WorksheetsAI 2 TP 1
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Siapakah ahli pertanian/botani asal Rusia yang diakui sebagai penemu metode analisis kromatografi melalui percobaannya memisahkan pigmen daun?
Twett Michael
Michael Twett
Dmitri Mendeleev
Mikhail Lomonosov
Friedrich Tswett
Jenis kromatografi planar, yang memiliki fase diam berupa plat silika atau sejenisnya dengan fase pendukung (seperti aluminium atau kaca), dikenal sebagai...
Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC)
Kromatografi Kolom
Kromatografi Lapis Tipis (KLT)
Kromatografi Kertas
Kromatografi Gas
Istilah kromatografi berasal dari kata Yunani "chroma" dan "graphien". Apa arti dari kata "chroma" yang relevan dengan percobaan awal penemuan metode ini?
Warna
Menulis
Memisah
Cair
Pigmen
Pada teknik Kromatografi Kertas, bahan yang secara umum berfungsi sebagai fase diam (terikat pada air yang teradsorpsi) adalah...
Kertas selulosa/filter
Silika gel
Alumina
Kalsium karbonat
Nylon
Dalam instrumen High-Performance Liquid Chromatography (HPLC), komponen yang berfungsi utama untuk mengalirkan fase gerak pada tekanan yang sangat tinggi (200-400 bar) adalah...
Pompa
Kolom
Detektor
Injektor
Degasser
Prinsip dasar pemisahan dalam teknik kromatografi didasarkan pada...
Perbedaan titik didih komponen campuran.
Perbedaan ukuran molekul komponen campuran.
Perbedaan massa jenis komponen dalam pelarut.
Perbedaan afinitas komponen terhadap fase gerak dan fase diam.
Perbedaan viskositas pelarut.
Dalam konteks prinsip "like dissolved like" pada kromatografi, jika suatu zat bersifat polar, maka untuk melarutkannya dalam fase gerak (eluen) diperlukan pelarut yang...
Bersifat non-polar
Bersifat polar
Bersifat amfiprotik
Bersifat aprotik
Memiliki viskositas rendah
Jika suatu senyawa hasil pemisahan kromatografi tidak berwarna setelah proses elusi, metode deteksi menggunakan pereaksi KMnO4 akan memberikan indikasi visual. Tujuan dari penggunaan KMnO4 dalam hal ini adalah untuk...
Mempercepat proses elusi noda sampel.
Mengukur nilai faktor retensi (Rf) noda.
Menampakkan noda senyawa yang tidak berwarna melalui reaksi kimia.
Mengubah fase diam agar menjadi lebih polar.
Mencegah noda menyebar di permukaan fase diam.
Kromatografi Lapis Tipis (KLT) sering lebih disukai daripada kromatografi kertas untuk analisis di laboratorium modern. Alasan utama KLT dianggap lebih unggul untuk pemisahan adalah...
Kertas lebih mahal daripada lempengan KLT.
Fase diam berupa silika pada KLT umumnya memberikan pemisahan yang lebih baik dan lebih cepat.
KLT tidak memerlukan fase gerak (eluen).
Kromatografi kertas memerlukan sistem komputer yang mahal.
KLT menggunakan sampel dalam wujud gas.
Waktu Retensi (t_R) dalam kromatografi, khususnya pada HPLC, merupakan indikator penting dalam kromatogram. t_R diartikan sebagai...
Waktu yang dibutuhkan pompa untuk mencapai tekanan stabil.
Waktu yang dibutuhkan fase gerak untuk melewati kolom tanpa sampel.
Waktu yang dibutuhkan suatu zat tunggal untuk bergerak dari titik injeksi hingga dideteksi.
Waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan kolom sebelum analisis.
Waktu antara penotolan sampel hingga pengeringan kromatogram.
Dalam suatu pemisahan kromatografi, komponen campuran yang akan bergerak paling jauh pada kromatogram adalah komponen yang...
Paling sedikit larut dalam fase gerak dan paling kuat terikat pada fase diam.
Memiliki ukuran molekul paling besar.
Paling kuat terikat pada fase diam, terlepas dari kelarutannya.
Memiliki titik didih paling tinggi.
Paling mudah larut dalam fase gerak dan paling lemah terikat pada fase diam.
Dalam pemilihan eluen (fase gerak) pada KLT, kepolaran eluen harus diatur sedemikian rupa. Jika kepolaran antara sampel dan eluen sangat dekat, konsekuensi yang terjadi pada pemisahan adalah...
Sampel akan tetap berada di titik penotolan karena terlalu kuat terikat fase diam.
Nilai Rf sampel akan mendekati nol.
Sampel akan semakin terbawa oleh fase gerak dan bergerak sangat jauh.
Sampel akan terpecah menjadi banyak noda.
Viskositas eluen akan meningkat secara drastis.
Kromatografi kolom laboratorium sederhana bekerja dengan prinsip aliran gravitasi. Cara yang paling efektif untuk mempercepat laju aliran sampel di dalam tabung kolom pada sistem ini adalah...
Menggunakan pompa bertekanan tinggi seperti pada HPLC.
Menambah eluen baru di bagian atas fase diam untuk meningkatkan tekanan hidrostatis.
Mengatur keran di bagian bawah kolom agar tertutup sedikit.
Mengganti fase diam dengan partikel yang lebih halus.
Memperpendek panjang tabung kolom.
Metode preparasi kolom basah pada kromatografi kolom dilakukan dengan cara...
Mengemas silika (fase diam) dengan pelarut tertentu (fase gerak) sebelum dimasukkan ke dalam kolom.
Memasukkan silika kering terlebih dahulu, kemudian menuangkan pelarut di atasnya.
Mengeringkan silika secara sempurna di oven sebelum digunakan.
Memanaskan tabung kolom untuk memastikan tidak ada uap air.
Mencampur silika dengan sampel sebelum dimasukkan ke dalam kolom.
Nilai Faktor Retensi (Rf) adalah perbandingan jarak yang ditempuh noda sampel dibagi dengan jarak tempuh eluen. Jika suatu senyawa memiliki nilai Rf yang tinggi (mendekati 1), ini menunjukkan bahwa senyawa tersebut memiliki...
Adsorpsi yang kuat pada fase diam.
Kelarutan yang rendah pada fase gerak.
Titik didih yang tinggi.
Pergerakan yang jauh (terikut) dengan fase gerak.
Ukuran molekul yang sangat besar.
HPLC memiliki dua jenis mode kerja: HPLC fase normal (NPLC) dan HPLC fase terbalik (RPLC). Perbedaan yang paling tepat dari kedua jenis ini adalah...
NPLC: Fase diam polar, fase gerak non-polar; RPLC: Fase diam non-polar, fase gerak polar.
NPLC: Fase diam non-polar, fase gerak polar; RPLC: Fase diam polar, fase gerak non-polar.
NPLC: Menggunakan tekanan rendah; RPLC: Menggunakan tekanan tinggi.
NPLC: Digunakan untuk senyawa non-polar; RPLC: Digunakan untuk senyawa polar.
NPLC: Menggunakan kolom pendek; RPLC: Menggunakan kolom panjang.
Pada proses isolasi kromatografi kolom dengan elusi gradien (misalnya n-heksan:etil asetat), eluen dimasukkan mulai dari kepolaran rendah (n-heksan murni) hingga kepolaran tinggi (etil asetat murni). Alasan logis untuk urutan ini adalah...
Pelarut non-polar memiliki viskositas yang lebih rendah, sehingga mempercepat aliran awal.
Pelarut polar dapat merusak silika sebagai fase diam.
Untuk memastikan seluruh komponen, baik polar maupun non-polar, terelusi bersamaan.
Untuk memisahkan senyawa non-polar terlebih dahulu, diikuti oleh senyawa yang lebih polar secara bertahap.
Untuk menghindari homogenisasi chamber yang terlalu lama.
Sebelum dilakukan proses elusi pada KLT, chamber (wadah elusi) perlu dihomogenkan atau dijenuhkan terlebih dahulu. Tujuan utama dari tahap ini adalah...
Memastikan uap fase gerak memenuhi ruang chamber sehingga elusi berjalan optimal dan batas pelarut tidak melengkung (efek tepi).
Mengurangi toksisitas pelarut sebelum proses elusi.
Menghindari penguapan sampel yang telah ditotolkan.
Mempercepat aliran fase gerak pada lempengan KLT.
Mengubah kepolaran fase diam agar sesuai dengan sampel.
Pada Kromatografi Kertas, jika suatu senyawa memiliki afinitas yang sangat kuat terhadap air (yang teradsorpsi pada selulosa dan bertindak sebagai fase diam), bagaimana prediksi pergerakannya saat diuji dengan fase gerak non-polar?
Akan terikut elusi (bergerak lebih jauh) hingga mendekati batas atas pelarut.
Akan bergerak sangat lambat atau tetap di dekat titik awal penotolan.
Akan mengendap di tengah kertas dan membentuk bercak besar.
Akan bereaksi dengan kertas dan menyebabkan kertas robek.
Pergerakannya tidak dipengaruhi oleh afinitas terhadap air.
Salah satu kelebihan kromatografi adalah kemampuannya memisahkan campuran kompleks. Keunggulan ini merupakan hasil langsung dari prinsip kromatografi yang melibatkan...
Perbedaan kelarutan semua komponen dalam fase gerak saja.
Perbedaan interaksi yang simultan antara komponen dengan fase gerak dan fase diam.
Kemampuan untuk menaikkan suhu kolom saat pemisahan berlangsung.
Adanya pompa bertekanan tinggi pada semua jenis kromatografi.
Penggunaan kertas saring yang sangat spesifik.
Dalam praktikum kromatografi kolom untuk memisahkan senyawa non-polar, seorang praktikan melakukan kesalahan dengan memasukkan pelarut polar (misalnya etil asetat murni) sebagai eluen pertama. Dampak yang paling mungkin terjadi pada hasil pemisahan senyawa non-polar tersebut adalah...
Senyawa non-polar akan terelusi sangat cepat bersama pelarut polar.
Senyawa non-polar tidak akan terelusi secara efektif dan akan tetap terikat kuat pada fase diam silika.
Kolom akan mengalami retakan karena perubahan kepolaran yang mendadak.
Fraksi yang didapatkan akan berwarna sangat pekat.
Hanya senyawa polar yang akan terpisah dengan baik, sementara senyawa non-polar tidak terdeteksi.
Sebuah penelitian KLT menunjukkan bahwa eluen X menghasilkan nilai Rf untuk senyawa target berada pada kisaran 0.2-0.3. Berdasarkan informasi ini, kesimpulan yang paling tepat mengenai eluen X adalah...
Eluen X memiliki daya pisah yang baik dan efektif untuk senyawa target tersebut karena noda berada di tengah kromatogram.
Eluen X terlalu polar, sehingga harus diganti dengan eluen yang lebih non-polar agar Rf meningkat.
Eluen X terlalu non-polar, sehingga harus diganti dengan eluen yang lebih polar agar Rf meningkat.
Eluen X tidak cocok karena nilai Rf yang rendah menandakan sampel menempel kuat pada fase diam.
Eluen X hanya cocok untuk pemisahan kromatografi kolom, bukan KLT.
Dalam kromatografi kolom preparatif, dasar penentuan bahwa suatu eluen dianggap "baik" dan efektif dalam proses isolasi untuk menghasilkan isolat yang diwarnai pekat adalah...
Eluen tersebut harus memiliki viskositas yang sangat rendah.
Eluen harus menghasilkan Rf yang mendekati 1.
Eluen harus murni (tidak dicampur).
Eluen tersebut mampu menarik komponen senyawa target (sesuai kepolarannya) sehingga terelusi menjadi fraksi yang pekat.
Eluen harus non-polar, karena kebanyakan senyawa organik bersifat non-polar.
Kromatografi Kolom sering dipilih untuk isolasi senyawa dalam skala preparatif (jumlah besar) dibandingkan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang umumnya untuk skala analitik. Pertimbangan utama yang mendasari keputusan ini adalah...
KLT lebih mahal dan memerlukan peralatan yang kompleks.
Kolom bekerja berdasarkan prinsip kapilaritas, sedangkan KLT berdasarkan gravitasi.
KLT memiliki waktu analisis yang terlalu singkat untuk preparatif.
Kromatografi kolom dapat menampung fase diam dalam jumlah besar untuk memuat sampel dalam jumlah besar (preparatif).
KLT hanya dapat digunakan untuk sampel yang berwarna.
Pada instrumen HPLC, pompa harus bekerja pada tekanan yang sangat tinggi (High Pressure) untuk mendorong fase gerak. Jika tekanan pompa tidak bekerja pada tekanan tinggi sebagaimana mestinya, apa konsekuensi logisnya terhadap proses pemisahan?
Waktu retensi (t_R) zat akan menjadi nol.
Sampel tidak akan terelusi karena fase gerak tidak mampu mengalahkan gaya kapilaritas.
Laju aliran fase gerak akan menurun drastis, sehingga proses pemisahan akan menjadi sangat lambat dan tidak efisien.
Kolom akan tersumbat karena partikel fase diam menjadi terlalu rapat.
Detektor tidak akan dapat mengenali komponen yang terpisah.
