wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS CC Infor UISI 25/26

Total questions: 56

Worksheet time: 42mins

Name
Class
Date
1.
Teknologi yang memungkinkan satu server fisik dijalankan menjadi beberapa mesin virtual disebut…
a)
Containerization
b)
Virtualisasi
c)
Parallel Processing
d)
Network Segregation
2.
Dalam model on-premise, seluruh infrastruktur teknologi informasi dikelola oleh…
a)
Penyedia layanan cloud
b)
Pemerintah
c)
Perusahaan pengguna itu sendiri
d)
Konsultan eksternal
3.
Keunggulan cloud computing dibanding on-premise adalah…
a)
Terbatas area lokal
b)
Dapat diakses dari mana saja melalui Internet
c)
Harus diinstal manual
d)
Hanya untuk admin jaringan
4.
Model layanan cloud yang menyediakan infrastruktur dasar disebut…
a)
PaaS
b)
SaaS
c)
IaaS
d)
DaaS
5.
Platform as a Service (PaaS) membantu pengembang dengan…
a)
Menulis dan menguji kode tanpa kelola infrastruktur
b)
Kontrol penuh hardware
c)
Atur jaringan manual
d)
Kelola OS sendiri
6.
Software as a Service (SaaS) adalah model layanan di mana pengguna…
a)
Kelola OS dan middleware
b)
Gunakan aplikasi siap pakai
c)
Instal aplikasi di server pribadi
d)
Sewa perangkat keras
7.
Perbedaan utama antara IaaS, PaaS, dan SaaS terletak pada…
a)
Lokasi penyimpanan data
b)
Lapisan tanggung jawab pengelolaan sistem
c)
Jenis OS
d)
Ukuran jaringan
8.
Dalam OCI, Region mengacu pada…
a)
Subnet jaringan virtual
b)
Lokasi geografis pusat data
c)
Server fisik di AD
d)
Domain internal
9.
Availability Domain (AD) berfungsi untuk…
a)
Batasi akses pengguna
b)
Isolasi antar pusat data
c)
Kelola IP Address
d)
Atur routing
10.
Fault Domain (FD) berfungsi untuk…
a)
Bagi subnet
b)
Isolasi kegagalan perangkat keras
c)
Tambahkan IP publik
d)
Atur lalu lintas subnet
11.
Bare Metal Instance berarti…
a)
Server virtual
b)
Server fisik tanpa virtualisasi
c)
Jaringan privat
d)
Template OS
12.
Virtual Machine (VM) dijalankan menggunakan…
a)
Kernel
b)
Hypervisor
c)
Router
d)
Switch
13.
Keunggulan Bare Metal Instance adalah…
a)
Kinerja maksimal tanpa overhead virtualisasi
b)
Biaya paling rendah
c)
Tanpa OS
d)
Multi region
14.
Image pada compute digunakan untuk…
a)
Template OS & software dasar
b)
Snapshot jaringan
c)
IP Address
d)
Backup data
15.
Ukuran default Boot Volume Linux adalah…
a)
10 GB
b)
20 GB
c)
46.6 GB
d)
256 GB
16.
Block Volume berfungsi sebagai…
a)
Penyimpanan tambahan
b)
Volume utama OS
c)
Firewall
d)
Area backup
17.
Saat membuat instance compute, pengguna menentukan…
a)
Image, Shape, dan Network
b)
Security list & SSH
c)
Database & IP
d)
Region & Gateway
18.
Virtual Cloud Network (VCN) berfungsi sebagai…
a)
Database penyimpanan
b)
Jaringan virtual privat
c)
Sistem autentikasi
d)
File server
19.
Format CIDR yang benar adalah…
a)
192.168.1.0/24
b)
255.255.255.0
c)
192.168.1.1:8080
d)
10.0.0.1-10.0.0.255
20.
Tujuan utama pembuatan subnet adalah…
a)
Pisahkan fungsi sistem & tingkatkan keamanan
b)
Tingkatkan CPU
c)
Kurangi storage
d)
Tambah RAM
21.
Private Subnet digunakan untuk…
a)
Server publik
b)
Database & backend internal
c)
Gateway publik
d)
File sementara
22.
Komponen dua arah ke Internet adalah…
a)
Internet Gateway (IGW)
b)
NAT Gateway
c)
Service Gateway
d)
DRG
23.
NAT Gateway memungkinkan…
a)
Subnet privat akses Internet outbound
b)
Koneksi inbound dari Internet
c)
Hubungkan antar region
d)
Tambah firewall
24.
Service Gateway memungkinkan akses ke…
a)
Layanan Oracle tanpa Internet publik
b)
Server eksternal
c)
Firewall
d)
CIDR
25.
VNIC berfungsi untuk…
a)
Hubungkan instance ke jaringan VCN
b)
Simpan log
c)
Atur subnet
d)
Tentukan DNS
26.
Metode scaling yang menambah kapasitas dengan meningkatkan jumlah instance disebut…
a)
Vertical scaling
b)
Horizontal scaling
c)
Latency scaling
d)
Hybrid scaling
27.
Metric-Based Scaling menggunakan parameter seperti…
a)
Nama region pengguna
b)
Waktu login user
c)
Pemakaian CPU atau memori
d)
Jumlah file disimpan
28.
Saat menggunakan metric-based autoscaling, OCI akan memicu penambahan instance ketika…
a)
CPU mencapai threshold satu kali
b)
CPU melampaui threshold selama periode evaluasi tertentu
c)
Memory usage naik sebentar
d)
Load balancer menerima request baru
29.
Saat menggunakan horizontal scaling dengan load balancer, jika satu instance mengalami health check failure, maka OCI akan…
a)
Menghapus seluruh backend set
b)
Mengeluarkan instance dari backend pool sementara tetap menjalankan autoscaling policy
c)
Mematikan autoscaling otomatis
d)
Menjadikan instance lain sebagai default router
30.
Instance Pool digunakan agar autoscaling dapat…
a)
Menyimpan file log autoscaling
b)
Menambahkan atau mengurangi instance berdasarkan template yang konsisten
c)
Mengubah CIDR otomatis
d)
Mengganti OS pada semua instance
31.
Kendala utama vertical scaling pada aplikasi real-world adalah…
a)
Membutuhkan perubahan OS setiap scale up
b)
Memaksa aplikasi berhenti saat instance di-resize
c)
Mengganti VCN sepenuhnya
d)
Menghapus seluruh block volume
32.
Setelah melakukan vertical scaling dari VM.Standard3.Flex → VM.Standard3.32, performa aplikasi tetap lambat meskipun OCPU naik drastis. Apa penyebab teknis yang paling realistis?
a)
Load balancer belum menambahkan backend baru
b)
Aplikasi tidak multithreaded sehingga tidak dapat memanfaatkan OCPU tambahan
c)
VNIC tidak mampu menangani traffic setelah scaling
d)
Shape yang lebih besar otomatis menurunkan clock speed CPU
33.
Compute di Oracle Cloud adalah layanan inti untuk…
a)
Menyimpan backup database
b)
Menjalankan aplikasi, OS, dan workload komputasi
c)
Mengatur firewall dan DNS
d)
Membuat VCN
34.
Bare Metal Instance berarti…
a)
VM yang berjalan di atas hypervisor
b)
Server fisik tanpa lapisan virtualisasi
c)
Server privat tanpa OS
d)
Container yang berjalan tanpa instance
35.
Compute menyediakan sumber daya seperti…
a)
CIDR, Route Table, dan security list
b)
CPU, RAM, Storage, dan Network
c)
Load balancer dan gateway
d)
DNS dan firewall
36.
Apa perbedaan fungsional utama antara Instance Configuration dan Instance Pool dalam setup Autoscaling?
a)
Instance Pool adalah template teknis, sedangkan Configuration adalah wadah manajemen.
b)
Instance Configuration menyimpan template teknis (OS, shape), sedangkan Instance Pool adalah kumpulan logis instance yang diatur oleh Autoscaling.
c)
Configuration menentukan batas Maximum instance, sedangkan Pool menentukan batas Minimum.
d)
Configuration adalah untuk Vertical Scaling, sedangkan Pool adalah untuk Horizontal Scaling.
37.
Ketika sebuah instance baru dibuat melalui Scale-out, ia gagal bergabung dengan Load Balancer Backend Set. Instance tersebut berada di Private Subnet, sedangkan Load Balancer berada di Public Subnet. Di mana masalah konektivitas yang paling mungkin terjadi?
a)
VCN kekurangan Network Security Group (NSG) untuk Instance Pool.
b)
Instance Configuration menggunakan port yang salah untuk SSH.
c)
Missing Ingress Rule pada Security List yang mengizinkan Load Balancer berkomunikasi dengan instance di Private Subnet.
d)
Instance Pool harus berada di subnet yang sama dengan Load Balancer.
38.
Apa dampak yang terjadi pada Instance Configuration (templat) jika instance sumber yang digunakan untuk membuatnya dihentikan (terminated) setelah konfigurasi disimpan?
a)
Instance Configuration akan otomatis menjadi tidak valid dan harus dibuat ulang.
b)
Tidak ada dampak; Instance Configuration tetap valid dan dapat digunakan untuk Scale-out.
c)
Autoscaling Policy akan secara otomatis beralih ke Scale-based Scheduling.
d)
Instance Configuration akan memicu Scale-in pada Instance Pool yang sudah ada.
39.
Dalam konteks Autoscaling OCI, apa yang menjadi pembeda utama antara 'Horizontal Scaling' dan 'Vertical Scaling'?
a)
Horizontal Scaling adalah penambahan Instance, Vertical Scaling adalah penambahan Load Balancer.
b)
Horizontal Scaling adalah penambahan jumlah Instance di Pool, Vertical Scaling adalah peningkatan ukuran Shape (CPU/RAM) Instance yang sudah ada.
c)
Horizontal Scaling adalah Scale-out, Vertical Scaling adalah Scale-in.
d)
Horizontal Scaling hanya didorong oleh Metric-Based, Vertical Scaling hanya didorong oleh Schedule-Based.
40.
Jika Anda ingin mengubah batas Minimum Instance dari 1 menjadi 2, apakah tindakan yang paling efisien dan direkomendasikan di konsol OCI?
a)
Hapus Autoscaling Configuration yang lama dan buat konfigurasi baru dengan batas minimum yang baru.
b)
Buat Instance Pool baru dengan batas minimum yang baru dan migrasikan Load Balancer.
c)
Langsung edit dan perbarui parameter 'Minimum number of instances' pada Autoscaling Configuration yang sudah ada.
d)
Setel Scale-out Rule untuk menambahkan 1 instance secara permanen hingga batas 2 tercapai.
41.
Apa peran 'Average' dalam evaluasi metrik CPU Utilization pada Instance Pool?
a)
Kebijakan akan terpicu jika salah satu instance melampaui ambang batas.
b)
Kebijakan hanya terpicu jika semua instance mencapai ambang batas secara serentak.
c)
Kebijakan akan membandingkan rata-rata CPU Utilization seluruh instance dalam pool dengan ambang batas.
d)
Nilai metrik diambil dari instance dengan CPU Usage terendah.
42.
Sebuah kebijakan Autoscaling berbasis Jadwal ditetapkan untuk Scale-out menjadi 5 instance pada hari Senin pukul 08:00 UTC. Jika Instance Pool sudah memiliki 4 instance pada saat itu, apa yang akan dilakukan sistem?
a)
Sistem tidak akan melakukan apa-apa karena perbedaan jumlah instance terlalu kecil.
b)
Sistem akan menghapus 4 instance yang ada dan membuat 5 instance baru.
c)
Sistem akan melakukan Scale-out dan membuat 1 instance baru untuk mencapai total 5 instance.
d)
Sistem akan membatalkan event Schedule-based dan menunggu pemicu Metric-based.
43.
Jika Anda memiliki dua kebijakan Autoscaling terpisah—satu Metric-Based dan satu Schedule-Based—yang aktif secara bersamaan, kebijakan manakah yang memiliki prioritas lebih tinggi?
a)
Kebijakan yang lebih dulu dibuat.
b)
Kebijakan Schedule-Based selalu memiliki prioritas lebih tinggi.
c)
Kebijakan yang memicu aksi Scale-out yang lebih besar.
d)
Kebijakan dengan metrik yang paling ketat.
44.
Ketika sebuah instance berhasil dihentikan melalui aksi Scale-in, apa yang terjadi pada volume Block Storage yang melekat padanya (selain Boot Volume)?
a)
Volume Block Storage otomatis dihapus untuk menghemat biaya.
b)
Volume Block Storage tetap ada di Compartment dan perlu dihapus manual (jika opsi terminasi tidak diatur untuk menghapus volume).
c)
Volume Block Storage diubah menjadi Object Storage.
d)
Volume Block Storage akan dihubungkan ke instance yang tersisa di Pool.
45.
Di mana batas Minimum dan Maksimum Instance Pool dipertahankan dan ditegakkan (enforced)?
a)
Di Load Balancer Backend Set.
b)
Di dalam Autoscaling Configuration.
c)
Di Compartment Policy.
d)
Di Instance Configuration.
46.
Mengapa penggunaan Load Balancer (LB) menjadi keharusan (best practice) dalam setup Instance Pool yang menggunakan Autoscaling?
a)
Karena LB adalah satu-satunya komponen yang dapat mengirim metrik CPU ke layanan Monitoring OCI.
b)
Karena LB memberikan titik masuk tunggal yang stabil dan mendistribusikan lalu lintas secara merata ke instance yang jumlahnya terus berubah.
c)
Karena LB yang memicu keputusan Scale-out dan Scale-in berdasarkan Health Check.
d)
Karena LB memiliki fungsi sebagai firewall utama untuk seluruh Instance Pool.
47.
Sebuah kebijakan autoscaling memiliki ambang batas scale-out CPU > 70% dan ambang batas scale-in CPU < 15%. Jika utilisasi CPU turun menjadi 10% setelah scale-out dan sistem sedang dalam periode cooldown 300 detik, kapan aksi scale-in akan terjadi?
a)
Segera setelah CPU mencapai 10% karena ambang batas scale-in sudah dilanggar.
b)
Setelah periode cooldown 300 detik berakhir, karena cooldown memiliki prioritas lebih tinggi daripada ambang batas scale-in.
c)
Tidak akan terjadi scale-in karena sistem akan menunggu pemicu scale-out berikutnya untuk menstabilkan metrik.
d)
Setelah 300 detik ditambah interval evaluasi metrik, karena sistem harus mengumpulkan data yang cukup.
48.
Apa konsekuensi operasional terburuk jika Anda menetapkan Scale-out threshold terlalu tinggi (misalnya, 99% CPU Utilization) pada lingkungan produksi?
a)
Membuang biaya karena terlalu banyak instance yang dijalankan secara tidak perlu.
b)
Sistem akan gagal menangani beban dan aplikasi akan mengalami downtime sebelum instance baru sempat di-provision.
c)
Instance Pool akan terus menerus melakukan flapping (menambah dan menghapus instance).
d)
Load Balancer akan berhenti mendistribusikan lalu lintas karena metrik yang terlalu tinggi.
49.
Sebuah Instance Pool memiliki 2 instance dan batas 'Maximum number of instances' adalah 3. Jika Scale-out Rule adalah 'Add 2 instance(s)' ketika CPU > 80%, apa aksi maksimum yang akan dilakukan sistem jika ambang batas terlampaui?
a)
Sistem akan melakukan Scale-out sebanyak 2 instance sekaligus.
b)
Sistem akan melakukan Scale-out sebanyak 1 instance, mencapai batas 3 instance.
c)
Sistem tidak akan melakukan Scale-out dan akan menunggu administrator menyesuaikan batas maksimum.
d)
Sistem akan mengabaikan batas maksimum dan melakukan Scale-out sebanyak 2 instance.
50.
Apa masalah yang mungkin terjadi jika ambang batas scale-out dan scale-in diatur terlalu berdekatan (misalnya, scale-out > 60% dan scale-in < 58%)?
a)
Peningkatan waktu latency pada Load Balancer karena distribusi lalu lintas yang tidak seimbang.
b)
Sistem akan menjadi tidak stabil (flapping) karena perubahan metrik sekecil apa pun akan memicu scale-out diikuti oleh scale-in secara cepat.
c)
Metrik CPU akan berhenti diperbarui karena konflik dalam kebijakan.
d)
Sistem akan mengabaikan scale-in dan hanya memprioritaskan scale-out.
51.
Dalam arsitektur autoscaling di OCI, mengapa Instance Pool harus dilampirkan ke Load Balancer?
a)
Load Balancer berfungsi sebagai database untuk menyimpan metrik performa Instance Pool.
b)
Untuk memastikan bahwa semua instance yang dibuat (baik yang awal maupun hasil scale-out) segera dapat diakses oleh pengguna dari Internet.
c)
Instance Pool bertindak sebagai master yang mengendalikan kebijakan Load Balancer.
d)
Ini hanya diperlukan jika instance berjalan di Private Subnet, bukan Public Subnet.
52.
Jika Instance Pool berhasil melakukan scale-out tetapi Load Balancer tetap melaporkan kesehatan instance baru sebagai Critical atau Failing, di mana kemungkinan besar letak masalahnya?
a)
Pada konfigurasi VCN, karena Load Balancer berada di luar Public Subnet.
b)
Pada Health Check Backend Set yang menggunakan port atau protokol yang salah, atau Security List yang memblokir port Health Check.
c)
Pada kebijakan Autoscaling yang menetapkan ambang batas terlalu tinggi.
d)
Pada batas 'Maximum number of instances' yang telah tercapai.
53.
Apa dampak utama jika Anda tidak menetapkan Security List untuk mengizinkan lalu lintas masuk (Ingress) pada Port 80 selama setup autoscaling web server?
a)
Aksi Scale-out akan gagal karena sistem tidak dapat berkomunikasi dengan Instance Pool.
b)
Pengguna dari Internet tidak akan dapat mengakses web server melalui Load Balancer.
c)
Load Balancer akan secara otomatis beralih menggunakan Port 443 (HTTPS).
d)
Instance Pool tidak dapat membuat instance baru karena keterbatasan jaringan.
54.
Sebuah Instance Pool awalnya memiliki 2 instance. Kebijakan scale-in adalah 'Remove 1 instance' jika CPU < 5% dengan cooldown 600 detik. Setelah CPU mencapai 4%, 1 instance dihapus. Kemudian, CPU turun lagi menjadi 2% 3 menit kemudian. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sistem untuk menghapus instance kedua (jika cooldown 600 detik tetap berlaku)?
a)
Segera, karena cooldown hanya berlaku untuk scale-out.
b)
Setelah 3 menit, karena cooldown 600 detik sudah lewat dan metrik sudah stabil.
c)
420 detik (7 menit) lagi dari sekarang.
d)
600 detik lagi dari sekarang, karena cooldown dimulai dari awal setiap kali metrik dilanggar.
55.
Jika Instance Pool dibuat menggunakan Instance Configuration dari Shape E2.1.Micro dan Anda mencoba melakukan scale-out, apa yang dapat Anda harapkan dari instance baru yang dibuat?
a)
Instance baru akan dibuat dengan Shape yang lebih besar (misalnya, E3.2.Flex) untuk meningkatkan performa secara keseluruhan.
b)
Instance baru akan dibuat dengan Shape E2.1.Micro yang sama, terlepas dari beban CPU saat ini.
c)
Proses scale-out akan gagal karena OCI tidak mengizinkan Shape E2.1.Micro digunakan dalam Instance Pool.
d)
Anda harus mengkonfigurasi Shape baru secara manual setiap kali scale-out terjadi.
56.
Di mana lokasi yang paling tepat dalam arsitektur demo autoscaling untuk menginstal web server Apache (HTTPD) agar Health Check dan akses publik berfungsi dengan baik?
a)
Pada Load Balancer, karena ia bertindak sebagai pintu masuk utama.
b)
Pada setiap Compute Instance yang merupakan anggota dari Instance Pool.
c)
Pada Instance Configuration, untuk memastikan Apache diinstal saat instance baru dibuat.
d)
Pada Security List untuk mendefinisikan port HTTP.