wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ASA GANJIL 2025/2026 - SEJARAH INDONESIA-KELAS XII-NANI SURYANI

Total questions: 35

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia segera membentuk pemerintahan dan menetapkan dasar negara. UUD 1945 dijadikan sebagai konstitusi pertama yang mengatur bentuk negara, sistem pemerintahan, serta hak dan kewajiban warga negara. Dalam perjalanan sejarahnya, Indonesia pernah mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan, seperti masa Republik Indonesia Serikat (RIS) dan UUD Sementara 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 pada tahun 1959.

Setelah Indonesia merdeka, dibentuklah berbagai lembaga negara untuk menjalankan pemerintahan. Salah satunya adalah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi sebagai lembaga legislatif sementara sebelum terbentuknya MPR dan DPR. Selain itu, Presiden dan Wakil Presiden menetapkan berbagai maklumat untuk memperkuat struktur pemerintahan yang baru lahir.

Perjalanan pembentukan negara Indonesia tidak lepas dari perubahan konstitusi. Setelah menggunakan UUD 1945, Indonesia sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan Konstitusi RIS 1949, lalu UUDS 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.


Pembentukan Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia dilandasi semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, kekuasaan negara dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat dan pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

PERTANYAAN:

Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan berikut yang benar mengenai pembentukan negara dan pemerintahan Republik Indonesia adalah

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

UUD 1945 ditetapkan sebagai dasar negara sebelum Proklamasi Kemerdekaan

b)

Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik dengan sistem presidensial

c)

Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik dengan sistem presidensial

d)

Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik dengan sistem presidensial

e)

UUDS 1950 diberlakukan sebelum terbentuknya Republik Indonesia Serikat

2.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia segera membentuk pemerintahan dan menetapkan dasar negara. UUD 1945 dijadikan sebagai konstitusi pertama yang mengatur bentuk negara, sistem pemerintahan, serta hak dan kewajiban warga negara. Dalam perjalanan sejarahnya, Indonesia pernah mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan, seperti masa Republik Indonesia Serikat (RIS) dan UUD Sementara 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 pada tahun 1959.

Setelah Indonesia merdeka, dibentuklah berbagai lembaga negara untuk menjalankan pemerintahan. Salah satunya adalah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi sebagai lembaga legislatif sementara sebelum terbentuknya MPR dan DPR. Selain itu, Presiden dan Wakil Presiden menetapkan berbagai maklumat untuk memperkuat struktur pemerintahan yang baru lahir.

Perjalanan pembentukan negara Indonesia tidak lepas dari perubahan konstitusi. Setelah menggunakan UUD 1945, Indonesia sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan Konstitusi RIS 1949, lalu UUDS 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.


Pembentukan Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia dilandasi semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, kekuasaan negara dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat dan pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

PERTANYAAN:

Pernyataan yang benar mengenai pembentukan lembaga pemerintahan Indonesia setelah kemerdekaan adalah …

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

KNIP berfungsi sebagai badan legislatif sementara

b)

Presiden pertama Indonesia adalah Drs. Mohammad Hatta

c)

Maklumat Wakil Presiden No. X memperkuat kedudukan KNIP

d)

Pemerintahan Indonesia pertama kali menggunakan sistem parlementer

e)

Presiden ditetapkan oleh PPKI pada tanggal 17 Agustus 1945

3.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia segera membentuk pemerintahan dan menetapkan dasar negara. UUD 1945 dijadikan sebagai konstitusi pertama yang mengatur bentuk negara, sistem pemerintahan, serta hak dan kewajiban warga negara. Dalam perjalanan sejarahnya, Indonesia pernah mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan, seperti masa Republik Indonesia Serikat (RIS) dan UUD Sementara 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 pada tahun 1959.

Setelah Indonesia merdeka, dibentuklah berbagai lembaga negara untuk menjalankan pemerintahan. Salah satunya adalah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi sebagai lembaga legislatif sementara sebelum terbentuknya MPR dan DPR. Selain itu, Presiden dan Wakil Presiden menetapkan berbagai maklumat untuk memperkuat struktur pemerintahan yang baru lahir.

Perjalanan pembentukan negara Indonesia tidak lepas dari perubahan konstitusi. Setelah menggunakan UUD 1945, Indonesia sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan Konstitusi RIS 1949, lalu UUDS 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.


Pembentukan Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia dilandasi semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, kekuasaan negara dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat dan pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

PERTANYAAN:

pernyataan yang benar terkait perubahan konstitusi di Indonesia adalah …

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Konstitusi RIS 1949 menandai bentuk negara federal di Indonesia

b)

UUDS 1950 memperkenalkan sistem pemerintahan presidensial

c)

Dekrit Presiden 1959 mengembalikan berlakunya UUD 1945

d)

UUD 1945 pertama kali berlaku sejak 18 Agustus 1945

e)

Bentuk negara pada masa RIS tetap kesatuan

4.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia segera membentuk pemerintahan dan menetapkan dasar negara. UUD 1945 dijadikan sebagai konstitusi pertama yang mengatur bentuk negara, sistem pemerintahan, serta hak dan kewajiban warga negara. Dalam perjalanan sejarahnya, Indonesia pernah mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan, seperti masa Republik Indonesia Serikat (RIS) dan UUD Sementara 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 pada tahun 1959.

Setelah Indonesia merdeka, dibentuklah berbagai lembaga negara untuk menjalankan pemerintahan. Salah satunya adalah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi sebagai lembaga legislatif sementara sebelum terbentuknya MPR dan DPR. Selain itu, Presiden dan Wakil Presiden menetapkan berbagai maklumat untuk memperkuat struktur pemerintahan yang baru lahir.

Perjalanan pembentukan negara Indonesia tidak lepas dari perubahan konstitusi. Setelah menggunakan UUD 1945, Indonesia sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan Konstitusi RIS 1949, lalu UUDS 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.


Pembentukan Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia dilandasi semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, kekuasaan negara dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat dan pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

PERTANYAAN:

Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Kedaulatan tertinggi di tangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR

b)

Presiden memiliki kekuasaan mutlak atas lembaga negara lainnya

c)

Sistem pemerintahan Indonesia berdasarkan prinsip check and balance

d)

Lembaga yudikatif di Indonesia dilaksanakan oleh MA, MK, dan KY

e)

Bentuk pemerintahan Indonesia adalah monarki konstitusional

5.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia segera membentuk pemerintahan dan menetapkan dasar negara. UUD 1945 dijadikan sebagai konstitusi pertama yang mengatur bentuk negara, sistem pemerintahan, serta hak dan kewajiban warga negara. Dalam perjalanan sejarahnya, Indonesia pernah mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan, seperti masa Republik Indonesia Serikat (RIS) dan UUD Sementara 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 pada tahun 1959.

Setelah Indonesia merdeka, dibentuklah berbagai lembaga negara untuk menjalankan pemerintahan. Salah satunya adalah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berfungsi sebagai lembaga legislatif sementara sebelum terbentuknya MPR dan DPR. Selain itu, Presiden dan Wakil Presiden menetapkan berbagai maklumat untuk memperkuat struktur pemerintahan yang baru lahir.

Perjalanan pembentukan negara Indonesia tidak lepas dari perubahan konstitusi. Setelah menggunakan UUD 1945, Indonesia sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan Konstitusi RIS 1949, lalu UUDS 1950, sebelum akhirnya kembali menggunakan UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.


Pembentukan Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia dilandasi semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Dalam sistem pemerintahan Indonesia, kekuasaan negara dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat dan pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

PERTANYAAN:

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, langkah pertama yang dilakukan bangsa Indonesia dalam membentuk pemerintahan adalah …

Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Membentuk DPR dan DPD

b)

Menetapkan Undang-Undang Dasar 1945

c)

Membentuk kabinet parlementer

d)

Mengadakan Pemilu pertama

e)

Membentuk negara federal

6.

Undang-Undang Dasar 1945 ditetapkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 sebagai dasar negara dan konstitusi pertama Indonesia

 PERTANYAAN:

Pilih benar atau salah untuk pernyataan sesuai infografik di atas!

a)

BENAR

b)

SALAH

7.

Pada masa Konstitusi RIS 1949, Indonesia berbentuk negara kesatuan dengan sistem pemerintahan presidensial.

PERTANYAAN:

Pilih benar atau salah untuk pernyataan sesuai infografik di atas!

a)

BENAR

b)

SALAH

8.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Pasukan Sekutu dan Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia dengan alasan melucuti senjata Jepang, namun sebenarnya ingin menguasai Indonesia kembali.
Akibatnya, terjadi berbagai pertempuran di berbagai daerah, seperti Pertempuran Surabaya (10 November 1945), Pertempuran Ambarawa, dan Medan Area. Selain perlawanan terhadap penjajah, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri, seperti pemberontakan DI/TII dan PKI Madiun 1948.
Masa ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak mudah menyerah dan berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaannya.

Selain melawan Sekutu dan Belanda, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri. Salah satunya adalah pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 yang mengancam persatuan nasional. Pemerintah Indonesia berhasil menumpas pemberontakan ini untuk menjaga keutuhan negara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa setelah merdeka, Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankan stabilitas politik dan keamanan nasional.

Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia juga menghadapi konflik bersenjata dengan Belanda yang ingin kembali menjajah melalui Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Meskipun menghadapi tekanan berat, Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaannya di medan diplomasi melalui Perundingan Renville dan Perundingan Roem–Royen.

PERTANYAAN:

Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar tentang pergolakan di awal revolusi adalah …

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Sekutu datang ke Indonesia untuk membantu mempertahankan kemerdekaan

b)

Pertempuran Surabaya terjadi karena bangsa Indonesia menolak kedatangan Sekutu

c)

Pemberontakan PKI Madiun 1948 merupakan bagian dari konflik dalam negeri

d)

Bangsa Indonesia menyerah tanpa perlawanan terhadap pasukan Sekutu

e)

Pergolakan awal revolusi justru melemahkan semangat nasionalisme rakyat

9.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Pasukan Sekutu dan Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia dengan alasan melucuti senjata Jepang, namun sebenarnya ingin menguasai Indonesia kembali.
Akibatnya, terjadi berbagai pertempuran di berbagai daerah, seperti Pertempuran Surabaya (10 November 1945), Pertempuran Ambarawa, dan Medan Area. Selain perlawanan terhadap penjajah, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri, seperti pemberontakan DI/TII dan PKI Madiun 1948.
Masa ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak mudah menyerah dan berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaannya.

Selain melawan Sekutu dan Belanda, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri. Salah satunya adalah pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 yang mengancam persatuan nasional. Pemerintah Indonesia berhasil menumpas pemberontakan ini untuk menjaga keutuhan negara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa setelah merdeka, Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankan stabilitas politik dan keamanan nasional.

Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia juga menghadapi konflik bersenjata dengan Belanda yang ingin kembali menjajah melalui Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Meskipun menghadapi tekanan berat, Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaannya di medan diplomasi melalui Perundingan Renville dan Perundingan Roem–Royen.

PERTANYAAN:

Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar tentang pergolakan di awal revolusi adalah …

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Pertempuran Surabaya dipicu oleh tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby

b)

Tujuan kedatangan Sekutu adalah membantu Indonesia membangun ekonomi

c)

Pertempuran Ambarawa terjadi antara rakyat dan tentara Jepang

d)

Rakyat Indonesia menunjukkan semangat pantang menyerah melawan penjajah

e)

Pasukan NICA datang untuk melindungi kemerdekaan Indonesia

10.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Pasukan Sekutu dan Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia dengan alasan melucuti senjata Jepang, namun sebenarnya ingin menguasai Indonesia kembali.
Akibatnya, terjadi berbagai pertempuran di berbagai daerah, seperti Pertempuran Surabaya (10 November 1945), Pertempuran Ambarawa, dan Medan Area. Selain perlawanan terhadap penjajah, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri, seperti pemberontakan DI/TII dan PKI Madiun 1948.
Masa ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak mudah menyerah dan berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaannya.

Selain melawan Sekutu dan Belanda, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri. Salah satunya adalah pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 yang mengancam persatuan nasional. Pemerintah Indonesia berhasil menumpas pemberontakan ini untuk menjaga keutuhan negara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa setelah merdeka, Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankan stabilitas politik dan keamanan nasional.

Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia juga menghadapi konflik bersenjata dengan Belanda yang ingin kembali menjajah melalui Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Meskipun menghadapi tekanan berat, Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaannya di medan diplomasi melalui Perundingan Renville dan Perundingan Roem–Royen.

PERTANYAAN:

Pernyataan yang benar mengenai pergolakan dalam negeri pada masa awal revolusi adalah …

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

PKI Madiun dipimpin oleh Musso

b)

. Tujuan utama PKI Madiun adalah memperkuat persatuan bangsa

c)

Pemerintah mengambil langkah tegas untuk menumpas pemberontakan

d)

Pergolakan dalam negeri tidak berpengaruh terhadap keutuhan negara

e)

Pemberontakan tersebut justru mempercepat kemerdekaan Indonesia

11.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Pasukan Sekutu dan Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia dengan alasan melucuti senjata Jepang, namun sebenarnya ingin menguasai Indonesia kembali.
Akibatnya, terjadi berbagai pertempuran di berbagai daerah, seperti Pertempuran Surabaya (10 November 1945), Pertempuran Ambarawa, dan Medan Area. Selain perlawanan terhadap penjajah, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri, seperti pemberontakan DI/TII dan PKI Madiun 1948.
Masa ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak mudah menyerah dan berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaannya.

Selain melawan Sekutu dan Belanda, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri. Salah satunya adalah pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 yang mengancam persatuan nasional. Pemerintah Indonesia berhasil menumpas pemberontakan ini untuk menjaga keutuhan negara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa setelah merdeka, Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankan stabilitas politik dan keamanan nasional.

Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia juga menghadapi konflik bersenjata dengan Belanda yang ingin kembali menjajah melalui Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Meskipun menghadapi tekanan berat, Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaannya di medan diplomasi melalui Perundingan Renville dan Perundingan Roem–Royen.

PERTANYAAN:

Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Agresi Militer Belanda bertujuan mengakui kedaulatan Indonesia

b)

Perundingan Renville dan Roem–Royen merupakan bentuk diplomasi Indonesia

c)

Agresi Militer I terjadi sebelum Agresi Militer II

d)

Perlawanan hanya dilakukan melalui jalur perang tanpa diplomasi

e)

Belanda sepenuhnya meninggalkan Indonesia setelah Agresi Militer I

12.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Pasukan Sekutu dan Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia dengan alasan melucuti senjata Jepang, namun sebenarnya ingin menguasai Indonesia kembali.
Akibatnya, terjadi berbagai pertempuran di berbagai daerah, seperti Pertempuran Surabaya (10 November 1945), Pertempuran Ambarawa, dan Medan Area. Selain perlawanan terhadap penjajah, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri, seperti pemberontakan DI/TII dan PKI Madiun 1948.
Masa ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak mudah menyerah dan berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaannya.

Selain melawan Sekutu dan Belanda, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri. Salah satunya adalah pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 yang mengancam persatuan nasional. Pemerintah Indonesia berhasil menumpas pemberontakan ini untuk menjaga keutuhan negara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa setelah merdeka, Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankan stabilitas politik dan keamanan nasional.

Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia juga menghadapi konflik bersenjata dengan Belanda yang ingin kembali menjajah melalui Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Meskipun menghadapi tekanan berat, Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaannya di medan diplomasi melalui Perundingan Renville dan Perundingan Roem–Royen.

PERTANYAAN:

pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 dipimpin oleh tokoh bernama (a)   .

13.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Pasukan Sekutu dan Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia dengan alasan melucuti senjata Jepang, namun sebenarnya ingin menguasai Indonesia kembali.
Akibatnya, terjadi berbagai pertempuran di berbagai daerah, seperti Pertempuran Surabaya (10 November 1945), Pertempuran Ambarawa, dan Medan Area. Selain perlawanan terhadap penjajah, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri, seperti pemberontakan DI/TII dan PKI Madiun 1948.
Masa ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak mudah menyerah dan berjuang keras untuk mempertahankan kemerdekaannya.

Selain melawan Sekutu dan Belanda, bangsa Indonesia juga menghadapi pergolakan dalam negeri. Salah satunya adalah pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 yang mengancam persatuan nasional. Pemerintah Indonesia berhasil menumpas pemberontakan ini untuk menjaga keutuhan negara.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa setelah merdeka, Indonesia masih harus berjuang keras untuk mempertahankan stabilitas politik dan keamanan nasional.

Setelah kemerdekaan, bangsa Indonesia juga menghadapi konflik bersenjata dengan Belanda yang ingin kembali menjajah melalui Agresi Militer I (1947) dan Agresi Militer II (1948). Meskipun menghadapi tekanan berat, Indonesia tetap memperjuangkan kemerdekaannya di medan diplomasi melalui Perundingan Renville dan Perundingan Roem–Royen.

PERTANYAAN:

Pasukan Belanda yang datang bersama Sekutu dikenal dengan nama (a)   .

14.

Pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 bertujuan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Pilih benar atau salah untuk pernyataan sesuai infografik di atas!

a)

BENAR

b)

SALAH

15.

Pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 bertujuan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 terjadi karena rakyat menolak kedatangan pasukan Sekutu dan NICA.

PERTANYAAN:

Pilih benar atau salah untuk pernyataan sesuai infografik di atas!

a)

BENAR

b)

SALAH

16.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.

 

Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.

 

Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.

 

Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).

PERTANYAAN:

Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Sutan Sjahrir dikenal sebagai pejuang diplomasi Indonesia

b)

Jenderal Soedirman memimpin perjuangan diplomasi di luar negeri

c)

Perjuangan gerilya dilakukan untuk memperkuat posisi diplomasi

d)

. Diplomasi Indonesia dilakukan tanpa adanya tekanan militer

e)

Gerilya dilakukan hanya di Pulau Jawa

17.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.

 

Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.

 

Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.

 

Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).

PERTANYAAN:

Pernyataan yang benar tentang Perundingan Linggarjati adalah …

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Dilaksanakan pada tahun 1945 antara Indonesia dan Jepang

b)

Belanda mengakui wilayah Indonesia secara de facto

c)

Dihadiri oleh Belanda, Inggris, dan Indonesia

d)

Hasil perundingan berlangsung tanpa pelanggaran

e)

Hasil perundingan menguntungkan sepenuhnya pihak Belanda

18.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.

 

Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.

 

Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.

 

Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).

PERTANYAAN:

Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Jenderal Soedirman menggunakan taktik gerilya untuk melawan Belanda

b)

Pemerintah Indonesia pasif tanpa melakukan perlawanan

c)

Diplomasi dan gerilya dilakukan secara bersamaan

d)

Perjuangan gerilya menyebabkan Belanda semakin kuat

e)

Diplomasi dilakukan untuk mendukung agresi militer

19.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.

 

Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.

 

Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.

 

Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).

PERTANYAAN:

Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

PDRI dibentuk untuk menggantikan pemerintahan Belanda

b)

PDRI menunjukkan keberlangsungan pemerintahan Indonesia

c)

Perundingan Roem–Royen merupakan bagian dari perjuangan diplomasi

d)

PDRI dibentuk di Jawa Timur oleh Soedirman

e)

Roem–Royen diadakan sebelum Agresi Militer II

20.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.

 

Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.

 

Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.

 

Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).

PERTANYAAN:

Berdasarkan stimulus tersebut, pernyataan yang benar adalah …

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

India dan Mesir termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia

b)

Perjuangan diplomasi hanya dilakukan di dalam negeri

c)

PBB berperan dalam menyelesaikan konflik Indonesia–Belanda

d)

Dukungan internasional memperkuat posisi diplomasi Indonesia

e)

Perjuangan gerilya dilakukan oleh pasukan Belanda

21.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.

 

Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.

 

Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.

 

Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).

PERTANYAAN:

Tokoh yang memimpin perjuangan gerilya melawan Belanda setelah Agresi Militer II adalah …

Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Soekarno

b)

Hatta

c)

Sutan Sjahrir

d)

Jenderal Soedirman

e)

Tan Malaka

22.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.

 

Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.

 

Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.

 

Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).

PERTANYAAN:

Salah satu hasil dari Perundingan Linggarjati (1946) adalah …
Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara penuh

b)

Indonesia menjadi negara bagian dari Kerajaan Belanda

c)

Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra

d)

Indonesia harus menyerahkan seluruh kekuasaan kepada Sekutu

e)

Belanda menarik seluruh pasukannya dari Indonesia

23.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.

 

Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.

 

Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.

 

Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).

PERTANYAAN:

Tujuan utama perjuangan diplomasi yang dilakukan Indonesia setelah kemerdekaan adalah …
Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Memperluas wilayah kekuasaan Indonesia

b)

Mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari dunia internasional

c)

Menggantikan pemerintahan Belanda di Eropa

d)

Menghentikan perang gerilya di dalam negeri

e)

Menghapus sistem pemerintahan republik

24.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berusaha kembali menjajah Indonesia dengan mengirimkan pasukan. Untuk mempertahankan kemerdekaan, bangsa Indonesia menempuh dua cara perjuangan: diplomasi di meja perundingan dan gerilya di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh seperti Sutan Sjahrir berperan penting dalam diplomasi, sedangkan Jenderal Soedirman memimpin perjuangan bersenjata di lapangan.

 

Salah satu bentuk perjuangan diplomasi Indonesia adalah melalui Perundingan Linggarjati (1946) antara Indonesia dan Belanda. Dalam perundingan ini, Belanda mengakui de facto wilayah Indonesia yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatra. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama karena Belanda melanggar kesepakatan tersebut.

 

Ketika agresi militer Belanda kembali dilancarkan, Jenderal Soedirman memimpin perang gerilya dengan strategi berpindah-pindah dari desa ke desa. Sementara itu, pemerintah Indonesia berusaha mempertahankan eksistensinya melalui perjuangan diplomasi di luar negeri agar dunia mengetahui bahwa Indonesia masih berdaulat.

 

Setelah Agresi Militer Belanda II (1948), banyak pemimpin Indonesia ditangkap. Namun, Sjafruddin Prawiranegara membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Indonesia masih ada. Di sisi lain, perjuangan diplomasi terus dilakukan hingga akhirnya menghasilkan Perundingan Roem–Royen (1949).

Perjuangan gerilya dipimpin oleh Jenderal Soedirman setelah pemerintah Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta.

PERTANYAAN:
Pilih benar atau salah untuk pernyataan sesuai infografik di atas! ??

a)

BENAR

b)

SALAH

25.

Pada masa Perang Dingin, dunia terbagi menjadi dua blok besar, yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Indonesia sebagai negara yang baru merdeka berusaha menjaga sikap netral dengan menerapkan politik luar negeri bebas aktif. Melalui sikap ini, Indonesia berperan penting dalam berbagai kegiatan internasional, seperti Konferensi Asia-Afrika (1955) di Bandung dan Gerakan Non-Blok (1961) di Beograd.

PERTANYAAN:

Tujuan utama politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Indonesia pada masa Perang Dingin adalah …

Pilihlah 2 jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Memihak Blok Barat untuk mendapatkan bantuan ekonomi

b)

Memihak Blok Timur untuk memperkuat pertahanan

c)

Menjaga kedaulatan nasional tanpa terlibat dalam konflik dua blok

d)

Menjadi mediator dalam upaya menciptakan perdamaian dunia

e)

Mengikuti kebijakan luar negeri Amerika Serikat

26.

Pada masa Perang Dingin, dunia terbagi menjadi dua blok besar, yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Indonesia sebagai negara yang baru merdeka berusaha menjaga sikap netral dengan menerapkan politik luar negeri bebas aktif. Melalui sikap ini, Indonesia berperan penting dalam berbagai kegiatan internasional, seperti Konferensi Asia-Afrika (1955) di Bandung dan Gerakan Non-Blok (1961) di Beograd.

PERTANYAAN:

Peran Indonesia dalam menjaga hubungan internasional di masa Perang Dingin ditunjukkan dengan …

a)

Menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika di Bandung

b)

Bergabung dengan Pakta Pertahanan Blok Barat (NATO)

c)

Ikut membentuk Gerakan Non-Blok tahun 1961

d)

Mengirim pasukan ke Uni Soviet untuk membantu perang

e)

Menolak bekerja sama dengan negara lain di luar Asia

27.

Pada masa Perang Dingin, dunia terbagi menjadi dua blok besar, yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Indonesia sebagai negara yang baru merdeka berusaha menjaga sikap netral dengan menerapkan politik luar negeri bebas aktif. Melalui sikap ini, Indonesia berperan penting dalam berbagai kegiatan internasional, seperti Konferensi Asia-Afrika (1955) di Bandung dan Gerakan Non-Blok (1961) di Beograd.

PERTANYAAN:

Identitas nasional Indonesia terbentuk dari …

Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Persamaan ras dan suku bangsa

b)

Pengaruh budaya asing semata

c)

Nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Indonesia

d)

Kesamaan bahasa daerah

e)

Perbedaan politik antar daerah

28.

Pada masa Perang Dingin, dunia terbagi menjadi dua blok besar, yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Indonesia sebagai negara yang baru merdeka berusaha menjaga sikap netral dengan menerapkan politik luar negeri bebas aktif. Melalui sikap ini, Indonesia berperan penting dalam berbagai kegiatan internasional, seperti Konferensi Asia-Afrika (1955) di Bandung dan Gerakan Non-Blok (1961) di Beograd.

PERTANYAAN:

Ketersebaran kekuatan nasional di Indonesia setelah kemerdekaan ditandai dengan …

Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Hancurnya sistem pemerintahan daerah

b)

Terbentuknya berbagai organisasi dan partai politik

c)

Berakhirnya semangat persatuan bangsa

d)

Indonesia terpecah menjadi negara bagian

e)

Tidak adanya peran rakyat dalam pembangunan

29.

Identitas nasional berfungsi bagi bangsa Indonesia untuk …

Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Membatasi hubungan dengan negara lain

b)

Meningkatkan perbedaan antar suku bangsa

c)

Menumbuhkan rasa persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia

d)

Menghapuskan budaya daerah yang beragam

e)

Mengutamakan kepentingan golongan tertentu

30.

Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Ancaman Disintegrasi Bangsa

Setelah kemerdekaan, hubungan antara pemerintah pusat dan daerah tidak selalu berjalan seimbang. Beberapa daerah merasa kurang mendapatkan perhatian dan keadilan dalam bidang politik, ekonomi, serta pembangunan.
Ketidakseimbangan ini menimbulkan ketegangan dan pemberontakan di beberapa wilayah, seperti PRRI/Permesta dan DI/TII.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat mengancam keutuhan dan persatuan bangsa, sehingga diperlukan kebijakan yang adil serta semangat nasionalisme untuk menjaga integrasi nasional.

PERTANYAAN:

Salah satu penyebab munculnya ketidakseimbangan relasi antara pusat dan daerah setelah kemerdekaan adalah …

Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Pemerintah pusat memberikan otonomi luas kepada daerah

b)

Daerah merasa tidak memperoleh keadilan dalam pembagian hasil pembangunan

c)

Pemerintah pusat dan daerah memiliki wewenang yang sama

d)

Tidak adanya partisipasi rakyat dalam pemerintahan

e)

Semua daerah mendapatkan perlakuan yang sama

31.

Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Ancaman Disintegrasi Bangsa

Setelah kemerdekaan, hubungan antara pemerintah pusat dan daerah tidak selalu berjalan seimbang. Beberapa daerah merasa kurang mendapatkan perhatian dan keadilan dalam bidang politik, ekonomi, serta pembangunan.
Ketidakseimbangan ini menimbulkan ketegangan dan pemberontakan di beberapa wilayah, seperti PRRI/Permesta dan DI/TII.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat mengancam keutuhan dan persatuan bangsa, sehingga diperlukan kebijakan yang adil serta semangat
nasionalisme untuk menjaga integrasi nasional.

PERTANYAAN:

Bentuk ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia akibat ketidakseimbangan pusat dan daerah adalah …
Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Terjadinya integrasi yang kuat antarwilayah

b)

Munculnya gerakan separatis dan pemberontakan daerah

c)

Peningkatan kerja sama antardaerah

d)

Terbentuknya pemerintahan yang stabil

e)

Meningkatnya rasa nasionalisme di seluruh daerah

32.

Ketidakseimbangan Relasi Pusat dan Daerah serta Ancaman Disintegrasi Bangsa

Setelah kemerdekaan, hubungan antara pemerintah pusat dan daerah tidak selalu berjalan seimbang. Beberapa daerah merasa kurang mendapatkan perhatian dan keadilan dalam bidang politik, ekonomi, serta pembangunan.
Ketidakseimbangan ini menimbulkan ketegangan dan pemberontakan di beberapa wilayah, seperti PRRI/Permesta dan DI/TII.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat mengancam keutuhan dan persatuan bangsa, sehingga diperlukan kebijakan yang adil serta semangat
nasionalisme untuk menjaga integrasi nasional.

PERTANYAAN:

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah ancaman disintegrasi bangsa adalah …

Pilihlah salah satu jawaban yang benar terhadap pertanyaan tersebut !

a)

Mengutamakan kepentingan daerah di atas kepentingan nasional

b)

Menolak campur tangan pemerintah pusat dalam urusan daerah

c)

Mengembangkan pemerataan pembangunan dan memperkuat persatuan nasional

d)

Menghapus keberagaman budaya daerah

e)

Menutup diri dari kerja sama antarwilayah

33.

Tujuan utama pemberontakan DI/TII yang dipimpin oleh Kartosuwiryo adalah untuk mendirikan (a)  

34.

Pemberontakan PRRI/Permesta terjadi karena ketidakpuasan daerah terhadap (a)  

35.

kebijakan pemerintah pusat dalam bidang politik dan ekonomi / ketimpangan Pembangunan

(a)