NEW
Font size
WorksheetsUH Inflasi & Moneter
Total questions: 20
Worksheet time: 54mins
Permintaan uang dapat diartikan sebagai kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai. Ada tiga motif alasan seseorang memegang uang tunai yaitu untuk transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi. Teori liquidity preferences tersebut dikemukakan oleh ahli ekonomi yaitu . . . .
Irving Fisher
David Ricardo
J.M Keynes
Adam Smith
Alfred Marshall
Dalam teori permintaan uang, motif berjaga-jaga (precautionary motive) dipengaruhi oleh . . . .
Pendapatan yang diterima secara rutin
Tingkat suku bunga yang selalu naik
Ketidakpastian ekonomi dan kebutuhan darurat
Keinginan masyarakat memperoleh capital gain
Tingkat harga barang yang stabil
Penawaran uang dapat diartikan lebih luas (M2) sebagai jumlah uang kartal, uang giral, dan uang kuasi yang beredar pada suatu waktu tertentu. Uang kuasi merupakan uang yang tersimpan di bank dalam bentuk . . . .
tabungan dan uang tunai
cek dan deposito
deposito berjangka dan valuta asing
uang kartal dan uang giral
surat berharga pasar uang
Pada saat ramadhan dan lebaran tingkat harga umum di Indonesia mengalami kenaikan. Penyebab inflasi ini dikategorikan sebagai . . . .
Exported inflation
Imported inflation
Domestic inflation
Cost push inflation
Demand pull inflation
Pada April 2024, negara Zimbabwe mengalami Inflasi yang sangat tinggi dan sudah sangat sulit dikendalikan yaitu sebesar 561%. Berdasarkan tingkat keparahannya, Zimbabwe berada dalam kategori . . . .
Inflasi ringan
Inflasi sedang
Inflasi berat
Hiper inflasi
Inflasi merayap
Pihak yang berwenang untuk menerapkan kebijakan moneter dalam mengatasi inflasi di Indonesia adalah . . . .
Kementerian Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan
Kementerian Perekonomian
Bank Indonesia
Lembaga Penjamin Simpanan
Kenaikan harga-harga secara umum dan terus-menerus dalam kurun waktu tertentu disebut . . . .
indeks harga
inflasi
deflasi
resesi
depresiasi
Cost push inflation merupakan inflasi yang disebabkan oleh . . . .
permintaan atau daya tarik masyarakat yang kuat terhadap suatu barang
bertambahnya jumlah uang beredar di masyarakat
dorongan kenaikan biaya produksi dalam jangka waktu tertentu secara terus menerus
kondisi negara yang tidak aman
kenaikan penawaran dan permintaan
Masyarakat yang mendapatkan keuntungan dengan adanya inflasi yang terjadi adalah . . . .
debitur
kreditur
pegawai negeri
penabung uang di bank
masyarakat berpenghasilan tetap
Berikut yang bukan instrumen kebijakan moneter untuk mengatasi inflasi adalah . . . .
kebijakan operasi pasar terbuka
kebijakan suku bunga
kebijakan cadangan minimum kas
kebijakan kredit ketat
mengurangi jumlah pengeluaran belanja negara
Untuk menjaga kestabilan nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini bank sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Salah satu kebijakan yang dilakukan adalah kebijakan operasi pasar terbuka, yaitu dengan cara . . . .
menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga bank
membeli atau menjual surat berharga
mengetatkan atau melonggarkan syarat kredit kepada masyarakat
menambah atau mengurangi jumlah barang di pasar
menambah atau mengurangi cadangan kas yang ada di bank
Diketahui data harga beberapa barang kebutuhan pokok di Pasar “Makmur Jaya” selama dua tahun sebagai berikut (lihat gambar).
Berapakah Indeks Harga Agregatif Sederhana tahun 2025?
107,5
110,7
117,0
112,8
118,3
Diketahui harga beberapa bahan pokok di Pasar “Sejahtera” selama tiga tahun (lihat gambar).
Dengan metode agregatif sederhana, laju inflasi tahun 2024 sebesar . . . .
7,5%
8,0%
8,9%
9,5%
10,0%
Diketahui data IHK:
· IHK 2022 = 120
· IHK 2023 = 138
Laju inflasi tahun 2023 serta kategorinya yang benar adalah . . . .
13,0% – inflasi ringan
13,0% – inflasi sedang
15,0% – inflasi sedang
15,0% – inflasi berat
18,0% – inflasi berat
Pemerintah sedang menghadapi inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga kebutuhan pokok. Berbagai kebijakan dilakukan untuk menekan inflasi, seperti pengawasan harga, penambahan pasokan barang, dan pengendalian jumlah uang beredar.
Manakah dari pilihan berikut yang bukan merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi inflasi?
Bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengurangi jumlah uang beredar.
Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk barang kebutuhan pokok.
Pemerintah memberikan subsidi produksi agar pasokan barang meningkat.
Pemerintah meningkatkan efisiensi distribusi agar barang tidak menumpuk di gudang.
Pemerintah meningkatkan belanja negara secara besar-besaran di sektor konsumtif tanpa mempertimbangkan kapasitas produksi.
Setelah mengalami resesi, tingkat konsumsi rumah tangga di negara Z menurun drastis. Bank sentral kemudian menurunkan suku bunga agar masyarakat lebih mudah mengakses kredit dan meningkatkan aktivitas ekonomi.
Berdasarkan pernyataan tersebut, tujuan kebijakan moneter adalah . . . .
Kebijakan pemerintah untuk mengatur arus barang dan jasa antarwilayah.
Kebijakan bank sentral yang mempengaruhi uang beredar untuk mencapai stabilitas ekonomi.
Kebijakan yang menekan harga-harga melalui penetapan HET.
Kebijakan pemerintah dalam mengatur pendapatan negara dari pajak.
Kebijakan yang meningkatkan produksi melalui pembangunan infrastruktur.
Inflasi di negara X mencapai 10% akibat konsumsi yang berlebihan dan pertumbuhan kredit yang terlalu cepat. Untuk meredam inflasi, bank sentral berencana menerapkan kebijakan uang ketat. Kebijakan berikut yang paling sesuai dengan kebijakan moneter kontraktif adalah . . . .
Menurunkan suku bunga acuan
Menurunkan cadangan kas (giro wajib minimum)
Menjual surat berharga di pasar terbuka
Melonggarkan syarat kredit untuk UMKM
Membeli surat berharga dalam jumlah besar
Kebijakan yang paling sejalan dengan kebijakan moneter ekspansif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah . . . .
Menaikkan suku bunga deposito
Membatasi jumlah uang yang beredar
Menurunkan suku bunga kredit dan melonggarkan syarat pinjaman
Menjual SBN dalam jumlah besar ke pasar
Memperketat regulasi pemberian pinjaman
Perhatikan pernyataan berikut.
1) Semenjak pandemi, PDB Indonesia turun sebesar 2,07% pada tahun 2020.
2) Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP) mengalami kenaikan sebesar 3% dalam 6 bulan terakhir.
3) Perekonomian suatu negara mengalami penurunan yang ditandai dengan rendahnya daya beli masyarakat.
4) Produk Domestik Bruto mengalami pertumbuhan dan harga-harga meningkat dengan tajam.
5) Suatu negara mengalami tingkat inflasi dan pengangguran yang tinggi.
Manakah yang termasuk kebijakan moneter kontraktif?
1, 2, dan 3
1, 3, dan 4
2, 3, dan 4
2, 4, dan 5
3, 4, dan 5
Perhatikan pernyataan berikut.
1) Akibat pandemi Covid-19, negara berada dalam kondisi resesi dan perekonomian mengalami kemerosotan.
2) Tingkat pengangguran sangat tinggi, sementara harga barang terus mengalami kenaikan.
3) Pemerintah memberikan kemudahan kredit kepada masyarakat.
4) Tingkat pengangguran naik menjadi 11%, sedangkan pertumbuhan indeks harga konsumen turun dari 8% menjadi 2%.
5) Jumlah uang beredar di masyarakat meningkat sehingga harga barang secara umum mengalami kenaikan.
Manakah yang termasuk kebijakan moneter ekspansif?
1, 2, dan 3
1, 3, dan 4
2, 3, dan 4
2, 3, dan 5
3, 4, dan 5
