wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

abal-abal KT

Total questions: 117

Worksheet time: 59mins

Name
Class
Date
1.

Dalam laporan hasil audit atas pengadaan alat Kesehatan, tim audit mencatat bahwa 90% barang diterima tepat waktu dan sesuai spesifikasi, namun 10% sisanya mengalami keterlambatan dan kekurangan dokumen. Bagaimana sebaiknya penyajian data tersebut dalam laporan?

a)

Fokus pada keberhasilan 90% pelaksanaan agar mitra merasa diapresiasi oleh auditor

b)

Menekankan 10% yang bermasalah agar ada tindak lanjut tegas dari manajemen

c)

Diabaikan yang bermasalah karena jumlahnya kecil dan tidak berdampak signifikan

d)

Menyampaikan kedua kondisi secara proporsional disertai analisis sebab dan dampaknya.

2.

Sesuai Program Kerja Pengawasan Tahun 20XX, Inspektorat Kota Teduh melakukan audit bantuan dana sosial pada Dinas Sosial Kota Teduh. Berdasarkan pengalaman sebelumnya tim yang melakukan audit di Dinas tersebut selalu mengalami kesulitan untuk memperoleh data karena sistem pelaporan yang masih manual dan Kepala Dinas bersikap tertutup karena merasa audit hanya mencari kesalahan. Jenis hambatan apakah yang dialami oleh tim pada saat penugasan?

a)

Budaya organisasi yang tidak transparan

b)

Keterlambatan sistem informasi yang digunakan

c)

Keterbatasan sumber daya pengawasan

d)

Resistensi dari pihak yang diawasi

3.

Tim audit sedang melaksanakan audit atas dana hibah untuk bantuan uang duka di wilayah kota Sejahtera. Informasi awal menunjukkan kota Sejahtera menyalurkan bantuan uang duka sebesar Rp 1 Miliar untuk 4000 penerima. Namun berdasarkan data dari Dinas Kependudukan menunjukkan jumlah warga pada tahun yang sama hanya 550 orang. Hambatan potensial apa yang dihadapi tim audit tersebut?

a)

a. Perbedaan sumber data antar instansi yang terlibat

b)

b. Kesalahan penghitungan jumlah penerima bantuan

c)

c. Data dan informasi yang diperoleh tidak andal

d)

d. Duplikasi pencatatan penerima dalam data hibah

4.

Sajiah ditugaskan untuk melakukan audit terhadap sistem informasi akuntansi pada PT. ABC. Tujuan audit salah satunya adalah menilai efektivitas dan efisiensi sistem informasi akuntansi berbasis computer. Jenis audit apa yang paling tepat dilakukan untuk penugasan tersebut?

a)

Audit di lingkungan big data

b)

Audit with computer

c)

Continuous auditing

d)

Systematic data processing auditing

5.

Audit internal menindaklanjuti temuan KAP tentang pengadaan fiktif dengan memanfaatkan embeded audit module yang disisipkan ke dalam aplikasi audit untuk menghimpun data transaksi dan mencatat data eksepsi dalam daftar SCARF (System Control Audit Review File). Auditor melakukan pengecekan hasil temuan tersebut setiap minggu dan harian. Jenis audit apakah yang dilakukan auditor internal tersebut?

a)

IT General and Application Control Audit

b)

Continous Auditing

c)

Audit Data warehouse

d)

IT Governance Audit

6.

Tim Inspektorat Kota Sepakat ditugaskan untuk melakukan pengawasan terkait dengan pelayanan publik Kota Sepakat. Berdasarkan pengembangan informasi awal, tim mendapatkan informasi bahwa Kota Sepakat telah mengembangkan aplikasi pelayanan publik antara lain pelayanan perizinan online dan berbagai transformasi layanan digital lainnya. Tujuan audit diharapkan dapat mengukur capaian kemajuan layanan digital dan memberikan saran perbaikan. Jenis audit apa yang paling tepat dilakukan?

a)

Evaluasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik

b)

Audit atas Tata Kelola Teknologi Informasi

c)

Evaluasi atas Aplikasi dalam Pengembangan

d)

Audit Entreprise Content Management Process

7.

Dalam penugasan audit pengadaan 160 unit computer di instansi ABC, tim yang dipimpin Ahsan mengalami keterlambatan karena sulit memperoleh dokumen dari unit pengadaan dan unit IT. Untuk mencegah hal serupa, Ahsan mengusulkan penerapan aplikasi terpadu yang mengintegrasikan data dan dokumen dari seluruh unit. Kompetensi apa yang ditunjukkan Ahsan dalam pelaksanaan penugasan tersebut?

a)

Mendukung penerapan perubahan di seluruh aktivitas audit

b)

Mendukung budaya organisasi yang terbuka pada perubahan

c)

Menciptakan dan mendukung perubahan dalam aktivitas audit

d)

Mengembangkan diri untuk tujuan audit dan profesionalisme

8.

Tim ditugaskan untuk melakukan audit atas sistem informasi transaksi keuangan di rumah sakit X yang memproses ribuan transaksi keuangan setiap harinya. Salah satu pengujian yang dilakukan adalah memastikan keandalan pengelolaan transaksi keuangan melalui sistem informasi. Permasalahannya personal tim audit tidak memiliki pengalaman dalam audit sistem informasi. Teknik audit yang dapat digunakan oleh tim untuk mengatasi masalah tersebut?

a)

Data uji/test data untuk menguji pemrosesan data transaksi keuangan pada sistem informasi

b)

Menggunakan software audit atau tools audit bawaan sistem untuk melakukan analisis data transaksi keuangan

c)

Pengujian terhadap masukan dan keluaran transaksi, sedangkan pemrosesan pada sistem tidak diperlukan

d)

Pengujian dilakukan dengan Teknik audit sampling untuk meneliti kewajaran transaksi keuangan

9.

Saudara ditugaskan untuk melakukan assessment Good Corporate Governance (GOG) pada BUMN ABC Tahun 20XX. Dalam penugasan tersebut Teknik audit yang digunakan oleh tim adalah reviu dokumen, pengisian kuesioner dan wawancara. Pengisian kuesioner diberikan kepada direksi, komisaris, pemegang saham, stakeholder dan pegawai. Jumlah pegawai BUMN ABC adalah sebanyak 200 pegawai. Sebagai ketua tim saudara harus menentukan jumlah sample pegawai yang mengisi kuesioner. Apabila menggunakan rumus Slovin dengan Tingkat kesalahan (margin of error) 5%. Berapakah jumlah pegawai yang harus mengisi kuesioner?

a)

123 pegawai

b)

113 pegawai

c)

143 pegawai

d)

133 pegawai

10.

Tim ditugaskan untuk melakukan audit investigative atas belanja perjalanan dinas pegawai di lingkungan Pemda ABC. Berdasarkan hasil reviu atas laporan keuangan Pemda ABC diperoleh informasi bahwa adanya indikasi perjalanan dinas fiktif yang tidak sesuai dengan ketentuan. Pada saat reviu tim menggunakan Teknik pengumpulan data/informasi berupa pemeriksaan dokumen. Sesuai kondisi tersebut, klasifikasi data serta Teknik pengumpulan data/informasi apa yang tepat untuk dilakukan oleh tim audit?

a)

Data uji/test data untuk menguji pemrosesan data transaksi keuangan pada sistem informasi

b)

Menggunakan software audit atau tools audit bawaan sistem untuk melakukan analisis data transaksi keuangan

c)

Pengujian terhadap masukan dan keluaran transaksi, sedangkan pemrosesan pada sistem tidak diperlukan

d)

Pengujian dilakukan dengan Teknik audit sampling untuk meneliti kewajaran transaksi keuangan

11.

Tim audit internal sedang mengevaluasi Teknik pemeriksaan laporan keuangan yang digunakan pada tahun sebelumnya. Saudara Ihsan bertugas mengkaji hasil penerapan Teknik lama, lalu mengusulkan perbaikan metode dengan menambahkan pengujian lebih rinci terhadap setiap transaksi untuk meningkatkan akurasi pemeriksaan. Atribut apa yang paling tepat menggambarkan kemampuan Saudara Ihsan dalam menelaah dan menerapkan perbaikan metode pengawasan intern tersebut?

a)

Kualitas Ekspert (Expertive Attributes)

b)

Kualitas Profesional (Profesional Attributes)

c)

Kualitas Personel (Personel Attributes)

d)

Kualitas Relational (Relational Attributes)

12.

Dalam suatu penugasan evaluasi terjadi perbedaan pendapat atas inovasi dalam metode pengolahan data yang dijadikan Anggota Tim, Pengendali Teknis tidak setuju atas metode tersebut. Hal yang sebaiknya dilakukan oleh Ketua Tim adalah ...

a)

Menerima inovasi metode pengolahan data yang diusulkan Anggota Tim dan menerapkannya dalam penugasan dan melaporkannya kepada Pengendali Teknis

b)

Menerima arahan Pengendali Teknis untuk menolak inovasi metode pengolahan data yang diusulkan Anggota Tim karena Anggota Tim belum berpengalaman

c)

Meminta Anggota Tim untuk mencari metode pengolahan data lain yang sesuai dengan selera Pengendali Teknis sehingga bisa disetujui oleh Pengendali Teknis

d)

Menjadi penengah dengan menyampaikan usulan anggota tim secara terbuka kepada Pengendali Teknis untuk memperoleh pertimbangan yang objektif

13.

Upaya yang bisa dilakukan oleh Ketua Tim dalam mencegah tumpang tindihnya pengisian Kertas Kerja Evaluasi yaitu …

a)

Meminta Anggota Tim untuk mengumpulkan Kertas Kerja Evaluasi yang sudah dikerjakan setiap selesai dikerjakan

b)

Mereviu kembali pembagian tugas pengisian Kertas Kerja Evaluasi agar efektif dan efisien

c)

Memberikan tugas ke Anggota Tim untuk Menyusun Kertas Kerja Evaluasi dengan jumlah yang sama

d)

Mempersilahkan Anggota Tim untuk memilih Kertas Kerja Evaluasi yang ingin diisi

14.

Berikut ini yang merupakan hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan perencanaan penugasan audit berbasis risiko yaitu….

a)

Memahami auditan dan proses bisnisnya

b)

Memahami selera risiko dan pegawai auditan

c)

Memahami rencana dan target pimpinan auditan

d)

Memahami partner dan competitor auditan

15.

Data yang bukan menjadi dasar pertimbangan atas penyusunan Audit universe dan auditable units adalah …

a)

hasil pemahaman Auditor atas Auditan

b)

trend jumlah sampel yang diambil dan Auditan

c)

aktivitas bisnis yang dilaksanakan Auditan

d)

manajemen risiko yang dilakukan Auditan

16.

Ketua Tim akan melaksanakan penugasan Evaluasi atas Dana Desa di Kabupaten X yang memiliki lebih dari 200 desa. Dalam Menyusun perencanaan pengawasan berbasis risiko, pemilihan desa sebagai sampel perlu mempertimbangkan karakteristik yang dapat mengidentifikasikan risiko yang signifikan. Desa yang layak dipertimbangkan sebagai sampel dalam penugasan tersebut Adalah desa yang …

a)

Mempunyai lebih dari 1 BUMDes dengan jenis usaha beragam

b)

Perangkat desanya pernah diadukan oleh masyarakat

c)

Letak geografisnya jauh dari pusat Kabupaten dan sulit dijangkau

d)

Akses informasi dan perbankannya belum memadai

17.

Apa langkah awal yang efektif yang bisa dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data penerima bantuan sosial?

a)

Membandingkan data penerima bantuan sosial daerah dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) pada Kementerian terkait

b)

Melakukan wawancara kepada seluruh penerima bantuan sosia daerah

c)

Membandingkan data NIK penerima bantuan dengan data pada rekening bank penyalur

d)

Membandingkan data penerima bantuan sosial daerah dengan data BPS

18.

Dalam rangka Menyusun pedoman penugasan untuk evaluasi program bantuan daerah, auditor perlu mengembangkan sejumlah faktor agar pelaksanaan pengawasan berjalan efektif. Dari pilihan berikut, manakah yang termasuk aspek yang relevan untuk diperhatikan dalam penyusunan pedoman penugasan evaluasi?

a)

Level kapabilitas APIP

b)

Anggaran seluruh penugasan APIP

c)

Jumlah SDM mitra yang dievaluasi

d)

Alokasi waktu penugasan evaluasi

19.

Relevansi nomor kertas kerja yang terdapat pada Program Kerja Audit digunakan untuk, kecuali …

a)

Mengurutkan prosedur audit yang akan dilaksanakan

b)

Menghubungkan kertas kerja dengan kendali mutu

c)

Memeriksa prosedur audit yang telah dilaksanakan

d)

Menandai penanggungjawab prosedur audit

20.

Apa yang harus dilakukan oleh Ketua Tim apabila etrdapat Langkah kerja wawancara dalam program kerja audit yang tidak bisa dikerjakan?

a)

Berdiskusi dengan tim untuk mengubah Tentative Audit Objective (TAO)

b)

Berdiskusi dengan tim untuk menentukan langkah kerja pengganti

c)

Berdiskusi dengan tim untuk mencari sumber informasi lain

d)

Berdiskusi dengan tim untuk mengubah Lokasi sampel audit

21.

Dalam sebuah audit kinerja, auditor menemukan bahwa pimpinan entitas belum menetapkan struktur wewenang dan tanggung jawab secara formal. Kondisi ini berisiko menimbulkan ketidakjelasan dan lemahnya akuntabilitas. Temuan tersebut menunjukkan kelemahan pada unsur pengendalian intern yaitu …

a)

Pemantauan

b)

Kegiatan pengendalian

c)

Lingkungan pengendalian

d)

Penilaian risiko

22.

Dalam audit kinerja atas program bantuan pangan, diketahui bahwa dokumen risk register telah dibuat, namun tidak digunakan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Apa implikasi dari situasi tersebut terhadap pencapaian tujuan program?

a)

Pelaksanaan kegiatan lebih fleksibel, namun pencapaian tujuan program rentan terganggu kendala di lapangan

b)

Perencanaan program menjadi lebih tepat, tetapi risiko yang mempengaruhi keberhasilan tujuan tidak terantisipasi

c)

Program berisiko tidak tepat sasaran, sehingga tujuan yang direncanakan tidak sepenuhnya tercapai

d)

Dokumentasi pengendalian intern tersedia, tetapi tidak efektif dalam mendukung pencapaian tujuan program

23.

Dalam pelaksanaan konsultansi peningkatan kesadaran risiko fraud, Sebagian unit kerja enggan berpartisipasi karena merasa pembahasan tidak terkait dengan tugas dan fungsi mereka. Materi yang disampaikan auditor terlalu umum dan tidak mempertimbangkan perbedaan karakteristik tiap unit. Berdasarkan kondisi tersebut, unsur perencanaan yang lemah adalah …

a)

Memberikan masukan terhadap dokumen tanpa mengambil alih kewenangan

b)

Meminta manajemen menunjuk staf auditor sebagai pengganti pejabat terkait

c)

Menunda seluruh proses sampai auditor menyelesaikan persetujuan pimpinan

d)

Menyetujui permintaan demi kelancaran program dengan persetujuan pimpinan

24.

Dalam rangka menyusun pedoman penugasan untuk evaluasi program bantuan daerah, auditor perlu mempertimbangkan sejumlah faktor agar pelaksanaan pengawasan berjalan efektif. Dari pilihan berikut, manakah yang termasuk aspek yang relevan untuk diperhatikan dalam penyusunan pedoman penugasan evaluasi?

a)

Alokasi waktu penugasan evaluasi.

b)

Level kapabilitas APIP.

c)

Jumlah SDM mitra yang dievaluasi.

d)

Anggaran seluruh penugasan APIP.

25.

Salah satu tujuan pengendalian intern adalah memastikan bahwa hasil kegiatan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Dalam audit atas proses pengelolaan program kegiatan di entitas mitra, ditemukan beberapa kondisi berikut: Evaluasi kinerja dilakukan tetapi tidak menghasilkan rencana perbaikan Laporan output kegiatan disusun tanpa membandingkan dengan target awal Tidak ada prosedur formal untuk menangani penyimpangan hasil kegiatan Monitoring dilakukan secara periodik oleh unit pengelola program. Manakah pernyataan yang paling mencerminkan kelemahan dalam elemen pengendalian intern terkait tindak lanjut atas penyimpangan?

a)

Pernyataan (1)

b)

Pernyataan (4)

c)

Pernyataan (3)

d)

Pernyataan (2)

26.

Pada kegiatan reviu sistem pengendalian intern suatu entitas auditan, auditor menemukan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) telah tersedia, tetapi tidak dijalankan secara konsisten. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam pelaksanaan pengendalian intern, pada aspek …

a)

Penilaian risiko

b)

Informasi dan komunikasi

c)

Lingkungan pengendalian

d)

Aktivitas pengendalian

27.

Shella ditugaskan sebagai Ketua Tim dalam penugasan Audit Kinerja pada suatu entitas auditan. Ia diminta memberikan masukan terkait pemilihan anggota tim, menyusun Program Kerja Audit, serta membagi tugas kepada anggota tim. Langkah yang paling tepat agar tujuan audit tercapai secara efektif dan efisien adalah …

a)

Memberikan arahan yang jelas kepada anggota tim mengenai pelaksanaan Program Kerja Audit.

b)

Memilih anggota tim yang sudah sering bekerja sama dalam penugasan sebelumnya.

c)

Memilih anggota tim yang berpengalaman dan berkompeten untuk bergabung dalam tim audit.

d)

Mengurangi langkah kerja pada Program Kerja Audit dengan mengacu pada data audit periode sebelumnya.

28.

Dalam perencanaan konsultansi pada sebuah entitas mitra, setelah ekspektasi pejabat berwenang telah dipahami serta waktu dan sumber daya penugasan sudah dialokasikan, maka tahapan selanjutnya adalah ….

a)

Penyusunan kebijakan FRM

b)

Self assessment penerapan FRM

c)

Pelaksanaan FRA (Fraud Risk Assessment)

d)

Membangun aktivitas deteksi dan pencegahan risiko fraud

29.

Tim ditugaskan untuk melakukan audit atas sistem informasi transaksi keuangan di rumah sakit X yang memproses ribuan transaksi keuangan setiap harinya. Salah satu pengujian yang dilakukan adalah memastikan keandalan pengelolaan transaksi keuangan melalui sistem informasi. Permasalahannya personil tim audit tidak memiliki pengalaman dalam audit sistem informasi. Teknik audit apa yang dapat digunakan oleh tim untuk mengatasi masalah tersebut?

a)

Data uji/Test Data untuk menguji pemrosesan data transaksi keuangan pada sistem informasi.

b)

Menggunakan software audit atau tools audit bawaan sistem untuk melakukan analisis data transaksi keuangan.

c)

Pengujian dilakukan dengan teknik audit sampling untuk meneliti kewajaran transaksi keuangan.

d)

Pengujian terhadap masukan dan keluaran transaksi, sedangkan pemrosesan pada sistem tidak diperlukan.

30.

Hasil audit atas sistem keuangan pada suatu entitas menunjukkan bahwa akses ke modul pembayaran dan pencatatan transaksi tidak dibatasi. Selain itu, terdapat 5 akun dengan hak akses administrator yang tidak digunakan dalam 6 bulan terakhir. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk memperbaiki sistem ini?

a)

Mengadakan pelatihan anti-fraud bagi petugas terkait untuk meningkatkan kewaspadaan

b)

Melakukan pemisahan fungsi petugas terkait untuk menghindari konflik kepentingan

c)

Meminta manajemen untuk menyusun dan memperbarui risk register secara berkala

d)

Mengimplementasikan whistleblowing system untuk pelaporan pelanggaran/kecurangan

31.

Dalam sebuah penugasan, auditor intern menemukan bahwa komunikasi informasi risiko antar unit dalam organisasi berjalan lambat dan tidak konsisten. Akibatnya, beberapa pimpinan unit tidak segera mengetahui potensi risiko yang memerlukan tindakan cepat. Rekomendasi yang paling tepat untuk diberikan auditor adalah …

a)

Memberikan insentif seperti diskon atau poin untuk menarik minat masyarakat

b)

Menawarkan dukungan pelanggan yang siap membantu pengguna baru

c)

Mengidentifikasi peluang efisiensi biaya dengan memanfaatkan teknologi digital

d)

Menyediakan pelatihan atau tutorial untuk mengatasi ketidakpahaman teknologi

32.

Dalam menilai efektivitas program pencegahan kecurangan, auditor mendapati bahwa organisasi belum memiliki ukuran atau indikator untuk menilai keberhasilan program tersebut. Apa langkah yang sebaiknya dilakukan auditor?

a)

Self assessment penerapan FRM untuk perbaikan berkelanjutan

b)

Penyusunan kebijakan Fraud Risk Management

c)

Membangun infrastruktur pelaporan dan monitoring risiko fraud

d)

Pelaksanaan Fraud Risk Assessment

33.

Tim audit sedang melaksanakan audit atas dana hibah untuk bantuan uang duka di wilayah Kota Sejahtera. Informasi awal menunjukkan Kota Sejahtera menyalurkan bantuan uang duka sebesar Rp 2 miliar untuk 4.000 penerima. Namun, berdasarkan data dari Dinas Kependudukan menunjukkan jumlah warga meninggal pada tahun yang sama hanya 550 orang. Hambatan potensial apa yang dihadapi tim audit tersebut?

a)

Kesalahan perhitungan jumlah penerima bantuan

b)

Perbedaan sumber data antar instansi yang terlibat

c)

Data dan informasi yang diperoleh tidak andal

d)

Duplikasi pencatatan penerima dalam data hibah

34.

Dalam laporan hasil audit atas pengadaan alat kesehatan, tim audit mencatat bahwa 90% barang diterima tepat waktu dan sesuai spesifikasi, namun 10% sisanya mengalami keterlambatan dan kekurangan dokumen. Bagaimana sebaiknya penyajian data tersebut dalam laporan?

a)

Menyampaikan kedua kondisi secara proporsional disertai analisis sebab dan dampaknya

b)

Menekankan pada 10% yang bermasalah agar ada tindak lanjut tegas dari manajemen

c)

Fokus pada keberhasilan 90% pelaksanaan agar mitra merasa diapresiasi oleh auditor

d)

Diabaikan bagian yang bermasalah karena jumlahnya kecil dan tidak berdampak signifikan

35.

Benny sebagai Ketua Tim audit harus menyusun draft laporan dan memperbaiki kesalahan dalam draft laporannya sampai laporan tersebut diterbitkan. Hal yang bisa dilakukan Benny untuk menjaga laporan tersebut agar tetap berkualitas dan akuntabel adalah …

a)

Mendokumentasikan setiap reviu berjenjang atas laporan secara tertulis

b)

Berdiskusi dengan tim dengan jenis pengawasan serupa mengenai temuan yang terdapat di laporan

c)

Mendiskusikan permasalahan yang timbul dalam penyusunan laporan

d)

Melaporkan kepada Pimpinan APIP atas kendala penyusunan laporan

36.

Referensi nomor kertas kerja yang terdapat pada Program Kerja Audit digunakan untuk, kecuali ...

a)

Menandai penanggung jawab prosedur audit

b)

Menghubungkan kertas kerja dengan Kendali Mutu

c)

Mengurutkan prosedur audit yang akan dilaksanakan

d)

Memeriksa prosedur audit yang telah dilaksanakan

37.

Dalam penugasan pengawasan atas pengadaan 20.000 unit perangkat teknologi di Kementerian X, ketua tim audit menerapkan inovasi metode pengujian berbasis data dengan menggunakan teknik random sampling. Tingkat kesalahan (tolerable error) yang dapat diterima ditetapkan sebesar 5%. Berdasarkan data tersebut, berapa interval sampling yang sebaiknya digunakan?

a)

53

b)

51

c)

50

d)

52

38.

Saudara ditugaskan untuk melakukan audit terhadap sistem informasi akuntansi pada PT ABC. Tujuan audit salah satunya adalah menilai efektivitas dan efisiensi sistem informasi akuntansi berbasis komputer. Jenis audit apa yang paling tepat dilakukan untuk penugasan tersebut?

a)

Audit di lingkungan big data

b)

Electronic Data Processing Auditing

c)

Continuous Auditing

d)

Audit with Computer

39.

Ketua Tim akan melaksanakan penugasan Evaluasi atas Dana Desa di Kabupaten X yang memiliki lebih dari 200 desa. Dalam menyusun perencanaan pengawasan berbasis risiko, pemilihan desa sebagai sampel perlu mempertimbangkan karakteristik yang dapat mengindikasikan risiko yang signifikan. Desa yang layak dipertimbangkan sebagai sampel dalam penugasan tersebut adalah desa yang …

a)

Mempunyai lebih dari 1 BUMDes dengan jenis usaha beragam

b)

Akses informasi dan perbankannya belum memadai

c)

Perangkat desanya pernah diadukan oleh masyarakat

d)

Letak geografisnya jauh dari pusat Kabupaten dan sulit dijangkau

40.

Sekolah-sekolah di wilayah Z menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk menunjang operasional. Namun, dalam audit ditemukan bahwa anggaran pembelian alat tulis kantor di seluruh sekolah menggunakan harga satuan yang sama tanpa memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah. Apa potensi masalah dari pendekatan tersebut dalam konteks tata kelola dan efektivitas penggunaan dana?

a)

Ketidakefisenan penggunaan anggaran

b)

Penurunan kualitas pengadaan barang

c)

Tidak optimalnya pemenuhan kebutuhan

d)

Ketidakadilan dalam alokasi sumber daya

41.

Dalam suatu penugasan pengawasan intern, Ketua Tim memimpin dua anggota tim. Salah satu anggotanya memiliki kompetensi teknis yang baik, namun sering menunda penyelesaian tugas hingga mendekati tenggat waktu. Sebagai Ketua Tim, langkah paling tepat yang sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi dan mengatasi permasalahan tersebut adalah ….

a)

Memberikan kepercayaan penuh kepada anggota tim tersebut dengan harapan ia dapat menyelesaikan tugasnya sesuai tenggat waktu.

b)

Melaporkan langsung permasalahan tersebut kepada Pengendali Teknis untuk mendapatkan instruksi penyelesaian.

c)

Membagi ulang sebagian tugas anggota tim tersebut kepada anggota lain agar seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal.

d)

Melakukan pemantauan secara berkala dan memberikan arahan agar tugas diselesaikan sesuai jadwal.

42.

Dalam penugasan audit atas penyaluran kredit usaha menengah oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di wilayah Kota X, tim melakukan salah satu prosedur pengujian yaitu memastikan kelayakan pemberian kredit dan dokumen yang disampaikan perusahaan penerima kredit benar dan andal. Dokumen apakah yang paling andal digunakan oleh tim audit dalam melakukan pengujian tersebut?

a)

Proyeksi arus kas 2 tahun terakhir

b)

Rekening koran 6 bulan terakhir

c)

Data agunan (sertifikat tanah dan bangunan)

d)

Laporan keuangan yang telah diaudit KAP 3 tahun terakhir

43.

Di beberapa puskesmas, petugas tidak mencatat layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara lengkap dalam sistem karena akses internet sering terganggu, dan tidak ada prosedur pencatatan alternatif secara manual. Kelemahan pengendalian yang paling relevan dari kondisi di atas adalah ….

a)

Tidak adanya mekanisme pengendalian untuk memastikan kelengkapan data layanan saat terjadi gangguan sistem

b)

Kurangnya pemantauan kinerja petugas dalam pelaksanaan prosedur pencatatan layanan program JKN

c)

Ketiadaan sarana pendukung yang andal untuk menjamin keberlangsungan pencatatan data

d)

Kegagalan manajemen risiko dalam mengidentifikasi ancaman terhadap keberlangsungan pencatatan data

44.

Dalam suatu penugasan pengawasan intern, Ketua Tim memimpin dua anggota tim. Salah satu anggotanya memiliki kompetensi teknis yang baik, namun sering menunda penyelesaian tugas hingga mendekati tenggat waktu. Sebagai Ketua Tim, langkah paling tepat yang sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi dan mengatasi permasalahan tersebut adalah ….

a)

Memberikan kepercayaan penuh kepada anggota tim tersebut dengan harapan ia dapat menyelesaikan tugasnya sesuai tenggat waktu.

b)

Melaporkan langsung permasalahan tersebut kepada Pengendali Teknis untuk mendapatkan instruksi penyelesaian.

c)

Membagi ulang sebagian tugas anggota tim tersebut kepada anggota lain agar seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal.

d)

Melakukan pemantauan secara berkala dan memberikan arahan agar tugas diselesaikan sesuai jadwal.

45.

Tim auditor menemukan ketidakakuratan data penerima manfaat dalam program bantuan sosial. Hasil verifikasi atas daftar penerima manfaat menunjukkan, 2% penerima sudah meninggal dan 10% penerima tidak memenuhi kriteria layak. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi yang paling tepat dan berkelanjutan untuk memastikan bantuan tepat sasaran adalah ….

a)

Membatasi akses seluruh menu sistem hanya tersedia pada jam kerja normal

b)

Meminta seluruh pegawai untuk menandatangani perjanjian dan pakta integritas

c)

Memindahkan seluruh sistem ke platform cloud agar jejak digital dapat terlihat

d)

Mengatur hak akses sesuai tugas karyawan dan periksa secara rutin

46.

Alan mendengar rumor bahwa Nando pernah melakukan tawar-menawar temuan dengan pihak auditan. Apa tindakan paling tepat yang harus dilakukan Alan untuk mencegah terjadinya penyimpangan tersebut?

a)

Menasehati Nando secara pribadi agar menjaga integritas dan tidak melakukan tawar-menawar temuan dengan pihak auditan

b)

Menjadikan rumor sebagai kewaspadaan dan tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Nando sebagai bentuk penghargaan atas senioritasnya

c)

Membatasi ruang lingkup komunikasi Nando dengan auditan serta memastikan interaksi dilakukan secara formal dan terdokumentasi

d)

Membicarakan rumor tersebut dengan Lisa agar dapat bersama-sama mengantisipasi potensi penyimpangan dari Nando

47.

Dalam penguasaan audit pengadaan 100 unit komputer di instansi ABC, tim yang dipimpin Ahsan mengalami keterlambatan karena sulit memperoleh dokumen dari unit pengadaan dan unit IT. Untuk mencegah hal serupa, Ahsan mengusulkan penerapan aplikasi terpadu yang mengintegrasikan data dan dokumen dari seluruh unit. Kompetensi apa yang ditunjukkan Ahsan dalam pelaksanaan penugasan tersebut?

a)

Mendukung budaya organisasi yang terbuka pada perubahan

b)

Mengembangkan diri untuk tujuan audit dan profesionalisme

c)

Menciptakan dan mendukung perubahan dalam aktivitas audit

d)

Mendorong penerapan perubahan di seluruh aktivitas audit

48.

Pada saat audit pengadaan barang, auditor menemukan pembelian dengan harga 40% lebih tinggi dari rata-rata pasar. Bukti awal hanyalah berupa faktur dan berita acara serah terima barang. Auditi menjelaskan selisih harga disebabkan adanya biaya distribusi khusus tanpa dokumen pendukung. Berdasarkan prinsip due professional care, langkah yang paling tepat adalah …

a)

mengonfirmasi penjelasan auditi kepada pihak ketiga yang relevan tanpa menambah prosedur lain

b)

mencatat selisih harga sebagai temuan awal sambil menunggu instruksi pimpinan audit

c)

meminta bukti tambahan dan melakukan prosedur lanjutan untuk memastikan kewajaran harga

d)

meminta klarifikasi tertulis dari auditi dan mencatatnya sebagai informasi tambahan

49.

Upaya yang bisa digunakan oleh Ketua Tim agar Kertas Kerja bisa selesai tepat waktu adalah …

a)

menegur dan menasehati Anggota Tim apabila Anggota Tim melakukan kesalahan dalam mengerjakan kertas kerja

b)

memperbarui kemajuan penyelesaian Kertas Kerja dan memperbaiki jika ada kesalahan kertas kerja

c)

mereviu kertas kerja yang disusun Anggota Tim setiap hari dan meminta perbaikan jika ada kesalahan

d)

mengerjakan kertas kerja Anggota Tim apabila Anggota Tim kesulitan dalam mengerjakan kertas kerja

50.

Hal yang harus diperhatikan dalam monitoring permintaan data secara tertulis adalah …

a)

metode yang digunakan untuk permintaan data

b)

sarana yang digunakan untuk permintaan data

c)

batas waktu pemenuhan permintaan data

d)

kompetensi penyusun daftar permintaan data

51.

Salah satu indikator bahwa auditor internal telah mengimplementasikan kompetensi profesionalnya adalah …

a)

menyampaikan rekomendasi audit sesuai konteks organisasi dan hasil diskusi tim

b)

menentukan ruang lingkup audit berdasarkan kapasitas sumber daya yang tersedia

c)

menyesuaikan kriteria audit dengan kebutuhan di lapangan

d)

menjalankan seluruh tahapan audit dengan mengacu pada standar dan kode etik profesi

52.

Inspektorat menemukan indikasi fraud dalam pengelolaan pendapatan daerah tahun 20X2, berupa tidak adanya dokumen risk assessment khusus pendapatan daerah. Hal tersebut menyebabkan risiko hilangnya potensi Pendapatan Asli Daerah hingga 30% per tahun. Apa langkah awal yang dapat direkomendasikan auditor kepada unit pengelola pendapatan daerah?

a)

Menggunakan sistem informasi untuk memverifikasi kelayakan penerima bantuan

b)

Menambah jumlah penerima bantuan untuk memperluas cakupan program bantuan

c)

Menyediakan pelatihan petugas yang melakukan verifikasi agar efektif dalam verifikasi

d)

Melakukan verifikasi ulang secara berkala terhadap penerima bantuan yang sudah ada

53.

Kevin ditugaskan sebagai Ketua Tim audit bantuan sosial. Sebelum menyusun program kerja audit, dia mendapatkan data awal dengan berbagai variasi jenis dan bentuk, seperti database penerima bantuan, salinan Surat Keputusan, data rekening penerima bantuan, dan data lain yang berhubungan dengan audit yang dilakukan. Data tersebut harus dijaga keamanannya karena merupakan data yang rahasia. Hal yang bisa dilakukan Kevin untuk melindungi data adalah …

a)

mengatur otoritas viewer dan editor dari data yang disimpan

b)

memisahkan tempat penyimpanan data per jenis variasi data

c)

menugaskan salah 1 anggota tim untuk mengumpulkan data

d)

mengumpulkan data di suatu tempat penyimpanan bersama

54.

Hasil audit menemukan bahwa program-program prioritas yang tercantum dalam rencana strategis tidak tercermin dalam rencana kerja tahunan sejumlah unit. Selain itu, pengambilan keputusan strategis lebih banyak dilakukan oleh pejabat teknis tanpa arahan formal dari pimpinan. Siapa yang seharusnya menjadi pihak utama dalam menentukan arah organisasi dan mengawasi pencapaian tujuan strategis, sesuai prinsip tata kelola yang baik?

a)

Auditor Internal

b)

Manajemen

c)

Unit kepatuhan

d)

Pimpinan Instansi

55.

Inspektorat Kota Harapan menugaskan tim untuk melakukan audit pengadaan jasa konsultansi pada dinas kesehatan Kota Harapan. Salah satu pengujian yang dimasukkan dalam program kerja audit (PKA) adalah menilai kewajaran harga kontrak dan kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan yang berlaku. Langkah kerja apakah yang tepat dimasukkan dalam PKA?

a)

Membandingkan biaya personil dalam kontrak dengan biaya non personil yang dibebankan.

b)

Menguji billing rate yang ditetapkan dalam kontrak dengan ketentuan yang berlaku.

c)

Mengevaluasi kewajaran harga kontrak dengan Harga Perhitungan Sendiri (HPS).

d)

Meneliti penetapan harga dalam perhitungan HPS sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

56.

Dalam menyusun Program Kerja Pengawasan (PKP), ketua tim perlu merancang pembagian kerja yang mendukung efektivitas, efisiensi, serta prinsip kendali mutu. Langkah yang paling sesuai untuk mencapai hal tersebut adalah...

a)

menyusun tugas secara merata agar semua auditor memiliki pengalaman di semua jenis pekerjaan

b)

membagi pekerjaan berdasarkan jumlah hari kerja yang tersedia untuk setiap anggota tim

c)

membagi tanggung jawab sesuai kompetensi dan pengalaman masing-masing auditor

d)

membagi penugasan berdasarkan beban kerja, tingkat senioritas, dan pengalaman audit

57.

Tim ditugaskan untuk melakukan audit atas program peningkatan gizi balita terpadu. Program ini melibatkan lebih dari satu instansi yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Puskesmas dan Pemerintah Daerah. Audit sebelumnya dilakukan secara sektoral terpisah dengan metodologi fokus pada kepatuhan masing-masing sektor. Tim audit memutuskan untuk menggunakan teknik audit dengan memperhatikan dimensi lintas sektoral. Teknik audit apa yang paling tepat digunakan oleh tim untuk menilai efisiensi dan efektivitas program?

a)

Melakukan analisis cost benefit antar sektor.

b)

Menggunakan pendekatan model logis kinerja antar sektor.

c)

Menganalisis lintas proses dan output antar sektor.

d)

Mengevaluasi indikator kinerja lintas sektor.

58.

Sebagai ketua tim audit ketaatan Dinas Kesehatan Kota ABC tahun 20XX, Anda menyusun Program Kerja Audit (PKA) yang memuat tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Pada tahap persiapan untuk memahami proses bisnis dinas, langkah kerja apa yang harus dimasukkan dalam PKA?

a)

Memperoleh dokumen SOP layanan.

b)

Memperoleh dokumen Register Risiko.

c)

Memperoleh dokumen laporan kinerja.

d)

Memperoleh dokumen Rencana Strategis.

59.

Tim melakukan audit atas dana bantuan untuk keluarga yang tertimpa bencana gempa di wilayah kota Berjaya. Ketua tim merencanakan salah satu pengujian pengendalian yang dilakukan adalah memastikan bahwa penerima bantuan adalah keluarga yang tertimpa bencana gempa. Rencana pengujiannya adalah dengan verifikasi dokumen untuk memastikan penerima bantuan telah memenuhi syarat. Setelah didiskusikan dengan tim audit, ketua tim mendapat masukan dari anggota tim bahwa pengujian verifikasi dokumen sebaiknya dilakukan dengan mengambil sample. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, teknik sampling apakah yang paling tepat dilakukan oleh tim?

a)

Teknik judgmental sampling.

b)

Pengambilan sample secara acak.

c)

Teknik sampling atribut.

d)

Teknik sampling non statistical.

60.

Dalam rapat pembahasan laporan pengawasan atas efektivitas pengelolaan aset, mitra pengawasan tidak menyetujui salah satu rekomendasi auditor yang meminta pemutakhiran daftar aset. Pihak mitra beralasan bahwa keterbatasan sumber daya membuat pelaksanaan rekomendasi tersebut sulit dilakukan dalam waktu dekat. Apa tindakan paling tepat dari auditor untuk menjaga kualitas rekomendasi dan mencapai kesepakatan tindak lanjut?

a)

Menerima alasan mitra dan mencabut rekomendasi tersebut agar proses komunikasi tidak berlarut-larut dan segera ditutup.

b)

Mengubah rekomendasi menjadi bersifat opsional agar pihak mitra dapat memilih sendiri langkah perbaikannya sesuai keinginan

c)

Menyampaikan ulang bahwa rekomendasi tersebut bersifat mutlak dan harus dilaksanakan sepenuhnya tanpa mempertimbangkan kapasitas mitra

d)

Mengajak mitra untuk menyepakati bentuk tindak lanjut yang bertahap dan realistis tanpa menghilangkan substansi rekomendasi.

61.

Dalam sebuah penugasan audit kepatuhan, tim audit menyimpulkan bahwa pengadaan barang sudah sesuai prosedur hanya berdasarkan bukti fotokopi kontrak, notulen rapat pengadaan, dan pernyataan dari pejabat pengadaan. Ketua tim melakukan reviu terhadap simpulan tersebut. Manakah langkah yang paling tepat sesuai prinsip keandalan bukti dalam proses reviu?

a)

Menyetujui simpulan karena dokumen internal dan pernyataan pejabat sudah cukup untuk menilai kepatuhan terhadap prosedur pengadaan.

b)

Memvalidasi pernyataan pejabat dengan konfirmasi tertulis tambahan agar simpulan tetap dapat digunakan tanpa perubahan.

c)

Menginstruksikan tim untuk mengganti simpulan karena hanya mengandalkan dokumen salinan dan informasi dari pihak yang diaudit.

d)

Meminta tim melengkapi simpulan dengan dokumen pendukung lainnya yang bersifat independen dan diperoleh langsung dari pihak ketiga.

62.

Tim sedang melakukan audit atas dana transfer bantuan pendidikan untuk siswa berprestasi di wilayah pemerintah daerah kota X. Berdasarkan laporan hasil audit tahun sebelumnya menginformasikan lemahnya pengendalian pada saat penyaluran dana bantuan pendidikan ke siswa berprestasi. Berdasarkan kondisi tersebut, teknik audit apa yang paling tepat digunakan oleh tim audit?

a)

Continuous Auditing.

b)

Audit Data Analytic.

c)

Risk Based Audit.

d)

Audit Pengendalian.

63.

Selama diskusi pembahasan hasil audit, mitra pengawasan menunjukkan data tambahan yang sebelumnya belum diberikan kepada tim audit dan berpotensi mengubah kesimpulan awal. Apa yang seharusnya dilakukan auditor dalam situasi tersebut?

a)

Meninjau ulang simpulan berdasarkan bukti baru, dan menyepakati penyesuaian laporan secara profesional dan objektif.

b)

Menolak mempertimbangkan data baru karena proses pengumpulan bukti telah ditutup sebelum pembahasan dilakukan.

c)

Mengusulkan agar data tersebut digunakan untuk penugasan berikutnya tanpa memengaruhi simpulan pengawasan saat ini.

d)

Meminta data tersebut diajukan melalui surat resmi, tetapi tetap mempertahankan simpulan awal dalam laporan akhir.

64.

Tim melakukan audit pengadaan barang dan jasa pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Damai. Ketua tim merencanakan pengujian pengendalian dan substantif untuk memastikan proses pengadaan dilaksanakan secara terbuka dan tidak ada kecurangan. Rencana pengujiannya adalah dengan melihat semua dokumen tender terkait pengadaan barang dan jasa. Berdasarkan hasil diskusi anggota tim merasa keberatan apabila pengujian dengan melihat semua dokumen tender karena membutuhkan waktu yang lama. Menindaklanjuti hal tersebut metode audit apa yang paling tepat dilakukan oleh tim?

a)

Pengujian substantif dengan menggunakan sampling non statistik

b)

Pengujian substantif berdasarkan nilai rata-rata hasil pengujian sampel.

c)

Pengujian substantif dengan mengambil sampel secara acak

d)

Pengujian substantif fokus pada kontrak yang memiliki skor risiko tinggi.

65.

Ketua tim audit sedang melakukan reviu substansi terhadap kertas kerja yang disusun oleh anggota tim. Ia menemukan bahwa kertas kerja untuk ruang lingkup Pengelolaan Dana Bantuan berisi dokumen pendukung yang lengkap, namun uraian simpulan belum menjelaskan kaitan antara kondisi, kriteria, dan penyebab temuan. Apa langkah yang paling tepat dilakukan oleh ketua tim terkait reviu substansi kertas kerja tersebut?

a)

Meminta auditor menyusun simpulan secara lengkap untuk mendukung tujuan pengawasan.

b)

Mengarahkan auditor untuk menyusun ulang seluruh kertas kerja pada bagian simpulan yang belum lengkap.

c)

Menyatakan bahwa kertas kerja telah lengkap karena dokumen telah tersedia dan cukup banyak.

d)

Menyarankan agar simpulan ditambahkan secara umum agar lebih singkat dan mudah dipahami.

66.

Unit pengadaan barang meminta pendampingan atas implementasi SPIP oleh APIP setempat. Berdasarkan informasi awal diketahui unit pengadaan barang belum melakukan penilaian risiko dan tidak ada prosedur tertulis untuk mengidentifikasi risiko. Apa langkah paling sesuai yang dicantumkan dalam rencana pengujian?

a)

Menguji dokumen terdahulu untuk menilai efektivitas pengendalian risiko yang telah berjalan secara informal di unit

b)

Menyusun laporan awal lemahnya sistem pengendalian risiko dan menyarankan pelatihan SPIP secara umum kepada seluruh personel

c)

Melakukan wawancara dengan pejabat structural untuk mengetahui pemahaman mereka terkait menejemen risiko dalam proses pengadaan

d)

Mengidentifikasi aktivitas unit dan tujuan untuk selanjutnya memfasilitasi penyusunan daftar risiko dan pengendalian yang dibutuhkan

67.

Saat mereviu temuan sementara, auditor menemukan bahwa dalam kertas kerja pendukung tidak dicantumkan informasi siapa yang bertanggung jawab terhadap kondisi yang ditemukan tersebut. Apa dampak jika hal ini tidak dilengkapi?

a)

Temuan tetap bisa digunakan karena unsur penanggung jawab bersifat opsional

b)

Auditor dapat mengasumsikan siapa pelaksana kegiatan untuk memudahkan pelaporan

c)

Unit kerja lain dapat mengisi kekosongan informasi setelah laporan diterbitkan

d)

Penanggung jawab tidak jelas, sehingga tindak lanjut sulit dipantau oleh auditan.

68.

BPKAD Kabupaten W meminta pendampingan APIP untuk menyusun kebijakan pengelolaan aset. Kerena data SIMDA BMD tidak akurat dan pemanfaatan oleh asset oleh OPD belum terdokumentasi. Dalam perencanaan penugasan konsultasi, apa tujuan konsultasi yang paling sesuai dalam kasus ini?

a)

Meninjau frekuensi pengadaan asset tetap berdasarkan struktur anggaran masing-masing

b)

Mengkaji pemanfaatan asset yang tersedia untuk mendukung kegiatan operasional OPD

c)

Menyusun kebijakan tata kelola aset serta mengembangkan system pencatatan terintegrasi

d)

Mengevaluasi standar biaya pengadaan dan proses verifikasi pengadaan persediaan asset

69.

Puskesmas menerima obat dari Dinas Kesehatan. Laporan menunjukkan 10% kadaluarsa masih tersimpan. Tidak tersedia berita acara pemeriksaan barang saat penerimaan. Rencana Pengujian paling tepat yang dilakukan oleh auditor adalah …

a)

Konfirmasi Masyarakat pengguna obat

b)

Telaah laporan keuangan tahunan

c)

Observasi fisik atas persediaan obat

d)

Telaah dokumen pengeluaran obat

70.

Dalam forum pembahasan hasil pengawasan atas pengelolaan hibah, mitra pengawasan merasa simpulan auditor menyudutkan mereka. Auditor ingin tetap menyampaikan simpulan secara tegas namun tetap membangun. Apa pendekatan persuasive yang paling tepat dilakukan auditor?

a)

Menyampaikan simpulan secara sopan dan factual, serta menekankan tujuannya untuk perbaikan

b)

Membahas simpulan secara terbatas dengan pimpinan mitra agar pembahasan berjalan lebih lancer

c)

Menyampaikan bahwa simpulan tersebut bersifat final dan telah disetujui oleh pimpinan auditor

d)

Menyesuaikan isi simpulan agar lebih lunak dan tidak memicu reaksi keras dari mitra pengawasan.

71.

Tim audit ditugaskan melakukan penugasan assurance terhadap Unit Layanan Barang dan Jasa (ULBJ) di Dinas Pendidikan Provinsi X. Tujuan pengawasan adalah untuk menilai efektivitas pelaksanaan pengadaan barang. Auditor telah memperoleh dokumen Renstra, SOP pengadaan, risk register, laporan pengaduan masyarakat, dan data realisasi belanja tahun anggaran berjalan. Apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan auditor dalam menyusun PKA?

a)

Menentukan teknik sampling yang akan digunakan.

b)

Melakukan pemetaan proses bisnis dan konteks organisasi.

c)

Menyusun laporan sementara hasil analisa dokumen.

d)

Melakukan pengujian langsung realisasi belanja pengadaan.

72.

Auditor menyusun laporan hasil pengawasan atas program pengadaan barang. Format laporan telah lengkap, namun auditor menambahkan opini pribadi di bagian simpulan. Apa pelanggaran terhadap standar yang terjadi dalam kasus tersebut?

a)

Pelangan terhadap prinsip objektivitas karena simpulan harus disusun berdasarkan bukti yang cukup, relevan, dan dapat diverifikasi.

b)

Pelangan terhadap prinsip efisiensi karena simpulan tidak menyajikan elemen waktu ringkas sesuai kebutuhan pemangku kepentingan.

c)

Pelangan terhadap prinsip transparansi karena laporan tidak mencantumkan seluruh dokumen pendukung secara terbuka.

d)

Pelangan terhadap prinsip akuntabilitas karena auditor tidak melibatkan pihak mitra dalam menyusun simpulan pengawasan.

73.

Auditor Menyusun laporan hasil pengawasan atas program pengadaan barang. Format laporan telah lengkap, namun auditor menambahkan opini pribadi di bagian simpulan. Apa pelanggaran terhadap standar yang terjadi dalam kasus tersebut?

a)

Pelanggaran terhadap prinsip objektivitas karena simpulan harus disusun berdasarkan bukti yang cukup, relevan dan dapat diverifikasi

b)

Pelanggaran terhadap prinsip efisiensi karena simpulan tidak menyajikan informasi secara ringkas sesuai kebutuhan pemangku kepentingan.

c)

Pelanggaran terhadap prinsip transparansi karena laporan tidak mencantumkan seluruh dokumen pendukung secara terbuka

d)

Pelanggaran terhadap prinsip akuntabilitas karena auditor tidak melibatkan pihak mitra dalam Menyusun simpulan pengawasan.

74.

Dalam audit kinerja atas program bantuan pangan, diketahui bahwa dokumen risk register telah disusun, namun tidak digunakan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Apa implikasi dari situasi tersebut terhadap pencapaian tujuan program?

a)

Perencanaan program menjadi lebih cepat, tetapi risiko yang memengaruhi keberhasilan tujuan tidak terantisipasi

b)

Dokumentasi pengendalian intern tersedia, tetapi tidak efektif dalam mendukung pencapaian tujuan program

c)

Program berisiko tidak tepat sasaran, sehingga tujuan yang direncanakan tidak sepenuhnya tercapai

d)

Pelaksanaan kegiatan lebih fleksibel, namun pencapaian tujuan program rentan terganggu kendala di lapangan

75.

Jamil, sebagai ketua tim dalam suatu penugasan audit, melakukan reviu terhadap kertas kerja yang telah disusun oleh anggota timnya untuk memastikan bahwa informasi yang dicantumkan dapat mendukung kesimpulan pengawasan. Dalam konteks reviu format/kelengkapan kertas kerja, manakah langkah yang paling tepat dilakukan oleh Jamil?

a)

Memastikan bahwa kertas kerja telah berisi seluruh informasi yang diperlukan dan mencantumkan identitas penyusun dan pereviu

b)

Memastikan bahwa simpulan hasil audit telah dirumuskan secara rinci, konsisten, dan tercermin dalam struktur laporan pengawasan

c)

Melakukan penyesuaian pada substansi temuan yang disusun anggota tim agar sesuai dengan format, struktur, dan gaya bahasa laporan

d)

Menilai kembali seluruh bukti audit untuk memastikan bahwa tidak ada temuan tambahan yang terlewatkan oleh tim audit sebelumnya

76.

Ketua tim diminta meninjau ulang kelengkapan dan keandalan KKA dari satu penugasan audit belanja modal. Ia menemukan bahwa Sebagian bukti dokumen tidak lengkap dan pengujian tidak terhubung langsung ke tujuan audit. Untuk memastikan bahwa dokumen tersebut memenuhi standar dalam kerangka praktik profesional, maka Tindakan yang paling tepat Adalah …

a)

Meninjau ringkasan hasil audit dan menyusunnya dalam bentuk evaluasi naratif

b)

Menganalisis keterhubungan tujuan audit, prosedur pengujian, dan bukti dalam kertas kerja

c)

Melengkapi kertas kerja dengan kronologi pelaksanaan audit untuk memberikan konteks

d)

Memastikan bahwa seluruh kertas kerja telah ditandatangani oleh auditor dan ketua tim

77.

Sarah, auditor pada Inspektorat Kota Megah, melaksanakan audit kinerja pada Rumah Sakit Sehat dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard. Tujuan utama penggunaan pendekatan ini adalah untuk...

a)

mengidentifikasi indikasi penyimpangan penggunaan anggaran rumah sakit

b)

menganalisis dan menguji validitas laporan keuangan tahunan rumah sakit

c)

memberikan penilaian komprehensif terhadap berbagai perspektif kinerja

d)

menilai tingkat kepatuhan rumah sakit terhadap prosedur administrasi

78.

Auditor menyampaikan rekomendasi yang dianggap terlalu teknis oleh mitra pengawasan. Apa pendekatan yang dapat menjembatani kesenjangan pemahaman ini?

a)

Menyesuaikan Bahasa rekomendasi agar lebih operasional dan mudah dimengerti oleh mitra

b)

Meminta mitra mempelajari istilah teknis tersebut sebelum menerima catatan rekomendasi

c)

Menarik Kembali rekomendasi dan Menyusun ulang dengan memberikan kamus istilah teknis

d)

Menghindari pembahasan teknis yang bukan termasuk dalam keahlian dan tanggung jawab auditor.

79.

Inspektorat ABC menugaskan tim untuk melakukan audit pengadaan laptop. Ketua tim menemukan bahwa dokumentasi kertas kerja audit yang disusun oleh salah satu anggota timnya belum lengkap. Apa tindakan yang paling tepat dilakukan ketua tim untuk menjaga mutu audit?

a)

Meminta anggota tim menyusun kertas kerja audit sesuai prosedur.

b)

Membantu melengkapi dokumentasi dalam kertas kerja audit.

c)

Mendiskusikan kertas kerja hasil audit bersama anggota tim.

d)

Mengkaji ulang temuan audit sebelum disampaikan ke auditi.

80.

Auditor internal sedang melakukan penilaian efektivitas pelaksanaan audit kinerja selama satu tahun terakhir. Tahap yang dilakukan adalah mengumpulkan data dari laporan hasil audit, rekomendasi yang telah ditindaklanjuti, dan hasil survei kepuasan auditi. Auditor ingin menganalisis data tersebut untuk mendukung QAIP, maka langkah yang paling tepat adalah …

a)

menggunakan data tersebut sebagai referensi untuk menyusun perencanaan audit tahun berikutnya

b)

mengkaji data berdasarkan indikator capaian kinerja pengawasan untuk menilai efektivitas program audit

c)

mengelompokkan data berdasarkan siklus audit agar dapat dirangkum secara kronologis dalam laporan

d)

menggabungkan semua data dari hasil audit sebagai laporan statistik akhir untuk disampaikan ke pimpinan

81.

Dalam audit kinerja layanan publik, ditemukan bahwa waktu tunggu pelanggan melebihi standar layanan yang ditetapkan. Rekomendasi yang relevan untuk meningkatkan kinerja adalah…

a)

menurunkan standar layanan agar sesuai dengan kondisi eksisting

b)

meminta unit layanan menambah tenaga kerja untuk melayani pelanggan

c)

mengabaikan waktu tunggu selama pelanggan tetap dilayani

d)

melakukan analisis beban kerja dan menerapkan sistem antrian

82.

Seorang auditor ingin mengevaluasi efektivitas tiga jenis pelatihan terhadap peningkatan produktivitas pegawai, yaitu: Pelatihan Teknis, Pelatihan Manajerial, dan Pelatihan Etika Publik. Data produktivitas diukur dalam bentuk skor kinerja sebelum dan sesudah pelatihan. Teknik analisis statistik kuantitatif yang paling tepat untuk mengevaluasi apakah ada perbedaan signifikan antar ketiga jenis pelatihan tersebut terhadap produktivitas pegawai adalah…

a)

analisis varians (ANOVA)

b)

analisis deskriptif

c)

regresi linear

d)

uji t (T-test)

83.

Amir ingin melakukan pengujian efektivitas kontrol pada proses pengadaan barang. Amir memutuskan untuk meninjau langsung proses pengadaan dan mengecek dokumen pengadaan di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah…

a)

wawancara

b)

observasi

c)

kuesioner

d)

studi dokumentasi

84.

Dalam rangka pengawasan atas program bantuan sosial, tim auditor perlu mengetahui apakah bantuan telah diterima tepat sasaran oleh masyarakat. Metode pengambilan data yang paling tepat untuk digunakan dalam kondisi ini adalah…

a)

konfirmasi dengan pejabat pemerintah

b)

observasi non-partisipatif

c)

rekonsiliasi data penerima bantuan

d)

wawancara kepada penerima bantuan

85.

Auditor menemukan dokumen kontrak pengadaan peralatan pertanian senilai Rp 3,5 miliar. Pada saat pemeriksaan fisik, ditemukan bahwa spesifikasi barang tidak sesuai. Untuk memastikan kesimpulan atas temuan tersebut valid dan profesional, auditor harus ...

a)

mendiskusikan perbedaan yang ditemukan bersama pihak auditi untuk memperoleh pemahaman yang sama

b)

mencatat perbedaan tersebut dalam laporan hasil audit dengan memberikan catatan observasi yang relevan

c)

memastikan bahwa data yang diperoleh sudah memenuhi persyaratan administratif untuk dijadikan bukti audit yang sah

d)

melakukan analisis lanjutan dan memperoleh bukti tambahan yang memadai sebelum auditor menyusun simpulan

86.

Tim auditor menyusun laporan hasil audit atas pengelolaan anggaran pada Dinas Kesehatan Kabupaten X. Laporan mencantumkan ruang lingkup audit, temuan yang spesifik, simpulan, serta rekomendasi yang ditujukan kepada kepala dinas. Apa ciri utama dari laporan audit individu yang ditunjukkan dalam kasus tersebut?

a)

Laporan memberikan opini atau simpulan atas keseluruhan obyek audit baik induk maupun anak

b)

Laporan bersifat spesifik pada satu entitas dan memuat hasil audit berdasarkan tujuan dan ruang lingkup tertentu

c)

Laporan menggabungkan hasil pengawasan dari beberapa dinas terkait untuk menyampaikan temuan strategis

d)

Laporan merangkum capaian pengawasan dari berbagai kegiatan audit dalam satu periode tertentu untuk manajemen

87.

Auditor sedang memeriksa belanja modal dan menemukan metode pengujian yang digunakan berbeda dengan yang tertulis di Program Kerja Audit (PKA). Auditor menilai metode baru tersebut lebih efisien, namun belum yakin apakah dapat diterapkan. Tindakan yang tepat adalah ...

a)

menyampaikan usulan perubahan metode dalam diskusi tim audit untuk mendapat arahan lebih lanjut

b)

mengonsultasikan perubahan metode kepada pengendali teknis sebelum menerapkan dalam pengujian

c)

menggunakan metode baru dengan pertimbangan efisiensi dan mendokumentasikannya dalam kertas kerja

d)

melanjutkan pengujian dengan metode lama dan mencatat kelebihan metode baru untuk bahan evaluasi tim

88.

Auditor merasa ragu saat menerapkan prosedur audit karena kebijakan yang diterapkan auditi berbeda dengan praktik audit pada umumnya. Apa langkah paling tepat yang dilakukan auditor tersebut sesuai prinsip SAIPI?

a)

Melanjutkan audit dengan menyesuaikan prosedur berdasarkan kondisi lapangan

b)

Melanjutkan audit setelah berkonsultasi kepada pengendali teknis

c)

Melanjutkan audit sambil mencatat perbedaan dalam kertas kerja

d)

Melanjutkan audit dengan mengacu pada pengalaman audit sebelumnya

89.

Auditor ditugaskan melakukan audit pada RSUD XYZ terkait dengan pengadaan alat kesehatan. Ia menemukan bukti awal adanya manipulasi spesifikasi barang. Dengan keterbatasan waktu penugasan, auditi meminta agar temuan tersebut tidak disampaikan dalam simpulan. Tindakan yang paling tepat sesuai SAIPI adalah ...

a)

membatasi pemeriksaan hanya pada dokumen yang sudah diverifikasi auditi

b)

mencatatkan dan mendokumentasikan temuan untuk dilakukan audit lanjutan

c)

memfokuskan pengujian bukti ke area lain untuk menjaga hubungan kerja

d)

mendokumentasikan temuan dan melaporkan melalui mekanisme yang berlaku

90.

Dalam audit atas belanja modal, auditor internal memastikan prosedur pengujian dilakukan dengan cermat dan memastikan keandalan bukti audit. Kondisi ini menunjukkan bahwa auditor telah ...

a)

menyusun program kerja dan menjalankan penugasan audit sesuai kebutuhan

b)

mengarah tim audit berdasarkan pemahaman terhadap risiko yang berkembang

c)

menerapkan kebijakan audit internal organisasi dalam pelaksanaan audit

d)

melaksanakan audit secara hati-hati dan objektif sesuai prinsip standar audit intern

91.

Dalam pelaksanaan penugasan pengawasan intern, auditor menemukan adanya perbedaan antara kebijakan organisasi dengan prinsip dalam SAIPI. Untuk memastikan penerapan standar yang sesuai, auditor sebaiknya ...

a)

menyusun justifikasi profesional atas langkah yang diambil dan melanjutkan penugasan

b)

mengklarifikasi kondisi tersebut dengan berkonsultasi kepada pihak yang berwenang

c)

mengikuti pendekatan yang digunakan auditor sebelumnya dalam situasi serupa

d)

menyelesaikan perbedaan tersebut berdasarkan diskusi internal dalam tim audit

92.

Dalam penugasan audit intern, seorang auditor menemukan bahwa bukti yang dia kumpulkan sudah dianggap cukup sesuai standar. Namun, pengendali teknis berpendapat bahwa bukti tambahan juga diperlukan. Dalam situasi perbedaan interpretasi standar audit ini, tindakan yang paling tepat dilakukan auditor tersebut adalah ...

a)

menunda pelaksanaan penugasan sambil menyesuaikan pendekatan audit berdasarkan kondisi lapangan

b)

mengambil keputusan berdasarkan hasil diskusi tim dengan mempertimbangkan pengalaman audit sebelumnya

c)

mengikuti arahan pengendali teknis tanpa perlu mengklarifikasi lebih lanjut karena sudah menjadi tanggung jawab pengendali

d)

mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang berwenang agar diperoleh penafsiran yang tepat

93.

Robert sedang melakukan telaah sejawat, dan menemukan bahwa APIP yang ditelaah tidak membuat rencana audit tertulis. Robert belum yakin atas penilaian terhadap penerapan standar SAIPI terkait perencanaan audit. Dia ragu apakah kondisi tersebut merupakan pelanggaran terhadap SAIPI. Maka, langkah yang paling tepat dilakukan Robert adalah ...

a)

berdiskusi dengan tim reviewer agar keputusan yang diambil mencerminkan pendapat bersama

b)

berkonsultasi kepada pihak yang berwenang agar penilaian dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku

c)

mengkaji dokumen audit sebelumnya agar dapat menyusun simpulan berdasarkan pengalaman sebelumnya

d)

menyesuaikan simpulan telaah berdasarkan praktik yang lazim dilakukan di beberapa APIP sejenis

94.

Seorang auditor menemukan perbedaan signifikan antara informasi lapangan dan dokumen pendukung dari auditi. Berdasarkan prinsip kecermatan profesional, tindakan yang paling tepat adalah ...

a)

memastikan bahwa data yang diterima telah memenuhi syarat administratif untuk dapat digunakan sebagai bukti audit

b)

mendiskusikan perbedaan dengan pihak auditi agar diperoleh kesepahaman

c)

mencatat perbedaan dalam laporan audit sebagai catatan observasi

d)

melakukan analisis lanjutan dan memperoleh bukti tambahan sebelum menyusun simpulan

95.

Dalam audit atas pengadaan peralatan IT, ketua tim menemukan bahwa bukti pengujian yang diperoleh tidak cukup untuk mendukung simpulan. Ketua tim menekankan perlunya memastikan bahwa setiap bukti memenuhi kriteria cukup, andal, relevan, dan dapat diverifikasi. Berdasarkan SAIPI, tindakan tersebut mencerminkan ...

a)

evaluasi kepatuhan auditor terhadap kebijakan unit kerja audit dalam penyusunan laporan

b)

analisis penerapan standar audit intern terkait kualitas dokumen pendukung simpulan

c)

penerapan prinsip independensi auditor dalam menghindari pengaruh pihak auditi

d)

penerapan prinsip profesionalisme auditor dengan menjaga kecermatan dalam setiap tahap audit

96.

Auditor melakukan review terhadap laporan audit kinerja pelayanan publik. Meskipun pelaksanaan program telah selesai, tujuan audit yang tercantum tidak jelas dan simpulan bersifat umum tanpa data pembanding. Langkah untuk memastikan laporan sesuai dengan tujuan audit yang telah direncanakan, maka langkah yang paling tepat dilakukan adalah …

a)

menyesuaikan simpulan hasil audit dengan pendekatan naratif yang lebih menggugah dan relevan

b)

melengkapi laporan audit dengan data tambahan dari audit sebelumnya agar lebih komprehensif

c)

menganalisis keterkaitan antara tujuan audit, kriteria kinerja, dan informasi hasil pelaksanaan program

d)

menggunakan hasil survei persepsi audit untuk menggantikan data kuantitatif yang belum tersedia

97.

Inspektorat X sedang melakukan audit atas program beasiswa daerah. Dalam pelaksanaannya, ketua tim audit menetapkan sampel yang akan diuji sebanyak 5000 penerima. Tim menggunakan analisis dokumen daftar penerima, survei lapangan ke sekolah, dan konfirmasi silang ke dinas pendidikan. Langkah-langkah ini mencerminkan prinsip due professional care karena …

a)

auditor menggunakan beberapa teknik audit untuk mendukung pencapaian tujuan audit secara efisien

b)

auditor telah menggunakan teknik audit yang disesuaikan dengan waktu dan sumber daya yang tersedia

c)

auditor melakukan pengujian berbasis risiko untuk mendapatkan simpulan yang dapat diterima oleh auditi dan manajemen

d)

auditor menerapkan metode pengujian yang dirancang berdasarkan program kerja untuk memperoleh bukti yang cukup dan relevan

98.

Seorang auditor internal mendapat tugas untuk melakukan audit pada unit pengadaan barang dan jasa di sebuah instansi pemerintah. Dalam tahap awal, auditor sedang menyusun rencana audit. Auditor menyadari bahwa rencana tersebut harus sesuai dengan standar dan kebijakan organisasi yang berlaku. Menurut Standar 2201, hal utama yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan audit adalah …

a)

kebijakan internal yang mendukung efektivitas pengawasan

b)

alokasi waktu dan sumber daya tim audit yang tersedia

c)

masukan dari pihak auditi terkait kegiatan yang diaudit

d)

risiko signifikan yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan

99.

Dalam penugasan audit pada Dinas Perdagangan, Rani ditunjuk sebagai ketua tim. Saat menerima daftar auditi, ia menyadari bahwa salah satu pejabat kunci adalah kerabat dekatnya. Untuk menjaga objektivitas dan independensi sesuai standar audit, tindakan yang paling tepat yang harus dilakukan Rani adalah …

a)

melanjutkan penugasan dengan tetap menjaga sikap profesional

b)

mencatat kondisi tersebut dalam dokumentasi internal audit

c)

menyampaikan secara terbuka kondisi tersebut kepada rekan tim

d)

melaporkan situasi tersebut kepada atasan untuk ditindaklanjuti

100.

Seorang auditor internal ditugaskan untuk melakukan pengawasan intern pada bidang keuangan di sebuah instansi pemerintah. Sebelum memulai pelaksanaan pengawasan, auditor diminta menyusun rencana penugasan. Auditor memahami bahwa rencana tersebut harus mengacu ketentuan dalam Standar 2200 bahwa APIP harus merancang, mengembangkan, dan menjaga program pengembangan dan penjaminan kualitas yang meliputi semua tahap kegiatan audit intern. Apa yang dilakukan auditor dalam menyusun rencana penugasan pengawasan intern?

a)

Mengandalkan rencana audit tahun sebelumnya untuk menghemat waktu

b)

Menyusun rencana dengan mencakup tujuan, ruang lingkup, waktu, dan sumber daya

c)

Menyusun dan mencatat rencana berisi tujuan, ruang lingkup, waktu, serta sumber daya dalam kertas kerja

d)

Membuat laporan ringkas untuk mempermudah pelaksanaan audit

101.

Dalam pelaksanaan penugasan audit, seorang auditor menemukan indikasi mark-up, mutasi pegawai tinggi dan dua kasus korupsi terjadi di tahun sebelumnya. Berdasarkan standar audit paragraf 2310 terkait identifikasi informasi, langkah awal paling tepat yang dilakukan tim adalah….

a)

melakukan perbandingan harga aset dengan referensi pasar guna mendeteksi mark-up

b)

menyusun ulang program kerja dengan menambahkan area risiko yang lebih luas

c)

mengumpulkan bukti awal melalui dokumen, wawancara, dan observasi lapangan

d)

menyampaikan laporan indikasi sementara kepada pimpinan untuk mendapat arahan

102.

Dalam proses evaluasi atas rencana pengawasan intern tahun berjalan di OPD BCD, auditor menemukan bahwa sebagian program pengawasan terpaksa ditunda yang disebabkan adanya perubahan prioritas nasional sehingga mengharuskan OPD melakukan refocusing anggaran untuk mendukung program strategis tertentu. Analisis risiko atas kondisi tersebut adalah….

a)

Terdapat risiko berupa ketidakseimbangan fiskal yang memengaruhi kesinambungan program pengawasan intern

b)

Terdapat risiko berupa ketidaksesuaian antara rencana pengawasan dan ekspektasi masyarakat terhadap layanan prioritas

c)

Terdapat risiko berupa dinamika kebijakan makro yang berdampak pada penyesuaian fokus program oleh pemerintah daerah

d)

Terdapat risiko berupa belum optimalnya dasar hukum terkait fleksibilitas penyusunan rencana pengawasan dalam situasi tertentu

103.

Seorang auditor intern menemukan bahwa Program Pemberdayaan Ekonomi di Desa yang sedang dilaksanakan Dinas Kabupaten PTO memiliki risiko keterlambatan pencairan dana. Hal ini disebabkan oleh proses verifikasi oleh pihak ketiga yang seringkali tidak tepat waktu. Risiko ini berdampak pada tertundanya pelaksanaan pelatihan serta distribusi modal usaha. Biaya untuk membangun sistem digital mandiri cukup mahal, sementara dampak keterlambatan relatif masih bisa ditoleransi oleh pelaksana program. Langkah paling tepat yang sebaiknya diambil Dinas PTO untuk menangani risiko tersebut adalah….

a)

Memitigasi risiko dengan menetapkan batas waktu pencairan dana oleh pihak ketiga melalui perjanjian kerja sama

b)

Menerima risiko karena dampaknya tergolong kecil dan biaya pengendalian terlalu mahal

c)

Menghindari risiko dengan menghentikan seluruh kegiatan pencairan dana melalui pihak ketiga

d)

Berbagi risiko dengan menyusun perjanjian kerja sama terkait pelaksanaan program dengan Dinas Provinsi

104.

Dalam reviu Program Distribusi Bahan Pangan Bersubsidi, auditor menemukan risiko keterlambatan pengiriman ke daerah terpencil. Dinas XYZ mengusulkan alternatif penyewaan helikopter logistik yang menyerap lebih dari 50% dana program, namun dapat menurunkan risiko keterlambatan. Selain itu, Dinas XYZ juga mengusulkan alternatif lainnya yaitu distribusi dengan jalur darat melalui kerja sama logistik yang dinilai lebih hemat dan tetap efektif dalam menurunkan risiko keterlambatan. Apa analisis yang paling tepat terhadap pemilihan kedua opsi penanganan risiko tersebut?

a)

mengutamakan respons yang paling sesuai dengan ekspektasi pimpinan organisasi

b)

mempertimbangkan biaya serta kontribusi terhadap pengurangan risiko

c)

difokuskan pada tindakan yang paling terlihat hasilnya oleh publik

d)

menitikberatkan pada tindakan yang paling cepat dalam mencapai tujuan

105.

Nanda, seorang auditor pada Inspektorat FGH sedang menganalisis proses verifikasi data siswa penerima bantuan pendidikan. Berdasarkan hasil analisis, Nanda menemukan banyak siswa penerima bantuan tidak tepat sasaran. Untuk menyusun rekomendasi perbaikan yang tepat, Nanda perlu mengidentifikasi penyebab utama dari ketidaktepatan tersebut. Teknik analisis apa yang sebaiknya digunakan Nanda?

a)

Responsible, Accountable, Consulted, Informed (RACI) Matrix

b)

Business Process Model and Notation (BPMN)

c)

Bow Tie Analysis

d)

Root Cause Analysis

106.

Dalam pelaksanaan evaluasi atas pengendalian risiko keterlambatan distribusi logistik, auditor menemukan bahwa prosedur pelaporan insiden, baru dilakukan dua hari setelah kejadian. Akibatnya, bantuan pangan yang seharusnya dapat segera disalurkan menjadi rusak karena terlalu lama berada di gudang tanpa penanganan. Untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi dan meminimalkan dampak kerugian tersebut, pengendalian perlu dirumuskan agar ….

a)

Didukung dengan sistem peringatan dini agar insiden segera terdeteksi dan ditindaklanjuti

b)

Dilengkapi dengan prosedur pelaporan insiden secara berkala untuk meningkatkan akuntabilitas

c)

Dirancang supaya mampu merespons kejadian secara cepat sebelum dampaknya meluas

d)

Diperkuat dengan indikator kinerja yang mencerminkan kecepatan pelaporan dan penanganan insiden

107.

Dalam proses evaluasi atas distribusi bantuan pascabencana, auditor menemukan adanya keterlambatan pengiriman logistik ke lokasi terdampak. Tim distribusi mengalami kesulitan dalam menentukan langkah penanganan serta pembagian peran dalam merespons kondisi darurat. Berdasarkan kondisi tersebut, penyebab risiko yang paling relevan adalah ….

a)

Terbatasnya dukungan koordinasi internal pada saat pelaksanaan distribusi logistik darurat

b)

Tidak tersedianya acuan teknis yang jelas dalam pelaksanaan distribusi logistik darurat

c)

Belum optimalnya sistem informasi internal dalam memantau jalur distribusi logistik

d)

Ketidadaan pelatihan rutin bagi personel dalam penanganan kondisi darurat

108.

Auditor sedang melakukan evaluasi atas pengendalian risiko dalam prosedur distribusi bantuan logistik pada Dinas MKL. Dari hasil evaluasi tersebut, ditemukan bahwa seluruh pengendalian risiko telah dirancang lengkap, namun dalam pelaksanaannya tidak selalu dijalankan sesuai ketentuan. Simpulan yang tepat untuk merumuskan penguatan pengendalian risiko tersebut adalah ….

a)

Pengendalian perlu ditingkatkan dari aspek fungsi karena belum diterapkan secara konsisten

b)

Pengendalian perlu diganti dengan pendekatan pengawasan melekat yang lebih kuat

c)

Pengendalian perlu diperbaiki dari sisi desain karena belum mencakup seluruh risiko yang ada

d)

Pengendalian perlu dikaji ulang agar tetap sesuai dengan kebutuhan operasional

109.

Dalam proses evaluasi atas Program Layanan Publik Digital di OPD FGH, auditor menemukan bahwa OPD FGH telah memiliki sistem informasi yang canggih dan memadai, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan kompetensi teknis pegawai. Analisis risiko yang paling tepat atas konteks di atas adalah …

a)

Keterbatasan kompetensi pegawai merupakan risiko eksternal akibat perkembangan teknologi

b)

Keterbatasan kompetensi pegawai merupakan faktor internal yang berpotensi menjadi celah risiko

c)

Keberadaan sistem informasi canggih dapat sepenuhnya menggantikan peran teknis SDM

d)

Keberadaan sistem informasi canggih meniadakan kebutuhan peningkatan kapasitas SDM

110.

Titis, seorang auditor pada Inspektorat OPQ sedang menganalisis tata kelola Program Pemberian Bansos yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial JKL. Dari hasil analisis, Titis menemukan bahwa kegiatan penyaluran bansos terutama pada daerah-daerah kecil dan tertinggal ditetapkan sebagai titik kritis dalam proses bisnis tersebut. Pernyataan yang paling tepat untuk menjelaskan urgensi penetapan penyaluran bansos sebagai titik kritis dalam proses bisnis adalah ….

a)

Memerlukan keterlibatan masyarakat daerah terpencil untuk memastikan program berjalan sesuai nilai budaya setempat

b)

Mencerminkan capaian kinerja dimana ketepatan waktu dan sasaran penyaluran menentukan keberhasilan program

c)

Menyentuh langsung penerima manfaat dan memerlukan pengawasan intensif hingga ke daerah terpencil

d)

Menyerap sumber daya yang besar dan berpotensi menimbulkan dampak besar jika terjadi kesalahan

111.

Dinas Pendidikan Kota X menerima keluhan atas ketidaktepatan penyaluran bantuan pendidikan kepada siswa miskin. Dalam evaluasi atas pengelolaan program tersebut, auditor menemukan adanya miskoordiansi antar instansi dalam proses penetapan penerima bantuan. Proses ini melibatkan Dinas Pendidikan Kota X, Kementerian XYZ, dan Lembaga JKL, yang masing-masing menggunakan pendekatan dan indikator berbeda. Berdasarkan hasil pemetaan proses bisnis tersebut, auditor dapat mengidentifikasi titik kritis dengan kriteria yaitu …

a)

aktivitas yang belum memiliki mekanisme pengawasan dan pengendalian yang memadai

b)

aktivitas yang membutuhkan anggaran tinggi dan proses pelaksanaan yang kompleks

c)

aktivitas yang sering mengalami hambatan serupa dalam pelaksanaannya

d)

aktivitas yang rawan perbedaan persepsi akibat teknis pelaksanaan tidak selaras

112.

Dalam audit pengelolaan aset tetap pada Dinas JKL, auditor menemukan bahwa risiko kehilangan aset telah terjadi berulang kali selama tiga tahun terakhir. Selama ini, Dinas JKL hanya merespons kehilangan aset dengan menyusun Berita Acara Kehilangan dan melakukan penggantian barang setelah kejadian. Penanganan risiko tersebut dilakukan berdasarkan kejadian yang sudah terjadi. Simpulan yang paling menggambarkan kondisi penanganan risiko pada Dinas JKL adalah …

a)

Penanganan risiko dilakukan secara reaktif, namun hanya difokuskan pada penggantian aset tanpa upaya pencegahan lebih lanjut

b)

Penanganan risiko dilakukan secara korektif, namun belum disertai penguatan pengendalian yang memadai

c)

Penanganan risiko dilakukan secara reaktif, namun masih terbatas pada penyusunan laporan pascakejadian

d)

Penanganan risiko dilakukan secara korektif, namun tidak disertai evaluasi atas penyebab berulangnya kejadian serupa

113.

Seorang auditor sedang memetakan risiko atas proses penyaluran bantuan logistik pada saat tanggap darurat bencana oleh Dinas Sosial JK. Dari hasil pemetaan risiko atas titik kritis proses bisnis, ditemukan bahwa proses distribusi bantuan sering terkendala karena minimnya data lokasi terdampak secara real time. Auditor kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan sistem penyaluran bantuan milik BNPB yang menggunakan platform pelacakan digital berbasis lokasi (geo-tagging). Metode yang digunakan dalam tahapan pemetaan risiko proses bisnis ini adalah …

a)

Root Cause Analysis, dengan membandingkan efektivitas jalur distribusi logistik antara beberapa unit pelaksana teknis pada Dinas Sosial JK untuk merancang standar minimum layanan

b)

Benchmarking, dengan membandingkan efektivitas jalur distribusi logistik antara beberapa unit pelaksana teknis pada Dinas Sosial JK untuk merancang standar minimum layanan

c)

Benchmarking, dengan membandingkan praktik distribusi logistik Dinas Sosial dengan sistem digital berbasis geo-tagging milik BNPB sebagai referensi perbaikan

d)

Root Cause Analysis, dengan membandingkan praktik distribusi logistik Dinas Sosial dengan sistem digital berbasis geo-tagging milik BNPB sebagai referensi perbaikan

114.

Seorang auditor sedang menganalisis efektivitas proses layanan administrasi kepegawaian di Dinas XYZ. Dari hasil analisis, diketahui bahwa terdapat 10 tahapan dalam proses pengurusan SK pegawai. Namun, 4 tahapan di antaranya bersifat repetitif/pengulangan dan tidak menghasilkan keluaran yang berbeda. Setelah dilakukan rekonstruksi, diketahui bahwa duplikasi tersebut terjadi karena setiap bagian tetap melakukan verifikasi internal, meskipun sudah ada verifikasi terpusat. Apa kesimpulan paling tepat dalam konteks analisis proses bisnis dan tata kelola tersebut?

a)

Pengulangan tahapan mengindikasikan perlunya tinjauan ulang terhadap struktur dan alur proses yang berjalan

b)

Pengulangan tahapan menunjukkan perlunya evaluasi dan penyederhanaan proses apabila tidak menghasilkan nilai tambah

c)

Pengulangan tahapan menunjukkan adanya kontrol tambahan yang tidak lagi relevan dan berisiko menimbulkan ketidakefektifan

d)

Pengulangan tahapan menunjukkan perlunya penelaahan untuk menilai efisiensi dan manfaat dari setiap tahapan

115.

Ella, seorang auditor pada Inspektorat KLM sedang menilai proses pengadaan barang pada RSUD ABC. Berdasarkan temuan awal, proses pembelian melibatkan banyak pihak dan alur persetujuan yang panjang bahkan untuk barang dengan nilai rendah. Ella ingin memvisualisasikan alur pengadaan dan mengidentifikasi titik kritis yang menghambat efektivitas layanan kesehatan. Metode analisis proses bisnis manakah yang paling tepat digunakan Ella dalam kasus tersebut?

a)

Root Cause Analysis

b)

Responsible, Accountable, Consulted, Informed (RACI) Matrix

c)

Benchmarking

d)

Business Process Model and Notation (BPMN)

116.

Dalam sebuah audit kinerja, auditor menemukan bahwa pimpinan entitas belum menetapkan struktur wewenang dan tanggung jawab secara formal. Kondisi ini berisiko menimbulkan ketidakjelasan peran dan lemahnya akuntabilitas. Temuan tersebut menunjukkan kelemahan pada unsur pengendalian intern yaitu …

a)

Lingkungan pengendalian

b)

Pemantauan

c)

Penilaian risiko

d)

Kegiatan pengendalian

117.

Darto, seorang auditor pada Inspektorat XYZ menggunakan metode RACI Matrix untuk menganalisis tata kelola Program Indonesia Pintar (PIP). Darto menemukan terdapat dua pihak yang ditandai sebagai accountable atas satu aktivitas utama dalam proses bisnis Program Indonesia Pintar (PIP) tersebut. Apa dampak utama dari temuan Darto terhadap efektivitas tata kelola organisasi?

a)

Menyebabkan adanya duplikasi beban kerja antar unit pelaksana program

b)

Menyebabkan pemborosan sumber daya dalam pelaksanaan program

c)

Mengurangi partisipasi pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan

d)

Mengaburkan batas tugas dan fungsi masing-masing pihak yang terlibat