunggu organisasi besar yang bergerak lebih dulu
Membantu hanya jika ada keuntungan pribadi
Stimulus:
Suatu pagi, Fadil ditawari pekerjaan dengan gaji besar, tetapi ia tahu di dalamnya ada praktik suap. Temannya berkata, “Ambil saja, semua orang juga begitu.” Fadil menolak dengan tenang, “Aku tidak mau kehilangan harga diriku hanya demi angka di kertas.”
Sikap Fadil menunjukkan hubungan erat antara iman dan kehormatan diri. Apa makna yang dapat diambil dari kisah ini?
Kehormatan hanya diukur dari pandangan manusia
Iman menjadi dasar dalam menjaga kemurnian diri dari hal yang haram
Menolak tawaran orang lain berarti merendahkan hubungan sosial
Kehormatan lebih penting dari aturan agama
Rina menjadi panitia acara masjid. Ia bekerja keras sejak pagi, tapi namanya tak disebut dalam sambutan. Temannya merasa kecewa untuknya, namun Rina tersenyum, “Aku bekerja bukan untuk disebut, tapi untuk dilihat oleh Allah.”
Apa bentuk keikhlasan yang paling tampak dari kisah Rina?
Tidak peduli pada hasil pekerjaan
Menyembunyikan amal agar tidak terlihat orang
Melakukan kebaikan tanpa berharap pujian manusia
Menganggap semua orang sama tanpa alasan
Dalam suatu kelas, siswa diminta mengumpulkan tugas. Banyak yang menyontek dari internet. Namun Dina memilih menulis dengan usahanya sendiri, meski sederhana. Ketika ditanya alasannya, ia berkata, “Aku malu pada diriku sendiri jika membohongi guru.”
Apa makna rasa malu dalam tindakan Dina tersebut?
Malu hanya muncul karena takut diketahui orang lain
Malu mendorong seseorang untuk menutupi kesalahannya
Malu menjadi penjaga hati agar tidak terjerumus dalam dosa
Malu membuat seseorang tidak percaya diri
Amir sering dipuji karena gaya hidupnya sederhana. Ia bekerja di kota besar tapi tetap memilih rumah kecil dan kendaraan seperlunya. Saat ditanya mengapa, ia menjawab, “Aku tidak menolak dunia, hanya saja aku tidak mau diperbudak olehnya.”
Bagaimana nilai zuhud dapat diterapkan di tengah kehidupan modern seperti Amir?
Dengan menolak semua bentuk kemajuan dunia
Dengan menikmati dunia tanpa berlebihan dan tetap mengingat akhirat
Dengan hidup miskin agar lebih dekat dengan Allah
Dengan meninggalkan pekerjaan duniawi sepenuhnya
Stimulus:
Sekelompok siswa membuat gerakan “Hidup Seimbang”: mereka berkomitmen untuk jujur, tidak pamer di media sosial, dan menolak gaya hidup berlebihan. Mereka ingin hidup sederhana tapi bermakna.
Jika kamu bergabung dengan gerakan tersebut, tindakan paling tepat yang mencerminkan iman kuat adalah…
Menyembunyikan semua keberhasilan agar tidak terlihat
Hidup sederhana, jujur, dan terus berbuat kebaikan tanpa pamrih
Tidak peduli pada perkembangan dunia modern
Menyalahkan teman yang hidup mewah
Stimulus:
Di sebuah grup kelas, seorang siswa menulis pesan yang keras kepada temannya karena salah paham. Setelah membaca ulang pesannya, ia merasa menyesal dan segera menghapusnya. Ia teringat firman Allah:
“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik.” (QS. Al-Isra: 53)
Apa makna adab bermedia sosial yang dapat diambil dari peristiwa di atas?
Setiap orang bebas berbicara apa pun di dunia maya
Kata-kata di media sosial tidak sepenting ucapan langsung
Islam mengajarkan agar setiap kata, termasuk yang ditulis, dijaga agar membawa kebaikan
Menyesal setelah menulis adalah hal yang tidak perlu
Beberapa siswa membuat unggahan lucu dengan memotong video gurunya hingga tampak seolah-olah sedang marah besar. Video itu menjadi viral dan membuat banyak orang salah paham.
Bagaimana seharusnya mereka bersikap agar sesuai dengan nilai akhlak Islam?
Menghapus video dan meminta maaf karena telah menimbulkan fitnah
Membiarkan saja karena tujuannya hanya untuk hiburan
Mengunggah lebih banyak agar tidak dianggap pengecut
Menyalahkan guru karena mudah tersinggung
Seorang siswi menulis status di media sosial: “Lebih baik jujur walau pahit daripada manis tapi menipu.” Namun di kolom komentar, ia malah membalas dengan kata-kata kasar ketika dikritik.
Apa dampak dari perilaku tersebut terhadap kehormatan dirinya di dunia maya?
Menunjukkan ketegasan dalam berpendapat
Mengurangi kepercayaan orang lain terhadapnya
Membuatnya tampak lebih berani di depan umum
Membuktikan kejujuran dirinya
Di sebuah grup sekolah, beredar pesan bahwa seorang guru mendapat hukuman karena korupsi dana kegiatan. Sebelum membagikan, Dimas memutuskan untuk memeriksa kebenarannya. Ia mencari sumber resmi dan ternyata berita itu palsu.
Perilaku Dimas mencerminkan penerapan prinsip apa dalam Islam?
Husnuzan (berbaik sangka)
Tabayyun (klarifikasi sebelum menyebarkan informasi)
Amanah (bertanggung jawab terhadap kepercayaan)
Tawakal (pasrah terhadap takdir)
Sekelompok siswa membuat gerakan “#SosmedBerkah”. Mereka berkomitmen hanya memposting hal-hal yang bermanfaat, memberi semangat, dan menghindari ujaran kebencian. Tujuannya agar media sosial menjadi ladang pahala, bukan arena dosa.
Tindakan apa yang paling tepat jika kamu ingin ikut dalam gerakan tersebut?
Mengunggah konten yang positif dan menebar inspirasi
Menghapus semua akun media sosial agar terhindar dari dosa
Membatasi diri dari semua informasi luar negeri
Mengikuti tren viral tanpa memperhatikan isinya
Stimulus:
Seorang remaja berkata, “Aku ingin menikah karena ingin terbebas dari aturan orang tua.”
Temannya menjawab, “Menikah bukan pelarian, tapi perjalanan. Ia bukan akhir kebebasan, melainkan awal tanggung jawab.”
Soal:
Apa makna tujuan pernikahan dalam Islam yang dapat dipetik dari percakapan di atas?
Pernikahan adalah jalan untuk mencari kebebasan pribadi
Pernikahan bertujuan membangun tanggung jawab dan kedewasaan
Pernikahan dilakukan hanya karena dorongan cinta
Pernikahan adalah sarana menunjukkan kemandirian finansial
Stimulus:
Sebuah pasangan menikah hanya berdasarkan cinta. Mereka tidak menghadirkan wali dan saksi karena dianggap merepotkan. Setelah itu, mereka mengumumkan pernikahan di media sosial dengan bangga.
Berdasarkan ketentuan Islam, bagaimana seharusnya menilai pernikahan tersebut?
Sah karena disertai niat yang baik
Tidak sah karena tidak memenuhi rukun dan syarat nikah
Sah karena telah diumumkan secara terbuka
Tidak sah karena belum mendapat restu dari teman
Stimulus:
Dalam sebuah majelis, seorang ustaz berkata,“Wali bukan penghalang cinta, melainkan penjaga agar cinta tetap di jalan yang benar. Saksi bukan penonton, tapi penjaga kejujuran akad.”
Apa hikmah yang dapat dipahami dari ketentuan adanya wali dan saksi dalam pernikahan?
Agar pernikahan disaksikan banyak orang
Agar cinta mendapat restu dari orang tua saja
Agar pernikahan terjaga keabsahan dan kehormatannya
Agar prosesi terlihat megah dan resmi
Stimulus:
Di sebuah kota besar, muncul tren “nikah sirri online” yang dilakukan tanpa wali, saksi, atau pencatatan resmi. Banyak yang menganggapnya sah karena dilakukan lewat video call dengan pembacaan ijab kabul.
Bagaimana pandangan Islam terhadap praktik tersebut?
Diperbolehkan karena sesuai dengan teknologi modern
Tidak sesuai karena mengabaikan rukun dan menjaga kehormatan nikah
Diperbolehkan asal kedua pihak saling mencintai
Sah karena disaksikan oleh banyak netizen
Stimulus:
Seorang siswa menulis refleksi setelah belajar tentang pernikahan dalam Islam:“Aku ingin kelak menikah bukan karena usia atau tekanan, tapi karena ingin menumbuhkan kebaikan bersama seseorang yang sama-sama beribadah kepada Allah.”
Nilai apa yang paling tepat dijadikan prinsip dalam pernikahan islami berdasarkan refleksi tersebut?
Menikah karena dorongan lingkungan
Menikah sebagai bentuk pengabdian dan tanggung jawab ibadah
Menikah untuk menunjukkan kedewasaan sosial
Menikah agar terbebas dari dosa masa muda
Stimulus:
Sejarawan Muslim berkata,“Ketika umat Islam menjauh dari ilmu, mereka kehilangan cahaya. Tapi ketika kembali menyalakan lentera pengetahuan, lahirlah masa kebangkitan.”
Apa pesan penting dari pernyataan tersebut tentang faktor kebangkitan peradaban Islam pada masa modern?
Kebangkitan Islam terjadi karena kekuatan ekonomi semata
Ilmu pengetahuan menjadi sumber utama kebangkitan peradaban Islam
Kemunduran Islam disebabkan oleh perbedaan politik
Kebangkitan Islam muncul karena pengaruh Barat
Stimulus:
Nama-nama seperti Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha sering disebut dalam sejarah kebangkitan Islam. Mereka menentang taklid buta dan menyeru agar umat berpikir kritis, mencintai ilmu, dan menegakkan keadilan sosial.
Apa kesamaan visi para tokoh pembaru Islam tersebut dalam menghadapi tantangan zaman modern?
Mengadopsi seluruh budaya Barat tanpa kritik
Menghidupkan kembali semangat ijtihad dan kemajuan berpikir umat
Menolak seluruh bentuk perubahan sosial
Mengutamakan kekuasaan politik di atas ilmu
Stimulus:
Di beberapa negara Muslim modern, kemajuan teknologi dan ekonomi berjalan beriringan dengan semangat religiusitas. Masjid megah berdampingan dengan kampus riset, dan doa tak terpisah dari sains.
Apa pelajaran penting yang dapat diambil dari fenomena tersebut?
Kemajuan hanya bisa dicapai dengan meninggalkan nilai agama
Islam tidak sejalan dengan perkembangan teknologi
Modernisasi dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai Islam
Kemajuan duniawi lebih penting daripada spiritualitas
Stimulus:
Seorang pelajar Muslim aktif berdiskusi di forum internasional tentang etika teknologi dalam pandangan Islam. Ia menjelaskan bahwa kemajuan digital tidak boleh menghilangkan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moral.
Apa bentuk nyata pengaruh pemikiran modern Islam dalam konteks tersebut?
Islam menolak seluruh bentuk teknologi modern
Islam memberi arah moral pada penggunaan kemajuan teknologi
Islam membatasi kreativitas anak muda
Islam hanya mengatur urusan ibadah, bukan teknologi
Stimulus:
Seorang guru berkata kepada murid-muridnya: “Kalian bukan pewaris kejayaan masa lalu, tapi penulis sejarah masa depan. Jadikan iman sebagai tinta, dan ilmu sebagai pena.”
Apa makna sikap yang seharusnya dimiliki generasi muda Muslim dari pesan tersebut?
Berpuas diri dengan kejayaan Islam masa lalu
Meniru seluruh gaya hidup modern tanpa seleksi
Aktif berkarya dengan semangat iman dan ilmu
Menyerahkan masa depan Islam kepada para ulama saja
