WorksheetsUAS BAHASA INDONESIA
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Aku anak Indonesia Hana melangkahkan kakinya dengan gelisah. Dia menendang-nendang kerikil yang ia temui sepanjang jalan. Raut mukanya tampak cemas. Ini adalah hari pertamanya masuk sekolah baru di Indonesia. Keluarganya baru saja pindah dari Kyoto, Jepang, tempat ayahnya menyelesaikan pendidikan doctor. Sesampai di halaman sekolah yang rindang, Pak Rizal, ayahnya, menawari Hana untuk ikut menemaninya masuk ke kelas. Namun, Hana menolak. Meski khawatir, dia merasa malu kalau harus ditemani orang tuanya. Di Kyoto, dia bahkan sudah berangkat dan pulang sekolah sendiri sejak kelas 1 SD. “Hana, kamu anak pemberani. Jangan khawatir, anak-anak Indonesia ramahramah. Mereka pasti akan senang punya teman baru,” kata ayahnya. Hana mengangguk. “Nanti Ayah akan datang lagi menjemputmu ya. Ayah perlu pergi dulu ke tukang cukur, rambut ayah sudah gondrong begini,” tambah ayahnya lagi sambil menepuk pundak Hana. Jarak rumah Hana dengan SDN Gaharu hanya lima ratus meter, sehingga dia bisa berjalan kaki ke sekolah. Begitu masuk melewati gerbang sekolah, bel berdentang. Semua siswa berlarian masuk ke kelas masing-masing. Hana mencari kelas dengan lambang VI di atas pintu. Begitu Hana masuk, Bu Pertiwi, guru kelas enam, menyambutnya dengan senyuman lebar. “Ah, kamu pasti Hana. Ayo masuk. Ibu carikan tempat duduk dulu untuk meletakkan tasmu, lalu berkenalan dengan teman-teman sekelasmu.” Hana mengangguk malu-malu. Dia merasa seluruh pasang mata di kelas ini sedang menatapnya. Dia mendengar bisik-bisik meski tidak jelas apa yang mereka bicarakan. Dada Hana berdegup semakin kencang. Bu Pertiwi menyilakan Hana untuk berdiri di depan kelas dan memperkenalkan diri. “Selamat pagi teman-teman…” katanya mengawali perkenalan. Kemarin, Hana sudah berlatih di depan cermin agar dia tidak canggung mengucapkan kata-kata perkenalan dalam bahasa Indonesia. “Tolong suaranya lebih keras lagi, biar semuanya bisa mendengar,” kata Bu Pertiwi. “Nama saya Hana. Saya berusia dua belas tahun. Saya pindah dari Kyoto, Jepang. Ayah saya baru menamatkan kuliahnya di sana. Kami pindah ke kota ini karena ayah saya akan bekerja di sini. Saya senang berkenalan dengan teman-teman semua. Arigato. Eh, terima kasih.” Hana mengakhiri perkenalannya dengan menjura, membungkukkan badannya. Ketika kembali berdiri tegak, ia melihat senyum terkembang dari teman-teman sekelasnya. Hana lega, kecemasannya berkurang. “Terima kasih Hana. Ada yang ingin kalian tanyakan pada Hana?” ujar Bu Pertiwi. Seorang anak laki-laki mengacungkan tangan. “Kamu asalnya dari mana? Oh ya, namaku Arjuna, biasa dipanggil Juna.” Teman-teman yang lain bersorak, “Huuu…” Sepertinya Juna memang anak yang suka mencari perhatian. Hana bingung, bagaimana harus menjawab pertanyaan Juna. Di Jepang, dia dengan mudah menjawab bahwa dia berasal dari Indonesia. Tapi di Indonesia, dia harus menjawab apa? “Saya berasal dari Indonesia…” kata Hana pelan dan ragu. Teman-teman tertawa. Bu Pertiwi menengahi, “Mungkin maksud Arjuna, Hana lahir di mana?” “Oh… saya lahir di Makassar.” “Berarti kamu asli Makassar,” sahut Juna dari bangku paling belakang. “Tapi… ayah saya berasal dari Padang dan ibu saya berasal dari Sunda,” tambah Hana, menyanggah ucapan Juna itu. Bu Pertiwi angkat bicara, “Sekarang ini memang susah kalau ditanya asalnya atau aslinya dari mana, karena manusia semakin terhubung dan juga berpindahpindah. Seperti Hana, misalnya, yang punya orang tua dari daerah dan suku yang berbeda. Yang jelas, Hana adalah anak Indonesia. Betul kan, Hana?” Hana mengangguk. “Jadi, apa yang membuat kalian mengaku sebagai anak Indonesia?” tanya Bu Pertiwi ke seluruh kelas. “Karena kita lahir di Indonesia,” jawab Salim sambil mengacungkan tangannya. “Tapi ... adikku, Naomi, lahir di Kyoto dan dia tetap anak Indonesia,” sanggah Hana, yang mulai berani menyampaikan pendapatnya. “Hana benar. Aku lahir di Berlin. Orang tuaku Jawa. Aku tetap anak Indonesia,” sahut Agni, gadis berkacamata yang duduk paling depan. “Kalian sama-sama benar. Anak Indonesia adalah anak-anak yang lahir atau tinggal di Indonesia, atau anak-anak yang ayah ibunya atau salah satu orang tuanya orang Indonesia. Apalagi yang membuat kita Indonesia?” lanjut Bu Pertiwi. “Karena kita bisa berbahasa Indonesia, Bu,” kata Melodi dengan nada bicara yang lembut. Hati Hana menciut. Dia merasa belum mahir benar berbahasa Indonesia. Di sekolah lamanya, bahasa pengantar yang dipakai adalah bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Rupanya Bu Pertiwi melihat perubahan raut wajah Hana. Dia meminta Hana menjelaskan apa yang menjadi kekhawatirannya. Setelah mendengar curahan hati Hana, Bu Pertiwi berusaha membesarkan hatinya. “Jangan khawatir. Dulu Agni ketika pindah ke kelas dua juga belum lancar berbahasa Indonesia. Tapi, bapak ibu guru dan semua teman ikut membantu. Sekarang, Agni sudah mahir berbahasa Indonesia dan bahkan buku kumpulan cerpennya baru saja terbit.” Agni tampak tersipu. “Jangan khawatir, Hana. Nanti aku juga bisa ajari kamu bahasa Jawa,” timpal Juna. Seketika teriakan “huuu ... ” kembali bergema. Tiba-tiba Salim berteriak sambil menunjuk ke jendela. “Hantuuu!” Semua mata menoleh ke arah yang ditunjuk Salim. Hana melihat ada kepala botak yang muncul dan tenggelam dari balik jendela yang kusennya dipasang tinggi, khas arsitektur gedung peninggalan Belanda. Bu Pertiwi melangkah menuju pintu untuk melihat siapa yang ada di luar. Tidak mungkin ada hantu di siang bolong. Anak-anak ribut sambil menunjuk-nunjuk ke arah jendela. Ternyata itu adalah Pak Rizal, ayah Hana, yang rambutnya sudah habis tercukur. “Maaf, Bu Pertiwi, saya mau menyusulkan oleh-oleh dari Jepang untuk temanteman Hana. Tadi tidak sempat terbawa Hana karena dia terburu-buru,” Pak Rizal berkata dari jendela. Hana baru sadar bahwa dia melupakan cendera mata yang sudah dia siapkan untuk teman-teman barunya. Kelas kembali riuh. Hana mengedarkan kantungkantung berisi permen Wagashi dan sisir Tsuge, buah tangan khas dari Tokyo. Hatinya menghangat karena teman-teman barunya memang ramah dan senang hati menerimanya sebagai penghuni kelas yang baru. Hana menyalami temannya satu per satu dan mencoba menghafalkan nama-nama mereka. Sampai di ujung kelas, siswa yang terakhir dia salami berkata, “Jangan sampai lupa, namaku Juna.”
Sifat apa yang ditunjukkan Hana ketika ia menolak ditemani ayahnya masuk ke kelas?
Pemalu
Penakut
Pemberani
Pemarah
Berdasarkan cerita “Aku Anak Indonesia”, kapan peristiwa utama dalam cerita itu terjadi?
Pada malam hari saat Hana belajar di rumah
Pada pagi hari ketika Hana pertama kali masuk sekolah baru
Pada sore hari ketika Hana bermain dengan teman-temannya
Pada siang hari saat Hana pulang sekolah
Berdasarkan cerita “Aku Anak Indonesia”, pesan yang dapat kamu ambil dari cerita tersebut adalah ....
Kita harus takut jika masuk ke sekolah baru
Kita tidak perlu berkenalan dengan teman baru
Kita harus bangga menjadi anak Indonesia dan berani menyesuaikan diri di lingkungan baru
Kita tidak perlu belajar bahasa Indonesia dengan sungguh-sungguh
Berdasarkan cerita “Aku Anak Indonesia”, pernyataan yang sesuai dengan isi cerita adalah ....
Hana pindah ke Jepang karena ayahnya bekerja di sana.
Hana merasa takut dan tidak mau berkenalan dengan teman-teman barunya.
Hana lahir di Makassar dan pindah dari Kyoto ke Indonesia.
Hana tidak bisa berbicara bahasa Indonesia sama sekali.
Perhatikan potongan formulir berikut!
FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA LOMBA MENYANYI
Nama : ___________________
Tempat lahir : Palembang
Alamat : Jl. Merdeka No. 10
Kelas : VI
Sekolah : SDN 24 Sungai Lilin
Isian yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang adalah ....
Hana Sakura
Jl. Merdeka No. 10
VI
SDN 24 Sungai Lilin
Perhatikan formulir berikut!
FORMULIR PENDAFTARAN EKSTRAKURIKULER SENI TARI SDN GAHARU
Nama : ____________________
Kelas : ____________________
Alamat : __________________
Nama Orang Tua : __________
Nomor HP : _______________
Berdasarkan formulir tersebut, tujuan formulir di atas adalah untuk ....
Mengumpulkan data peserta yang ingin mengikuti ekstrakurikuler seni tari
Mencatat daftar hadir peserta latihan tari
Menginformasikan jadwal kegiatan seni tari kepada orang tua
Mengumumkan hasil lomba seni tari tingkat sekolah
Perhatikan kutipan surat resmi berikut!
SURAT UNDANGAN
Nomor: 021/OSIS/SDN-GHR/2025
Yth. Ketua Komite Sekolah
di
Jl. Melati No. 25, Kota Gaharu
Dengan hormat,
Sehubungan dengan akan diadakannya rapat koordinasi kegiatan akhir semester, kami mengundang Bapak/Ibu Ketua Komite Sekolah untuk hadir pada:
Hari/Tanggal : Senin, 10 Februari 2025
Waktu : 09.00 WIB
Tempat : Ruang Rapat SDN Gaharu
Atas perhatian dan kehadirannya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Ketua OSIS SDN Gaharu
Alamat tujuan surat tersebut adalah ....
Ruang Rapat SDN Gaharu
Ketua OSIS SDN Gaharu
OSIS SDN Gaharu
Jl. Melati No. 25, Kota Gaharu
Perhatikan kutipan surat resmi berikut!
SURAT PEMBERITAHUAN
Nomor: 017/SDN-GHR/I/2025
Yth. Orang Tua/Wali Murid
Kelas VI
di Tempat
Dengan hormat,
Melalui surat ini kami memberitahukan bahwa kegiatan kerja bakti kelas VI akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Jumat, 28 Februari 2025
Waktu : 07.30 WIB – selesai
Tempat : Halaman SDN Gaharu
Diharapkan seluruh siswa kelas VI dapat hadir tepat waktu.
Atas perhatian Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Kepala SDN Gaharu
Isi dari surat resmi tersebut adalah ....
Undangan rapat orang tua murid
Pemberitahuan kegiatan kerja bakti kelas VI
Permohonan izin kepala sekolah
Pengumuman hasil ujian kelas VI
Perhatikan surat resmi yang masih rumpang berikut!
SURAT UNDANGAN
Nomor: 020/SDN-24/II/2025
Yth. Orang Tua/Wali Murid
Kelas V
di _____________ (1)
Dengan hormat,
Dalam rangka meningkatkan kerja sama antara sekolah dan orang tua, kami mengundang Bapak/Ibu untuk hadir pada rapat komite sekolah, yang akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Senin, 10 Maret 2025
Waktu : 08.00 WIB
Tempat : _____________ (2)
Atas perhatian dan kehadiran Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Kepala SDN 24 Sungai Lilin
Isian yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang (1) dan (2) adalah ….
(1) SDN 24 Sungai Lilin, (2) Ruang Guru
(1) Di Tempat, (2) Ruang Rapat SDN 24
(1) Jl. Merdeka No. 11, (2) Halaman Sekolah
(1) Komite Sekolah, (2) Rumah Kepala Sekolah
From : dina.pratiwi21@gmail.com
To : wulan.setiawan@edu.id
Subject : Pengumpulan Tugas
Message :
Selamat pagi, Bu Wulan.
Saya mengirimkan tugas laporan hasil pengamatan sesuai jadwal yang ditentukan.
Terima kasih.
Pertanyaan:
Siapakah penerima surat elektronik tersebut?
Siswa kelas VI
Ibu Guru Mapel IPA
Bu Wulan
Dina Pratiwi
Perhatikan cuplikan surat elektronik (email) berikut!
From : dina.putri@gmail.com
To : wali.kelas6@sekolah.id
Subject : Izin Tidak Masuk
Date : Selasa, 12 November 2025 – 06:45 AM
Message :
Selamat pagi Ibu/Bapak Guru,
Saya mengirimkan email untuk memberi tahu bahwa saya tidak dapat mengikuti pelajaran hari ini karena sakit.
Terima kasih.
Pertanyaan:
Kapan email tersebut dikirim?
Senin, 11 November 2025 pukul 06.45
Selasa, 12 November 2025 pukul 06.45
Selasa, 12 November 2025 pukul 07.45
Rabu, 13 November 2025 pukul 06.45
Bacalah paragraf berikut!
Setiap hari Sabtu, siswa kelas VI mengikuti kegiatan kerja bakti di lingkungan sekolah. Mereka membersihkan halaman, menyapu ruang kelas, dan merapikan taman sekolah. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan serta melatih siswa agar selalu peduli terhadap lingkungan.
Pertanyaan:
Ide pokok paragraf tersebut adalah …
Siswa membersihkan ruang kelas setiap hari
Kegiatan kerja bakti dilakukan siswa kelas VI setiap hari Sabtu
Siswa diminta membawa alat kebersihan dari rumah
Halaman dan taman sekolah tampak sangat kotor
Bacalah paragraf berikut!
Banjir yang terjadi di Desa Suka Maju disebabkan oleh curah hujan yang tinggi selama tiga hari berturut-turut. Selain itu, banyak saluran air yang tersumbat sampah sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar. Kondisi ini membuat beberapa rumah warga terendam air setinggi lutut.
Pertanyaan:
Paragraf tersebut termasuk jenis paragraf apa?
Paragraf deskripsi
Paragraf narasi
Paragraf eksposisi
Paragraf persuasi
Bacalah cuplikan teks wawancara berikut!
Pewawancara: “Selamat pagi, Bu. Bisa Ibu ceritakan kegiatan rutin di perpustakaan sekolah?”
Ibu Rina (Kepala Perpustakaan): “Setiap pagi kami menata buku, mengecek peminjaman, dan memastikan ruang perpustakaan tetap rapi agar nyaman digunakan siswa.”
Pewawancara: “Apa jenis buku yang paling sering dipinjam siswa?”
Ibu Rina: “Biasanya buku cerita anak dan ensiklopedia.”
Pertanyaan:
Siapakah narasumber dalam wawancara tersebut?
Siswa kelas VI
Ibu Rina
Petugas keamanan sekolah
Pewawancara
Bacalah paragraf berikut!
Setiap hari, Dayu membantu ibunya berjualan kue di pasar. Ia berangkat pukul lima pagi dan membantu menata kue di meja dagangan. Setelah itu, Dayu ikut melayani pembeli hingga pukul delapan sebelum berangkat ke sekolah.
Pertanyaan:
Kata tanya yang paling tepat untuk menggali informasi dari paragraf tersebut adalah …
Di mana Dayu membantu ibunya?
Mengapa Dayu tidak pergi ke sekolah?
Siapa yang membeli kue Dayu?
Berapa harga kue yang dijual?
Perhatikan kalimat berikut!
“Angin malam berbisik pelan di antara pepohonan.”
Jenis majas yang digunakan dalam kalimat tersebut adalah …
Majas Simile
Majas Personifikasi
Majas Hiperbola
Majas Metafora
Perhatikan kalimat berikut!
“Rumah itu menatapku dengan sunyi.”
“Dia adalah bintang kelas yang selalu bersinar.”
Jenis majas yang tepat adalah …
(1) Metafora, (2) Hiperbola
(1) Metafora, (2) Personifikasi
(1) Simile, (2) Personifikasi
(1) Hiperbola, (2) Simile
Perhatikan kalimat berikut:
“Pantai Kuta terletak di Kabupaten Badung, Bali.”
Kalimat tersebut merupakan …
Opini
Fakta
Prediksi
Pendapat pribadi
Bacalah paragraf berikut!
Setiap pagi, Dina membantu ibunya membuat kue tradisional. Ia selalu tekun belajar membuat adonan hingga hasilnya semakin baik. Ketekunan Dina membuat ibunya bangga dan sering memujinya di depan keluarga.
Makna kata tekun yang bercetak miring pada paragraf tersebut adalah …
Bekerja dengan malas dan lambat
Tidak mau mencoba hal baru
Rajin dan sungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu
Cepat menyerah ketika mengalami kesulitan
Bacalah kutipan legenda berikut!
Di sebuah desa, hiduplah seorang pemuda bernama Sangkuriang. Ia dikenal sebagai anak yang kuat, tetapi sering bertindak terburu-buru dan tidak sabaran. Suatu hari, ketika berburu, ia marah karena anjing kesayangannya tidak mengikuti perintah. Tanpa berpikir panjang, ia melemparkan tombak hingga melukai anjing itu. Setelah mengetahui kebenaran bahwa anjing itu sebenarnya jelmaan ibunya, Dayang Sumbi, barulah ia merasa sangat menyesal.
Pertanyaan:
Berdasarkan kutipan legenda tersebut, sifat Sangkuriang adalah …
Sabar dan berhati-hati
Tergesa-gesa dan mudah marah
Bijaksana dan penyayang
Tenang dan berpikir panjang
Bacalah cuplikan legenda berikut!
Di sebuah desa, hiduplah seorang gadis bernama Timun Emas yang dikejar oleh raksasa jahat. Meskipun merasa takut, Timun Emas tetap berusaha melawan dengan memakai benda-benda pemberian nenek: biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. Dengan keberanian dan ketekunannya, ia akhirnya berhasil lolos dari kejaran raksasa dan kembali dengan selamat ke rumah nenek.
Pertanyaan:
Pesan moral yang dapat diambil dari cerita legenda tersebut adalah …
Kita harus selalu menghindari semua masalah.
Keberanian dan usaha keras dapat membantu mengatasi kesulitan
Orang yang kuat pasti menang dalam segala hal.
Tidak perlu meminta bantuan orang lain dalam menghadapi bahaya.
Bacalah cuplikan cerita berikut!
Di sebuah hutan lebat, hiduplah seekor naga penjaga sumber air. Penduduk desa percaya bahwa naga itu dapat marah jika mereka mengambil air tanpa izin. Suatu hari, seorang pemuda memberanikan diri datang dan memberikan persembahan agar desanya tidak mengalami kekeringan.
Pertanyaan:
Berdasarkan cuplikan di atas, cerita tersebut termasuk …
Fakta
Berita
Mitos
Sejarah Nyata
Perhatikan kalimat langsung berikut!
Ibu berkata, “Besok kamu harus bangun lebih pagi.”
Kalimat tidak langsung yang tepat adalah …
Ibu berkata bahwa besok kamu harus bangun lebih pagi.
Ibu berkata bahwa aku harus bangun lebih pagi besok.
Ibu berkata kalau dia harus bangun lebih pagi besok.
Ibu mengatakan aku bangun pagi.
Perhatikan kalimat tidak langsung berikut!
Ibu mengatakan bahwa aku harus berhati-hati di perjalanan.
Kalimat langsung yang tepat dari kalimat tersebut adalah …
Ibu berkata aku harus berhati-hati di perjalanan.
Ibu berkata, “Kamu harus berhati-hati di perjalanan.”
Ibu bilang bahwa kamu berhati-hati di perjalanan.
Ibu mengatakan, kamu harus berhati-hati di perjalanan.
Perhatikan grafik berikut (deskripsi):
Grafik Jumlah Buku yang Dibaca Siswa dalam Sebulan
Ayu : 5 buku
Beni : 3 buku
Citra : 7 buku
Doni : 4 buku
Pertanyaan:
Pernyataan yang benar berdasarkan grafik tersebut adalah …
Beni membaca buku paling banyak.
Ayu membaca lebih sedikit daripada Doni.
Citra membaca buku terbanyak.
Doni membaca buku paling sedikit.
