Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling benar!

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

1. Surah Ad-Dhuha ayat 9 berbunyi: Fa amma al-yatima fa la taqhar (Terhadap anak yatim piatu, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang). Manakah tindakan di bawah ini yang paling tepat mencerminkan pengalaman ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari?

a)

Memberikan uang jalan berlebih kepada anak yatim di panti asuhan setiap hari Jumat.

b)

Memperlakukan anak yatim seperti teman sebaya lainnya dan tidak membeda-bedakan.

c)

Mengabaikan anak yatim yang bermain di lingkungan sekitar karena dianggap merepotkan.

d)

Menyuruh anak yatim melakukan pekerjaan rumah yang berat sebagai bentuk latihan mental.

2.

Sarah adalah anak yang cerdas, namun ayahnya telah meninggal dunia. Suatu hari, teman-temannya mengejek Sarah karena bajunya yang tampak usang. Mengetahui hal ini, sebagai seorang muslim yang memahami Surah Ad-Dhuha, apa yang seharusnya dilakukan oleh teman-teman Sarah yang lain?

a)

Membiarkan ejekan tersebut karena itu urusan pribadi Sarah.

b)

Ikut mengejek agar Sarah menjadi lebih kuat mentalnya.

c)

Menasihati teman-teman yang mengejek bahwa perbuatan mereka dilarang dalam Islam dan membela Sarah.

d)

Melaporkan kejadian tersebut kepada guru tanpa menasihati teman-teman yang mengejek terlebih dahulu.

3.

Pelajaran hidup terpenting apa yang dapat dipetik dari kisah sebab turunnya surah ini terkait dengan sikap kita saat menghadapi kesulitan?

a)

Menunggu bantuan datang tanpa melakukan usaha apapun.

b)

Berputus asa dan menyalahkan keadaan karena cobaan yang dihadapi.

c)

Tetap optimis dan yakin bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya yang beriman, dan setiap kesulitan akan ada kemudahan.

d)

Mengutamakan kehidupan akhirat sepenuhnya dan mengabaikan urusan dunia.

4.

Ayat terakhir Surah Ad-Dhuha berbunyi: Wa amma bi ni’mat rabbika fa haddis (Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur)). Manakah perilaku yang paling tepat mengimplementasikan perintah bersyukur pada ayat tersebut?

a)

Menyimpan semua nikmat yang didapat untuk diri sendiri agar tidak riya.

b)

Menunjukkan nikmat yang didapat dengan sikap sombong kepada orang lain.

c)

Menggunakan nikmat yang diberikan Allah (misalnya kepandaian) untuk membantu teman yang kesulitan belajar dan mengucap Alhamdulillah.

d)

Cukup mengucapkan Alhamdulillah di dalam hati tanpa perlu berbagi atau menampakkan nikmat tersebut.

5.

Surah Ad-Dhuha secara keseluruhan mengandung pesan tentang pemeliharaan Allah SWT terhadap Nabi Muhammad SAW, perintah untuk tidak berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta, serta perintah untuk bersyukur. Jika dikaitkan dengan rukun Iman, pesan-pesan utama surah ini sangat erat hubungannya dengan pengamalan rukun Iman nomor ...

a)

1 (Iman kepada Allah)

b)

3 (Iman kepada Kitab Allah)

c)

4 (Iman kepada Rasul Allah)

d)

6 (Iman kepada Qada dan Qadar)

6.

Pada masa krisis setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, banyak suku Arab yang menolak membayar zakat, menganggap kewajiban tersebut berakhir dengan wafatnya Nabi. Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan tegas memutuskan untuk memerangi mereka, meskipun beberapa sahabat menyarankan pendekatan yang lebih lunak untuk menjaga persatuan.

a)

Mengutamakan popularitas di mata umat daripada menegakkan syariat Islam

b)

Menunjukkan sikap otoriter dengan tidak mendengarkan saran sahabat lain.

c)

Menegakkan konsistensi hukum Islam dan menolak kompromi dalam urusan prinsip agama.

d)

Menggunakan kekuatan militer sebagai solusi pertama untuk setiap konflik politik.

7.

Bagaimana perubahan karakter Umar bin Khattab setelah masuk Islam memengaruhi kontribusinya sebagai khalifah?

a)

Keberaniannya berkurang drastis karena fokus pada perdamaian.

b)

Keberaniannya yang dulu digunakan untuk menindas Muslim, kini digunakan untuk membela kebenaran dan keadilan umat.

c)

Ia menjadi pribadi yang pendiam dan jarang berdebat.

d)

Ia menolak berperang sama sekali karena ajaran Islam melarang kekerasan.

8.

Di masa Khalifah Umar bin Khattab, wilayah kekuasaan Islam meluas dengan sangat pesat, meliputi Persia, Syam (Suriah), dan Mesir. Umar menyadari bahwa sistem pemerintahan yang sederhana seperti di zaman Nabi dan Abu Bakar tidak lagi memadai. Tindakan manakah yang menunjukkan kecerdasan Umar dalam mengelola administrasi negara yang semakin besar?

a)

Menjaga agar sistem pemerintahan tetap persis sama seperti zaman Nabi untuk menghindari bid'ah.

b)

Memecat semua pejabat dari wilayah baru dan menggantinya dengan sahabat dekat dari Mekah.

c)

Membiarkan wilayah baru mengurus diri sendiri tanpa pengawasan pusat.

d)

Membentuk struktur pemerintahan baru seperti Baitul Mal (kas negara), sistem peradilan, dan pembagian provinsi.

9.

Ketika terjadi musim paceklik hebat yang disebut 'Am al-Ramadhah (Tahun Abu) di Madinah, Umar bin Khattab tidak hanya memerintahkan pembagian bantuan, tetapi juga melakukan tindakan nyata yang menunjukkan rasa empati yang mendalam. Ia bahkan bersumpah tidak akan makan makanan mewah sebelum seluruh rakyatnya kenyang. Apa nilai kepemimpinan paling tinggi yang dapat kita teladani dari tindakan Umar saat krisis kelaparan tersebut?

a)

Kebijakan ekonomi yang sukses.

b)

Mengutamakan hidup mewah untuk menunjukkan kekayaan negara.

c)

Menghindari tanggung jawab dengan bersumpah.

d)

Empati, tanggung jawab penuh, dan solidaritas pemimpin terhadap penderitaan rakyatnya.

10.

Ide pengumpulan ayat-ayat Al-Qur'an menjadi satu mushaf (buku) pertama kali diusulkan oleh Umar bin Khattab kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq, terutama setelah banyak penghafal Al-Qur'an (para hafiz) yang gugur dalam Perang Yamamah (bagian dari Perang Riddah). Mengapa usulan Umar bin Khattab ini dianggap krusial (sangat penting) bagi kelangsungan ajaran Islam di masa depan?

a)

A. Agar umat Islam memiliki buku yang tebal dan terlihat hebat.

b)

B. Untuk mencegah hilangnya atau tersebarnya ayat-ayat suci Al-Qur'an akibat wafatnya para penghafal.

c)

C. Agar Al-Qur'an bisa dijual dan menjadi sumber pendapatan negara.

d)

D. Karena Abu Bakar ingin meninggalkan warisan berupa sebuah buku.

11.

Ayam yang disembelih oleh Pak Ahmad secara sah sesuai syariat Islam, namun daging ayam tersebut kemudian disimpan dalam kulkas yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan daging babi tanpa dibersihkan secara syari (dicontohkan dicuci 7 kali, salah satunya dengan tanah/detergen). Apa hukum mengonsumsi daging ayam tersebut dan mengapa?

a)

Tetap halal, karena zat asalnya (ayam) halal dan disembelih dengan benar.

b)

Menjadi haram, karena cara penyembelihannya tidak sah.

c)

Menjadi haram, karena telah bercampur dan terkontaminasi dengan najis mughallazhah (babi).

d)

Makruh, karena hanya terkena sedikit kontaminasi.

12.

Makanan kaleng impor memiliki label "halal" dari lembaga sertifikasi yang kurang dikenal atau tidak terpercaya. Sebagai seorang muslim yang taat, sikap manakah yang paling bijak dalam menilai makanan tersebut berdasarkan prinsip kehati-hatian (wara') dan menghindari syubhat?

a)

Langsung mengonsumsinya karena sudah ada label "halal", meskipun dari lembaga yang tidak dikenal.

b)

Mencari informasi lebih lanjut mengenai bahan baku dan lembaga sertifikasi untuk memastikan kehalalannya sesuai syariat.

c)

Menolak mentah-mentah karena labelnya tidak berasal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) atau lembaga resmi di negaranya.

d)

Mengonsumsi sedikit untuk mencoba, jika tidak ada efek buruk berarti halal.

13.

Di sebuah daerah terpencil, hanya tersedia daging kelinci yang diburu. Cara berburu yang digunakan adalah ditembak menggunakan senapan, dan hewan tersebut langsung mati di tempat sebelum sempat disembelih. Berdasarkan hukum Islam, bagaimana status daging kelinci tersebut jika dilihat dari cara memperolehnya?

a)

Halal, karena kelinci termasuk hewan yang halal zatnya.

b)

Haram, karena menjadi bangkai akibat mati tidak disembelih sesuai syariat.

c)

Makruh, karena cara berburunya modern menggunakan senapan.

d)

Syubhat, karena ada perbedaan pendapat ulama tentang berburu modern.

14.

Allah SWT mengharamkan khamr (minuman keras) dan segala sesuatu yang memabukkan karena memiliki dampak buruk, salah satunya dapat menghilangkan akal sehat. Hikmah terbesar di balik pengharaman ini bagi umat Islam adalah...

a)

A. Agar umat Islam tidak mabuk-mabukan saat beribadah.

b)

B. Menjaga kesehatan tubuh dan akal jiwa dari kerusakan yang ditimbulkan oleh zat haram.

c)

C. Mencegah umat Islam membuang-buang uang untuk membeli minuman mahal.

d)

D. Agar umat Islam terlihat berbeda dengan pemeluk agama lain.

15.

Sebuah restoran mengklaim semua makanannya halal dan memiliki sertifikat resmi. Namun, setelah ditelusuri, diketahui bahwa keuntungan dari restoran tersebut sebagian besar digunakan untuk mendanai kegiatan perjudian (yang jelas haram). Walaupun bahan makanannya halal, bagaimana hukum mengonsumsi makanan dari restoran tersebut berdasarkan cara memperoleh hartanya?

a)

Halal, karena zat makanannya sendiri tidak haram.

b)

Haram, karena cara mendapatkan keuntungan (bisnis) bercampur dengan sumber yang haram (perjudian).

c)

Makruh, karena sumber dana haram hanya sebagian kecil.

d)

Syubhat, karena masih ada unsur halal dari makanannya.