WorksheetsSAS Produktif XII LPK3 - SMK SIP
Total questions: 23
Worksheet time: 3600secs
Seorang pasien meminta obat yang praktis dibawa ke kantor dan tidak mudah rusak saat disimpan di tas. Apoteker kemudian menyarankan obat dalam bentuk tablet. Keunggulan tablet yang paling sesuai dengan kebutuhan pasien tersebut adalah…
Stabilitasnya rendah pada kondisi lingkungan
Mudah terkontaminasi
Mudah dibawa dan memiliki stabilitas fisik yang baik
Tidak dapat dibagi menjadi dua
Paling cepat larut dibanding bentuk lain
Di sebuah rumah sakit, dokter ingin memberikan obat untuk pasien lansia yang mengalami kesulitan menelan. Obat yang tersedia hanya dalam bentuk tablet, disubtitusi dengan bentuk sediaan lain yang relevan. Keterbatasan tablet yang paling relevan dengan kondisi pasien tersebut adalah…
Tidak cocok untuk pasien dengan disfagia (difficulty in swallowing)
Membutuhkan alat khusus untuk menyimpan (Special Tools)
Mengandung zat aktif terlalu banyak
Tidak bisa mengalami modifikasi pelepasan (Substance Release)
Memiliki rasa sangat pahit
Seorang pasien membutuhkan obat yang memberikan efek cepat karena nyeri akut yang dialaminya. Dokter meresepkan tablet yang dirancang larut atau pecah cepat di bawah lidah. Jenis tablet yang dimaksud adalah…
Tablet effervescent
Tablet bucal
Tablet enterik
Tablet sublingual
Tablet chewing
Saat pembuatan tablet parasetamol, dilakukan penambahan amilum sebagai bahan tambahan untuk membantu tablet pecah menjadi granul kecil saat terkena cairan lambung. Komponen penyusun tablet yang memiliki fungsi tersebut adalah…
Binder
Diluent
Lubrikan
Disintegran
Preservative
Dalam produksi tablet vitamin C, pabrik memilih metode cetak langsung karena bahan aktifnya mudah mengalir dan memiliki kompresibilitas baik. Keuntungan utama metode cetak langsung adalah…
Menghasilkan tablet dengan waktu hancur paling lama
Mengurangi jumlah tahapan proses dan tidak menggunakan pelarut
Menghasilkan tablet dengan kekerasan sangat tinggi
Hanya cocok untuk bahan dengan dosis tinggi
Dapat digunakan untuk semua bahan aktif
Bagian pengembangan suatu industri farmasi melakukan pengembangan formula kaplet parasetamol dengan kandungan 500 mg/kaplet. Dari studi praformulasi parasetamol didapatkan data sbb.: titik lebur 169oC, kompresibilitas jelek, aliran serbuk jelek, stabil terhadap air dan suhu. Spesifikasi kaplet yang diinginkan adalah: bobot 650 mg, kekerasan 8 kg, dan kerapuhan < 1%. Apa metode pembuatan kaplet yang digunakan?
Kempa Langsung
Granulasi Basah
Granulasi Kering
Roller Compaction
Slugging
Hasil evaluasi menunjukkan tablet batuk produksi terbaru terlalu mudah patah saat proses pengemasan. Parameter evaluasi tablet yang menunjukkan permasalahan tersebut adalah…
Waktu hancur
Kekerasan
Keseragaman bobot
Kerapuhan (friability)
Laju disolusi
Dalam uji disolusi, sebuah tablet analgesik menunjukkan pelepasan zat aktif kurang dari 75% dalam 45 menit, sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat. Permasalahan ini akan berdampak langsung pada…
Rasa tablet terlalu pahit
Stabilitas fisik tablet
Tablet lebih mudah patah
Keseragaman ukuran tablet
Efektivitas terapeutik yang tertunda
Teknisi produksi menemukan tablet yang permukaannya berlubang-lubang dan kasar setelah proses penabletan. Permasalahan tablet tersebut dikenal sebagai…
Picking
Lamination
Mottling
Bridging
Capping
Dalam suatu batch produksi ditemukan tablet terbelah mendatar menjadi dua lapisan setelah keluar dari mesin tablet. Permasalahan yang terjadi adalah…
Capping
Chipping
Lamination
Sticking
Erosion
Seorang laki-laki 50 tahun mengalami keluhan sering haus, sering buang air kecil, serta penurunan berat badan meski nafsu makan meningkat. Pemeriksaan menunjukkan kadar glukosa darah puasa 180 mg/dL dan kadar insulin sangat rendah. Temuan tersebut paling sesuai dengan patofisiologi…
Resistensi insulin akibat obesitas
Gangguan metabolisme lipid tanpa hubungan dengan insulin
Kerusakan sel β pankreas sehingga produksi insulin menurun
Produksi insulin berlebih tanpa respon sel
Peningkatan reseptor insulin pada otot
Seorang pasien DM tipe 2 dengan obesitas disarankan dokter untuk memulai terapi yang dapat menurunkan produksi glukosa hati dan meningkatkan sensitivitas insulin. Obat yang paling sesuai dengan kondisi ini adalah…
Glimepiride
Metformin
Acarbose
Insulin glargine
Pioglitazone
Seorang pasien DM tipe 2 diberikan obat golongan sulfonilurea untuk membantu menurunkan kadar glukosa darahnya. Setelah beberapa hari, pasien melaporkan beberapa kali mengalami gejala keringat dingin dan gemetar. Efek samping tersebut paling berkaitan dengan mekanisme kerja sulfonilurea, yaitu…
Menghambat absorpsi glukosa di usus
Meningkatkan sensitivitas insulin pada jaringan perifer
Mengurangi produksi glukosa hati
Menghambat reabsorpsi glukosa di ginjal
Merangsang sel β pankreas untuk meningkatkan sekresi insulin
Dalam kunjungan ulang, seorang pasien diberi obat acarbose untuk membantu mengontrol gula darah postprandial (setelah makan). Mekanisme kerja acarbose yang menghasilkan efek tersebut adalah…
Menghambat enzim α-glukosidase sehingga penyerapan karbohidrat melambat
Mengurangi resistensi insulin di jaringan adiposa
Meningkatkan sekresi insulin secara langsung
Mempercepat pengosongan lambung
Menghambat reabsorpsi glukosa pada tubulus ginjal
Seorang pasien DM tipe 2 memiliki kadar gula darah yang masih tinggi meski sudah menggunakan metformin. Dokter kemudian menambahkan obat golongan SGLT2 inhibitor. Perbaikan yang diharapkan dari mekanisme kerja obat ini adalah…
Peningkatan sekresi insulin dari pankreas
Penekanan produksi glukosa hati
Meningkatkan ekskresi glukosa melalui urin
Memperlambat absorpsi glukosa di usus
eningkatkan sensitivitas insulin secara cepat
Seorang siswi 17 tahun datang ke apotek dengan keluhan bersin terus-menerus, hidung gatal, mata berair, terutama saat pagi hari. Ia memiliki riwayat alergi debu. Apoteker menyarankan obat antihistamin generasi kedua yang tidak menyebabkan kantuk. Obat yang paling tepat adalah…
Klorfeniramin maleat
Difenhidramin
Loratadin
Ketotifen
Dekstrometorfan
Seorang pasien laki-laki 30 tahun datang dengan keluhan batuk kering tidak berdahak sejak 4 hari. Tidak ada demam atau gejala infeksi lainnya. Ia merasa terganggu karena batuk semakin sering pada malam hari. Obat yang paling sesuai untuk kondisi pasien tersebut adalah…
Guaifenesin
Ambroksol
Asetilsistein
Dekstrometorfan
Teofilin
Seorang pasien anak usia 10 tahun mengalami serangan asma akut saat bermain. Ia terlihat sesak, bernapas cepat, dan menggunakan otot bantu pernapasan. Pada kondisi darurat ini, obat inhalasi yang paling cepat bekerja untuk meredakan bronkospasme adalah…
Salmeterol
Budesonid
Montelukast
Salbutamol
Ipratropium bromida
Seorang pasien anak usia 8 tahun dibawa ibunya ke apotek karena mengalami kulit kering, kemerahan, dan sangat gatal pada lipatan siku sejak dua hari terakhir. Riwayat menunjukkan pasien sering mengalami kekambuhan ketika cuaca panas dan kering. Apoteker menyarankan penggunaan obat topikal untuk mengurangi peradangan pada kulitnya. Obat yang paling tepat diberikan adalah…
Hidrokortison krim
Asam salisilat 2%
Retinoid topikal
Benzoil peroksida
Klotrimazol krim
Seorang remaja 16 tahun datang ke apotek dengan keluhan jerawat meradang pada dahi dan pipi. Ia telah mencoba mencuci muka dengan sabun wajah namun jerawat tetap muncul. Apoteker merekomendasikan obat topikal yang bekerja membunuh bakteri Propionibacterium acnes dan membantu mengurangi peradangan. Obat yang dimaksud adalah…
Hidrokortison krim
Benzoil peroksida
Asam retinoat
Salep zink
Ketokonazol
Seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun dengan berat badan 70 kg didiagnosis Diabetes Melitus tipe 2 yang membutuhkan terapi insulin kombinasi glulisine dan glargine. Dokter meminta apoteker untuk membantu menghitung Insulin Harian Total (IHT) dan membaginya ke dalam dosis insulin basal (40%) dan dosis insulin prandial (60%) yang akan diberikan sebelum makan 3 kali sehari.
Nilai kebutuhan insulin standar untuk pasien DM tipe 2 pada awal terapi adalah 0,5 unit/kgBB/hari.
Instruksi untuk siswa (esai):
Hitung Insulin Harian Total (IHT) berdasarkan data berat badan pasien.
Tentukan dosis glargine.
Tentukan dosis insulin glulisine.
Bagi dosis insulin prandial ke dalam tiga kali pemberian sebelum makan (pagi, siang, malam).
Jelaskan langkah perhitungan secara runtut.
Seorang pasien perempuan usia 50 tahun dirawat karena mengalami hiperglikemia berat dan diberikan infus insulin intravena (IV drip) di ICU. Setelah 24 jam, kondisi glukosa darah pasien menjadi stabil. Total kebutuhan insulin IV pasien selama 24 jam terakhir adalah 40 unit.
Karena pasien sudah stabil, dokter memutuskan untuk mengalihkan terapi dari insulin IV ke insulin subkutan (SC) menggunakan regimen insulin campuran (levemir–aspart). Sesuai pedoman, dosis insulin SC awal yang digunakan adalah 80% dari total dosis insulin IV 24 jam terakhir.
Instruksi untuk siswa (esai):
Hitung dosis insulin SC total yang harus diberikan menggunakan 80% dari dosis insulin IV (40 unit).
Tentukan pembagian dosis menjadi levemir (50%) dan aspart (50%).
Bagikan dosis prandial ke dalam tiga kali pemberian (sebelum makan pagi, siang, dan malam).
Jelaskan langkah perhitungan secara runtut dan berikan alasan mengapa perhitungan 80% digunakan saat transisi dari IV ke SC.
Sebuah industri farmasi sedang melakukan uji mutu pada produk tablet parasetamol 500 mg. Sebagai teknisi farmasi yang sedang praktik kerja, kamu diminta untuk melakukan uji keseragaman sediaan berdasarkan 10 tablet sampel (T≤101,5) sesuai ketentuan Farmakope Indonesia edisi VI.
Instruksi untuk siswa (esai):
Hitung rata-rata kadar dari 10 tablet sampel.
Tentukan nilai NP.
Berdasarkan nilai NP, analisis apakah sampel memenuhi atau tidak memenuhi persyaratan Farmakope VI.
elaskan seluruh langkah perhitungan dan alasan kesimpulanmu.
