wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Prakarya_Kerajinan_XII

Total questions: 20

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Makrame adalah bentuk seni kerajinan simpul tali, dimana dengan keahlian menyimpul tali baik dua buah tali, empat buah tali dan sebagainya sehingga menghasilkan sebuah kerajinan yang berfungsi sebagai benda pakai juga mempunyai seni yang menarik. Di bawah ini adalah contoh produk yang dihasilkan dari teknik makrame, kecuali....

a)

b)

c)

d)

e)

2.

Perkembangan kerajinan tekstil tradisional di Indonesia dipengaruhi kreativitas daerah setempat dan daerah lainnya. Di bawah ini yang bukan merupakan fungsi kerajinan tekstil tradisional sebagai alat ritual dalam tradisi daerah adalah....

a)

perca

b)

batik

c)

songket

d)

ulos

e)

tenun

3.

Perhatikan pernyataan berikut!

1.     Mencari ide produk dengan curah pendapat

2.    Membuat studi model dengan format 2 dimensi

3.    Menuangkan hasil pendapat dalam bentuk desain/gambar/sketsa

4.    Penentuan desain akhir

5.    Produksi kerajinan

Urutan yang benar untuk tahap perancangan dalam sistem produksi kerajinan sulam adalah....

a)

1-2-3-4-5

b)

2-3-1-5-4

c)

2-1-3-4-5

d)

1-3-2-4-5

e)

2-4-5-1-3

4.

Dalam membuat kerajinan pasar lokal ada dua tahapan yang dilakukan yaitu tahapan perancangan dan tahapan produksi, di bawah ini yang bukan termasuk tahapan perancangan yaitu....

a)

brainstorming

b)

prototyping

c)

rasionalisasi

d)

evaluasi

e)

finishing

5.

Pak Bedul seorang pengusaha batik khas Bungo mendirikan usaha di daerah Pelepat Ilir Kabupaten Bungo sejak tahun 2013, produk batik tersebut pemasarannya telah mencapai dibeberapa daerah. Seiring berjalannya waktu, jumlah pengusaha batik di kabupaten Bungo semakin bertambah, mengakibatkan omzet Pak Bedul menurun dari waktu ke waktu. Selain itu, produk batik dari daerah lain telah merambah pasar di Indonesia.

Langkah yangpaling tepat dilakukan oleh Pak Bedul untuk meningkatkan kembali omzet penjualannya adalah ….

a)

memasarkan produk batik dari perusahaan lain yang lebih menguntngkan

b)

mengganti manajer dan staf pemasaran agar melakukan strategi pemasaran yang sama dengan strategi pemasaran sebelumnya

c)

memperbaharui teknik pemasaran dengan mengadakan promosi dan pameran, memberi diskon, serta mencari segmentasi pasar yang lebih serasi

d)

merekrut tenaga pemasaran baru agar tenaga pemasaran lama termotivasi untuk meningkatkan penjualan secara pesat

e)

bekerja sama dengan pemilik pabrik batik lain untuk melakukan produksi batik secara masal dan membagi keuntungan secara merata

6.

Perhatikan tusuk hias sulam pita berikut ini!

Urutan nama tusuk hias yang benar yaitu....

a)

bullion, flanel dan holben

b)

simpul prancis, bulu, veston

c)

melekatkan benang, terbang dan silang

d)

rantai, bulu dan veston

e)

veston, bulu dan silang

7.

Batik merupakan seni menggambar/mencetak pola pada kain menggunakan lilin panas sebagai perintang warna. Di bawah ini yang bukan merupakan jenis batik yaitu....

a)

tulis

b)

cap

c)

printing

d)

ikat celup

e)

sablon

8.

Seorang siswa mengelompokkan motif berikut:
– Gelombang ombak
– Gunung
– Batuan
– Matahari
Namun ia memasukkannya ke kategori ragam hias geometris.
Apa analisis terbaik terhadap klasifikasi tersebut?

a)

sudah benar karena semua elemen digambar dengan pola tertentu

b)

salah karena gelombang tidak bisa dijadikan motif

c)

salah, karena motif-motif tersebut termasuk ragam hias alam

d)

benar jika motif digambar berulang

e)

benar karena motif alam selalu berbentuk geometri

9.

Pada desain tote bag dengan teknik sulam di bawah ini, gambar yang menunujukan pola hias asimetris adalah....

a)

b)

c)

d)

e)

10.

Kerjasama konsinyasi yang dilakukan dimana si penjual produk memberikan diskon 5% kepada pemilik toko/ warung, apabila pemilik toko/ warung dapat menjual barang dagangannya dalam waktu lebih cepat dari target yang diharapkan. Strategi sistem konsinyasi di atas merupakan definisi strategi konsinyasi....

a)

finansial

b)

partner

c)

kredibilitas

d)

kesepakatan

e)

barter promo

11.

Penjualan dengan cara menitipkan produk kepada pihak lain untuk dijualkan dengan harga jual dan persyaratan sesuai dengan perjanjian antara pihak pemilik dan penjual disebut sistem konsinyasi. Proses berikut yang tidak bisa dilakukan pada sistem konsinyasi yaitu....

a)

produsen memasang iklan di toko lain

b)

produsen memasok produk kepada pemilik toko

c)

produsen mencari toko yang bersedia menerima produknya

d)

produsen menerima hasil penjualan produk dari pemilik toko

e)

produsen membuat kesepakatan kerjasama dengan pemilik toko

12.

Setelah taplak meja dengan teknik sulam pita selesai, terlihat beberapa pita terangkat dan bagian belakang kain sangat berantakan, sehingga nilai estetisnya berkurang.
Apa langkah penyelesaian yang paling tepat untuk mengatasi dua masalah tersebut sekaligus?

a)

menggunting semua ujung pita yang terangkat

b)

menambahkan kain pelapis atau busa tipis dan menyetrika dengan suhu rendah untuk merapikan bagian belakang

c)

mengoleskan lem pada seluruh bagian belakang

d)

menarik semua pita agar permukaan lebih rata

e)

melepas seluruh sulaman bagian belakang dan mengulangnya

13.

Seorang siswa mengerjakan tusuk hias melekatkan benang yang mana siswa tersebut sudah meletakkan benang utama di atas kain dan menindihnya dengan benang lain, tetapi hasil tusukannya tampak bergelombang dan tidak rata. Kemungkinan kesalahan yang dilakukan siswa tersebut adalah ….

a)

menarik benang penindih terlalu kuat saat menjahit tindih

b)

menggunakan benang utama berwarna terlalu mencolok

c)

menjahit tindih dengan jarak terlalu rapat

d)

tidak mengunci ujung benang utama di awal

e)

meletakkan benang utama di bagian bawah kain

14.

Perhatikan langkah-langkah berikut dalam membuat tusuk hias feston (veston):

  1. 1. Tarik benang hingga membentuk garis di tepi kain.

  2. 2. Buat tusukan dari bagian belakang kain ke depan di titik awal.

  3. 3. Arahkan benang ke sisi atas dan tahan dengan jari.

  4. 4. Masukkan jarum kembali ke dekat tepi kain sambil mengaitkan benang di bawah jarum.

  5. 5. Ulangi langkah yang sama hingga seluruh tepi kain tertutup rapat.

Urutan langkah yang benar adalah…

a)

2 – 4 – 3 – 1 – 5

b)

2 – 3 – 4 – 1 – 5

c)

4 – 2 – 3 – 1 – 5

d)

1 – 2 – 3 – 4 – 5

e)

3 – 2 – 1 – 4 – 5

15.

Seorang siswa mengeluh hasil sulamannya tampak mengerut dan tidak rata meskipun ia sudah mengikuti pola dengan benar. Setelah diamati, kain tidak dipasang pada pemidangan dan benang tampak ditarik terlalu kuat.
Analisis penyebab utama kerusakan tersebut yaitu....

a)

pola yang digunakan tidak sesuai dengan jenis tusuk

b)

tegangan benang/pita tidak dikendalikan dan kain tidak distabilkan

c)

warna benang/pita kurang kontras dengan kain

d)

jarum yang digunakan terlalu kecil

e)

jenis benang/pita terlalu licin

16.

Gambar berikut merupakan salah satu tahap dalam penyelesaian pengerjaan taplak meja yang disebut dengan table skirting. Di bawah ini yang bukan termasuk fungsi dari table skirting adalah....

a)

menutupi kaki meja dan seluruh bagian bawahnya sehingga tidak terlihat. Ini membuat meja terlihat lebih rapi dan bersih. 

b)

memberikan sentuhan dekoratif yang dapat mengubah tampilan meja dari biasa menjadi lebih profesional, elegan, dan sesuai dengan tema acara. Ini bisa dilakukan dengan menambah warna, pola, atau dimensi pada meja. 

c)

membantu menciptakan tampilan yang mulus dan harmonis dari semua sudut pandang, yang sangat penting dalam acara-acara formal dan penting. 

d)

menyembunyikan ruang penyimpanan di bawah meja, seperti penyimpanan peralatan atau bahan-bahan lain yang tidak seharusnya terlihat oleh tamu. 

e)

membantu melindungi meja dari kotoran, tumpahan makanan, atau goresan, terutama pada meja prasmanan. 

17.

Seorang siswa membuat taplak meja sulam pita. Ia melakukan langkah berikut:

  1. 1. Menyusun motif bunga dari pita pada kain

  2. 2. Menggambar pola desain

  3. 3. Menyetrika hasil akhir

  4. 4. Memotong kain sesuai ukuran taplak

  5. 5. Menyulam sesuai arah tusukan

Urutan yang paling tepat sesuai tahap pembahanan–pembentukan–perakitan–penyelesaian adalah…

a)

2 – 4 – 1 – 5 – 3

b)

4 – 2 – 5 – 1 – 3

c)

2 – 4 – 5 – 1 – 3

d)

4 – 1 – 2 – 5 – 3

e)

2 – 1 – 4 – 5 – 3

18.

Pada kegiatan proyek Prakarya kelas XII, siswa diminta membuat taplak meja sulam pita untuk kegiatan pameran sekolah. Sebelum memulai, guru memberikan contoh tahapan kerja yang benar.

Pada tahap pembahanan, siswa diminta memilih bahan yang sesuai: kain katun sebagai alas, pita satin ukuran 1–2 cm sebagai bahan utama motif, serta jarum tapestri yang ujungnya tumpul.

Pada tahap pembentukan, siswa diminta mengguting kain sesuai dengan ukuran meja. Beberapa siswa memindahkan motif desain yang ke kain menggunakan kertas karbon. Sementara itu, siswa lainnya menggambar pola terlalu lebar sehingga motif tampak tidak proporsional.

Pada tahap perakitan, setiap siswa mulai menyulam pita sesuai pola. Namun beberapa kesalahan muncul: ada yang menarik pita terlalu kuat sehingga kain mengerut, ada pula yang menggunakan tusuk tidak sesuai motif.

Pada tahap penyelesaian, guru mengingatkan untuk menyetrika bagian belakang kain menggunakan alas agar pita tidak meleleh.

Pada hari pameran, hasil siswa sangat beragam. Beberapa karya tampak rapi dan hidup, namun ada juga yang terlihat kusut, warnanya pudar, atau motifnya tidak simetris.

Berdasarkan wacana di atas, masalah yang muncul paling mungkin bersumber dari tahap pembahanan adalah…

a)

pola tampak terlalu kecil dan sulit disulam

b)

motif bunga tampak tidak proporsional

c)

kain mengerut karena pita ditarik terlalu kuat

d)

taplak tampak kusut karena bahan tidak sesuai

e)

pita meleleh saat penyetrikaan

19.

Dalam proyek prakarya siswa diminta memproduksi taplak meja sulam pita secara berkelompok. Siswa harus membuat desain baru dengan memadukan teknik tusuk hias yang sudah dipelajari.

Dalam proses pengerjaan siswa menentukan ukuran taplak dan jenis kain. Kelompok A memilih kain tile yang licin, sedangkan kelompok B memilih kain katun yang stabil, kemudian siswa membuat rancangan motif/desain. Kelompok A menggambar pola simetris sederhana, sedangkan kelompok B menggambar pola kompleks dengan banyak detail.

Saat proses perakitan, kelompok A mengalami kesulitan karena kain tile sulit dipasang di pemidang dan pita sering terlepas. Kelompok B justru mengalami kendala waktu, karena pola yang terlalu rumit membuat pengerjaan lambat.

Pada tahap penyelesaian, beberapa kelompok lupa merapikan sisa benang, sehingga tampilan akhir tampak kurang rapi.

Berdasarkan wacana tersebut, kelompok yang mengalami kesalahan paling krusial pada tahap pembahanan adalah....

a)

kelompok A, karena memilih kain yang tidak stabil

b)

kelompok B, karena menggambar pola terlalu rumit

c)

kelompok A, karena pita sering terlepas

d)

kelompok B, karena lambat menyelesaikan tugas

e)

kelompok A, karena tidak merapikan sisa benang

20.

Perhatikan gambar berikut ini!

Jumlah tusuk hias yang diaplikasikan dalam desain sulam pita tersebut adalah....

a)

5

b)

4

c)

6

d)

3

e)

7