Font size
WorksheetsASA GANJIL 2025/2026 - SEJARAH INDONESIA-KELAS XII-NANI SURYANI
Total questions: 35
Worksheet time: 2hrs 40mins
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia segera membentuk pemerintahan dan menetapkan dasar negara. UUD 1945 dijadikan sebagai konstitusi pertama yang mengatur bentuk negara, sistem pemerintahan, serta hak dan kewajiban warga negara. Dalam perjalanan sejarahnya, Indonesia pernah mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan, seperti masa Republik Indonesia Serikat (RIS) dan UUD Sementara 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 pada tahun 1959.
Setelah Indonesia merdeka, dibentuklah berbagai lembaga negara untuk menjalankan pemerintahan. Salah satunya adalah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi sebagai lembaga legislatif sementara sebelum terbentuknya MPR dan DPR. Selain itu, Presiden dan Wakil Presiden menetapkan berbagai maklumat untuk memperkuat struktur pemerintahan yang baru lahir.
Perjalanan pembentukan negara Indonesia tidak lepas dari perubahan konstitusi. Setelah menggunakan UUD 1945, Indonesia sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan Konstitusi RIS 1949, lalu UUDS 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
Pembentukan Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia dilandasi semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, kekuasaan negara dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat dan pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
PERTANYAAN:
Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan berikut yang benar mengenai pembentukan negara dan pemerintahan Republik Indonesia adalah
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
UUD 1945 ditetapkan sebagai dasar negara sebelum Proklamasi Kemerdekaan
Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik dengan sistem presidensial
Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik dengan sistem presidensial
Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik dengan sistem presidensial
UUDS 1950 diberlakukan sebelum terbentuknya Republik Indonesia Serikat
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia segera membentuk pemerintahan dan menetapkan dasar negara. UUD 1945 dijadikan sebagai konstitusi pertama yang mengatur bentuk negara, sistem pemerintahan, serta hak dan kewajiban warga negara. Dalam perjalanan sejarahnya, Indonesia pernah mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan, seperti masa Republik Indonesia Serikat (RIS) dan UUD Sementara 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 pada tahun 1959.
Setelah Indonesia merdeka, dibentuklah berbagai lembaga negara untuk menjalankan pemerintahan. Salah satunya adalah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi sebagai lembaga legislatif sementara sebelum terbentuknya MPR dan DPR. Selain itu, Presiden dan Wakil Presiden menetapkan berbagai maklumat untuk memperkuat struktur pemerintahan yang baru lahir.
Perjalanan pembentukan negara Indonesia tidak lepas dari perubahan konstitusi. Setelah menggunakan UUD 1945, Indonesia sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan Konstitusi RIS 1949, lalu UUDS 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
Pembentukan Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia dilandasi semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, kekuasaan negara dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat dan pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
PERTANYAAN:
Pernyataan yang benar mengenai pembentukan lembaga pemerintahan Indonesia setelah kemerdekaan adalah …
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
KNIP berfungsi sebagai badan legislatif sementara
Presiden pertama Indonesia adalah Drs. Mohammad Hatta
Maklumat Wakil Presiden No. X memperkuat kedudukan KNIP
Pemerintahan Indonesia pertama kali menggunakan sistem parlementer
Presiden ditetapkan oleh PPKI pada tanggal 17 Agustus 1945
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia segera membentuk pemerintahan dan menetapkan dasar negara. UUD 1945 dijadikan sebagai konstitusi pertama yang mengatur bentuk negara, sistem pemerintahan, serta hak dan kewajiban warga negara. Dalam perjalanan sejarahnya, Indonesia pernah mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan, seperti masa Republik Indonesia Serikat (RIS) dan UUD Sementara 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 pada tahun 1959.
Setelah Indonesia merdeka, dibentuklah berbagai lembaga negara untuk menjalankan pemerintahan. Salah satunya adalah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi sebagai lembaga legislatif sementara sebelum terbentuknya MPR dan DPR. Selain itu, Presiden dan Wakil Presiden menetapkan berbagai maklumat untuk memperkuat struktur pemerintahan yang baru lahir.
Perjalanan pembentukan negara Indonesia tidak lepas dari perubahan konstitusi. Setelah menggunakan UUD 1945, Indonesia sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan Konstitusi RIS 1949, lalu UUDS 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
Pembentukan Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia dilandasi semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, kekuasaan negara dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat dan pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
PERTANYAAN:
pernyataan yang benar terkait perubahan konstitusi di Indonesia adalah …
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Konstitusi RIS 1949 menandai bentuk negara federal di Indonesia
UUDS 1950 memperkenalkan sistem pemerintahan presidensial
Dekrit Presiden 1959 mengembalikan berlakunya UUD 1945
UUD 1945 pertama kali berlaku sejak 18 Agustus 1945
Bentuk negara pada masa RIS tetap kesatuan
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia segera membentuk pemerintahan dan menetapkan dasar negara. UUD 1945 dijadikan sebagai konstitusi pertama yang mengatur bentuk negara, sistem pemerintahan, serta hak dan kewajiban warga negara. Dalam perjalanan sejarahnya, Indonesia pernah mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan, seperti masa Republik Indonesia Serikat (RIS) dan UUD Sementara 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 pada tahun 1959.
Setelah Indonesia merdeka, dibentuklah berbagai lembaga negara untuk menjalankan pemerintahan. Salah satunya adalah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi sebagai lembaga legislatif sementara sebelum terbentuknya MPR dan DPR. Selain itu, Presiden dan Wakil Presiden menetapkan berbagai maklumat untuk memperkuat struktur pemerintahan yang baru lahir.
Perjalanan pembentukan negara Indonesia tidak lepas dari perubahan konstitusi. Setelah menggunakan UUD 1945, Indonesia sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan Konstitusi RIS 1949, lalu UUDS 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
Pembentukan Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia dilandasi semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, kekuasaan negara dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat dan pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
PERTANYAAN:
Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Kedaulatan tertinggi di tangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR
Presiden memiliki kekuasaan mutlak atas lembaga negara lainnya
Sistem pemerintahan Indonesia berdasarkan prinsip check and balance
Lembaga yudikatif di Indonesia dilaksanakan oleh MA, MK, dan KY
Bentuk pemerintahan Indonesia adalah monarki konstitusional
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia segera membentuk pemerintahan dan menetapkan dasar negara. UUD 1945 dijadikan sebagai konstitusi pertama yang mengatur bentuk negara, sistem pemerintahan, serta hak dan kewajiban warga negara. Dalam perjalanan sejarahnya, Indonesia pernah mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan, seperti masa Republik Indonesia Serikat (RIS) dan UUD Sementara 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 pada tahun 1959.
Setelah Indonesia merdeka, dibentuklah berbagai lembaga negara untuk menjalankan pemerintahan. Salah satunya adalah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi sebagai lembaga legislatif sementara sebelum terbentuknya MPR dan DPR. Selain itu, Presiden dan Wakil Presiden menetapkan berbagai maklumat untuk memperkuat struktur pemerintahan yang baru lahir.
Perjalanan pembentukan negara Indonesia tidak lepas dari perubahan konstitusi. Setelah menggunakan UUD 1945, Indonesia sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan Konstitusi RIS 1949, lalu UUDS 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
Pembentukan Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia dilandasi semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, kekuasaan negara dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat dan pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
PERTANYAAN:
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, langkah pertama yang dilakukan bangsa Indonesia dalam membentuk pemerintahan adalah …
Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Membentuk DPR dan DPD
Menetapkan Undang-Undang Dasar 1945
Membentuk kabinet parlementer
Mengadakan Pemilu pertama
Membentuk negara federal
Undang-Undang Dasar 1945 ditetapkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai dasar negara dan konstitusi pertama Indonesia
PERTANYAAN:
Pilih benar atau salah untuk pernyataan sesuai infografik di atas!
BENAR
SALAH
Pada masa Konstitusi RIS 1949, Indonesia berbentuk negara kesatuan dengan sistem pemerintahan presidensial.
PERTANYAAN:
Pilih benar atau salah untuk pernyataan sesuai infografik di atas!
BENAR
SALAH
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Pasukan Sekutu dan Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia dengan alasan melucuti senjata Jepang, namun sebenarnya ingin menguasai Indonesia kembali.
Akibatnya, terjadi berbagai pertempuran di berbagai daerah, seperti Pertempuran Surabaya (10 November 1945), Pertempuran Ambarawa, dan Medan Area. Selain perlawanan terhadap penjajah, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri, seperti pemberontakan DI/TII dan PKI Madiun 1948.
Masa ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak mudah menyerah dan berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaannya.
Selain melawan Sekutu dan Belanda, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri. Salah satunya adalah pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 yang mengancam persatuan nasional. Pemerintah Indonesia berhasil menumpas pemberontakan ini untuk menjaga keutuhan negara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa setelah merdeka, Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankan stabilitas politik dan keamanan nasional.
Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia juga menghadapi konflik bersenjata dengan Belanda yang ingin kembali menjajah melalui Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Meskipun menghadapi tekanan berat, Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaannya di medan diplomasi melalui Perundingan Renville dan Perundingan Roem–Royen.
PERTANYAAN:
Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar tentang pergolakan di awal revolusi adalah …
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Sekutu datang ke Indonesia untuk membantu mempertahankan kemerdekaan
Pertempuran Surabaya terjadi karena bangsa Indonesia menolak kedatangan Sekutu
Pemberontakan PKI Madiun 1948 merupakan bagian dari konflik dalam negeri
Bangsa Indonesia menyerah tanpa perlawanan terhadap pasukan Sekutu
Pergolakan awal revolusi justru melemahkan semangat nasionalisme rakyat
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Pasukan Sekutu dan Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia dengan alasan melucuti senjata Jepang, namun sebenarnya ingin menguasai Indonesia kembali.
Akibatnya, terjadi berbagai pertempuran di berbagai daerah, seperti Pertempuran Surabaya (10 November 1945), Pertempuran Ambarawa, dan Medan Area. Selain perlawanan terhadap penjajah, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri, seperti pemberontakan DI/TII dan PKI Madiun 1948.
Masa ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak mudah menyerah dan berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaannya.
Selain melawan Sekutu dan Belanda, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri. Salah satunya adalah pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 yang mengancam persatuan nasional. Pemerintah Indonesia berhasil menumpas pemberontakan ini untuk menjaga keutuhan negara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa setelah merdeka, Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankan stabilitas politik dan keamanan nasional.
Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia juga menghadapi konflik bersenjata dengan Belanda yang ingin kembali menjajah melalui Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Meskipun menghadapi tekanan berat, Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaannya di medan diplomasi melalui Perundingan Renville dan Perundingan Roem–Royen.
PERTANYAAN:
Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar tentang pergolakan di awal revolusi adalah …
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Pertempuran Surabaya dipicu oleh tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby
Tujuan kedatangan Sekutu adalah membantu Indonesia membangun ekonomi
Pertempuran Ambarawa terjadi antara rakyat dan tentara Jepang
Rakyat Indonesia menunjukkan semangat pantang menyerah melawan penjajah
Pasukan NICA datang untuk melindungi kemerdekaan Indonesia
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Pasukan Sekutu dan Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia dengan alasan melucuti senjata Jepang, namun sebenarnya ingin menguasai Indonesia kembali.
Akibatnya, terjadi berbagai pertempuran di berbagai daerah, seperti Pertempuran Surabaya (10 November 1945), Pertempuran Ambarawa, dan Medan Area. Selain perlawanan terhadap penjajah, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri, seperti pemberontakan DI/TII dan PKI Madiun 1948.
Masa ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak mudah menyerah dan berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaannya.
Selain melawan Sekutu dan Belanda, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri. Salah satunya adalah pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 yang mengancam persatuan nasional. Pemerintah Indonesia berhasil menumpas pemberontakan ini untuk menjaga keutuhan negara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa setelah merdeka, Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankan stabilitas politik dan keamanan nasional.
Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia juga menghadapi konflik bersenjata dengan Belanda yang ingin kembali menjajah melalui Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Meskipun menghadapi tekanan berat, Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaannya di medan diplomasi melalui Perundingan Renville dan Perundingan Roem–Royen.
PERTANYAAN:
Pernyataan yang benar mengenai pergolakan dalam negeri pada masa awal revolusi adalah …
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
PKI Madiun dipimpin oleh Musso
. Tujuan utama PKI Madiun adalah memperkuat persatuan bangsa
Pemerintah mengambil langkah tegas untuk menumpas pemberontakan
Pergolakan dalam negeri tidak berpengaruh terhadap keutuhan negara
Pemberontakan tersebut justru mempercepat kemerdekaan Indonesia
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Pasukan Sekutu dan Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia dengan alasan melucuti senjata Jepang, namun sebenarnya ingin menguasai Indonesia kembali.
Akibatnya, terjadi berbagai pertempuran di berbagai daerah, seperti Pertempuran Surabaya (10 November 1945), Pertempuran Ambarawa, dan Medan Area. Selain perlawanan terhadap penjajah, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri, seperti pemberontakan DI/TII dan PKI Madiun 1948.
Masa ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak mudah menyerah dan berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaannya.
Selain melawan Sekutu dan Belanda, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri. Salah satunya adalah pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 yang mengancam persatuan nasional. Pemerintah Indonesia berhasil menumpas pemberontakan ini untuk menjaga keutuhan negara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa setelah merdeka, Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankan stabilitas politik dan keamanan nasional.
Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia juga menghadapi konflik bersenjata dengan Belanda yang ingin kembali menjajah melalui Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Meskipun menghadapi tekanan berat, Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaannya di medan diplomasi melalui Perundingan Renville dan Perundingan Roem–Royen.
PERTANYAAN:
Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Agresi Militer Belanda bertujuan mengakui kedaulatan Indonesia
Perundingan Renville dan Roem–Royen merupakan bentuk diplomasi Indonesia
Agresi Militer I terjadi sebelum Agresi Militer II
Perlawanan hanya dilakukan melalui jalur perang tanpa diplomasi
Belanda sepenuhnya meninggalkan Indonesia setelah Agresi Militer I
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Pasukan Sekutu dan Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia dengan alasan melucuti senjata Jepang, namun sebenarnya ingin menguasai Indonesia kembali.
Akibatnya, terjadi berbagai pertempuran di berbagai daerah, seperti Pertempuran Surabaya (10 November 1945), Pertempuran Ambarawa, dan Medan Area. Selain perlawanan terhadap penjajah, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri, seperti pemberontakan DI/TII dan PKI Madiun 1948.
Masa ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak mudah menyerah dan berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaannya.
Selain melawan Sekutu dan Belanda, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri. Salah satunya adalah pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 yang mengancam persatuan nasional. Pemerintah Indonesia berhasil menumpas pemberontakan ini untuk menjaga keutuhan negara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa setelah merdeka, Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankan stabilitas politik dan keamanan nasional.
Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia juga menghadapi konflik bersenjata dengan Belanda yang ingin kembali menjajah melalui Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Meskipun menghadapi tekanan berat, Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaannya di medan diplomasi melalui Perundingan Renville dan Perundingan Roem–Royen.
PERTANYAAN:
pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 dipimpin oleh tokoh bernama (a) .
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Pasukan Sekutu dan Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia dengan alasan melucuti senjata Jepang, namun sebenarnya ingin menguasai Indonesia kembali.
Akibatnya, terjadi berbagai pertempuran di berbagai daerah, seperti Pertempuran Surabaya (10 November 1945), Pertempuran Ambarawa, dan Medan Area. Selain perlawanan terhadap penjajah, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri, seperti pemberontakan DI/TII dan PKI Madiun 1948.
Masa ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak mudah menyerah dan berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaannya.
Selain melawan Sekutu dan Belanda, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri. Salah satunya adalah pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 yang mengancam persatuan nasional. Pemerintah Indonesia berhasil menumpas pemberontakan ini untuk menjaga keutuhan negara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa setelah merdeka, Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankan stabilitas politik dan keamanan nasional.
Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia juga menghadapi konflik bersenjata dengan Belanda yang ingin kembali menjajah melalui Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Meskipun menghadapi tekanan berat, Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaannya di medan diplomasi melalui Perundingan Renville dan Perundingan Roem–Royen.
PERTANYAAN:
Pasukan Belanda yang datang bersama Sekutu dikenal dengan nama (a) .
Pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 bertujuan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Pilih benar atau salah untuk pernyataan sesuai infografik di atas!
BENAR
SALAH
Pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 bertujuan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 terjadi karena rakyat menolak kedatangan pasukan Sekutu dan NICA.
PERTANYAAN:
Pilih benar atau salah untuk pernyataan sesuai infografik di atas!
BENAR
SALAH
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.
Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.
Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.
Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).
PERTANYAAN:
Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Sutan Sjahrir dikenal sebagai pejuang diplomasi Indonesia
Jenderal Soedirman memimpin perjuangan diplomasi di luar negeri
Perjuangan gerilya dilakukan untuk memperkuat posisi diplomasi
. Diplomasi Indonesia dilakukan tanpa adanya tekanan militer
Gerilya dilakukan hanya di Pulau Jawa
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.
Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.
Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.
Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).
PERTANYAAN:
Pernyataan yang benar tentang Perundingan Linggarjati adalah …
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Dilaksanakan pada tahun 1945 antara Indonesia dan Jepang
Belanda mengakui wilayah Indonesia secara de facto
Dihadiri oleh Belanda, Inggris, dan Indonesia
Hasil perundingan berlangsung tanpa pelanggaran
Hasil perundingan menguntungkan sepenuhnya pihak Belanda
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.
Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.
Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.
Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).
PERTANYAAN:
Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Jenderal Soedirman menggunakan taktik gerilya untuk melawan Belanda
Pemerintah Indonesia pasif tanpa melakukan perlawanan
Diplomasi dan gerilya dilakukan secara bersamaan
Perjuangan gerilya menyebabkan Belanda semakin kuat
Diplomasi dilakukan untuk mendukung agresi militer
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.
Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.
Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.
Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).
PERTANYAAN:
Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
PDRI dibentuk untuk menggantikan pemerintahan Belanda
PDRI menunjukkan keberlangsungan pemerintahan Indonesia
Perundingan Roem–Royen merupakan bagian dari perjuangan diplomasi
PDRI dibentuk di Jawa Timur oleh Soedirman
Roem–Royen diadakan sebelum Agresi Militer II
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.
Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.
Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.
Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).
PERTANYAAN:
Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
India dan Mesir termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia
Perjuangan diplomasi hanya dilakukan di dalam negeri
PBB berperan dalam menyelesaikan konflik Indonesia–Belanda
Dukungan internasional memperkuat posisi diplomasi Indonesia
Perjuangan gerilya dilakukan oleh pasukan Belanda
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.
Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.
Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.
Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).
PERTANYAAN:
Tokoh yang memimpin perjuangan gerilya melawan Belanda setelah Agresi Militer II adalah …
Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Soekarno
Hatta
Sutan Sjahrir
Jenderal Soedirman
Tan Malaka
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.
Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.
Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.
Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).
PERTANYAAN:
Salah satu hasil dari Perundingan Linggarjati (1946) adalah …
Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara penuh
Indonesia menjadi negara bagian dari Kerajaan Belanda
Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra
Indonesia harus menyerahkan seluruh kekuasaan kepada Sekutu
Belanda menarik seluruh pasukannya dari Indonesia
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.
Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.
Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.
Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).
PERTANYAAN:
Tujuan utama perjuangan diplomasi yang dilakukan Indonesia setelah kemerdekaan adalah …
Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Memperluas wilayah kekuasaan Indonesia
Mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari dunia internasional
Menggantikan pemerintahan Belanda di Eropa
Menghentikan perang gerilya di dalam negeri
Menghapus sistem pemerintahan republik
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.
Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.
Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.
Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).
Perjuangan gerilya dipimpin oleh Jenderal Soedirman setelah pemerintah Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta.
PERTANYAAN:
Pilih benar atau salah untuk pernyataan sesuai infografik di atas! ??
BENAR
SALAH
Pada masa Perang Dingin, dunia terbagi menjadi dua blok besar, yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Indonesia sebagai negara yang baru merdeka berusaha menjaga sikap netral dengan menerapkan politik luar negeri bebas aktif. Melalui sikap ini, Indonesia berperan penting dalam berbagai kegiatan internasional, seperti Konferensi Asia-Afrika (1955) di Bandung dan Gerakan Non-Blok (1961) di Beograd.
PERTANYAAN:
Tujuan utama politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Indonesia pada masa Perang Dingin adalah …
Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Memihak Blok Barat untuk mendapatkan bantuan ekonomi
Memihak Blok Timur untuk memperkuat pertahanan
Menjaga kedaulatan nasional tanpa terlibat dalam konflik dua blok
Menjadi mediator dalam upaya menciptakan perdamaian dunia
Mengikuti kebijakan luar negeri Amerika Serikat
Pada masa Perang Dingin, dunia terbagi menjadi dua blok besar, yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Indonesia sebagai negara yang baru merdeka berusaha menjaga sikap netral dengan menerapkan politik luar negeri bebas aktif. Melalui sikap ini, Indonesia berperan penting dalam berbagai kegiatan internasional, seperti Konferensi Asia-Afrika (1955) di Bandung dan Gerakan Non-Blok (1961) di Beograd.
PERTANYAAN:
Peran Indonesia dalam menjaga hubungan internasional di masa Perang Dingin ditunjukkan dengan …
Menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika di Bandung
Bergabung dengan Pakta Pertahanan Blok Barat (NATO)
Ikut membentuk Gerakan Non-Blok tahun 1961
Mengirim pasukan ke Uni Soviet untuk membantu perang
Menolak bekerja sama dengan negara lain di luar Asia
Pada masa Perang Dingin, dunia terbagi menjadi dua blok besar, yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Indonesia sebagai negara yang baru merdeka berusaha menjaga sikap netral dengan menerapkan politik luar negeri bebas aktif. Melalui sikap ini, Indonesia berperan penting dalam berbagai kegiatan internasional, seperti Konferensi Asia-Afrika (1955) di Bandung dan Gerakan Non-Blok (1961) di Beograd.
PERTANYAAN:
Identitas nasional Indonesia terbentuk dari …
Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Persamaan ras dan suku bangsa
Pengaruh budaya asing semata
Nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Indonesia
Kesamaan bahasa daerah
Perbedaan politik antar daerah
Pada masa Perang Dingin, dunia terbagi menjadi dua blok besar, yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Indonesia sebagai negara yang baru merdeka berusaha menjaga sikap netral dengan menerapkan politik luar negeri bebas aktif. Melalui sikap ini, Indonesia berperan penting dalam berbagai kegiatan internasional, seperti Konferensi Asia-Afrika (1955) di Bandung dan Gerakan Non-Blok (1961) di Beograd.
PERTANYAAN:
Ketersebaran kekuatan nasional di Indonesia setelah kemerdekaan ditandai dengan …
Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Hancurnya sistem pemerintahan daerah
Terbentuknya berbagai organisasi dan partai politik
Berakhirnya semangat persatuan bangsa
Indonesia terpecah menjadi negara bagian
Tidak adanya peran rakyat dalam pembangunan
Identitas nasional berfungsi bagi bangsa Indonesia untuk …
Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Membatasi hubungan dengan negara lain
Meningkatkan perbedaan antar suku bangsa
Menumbuhkan rasa persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia
Menghapuskan budaya daerah yang beragam
Mengutamakan kepentingan golongan tertentu
Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Ancaman Disintegrasi Bangsa
Setelah kemerdekaan, hubungan antara pemerintah pusat dan daerah tidak selalu berjalan seimbang. Beberapa daerah merasa kurang mendapatkan perhatian dan keadilan dalam bidang politik, ekonomi, serta pembangunan.
Ketidakseimbangan ini menimbulkan ketegangan dan pemberontakan di beberapa wilayah, seperti PRRI/Permesta dan DI/TII.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat mengancam keutuhan dan persatuan bangsa, sehingga diperlukan kebijakan yang adil serta semangat nasionalisme untuk menjaga integrasi nasional.
PERTANYAAN:
Salah satu penyebab munculnya ketidakseimbangan relasi antara pusat dan daerah setelah kemerdekaan adalah …
Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Pemerintah pusat memberikan otonomi luas kepada daerah
Daerah merasa tidak memperoleh keadilan dalam pembagian hasil pembangunan
Pemerintah pusat dan daerah memiliki wewenang yang sama
Tidak adanya partisipasi rakyat dalam pemerintahan
Semua daerah mendapatkan perlakuan yang sama
Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Ancaman Disintegrasi Bangsa
Setelah kemerdekaan, hubungan antara pemerintah pusat dan daerah tidak selalu berjalan seimbang. Beberapa daerah merasa kurang mendapatkan perhatian dan keadilan dalam bidang politik, ekonomi, serta pembangunan.
Ketidakseimbangan ini menimbulkan ketegangan dan pemberontakan di beberapa wilayah, seperti PRRI/Permesta dan DI/TII.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat mengancam keutuhan dan persatuan bangsa, sehingga diperlukan kebijakan yang adil serta semangat
nasionalisme untuk menjaga integrasi nasional.
PERTANYAAN:
Bentuk ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia akibat ketidakseimbangan pusat dan daerah adalah …
Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Terjadinya integrasi yang kuat antarwilayah
Munculnya gerakan separatis dan pemberontakan daerah
Peningkatan kerja sama antardaerah
Terbentuknya pemerintahan yang stabil
Meningkatnya rasa nasionalisme di seluruh daerah
Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Ancaman Disintegrasi Bangsa
Setelah kemerdekaan, hubungan antara pemerintah pusat dan daerah tidak selalu berjalan seimbang. Beberapa daerah merasa kurang mendapatkan perhatian dan keadilan dalam bidang politik, ekonomi, serta pembangunan.
Ketidakseimbangan ini menimbulkan ketegangan dan pemberontakan di beberapa wilayah, seperti PRRI/Permesta dan DI/TII.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat mengancam keutuhan dan persatuan bangsa, sehingga diperlukan kebijakan yang adil serta semangat
nasionalisme untuk menjaga integrasi nasional.
PERTANYAAN:
Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah ancaman disintegrasi bangsa adalah …
Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !
Mengutamakan kepentingan daerah di atas kepentingan nasional
Menolak campur tangan pemerintah pusat dalam urusan daerah
Mengembangkan pemerataan pembangunan dan memperkuat persatuan nasional
Menghapus keberagaman budaya daerah
Menutup diri dari kerja sama antarwilayah
Tujuan utama pemberontakan DI/TII yang dipimpin oleh Kartosuwiryo adalah untuk mendirikan (a)
Pemberontakan PRRI/Permesta terjadi karena ketidakpuasan daerah terhadap (a)
kebijakan pemerintah pusat dalam bidang politik dan ekonomi / ketimpangan Pembangunan
(a)
