wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

FIKIH SAS GANJIL KELAS 6 25/26

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Ani hendak membeli kerupuk kulit yang dibuat dari kulit sapi (Halal Zatnya). Kulit sapi itu dibeli dengan uang yang halal (Halal Cara Memperolehnya). Namun, saat pengolahannya, kerupuk digoreng menggunakan minyak yang bekas dipakai menggoreng babi.

Penilaian yang tepat mengenai status hukum kerupuk tersebut serta alasan syar'i-nya adalah . . . .

a)

Kerupuk tersebut menjadi Haram. Aspek Halal Cara Mengolahnya sangat menentukan karena minyak bekas babi adalah najis berat yang menyebabkan kerupuk tersebut terkontaminasi (menjadi mutanajjis), sehingga Ani harus meninggalkannya

b)

Kerupuk tersebut tetap Halal karena zat aslinya adalah sapi yang halal. Ani boleh memakannya, karena Islam mengutamakan kehalalan zat bahan baku

c)

Kerupuk tersebut menjadi Makruh (sebaiknya dihindari). Ani boleh memakannya jika ia mencucinya dengan air terlebih dahulu agar rasa minyak babi hilang

d)

Kerupuk tersebut menjadi Syubhat (meragukan) karena ada campur tangan minyak babi. Ani harus bertanya dulu kepada penjual apakah minyak bekas babi itu sudah dibersihkan secara syar'i (disucikan tujuh kali)

2.

Dalam kaidah fikih tentang makanan dan minuman, terdapat sebuah prinsip yang sangat mendasar. Prinsip ini menentukan sikap Muslim ketika menghadapi produk baru atau makanan asing yang belum jelas hukumnya.

Dari pernyataan berikut yang paling benar tentang Hukum Asal Makanan dalam Islam dan penerapannya dalam mengambil keputusan sehari-hari adalah . . . .

a)

Hukum asalnya adalah Haram. Oleh karena itu, jika kita menemukan makanan impor yang belum ada label halal MUI, kita wajib menolaknya karena belum ada dalil yang secara eksplisit menghalalkannya

b)

Hukum asalnya adalah Halal. Prinsip ini mengajarkan bahwa apabila kita menemukan produk makanan baru (misalnya dari tumbuh-tumbuhan atau lautan) yang tidak mengandung zat najis dan tidak memabukkan, kita boleh mengonsumsinya selama belum ada dalil dari Al-Qur'an atau Hadis yang melarangnya

c)

Hukum asalnya adalah Makruh. Ini berarti kita sebaiknya meninggalkan semua makanan baru yang belum dikenal dan hanya makan makanan tradisional yang sudah pasti dikenal sejak zaman Nabi

d)

Hukum asalnya adalah Wajib. Hal ini mendorong kita untuk selalu mencari dan mencoba semua jenis makanan baru yang ada di pasaran agar kita tidak dianggap ingkar terhadap nikmat Allah SWT

3.

Syarat utama agar daging ayam yang disembelih menjadi halal adalah . . . .

a)

Disembelih oleh seorang wanita

b)

Disembelih saat matahari terbit

c)

Menyebut nama Allah (Basmalah) saat menyembelih

d)

Menyembelihnya dengan pisau tumpul

4.

Saat diundang makan oleh tetangga non-Muslim, kita harus memastikan bahwa makanan yang disajikan adalah . . . .

a)

Makanan yang dibuat dari gandum

b)

Makanan tradisional

c)

Makanan Barat.

d)

Makanan yang halal menurut syariat Islam, terutama dagingnya

5.

Wara' adalah sikap sangat hati-hati dan menjauhi segala hal yang syubhat (diragukan hukumnya) karena khawatir jatuh ke dalam perbuatan haram. Sikap ini sangat dianjurkan dalam memilih makanan.

Ani dan Bima makan di sebuah kantin. Ani memesan bakso dari penjual yang memiliki Sertifikat Halal MUI. Sementara Bima membeli sosis bakar dari penjual lain yang tidak memiliki label halal resmi, karena penjual itu terlihat ramah.

Berdasarkan konsep Wara', tindakan berikut yang paling mencerminkan sikap kehati-hatian dalam beragama adalah . . . .

a)

Kedua tindakan sama-sama benar, karena keraguan (syubhat) itu hanya ada di hati, dan yang penting adalah niat mereka saat membeli

b)

Tindakan Bima adalah contoh sikap Wara', karena ia berani mencoba makanan yang tidak jelas hukumnya, menunjukkan ia tidak takut dan berani menanggung risiko

c)

Tindakan Bima lebih tepat, karena ia bersikap baik dengan memilih pedagang yang ramah, yang menunjukkan ia tidak sombong

d)

Tindakan Ani adalah contoh sikap Wara' karena ia menghindari makanan syubhat dengan memilih produk yang sudah jelas kehalalannya melalui sertifikat resmi, demi menjaga kebersihan hati dan ibadahnya

6.

Pak Ali membeli daging sapi impor dari negara yang mayoritas non-Muslim. Untuk memastikan kehalalannya, hal utama yang harus ia teliti adalah . . . .

a)

Tanggal kedaluwarsanya

b)

Warna bungkus dagingnya

c)

Proses penyembelihannya (harus sesuai syariat Islam)

d)

Ukuran potongannya

7.

Sesuai ilmu fikih, makanan yang asalnya halal zatnya bisa berubah hukumnya menjadi haram jika terjadi kontaminasi.

Perhatikan kasus berikut: Ibu Ida menyembelih ayam secara Islami (halal zatnya). Ayam ini kemudian diolah. Ada dua pilihan pengolahan:

  1. Ayam digoreng di wajan yang hanya dipakai untuk menggoreng makanan halal.

  2. Ayam digoreng di wajan yang baru saja dipakai menggoreng daging babi tanpa dicuci dan disucikan terlebih dahulu.

  3. Dari kedua kasus diatas pilihlah salah satu yang menyebabkan ayam tersebut berubah hukumnya menjadi haram, dan alasan syar'i-nya yang paling tepat adalah . . . .

a)

Kasus 1. Ayam menjadi haram karena terlalu matang dan kehilangan nutrisi.

b)

Kasus 2. Ayam menjadi haram karena terkena najis berat (babi) melalui media pengolahan (wajan). Makanan yang halal zatnya menjadi mutanajjis (terkena najis) dan tidak sah dimakan.

c)

Kasus 2. Ayam tetap halal karena zat aslinya (ayam) tidak berubah, hanya rasanya yang berbeda.

d)

Kasus 1 dan 2 sama-sama halal, asalkan Ibu Ida membaca Basmalah saat hendak memakannya, karena niat baik mengalahkan faktor pengolahan.

8.

Hukum memakan belalang adalah . . . .

a)

Halal, karena termasuk dua bangkai yang dihalalkan (belalang dan ikan).

b)

Haram karena termasuk serangga

c)

Makruh jika dibakar.

d)

Syubhat.

9.

Makanan halal yang sudah basi atau busuk hukumnya menjadi . . . .

a)

Tetap halal, tetapi rasanya tidak enak.

b)

Haram dimakan karena menimbulkan bahaya (mudarat) bagi tubuh

c)

Sunnah untuk dibuang

d)

Makruh.

10.

Rudi pergi memancing di laut bersama ayahnya. Mereka mendapatkan banyak ikan tongkol. Namun, karena perjalanan pulang cukup jauh, sesampainya di rumah, semua ikan tersebut sudah mati tanpa sempat disembelih dengan pisau.

Rudi sempat ragu, apakah ikan itu sudah menjadi bangkai yang haram atau masih boleh dimakan. Menurut hukum Fikih tentang makanan, hukum dari ikan hasil pancingan Rudi tersebut adalah . . . .

a)

Ikan tersebut menjadi Makruh, karena memakan ikan yang sudah mati rasanya tidak sesegar ikan yang dimasak saat masih hidup

b)

Statusnya Syubhat (meragukan). Sebaiknya Rudi membuang ikan tersebut untuk berhati-hati (wara') daripada memakan sesuatu yang sudah mati sendiri

c)

Halal dan boleh dimakan, karena kekhususan hewan yang hidup di air adalah bangkainya suci dan tidak mensyaratkan penyembelihan untuk menjadi halal

d)

Ikan tersebut menjadi Haram, karena setiap hewan yang mati tanpa disembelih dan tanpa bacaan Basmalah dianggap sebagai bangkai yang najisl

11.

Dalam Islam, nama atau merek sebuah minuman tidak menentukan hukumnya. Yang menjadi penentu adalah sifat dan dampaknya bagi tubuh.

Misalkan ada sebuah minuman baru bernama "Es Segar Ceria" yang terbuat dari perasan buah anggur. Namun, minuman ini telah disimpan (difermentasi) dalam waktu lama sehingga berbusa. Ketika seseorang meminumnya, ia menjadi hilang kesadaran, bicaranya melantur, dan jalannya sempoyongan. Berdasarkan peristiwa tersebut, alasan utama minuman "Es Segar Ceria" itu dihukumi haram, meskipun bahan dasarnya buah anggur yang halal adalah . . . .

a)

Karena minuman itu tergolong Khamr yang memiliki sifat memabukkan (iskrar) dan menutup akal sehat, sehingga hukumnya haram sedikit maupun banyak.

b)

Karena minuman itu mengandung terlalu banyak gula yang bisa menyebabkan penyakit diabetes.

c)

Karena minuman itu dibuat tanpa membaca Bismillah, sehingga otomatis menjadi haram seperti bangkai.

d)

Karena minuman itu sudah berubah menjadi basi dan tidak enak rasanya.

12.

Rasulullah SAW pernah mengisahkan seorang laki-laki yang sedang dalam perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa, "Ya Tuhanku, Ya Tuhanku..." Namun, Nabi menegaskan bahwa doanya tidak akan dikabulkan.

Berdasarkan kisah hadis tersebut, analisis penyebab utama tertolaknya doa orang itu meskipun ia sudah memohon dengan sungguh-sungguh adalah . . . .

a)

Karena makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuhnya berasal dari yang haram, yang menjadi penghalang (hijab) sampainya doa dan mengeraskan hati

b)

Karena ia berdoa sambil melakukan perjalanan jauh (musafir), padahal doa musafir itu dilarang.

c)

Karena pakaiannya kotor dan rambutnya kusut, sehingga Allah tidak menyukai penampilannya yang tidak rapi.

d)

Karena ia berdoa dengan suara yang terlalu keras, sehingga dianggap tidak sopan di hadapan Allah SWT.

13.

Ahmad tersesat di hutan belantara selama tiga hari tanpa bekal makanan sedikit pun. Kondisinya sangat lemah dan nyaris meninggal karena kelaparan. Di hadapannya, ia hanya menemukan seekor babi hutan.

Dalam kaidah Fikih, kondisi Ahmad disebut Darurat. Islam membolehkan Ahmad memakan daging babi tersebut demi menyelamatkan nyawa.

Namun, pertimbangan batasan jumlah daging yang boleh dimakan Ahmad agar statusnya tidak berubah menjadi dosa adalah . . . .

a)

Ahmad boleh memakan daging tersebut sepuasnya sampai kenyang, agar ia memiliki tenaga cadangan yang banyak untuk mencari jalan pulang esok hari

b)

Ahmad boleh memakannya, tetapi hanya secukupnya saja (sekadar untuk menegakkan tulang punggung/menghilangkan bahaya kematian), lalu segera berhenti memakannya

c)

Ahmad tetap tidak boleh memakannya, karena babi adalah haram mutlak (najis berat) dan lebih baik mati dalam keadaan suci daripada perut terisi barang haram.

d)

Ahmad boleh memakannya dan wajib membungkus sisa dagingnya untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh, karena hukumnya sudah berubah menjadi halal selamanya.

14.

Seringkali kemasan yang mewah membuat orang salah menilai hukum suatu minuman.

Di sebuah restoran bintang lima, disajikan minuman keras (Wine) yang harganya jutaan rupiah. Minuman ini disajikan dalam gelas kristal yang sangat bersih dan jernih . Seseorang berpendapat, "Ini bukan minuman keras oplosan yang kotor di pinggir jalan, ini minuman higienis dan berkelas, jadi boleh diminum sedikit."

Meskipun disajikan dengan sangat mewah, higienis, dan berkelas, hukum minuman tersebut tetap haram karena . . . .

a)

minuman tersebut bukan budaya asli Indonesia, sehingga tidak cocok dengan lidah kita.

b)

minuman tersebut dibuat oleh orang luar negeri yang tidak mengerti cara memasak masakan Indonesia

c)

meskipun mahal dan bersih, zat minuman tersebut memiliki sifat memabukkan (iskrar) yang telah ditetapkan haram oleh Allah SWT, baik diminum sedikit maupun banyak.

d)

minuman tersebut mengandung gula yang terlalu tinggi yang bisa merusak gigi jika diminum terus menerus.

15.

Roni tanpa sengaja memakan sebungkus keripik yang dijual murah. Setelah selesai, ia membaca komposisi bahan dan menyadari bahwa keripik tersebut mengandung gelatin babi (haram). Roni merasa sedih dan bingung.

Adi, teman Roni, melihat kejadian ini. Berdasarkan prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) dan etika sosial dalam Islam, tindakan yang paling tepat dilakukan Adi untuk membantu Roni adalah . . . .

a)

Adi seharusnya menceritakan kejadian itu kepada teman-teman yang lain agar Roni merasa malu dan jera, serta semua orang tahu bahwa keripik itu haram.

b)

Adi harus diam saja karena Roni melakukannya tanpa sengaja dan urusan dosa adalah urusan pribadi Roni dengan Allah, bukan urusan Adi.

c)

Adi wajib segera mengingatkan Roni agar ia berhenti jika masih ada sisa, menenangkan Roni, dan mengajaknya membaca Istighfar (memohon ampunan) secara pribadi, karena mengingatkan harus dengan bijak dan menjaga aib sesama Muslim.

d)

di harus mencari tahu siapa penjual keripik itu dan langsung memarahi penjual tersebut di hadapan banyak orang agar semua orang takut dan tidak menjual keripik haram lagi.

16.

Fulan makan makanan haram tetapi tidak menunjukkan perubahan fisik dan tetap sehat. Hikmah diharamkannya makanan tersebut tetap berlaku, yaitu dapat merusak . . . .

a)

Lingkungan sekitar

b)

Persahabatan

c)

Harta dan kekayaan

d)

Keimanan, ketenangan hati, dan terkabulnya doa

17.

Dalam Islam, agar daging kambing menjadi halal, ia harus disembelih secara syar'i. Pak Amir menemukan kambing peliharaannya mati karena terjatuh dari tebing sebelum sempat disembelih.

Maka, status hukum daging kambing tersebut adalah Haram (Bangkai) karena . . . .

a)

proses matinya tidak memenuhi syarat penyembelihan secara Islam, dan memasak tidak bisa mengubah zat yang haram menjadi halal

b)

matinya adalah kecelakaan alam, dan daging bangkai harus dibakar sampai hangus agar tidak dimakan oleh hewan lain

c)

daging bangkai tersebut tidak terasa enak meskipun sudah dimasak matang dan diberikan bumbu yang banyak

d)

kambing tersebut tidak mati karena diserang oleh binatang buas, yang mana hewan yang diserang binatang buas hukumnya adalah halal

18.

Semua jenis binatang yang boleh dimakan, terjamin kebersihannya, dan proses penyembelihannya sesuai dengan syariat Islam disebut binatang . . . .

a)

halal

b)

haram

c)

buas

d)

najis

19.

Ketika membeli camilan di warung, Lina selalu melihat komposisi bahan. Jika ia menemukan tulisan "mengandung lemak hewan" tanpa adanya keterangan jenis hewan atau label Halal MUI, maka sikap yang paling tepat yang harus dilakukan Lina adalah . . . .

a)

membeli banyak agar bisa dibagi kepada teman-teman

b)

tidak membeli camilan tersebut dan mencari produk yang sudah terjamin dan berlabel Halal MUI

c)

membeli dan tidak peduli karena lemak hewan pasti halal

d)

tetap membeli karena rasanya enak dan harganya murah

20.

Dalam syariat Islam, sebagian besar binatang darat harus disembelih secara syar'i agar halal. Namun, terdapat dua jenis hewan yang dikecualikan dan bangkainya tetap halal dimakan, yaitu . . . .

a)

ayam dan bebek

b)

kambing dan domba

c)

ikan dan belalang

d)

sapi dan kerbau